Jurnal Universitas Winaya Mukti
Not a member yet
    555 research outputs found

    Pengaruh Konsentrasi Air Kelapa Muda Terhadap Pertumbuhan Setek Tanaman Lada (Piper nigrum L)

    Full text link
    The aim of this research was to study the effect of young coconut water concentration on the growth of pepper plant cuttings. The research was carried out in the Legok ringgit village of Padaulun Village, Majalaya District, Bandung Regency at an altitude of 796 meters above sea level, from September to November 2020. The experiment used a Randomized Block Design (RAK), consisted of five treatments with young coconut water concentration, namely A = without young coconut water (control); B = 25% young coconut water concentration; C = 50% young coconut water concentration; D = 75% young coconut water concentration; E = 100% young coconut water concentration, and replicated five times.The experimental results showed that the concentration of young coconut water had an influence on the percentage of live cuttings, number of leaves, root length, number of roots and root volume. A concentration of 75% young coconut water had the best effect on the percentage of live cuttings, number of leaves, root length, number of roots and root volume of pepper cuttings

    Pengaruh Strategi SWOT Terhadap Pendapatan Petani Bunga Pacar Air (Impatiens balsamina Linn)

    Full text link
    Tanaman hias Impatiens atau Pacar Air belum banyak diusahakan oleh petani tanaman hias di Kabupaten Cianjur.  Hal ini disebabkan karena tanaman hias tersebut pasarnya belum berkembang dibandingkan dengan tanaman hias lainnya yang ada di Kabupaten Cianjur.  Salah satu bukti keseriusan Pemerintah Kabupaten Cianjur dalam pengembangan usahatani pacar air, pada tahun 2022 telah dilakukan Bimbingan Teknis Penerapan Teknologi Budidaya Tanaman Hias Impatiens untuk Meningkatkan Kapasitas dan Kompetensi Petani/Penangkar di Kabupaten Cianjur melalui fasilitasi dari Badan Penelitian Tanaman Hias (Balithi) Kementerian Pertanian.  Tujuan yang ingin dicapai adalah : mengkaji aspek pemasaran tanaman hias pacar air di Kabupaten Cianjur, menganalisis pendapatan dan keuntungan usahatani tanaman hias pacar air di Kabupaten Cianjur, serta mengetahui penerapan strategi pengembangan agribisnis tanaman hias pacar air di Kabupaten Cianjur. Metode yang digunakan adalah metode survei terhadap 60 orang petani pacar air di Kecamatan Pacet, Cipanas dan Sukaresmi Kabupaten Cianjur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 5 (lima) saluran pemasaran tanaman hias pacar air di lokasi penelitian. Rata-rata produksi Pacar Air per rata-rata luas lahan (255 m2) per musim yaitu 6.375 polybag.  Oleh karena itu, penerimaan yang diperoleh adalah Rp. 15.905.625,00 per luasan lahan dengan harga jual Pacar Air adalah Rp 2.495 per polybag. Hasil perhitungan R/C rasio menunjukkan bahwa untuk usahatani Pacar Air dengan memperhitungkan sewa lahan nilai R/C rasio adalah 2,41, berarti setiap 1 satuan biaya yang dikeluarkan akan memberikan penerimaan 2,41 kali lipat. Strategi yang diterapkan pada agribisnis Pacar Air di lokasi penelitian yang berada pada Kuadran I menggunakan Strategi Agresif.  Dimana pada Strategi ini diupayakan memakai kekuatan untuk menangkap peluang. Â

    Analisis Saluran Pemasaran dan Margin Pemasaran Bunga Potong Krisan (Chrysanthemum L) di Kecamatan Sukaraja

    Full text link
    This research aims to identify marketing channels and margins for cut chrysanthemum flowers in Sukaraja District. The method used is quantitative descriptive analysis with Purposive Sampling techniques used to select relevant key respondents, while Snowball Sampling is used to expand the number of respondents through recommendations from initial respondents. The research results show that there are three marketing channel patterns in Sukaraja District. The first channel pattern includes: producers, distributors and final consumers (decorators). The second channel includes: manufacturer, retail and final consumer. The third channel includes: manufacturers, distributors, retailers and final consumers. These three marketing channel patterns show differences in marketing margins. In the first channel, the marketing margin is IDR. 7,000; on the second channel, Rp. 6,000; and on the third channel, Rp. 9,000. The margin difference between distributors is Rp. 4,000 and at retail it is Rp. 5,000. Keywords: chrysanthemum; marketing channels; marketing margi

    Dinamika Perkembangan Harga Dan Analisis Integrasi Pasar Berambang Merah Di Kabupaten Probolinggo

    Full text link
    Tujuan penelitiannya adalah untuk menganalisis variasi harga bawang merah di tingkat produsen, grosir dan  eceran, untuk menganalisis tingkat integrasi pasar bawang merah antar pasar produsen,  grosir dan eceran dan untuk menganalisis pengaruh harga bawang merah terhadap integrasi pasar bawang merah antar pasar produsen,  grosir dan eceran. Analisis koefisien variasi digunakan untuk menganalisis tingkat variasi harga dan pendekatan kointegrasi dengan model Vector Autoregression.  Hasil penelitiannnya Variasi harga bawang merah di tingkat produsen, grosir dan  eceran  diketahui bahwa rata-rata dari tahun 2016 – 2022 nilai koefisien variasi harga dan elastisitas tranmisi harga bawang merah di tingkat produsen, grosir dan eceran di Kabupaten Probolinggo berfluktuasi tinggi dan tidak stabil. Tingkat integrasi pasar bawang merah di Kabupaten Probolinggo antara pasar produsen,   grosir dan eceran dalam jangka pendek perubahan harganya tidak dipengaruhi secara signifikan oleh harganya sendiri selama satu bulan sebelumnya, dua bulan sebelumnya dan tiga bulan sebelumnya. Analisis pada harga produsen, grosir, dan eceran tidak signifikan, berarti bahwa harga produsen tidak dipengaruhi oleh hubungan jangka panjang antara produsen dengan grosir kemudian antara produsen dengan eceran. Masing-masing pasar podusen, grosir dan eceran di Kabupaten Probolinggo tidak terintegrasi dikarenakan adanya pihak tertentu sebagai penentu harga ditingkat grosir. Produsen tidak dapat menentukan harga dikarenakan ketergantungan yang lebih terhadap pedagang grosir. Produsen bawang merah di Kabupaten Probolinggo kebanyakan modal dan benih sebagian besar di pasok oleh pedagang grosir. Akses perbangkan untuk penambahan modal kurang diminati oleh sebagian besar produsen bawang merah. Pedagang grosir sebagai penentu harga sudah mempunyai patokan harga sehingga harga setiap saat dapat berubah. Pedagang grosir menjual bawang merah tidak dipasar lokal tapi menjual ke pasar luar daerah dan ekspor. Pedagang eceran tidak memperoleh barang dari pedagang grosir tetapi dari pedagang tengkulak lokal

    Kearifan Lokal Budaya “Ngarot†dalam Usahatani Padi (Oryza Sativa) Gede Wangi (Study Kasus Di Desa Karedok Kecamatan Jatiede Kabupaten Sumedang)

    Full text link
    Rice is a food source of energy as well as a staple food for most people, although now many people are starting to replace carbohydrates from rice with other staple foods such as potatoes, corn, sago and wheat. The aim of this research is to determine the form of local cultural wisdom "NGAROT" in the Gede Wangi rice farming business and to determine the income of farmers in the Gede Wangi rice farming business. The analytical method used in this research uses a descriptive method with a qualitative descriptive approach. The research results show that the income received by rice farmers is rice that has been milled by the respondent farmers themselves. Ngarot culture is one of the Indonesian traditional cultures, specifically in Sumedang Regency, which is still maintained and is closely related to the Sumedang Palace or the Sumedang Larang Kingdom. Ngarot culture is a community belief that they must bury buffalo heads after harvesting. Burials are carried out in the hope of bringing good things to the area and future harvests. In the midst of the rapid development of the times, local culture Ngarot was able to produce 28,800 kg of rice from 10 respondent farmers with an average cultivated land area of 5,894 m², with a selling price of rice of IDR 5,500.-/ Kg. The revenue (TR/Total Revenue) received from rice farming was IDR 158,400,000. So it can be concluded that the Gede Wangi rice farming activities provide benefits for farmers, so this rice farming is worth developing

    Review: Metabolit Sekunder pada Kelapa Sawit

    Full text link
    Oil palm is known as a plantation crop that produces vegetable oil which is widely used in human life. Palm oil is produced from fresh fruit bunches (FFB) which originate from female flowers. Another part of the oil palm plant that has not been widely utilized is the oil palm leaves. When these leaves have been pruned, they will become abundant garden waste. Apart from that, there are empty palm oil bunches (tankos) which are classified as factory waste. Further research is needed regarding the compound content, especially the secondary metabolite content of midrib and tankos so that their utilization is optimal. The aim of this review is to determine the content of secondary metabolite compounds in oil palm plants and the potential for wider use. The method used is collecting library data, reading, analyzing and writing it down. The data and references used are scientific articles in national and international journals, textbooks, literature reviews and other sources. Based on the review, information was obtained that oil palm leaves contain several secondary metabolite compounds, especially saponins and phenols, while tankos contains phenol compounds. The amount of secondary metabolite compound content is not yet known for certain and this could be an opportunity to conduct research to determine the content of secondary metabolite compounds, especially for oil palm plants

    PENGOLAHAN SAWI HIJAU MENJADI MIE HIJAU YANG MEMILIKI NILAI EKONOMIS TINGGI DI DESA TANJUNGSARI KECAMATAN TANJUNGSARI KABUPATEN SUMEDANG

    No full text
    Sawi hijau merupakan salah satu jenis sayur-mayur yang memiliki masa simpan yang tergolong singkat. Sawi hijau akan cepat menguning dan membusuk dalam waktu dua sampai empat hari jika tidak dilakukan pengolahan dan pengawetan lebih lanjut. Untuk memberikan nilai tambah dan mengurangi waktu pembusukan, sawi dapat diolah lebih awal sebelum membusuk. Tujuan kegiatan ini untuk memberikan penyuluhan pengolahan sawi hijau menjadi mie hijau yang bercita rasa tinggi dan awet , sehingga dapat menambah kesejahteraan para petani sayur, khususnya sawi hijau di desa Tanjungsari, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Sumedang. Kegiatan ini juga memberikan pemahaman kepada petani, bahwa produk pertanian yang segar dan penuh dengan kandungan mineral bagi tubuh manusia. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan pengabdian masyarakat dengan observasi langsung dan pengadaan sosialisasi yaitu langsung datang ke lokasi kegiatan untuk memperoleh data awal sebagai bahan pertimbangan dalam pelaksanaan kegiatan Observasi berguna untuk mengetahui kondisi masyarakat dan pengolahan sawi hijau pasca panen. Hasil yang dicapai para peserta telah memahami bahwa sawi hijau memiliki kandungan gizi yang banyak manfaat bagi kesehatan tubuh dan memahami bahwa sawi hijau dapat diolah menjadi bahan makanan seperti mie sawi atau mie hijau yang mempunyai masa simpan lebih lama dan memiliki nilai ekonomis lebih tinggi

    KEANEKARAGAMAN AMFIBI DAN REPTIL DI KAWASAN WISATA SITU BAGENDIT DAN SEKITARNYA, KABUPATEN GARUT PROVINSI JAWA BARAT

    No full text
    Amphibians and reptiles are two groups of wildlife that are ecologically close and related to aquatic ecosystems.  Setu Bagendit is a freshwater ecosystem with a variety of other habitats around it.  The research aims to analyze diversity of amphibians and reptiles in Setu Bagendit Tourism Area and its surroundings. The research was carried out in June 2023 using a combination of a 100 meter transect method and time search of 30 minutes.  Data analysis was carried out qualitatively and quantitatively by diversity index (H'), evenness index (E) and similarity index (SI). There were a total of 18 species of amphibians and reptiles from two orders and 11 families. All species are cosmopolitan, that widely distributed with high adaptability to live in disturbed habitats and close to human living environments. The values of H' obtained ranged from 0.56-2.37, while E values obtained ranged from 0.78-0.87.  The SI ranges from 0.00-0.64

    PENATAAN RENCANA ZONA KAWASAN WISATA PANTAI GUNUNG GEDER KECAMATAN CIKELET KABUPATEN GARUT SELATAN

    Full text link
    Dalam penelitian tugas akhir dengan judul Penataan Rencana Zona Kawasan Wisata Pantai Gunung Geder, Kecamatan Cikelet, Kabupaten Garut wilayah studi merupakan salah satu potensi pariwisata yang berada di Kecamatan Cikelet khususnya di Desa Cijambe. Kecamatan Cikelet merupakan salah satu kecamatan yang terdapat di bagian selatan Kabupaten Garut yang memiliki potensi daratan dan perairan dengan arahan RTRW Kabupaten Garut tahun 2011-2031 sebagai Kawasan Strategi Nasional , Kawasan strategi pariwisata kabupaten , Kawasan hutan mangroove yang berada didaerah pasang surut, dan Budidaya air laut, perikanan tangkap di perairan laut. Analisis utama yang dilakukan dalam penelitian ini adalah analisis daya dukung lahan serta analisis SWOT, analisis tersebut merupakan upaya yang dilakukan untuk mengetahui potensi suatu lahan dan antusias masyarakat terhadap Strategi Pengembangan kawasan wisata pantai. Dari analisis ini akan didapatkan penilaian terhadap potensi lahan yang nantinya akan menjadi acuan untuk menentukan pengelolaan dan pemanfaatan lahan yang benar. Strategi Pengembangan kawasan wisata pantai yang baik dapat meningkatkan daya tarik wisata, meningkatkan pendapatan masyarakat setempat, serta memperkuat identitas dan keunikan kawasan wisata tersebut. Strategi Pengembangan Kawasan Wisata Gunung Geder Kecamatan Cikelet Kabupaten Garut dapat menerapkan kosep wisata yang berbasis ekologi dan alam , yang dimana konsep tersebut sudah sesuai dengan kondisi eksisting objek wisata yang masih terjaga keindahan alamnya

    Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Permintaan Bawang Putih (Allium Sativum) di Pasar Kota Bandung

    Full text link
    Bawang putih ialah salah satu komoditas yang mempunyai pasar yang luas, peningkatan jumlah permintaan akan bawang putih harus diimbangi dengan jumlah produksi bawang putih di Bandung. Penelitian bertujuan untuk menganalisis dan mencari tau terkait faktor yang mempengaruhi permintaan bawang putih di Bandung. Metode yang digunakan adalah kuantitatif, menggunakan metode purposive sampling dan memakai metode pengumpulan data kuisioner. Total responden penelitian sebanyak 100 yang terdiri dari 95 persen perempuan dan 5 persen laki-laki. Hasil dari penelitian ini menunjukkan Harga Bawang Putih, Pendapatan Konsumen dan Total Anggota keluarga terbukti berpengaruh signifikan terhadap Permintaan Bawang Putih di Pasar Kota Bandung, sedangkan Pendidikan dan Selera terbukti tidak berpengaruh terhadap Permintaan Bawang Putih di Pasar Kota Bandung. Implikasi penelitian ini diharapkan mampu memberikan wawasan untuk mengkonsumsi bawang putih sesuai dengan kebutuhan sehingga tidak terjadi kelangkaan bawang putih dipasaran. Kata Kunci: Bawang Putih; Permintaan; Harga; Pendapatan; Jumlah Keluarga; Pendidikan; Seler

    492

    full texts

    555

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Universitas Winaya Mukti
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇