Jurnal Online Universitas Muhammadiyah Surabaya
Not a member yet
8612 research outputs found
Sort by
Strategi Pengelolaan Kelas Untuk Meningkatkan Kualitas Pembelajaran: Indonesia
Effective classroom management is the key to creating a conducive learning environment and supporting student success. This article discusses various classroom management strategies that educators can implement to improve the quality of learning. The main focus of this research is on the application of an approach based on active student participation, the formation of positive relationships between teachers and students, and the use of information technology to support the teaching and learning process. By implementing strategies such as setting clear rules, efficient time management, and providing constructive feedback, teachers can create a pleasant and productive classroom atmosphere. Apart from that, collaboration between students and parental involvement in the educational process is also considered important in increasing student motivation and learning outcomes. It is hoped that the results of this article can provide practical guidance for educators in designing and implementing better classroom management, as well as encouraging improvements in the quality of learning at various levels of educatioPengelolaan kelas yang efektif merupakan kunci untuk menciptakan lingkungan pembelajaran yang kondusif dan mendukung keberhasilan siswa. Artikel ini membahas berbagai strategi pengelolaan kelas yang dapat diterapkan oleh pendidik untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Fokus utama dari penelitian ini adalah pada penerapan pendekatan yang berbasis pada partisipasi aktif siswa, pembentukan hubungan positif antara guru dan siswa, serta penggunaan teknologi informasi untuk mendukung proses belajar mengajar. Dengan menerapkan strategi seperti penetapan aturan yang jelas, pengelolaan waktu yang efisien, serta pemberian umpan balik yang konstruktif, guru dapat menciptakan suasana kelas yang menyenangkan dan produktif. Selain itu, kolaborasi antara siswa dan keterlibatan orang tua dalam proses pendidikan juga dianggap penting dalam meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa. Hasil dari artikel ini diharapkan dapat memberikan panduan praktis bagi pendidik dalam merancang dan menerapkan pengelolaan kelas yang lebih baik, serta mendorong peningkatan kualitas pembelajaran di berbagai tingkatan pendidikan
PENGARUH KOMBINASI AROMATERAPI LAVENDER DAN GUIDED IMAGERY MUSIC (GIM) TERHADAP TINGKAT KECEMASAN PASIEN PRE OPERASI FRAKTUR DI RSUD NGUDI WALUYO WLINGI
Objective: Preoperative anxiety can occur in patients with fractures who are about to undergo surgery. If this anxiety is not addressed, it can affect surgical outcomes, including prolonged healing time and suboptimal results. Anxiety can be reduced through non-pharmacological techniques, one of which is the combination of lavender aromatherapy and guided imagery music (GIM). However, this technique is still not widely implemented in hospital wards. The aim of this study is to determine the effect of the combination of lavender aromatherapy and guided imagery music on the anxiety levels of preoperative fracture patients. Methods: The study design used is a quasi-experiment with a pre-test post-test control group design. The sampling technique used was purposive sampling, with a total of 64 respondents. Data were analyzed using the Wilcoxon test and Man-Whitney test. Results: The results of the study showed a change in anxiety levels before and after the administration of the combination therapy. In the treatment group, the average anxiety score before therapy was 16.19, and after therapy, the anxiety level decreased to a mild level with an average of 10.47, resulting in a difference of 5.72. Meanwhile, in the control group, the average anxiety score before therapy was 16.53, and after therapy, it was 16.28, with a difference of only 0.25. The statistical test results showed a significant effect on anxiety levels before and after the administration of the combination of lavender aromatherapy and guided imagery music, with a p-value of 0.000 < 0.005. Conclusion: The role of nurses is expected to include administering this combination therapy as a complementary therapy to help manage preoperative anxiety in fracture patients.Kecemasan pre operasi dapat terjadi pada pasien fraktur yang akan menghadapi operasi dan bila kecemasan tidak diatasi akibatnya dapat mempengaruhi dari hasil operasi seperti lama penyembuhan maupun hasil operasi yang tidak masksimal. Kecemasan dapat dikurangi dengan teknik non-farmakologis yaitu salah satunya kombinasi Aromaterapi Lavender & Guided Imagery Music. Hanya saja teknik ini belum banyak dilakukan oleh ruangan rumah sakit. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh kombinasi aromaterapi lavender dan guided imagery music terhadap tingkat kecemasan pasien pre operasi fraktur. Desain penelitian ini menggunakan Quasy Eksperiment dengan design pre-test post-test control group design. Teknik sampling yang digunakan purposive sampling dengan jumlah responden sebanyak 64 responden. Analisis penelitian dengan uji wilcoxon dan man whitney. Hasil penelitian menunjukkan adanya perubahan tingkat kecemasan sebelum dan sesudah pemberian kombinasi aromaterapi lavender & guide imagery music pada kelompok perlakuan didapatkan tingkat kecemasan dengan rata – rata 16,19 sebelum diberi terapi dan sesudah terapi kecemasan menjadi ringan 10,47 dengan selisih sebanyak 5,72. Sedangkan pada kelompok kontrol sebelum diberikan terapi didapatkan tingkat kecemasan sedang dengan rata – rata 16,53 dan sesudah terapi didapatkan tingkat kecemasan sedang 16,28, selisih tingkat kecemasan pada kelompok kontrol yaitu 0,25. Hasil uji menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan terhadap tingkat kecemasan sebelum dan sesudah diberikan kombinasi aromaterapi lavender dan GIM dengan p-value 0.000<0,005. Peran sebagai perawat diharapkan melakukan pemberian terapi kombinasi ini sebagai terapi komplementer dalam mengatasi kecemasan pasien pre op fraktur.
 
Penerapan Slow Deep Breathing Terhadap Masalah Keperawatan Ketidakefektifan Manajemen Kesehatan Keluarga Pada Lansia Hipertensi
Introduction: Hypertension is the number one cause of death globally each year and is a common condition treated at primary healthcare facilities. Ineffective family health management is a barrier to making lifestyle changes that could improve health status. This ineffectiveness can lead to complications or further consequences, making the presence of a family caregiver essential. Non-pharmacological treatments that must be implemented by individuals with hypertension include controlling food and sodium intake, losing weight, limiting alcohol and tobacco use, and engaging in physical exercise and relaxation. One relaxation technique that can be used by individuals with primary hypertension is slow deep breathing. The purpose of this study was to explain Family Nursing Care with the Application of Slow Deep Breathing to the Nursing Problem of Ineffectiveness of Family Health Management in Elderly Hypertension in RW 02, Tuah Negeri Village, Tenayan Raya District, Pekanbaru City. The method used in implementing nursing interventions is the provision of Slow Deep Breathing therapy for hypertension sufferers. This study was conducted from November 25-29, 2024. The implementation of Slow Deep Breathing therapy was carried out for 3 days, 6-10 times for 5 minutes. The results of this case study after 3 days of subjects applying Slow Deep Breathing therapy showed that on average after being given there was a significant difference between the decrease in blood pressure before and after being given Slow Deep Breathing therapy in elderly Hypertension. Keywords: Slow Deep Breathing, Hypertension, Ineffective Family Health ManagemenPendahuluan: Hipertensi menjadi penyebab kematian nomor satu didunia setiap tahunnya dan merupakan penyakit yang sering difasilitas pelayanan kesehatan dasar. Ketidakefektfan manajemen kesehatan keluarga merupakan hambatan untuk merubah gaya hidup untuk meningkatkan status kesehatan. Ketidakefektifan manajemen kesehatan keluarga dapat menimbulkan komplikasi atau akibat lanjut shingga perlu pendamping keluarga sebagai care giver. Penanganan non farmakologis yang wajib dilakukan oleh penderita hipertensi yakni mengontrol asupan makanan dan natrium, menurunkan berat badan, pembatasan konsumsi alkohol dan tembakau, serta melakukan latihan dan relaksasi. Salah satu relaksasi napas dalam yang dapat dilakukan pada penderita hipertensi primer yaitu latihan slow deep breathing. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan Asuhan Keperawatan Keluarga Dengan Penerapan Slow Deep Brething Terhadap Masalah Keperawatan Ketidakefektifan Manajemen Kesehatan Keluarga Pada Lansia Hipertensi Di Rw 02 Kelurahan Tuah Negeri Kecamatan Tenayan Raya Kota Pekanbaru. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan intervensi keperawatan pemberian terapi Slow Deep Breathing terhadap penderita hipertensi. Penelitian ini dilakukan dari tanggal 25-29 November 2024. Pelaksanaan terapi Slow Deep Breathing dilakukan selama 3 hari dilakukan selama 6-10 kali selama 5 menit. Hasil dari study kasus ini setelah dilakukan sebanyak 3 hari subjek menerapkan terapi Slow Deep Breathing menunjukkan rata-rata setela diberikan terdapat perbedaan yang signifikan antara penrunan tekanan darah sebelum dan sesudah diberikan terapi Slow Deep Breathing pada lansia Hipertensi. Kata Kunci: Slow deep breathing, Hipertensi, Ketidakefektifan Manajemen Kesehatan Keluarg
A The Hubungan Pengetahuan Dengan Perilaku Pemilahan Sampah Medis Dan Non Medis
Background: The behavior of nurses who are less careful in sorting waste will cause work accidents in hospitals because of the results of nursing actions on patients. The characteristics of nurses' behavior in sorting waste can be seen from observation, awareness and intention. Research Objectives: This study aims to determine the relationship between knowledge and the behavior of sorting medical and non-medical waste among nurses at. Methodology: This study used a cross sectional design. The sample in this study was taken using Simple Random Sampling of 54 nurse. This research a questionnaire and observations. Which is analyzed using the Spearman Rank Test. Result: This research shows that there is a positive correlation between the knowledge and behavior in sorting medical and non-medical waste among nurses r = (0.347), p <(0,000). As knowledge increases, nurses' behavior in sorting medical and non-medical waste increases. Conclusions: Based on this research, it is hoped that hospitals can become an illustration and reference in maintaining knowledge, improving management, sorting waste, training and monitoring waste disposal behavior.Latar Belakang: Perilaku perawat kurang berhati-hati dalam pemilahan sampah akan menyebabkan kecelakaan kerja di rumah sakit karena hasil tindakan keperawatan kepada pasien. Karakteristik perilaku perawat dalam memilah sampah dapat terlihat dari observasi, kesadaran, dan niat. Tujuan Penelitian: menganalisis hubungan pengetahuan dengan perilaku pemilahan sampah medis dan non medis. Metedologi: Penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Sampel dalam penelitian ini diambil dengan menggunakan simple random sampling didapatkan 54 perawat. Penelitian ini menggunakan kuesioner dan observasi. Data dianalisis menggunakan uji spearmen rank. Hasil: Penelitian menunjukkan ada korelasi positif antara pengetahuan dengan perilaku pemilahan sampah medis dan non medis pada perawat r = (0,347), p < (0,000). Semakin meningkat pengetahuan, semakin meningkat perilaku perawat memilah sampah medis dan non medis. Kesimpulan: Berdasarkan penelitian ini diharapkan rumah sakit dapat menjadi gambaran dan acuan dalam mempertahankan pengetahuan, meningkatkan pengelolaan, pemilahan sampah, pelatihan dan monitoring perilaku pembuangan sampah
Kecemasan dengan Alexithymia: Studi Crossectional pada Remaja
Objective: Alexithymia is a psychological condition characterized by difficulties in recognizing, understanding, and expressing emotions. Low emotional awareness in individuals with high alexithymia levels has been associated with increased aggression and impulsive behavior. This study aims to analyze the relationship between anxiety levels and stress levels with alexithymia among adolescents at SMA Negeri 1 Sekaran.Methods: This study employed a cross-sectional design. The research population consisted of 354 adolescents, with 185 respondents selected through simple random sampling. Data were collected using the Depression Anxiety Stress Scale (DASS) and the Toronto Alexithymia Scale (TAS-20) questionnaires. The collected data were tabulated and analyzed using the Spearman rank correlation test, with a significance level of p < 0.05.Results: Spearman rank correlation test, with a significance level of p < 0.05. The results indicate that 51.4% of adolescents experienced severe anxiety, 45.9% experienced severe stress, and 61.6% exhibited high alexithymia levels. Statistical analysis yielded a p-value of 0.000 (p < 0.05), demonstrating a significant relationship between anxiety levels and alexithymia among adolescents. Similarly, a p-value of 0.000 (p < 0.05) confirms a significant relationship between stress levels and alexithymia.Conclusion: These findings suggested that anxiety and stress strongly influence alexithymia among adolescents, emphasizing the need for preventive measures such as providing social support, fostering friendships, promoting emotional education, and encouraging social engagement with new individuals. Further research is necessary to explore additional factors that may contribute to alexithymia in adolescents.Alexithymia merupakan kondisi psikologis yang ditandai dengan kesulitan dalammengenali, memahami, dan mengekspresikan emosi. Rendahnya kesadaran emosi padaindividu dengan level alexithymia tinggi berkaitan dengan agresivitas dan perilakuimpulsif. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisa hubungan tingkat kecemasandan tingkat stres dengan alexithymia pada remaja di SMA Negeri 1 Sekaran.Desain penelitian ini menggunakan metode Cross Sectional. Populasi sebanyak 354 remaja,menggunakan teknik simple random sampling didapatkan sebanyak 185 remaja. Datapenelitian ini diambil menggunakan kuesioner DASS dan TAS 20. Setelah di tabulasi datayang dianalisis dengan menggunakan uji korelasi Rank Spearman dengan tingkatkemaknaan p= <0,05.Hasil penelitian menunjukkan dari 185 remaja lebih dari sebagian (51,4%) mengalamitingkat kecemasan sangat berat. Hampir sebagian (45,9%) mengalami tingkat stres sangatberat. Lebih dari sebagian (61,6%) mengalami alexithymia tinggi. Berdasarkan hasil ujidiatas dengan nilai signifikan p value = 0,000 (p<0,05) artinya ada hubungan tingkatkecemasan dengan alexithymia pada remaja di SMA Negeri 1 Sekaran. Berdasarkan hasiluji diatas dengan nilai signifikan p value = 0,000 (p<0,05) artinya ada hubungan tingkatstres dengan alexithymia pada remaja di SMA Negeri 1 Sekaran.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecemasan dan stres sangat mempengaruhialexithymia pada remaja sehingga perlu dilakukan pencegahan dengan cara memberikandukungan dan support, memperluas pertemanan, memberikan pendidikan emosional danmulai menerima kehadiran orang baru disekitarnya. Diperlukan penelitian lebih lanjut untukmengeksplorasi faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi alexithymia pada remaja
Pengaruh kepemimpinan transformasional terhadap kinerja perawat di RSUD Suradadi Kabupaten Tegal
Objective: Transformational leadership is known as a leadership approach capable of motivating and inspiring subordinates to achieve higher performance through empowerment and a shared vision. This study aims to examine the effect of transformational leadership intervention on improving nurses' performance.
Methods: The research design used is quantitative with a quasi-experimental approach, employing a pretest-posttest with control group design. The research sample consisted of nurses participating in the transformational leadership intervention program, with 15 respondents in the intervention group and 15 respondents in the control group over a specific period. Data collection was carried out by measuring performance before and after the intervention using a nurse performance questionnaire, and the data were then analyzed using univariate tests for respondent characteristics, followed by bivariate tests using the non-parametric Wilcoxon test and the Mann-Whitney U test.
Results:The analysis results showed a p-value of 0.001 < 0.05, indicating that the null hypothesis (Ho) was rejected and the alternative hypothesis (Ha) was accepted. The findings reveal a significant effect of transformational leadership intervention on improving nurses' performance.
Conclusion: The conclusion of this study suggests that the implementation of transformational leadership can serve as an effective managerial strategy to enhance nurses' performance. The practical implication of this research recommends transformational leadership training and development for nurse managers or head nurses in healthcare facilities.Kepemimpinan transformasional dikenal sebagai pendekatan kepemimpinan yang mampu memotivasi dan menginspirasi bawahan untuk mencapai kinerja yang lebih tinggi melalui pemberdayaan dan visi bersama. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh intervensi kepemimpinan transformasional terhadap peningkatan kinerja perawat.. Desain penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan kuasi eksperimental dengan desain pretest posttest with control group. Sampel penelitian terdiri dari sejumlah perawat yang terlibat dalam program intervensi kepemimpinan transformasional sejumlah kelompok intervensi 15 responden dan kelompok control 15 responden dalam periode waktu tertentu. Pengumpulan data dilakukan melalui pengukuran kinerja sebelum dan sesudah intervensi menggunakan kuesioner kinerja perawat, yang kemudian dianalisis menggunakan uji univariat pada data karakteristik responden. Kemudian Uji bivariat dengan menggunakan uji non parametric Wilcoxon dan Mann withney U test. Hasil analisis didapatkan nilai p value 0,001< 0,05, sehingga hipotesis nol (Ho) ditolak dan hipotesis alternatif (Ha) diterima. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dari intervensi kepemimpinan transformasional terhadap peningkatan kinerja perawat. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan kepemimpinan transformasional dapat menjadi strategi manajerial yang efektif dalam meningkatkan kinerja perawat. Implikasi praktis dari penelitian ini merekomendasikan pelatihan dan pengembangan kepemimpinan transformasional bagi manajer atau kepala perawat di fasilitas layanan kesehata
Pengaruh Good Corporate Governance, Leverage, Ukuran Perusahaan, Profitabilitas dan Hasil Investasi terhadap Solvabilitas (Studi Empiris pada Asuransi Jiwa Syariah yang Terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan Periode 2018-2023)
This research aims to look at the variables of Good Corporate Governance, Leverage, Company Size, Profitability and Investment Results in influencing Solvency. The population in this study is Sharia Life Insurance companies registered with the Financial Services Authority for the 2018-2023 Period. The data used in this study is panel data from 7 selected companies, with a total sample of 42. The sampling technique uses Purposive Sampling. The analysis technique uses the panel data regression method processed using Eviews 12.0. The results of the study partially show that Company Size has a negative and significant effect on the solvency of sharia life insurance. Profitability and Investment Results have a positive and significant influence on the solvency of sharia life insurance. While the Board of Commissioners, Board of Directors, and Leverage do not affect the solvency of sharia life insurance. The results of the study simultaneously show that the variables of the Board of Commissioners, Board of Directors, Leverage, Company Size, Profitability and Investment Results have an influence on the solvency of sharia life insurance
The Role of Digital Technology in Driving the Growth of Halal Fintech
This study explores the role of digital technology in driving the growth of the halal fintech sector, which is growing along with the increasing demand for sharia-compliant financial services. Digital technologies, especially blockchain, artificial intelligence (AI), and big data, enable halal fintech to provide more transparent, efficient, and inclusive services. The adoption of digital technology in the sharia financial sector increases accessibility and convenience for consumers, and supports the creation of a more sustainable financial ecosystem (Zohra et al., 2021). By leveraging digital platforms, halal fintechs are not only strengthening their business foundations but also playing a vital role in expanding financial inclusion in countries with Muslim-majority populations. This study provides insights into how digital transformation can catalyze the growth of the halal fintech sector, while addressing the challenges faced by the industry in ensuring compliance with sharia principles
Kesibukan Wajib Pajak dan Kemudahan Pembayaran Pajak terhdap Kepatuhan Wajib Pajak Kendaraan Bermotor di Samsat Kota Sukabumi
Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian asosiatif. Pengumpulan data yang dilakukan dengan penyebaran kuesioner kepada wajib pajak kendaraan bermotor yang terdaftar pada kantor SAMSAT Kota Sukabumi. Jumlah sampel yang digunakan berjumlah 100 responden. Teknik analisis data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah analisis regresi linear berganda dengan menggunakan program Statistical Package for the Social Sciences (SPSS) Versi 30. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara pasial Kesibukan Wajib Pajak berpengaruh signifikan terhadap Kepatuhan Wajib Pajak Kendaraan Bermotor dengan nilai Thitung>Ttabel (4,478 > 1,985), dan Kemudahan pembayaran Pajak berpengaruh signifikan terhadap Kepatuhan Wajib Pajak Kendaraan Bermotor dengan nilai Thitung>Ttabel (4,996 > 1,985). Secara simultan Kesibukan Wajib Pajak dan Kemudahan Pembayaran Pajak berpengaruh signifikan terhadap Kepatuhan Wajib Pajak Kendaraan Bermotor dengan nilai Fhitung>Ftabel (44,324 > 3,939
Pengaruh Penerapan Standar Akuntansi Pemerintah dan Sistem Informasi Akuntansi Terhadap Kualitas Laporan Keuangan di SKPD Kota Sukabumi
Penelitian ini bertujuan menguji pengaruh Standar Akuntansi Pemerintah (SAP) dan Sistem Informasi Akuntansi (SIA) terhadap kualitas laporan keuangan SKPD di Kota Sukabumi. Metode yang digunakan adalah kuantitatif asosiatif dengan data dikumpulkan melalui kuesioner dari 33 pegawai lima SKPD yang terlibat langsung dalam penyusunan laporan keuangan. Hasil uji secara parsial menunjukkan bahwa SAP berpengaruh positif dan signifikan terhadap kualitas laporan keuangan (t hitung = 2,713; signifikansi = 0,005), begitu pula SIA (t hitung = 2,863; signifikansi = 0,035). Secara simultan, keduanya juga berpengaruh signifikan (F hitung = 10,264; signifikansi = 0,000) dengan nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,406. Artinya, 40,6% variasi kualitas laporan keuangan dijelaskan oleh SAP dan SIA. Temuan ini menunjukkan pentingnya penerapan regulasi akuntansi dan pemanfaatan teknologi informasi dalam meningkatkan akuntabilitas keuangan daerah