Jurnal Online Universitas Muhammadiyah Surabaya
Not a member yet
8612 research outputs found
Sort by
Sistem Pengambilan Keputusan Kelayakan Penerima Bantuan Sosial di Desa Menggunakan Metode Kombinasi AHP-SAW
This study aims to implement and measure the accuracy of the combined Analytical Hierarchy Process (AHP) and Simple Additive Weighting (SAW) methods in making decisions about providing social assistance in Purwoagung Village. This study is a type of applied research that focuses on solving real problems practically by utilizing data obtained from the village government. Data were collected through observation, interviews, questionnaires, and documentation studies to ensure the validity and completeness of the information. In its implementation, data were analyzed through the stages of data mining, criteria weighting using AHP, and alternative ranking using the SAW method. The results showed that of the six criteria used, the head of the family's occupation had the highest weight (0.453), followed by home ownership status, number of dependent children, savings ownership, cooking fuel, and type of house floor. The alternative with the highest preference value of 0.866 was determined as the main priority recipient, while the lowest alternative obtained a value of 0.325. Accuracy testing using a confusion matrix showed an accuracy level of the AHP-SAW method of 92.11%, indicating very good classification performance. These results prove that the AHP-SAW method is effective in determining the eligibility of social assistance recipients objectively, systematically, and efficiently. This study recommends further development with additional methods to improve the accuracy and use of the results of this study by the village in preparing policies for the distribution of social assistance that are more targeted, fair, and transparent.
Keywords: social assistance, community, Purwoagung Village, AHP – SAW method.Penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan dan mengukur akurasi metode gabungan Analytical Hierarchy Process (AHP) dan Simple Additive Weighting (SAW) dalam pengambilan keputusan pemberian bantuan sosial di Desa Purwoagung. Penelitian ini merupakan jenis penelitian terapan yang fokus pada pemecahan masalah nyata secara praktis dengan memanfaatkan data yang diperoleh dari pemerintah desa. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, kuesioner, dan studi dokumentasi guna memastikan validitas dan kelengkapan informasi. Dalam implementasinya, data dianalisis melalui tahapan penambangan data, pembobotan kriteria menggunakan AHP, dan perankingan alternatif menggunakan metode SAW. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari enam kriteria yang digunakan, pekerjaan kepala keluarga memiliki bobot tertinggi (0,453), diikuti oleh status kepemilikan rumah, jumlah tanggungan anak, kepemilikan simpanan, bahan bakar memasak, dan jenis lantai rumah. Alternatif dengan nilai preferensi tertinggi sebesar 0,866 ditetapkan sebagai penerima prioritas utama, sedangkan alternatif terendah memperoleh nilai 0,325. Pengujian akurasi menggunakan confusion matrix menunjukkan tingkat akurasi metode AHP-SAW sebesar 92,11%, menandakan performa klasifikasi yang sangat baik. Hasil ini membuktikan bahwa metode AHP-SAW efektif dalam menentukan kelayakan penerima bantuan sosial secara objektif, sistematis, dan efisien. Penelitian ini merekomendasikan pengembangan lebih lanjut dengan metode tambahan untuk meningkatkan akurasi serta penggunaan hasil kajian ini oleh pihak desa dalam penyusunan kebijakan penyaluran bantuan sosial yang lebih tepat sasaran, adil, dan transparan.
Kata Kunci: bantuan sosial,masyarakat, Desa Purwoagung, metode AHP – SAW
Diversifikasi Produk dengan Pengembangan Motif Tenun Ikat pada UMKM Griya Tenun Lajer Grobogan
Griya Tenun Lajer merupakan kelompok usaha yang diinisiasi dalam upaya pemberdayaan masyarakat yang digagas oleh Pemerintah Desa Lajer, Kecamatan Penawangan, Kabupaten Grobogan dengan tujuan untuk menghidupkan kembali tenun ikat sebagai produk unggulan lokal. Sebanyak 20 pengrajin terlibat dalam program ini, yang bertujuan meningkatkan kapasitas mereka melalui pelatihan diversifikasi produk dan pengembangan desain motif berbasis pendekatan design thinking. Meskipun tenun ikat Lajer telah dikenal secara nasional, para pengrajin menghadapi tantangan seperti kurangnya inovasi motif, ketergantungan pada pesanan luar daerah, serta menurunnya permintaan pasar. Rangkaian kegiatan dalam program ini meliputi sosialisasi, pelatihan teknis desain, produksi kain tenun menggunakan alat tenun bukan mesin (ATBM), serta evaluasi melalui diskusi kelompok terfokus (FGD). Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pelatihan berhasil mendorong kreativitas dan kepercayaan diri pengrajin dalam menciptakan motif yang mencerminkan identitas lokal sekaligus relevan dengan tren pasar, khususnya bagi segmen anak muda pengguna wastra nusantara. Program ini diharapkan menjadi langkah awal menuju keberlanjutan UMKM, regenerasi pelaku tenun, dan peningkatan daya saing tenun ikat Grobogan di tingkat lokal dan nasional
HUBUNGAN POLA ASUH ORANG TUA DAN PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL DENGAN PERILAKU BULLYING PADA REMAJA
Parenting styles and social media usage had a significant impact on adolescent behavior, including bullying behavior. The purpose of this study was to determine the relationship between parenting styles and the use of social media with bullying behavior in adolescents. Correlational quantitative research design with a cross—sectional approach. The sampling technique used was proportionate stratified random sampling, with a sample size of 279 respondents. The independent variables in this study were parenting styles and the use of social media, while the dependent variable was bullying behavior. The instruments used for the parenting style questionnaire used the Parenting Style and Dimension Questionnaire (PSDQ), the social media usage questionnaire used the Bergen Social Media Addiction Scale (BSMAS), and the bullying behavior questionnaire used the Adolescent Peer Relations Instrument (APRI). Data analysis used the Spearman Rho test. The results of the bivariate statistical test in the study of parenting styles with bullying behavior showed a p value = 0.000 where p (<0,05) and r = 0.454, so it could be concluded that there was a relationship between parenting styles and bullying behavior. The bivariate statistical test of social media usage with bullying behavior showed a p value = 0.000 where p (<0,05) and r = 0.427, so it could be concluded that there was a relationship between social media usage and bullying behavior. Parents are helping to build positive relationships with others, clear boundaries from parents, and well-monitored use of social media were a strong combination for adolescents to avoid bullying behavior.Pola asuh orang tua dan penggunaan media sosial memiliki dampak yang signifikan terhadap perilaku remaja salah satunya yaitu perilaku bullying. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pola asuh orang tua dan penggunaan media sosial dengan perilaku bullying pada remaja. Desain penelitian kuantitatif korelasional dengan pendekatan cross—sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan proportionate stratified random sampling dengan jumlah sampel 279 responden. Variabel independen dalam penelitian ini yaitu pola asuh orang tua dan penggunaan media sosial sedangkan variabel dependen yaitu perilaku bullying. Instrumen yang digunakan untuk kuesioner pola asuh orang tua menggunakan Parenting Style and Dimension Questionnaire (PSDQ), kuesioner penggunaan media sosial menggunakan The Bergen Social Media Addiction Scale (BSMAS), dan kuesioner perilaku bullying menggunakan Adolescent Peer Relations Instrumen (APRI). Analisis data menggunakan uji Spearman Rho. Hasil uji statistik bivariat pada penelitian pola asuh orang tua dengan perilaku bullying menunjukkan nilai p = 0,000 di mana p (<0,05) dan r = 0,454 sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara pola asuh orang tua dengan perilaku bullying. Uji statistik bivariat penggunaan media sosial dengan perilaku bullying menunjukkan nilai p = 0,000 dimana p (<0,05) dan r = 0,427 sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara penggunaan media sosial dengan perilaku bullying. Orang tua membantu membangun hubungan yang positif dengan orang lain, batasan yang jelas dari orang tua dan penggunaan media sosial yang dipantau dengan baik merupakan kombinasi kuat untuk remaja terhindar dari perilaku bullying
Hubungan Dukungan Keluarga dengan Kemandirian Personal Hygiene pada anak tunagrahita
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara dukungan keluarga dengan kemandirian kebersihan pribadi pada anak tunagrahita usia 6-12 tahun di SLBN Kecamatan Cerme Kabupaten Gresik.
Metode: Penelitian ini menggunakan desain korelasional dengan pendekatan potong lintang. Populasi penelitian terdiri dari 45 responden, dengan sampel akhir sebanyak 41 partisipan, yang dipilih secara acak sederhana. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner tertutup untuk mengukur dukungan keluarga dan tingkat kemandirian higiene pribadi pada anak penyandang disabilitas intelektual. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman di SPSS 23.
Hasil: Temuan menunjukkan bahwa 22 responden (84,6%) menunjukkan dukungan keluarga yang kuat, yang berkorelasi dengan praktik kebersihan diri mandiri anak-anak mereka. Analisis statistik menunjukkan nilai signifikansi p = 0,000 (p < 0,05), dengan Rs = 0,639, yang menunjukkan hubungan yang kuat antara dukungan keluarga dan tingkat kemandirian kebersihan diri anak penyandang disabilitas intelektual usia 6-12 tahun.
Kesimpulan: Tingkat dukungan keluarga yang lebih tinggi dikaitkan dengan kemandirian kebersihan pribadi yang lebih baik, menyoroti pentingnya memberikan stimulasi perkembangan yang tepat untuk mendukung pertumbuhan keterampilan perawatan diri pada anak-anak dengan disabilitas intelektual.Tujuan: Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan antara dukungan keluarga dengan kemandirian personal hygiene pada anak tunagrahita usia 6-12 tahun di SLBN Cerme, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik.
Metode: Desain penelitian ini menggunakan korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian ini sebanyak 45 responden, dengan jumlah sampel sebanyak 41 orang yang dipilih melalui teknik simple random sampling. Data penelitian ini diambil dengan menggunakan kuesioner tertutup yang mengukur dukungan keluarga dan tingkat kemandirian personal hygiene anak tunagrahita. Analisis data dilakukan dengan uji statistik Spearman menggunakan SPSS 23.
Hasil: Hasil penelitian menunjukkan sekitar 22 (84,6%) responden memberikan dukungan baik dengan kemampuan personal hygiene anak mandiri, berdasarkan hasil diatas dengan nilai signifikansi p value = 0,000 (p<0,05) dengan Rs 0,639 artinya ada hubungan kuat antara dukungan keluarga dengan tingkat kemandirian personal hygiene pada anak tunagrahita usia 6-12 tahun.
Kesimpulan : Dukungan keluarga yang lebih tinggi cenderung berhubungan dengan tingkat kemandirian yang lebih baik dalam menjaga personal hygiene, adapun upaya yang dapat dilakukan bagi keluarga untuk perkembangan anak tunagrahita dengan memberikan stimulasi sesuai dengan perkembangannya
 
Analisis Dampak Rencana Pemasangan Transfomator Sisipan untuk Mengatasi Beban Lebih dan Drop Tegangan pada Wilayah Kerja PT. PLN (Persero) ULP Wamena Kota
Pada ULP Wamena Kota, terdapat Penyulang Kaonak dengan dua trafo yang kelebihan beban. Trafo WMN 121 dan WMN 069, masing-masing berkapasitas 100 kVA, menanggung beban 85% dan 95%. Sesuai SE DIR PT PLN (Persero) No.0017/2014, kondisi ini tidak ideal. Selain itu, terjadi penurunan tegangan di pelanggan terjauh yaitu penurunan tegangan sebesar 16,6% untuk trafo WMN 121 dan 13,7% untuk WMN 069, melebihi batas toleransi SPLN No. 1 Tahun 1995 (+5% hingga -10%). Solusi yang dianggap paling efektif adalah dengan melakukan pemasangan trafo sisipan. Dalam merencanakan pemasangan ini, perlu dilakukan peramalan beban, penentuan kapasitas trafo sisip, pembagian jalur untuk pelanggan terjauh, penentuan lokasi pemasangan, serta pemilihan aksesori gardu distribusi yang tepat. Untuk WMN 121, trafo sisip 50 kVA dipasang 723 meter dari trafo utama dengan beban awal 30%. Untuk WMN 069, trafo sisip 50 kVA dipasang 602 meter dari trafo utama dengan beban awal 50%. Setelah pemasangan, beban trafo WMN 121 turun menjadi 54,8% dan tegangan di ujung menjadi 221,9 V (+ 0,8%). Beban trafo WMN 069 turun menjadi 45% dengan tegangan ujung 220,9 V (+ 0,4%). Hasilnya, kinerja trafo membaik dan pelanggan menikmati kontinuitas penyaluran tenaga listrik dengan kualitas yang lebih baik
Karakteristik Kendaraan Konversi Sepeda Motor Listrik Motor BLDC 2000 Watt Type Hub Drive
Seiring meningkatnya kesadaran akan isu lingkungan, transisi dari kendaraan berbahan bakar fosil ke kendaraan listrik menjadi sebuah solusi yang mendesak untuk menekan polusi udara. Namun, proses ini berpotensi meninggalkan masalah baru berupa limbah dari sepeda motor konvensional yang tidak lagi digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara komprehensif karakteristik performa dari sepeda motor yang telah dikonversi menjadi bertenaga listrik, sebagai solusi ganda untuk mengurangi limbah dan menyediakan alternatif kendaraan listrik yang terjangkau. Fokus utama studi ini adalah pengujian performa motor QS Motor BLDC 2000W tipe hub drive yang ditenagai oleh baterai BRT Lithium NMC 72V 20Ah dan dikontrol menggunakan controller 10 BRT, yang diaplikasikan pada sasis sepeda motor Kymco. Menggunakan metode eksperimental dengan dynamometer test, performa motor dievaluasi di bawah variasi kecepatan (10-50 km/jam) dan tiga kondisi beban (0 kg, 72 kg, dan 139 kg). Parameter kunci seperti arus, tegangan, daya, suhu, torsi, dan tenaga kuda (HP) diukur secara sistematis menggunakan sistem akuisisi data berbasis Arduino. Hasil menunjukkan bahwa peningkatan kecepatan dan beban secara signifikan meningkatkan kebutuhan arus dan daya. Terbukti, pada beban terberat (139 kg), konsumsi daya melonjak dari hanya 51,61 W pada 10 km/jam menjadi 1.162 W pada 50 km/jam, menunjukkan hubungan yang eksponensial. Seiring dengan itu, tegangan suplai mengalami penurunan (voltage sag) dan suhu motor menunjukkan tren peningkatan yang jelas seiring dengan beban kerja yang lebih berat. Data empiris yang dihasilkan membuktikan bahwa motor BLDC 2kW ini memiliki kapabilitas yang mumpuni untuk aplikasi konversi , sekaligus memberikan gambaran kinerja detail yang dapat menjadi acuan penting untuk optimalisasi proyek konversi serta pengembangan industri kendaraan listrik di masa depan
Correlation between Neutrophil-to-Lymphocyte Ratio and Severity of Community-Acquired Pneumonia in Patients
The high morbidity and mortality rates due to pneumonia in developing countries indicate that a more affordable marker is needed to determine the degree of inflammation in cases of pneumonia infection. The neutrophil-to-lymphocyte ratio (NLR) is a simple indicator used extensively in evaluating the systemic inflammatory response. An observational cross-sectional study of 297 pneumonia patients was conducted using medical records as the source document. The patients’ blood was taken during the hospital admission to obtain neutrophil and lymphocyte values. Meanwhile, the PSI score was used during the hospital admission to assess the severity of the pneumonia. Bivariate analysis using Spearman correlation was used to determine the correlation between NLR and pneumonia severity. The ROC curve was used to determine the cut-off value of NLR to distinguish mild from severe patients. The results of the Spearman correlation test analysis showed that the correlation between the NLR and the pneumonia severity was significantly positive (r = 0.130; p = 0.025). Furthermore, the median NLR value was higher in patients with severe pneumonia than in those with milder pneumonia severity (13.01 vs. 11.79 vs. 6.75). The NLR cut-off value of 9.07 was obtained to differentiate patients with mild severity and those with more severe disease. In conclusion, there is a correlation between the neutrophil-to-lymphocyte ratio and the severity of patients’ pneumonia
Aggregate Index of Systemic Inflammation is Correlated with Plasma Leakage Indicator in Dengue Virus Infection
Severe dengue virus infection (DVI) is characterized by thrombocytopenia and plasma leakage (PL) due to the release of vasoactive cytokines by immune cells such as monocytes, lymphocytes, neutrophils, and platelets in response to dengue virus (DENV). This immune response triggers systemic inflammation, altering monocyte, lymphocyte, and neutrophil kinetics, which in turn affects leukocyte differentials. PL is indicated by an increase in hematocrit (Hct). This study aims to evaluate the potential use of the Aggregate Index of Systemic Inflammation (AISI) as an indicator of plasma leakage. A correlative analytical study with a cross-sectional approach was conducted on 70 pediatric DVI patients diagnosed according to the 2009 WHO criteria and confirmed by anti-DENV IgM/IgG tests. Patients with a history of malignancy, autoimmune thrombocytopenic purpura, or secondary DVI were excluded. Absolute neutrophil, monocyte, platelet, and lymphocyte counts, AISI, and Hct levels were obtained from complete blood count results using a hematology analyzer. The results showed that AISI and lymphocytes correlated with Hct, with correlation values of (r=0.410, p<0.001) and (r=0.446, p<0.001), respectively. In contrast, monocytes, neutrophils, and platelets did not correlate with Hct, with correlation values of (r=-0.009, p=0.942), (r=-0.059, p=0.628), and (r=-0.175, p=0.147), respectively. In conclusion, AISI levels in DVI were low and negatively correlated with Hct, a known indicator of PL. These findings suggest that AISI has potential as a marker for PL and disease severity in DVI
Integrasi Konsep Takhalli, Tahalli dan Tajalli untuk Membangun Komitmen Ekonomi Transendental
Spiritualisasi dalam praktik ekonomi Islam semakin dibutuhkan di tengah maraknya praktik ekonomi yang legalistik namun kehilangan substansi etis dan spiritual. Munculnya model-model keuangan dan ekonomi syariah yang hanya menekankan kepatuhan formal terhadap akad-akad syariah tanpa membangun kesadaran spiritual pelaku ekonominya telah melahirkan fenomena paradoks: praktik ekonomi syariah yang tidak sepenuhnya mencerminkan nilai-nilai Islam. Artikel ini menawarkan pengembangan Spiritual Love Commitment Model (SLCM) sebagai model komitmen ekonomi spiritual yang berbasis pada relasi transendental antara manusia dan Tuhan sebagaimana tergambar dalam QS. Al-Taubah ayat 111. Model ini dikembangkan melalui pendekatan transformasi spiritual dalam tasawuf klasik: takhalli (pengosongan dari sifat tercela), tahalli (penghiasan dengan sifat terpuji), dan tajalli (penyingkapan cahaya Ilahi). Dengan metode kualitatif-konseptual, artikel ini menyusun kerangka integratif antara tasawuf dan ekonomi Islam, untuk menawarkan paradigma baru dalam praksis ekonomi Islam yang tidak hanya syar’i secara formal, tetapi juga bermuatan spiritual dan transendental. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi SLCM dengan konsep takhalli-tahalli-tajalli dapat menjadi kerangka transformasi bagi pelaku ekonomi menuju maqam spiritual, di mana aktivitas ekonomi menjadi sarana penghambaan dan komitmen eksistensial kepada Alla
Pengaruh Literasi Keuangan Syariah, Persepsi Kemudahan, Persepsi Kegunaan, Fitur Layanan dan Keamanan Terhadap Minat Menggunakan E-Money Linkaja Syariah (Studi Kasus pada Generasi Z di Kota Serang)
This research aims to analyze the influence of sharia financial literacy, perceived convenience, perceived usefulness, service features and security on interest in using LinkAja Syariah e-money among generation Z in Serang City. This research uses a quantitative approach with associative methods. Primary data was collected through questionnaires distributed to 290 generation Z respondents using cluster sampling techniques. Partial test results show that sharia financial literacy, perceived convenience, perceived usefulness, and service features have a positive and significant effect on interest in using LinkAja Syariah e-money. However, the security variable has no significant effect. Simultaneous test results state that all variables together have a significant effect on interest in use. These findings reinforce the importance of sharia literacy and perceived ease of technology in encouraging the adoption of e-money based on sharia principles.
Keyword: E-Money, Interest in Using, LinkAja Syariah, Perception of Convenience, Perception of Usefulness, Security, Service Features, Sharia Financial Literac