Jurnal Universitas Winaya Mukti
Not a member yet
555 research outputs found
Sort by
Analisis Penentuan Jenis Pondasi Pada Tanah Lunak dengan Menggunakan Metoda Meyerhof Dan Brom (Ref.Tomlinson, Page 229-232) (Studi Kasus: Perencanaan Pembangunan Sisi Udara Taxi Way, Exit Taxi Way, Dan Apron, Bandar Udara Aji Pangeran Tumenggung Pranoto Samarinda, Kalimantan Timur)
Bila suatu konstruksi yang berada di atas tanah lunak akan menemui masalah terutama berkaitan dengan besarnya penurunan yang akan terjadi setelah sebuah konstruksi didirikan diatasnya. Hal ini disebabkan karena tingginya kadar air dalam tanah yang dapat menyebabkan hilangnya lekatan antar butiran tanah. Tujuan dari analisis ini adalah untuk mengetahui analisisi rencana pondasi pada tanah lunak. Adapun Hasil Analisa karena tanahnya “bermasalah†yaitu termasuk tanah lunak. Penanganan berdasarkan data uji tanah dengan untuk menentukan penggunaan jenis pondasi yang akan digunakan. Untuk rekomendasi pondasi dalam, berdasarkan data hasil analisa tanah baik data lapangan maupun data uji lab kondisi di lokasi studi kasus sisi bandara (Taxi way, Exit Taxi way, dan Apron), Bandar Udara adalah tanah lunak dengan daya dukung dan hambatan lekat / friction yang sangat kecil, maka untuk desain pondasi dalam direncanakan dengan “pondasi tiang pancang†tipe “End Bearingâ€
Pengaruh Dosis Pupuk Organik Urin Kelinci Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Pakcoy (Brassica Rapa L.) Varietas Nauli F1
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mempelajari pengaruh pemberian dosis pupuk organik cair urin kelinci terhadap pertumbuhan dan hasil serta mengetahui dosis terbaik terhadap tanaman pakcoy varietas nauli F1. Percobaan dilaksanakan di kebun percobaan Balai Penelitian Tanaman Sayuran (Balitsa), Kabupaten Bandung Barat. Percobaan dilaksanakan pada bulan Oktober sampai dengan November, menggunakan rancangan eksperimen RAK sederhana dengan 6 perlakuan (dosis urin) yaitu: 0, 10, 20, 30, 40, dan 50 ml/tanaman dan diulangi sebanyak 4 kali. Hasil penelitian menunjukkan adanya dosis urin yang berpengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil. Dosis terbaik pada pertumbuhan (tinggi tanaman umur 21 HST dan 28 HST, jumlah daun umur 28 HST, luas daun 14 HST, serta pada bobot per tanaman dan bobo per petak umur 28 HST). Dosis terbaik ditunjukan oleh perlakuan E dan F dengan dosis sebanyak 40 ml tanaman-1 dan 50 ml tanaman-1. Dosis terbaik ditunjukan pada perlakuan 40 dan 50 ml/tanaman
Pengaruh Konsentrasi Zat Pengatur Tumbuh Alami Asal Bekicot terhadap Pertumbuhan dan Hasil Kedelai Hitam (Glycine max (L) Merril) Varietas Mallika
Percobaan ini dilaksanakan di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Winaya Mukti Tanjungsari -Sumedang, dengan menggunakan metode eksperimen.  Ketinggian tempat percobaan 850 m di atas permukaan laut, waktu pelaksanaan percobaan mulai dari bulan Mei sampai dengan bulan Agustus 2021. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan konsentrasi pemberian zat pengatur tumbuh alami asal bekicot yang terbaik untuk digunakan pada tanaman kedelai hitam (Glycine max (L) Merril) varietas mallika. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) non-faktorial terdiri dari 6 taraf perlakuan dan diulang sebanyak 4 kali meliputi: A = 0 ml L-1 larutan (kontrol), B = 10 ml L-1 larutan C = 20 ml L-1 larutan, D = 30 ml L-1 larutan, E = 40 ml L-1 larutan dan F = 50 ml L-1 larutan. Hasil percobaan ini menunjukan: 1. konsentrasi ZPT alami asal bekicot berpengaruh terhadap tinggi tanaman umur 5 MST, indeks luas daun, volume akar, jumlah polong per tanaman, bobot biji per tanaman, hasil biji per petak dan bobot 100 butir biji. 2. konsentrasi ZPT alami asal bekicot 30 ml L-1 larutan dapat memberikan pengaruh terbaik terhadap tinggi tanaman umur 5 MST, jumlah polong per tanaman, bobot biji per tanaman, hasil biji per petak dan bobot 100 butir biji tanaman kedelai hitam
Analisis Usaha dan Faktor-Faktor Produksi Yang Mempengaruhi Usahatani Wortel (Daucus carota L) di Kabupaten Sukabumi (Suatu Kasus di Kelompok Tani Kecamatan Sukabumi Kabupaten Sukabumi)
The aims and objectives of this research activity are to analyze the level of income and feasibility of carrot farming (Daucus carota L) and to find out what production factors have an influence on carrot farming in the tani group Kecamatan Sukabumi Regency Sukabumi The population to be studied is carrot farmers, a sample of 84. The Cobbs-Douglas production function is used to analyze the above The analysis showed independent variables: the amount of land area and the amount of fertilizer showed a significant effect on carrot farming, while the amount of medicine, the number of workers and the number of seeds showed no effect on farming of carrot. The financial gain from carrot farming per farmer is 25.151.236,31 IDR. per farmer or 41.087.200.51 IDR per hectare. The result of the analysis for the R/C Ratio is 2,76, indicating the R/C Ratio is > 1, which means farming carrots in areas research can be cultivate
Analisis Ketahanan Pangan Berdasarkan Proporsi Pengeluaran Dan Konsumsi Energi (Suatu Kasus Pada Rumah Tangga Petani Buruh Di Desa Gunungmanik Kecamatan Tanjungsari Kabupaten Sumedang)
The purpose of this study is to find out the total income and expenditure of farmers' households, to know the proportion of food expenditure to the total expenditure of farmers' households, to know the energy and protein consumption of farmers' households, and to find out the condition of food security of farmers' households in Gunungmanik Village based on indicators of the proportion of food expenditure and energy consumption levels. This research uses descriptive analytical methods. Technical research used is research survey. Based on the results of the study obtained information that the average household income of farmers in Gunungmanik Village is Rp 3,159,598.04 obtained from agricultural business income of Rp 2,009,589.00 (63.61%) and from outside the farm business income of Rp 1,150,000.00 (36.39%). The average expenditure on food is Rp 1.364.284,28 per month and non-food expenditure is Rp 919.413,42 per month. The average proportion of food expenditure to total expenditure is 59,74%. The average energy consumption of farmers' households in Gunungmanik Village is 1,159.68 kkaal/ person/day, while the average energy consumption rate is 54.81%. The food security conditions of farmers' households in Gunungmanik Village based on their levels are food resistant by 1,37%, food vulnerable by 2,73%, lack of food by 24,65% and food insecurity by 71,23%
Analisis Zona Proksemik Pada Kedai Kopi di Pangalengan
Penelitian ini mengkaji tentang ruang personal (proksemik) kedai kopi di Pangalengan. Alasan pemilihan topik berkaitan dengan maraknya budaya minum kopi dan ‘nongkrong’ di café di kota besar dan merambah pula ke Pangalengan. Tujuan penelitian adalah untuk mendapatkan gambaran ide desain kedai kopi yang membuat konsumen betah dan akrab satu sama lain. Metoda penelitian deskriptif-kualitatif untuk mengungkapkan kejadian atau fakta, keadaan, fenomena pada 5 kedai kopi di Pangalengan melalui teori proksemik. Hasil penelitian mendapatkan ada 2 perilaku utama minum kopi, yaitu untuk prestise ngopi di kedai dengan tata interior yang didesain khusus atau ngopi untuk keakraban dengan bangku seadanya
Pengembangan Lokasi Agroindustri Buah-Buahan Di Kabupaten Indramayu Jawa Barat
The aim this research is to plan the location development of fruit agroindustry in Indramayu Regency. The Identification of the fruit agroindustry location is based on the cost efficiency of fruit supplies transportation as raw materials, which are produced by 31 sub-districts. In this development plan, Indramayu district is divided into four regions based on the closesness of the location and the production of mango, banana, papaya, guava, watermelon, and sapodilla. The determination of the agro-industry location is based on the center of gravity method. Research data on fruit production is taken from the Central Bureau of Statistics of Indramayu Regency. The location data of each district was obtained from google maps. The results of data analysis show that the mango agroindustry location development is located at Terusan-Sindang village in Region I, Arjasari-Patrol village in Region II, Tanjung Kerta-Kroya village in Region III and Tambi Lor-Sliyeg village in Region IV. The development of banana argoindustry location is located in Bojangsari-Indramayu village in Region I, Bongas-Bongas village in Region II, Gantar-Gantar village in Region III and Cangkingan-Kedokanbunder village in Region IV. The Development of Papaya agroindustry location is found in Karanganyar-Indramayu village in Region I, Kertamulya-Bongas village in Region II, Kroya-Kroya village in Region III and Pilangsari-Jatibarang village in Region IV. The guava agroindustry location development is found in Karangmalang- Indramayu village in Region I, Cipaat-Bongas village in Region II, Mekarjati-Haurgeulis village in Region III and Bulak-Jatibarang village in Region IV. The development of watermelon agrioindustry location is situated in Karanganyar-Indramayu village in Region I, Jatimunggul-Terisi village in Region III and Jayalaksana- Kedokanbunder village in Region IV. The development of sapodilla agroindustry location is in Karangmalang- Indramayu village in Region I, Lempuyang-Anjatan village in Region II, Sumbon-Kroya village in Region III and Tambi Lor-Sliyeg village in Region IV
Analisis Kepuasan Petani Terhadap Kinerja Penyuluh Pertanian Di Masa Pandemi Covid-19 (Studi Kasus di Desa Genteng Kecamatan Sukasari Kabupaten Sumedang)
This This study aims to determine the performance of the instructor (tangibel) and (emphathy) in service to farmers during the pandemic Covid-19 and to determine the level of farmer satisfaction with the performance of the extension during the pandemic worker Covid-19 in Genteng Village, Sukasari District, Sumedang Regency. This research uses a case study method through a quantitative descriptive approach. The results of the IPA analysis show that the performance that is considered by farmers to have the highest interest is the ability of extension workers to use the local language, providing information about 3M policies (using masks, keeping distance, and washing hands), providing assistance to farmer groups, and easy to find or contact. Meanwhile, the performance that is considered by farmers to have the highest level of satisfaction is carrying out assistance to farmer groups, carrying out plotting demonstrations or demonstrations, and the ability of extension workers to use the local language. The results of the CSI analysis on the performance of the instructor were 74.44 percent. This value is in the range between 50 to 75 percent. This figure shows that farmers are satisfied with the performance or role performed by the agricultural extension workers.Â
Pertumbuhan Tanaman Ginseng Jawa (Talinum paniculatum Gaertn) yang Dipengaruhi Volume Penyiraman
Javanese ginseng (Talinum paniculatum Gaertn) is one of the medicinal plants which its roots (tubers) and leaves can be used as a medicine. The productivity of javanese ginseng is influenced by the availability of water. The purpose of this study was to determine the growth of javanese ginseng under the differences of watering volume. Watering volume treatment consisted of 7 treatments with 4 replications using a Randomized Block Design (RBD). Watering volume treatment consisted of 80% of field capacity (control), 50% of field capacity, 60% of field capacity, 70% of field capacity, 90 of field capacity, 100% of field capacity and 110% of field capacity. Watering volume treatment on javanese ginseng gave significantly different effect on plant height, number of leaves, root length, wet weight, and chlorophyll content, while the insignificant difference was shown in the number of stomata and relative moisture content. The best growth for plant height, number of leaves, root length, wet weight and chlorophyll content of javanese ginseng was shown in the treatment of watering volume of 50% of field capacity
PENGENALAN COVID-19 DAN CUCI TANGAN SEJAK DINI DI KELOMPOK BELAJAR RIYADHUL ULUM KAMASAN BANJARAN
Pembelajaran tatap muka (PTM) mulai dilaksanakan di sekolah-sekolah di Jawa Barat di masa pandemi Covid-19. Siswa sekolah perlu dipersiapkan untuk menghadapi pembelajaran yang berbeda dengan sebelumnya. Tujuan pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh dosen di Program Studi S1 Kesehatan Masyarakat STIKes Immanuel Bandung bertujuan untuk memperkenalkan Covid-19 pada anak usia dini, yaitu di TK Riyadhul Ulum Kamasan Banjaran. Metode yang digunakan adalah ceramah dan tanya jawab tentang Covid-19 dan pemutaran video praktik cuci tangan yang baik dan benar, serta praktik melakukan cuci tangan. Siswa yang terlibat dalam kegiatan pengabdian masyarakat sebanyak 20 orang, terdiri dari 12 orang laki-laki dan 8 perempuan. Hasil pengabdian masyarakat menunjukkan bahwa siswa menjadi mengerti tentang Covid-19 dan dari hasil praktik melakukan cuci tangan, seluruh siswa mempraktikkan dengan benar langkah-langkah cuci tangan yang benar. Evaluasi dilakukan dengan tanya jawab tentang materi Covid-19 pada siswa. Keaktifan siswa dalam tanya jawab menunjukkan antusiasme siswa dalam mengikuti kegiatan penyuluhan di kelas. Pengenalan Covid-19 yang dilaksanakan pada siswa menggunakan media power point dan video interaktif. Pendidikan kesehatan pengenalan Covid-19 pada siswa terlaksana dengan baik, dan meningkatkan kemampuan siswa dalam melakukan cuci tangan dengan benar, yang sebelumnya mencuci tangan tidak selalu menggunakan sabun. Saran untuk pelaksanaan pengabdian masyarakat, berikutnya yaitu dilakukan diskusi dan tanya jawab kepada guru TK, agar mengetahui perkembangan pandemi Covid-19