Jurnal Online Universitas Muhammadiyah Surabaya
Not a member yet
    8612 research outputs found

    IMPLEMENTATION OF MONTESSORI ACTIVITY-BASED LEARNING IN MALAYSIA: TEACHERS’ RETROSPECTIVE

    Get PDF
    The research investigates how Malaysian kindergarten teachers apply the Montessori activity-based learning approach. Using qualitative methods, researchers interviewed three female educators between 30-35 years old, who had taught for 1-4 years. Results indicated that teachers viewed the Montessori approach favourably, noting its positive impact on children's growth across various domains including practical skills, sensory development, mathematical understanding, linguistic abilities, and cultural awareness. The study also identified several obstacles, including limited parent understanding, varying student requirements, and inadequate professional development opportunities. A significant challenge emerged from parents' expectations and misunderstandings, with some expressing concern about reduced focus on conventional academic exercises, particularly writing tasks. The research emphasizes several requirements: ongoing teacher education and programs to inform parents. The study suggests implementing more comprehensive professional development, adopting varied assessment strategies, and organizing parent education sessions to enhance understanding of Montessori principles

    Implementasi Metode Problem Based Learning Pada Mata Pelajaran Al-Islam Di SD Muhammadiyah 1 Kebomas Gresik

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk menelaah penerapan metode Problem Based Learning (PBL) pada mata pelajaran Al-Islam di SD Muhammadiyah 1 Kebomas, dengan menitik beratkan pada peran guru, keterlibatan peserta didik, serta internalisasi nilai-nilai Islam dalam proses pembelajaran. Pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus digunakan karena mampu menggali pengalaman, makna, dan dinamika pelaksanaan PBL secara mendalam. Data penelitian dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi langsung di kelas, serta telaah dokumentasi yang relevan. Informan ditentukan menggunakan teknik purposive sampling, melibatkan guru pengampu Al-Islam dan siswa kelas atas sebagai partisipan inti. Hasil penelitian mengungkap tiga aspek penting. Pertama, guru berfungsi sebagai fasilitator yang mendorong siswa untuk aktif membangun pengetahuan melalui proses pemecahan masalah. Kedua, penerapan PBL meningkatkan keterlibatan siswa, baik dalam diskusi kelompok, kerja sama, maupun pengembangan kemampuan berpikir kritis. Ketiga, model ini terbukti efektif dalam menanamkan nilai-nilai Islami yang dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari, sehingga pembelajaran tidak hanya menyentuh ranah kognitif, tetapi juga membentuk karakter, keterampilan sosial, dan spiritualitas siswa. Temuan ini memberikan kontribusi teoretis bagi pengembangan literatur tentang PBL dalam pendidikan agama Islam di sekolah dasar, sekaligus memberikan manfaat praktis bagi guru dan lembaga pendidikan dalam mengembangkan strategi pembelajaran yang lebih inovatif, partisipatif, dan berbasis nilai. Selain itu, penelitian ini relevan sebagai masukan kebijakan untuk memperkuat kurikulum berbasis karakter. Untuk penelitian mendatang, disarankan memperluas lingkup kajian pada sekolah dengan latar sosial-budaya yang beragam, agar diperoleh pemahaman yang lebih komprehensif tentang efektivitas PBL dalam pembelajaran Al-Islam.Penelitian ini bertujuan untuk menelaah penerapan metode Problem Based Learning (PBL) pada mata pelajaran Al-Islam di SD Muhammadiyah 1 Kebomas, dengan menitik beratkan pada peran guru, keterlibatan peserta didik, serta internalisasi nilai-nilai Islam dalam proses pembelajaran. Pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus digunakan karena mampu menggali pengalaman, makna, dan dinamika pelaksanaan PBL secara mendalam. Data penelitian dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi langsung di kelas, serta telaah dokumentasi yang relevan. Informan ditentukan menggunakan teknik purposive sampling, melibatkan guru pengampu Al-Islam dan siswa kelas atas sebagai partisipan inti. Hasil penelitian mengungkap tiga aspek penting. Pertama, guru berfungsi sebagai fasilitator yang mendorong siswa untuk aktif membangun pengetahuan melalui proses pemecahan masalah. Kedua, penerapan PBL meningkatkan keterlibatan siswa, baik dalam diskusi kelompok, kerja sama, maupun pengembangan kemampuan berpikir kritis. Ketiga, model ini terbukti efektif dalam menanamkan nilai-nilai Islami yang dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari, sehingga pembelajaran tidak hanya menyentuh ranah kognitif, tetapi juga membentuk karakter, keterampilan sosial, dan spiritualitas siswa. Temuan ini memberikan kontribusi teoretis bagi pengembangan literatur tentang PBL dalam pendidikan agama Islam di sekolah dasar, sekaligus memberikan manfaat praktis bagi guru dan lembaga pendidikan dalam mengembangkan strategi pembelajaran yang lebih inovatif, partisipatif, dan berbasis nilai. Selain itu, penelitian ini relevan sebagai masukan kebijakan untuk memperkuat kurikulum berbasis karakter. Untuk penelitian mendatang, disarankan memperluas lingkup kajian pada sekolah dengan latar sosial-budaya yang beragam, agar diperoleh pemahaman yang lebih komprehensif tentang efektivitas PBL dalam pembelajaran Al-Islam

    Nilai Budaya dalam Cerita Rakyat Penamaan Desa Pacalan Kecamatan Plaosan Kabupaten Magetan

    Get PDF
    This research examines the cultural value of folklore related to the naming of Pacalan Village, Plaosan District, Magetan Regency, which is related to the story of Ki Ageng Kembang Sore. As an influential ulama figure, Ki Ageng Kembang Sore is known for his contribution to the spread of Islam in this region, as well as his role in creating the cultural and social identity of the local community. Using a descriptive qualitative approach and ethnographic methods, this research explores the moral values, such as wisdom, courage and justice, contained in the story. Data collection is very dependent on the researcher's ability to understand the situation that is the focus of his research, obtained through in-depth interviews with community leaders and participatory observation, and supported by historical documentation. Analysis is carried out including reduction, presentation and drawing conclusions. This research found that the Ki Ageng Kembang Sore folklore plays an important role for the people of Pacalan Village in understanding cultural values ​​such as religious values ​​and respect for ancestors, religious values ​​and traditional values ​​in celebrating their local culture and history, which supports the preservation of oral traditions in facing the challenges of modernization. It is hoped that this research can contribute to efforts to preserve cultural wealthABSTRAK Penelitian ini mengkaji nilai budaya dari cerita rakyat penamaan Desa Pacalan, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan yang berkaitan dengan kisah Ki Ageng Kembang Sore sebagai tokoh yang berpengaruh. Dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dan metode etnografi, penelitian ini mengeksplorasi nilai-nilai moral, seperti kebijaksanaan, keberanian, dan keadilan, yang terkandung dalam kisah tersebut. Pengumpulan data sangat bergantung pada kemampuan peneliti memahami situasi yang diperoleh melalui wawancara mendalam dengan tokoh masyarakat dan observasi partisipatif, serta didukung oleh dokumentasi sejarah. Analisis dilakukan dengan reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini menemukan bahwa cerita rakyat Ki Ageng Kembang Sore berperan penting bagi masyarakat Desa Pacalan untuk memahami nilai-nilai budaya, seperti nilai religius dan penghormatan terhadap leluhur, nilai agama dan nilai tradisi dalam perayaan kebudayaan serta sejarah lokal mereka yang mendukung pelestarian tradisi lisan dalam menghadapi tantangan modernisasi. Penelitian ini diharapkan dapat berkontribusi pada upaya pelestarian kekayaan budaya dan sejarah lokal bagi generasi mendatang di wilayah Magetan. Kata kunci: Tradisi lisan, nilai budaya,cerita rakyat   ABSTRACT This study examines the cultural values of the folktale naming Pacalan Village, Plaosan District, Magetan Regency, related to the story of Ki Ageng Kembang Sore as an influential figure. Using a qualitative descriptive approach and ethnographic methods, this study explores moral values, such as wisdom, courage, and justice, contained in the story. Data collection relies heavily on the researcher's ability to understand the situation obtained through in-depth interviews with community leaders and participant observation, and is supported by historical documentation. Analysis is carried out through reduction, presentation, and drawing conclusions. This study found that the folktale of Ki Ageng Kembang Sore plays an important role for the people of Pacalan Village to understand cultural values, such as religious values and respect for ancestors, religious values and traditional values in cultural celebrations and their local history that supports the preservation of oral traditions in facing the challenges of modernization. This research is expected to contribute to efforts to preserve cultural wealth and local history for future generations in the Magetan region. Keyword: Oral traditions, cultural values, folklor

    Kualitas Kebahasaan Disertasi Mahasiswa Pascasarjana: Analisis Metafungsi Interpersonal Berdasarkan Pendekatan Linguistik Fungsional Sistemik

    Get PDF
    This study aims to evaluate the linguistic quality of postgraduate dissertations through interpersonal metafunctional analysis based on the Systemic Functional Linguistics and Appraisal Theory approaches. This study uses a descriptive qualitative approach with discourse analysis on three dissertations from Makassar State University. The results of the analysis indicate that students are able to apply mood, modality, and evaluative attitudes fairly well, particularly in maintaining objectivity and consistency in academic style. However, weaknesses were identified in the variation of epistemic modality expressions and evaluative lexical justifications. These findings emphasize the importance of strengthening academic learning based on interpersonal functions to enable students to construct more credible and reflective arguments in scientific texts.ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kualitas kebahasaan disertasi mahasiswa pascasarjana melalui analisis metafungsi interpersonal berdasarkan pendekatan Linguistik Fungsional Sistemik dan Appraisal Theory. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode analisis wacana terhadap tiga disertasi dari Universitas Negeri Makassar. Hasil analisis menunjukkan bahwa mahasiswa mampu menerapkan mood, modality, dan evaluasi sikap secara cukup baik, terutama dalam menjaga objektivitas dan konsistensi gaya akademik. Namun, ditemukan kelemahan dalam variasi ekspresi modalitas epistemik dan justifikasi leksis evaluatif. Temuan ini menekankan pentingnya penguatan pembelajaran akademik berbasis fungsi interpersonal agar mahasiswa dapat membangun argumentasi yang lebih kredibel dan reflektif dalam teks ilmiah. Kata kunci: Metafungsi interpersonal, kualitas kebahasaan, disertasi pascasarjana   ABSTRACT This study aims to evaluate the linguistic quality of postgraduate dissertations through interpersonal metafunctional analysis based on the Systemic Functional Linguistics and Appraisal Theory approaches. This study uses a descriptive qualitative approach with discourse analysis on three dissertations from Makassar State University. The results of the analysis indicate that students are able to apply mood, modality, and evaluative attitudes fairly well, particularly in maintaining objectivity and consistency in academic style. However, weaknesses were identified in the variation of epistemic modality expressions and evaluative lexical justifications. These findings emphasize the importance of strengthening academic learning based on interpersonal functions to enable students to construct more credible and reflective arguments in scientific texts. Keyword: Interpersonal meta function, linguistic quality, postgraduate dissertation

    Kajian Stilistik dalam Novel Dilan: Dia adalah Dilanku Karya Fidi Baiq

    Get PDF
    This study explores and analyzes the use of figurative language in the novel Dilan: He Was My Dilan in 1990 by Pidi Baiq through a stylistic approach. The main focus lies in identifying the types of tropes employed in the narrative text and examining their function in constructing meaning, character development, and aesthetic value in popular literature. A qualitative approach is applied using a descriptive-analytic method, with textual analysis of relevant quotations containing stylistic devices. The data are categorized into four major groups of figurative language: comparison, contradiction, association, and repetition. The analysis reveals that Pidi Baiq creatively utilizes various figures of speech such as metaphor, personification, hyperbole, irony, synecdoche, epizeuxis, and euphemism in his storytelling to produce a distinctive, emotional, and communicative narrative style. These stylistic elements not only enhance the literary aesthetics but also strengthen the identity of the main character as a poetic and humorous teenager, establishing intimacy with the target readers. The findings affirm that language in popular fiction carries high stylistic potential and is worthy of linguistic-literary investigation to enrich the understanding of language dynamics and meaning-making in contemporary literary works.ABSTRAK Kajian ini mengungkap dan menganalisis penggunaan bahasa figuratif dalam novel Dilan: Dia adalah Dilanku Tahun 1990 karya Pidi Baiq melalui pendekatan stilistika. Fokus utama terletak pada identifikasi bentuk-bentuk majas yang digunakan dalam teks naratif serta fungsinya dalam membangun makna, karakterisasi, dan nilai estetik dalam karya sastra popular (M.H. Abrams, 1999). Pendekatan kualitatif digunakan dengan metode deskriptif-analitik, memanfaatkan teknik pembacaan tekstual terhadap kutipan-kutipan relevan yang mengandung gaya bahasa figuratif. Data dianalisis berdasarkan empat kategori utama majas, yaitu perbandingan, pertentangan, pertautan, dan perulangan. Hasil analisis menunjukkan bahwa Pidi Baiq secara kreatif menggunakan berbagai jenis majas seperti metafora, personifikasi, hiperbola, ironi, sinekdoke, epizeuksis, dan eufemisme dalam narasi novel untuk menciptakan gaya tutur yang khas, emosional, sekaligus komunikatif. Temuan ini menegaskan bahwa bahasa dalam teks sastra populer memiliki potensi stilistik yang tinggi dan layak dikaji dengan pendekatan linguistik sastra untuk memperluas pemahaman terhadap dinamika bahasa dan makna dalam karya fiksi kontemporer. Kata kunci: Stilistik, novel, Dilan   ABSTRACT This study explores and analyzes the use of figurative language in the novel Dilan: He Was My Dilan in 1990 by Pidi Baiq through a stylistic approach. The main focus lies in identifying the types of tropes employed in the narrative text and examining their function in constructing meaning, character development, and aesthetic value in popular literature. A qualitative approach is applied using a descriptive-analytic method, with textual analysis of relevant quotations containing stylistic devices. The data are categorized into four major groups of figurative language: comparison, contradiction, association, and repetition. The analysis reveals that Pidi Baiq creatively utilizes various figures of speech such as metaphor, personification, hyperbole, irony, synecdoche, epizeuxis, and euphemism in his storytelling to produce a distinctive, emotional, and communicative narrative style. These stylistic elements not only enhance the literary aesthetics but also strengthen the identity of the main character as a poetic and humorous teenager, establishing intimacy with the target readers. The findings affirm that language in popular fiction carries high stylistic potential and is worthy of linguistic-literary investigation to enrich the understanding of language dynamics and meaning-making in contemporary literary works. Keyword: Stylistics, novel, Dila

    Strategi Publikasi Karya Ilmiah Pada Jurnal Internasional Dalam Bidang Hukum Keluarga Islam

    Get PDF
    Scientific publication is a crucial stage in scholarly development, particularly in the field of Islamic family law. This article aims to analyze strategies for publishing scientific works in the context of Islamic family law research in international journals. The methodology used is descriptive qualitative through literature study with content analysis of scientific publication guidelines and policy documents from various international publishers. Research findings indicate that successful international publication in Islamic family law requires a systematic approach encompassing innovative topic selection, structured methodology implementation, utilization of interdisciplinary perspectives, and understanding the editorial process of target journals. Key challenges include language barriers, differences in academic traditions, and limited access to global research networks. Recommended strategies include international collaboration, research capacity development, and integration of Islamic values with contemporary approaches. This research contributes as a practical guide for Islamic family law academics in enhancing the visibility of their scientific work on a global scale. Keywords: international publication, scientific work, Islamic family law, research methodology, reputable journals  Publikasi karya ilmiah merupakan tahap krusial dalam pengembangan keilmuan, khususnya di bidang hukum keluarga Islam. Artikel ini bertujuan menganalisis strategi publikasi karya ilmiah dalam konteks penelitian hukum keluarga Islam pada jurnal internasional. Metodologi yang digunakan adalah kualitatif deskriptif melalui studi pustaka dengan analisis konten terhadap pedoman publikasi ilmiah dan dokumen kebijakan dari berbagai penerbit internasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan publikasi internasional dalam bidang hukum keluarga Islam memerlukan pendekatan sistematis yang mencakup pemilihan topik inovatif, penerapan metodologi yang terstruktur, penggunaan perspektif interdisipliner, serta memahami proses editorial jurnal target. Tantangan utama meliputi kendala bahasa, perbedaan tradisi akademik, dan akses terbatas pada jaringan penelitian global. Strategi yang direkomendasikan mencakup kolaborasi internasional, pengembangankapasitas penelitian, dan integrasi nilai-nilai Islam dengan pendekatan kontemporer. Penelitian ini berkontribusi sebagai panduan praktis bagi akademisi hukum keluarga Islam dalam meningkatkan visibilitas karya ilmiah mereka pada skala global.   Kata Kunci: Publikasi Internasional, Karya Ilmiah, Hukum Keluarga Islam, Metodologi Penelitian, Jurnal Bereputasi

    Analisis Pandangan Tuan Guru Terhadap Putusan Talak Satu Pengadilan Agama Praya Atas Kasus Talak Tiga Di Luar Pengadilan Perspektif Pluralisme Hukum : (Studi Di Kecamatan Praya Barat, Lombok Tengah)

    Get PDF
    This study aims to reveal the practice of triple divorce outside the Religious Court that occurs in the community of Praya Barat Subdistrict, as well as to map the views of Tuan Guru on the Religious Court of Praya's decision on a case of triple divorce outside the Court. The focus of the study is to analyze the views of Tuan Guru and the basis of the Religious Court of Praya's decision in the context of legal pluralism that developing in society. This study employs a qualitative descriptive approach using the case study method. Data was collected through interviews, observations, and documentation. Analysis utilizes sociological and legal approaches to understand the practice of triple divorce outside the court and Tuan Guru's views on the Praya Religious Court's decision. The results of the study indicate that the practice of triple divorce outside the court still occurs in Praya Barat Subdistrict and is considered valid by the community. The main factors underlying this practice are: religious factors, low legal literacy among the community, cultural, economic, and educational factors. The Praya Religious Court's decision No. 191/Pdt.G/2023/PA.Pra, which originated from divorce outside the court was ruled as a minor divorce by the panel of judges because there was no evidence in the lawsuit stating the existence of triple divorce and no record of previous divorce. Therefore, the panel of judges decided the case based on the facts and evidence presented in court. The response of the Teachers to the ruling varied, but the majority of Teachers in the continued to adhere to the classical fiqh understanding that a triple divorce uttered by the husband remains valid if it meets the requirements of Islamic law. The religious leader argued that divorce registration is an administrative process that serves a public interest but cannot invalidate a divorce that has already been uttered. This response reflects the tension between Islamic law and state law within a pluralistic societal system.Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap praktik talak tiga diluar Pengadilan Agama yang terjadi pada masyarakat Kecamatan Praya Barat, serta memetakan pandangan Tuan Guru terhadap putusan talak satu Pengadilan Agama Praya atas kasus talak tiga diluar Pengadilan. Fokus penelitian menganalisis pandangan Tuan Guru dan dasar putusan Pengadilan Agama Praya dalam konteks pluralisme hukum yang berkembang dimasyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis menggunakan pendekatan sosiologis dan yuridis untuk memahami praktik talak tiga diluar pengadilan serta pandangan Tuan Guru terhadap putusan Pengadilan Agama Praya. Hasil penelitian menunjukkan praktik talak tiga diluar pengadilan masih terjadi di Kecamatan Praya Barat dan dianggap sah oleh masyarakat. faktor utama yang mendasari praktik ini: faktor agama, kurangnya literasi hukum masyarakat, faktor budaya, ekonomi dan pendidikan. Putusan Pengadilan Agama Praya No. 191/Pdt.G/2023/PA.Pra yang berangkat dari talak diluar pengadilan diputuskan sebagai talak bain sughra oleh majelis hakim karena tidak ada dalil dalam gugatan yang menyatakan adanya talak tiga serta tidak terdapat riwayat pencatatan talak sebelumnya. Sehingga, majelis hakim memutuskan perkara sesuai fakta dan bukti dipersidangan. Pandangan Tuan Guru terhadap putusan tersebut beragam, namun mayoritas Tuan Guru diwilayah tersebut tetap berpegang pada pemahaman fikih klasik bahwa talak tiga yang diucapkan oleh suami tetap sah apabila telah memenuhi ketentuan hukum Islam. Tuan Guru berpendapat bahwa pencatatan talak bagian dari administratif yang mengandung maslahat namun tidak dapat menolak keabsahan talak yang sudah diucapkan. Respons tersebut mencerminkan adanya ketegangan antara hukum Islam dan hukum negara dalam sistem kehidupan masyarakat yang plural. Kata Kunci: Pengadilan Agama; Praktik Talak Tiga; Tuan Guru

    Analisis Putusan Hakim Tentang Persetujuan Menikahi Wanita PNS Menjadi Istri Kedua Persepektif Maslahah Mursalah: (Studi Putusan Nomor 230/ Pdt.G/2024/PA.Plk)

    Get PDF
    Abstract:This study examines the juridical considerations of the Religious Court judge in Palangka Raya in granting a civil servant’s (PNS) request for permission to practice polygamy, viewed through the lens of maslahah mursalah. The research focuses on the case decision Number 230/Pdt.G/2024/PA.Plk. Polygamy for civil servants is strictly regulated under both Islamic law and Indonesian positive law, particularly Government Regulation No. 45 of 1990 as an amendment to Government Regulation No. 10 of 1983. This study employs a normative and sociological juridical approach, using qualitative analysis of the court decision and the legal basis considered by the judge. The findings reveal that the judge considered various formal and material legal aspects, including the requirements set forth in the Compilation of Islamic Law and civil service regulations, as well as the interests of the wife and children. From the perspective of maslahah mursalah, the decision reflects the judge’s effort to balance legal texts with public interest considerations not explicitly mentioned in the scriptures, but relevant to social context and substantive justice. Therefore, the judge’s consideration in this case is not merely legalistic but also takes into account broader ethical and humanitarian dimensions. Keywords: Polygamy, Civil Servant, Maslahah Mursalah, Religious Court, Juridical Consideration.Abstrak: Penelitian ini membahas pertimbangan yuridis hakim Pengadilan Agama Palangka Raya dalam mengabulkan permohonan izin poligami oleh seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) dalam perspektif maslahah mursalah, dengan fokus pada studi kasus Putusan Nomor 230/Pdt.G/2024/PA.Plk. Poligamibagi PNS diatur secara ketat dalam peraturan perundang-undangan, baik dari sisi hukum Islam maupun hukum positif Indonesia, khususnya Peraturan Pemerintah Nomor 45 Tahun 1990 sebagai perubahan atas PP Nomor 10 Tahun 1983. Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis normatif dan yuridis sosiologis, dengan metode analisis kualitatif terhadap isi putusan dan landasan hukum yang digunakan hakim. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hakim mempertimbangkan berbagai aspek hukum formil dan materiil, termasuk syaratsyarat yang ditetapkan dalam Kompilasi Hukum Islam dan peraturan kepegawaian, serta kepentingan istri dan anak-anak. Dalam perspektif maslahahmursalah, putusan tersebut mencerminkan upaya hakim dalam menyeimbangkan antara teks hukum dengan kemaslahatan yang tidak secara eksplisit disebutkan dalam nash, namun relevan dengan konteks sosial dan keadilan substantif. Oleh karena itu, pertimbangan hakim dalam kasus ini tidak hanya bersifat legalistik, tetapi juga mempertimbangkan dimensi etis dan kemanusiaan yang lebih luas. Kata Kunci: Poligami; PNS; Maslahah Mursalah; Pengadilan Agama;Pertimbangan Yuridis

    TINDAK TUTUR EKSPRESIF PADA TUTURAN GURU DALAM PROSES PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SMAN BARENG JOMBANG

    No full text
    One way to guide students through the learning process to achieve learning ob jectives can be through teaching and learning activities. Learning should consider the individual characteristics of the students, as they are the ones who will be learning. Therefore, the purpose of education, implemented through the learning process, must be to bring about change in each student. The teacher's use of language and speech is one way to transform students and achieve learning objectives. In selecting expressive utterances, teachers must also ensure that what is conveyed is well received by students. Therefore, the purpose of this study is to describe the forms and manifestations of expressive speech acts in the ruru utterances in the Indonesian language learning process at SMAN Bareng Jombang. This research is a qualitative descriptive study with the following stages: initial observation, determining research objectives, data collection, data analysis, and drawing conclusions. The research data consists of teacher utterances indicated as expressive speech acts in the learning process. This research was conducted in grade XI of SMA Negeri Bareng Jombang. data collection, data reduction (Identification, Classification, Description), data presentation (Coding, Table Creation, Selection of affixation examples), and drawing conclusions (verification) by utilizing triangulation as a technique to check the validity of research findings. The results of this study found forms of expressive speech acts, including: expressive speech acts of expressing gratitude, happiness, apologizing, praising, complaining, criticizing, congratulating, and greeting.Salah satu upaya untuk mengarahkan para peserta didik dalam proses pembelajaran sampai dengan mencapai tujuan pembelajaran itu dapat dilakukan dalam kegiatan belajar mengajar. Sebuah pembelajaran seharusnya memperhatikan kondisi peserta didik karena mereka yang akan belajar. Berkenaan dengan hal tersebut, maka tujuan dari pendidikan itu sendiri yang dilaksanakan melalui proses pembelajaran harus terjadi perubahan pada setiap peserta didik. Penggunaan tuturan/bahasa guru sebagai salah satu upaya untuk mengubah peserta didik dan mencapai tujuan pembelajaran. Dalam pemilihan tuturan ekspresif guru juga harus memperhatikan supaya apa yang disampaikan dapat diterima oleh peserta didik dengan baik. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini ingin mendeskripsikan bentuk/wujud variasi tindak tutur ekspresif pada tuturan ruru dalam proses pembelajaran Bahasa Indonesia di SMAN Bareng Jombang.Penelitian ini merupakan jenis penilitian deskriptif kualitatif dengan tahapan: Observasi awal, menentukan tujuan penelitian, pengumpulan data, analisis data, dan penarikan kesimpulan. Data penelitian ini berupa tuturan guru yang diindikaiskan tindak tutur ekspresif dalam proses pembelajaran dan penelitian ini dilakukan di kelas XI SMA Negeri Bareng Jombang. Pengumpulan data dilakukan dengan 3 cara yaitu: dokumentasi, observasi, dan wawancara. Analisis data menggunakan Hasil penelitian ini menemukan bentuk tindak tutur ekspresif, meliputi: tindak tutur ekspresif mengucapkan terima kasih, kebahagiaan, mengucapkan maaf, memuji, mengeluh, ucapan mengkritik, ucapan selamat, dan menyapa

    ESTIMASI CADANGAN KLAIM IBNR: PENDEKATAN METODE BORNHUETTER FERGUSON DAN METODE MUNICH CHAIN LADDER

    Get PDF
    Estimating claim reserves in an insurance company is crucial. Inaccuracy of the estimation results can affect the condition of an insurance company. Thus, the estimation results are expected to be close to the actual claims of a company. The purpose of this study is to compare the estimation of claim reserves using the Bornhuetter Ferguson and Munich Chain Ladder methods. The Bornhuetter Ferguson method utilizes internal information in the form of claim data and external information in the form of earned premium (company income derived from premiums paid by the insured). The Munich Chain Ladder method is a development of the Chain Ladder method that considers the correlation element between incurred claim data and paid claim data. In this study, both methods are applied to calculate the claim reserves of an insurance company in Malaysia. The estimation results obtained are the Bornhuetter-Ferguson method produces an estimate of claim reserves of RM2668458000 in paid data and RM3026005600 in incurred data, while the Munich Chain Ladder method produces an estimate of claim reserves of RM2938886000 in paid data and RM2134746600 in incurred data.Estimasi cadangan klaim pada suatu perusahaan asuransi menjadi hal yang krusial. Ketidakakuratan hasil estimasi dapat mempengaruhi kondisi suatu perusahaan asuransi. Sehingga, hasil estimasi diharapkan dapat mendekati klaim aktual dari suatu perusahaan. Tujuan dari penelitian ini adalah membandingkan estimasi cadangan klaim dengan menggunakan metode Bornhuetter Ferguson dan Munich Chain Ladder. Metode Bornhuetter Ferguson memanfaatkan informasi internal berupa data klaim dan informasi eksternal berupa earned premium (pendapatan perusahaan yang berasal dari premi yang dibayar oleh tertanggung). Metode Munich Chain Ladder merupakan perkembangan dari metode Chain Ladder yang mempertimbangkan unsur korelasi antara data klaim incurred  dengan data klaim paid. Metode Munich Clain Ladder dikembangkan untuk meminimalkan gap antara klaim incurred dengan klaim paid. Pada penelitian ini, kedua metode diterapkan untuk menghitung cadangan klaim suatu perusahaan asuransi di Malaysia. Hasil estimasi yang diperoleh adalah Metode Bornhuetter-Ferguson mengahsilkan estimasi cadangan klaim sebesar RM2668458000 pada data paid dan sebesar RM3026005600 pada data incurred sedangkan, Metode Munich Chain Ladder menghasilkan estimasi cadangan klaim sebesar RM2938886000 pada data paid dan RM2134746600 pada data incurred

    7,633

    full texts

    8,612

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Online Universitas Muhammadiyah Surabaya
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇