Jurnal Online Universitas Muhammadiyah Surabaya
Not a member yet
8612 research outputs found
Sort by
ANALISIS PENGGUNAAN FLAPPER VALVE SEBAGAI PENGGANTI ROTARY VALVE PADA SISTEM AIRLOCK BAG FILTER 511-BF1 DI PT SOLUSI BANGUN INDONESIA
Dedusting System adalah sistem sangat penting dalam proses pembuatan semen, Sistem tersebut berfungsi untuk mengurangi debu pada jalur transport. Salah satu dedusting yg dipakai adalah bag filter. Dalam satu jalur pembuatan semen terdapat puluhan bag filter dimana bag filter tersebut tersebut memiliki alat transport dari hasil tangkapan debunya dan juga berfungsi sebagai airlock system. Airlock ini sangat krusial karena diperuntukkan untuk menjaga supaya tidak ada udara balik pada saat transport material, dan juga menjaga effisiensi dari pengumpulan debu. Airlock sebelumnya memakai system rotary feeder, Dimana rotary feeder ini bekerja menggunakan motor. Perawatan serta energi yg dipakai oleh rotary feeder ini cukup tinggi. Dikarenakan penggeraknya mengunakan motor listrik, maka bila terjadi kerusakan akan membutuhkan waktu dan biaya yang tinggi untuk perbaikannya
Keywords: Dedusting system, Rotary feeder Flapper valve
Penguatan Literasi Digital Anak Usia Dini dan Sekolah Dasar Melalui Pembelajaran Berbasis Teknologi Ramah Anak
This study aims to analyze the strengthening of digital literacy among early childhood and elementary school students through child-friendly technology-based learning. The background of this research stems from the increasing need for children’s digital competence in the era of globalization and the importance of applying technology that considers safety, ethics, and developmental characteristics. This research employed a qualitative descriptive design involving teachers, children, and parents as participants through observation, interviews, and document analysis. The findings indicate that the application of child-friendly technology enhances children’s digital literacy skills, fosters responsible digital behavior, and strengthens collaboration between schools and families. Teachers act as creative facilitators capable of integrating interactive digital media, while parents serve as active companions in cultivating a positive digital culture at home. Therefore, child-friendly technology-based learning is proven effective in developing sustainable digital literacy and shaping adaptive character in response to global technological change.
Keywords: digital literacy; early childhood; elementary school; child-friendly technology; technology-based learning.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penguatan literasi digital anak usia dini dan sekolah dasar melalui pembelajaran berbasis teknologi ramah anak. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada meningkatnya kebutuhan akan kompetensi digital anak di era globalisasi serta pentingnya penerapan teknologi yang memperhatikan aspek keamanan, etika, dan karakteristik perkembangan anak. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif, melibatkan guru, anak, dan orang tua sebagai subjek penelitian melalui teknik observasi, wawancara, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan teknologi ramah anak mampu meningkatkan kemampuan literasi digital anak, membangun sikap tanggung jawab terhadap penggunaan media digital, dan memperkuat kolaborasi antara sekolah dan keluarga. Guru berperan sebagai fasilitator pembelajaran kreatif yang mampu mengintegrasikan media digital interaktif, sementara orang tua menjadi pendamping aktif dalam membentuk budaya digital positif di rumah. Dengan demikian, pembelajaran berbasis teknologi ramah anak terbukti efektif dalam menumbuhkan literasi digital yang berkelanjutan dan membentuk karakter anak yang adaptif terhadap perubahan teknologi global
Peningkatan Kualitas Layanan Kantin Kampus di Surabaya dengan Metode Regresi Linear Berganda
Kualitas layanan kantin kampus merupakan aspek penting dalam mendukung kenyamanan dan kepuasan sivitas akademika. Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah belum optimalnya pemenuhan ekspektasi pelanggan terhadap layanan kantin di beberapa perguruan tinggi di Surabaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi kepuasan pelanggan kantin kampus, serta menentukan atribut layanan yang paling berkontribusi terhadap peningkatan kualitas. Metode yang digunakan adalah regresi linear berganda dengan pendekatan kuantitatif melalui penyebaran kuesioner online. Terdapat 86 kuesioner yang berhasil diisi oleh para responden yang terdiri dari mahasiswa, dosen, dan staf kampus. Analisis dilakukan menggunakan perangkat lunak SPSS untuk menguji validitas, reliabilitas, normalitas, multikolinearitas, heteroskedastisitas, dan linieritas data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model regresi mampu menjelaskan 75% variasi kepuasan pelanggan, dengan variabel “Rasa makanan”, “Keramahan pelayan”, dan “variasi menu” yang memiliki pengaruh signifikan secara parsial. Temuan ini memberikan solusi strategis bagi pengelola kantin kampus untuk memprioritaskan pengembangan menu sebagai upaya peningkatan kualitas layanan. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi praktis bagi institusi pendidikan tinggi dalam merancang layanan kantin yang lebih responsif terhadap kebutuhan pelanggan
ANALISIS PERBANDINGAN KUNJUNGAN PASIEN SEBELUM, SAAT, DAN PASCA PANDEMI DI KLINIK CIPTA MEDIKA GRESIK
Latar belakang: Fasilitas kesehatan tingkat pertama yang memberikan pelayanan medis dasar atau spesialistik pelayanan kesehatan adalah Klinik. Tujuan: Menganalisis perbandingan kunjungan pasien sebelum, saat, dan pasca pandemi COVID-19 di Klinik Cipta Medika Gresik. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian rancangan analisis kuantitatif observasional dengan cara pengambilan sampel menggunakan metode cross sectional. Penelitian ini dilakukan dengan cara mengambil data sekunder berupa data jumlah pasien yang telah berkunjung di Klinik Cipta Medika Gresik dari bulan Januari 2018 sampai dengan Desember 2023. Hasil : Signifikansi kondisi sebelum dan saat pandemi menunjukkan tidak didapatkan perbedaan signifikansi. Kondisi saat dan pasca pandemi menunjukkan terdapat perbedaan signifikansi. Kondisi sebelum dan pasca pandemi menunjukkan terdapat perbedaan signifikansi. Kesimpulan : Analisis kunjungan berdasarkan jumlah kunjungan pasien di Klinik Cipta Medika Gresik meliputi sebelum dan saat pandemi menunjukkan hasil tidak terdapat perbedaan. Pada saat dan sesudah pandemi menunjukkan terdapat perbedaan. Pada sebelum dan sesudah pandemi menunjukkan terdapat perbedaan
NARASI VISUAL INFOGRAFIS SEBAGAI MEDIA LITERASI KESEHATAN MASYARAKAT
This study aims to analyze how visual infographic narratives function as an effective medium for health literacy, enhancing public awareness, understanding, and participation in health-related issues. Employing a qualitative approach with a phenomenological design (Creswell, 2022), the research explores the subjective experiences of communities in interpreting visual-based health messages. Data were collected through participatory observation, in-depth interviews, and visual documentation, then analyzed using the interactive model of (Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, 2019), involving data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings reveal that culturally contextualized infographics effectively foster empathetic and participatory health communication. Visual elements such as color, typography, and symbolism significantly shape public perception and drive collective behavioral change. Visual narratives function not merely as information carriers but as dialogic spaces that strengthen community-based health literacy and awareness. This study contributes to the achievement of SDG 3 (Good Health and Well-being) and SDG 4 (Quality Education) by promoting inclusive, contextual, and sustainable access to health information.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana narasi visual infografis berfungsi sebagai media literasi kesehatan yang efektif dalam meningkatkan kesadaran, pemahaman, dan partisipasi masyarakat terhadap isu-isu kesehatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis fenomenologi (Creswell, 2022) yang berfokus pada pengalaman subjektif masyarakat dalam memaknai pesan kesehatan berbasis visual. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi visual, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif (Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, 2019) yang mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa infografis yang dirancang dengan mempertimbangkan konteks sosial-budaya masyarakat mampu membangun komunikasi kesehatan yang lebih empatik dan partisipatif. Elemen visual seperti warna, tipografi, dan simbol memiliki kekuatan dalam membentuk persepsi serta mendorong perubahan perilaku secara kolektif. Narasi visual tidak hanya berfungsi sebagai penyampai pesan, tetapi juga sebagai ruang dialog yang memperkuat literasi dan kesadaran kesehatan berbasis komunitas. Penelitian ini berkontribusi pada pencapaian SDG 3 (Good Health and Well-being) dan SDG 4 (Quality Education) melalui penguatan akses informasi kesehatan yang inklusif, kontekstual, dan berkelanjutan.
 
Analysis of Leadership Style, Motivation, and Work Discipline on the Performance of Employees of RSU PKU Muhammadiyah Mojoagung Jombang Jombang East Java
This study aims to examine the influence of leadership style, motivation, and work discipline on employee performance at RSU PKU Muhammadiyah Mojoagung. Employing a quantitative approach and multiple linear regression analysis, the study involved the entire population of non-medical staff, totaling 49 individuals, as the research sample. The findings indicate that, partially, leadership style does not have a positive and significant effect on employee performance, with a significance value of 0.276 > 0.05. Similarly, motivation does not show a positive and significant effect on employee performance, with a significance value of 0.180 > 0.05. In contrast, work discipline is proven to have a significant effect, with a significance value of 0.000 < 0.05. However, simultaneously, the three variables collectively contribute significantly to employee performance, with a coefficient of determination of 84.7%. These findings underscore the importance of enhancing discipline as a key factor in managing the performance of non-medical staff within the hospital setting. Management should place greater emphasis on fostering a culture of discipline as a sustainable strategy for improving employee performance
The Influence of Services Quality and Customer Trust on Customer Satisfaction of PT Bumi Daya Plaza at PT PAL Indonesia
An effect of product quality, brand image, and price perception on the purchase decision of Clorismen skincare products in Surabaya through the Shopee marketplace had been analysed in this research. This quantitative research used a purposive sampling technique involving 138 respondents using Clorismen. The data collected through the questionnaire were analyzed using multiple linear regression with SPSS version 26. The results showed that product quality (significance 0.000), brand image (significance 0.001), and price perception (significance 0.002) partially had a positive and significant effect on purchase decisions. Simultaneously, these three variables also had a significant effect on the purchase decision (significance 0.000 with a determination coefficient (R²) of 0.512. It indicated that 51.2% of the variation in purchasing decisions can be explained by product quality, brand image, and price perception
Analysis of Human Resource Competencies of MSME Actors ALFATHZI Souvenir Center Surabaya
Micro, Small, and Medium Enterprises (MSME) have a strategic role in driving national economic growth, including in the tourism and creative economy sectors. MSME of Alfathzi Souvenir Center in Surabaya is one example of a local business that is growing and depends on the quality of its human resources (HR). This study aims to analyze the condition of HR competence in the MSME, as well as to identify the factors that influence it and efforts to improveit. This study uses a qualitative method with in-depth interview techniques and direct observation. The results show that employee interpersonal competence is quite good, but there is a gap in technical aspects, especially among new employees. Factors that influence include educational background, training effectiveness, incentive systems, and limited digital facilities. This study recommends digital-based training, a fair performance appraisal system, and cooperation with educational institutions or the government to support sustainable HR developmen
Exploring the Dynamics of Social Media Addiction Among Indonesian Users
This study, employs a literature review method to examine the psychological, social, and regulatory dimensions of social media addiction in Indonesia. Findings reveal that excessive social media use negatively affects mental health, leading to anxiety, sadness, low self-esteem, and vulnerability to cyberbullying. To address these issues, the study highlights Cognitive Behavioral Therapy (CBT) as an effective intervention to reshape maladaptive thought patterns. Additionally, enhancing media literacy, strengthening cybersecurity awareness, and implementing public education campaigns such as “Socially Smart Awareness” are crucial in promoting healthier digital behavior. The research also emphasizes the need for regulatory measures that ensure user protection while maintaining justice and digital freedom. Overall, integrated psychological, educational, and policy-based approaches are essential to mitigate the adverse effects of social media addiction among Indonesian users
AI untuk Guru Madrasah: AI untuk Guru Madrasah di Kecamatan Montong Gading Lombok Timur: Inovasi Pembelajaran di Era Digital
Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) telah membawa perubahan signifikan dalam pendidikan, namun guru-guru madrasah di Lombok Timur masih menghadapi berbagai keterbatasan, terutama kurangnya pemahaman, keterampilan praktis, dan kepercayaan diri dalam memanfaatkan teknologi tersebut secara tepat dalam pembelajaran.Kondisi ini berdampak pada rendahnya inovasi pembelajaran dan kurang optimalnya pemanfaatan teknologi digital di madrasah. Berdasarkan permasalahan tersebut kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk membekali guru madrasah dengan pengetahuan, sikap, dan keterampilan dalam memanfaatkan kecerdasan buatan secara tepat dan kontekstual. Metode kegiatan meliputi sosialisasi, pelatihan partisipatif, praktik simulasi, diskusi reflektif, dan pendampingan berkelanjutan. Peserta terdiri dari dua puluh satu guru madrasah yang mengikuti rangkaian pelatihan secara aktif dan aplikatif. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa guru mampu menggunakan berbagai aplikasi berbasis kecerdasan buatan untuk mendukung penyusunan rencana pembelajaran, pembuatan media ajar, serta mampu dan berani berbicara bahasa Inggris. Selain itu, terjadi perubahan pola pikir dari yang semula pasif terhadap teknologi menjadi lebih terbuka, kreatif, dan adaptif. Dengan demikian, kegiatan ini berkontribusi pada peningkatan kompetensi guru serta membangun ekosistem pendidikan madrasah yang inovatif, kolaboratif, dan responsif terhadap tuntutan era digital