Jurnal Universitas Winaya Mukti
Not a member yet
    555 research outputs found

    Pengaruh Aplikasi Edible Coating Gel Lidah Buaya dan Kitosan terhadap Mutu Buah Stroberi pada Penyimpanan Suhu Ruang dan Suhu Rendah

    Full text link
    Strawberries are nonclimateric fruits harvested in the final stages of ripening, so they are highly damaged due to cellular fragility, high respiration rate, and susceptibility to fungal growth. This study aims to test the effectiveness of edible coating of aloe vera gel and chitosan to maintain the quality and shelf life of strawberries. The study was carried out by experimental method with split plot by group random design. Storage temperature treatment as the main plot consists of two treatment levels, namely 25±2o C and 4±1o C, while the concentration of edible coating combination as a plot consists of five treatment levels, namely control without edible coating, aloe vera gel 40%, chitosan 2%, aloe vera gel 40% + chitosan 2%, and aloe vera gel 20% + chitosan 1%. Quality attributes including weight loss, fruit hardness, total dissolved solids, decay index, and shelf life are observed until total deterioration occurs. The results showed that at a storage temperature of 25±2° C, chitosan 2% treatment was  more able to maintain the quality attributes of strawberries compared to other treatments. Meanwhile, at a storage temperature of 4±1°C, edible coating treatment of 40% aloe vera gel and 40% aloe vera gel + 2% chitosan which more effectively maintains the quality attributes of strawberries. However, for shelf life parameters, only the temperature factor of the storage room affects the length of shelf life of strawberries. The longest shelf life is achieved at low temperature storage (4±1°C) with edible coating treatment of 40% aloe vera gel + 2% chitosan (13.33 days). However, according to the LSD test at a real level of 5%, this value was not significantly different from other edible coating treatments stored at low temperatures, including the lowest shelf life that occurred in controls without edible coatings (10.67 days)

    NAVAL JETTY STRUCTURE ANALYSIS (Case Study of The Jetty in Betano, Manufahi, Timor Leste)

    Full text link
    Rencana Pengembangan Infrastruktur Dermaga dan Fasilitas Angkatan Laut di Kotamadya Betano Manufahi oleh Kementerian Pertahanan dan Komite F-FDTL telah mengembangkan Otoritas Maritim dan Rencana Operasi Angkatan Laut untuk kebijakan strategis pertahanan masa depan di Laut Selatan. Rencana tersebut mengharuskan dibangunnya Fasilitas Angkatan Laut di Betano, Kotamadya Manufahi. Proyek ini bertujuan untuk menyediakan Fasilitas Pendukung Angkatan Laut untuk mengakomodasi operasi Angkatan Laut di Laut Selatan dalam hal dukungan logistik dan operasi keamanan angkatan laut. Survei batimteri dilakukan dengan jarak interval 25 m. Berdasarkan hasil batimetri wilayah survei perairan Betano, elevasi perairan tersebut berkisar antara 0 m sampai (-) 48 m LWS. Kondisi kedalaman cukup curam hingga kedalaman -20 m LWS dan lebih curam pada kedalaman perairan terbuka hingga kedalaman -48 m LWS di daerah survei. Rencana pembangunan jetty hingga kedalaman -5 meter LWS dengan jarak ± 100 m terbilang cukup dekat namun perlu memperhatikan kondisi ombak dan gelombang di perairan. Kapal terbesar yang berlabuh di dermaga Betano adalah OPV Class dengan panjang 75 m. Elevasi dermaga ideal berdasarkan kondisi gelombang adalah +6.52 mlws. Berdasarkan hasil perhitungan struktur jetty diperlukan dimensi struktur menggunakan tiang pancang baja dengan dimensi 508 mm tebal 12 mm dengan rasio kapasitas tiang sebesar 0,49 dan dimensi trestle 457,2 mm tebal 12 mm dengan rasio kapasitas tiang 0,545 dan dimensi trestle 508 mm tebal 12 mm dengan rasio 0,414

    INVENTARISASI PENGUASAAN, PENGGUNAAN, DAN PEMANFAATAN TANAH DALAM KAWASAN HUTAN (STUDI KASUS: KECAMATAN SUKAJAYA, KABUPATEN BOGOR)

    Full text link
    Inventarisasi penguasaan, penggunaan, dan pemanfaatan tanah dalam kawasan hutan menjadi langkah penting dalam mengelola dan melestarikan sumber daya alam yang ada. Inventarisasi ini bertujuan untuk mengumpulkan data dan informasi yang akurat dan komprehensif mengenai status kepemilikan tanah, pola penggunaan lahan, serta jenis dan tingkat pemanfaatan yang ada dalam kawasan hutan. Selain itu, partisipasi masyarakat lokal dalam pengelolaan hutan juga sangat penting, mereka memiliki pengetahuan tradisional tentang hutan dan sumber daya alamnya yang dapat digunakan untuk mendukung upaya konservasi. Penelitian ini menunjukkan bahwa penguasaan tanah di kawasan hutan sangat beragam, termasuk hak-hak tradisional masyarakat adat , permukiman, lahan garapan, sarana prasana dan sarana keagamaan. Pemanfaatan tanah mencakup kegiatan pertanian, dan perkebunan. Inventarisasi ini memberikan informasi penting bagi perencanaan pengelolaan kawasan hutan secara berkelanjutan. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan yang berimbang untuk menjaga keberlanjutan sumber daya alam dan kesejahteraan masyarakat. Hasil inventarisasi lahan menunjukkan bahwa ada 1.295 lahan yang dapat diinventarisasi sesuai dengan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2021. Peraturan ini berkaitan dengan penyelesaian penguasaan tanah dalam Kawasan Hutan Negara. Dari 1.295 lahan yang diinventarisasi, terdapat berbagai jenis penggunaan lahan. Ini mencakup 103 lahan garap, 27 sarana/prasarana, 1.148 permukiman, dan 17 lahan sosial keagamaan. Total luas lahan di dalam kawasan hutan Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor adalah 171,02 Ha

    Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Permintaan Cabai Rawit Merah (Capsicum Frutescens)

    Full text link
    Cayenne pepper is one of the superior national horticultural products. The demand for cayenne pepper in Indonesia continues to increase every year along with the increasing population and the food industry which requires raw materials from this commodity. The research method used in this research is quantitative and qualitative methods with interview and observation techniques. Quantitative methods can be interpreted as research methods that are based on the philosophy of positivism, used to research certain populations or samples, collecting data using research instruments, quantitative analysis, with the aim of describing and testing predetermined hypotheses. Of the six factors that are predicted to be predictor variables or independent variables that are predicted to influence the demand for red bird's eye chilies (Y) in the Bandung City market, only one has a significant influence, namely the price of large red chilies (X2). Meanwhile, five other factors, namely Price of Red Cayenne Pepper (X1), Price of Red Onions (X3), Consumer Income (X4), Number of Family Members (X5) and Consumer Taste (X6) were declared to have no significant effect on Demand for Red Cayenne Pepper (Y). at Bandung City Market. The influence exerted by the price of large red chilies (X2) on the demand for red cayenne peppers (Y) in the Bandung City market is 5.97%, while other variables only make a very small contribution, namely less than 1%. Meanwhile, simultaneously, the influence exerted by the six independent variables is 6.27%, where a simultaneous influence of that magnitude is stated to be still not significant in influencing the demand for red bird's eye chilies in the Bandung City Market. Keywords: Factors, Demand, Cayenne Peppe

    Pengaruh Konsentrasi Beauveria Bassiana Terhadap Intensitas Serangan Serangga Hama Ulat Daun (Plutella xylostella L.), Pertumbuhan Dan Hasil Beberapa Varietas Pakcoy (Brassica rapa L.)

    Full text link
    This research aims to determine the interaction between administering concentrations of B. bassiana and several varieties on attacks by leaf caterpillar insect pests in increasing plant growth, plant fresh weight and quality of pakcoy plants. The experiment was carried out on experimental land in Cibedug Village, Cikole Village, Lembang District, West Bandung Regency with an altitude of 1100 m above sea level (asl) with Andisol soil order and was carried out from August 2023 to September 2023. The experimental design used was an environmental design experiment using a Split Plot Design consisting of 12 treatment combinations repeated 3 times. consists of two treatment factors, namely B. bassiana concentration (K) with the following levels: k0 : 0 g L-1 Solution (control), k1 : 2 g L-1 Solution, k2 : 4 g L-1 Solution and k3 : 6 g L-1 Solution and the second factor are several Pakcoy varieties (V) with the following levels: v1: Nauli F1 variety, v2: Flaminggo variety, v3: Masbro variety, which is repeated three times. The results of the research showed that there was no interaction between the concentration of B. bassiana and several pak choy varieties on all observed parameters. Giving a B.bassiana concentration of 4 g L-1 Solution had the most efficient effect on the intensity of attacks, weight and length of the 3rd instar larvae of P.xylostella. The Nauli F1 variety gave the best results in terms of plant height and number of leaves and the Flaminggo variety gave the best results in terms of fresh weight per plant and fresh weight per plot

    Pengaruh Perbedaan Waktu Aplikasi Defoliasi terhadap Pertumbuhan dan Hasil Jagung Manis (Zea mays subsp. mays L.)

    Full text link
    Upaya untuk meningkatkan produktivitas jagung salah satunya adalah memodifikasi pertumbuhan tanaman melalui defoliasi yang merupakan pemangkasan daun pada tanaman jagung terutama daun-daun yang tidak produktif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui respon pertumbuhan dan hasil  tanaman jagung (Zea mays subsp. mays L.) terhadap defoliasi daun pada umur tertentu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dan terdiri dari satu faktor dengan lima taraf dimana kontrol (tanpa perlakuan defoliasi); defoliasi daun pada 30 HST; defoliasi daun pada 40 HST; defoliasi daun pada 50 HST; defoliasi daun pada 60 HST. Faktor tersebut diulang sebanyak tiga kali sehingga akan menghasilkan 15 satuan percobaan. Hasil penelitian diperoleh bahwa umur terbaik untuk melaksanakan defoliasi pada tanaman jagung yaitu pada 30 hari setelah tanam (HST) saat tanaman baru memasuki fase vegetatif. Perlakuan defoliasi berpengaruh nyata pada variabel tinggi tanaman dari 42-80 HST dan komponen hasil jagung seperti bobot tongkol tanpa kelobot, bobot 100 butir biji kering, hasil aktual petak jagung, dan hasil potensial lahan jagung. Namun, perlakuan defoliasi tidak berpengaruh nyata pada variabel tinggi tanaman dari 14-35 HST, diameter batang, dan komponen hasil jumlah tongkol

    IMPLEMENTASI DIGITAL MARKETING PRODUK PENGOLAHAN SUSU DI PT SUSU KPBS PANGALENGAN KABUPATEN BANDUNG

    Full text link
    Perkembangan teknologi informasi yang berkembang pesat sangat berpengaruh pada masyarakat dalam mendukung berbagai kegiatan bisnis untuk mencapai target keuntungan. Digital marketing merupakan salah satu teknik gabungan teknologi dengan strategi penjualan yang dinilai mumpuni untuk mempromosikan suatu perusahaan dalam mencapai targetnya, salah satunya PT Susu KPBS Pangalengan yang mengimplementasikan digital marketing dalam mempertahankan dan mempromosikan produk perusahaan. Oleh karena itu tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk mengetahui bagaimana implementasi digital marketing yang ada pada PT SKP dalam pemasaran social media. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah metode demonstrasi dan praktek lansung pada perusahaan setempat dengan melakukan kegiatan wawancara pada empat karyawan setempat. Harapan dari hasil kegiatan ini dapat meningkatkan strategi pemasatan dari perusaah dengan meng implementasikan digital marketing di PT Susu KPBS Pangalengan dengan menggunakan platform social media baik itu dengan distribusi dan keterlibatan distributor keluarga. Kata Kunci : Digital Marketing, Media Sosial, Pendampinga

    SEBARAN DAN KELIMPAHAN KUKANG JAWA (Nyticebus javanicus) DI TAMAN WISATA ALAM GUNUNG TAMPOMAS

    Full text link
    The observation of distribution and abundance of Javan slow loris (Nycticebus javanivus) was carried out in Sumedang district area (West Java), which includes at TWA Gunung Tampomas. The objective of the research is to investigate the distribution and abundance of Javan slow loris at side and outside of protected forest in support the conservation management of slow loris. Observation location was between protected forest and agricultural area an altitude of 600 to 900 m above sea level. The result only on the three lines transect Javan Slow loris were found with total 11 individual. The population is less than the population outside the site research. Twenty-six individuals of Javan slow loris were found in community’s plantation which vegetation dominated by bamboo trees and agriculture plantation

    PENDUGAAN CADANGAN KARBON DI TAMAN HUTAN RAYA INTEN DEWATA

    Full text link
    The existence of Tahura Inten Dewata have other functions as a Green Open Space in the process of reducing pollutants and climate stabilization. Vegetation has the ability to store carbon stocks, but the potential of Tahura Inten Dewata in storing carbon has not been studied. Object of research is carbon stock estimated in Tahura Inten Dewata. The method of research by storing it in wood density and biomass of tree which has a total area of ± 35.81 Ha. The results of these calculations will obtain the value of biomass, and carbon stocks represent 47% of the value of biomass. he total carbon stock in Tahura Inten Dewata is around 15,995.89 kg or 15,995 tons.Â

    ANALISIS ZONA NILAI EKONOMI KAWASAN WISATA MENGGUNAKAN TRAVEL COST METHOD (TCM) DAN CONTINGENT VALUATION METHOD (CVM) BERBASIS SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS

    Full text link
    Kabupaten Bandung Barat memiliki banyak potensi dan daya tarik wisata yang bisa lebih dikembangkan. Kabupaten Bandung Barat memiliki beragam destinasi wisata dengan berbagai daya tarik, seperti Curug Pelangi dan Curug Maribaya. Curug Pelangi dan Curug Maribaya merupakan kawasan wisata di Kabupaten Bandung Barat yang memiliki daya tarik wisata alam. Curug Pelangi dan Curug Maribaya memberikan pengaruh terhadap ekonomi disekitarnya karena terdapat masyarakat yang mengambil manfaat dari adanya kawasan wisata tersebut.Berdasarkan hal tersebut untuk mengetahui perkembangan yang terjadi pada kawasan wisata diperlukan analisis zona nilai ekonomi kawasan dengan menggunakan metode Travel Cost Method (TCM) dan Contingent Valuation Method (CVM) untuk mengetahui nilai total ekonomi kawasan wisata. Data dikumpulkan melalui survey langsung. Sampel yang diambil adalah wisatawan yang memiliki penghasilan tetap. Dari tiga hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini, hanya dua hipotesis yang terjawab yaitu kegiatan promosi kawasan wisata berpengaruh signifikan terhadap pendapatan kawasan wisata dan meningkatan fasilitas yang ada didalamnya.Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Curug Pelangi memiliki nilai total ekonomi Rp 2.655.325.062,731 dan nilai tanah di kelas 3 dengan nilai 200.000-500.000 dan kelas 6 dengan nilai 2.000.000-5.000.000. Sementara Curug Maribaya memiliki nilai total ekonomi Rp 3.954.839.182,521 dan nilai tanahnya berada di kelas 3 dengan nilai 200.000- 500.000 dan kelas 6 dengan nilai 1.000.000-2.000.000, maka nilai tersebut menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara kedua data perhitungan nilai ekonomi kawasannya. Kata Kunci: valuasi ekonomi, TCM, SIG, CV

    492

    full texts

    555

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Universitas Winaya Mukti
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇