Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya: Open Journal Systems
Not a member yet
325 research outputs found
Sort by
Pelatihan Kader Kesehatan Remaja untuk Meningkatkan Capaian Indikator Sehat Siswa/I di Pondok Pesantren
Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) adalah usaha untuk membina dan mengembangkan kebiasaan dan perilaku hidup sehat pada peserta didik usia sekolah yang dilakukan secara menyeluruh (komprehensif) dan terpadu (integrative). Hasil pengkajian awal bekerjasama dengan tim UKS pondok pesantren Baiturahman-Ciparay, didapatkan data angka kesakitan yang dialami siswa secara umum baik SMP maupun SMA adalah 43% mengeluh batuk-pilek, 15% mual-muntah, 30% demam tinggi, lain-lain 12%, dari total jumlah siswa/i sebanyak 430 orang. Selain itu wawancara secara acak, beberapa siswa/i merasa tidak nyaman berada di asrama dan jauh dari orangtua. Pihak pondok pesantren telah berupaya untuk menekan angka kesakitan, salah satunya dengan membentuk kader kesehatan remaja (KKR) , terdiri dari peserta didik yang dipilih guru guna ikut melaksanakan sebagian usaha pelayanan kesehatan terhadap diri sendiri, teman peserta didik pada khususnya dan sekolah pada umumnya, belum ada pelatihan yang terstruktur berdasarkan kurikulum kesehatan remaja. tujuan dari pengabdian masyarakat yang dilakukan ialah memberikan pelatihan pada KKR agar mampu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan KKR untuk meningkatkan capaian indikator sehat yang telah ditetapkan oleh UKS. Kegiatan pelatihan meliputi pemberian materi, praktik serta demonstrasi keterampilan seperti P3K, penanganan kasus diare, identifikasi siswa/i yang sakit fisik dan psikososial, serta simulasi bencana alam. Pelatihan berlangsung selama 8 bulan dengan hasil menunjukkan adanya penurunan angka kesakitan siswa/i, presensi kelas meningkat, wawasan siswa/i tentang prilaku sehat meningkat. Kesimpulan : kegiatan pelatihan kader kesehatan remaja menjadi unsur yang penting dalam upaya mewujudkan prilaku hidup sehat siswa/i di asrama dan sekolah. Sarannya kegiatan sejenis dengan tema yang berbeda dapat dilanjutka
PPBK: Peningkatan Kemampuan Guru Paud Dalam Pengelolaan Pembelajaran Bagi Anak Usia Dini
Program Pelatihan Terintegrasi Berbasis Kompetensi (PPTBK) merupakan program pelatihan yang disesuaikan dengan kebutuhan guru yaitu yang mengacu pada tuntutan kompetensi guru baik kompetensi pedagogik, pribadi, sosial maupun professional. Program ini menjadi salah satu solusi yang ditawarkan terhadap permasalahan terkait pengelolaan pembelajaran yang dialami oleh guru PAUD di Desa Mulyasari Kecamatan Tamansari Kota Tasikmalaya. PPTBK ini merupakan salah satu bentuk pengabdian pada masyarakat dengan pemberian penyuluhan dan pendampingan bagi guru terkait dengan peningkatan kompetensi yang dimilikinya. Program PPTBK bertujuan bukan hanya meningkatkan pemahaman guru, namun juga agar guru memiliki keterampilan yang memadai untuk melaksanakan proses pembelajaran bagi anak usia dini. Pelaksanaan PPTBK ini berjalan dengan cukup baik dan mampu memberikan kontribusi terhadap peningkatan kompetensi guru PAUD, khususnya dalam aspek pengelolaan pembelajaran bagi anak usia dini misalnya dalam pembuatan rencana pelaksanaan pembelajaran, penyediaan media/APE bagi anak usia dini dan pelaksanaan evaluasi pembelajaran
Peningkatan Pemberian ASI dan MP-ASI Melalui Kader Parapam di Desa Karanganyar, Karanganyar Kebumen
Keberhasilan dalam menyusui dan pemberian MP-ASI dapat didukung oleh pengetahuan ibu yang baik serta peran serta kader kesehatan. Kader kesehatan dapat memberikan informasi serta mendampingi ibu dalam proses menyusui dan pemberian makan. Tujuan kegiatan ini adalah pembentukan kader PARAPAM (Para Pendamping ASI dan MP-ASI) untuk meningkatkan pemberian ASI Eksklusif dan MP-ASI pada bayi di Desa Karanganyar, Karanganyar, Kebumen. Metode yang digunakan adalah ceramah, diskusi, dan demostrasi. Materi yang diberikan meliputi pendidikan kesehatan, ASI Eksklusif dan MP-ASI. Jumlah kader yang dilatih 31 orang, Kader dilatih melakukan pendidikan kesehatan kepada masyarakat dan melakukan pendampingan saat menyusui dan pemberian MP-ASI. Media yang digunakan berupa power point, lembar balik, leaflet serta booklet Pemberian ASI dan MP-ASI. Hasil penilaian kegiatan ini menunjukan bahwa kader PARAPAM mampu memberikan edukasi kepada ibu hamil dan menyusui serta mampu membantu ibu dalam pemberian ASI Ekslusif dan MP-ASI. Hasil observasi penulis pada bulan ketiga menunjukan bahwa Ibu yang memiliki bayi usia 6 bulan dapat memberikan ASI ekslusif dan ibu yang memiliki bayi usia lebih dari 6 bulan dapat menyiapkan MP-ASI dengan baik
Pengaruh Peer Education Terhadap Pengetahuan, Sikap, dan Efikasi Diri Remaja Puteri Tentang Pubertas
Remaja yang tidak mempunyai pengetahuan cukup tentang pubertas akan menimbulkan rasa cemas, takut, malu, merasa lain, dan bingung. Peran teman sebaya cukup penting dalam mendiskusikan hal-hal yang berkaitan dengan kesehatan reproduksi. Pendidikan sebaya (peer education) merupakan bagian dari pendidikan kesehatan, strategi pendidikan yang diciptakan dan dilaksanakan oleh anggota kelompok tertentu untuk sesamanya. Tujuan penelitian ini adalah untuk pengaruh peer education terhadap pengetahuan, sikap dan efikasi diri remaja puteri tingkat SLTP tentang pubertas. Penelitian ini menggunakan desain Quasy Experiment dengan teknik pre and post test design without control. Kebaruan dari penelitian ini adalah dibentuknya terlebih dahulu kelompok peer education melalui pelatihan oleh peneliti, selanjutnya mereka memberikan edukasi kepada teman sebayanya mengenai pubertas. Populasi penelitian adalah semua remaja puteri di MTsN 1 Kota Bandung. Sampel adalah remaja puteri dengan kriteria inklusi yang sudah ditetapkan sebanyak 61 responden. Pengambilan sampel menggunakan multistage random sampling. Analisa data yang digunakan adalah uji wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh antara peer education terhadap pengetahuan,sikap dan efikasi diri remaja puteri tentang pubertas dengan p sebesar 0,000(p<0,5). Disarankan peer education dapat dibentuk di setiap sekolah dan pelayanan kesehatan reproduksi remaja yang sudah ada di pelayanan kesehatan dasar dapat bekerjasama dengan pihak sekolah dalam memberikan informasi kesehatan reproduksi remaja melalui peer education
STEGANOGRAFI MENGGUNAKAN METODE FRAKTAL
Dalam beberapa tahun terakhir, semakin banyak transmisi data multimedia di Internet sehingga penting untuk mencegah informasi rahasia agar tidak dicuri oleh penyadap. Steganografi dengan metode fraktal (fractal steganography) adalah teknik menyembunyikan informasi atau pesan dalam suatu citra sampul (cover image) yang berupa citra fraktal (fractal image), dalam penelitian ini digunakan citra fraktal matematis yaitu citra himpunan Julia dari fungsi komplek z2 – c, dengan memanfaatkan sifat-sifat fraktalnya yaitu antara lain sensitif terhadap nilai awal, kesamaan diri dan iteratif.
Pertama, dibahas bagaimana steganografi dengan menggunakan metode fraktal, yaitu memanfaatkan proses iterasi dalam pembuatan citra himpunan Julia dari fungsi komplek z2 – c dengan nilai c sebagai kunci dan juga nggunakan permainan warna (RGB), suatu pesan teks yang sudah dikonversi dalam kode biner dapat disembunyikan sehingga menghasilkan citra stego (stego image) yang secara visual sama dengan citra sampulnya dan diharapkan tahan terhadap serangan. Kemudian, dibuat program komputer yang mampu menyembunyikan dan mengambil pesan pada berbagai citra fraktal himpunan Julia sebagai citra sampulnya. Dari analisis hasil program komputer, perbandingan antara citra sampul dan citra stego berukuran 500x500 pixel, didapat bahwa rata-rata RMSE 0,0758 dan rata-rata PSNR 72,23db dari 7 set data uji, hal ini menunjukkan bahwa kedua citra sangat mirip. Waktu yang diperlukan untuk proses penyembunyian pesan tidak bergantung pada ukuran pesan, sekitar 2,9 detik, sedangkan waktu proses pengambilan pesan berbanding secara linear dengan ukuran pesannya
CAMPUR KODE BAHASA BATAK ANGKOLA KE DALAM BAHASA INDONESIA GURU DENGAN SISWA KELAS VI SD N SIAMPORIK TAPANULI SELATAN
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk campur kode bahasa Batak Angkola ke dalam Bahasa Indonesia serta factor-faktor yang menyebabkan terjadinya peristiwa campur kode guru dengan siswa kelas IV SD Negeri Siamporik, Kabupaten Tapanuli Selatan. Jenis penelitian ini adalah dekskriptif kualitatif dengan melakukan observasi dan interview dalam pengambilan data. Penelitian ini menghasilkan temuan yaitu terjadi campur kode tataran kata dan tataran frasa bahasa batak Angkola ke bahasa Indonesia, sedangkan penyebab peristiwa campur kode ini adalah: kedwibahasaaan dalam masyarakat, dan adanya unsur kebiasaan
KONTROL ROBOT BERBASIS ARDUINO MEGA 2560 DENGAN MENGGUNAKAN SINYAL EEG-SMT GERAK TANGAN
EEG-SMT adalah perangkat untuk mendeteksi sinyal biomedis dengan menggunakan sensor katoda dan anoda yang menggambarkan gelombang bio listrik seseorang. Parameter yang digunakan dalam penelitian ini adalah tangan sebagai kendali gerak maju dan mundur robot yang dikomunikasikan melalui komputer yang dihubungkan ke mikrokontroler arduino sebagai pengatur gerak motor. Sinyal output EEG-SMT ditampilkan dan direkam menggunakan software openvibe untuk keperluan identifikasi sinyal. Dengan bantuan program matlab yang dibangun untuk mengklasifikasi sinyal output EEG SMT dengan mengidentifikasi karakter sinyal dari variasi frekuensi dan amplitudo sinyal yang dihasilkan EEG SMT, pengolahan sinyal digital dan berfungsi dan sebagai GUI yang menghubungkan antara EEG-SMT dengan mikrokontroler arduino mega 2560 dengan mengirimkan inisialisasi karakter sebagai sinyal deklarasi dari EEG-SMT ke arduino mega 2560. Adapun respons gerak motor yang dihasilkan adalah maju, mundur dan berhenti
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN CREATIVE PROBLEM SOLVING (CPS) TERHADAP HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK PADA KONSEP JAMUR
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh model creative problem solving (CPS) terhadap hasil belajar peserta didik pada konsep Jamur di kelas X SMA Negeri 1 Manonjaya tahun ajaran 2018/2019. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2017 sampai dengan bulan September 2018 di SMA Negeri 1 Manonjaya. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah true exsperimental design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh kelas X IPA SMA Negeri 1 Manonjaya sabanyak tujuh kelas dengan jumlah peserta didik 215 orang. Sampel penelitian di kelas X IPA 4 sebanyak 31 orang peserta didik sebagai kelas eksperimen dan di kelas X IPA 1 sebanyak 31 orang peserta didik sebagai kelas kontrol di SMA Negeri 1 Manonjaya. Sampel diambil dengan teknik cluster random sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes hasil belajar peserta didik pada konsep Jamur. Tes ini berupa pilihan majemuk sebanyak 42 butir soal dengan lima option. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji t dengan taraf nyata α = 0,05. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh model pembelajaran Creative Problem Solving (CPS) terhadap hasil belajar peserta didik pada konsep jamur dikelas X SMA N 1 Manonjaya tahun ajaran 2018/2019
MENINGKATKAN KEMAMPUAN DALAM SETORAN HAFALAN AL-QUR’AN MELALUI METODE TALAQQI PADA SISWA KELAS VIB SEKOLAH DASAR ISLAM YAKMI TAHUN 2018
Keadaan hafalan pada siswa TPA SD Islam pada tahun ajaran sebelumnya tidak pernah teridentifikasi dengan baik dan tercatat pada lembar mutaba’ah, sehingga sulit untuk dicari kelemahan dan kekuatan yang dimiliki oleh siswa dalam hafalan Al-Qur’an.. Kegiatan pelaksanaan setoran hafalan dengan menggunakan metode talaqqi pada siswa khususnya kelas VI B, maka guru mencatat hasil setoran siswa pada lembar mutaba’ah yang telah diberikan oleh pihak sekolah. Kriteria pencatatan sederhana yang dibuat oleh sekolah, apabila dilakukan secara kontinyu maka akan terlihat hasilnya tanpa melakukan manipulasi data agar terlihat bagus. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan siswa kelas IIA dalam setoran hafalan Al-Qur’an, penggunaan metode talaqqi pada siswa di sekolah dasar Islam YAKMI, dan hasil dari setoran hafalan Al-Qur’an melalui metode talaqqi. Hasil yang didapat dari kegiatan setoran hafalan siswa kelas VIB dengan menggunakan metode talaqqi adalah setoran hafalan siswa yang telah dilakukan dari bulan Juli sampai bulan November 2018, rata-rata seluruh siswa pada kelas VIB sudah hafal 20 surat atau 55% dari jumlah surat pada juz ke-30 yakni 36 surat sudah dihafal oleh seluruh siswa kelas VIB. Dengan demikian sangat optimis untuk target hafal pada juz ke-30 sebanyak 36 surat dapat tercapai dan dapat dilakukan uji publik hafalan Al-Qur’an pada bulan April 2019
BAHAN AJAR BERBASIS MODEL QUANTUM TEACHING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS
This study aims to describe the effect of quantum teaching model-based teaching materials on critical thinking skills of elementary school students. This type of research is development research using a model developed by Borg and Gall. Teaching Material Development starts from the preliminary study phase, planning, product design, product design validation, product trial and final product. The research instruments used consisted of validation sheets, sheets, questionnaires for analyzing student needs, cognitive tests, and tests of critical thinking skills. The research subjects were students in Class V of SDN 1 Cengal, SDN 2 Cengal and SDN 3 Cengal, Japara District, Kuningan Regency. The results showed that there was an increase in students' critical thinking skills using quantum teaching model-based teaching materials compared to students using conventional learning. The difference in this increase can be seen in the results of the gain test of students' critical thinking abilities in the experimental class showing N-gain of 0.59. Then the N-gain in the experimental class is included in the criteria of being. While the results of the test gain students' critical thinking skills in the control class obtained N-gain of 0.20. Then the N-gain in the control class is included in the low criteri