E-Journal Universitas PGRI Madiun (Persatuan Guru Republik Indonesia)
Not a member yet
4695 research outputs found
Sort by
Peningkatan Minat Belajar IPAS Melalui Pemanfaatan Chromebook Berbantuan Google Workspace For Education bagi Siswa Kelas V SDN 03 Madiun Lor Kota Madiun
This research aims to determine whether or not it is possible to increase interest in learning social and science in fifth grade students at SDN 03 Madiun Lor through the use of chromebooks assisted by Google Workspace for Education. The approach used is a qualitative approach with the Classroom Action Research method. The research was carried out at SDN 03 Madiun Lor with 27 students of fifth grade as research subjects. Data collection techniques through observation and questionnaires. The data analysis used is qualitative and quantitative descriptive analysis. The research results show an increase in interest in learning social and science in the students after implementing chromebooks assisted by Google Workspace for Education. The learning process is more interesting and in accordance with students' learning needs and interests, as evidenced by significant increases in aspects: students' attention in learning participation; pleasure in learning activities; interest in the material presented; and participation in learning activities.
Developing Physics-Integrated Computational Thinking Skills Assessment Instrument Using Rasch Measurement Model
Computational thinking skills (CT) are an essential skill for young generations. Integration of CT in physics has been studied widely since they are closely related to each other. However, instruments to assess CT in physics problem-solving are still limited. This study aims to develop a physics-integrated CT assessment instrument. Multiple choice items were developed and reviewed by experts in physics education. A pilot study is conducted with 121 undergraduate students. Based on the empirical data on the pilot study, the Rasch analysis using Winstep is conducted. The final instrument consists of 24 multiple-choice items. Each item has MNSQ in the range of 0.82-1.17. The ZSTD is in the range of -1.92-1.99 which can be classified in fit. Calculation with the Rasch model for 24 fit items shows person reliability of 0.81, item reliability of 0.89, and alpha Cronbach of 0.89. Those values can be classified as good
HOTS Measured by Cognitive Learning Outcomes (CLO) Inventory Based Education for Sustainable Development as a Media for Students Skills Analysis
This study aims to develop an ESD-based cognitive learning outcomes instrument in measuring students' higher order thinking skills. This research is a R&D. The data in this study are qualitative and quantitative data from limited trials to fifty twelfth grade students. Quantitative data were analysed using SPSS and Rasch model, the results of validity analysis using SPSS and Rasch model showed nine items on the instrument, except item number 1 is valid because it has met 1 of the 3 criteria for item fit order following 0.50 < MNSQ < 1.5; -2.0 < ZSTD < +0.2 and 0.4 < Pt Mean < 0.85. The results of instrument reliability analysis using SPSS showed 0.716 while person reliability and item reliability from Rasch analysis showed 0.64 and 0.77 respectively. Analysis of students' worksheets shows that the presentation of students' answers is still in an incorrect position so it concluded that students have not been able to link the real experiences they have with issues that occur in the real world, besides that the results of the analysis of students' worksheets also show that more than 45% of students are still at a low level of thinking, especially on issues related to SDG’s
PENDAMPINGAN APLIKASI INSEKTISIDA DARI KULIT BIJI JAMBU METE DI DESA JENGGRIK, KECAMATAN KEDUNGGALAR-KABUPATEN NGAWI
Abstract. Cashew nut shells are waste from cashew seed processing. Cashew nut shells contain anacardic acid compounds from the flavonoid group and have high biodegradability, making them environmentally friendly for pesticides. The mentoring activity aims to improve farmers' skills in producing and applying vegetable insecticides for soybean plants from cashew nut shells. The mentoring activity method is carried out using a Participatory Rural Appraisal (PRA) pattern with soybean farmer partners who are members of the farmer group (Gapoktan) "MUKTI RAHAYU" in Jenggrik Village, Kedunggalar District with a land area of around 960 m2 as a demonstration plot. Activities are carried out with Participatory Rural Appraisal, applied studies, and application practices Farmers' responses to mentoring activities show an understanding of environmental awareness and the product and application of vegetable insecticides from cashew nut shells. The evaluation results show that 71% of soybean farmers understand how to make vegetable pesticides from cashew nut shells and apply them on their land and continue to develop them. The application of this technology is able to reduce the use of chemical pesticides before the generative phase and soybean productivity is around 1,876 tons/ha. The average income from soybean farming at harvest using vegetable insecticides has increased soybean farming by IDR 572,365 per Ha. Abstrak. Kulit biji jambu mete merupakan limbah pada pengolahan biji jambu mete. Kulit biji jambu mete mengandung senyawa asam anakardat dari golongan flavonoid dan mempunyai biodegrabilitas tinggi, sehingga ramah lingkungan untuk pestisida. Kegiatan pendampingan bertujuan untuk meningkatkan keterampilan petani dalam memproduksi dan aplikasi insektisida nabati untuk tanaman kedelai dari kulit biji jambu mete. Metode kegiatan pendampingan dilaksanakan dengan pola Participatory Rural Appraisal (PRA) dengan mitra petani kedelai yang tergabung dalam kelompok tani (Gapoktan) “ MUKTI RAHAYU” di Desa Jenggrik Kecamatan Kedunggalar dengan luas lahan sekitar 960 m2 sebagai demplot. Kegiatan dilakukan dengan Participatory Rural Appraisal, kaji terap, dan praktek aplikasi. Respon petani terhadap kegiatan pendampingan menunjukkan pemahaman terhadap kesadaran lingkungan dan produk serta aplikasi insektisida nabati dari kulit biji jambu mete. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa 71% petani kedelai memahami pembuatan pestisida nabati dari kulit biji jambu mete dan mengaplikasikan di lahan miliknya serta terus mengembangkannya. Penerapan teknologi ini mampu menekan penggunaan pestisida kimia sebelum phase generatif dan produktivitas kedelai sekitar 1.876 ton/ha. Rata-rata penerimaan usaha tani kedelai saat panen dengan menggunakan insektisida nabati mengalami peningkatan usaha tani kedelai sebesar Rp 572.365,- setiap Ha.
PELATIHAN PEMBUATAN VCO (VIRGIN COCONUT OIL) DALAM MEWUJUDKAN PROJEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA (P5) PADA SISWA KELAS VII SMP WARDHANI
Abstract. The development of creativity in students in adolescence needs to be improved because in adolescence the curiosity for something new is higher. Therefore, it is necessary to hone their talents and creativity with positive things. As for the purpose of carrying out community service to students in order to develop knowledge of local wisdom products and skills that are still minimal, the idea of positive student creativity makes school conditions require a thought of transformation of science and technology by utilizing existing potential, so that it can shape the character of the community, especially students and students to be self-sufficient without leaving formal education at school. The creative solution that can be provided is to provide knowledge and training related to VCO (Virgin Coconut Oil) to seventh grade students of Wardhani Junior High School. VCO (Virgin Coconut Oil) is a pure coconut oil that is very beneficial for health. The method of implementation is providing material on the understanding and benefits of VCO, and demonstrating manufacturing techniques with the stages of preparation, implementation, assistance and evaluation. The results of the activity obtained 90% of participants have understood the basic techniques of making VCO and later students can have skills in developing VCO products into business opportunities to become entrepreneurs at a young age. Abstrak. Pengembangan kreativitas pada siswa-siswi pada usia remaja perlu ditingkatkan karena pada usia remaja rasa ingin tahu akan sesuatu yang baru lebih tinggi. Oleh sebab itu perlu mengasah bakat dan kreativitasnya dengan hal yang positif. Adapaun tujuan dilaksanakan pengabdian pada siswa siswi agar mengembangkan pengetahuan produk kearifan lokal dan keterampilan yang masih minim ide kreativitas siswa yang bersifat positif membuat kondisi sekolah membutuhkan suatu pemikiran transformasi ilmu pengetahuan dan teknologi dengan memanfaatkan potensi yang ada, sehingga dapat membentuk karakter masyarakat khususnya siswa dan siswi untuk berdikari tanpa meninggalkan pendidikan formal di sekolah. Adapun solusi kreatif yang dapat diberikan yaitu memberikan pengetahuan dan pelatihan terkait VCO (Virgin Coconut Oil) pada siswa kelas VII SMP Wardhani. VCO (Virgin Coconut Oil) merupakan minyak kelapa murni yang sangat bermanfaat bagi kesehatan. Metode pelaksanaannya yaitu pemberian materi tentang pengertian dan manfaat VCO, dan demonstrasi teknik pembuatan dengan tahapan persiapan, pelaksanaan, pendampingan dan evaluasi. Hasil dari kegiatan diperoleh 90% peserta sudah memahami teknik dasar pembuatan VCO dan nantinya siswa-siswa dapat memiliki keterampilan dalam mengembangankan Produk VCO menjadi peluang usaha menjadi enterpreuner pada usia remaja.
Analisis Profesionalisme Pelayanan Surat Izin Mengemudi Kepolisian Resort Ponorogo
Profesionalisme menjadi penting dalam pelayanan publik, hal ini menjadi hal yang tidak bisa di pisahkan dalam upaya menciptakan pelayanan prima terhadap masyarakat, Kepolisian Resort Ponorogo memiliki sebagai lembaga pemerintah memiliki pelayanan dalam pembuatan SIM, bagaimana proses pelayanan yang diberikan apakah sudah sesuai dengan harapan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur efektifitas pelayanan publik dalam pengurusan Surat Ijin Mengemudi (SIM). Penelitian ini berjenis kualitatif evaluatif dengan model CIPP, dengan fokus utama, sebagai berikut: a). Kemampuan, b). Kualitas, c). Sarana dan Prasarana, d). Jumlah SDM, e). Teknologi Informasi, f). Konsistensi. Pelayanan SIM yang diberikan oleh Kantor Satpas Polres Ponorogo, meliputi: pelatihan yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan petugas Satpas dalam mendukung tercapainya tujuan pelayanan SIM dengan maksimal, Pemeliharaan, dan pembenahan secara berkesinambungan sarana dan prasarana Satpas ditambah dengan dukungan perlengkapan SIM dari Korlantas Kepolisian Republik Indonesia (POLRI), Melaksanakan sosialisasi kepadamasyarakat tentang prosedur layanan SIM, Jaringan dan akses aplikasi SIM online belum berjalansama sekali
Pengaruh Penggunaan Multimedia Pembelajaran Berbantuan Web Terhadap Hasil Belajar Matematika Pada Materi Perbandingan Kelas VII di SMP Negeri 1 Tilango
Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh multimedia interaktif berbantuan web terhadap hasil belajar peserta didik pada materi perbandingan. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan subjek penelitian yang diklasifikasikan menjadi dua yakni VII-3 selaku kelas eksperimen serta VII-2 selaku kelas kontrol pada populasi SMP Negeri 1 Tilango. Dengan desain penelitian pre-test post-test control group design. Teknik pengumpulan data yaitu melalui instrumen tes setelah proses pembelajaran yang didasarkan pada indikator. Untuk mengukur hasil belajar peserta didik menggunakan pre-test dan post-test. Pengolahan data memakai analisis deskriptif memperlihatkan bahwasannya rata-rata hasil belajar peserta didik kelas eksperimen lebih besar jika diperbandingkan kelas kontrol. Adapun hasil analisis inferensial memperlihatkan bahwasannya kedua data berdistribusi normal serta homogen sehingga dilanjutkan dengan uji analisis kovarian (anacova) dan diperoleh hasil 0 ditolak serta 1 diterima. Sehingga hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar peserta didik lebih tinggi setelah dibelajarkan menggunakan multimedia interaktif berbantuan web dibandingkan dengan menggunakan power point. Kata kunci : Multimedia Interaktif Berbantuan Web, Hasil Belajar, Perbandinga
Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD Berbantuan Media Pembelajaran CERDAS Pada Materi Bangun Ruang Sisi Datar Di Kelas VIII SMP Negeri Daerah Kotabunan
Tujuan Penelitian ini untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada materi Bangun Ruang Sisi Datar dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Divisions (STAD) berbantuan media pembelajaran Celemek Bangun Ruang Sisi Datar (CERDAS). Jenis penelitian ini yaitu penelitian tindakan kelas yang dilakukan di SMP Negeri Daerah Kotabunan pada tahun ajaran 2021-2022 semester genap. Penelitian dilaksanakan dengan melibatkan 21 siswa dan seorang guru sebagai subjek penelitian. Instrumen yang digunakan berupa lembar pengamatan guru, lembar pengamatan siswa dan tes hasil belajar. Penelitian ini berlangsung dengan 2 siklus. Hasil pengamatan kegiatan guru yang mencapai kategori baik dan sangat baik meningkat dari 71,43% menjadi 92,86%. Selanjutnya hasil pengamatan siswa yang mencapai kategori baik dan sangat baik juga maningkat dari 71,43% menjadi 92,86%. Untuk hasil belajar mengalami peningkatan yaitu 71,43% menjadi 85,71%. Semua aspek penilaian telah mencapai indikator keberhasilan belajar pada siklus II dengan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe “STAD” berbantuan media pembelajaran “CERDAS”
Pengembangan media layanan informasi karier berbantuan animaker untuk SD Kelas Rendah
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan siswa yang kesulitan dalam mendeskripsikan suatu profesi, serta sebagian besar guru berusia lebih dari 40 tahun, sehingga kemampuan untuk memahami konsep dalam mengembangkan media pembelajaran perlu dibantu dengan memberikan motivasi dalam menciptakan variasi media pembelajaran yang unik, kreatif dan menarik menggunakan bantuan teknologi. Penelitian ini bertujuan mengembangkan media layanan informasi karier berbantuan Animaker untuk siswa Sekolah Dasar kelas rendah dan melakukan uji kelayakan media. Penelitian ini menggunakan metode Research & Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE. Penelitian ini menghasilkan 3 produk media video berbantuan animaker sebagai media layanan informasi karier. Berdasarkan akumulasi hasil uji validasi yang dilakukan oleh ahli media, ahli materi, praktisi dan pengguna memperoleh hasil sebesar 90,30% yang artinya sangat layak untuk digunakan di lapangan sebagai media layanan informasi karier untuk siswa Sekolah Dasar kelas rendah. Media ini dapat membantu guru kelas dalam mengembangkan media, melaksanakan layanan informasi karier, serta mendorong antusias dan motivasi siswa dalam menyimak materi.Abstract: This research was motivated by the problem of students who have difficulty in describing a profession, and most teachers are over 40 years old, so the ability to understand concepts in developing learning media needs to be helped by providing motivation in creating a variety of unique, creative and interesting learning media using the help of technology. This research aims to develop a Animaker-assisted career information service media for low-grade elementary school students and conduct media feasibility tests. This research uses Research & Development (R&D) method with ADDIE development model. This research produced 3 animaker-assisted video media products as career information service media. Based on the accumulated results of validation tests conducted by media experts, material experts, practitioners and users obtained results of 90.30% which means it is very feasible to be used in the field as a career information service media for low-grade elementary school students. These media can help class teachers develop media, provide career information services, and encourage enthusiasm and motivation in attention to material
Pengembangan Skala Kesiapan Belajar Mandiri (Self-Directed Learning Readiness / SDLR)
Saat ini, individu telah memiliki bekal dalam pembelajaran daring (online). Untuk itu penting mengetahui kesiapan belajar mandiri (self-directed learning readiness) dari individu tersebut. Pengetahuan mengenai kesiapan belajar mandiri tentunya diperlukan alat ukur. Hal ini bertujuan untuk mengahasilan skala pengukuran self-directed learning readiness yang valid dan reliabel. Metode penelitian menggunakan metode penelitian dan pengembangan (reaserch and development) yang mengadaptasi dari model penyusunan skala psikologi dengan 9 tahapan yakni identifikasi tujuan ukur, membatasi domain ukur, menghimpun indikator, menulis item skala, uji coba bahasa, uji coba skala, mengukur reliablitias mengukur validitas, dan menyusun kembali skala. Hasil penelitian diperoleh skala Self-Directed Learning Readiness yang valid (> 0,5) dan reliabel (0,6). Selain itu, skala yang dihasilkan juga sudah lolos dalam uji bahasa. Adapun skala self-directed learning readiness ini dapat digunakan sebagai acuan bagi konselor dalam upaya pencegahan mengenai kemandirian belajar.AbstractCurrently, individuals are equipped with online learning. For this reason, it is important to know the individual's self-directed learning readiness. Knowledge regarding readiness for independent learning certainly requires measuring tools. This aims to produce a self-directed learning readiness measurement scale that is valid and reliable. The research method uses the research and development method which is adapted from the psychological scale construction model with 9 stages, namely identifying measuring objectives, limiting the measuring domain, collecting indicators, writing scale items, language testing, scale testing, measuring reliability, measuring validity, and rearranging the scale. The research results obtained a self-directed learning readiness scale that was valid (> 0.5) and reliable (0.6). Apart from that, the resulting scale has also passed the language test. The self-directed learning readiness scale can be used as a reference for counselors in preventing independent learnin