Jurnal Online Universitas Muhammadiyah Surabaya
Not a member yet
8612 research outputs found
Sort by
Analisis Nilai Pendidikan Karakter Disiplin dan Tanggung Jawab dalam Pembelajaran Musik Pada Pertunjukan CARITA di Sekolah Dasar
This study aims to analyze the values of character education, specifically discipline and responsibility, in music learning during the CARITA performance at SD Negeri Cicadas, Sukabumi. These two aspects are fundamental in shaping a good individual character, both in school and in society. The subjects of the study consisted of 5 male students: 1 student from grade 4, 3 students from grade 5, and 1 student from grade 6. The selection of upper-grade students was intended to make it easier for them to understand abstract values such as harmony, tempo, and dynamics in playing the gamelan, and the music curriculum aligns with the teaching materials. The study used a descriptive qualitative method with a phenomenological approach, involving the collection of primary data through observation, interviews, and documentation, as well as secondary data from references such as journals. Data analysis used the Miles and Huberman model, consisting of data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results of the study indicate that in the music learning process for the CARITA performance, the values of discipline and responsibility were evident in the students, both during the activities and the actual performance.Penelitian ini bertujuan menganalisis nilai pendidikan karakter siswa yaitu disiplin dan tanggung jawab dalam pembelajaran musik pada pertunjukkan CARITA di SD Negeri Cicadas, Sukabumi. Kedua aspek ini merupakan nilai fundamental dalam membentuk karakter individu yang baik, baik di lingkungan sekolah maupun di masyarakat. Subjek penelitian terdiri dari 5 siswa laki-laki, yakni 1 siswa kelas 4, 3 siswa kelas 5, dan 1 siswa kelas 6. Pemilihan siswa kelas atas bertujuan agar siswa lebih mudah memahami nilai abstrak seperti harmoni, tempo, dan dinamika dalam memainkan gamelan, serta kurikulum seni musik tersebut sesuai dengan materi pembelajaran. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan fenomenologis, melalui pengumpulan data primer yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi serta data sekunder berupa referensi data seperti jurnal. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang terdiri dari reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam pembelajaran musik pada pertunjukkan CARITA ini terdapat karakter disiplin dan tanggung jawab pada siswa baik selama proses kegiatan maupun pada saat pertunjukkan
Analisis Pertimbangan Hakim Dalam Perkara Cerai Gugat Kumulasi Hutang dan Harta Bersama Perspektif KUHPerdata Dan KHI (Studi Putusan Nomor 592/Pdt.G/2024/PA.Jmb)
This study examines decision number 592/Pdt.G/2024/PA.Jmb in a divorce case involving the accumulation of debts and joint property, focusing on the judge's considerations in deciding the case, which covers divorce, and the division of property and debts. It analyzes the legal provisions in decision number 592/Pdt.G/2024/PA.Jmb regarding the accumulation of debts and joint property according to the Civil Code and the Compilation of Islamic Law, as well as the legal consequences arising between the plaintiff and the defendant. This study uses a case study approach with a library research method, utilizing the Supreme Court's decision directory and related legal sources (Compilation of Islamic Law, Marriage Law, Civil Code). The data analysis technique uses analytical descriptive methods, specifically by identifying and classifying legal data, describing the content of Decision Number 592/Pdt.G/2024/Pa.Jmb, and assessing the conformity of the judge's considerations with the Compilation of Islamic Law (KHI), the Marriage Law, and the Civil Code. The research analysis results indicate that the judge's considerations in deciding case number 592/Pdt.G/2024/PA.Jmb involve several aspects that are juridical, philosophical, and sociological, so that the decision on the cumulative lawsuit of divorce with joint assets and debts is appropriate, from both the Civil Code and KHI perspectives. In addition to dissolving the marital relationship, the decision proportionally divides joint assets between the Plaintiff and the Defendant, while the responsibility for Briguna debt is fully imposed on the Defendant.
Keywords: Divorce Filing, Decision, Joint Property, Joint Debt.Penelitian ini mengkaji putusan nomor 592/Pdt.G/2024/PA.Jmb pada perkara cerai gugat kumulasi hutang dan harta bersama dengan fokus pada pertimbangan hakim dalam memutuskan perkara yang mencakup perceraian, pembagian harta dan hutang bersama. Ketentuan hukum putusan nomor 592/Pdt.G/2024/PA.Jmb tentang kumulasi hutang dan harta bersama menurut KUHPerdata dan KHI, serta akibat hukum yang ditimbulkan antara penggugat dan tergugat. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi putusan dengan metode library research (penelusuran pustaka) dengan memanfaatkan direktori putusan Mahkamah Agung dan sumber-sumber hukum terkait (KHI, UU Perkawinan, KUHPerdata). Teknik analisis data menggunakan deskriptif analitis yaitu dengan mengidentifikasi dan mengklasifikasikan data hukum, mendeskripsikan isi putusan Nomor 592/Pdt.G/2024/Pa.Jmb dan menilai kesesuaian pertimbangan hakim dengan KHI, UUD Perkawinan, serta KUHPerdata. Hasil analisis penelitian menunjukkan pertimbangan hakim dalam memutuskan perkara nomor 592/Pdt.G/2024/PA.Jmb melalui beberapa aspek yang bersifat yuridis, filosofis, dan sosiologis sehingga putusan perkara kumulasi gugatan perceraian dengan harta dan hutang bersama telah sesuai, baik perspektif KUHPerdata maupun KHI. Putusan tersebut selain memutuskan hubungan perkawinan, status harta bersama dibagi proporsional antara Penggugat dan tergugat serta tanggung jawab hutang Briguna dibebankan sepenuhnya kepada Tergugat.
Kata Kunci: Cerai Gugat, Putusan, Harta Bersama, Hutang Bersama
Analisis Tradisi Mappanini Bosi Dalam Pernikahan Masyarakat Bugis Perspektif Urf’
This research explores the practice of Mappanini Bosi (rain diversion) in Bugis wedding ceremonies in Waetuoe Village, Lanrisang District, Pinrang Regency. The issue examined in this study concerns the persistence of this traditional practice and its relation to urf’. The purpose is to analyze how Mappanini Bosi is conducted, what meanings it holds for the community, and how it aligns with Islamic beliefs. The study employs a qualitative field research design using a phenomenological approach. Data were obtained through interviews with local sanro (traditional healers or rain shamans) and community members, supported by secondary sources such as books, journals, and previous research. The findings show that Mappanini Bosi is performed to ensure favorable weather during important ceremonies, using ritual tools such as rice, fish without broth, cigarettes, lighters, and seven kinds of cakes. Although it involves traditional spells and rituals, practitioners emphasize that success ultimately depends on the will of Allah SWT. The study concludes that this tradition reflects local cultural values and spiritual beliefs without contradicting Islamic teachings, as long as it remains rooted in faith in God’s power. However, its continuity may face challenges from modernization and scientific reasoning.
Keywords: Mappanini Bosi, Bugis Marriage Tradition, ‘Urf.Penelitian ini membahas praktik Mappanini Bosi atau mengalihkan hujan dalam upacara pernikahan masyarakat Bugis di Desa Waetuoe, Kecamatan Lanrisang, Kabupaten Pinrang. Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah bagaimana eksistensi tradisi tersebut dalam masyarakat dan bagaimana pandangan urf’ terhadap praktik tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tata cara pelaksanaan Mappanini Bosi, makna yang terkandung di dalamnya, serta kesesuaiannya dengan ajaran Islam. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologis, di mana data diperoleh melalui wawancara dengan sanro (pawang hujan) dan masyarakat setempat, serta diperkuat dengan sumber sekunder seperti buku, jurnal, dan penelitian terdahulu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Mappanini Bosi dilakukan untuk menjaga agar acara penting, terutama pernikahan, tidak terganggu oleh hujan. Ritual ini menggunakan perlengkapan seperti nasi, ikan tanpa kuah, kue tujuh rupa, rokok, dan korek api. Meskipun mengandung unsur kepercayaan tradisional, para pelaku tetap meyakini bahwa keberhasilan ritual bergantung pada kehendak Allah Swt. Dengan demikian, praktik ini tidak bertentangan dengan ajaran Islam selama tetap berlandaskan pada tauhid dan keyakinan kepada kekuasaan Allah Swt.
Kata Kunci: Mappanini Bosi, Tradisi Pernikahan Bugis, Urf’
Implementasi Maqāṣid Al-Syarī‘ah dalam Pertimbangan Hakim pada Sengketa Ekonomi Syariah
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi maqāṣid al-syarī‘ah dalam pertimbangan hakim pada penyelesaian sengketa ekonomi syariah di lingkungan Peradilan Agama. Dalam konteks peradilan, hakim tidak hanya berperan sebagai penegak hukum positif, tetapi juga sebagai penjamin tercapainya kemaslahatan umat sesuai dengan nilai-nilai dasar maqāṣid al-syarī‘ah seperti keadilan, keseimbangan, dan perlindungan hak. Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis-normatif dengan metode analisis deskriptif-kualitatif terhadap sejumlah putusan pengadilan yang berkaitan dengan sengketa ekonomi syariah. Data diperoleh melalui studi dokumen, kajian literatur hukum Islam, serta wawancara dengan hakim peradilan agama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prinsip maqāṣid al-syarī‘ah telah digunakan sebagai landasan moral dan filosofis dalam menimbang aspek keadilan substantif dan kemaslahatan ekonomi para pihak, namun penerapannya belum seragam karena perbedaan pemahaman dan penafsiran antarhakim terhadap nilai-nilai maqāṣid. Temuan ini berimplikasi pada pentingnya penguatan paradigma maqāṣid al-syarī‘ah dalam kurikulum pendidikan hukum, pelatihan berkelanjutan bagi hakim, dan penyusunan pedoman teknis peradilan agar putusan lebih mencerminkan keadilan substantif dan kemaslahatan publik. Kebaruan penelitian ini terletak pada analisis integratif antara teori maqāṣid al-syarī‘ah dan praktik penalaran hukum hakim dalam perkara ekonomi syariah, serta tawaran model konseptual penalaran hukum berbasis maqāṣid sebagai alternatif terhadap pendekatan positivistik yang selama ini dominan dalam praktik peradilan ekonomi syariah di Indonesia.
.
Kata Kunci: Maqāṣid Al-Syarī‘Ah, Pertimbangan Hakim, Sengketa Ekonomi Syariah, Keadilan Substantif
Pemahaman Masyarakat Tentang Qodho dan Fidyah Puasa Perspektif Imam Syafi’i (Studi Kasus Kecamatan Air Joman Kabupaten Asahan)
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya indikasi ketidakselarasan antara praktik ibadah pengganti puasa Ramadan di masyarakat Kecamatan Air Joman dengan ketentuan normatif Fikih Imam Syafi’i. Tujuan utama penelitian ini adalah mendeskripsikan ketentuan Qodho dan Fidyah menurut pandangan Syafi’i, menggali tingkat pemahaman dan praktik masyarakat lokal, serta mengidentifikasi dan menganalisis kesenjangan antara keduanya. Kajian ini mengadopsi pendekatan kualitatif dengan metode Studi Kasus (Field Research). Pengumpulan data primer dilakukan melalui wawancara mendalam dan observasi terhadap masyarakat dan tokoh agama setempat. Data empiris ini kemudian dianalisis dan ditinjau menggunakan Studi Pustaka (Library Research) terhadap karya ulama Syafi’iyyah (Al-Umm dan Al-Majmu’) sebagai kriteria standar. Secara hipotetis, temuan awal mengindikasikan bahwa pemahaman masyarakat bervariasi; meskipun mayoritas memahami kewajiban Qodho untuk uzur sementara (seperti haid), kekeliruan krusial terjadi pada ketentuan Fidyah. Khususnya pada kasus ibu hamil/menyusui yang meninggalkan puasa karena khawatir pada bayinya, di mana masyarakat sering kali hanya melakukan Qodho atau Fidyah saja, padahal ketentuan Syafi’i mewajibkan Qodho sekaligus Fidyah. Inkonsistensi ini dipengaruhi oleh dominasi tradisi lisan dan keterbatasan akses terhadap literatur fikih yang mendalam. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi kontribusi signifikan dalam peningkatan literasi keagamaan masyarakat Air Joman agar praktik ibadah mereka selaras dengan tuntunan Fikih Syafi’i.
Kata Kunci: Pemahaman, Qodho dan Fidyah, Puasa, Imam Syafi’i
Perlindungan Korban KDRT Perspektif Maqasid Syariah Jasser Auda: Analisis Terhadap UU No. 23 Tahun 2004
Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) merupakan masalah kompleks yang melibatkan aspek sosial, hukum, dan moral, sehingga membutuhkan penanganan menyeluruh berdasarkan nilai keadilan dan kemanusiaan. Masalah ini tidak hanya mengancam keutuhan keluarga, tetapi juga bertentangan dengan prinsip kemaslahatan yang menjadi fokus utama dalam hukum Islam. Dalam perspektif Maqasid Syariah, perlindungan terhadap korban KDRT memiliki landasan kuat, yaitu menjaga jiwa (hifz an-nafs), kehormatan (hifz al-'irdh), dan keturunan (hifz an-nasl) sebagai tujuan dasar syariat Islam. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan normatif melalui studi kepustakaan untuk mengkaji hubungan antara pemikiran Jasser Auda tentang Maqasid Syariah kontemporer dengan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga. Hasil penelitian menunjukkan adanya kesesuaian yang kuat antara nilai-nilai Maqasid Syariah dengan prinsip-prinsip hukum nasional dalam mewujudkan perlindungan yang adil, sesuai konteks, dan berorientasi pada kesejahteraan manusia. Kebaruan penelitian ini terletak pada penggabungan konsep antara pendekatan sistemik Jasser Auda dengan hukum positif Indonesia, yang menghasilkan model perlindungan hukum bagi perempuan yang fleksibel dan humanis. Secara konseptual, penelitian ini memperkuat arah pembaruan hukum Islam menuju konstruksi hukum yang inklusif, progresif, dan responsif terhadap isu-isu kemanusiaan modern.
Kata Kunci: Maqasid Syariah, Jasser Auda, Kekerasan Dalam Rumah Tangga, Perlindungan Perempuan, Hukum Islam
Analisis Tradisi Marere Pasca Akad Nikah Di Desa Sihare-Hare Perspektif Fiqih Munakahat Dan ‘Urf
Penelitian ini mengkaji tradisi pascanikah marere di Desa Sihare-hare, Labuhanbatu, Sumatera Utara dalam perspektif fikih munakahat dan ‘urf. Tujuan penelitian adalah menjelaskan kedudukan marere dalam fikih munakahat serta menilai perannya bagi penguatan kekerabatan sebagai bagian dari ‘urf yang hidup di tengah masyarakat. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif normatif deskriptif. Data dibaca dari literatur fikih munakahat, kajian ‘urf, dan sumber mutakhir, sedangkan praktik lokal dianalisis dengan kerangka maqāṣid al-syari’ah. Hasil menunjukkan bahwa marere adalah kunjungan pengantin kepada orang tua dan kerabat setelah akad yang berisi salam hormat dan bingkisan simbolik. Masyarakat memandangnya sebagai kewajiban sosial yang ditegakkan melalui sanksi moral berupa teguran dan penilaian negatif, tanpa sanksi hukum negara. Selama substansinya tidak bertentangan dengan syariah, marere dinilai sebagai ‘urf ṣaḥīḥ yang mendukung pemeliharaan keturunan dan kehormatan serta memperkuat kohesi sosial. Kelalaian melakukan marere tidak memengaruhi keabsahan akad nikah, tetapi berdampak pada turunnya martabat keluarga dan harmoni sosial. Novelty penelitian ini terletak pada penggunaan dua perspektif sekaligus, yaitu fikih munakahat dan ‘urf, untuk menempatkan marere sebagai tradisi lokal Mandailing dalam kerangka maqāṣid al-syari’ah sehingga batas antara etika sosial adat dan syarat sah akad dalam hukum Islam menjadi lebih jelas. Penelitian merekomendasikan pedoman kultural dan religius yang menegaskan status marere sebagai tradisi sosial, memberi batas etis dan biaya agar tidak memberatkan pasangan, serta mendorong edukasi publik oleh tokoh adat dan agama.
Kata Kunci: Marere; Fikih Munakahat; ‘Urf; Perkawinan Adat; Mandailing
Implementasi Teori Double Movement Fazlur Rahman Terhadap Kasus Poligami Di Era Modern
Poligami masih menjadi topik kontroversial dalam studi hukum keluarga Islam, terutama dalam konteks relevansinya dalam masyarakat kontemporer yang menuntut kesetaraan dan perlindungan hak-hak perempuan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis bagaimana teori perpindahan ganda Double Movement Fazlur Rahman dapat digunakan untuk memahami kembali ayat poligami dalam ayat 3 Surat An-Nisa dan mengkaji praktik poligami di era kontemporer. Isu-isu utama yang dikaji meliputi bagaimana prinsip-prinsip dasar perpindahan ganda dipahami dalam konteks ayat poligami dan bagaimana prinsip-prinsip tersebut diimplementasikan dalam analisis praktik poligami kontemporer. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan kepustakaan library research yang bersumber dari jurnal ilmiah dan dokumen akademik. Temuan penelitian menunjukkan bahwa poligami dalam konteks Islam awal merupakan respons sosial terhadap isu keadilan bagi para janda dan anak yatim, alih-alih norma keluarga yang ideal. Dalam penerapannya saat ini, sebagian besar praktik poligami gagal memenuhi prinsip-prinsip keadilan substantif dan justru menimbulkan kerugian. Oleh karena itu, penerapan teori gerakan ganda menegaskan bahwa pembatasan poligami saat ini konsisten dengan tujuan moral Al-Qur'an. Novelty penelitian ini terletak pada integrasi analisis hermeneutik Fazlur Rahman dengan realitas sosial kontemporer, yang menghasilkan pembacaan baru bahwa poligami merupakan mekanisme sosial kontekstual, bukan norma ideal. Implikasi penelitian ini menunjukkan perlunya regulasi poligami yang lebih ketat dan berbasis perlindungan, serta pentingnya pendekatan maqāṣid dalam pengembangan hukum keluarga Islam modern.
Kata Kunci: Poligami, Double Movement, Keadilan, Hermeneutik
Efektivitas Quantity Take-Off dalam Proyek Swakelola dengan Integrasi Building Information Modeling (BIM)
The Quantity Take-Off (QTO) process plays a vital role in preparing construction cost estimates. However, conven-tional methods, which are still widely used in Indonesia particularly in self-managed projects often result in vol-ume deviations and require longer processing time. This study investigates the application of Building Information Modeling (BIM) using Autodesk Revit for QTO in the construction of an eight-story hospital project carried out through self-management. A quantitative experimental method was employed by comparing the QTO results of concrete and reinforcement in major structural elements from both approaches. The findings indicate that the av-erage deviation for concrete volume was 1.21%, while the average deviation for steel reinforcement was 1.75%. The highest concrete deviation occurred in shear walls (3.70%) due to differences in volume calculation for open-ings and elevation variations, whereas the highest reinforcement deviations were found in columns (2.72%) and beams (2.63%) as the conventional approach tends to simplify reinforcement details such as lengths, splices, and bends. The study concludes that BIM-based QTO is not only technically more reliable but also addresses the limita-tions of human resources in self-managed projects. Therefore, adopting BIM is strongly recommended as a digital transformation strategy for more efficient quantity management in infrastructure projects in Indonesia.Proses Quantity Take-Off (QTO) memiliki peran penting dalam penyusunan estimasi biaya konstruksi. Namun, metode konvensional yang masih dominan digunakan di Indonesia, khususnya pada proyek swakelola, sering menimbulkan deviasi volume serta membutuhkan waktu pengerjaan lebih lama. Penelitian ini mengeksplorasi pen-erapan Building Information Modeling (BIM) dengan perangkat Autodesk Revit dalam proses QTO pada proyek pembangunan rumah sakit delapan lantai secara swakelola. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen kuantitatif dengan membandingkan hasil QTO beton dan tulangan pada elemen struktural utama dari kedua pen-dekatan. Hasil analisis menunjukkan rata-rata deviasi volume beton sebesar 1,21% dan rata-rata deviasi tulangan baja sebesar 1,75%. Deviasi terbesar untuk beton terjadi pada elemen dinding geser (3,70%) akibat perbedaan pen-dekatan penghitungan bukaan serta variasi elevasi, sementara deviasi terbesar pada tulangan terdapat pada ele-men kolom (2,72%) dan balok (2,63%) karena metode manual cenderung menyederhanakan detail panjang, sam-bungan, dan tekukan tulangan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan QTO berbasis BIM tidak hanya lebih unggul dari sisi teknis, tetapi juga mampu mengatasi keterbatasan sumber daya manusia pada proyek swakelola. Dengan demikian, adopsi BIM direkomendasikan sebagai strategi transformasi digital dalam pengel-olaan kuantitas proyek infrastruktur di Indonesia secara lebih efisien
Evaluasi Kebutuhan Distribusi Air Bersih di Perumahan Bumi Citra Lestari Kecamatan Sungai Kunjang Kota Samarinda Menggunakan Aplikasi Epanet
Bekas lubang tambang adalah salah satu akibat dari aktivitas penambangan secara terbuka, yang bertahun– tahun menjadi kolam air besar. Perumahan Bumi Citra Lestari adalah salah satu lokasi menggunakan kolam tersebut dikarenakan distribusi air bersih belum masuk disana. Tujuan dari penelitian ini jumlah kebutuhan air, menganalisa debit keperluan air, menganalisa perencanaan sistem aliran air, dan menganalisa kondisi eksisting pada sektor penyediaan air. Metode yang dipakai adalah perhitungan proyeksi penduduk dengan metode eksponensial dan menganalisis menggunakan aplikasi software EPANET. Implikasi temuan penelitian ini membahas evaluasi kebutuhan air bersih dan perencanaan distribusi aliran air di Perumahan Bumi Citra Lestari, Kecamatan Sungai Kunjang ialah kebutuhan air, memenuhi standar kualitas air, serta debit air disaat distribusi air bersih. Dari hasil perhitungan diperoleh proyeksi penduduk 10 tahun kedepan dengan metode eksponensial didapat kenaikan populasi 44,76% yaitu sebesar 566 penduduk. Sedangkan untuk kebutuhan di jam puncak sebesar 4.327 liter/detik. Hasil proyeksi kecepatan aliran air diperoleh pada pipe-17 dengan nilai 2,51 m/s menurut peraturan pemerintah PU No : 18/PRT/M/2007 kecepatan aliran dalam pipa minimal memiliki kecepatan 0,3 – 1,0 m/s dan tekanan terbesar pada junction-31 sebesar 17,60 atm dengan debit 3,190 liter/detik yang tidak memenuhi kebutuhan hingga 10 tahun kedepan dengan solusi penambahan debit minimal sekitar 5,25 liter/deti