Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya: Open Journal Systems
Not a member yet
    325 research outputs found

    UJI POTENSI PEMBUATAN BRIKET BIOARANG DARI LADEK SEBAGAI BAHAN BAKAR ALTERNATIF

    Get PDF
    Seiring dengan laju pertumbuhan ekonomi dan bertambahnya jumlah penduduk maka tingkat konsumsi energi akan bertambah serta akan meningkatkan masalah timbulnya sampah/limbah. Keadaan ini akan mengakibatkan menipisnya cadangan  sumber  energi  terutama  minyak  bumi  yang  merupakan  sumber  energi  tak  terbarukan  (non  renewable). Biomassa  merupakan  bahan  hayati  yang  biasanya dianggap  sebagai sampah  dan  sering dimusnahkan  dengan  cara dibakar. Sebenarnya, biomassa tersebut dapat diolah menjadi briket bioarang sebagai bahan bakar yang memiliki nilai kalor cukup tinggi dan dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Pada penelitian ini dilakukan pembuatan briket arang  yang terbuat dari limbah  padat ladek.  Parameter  yang dipelajari adalah perlakuan  bahan  baku  dan  tekanan pengempaan. Proses pembuatannya dimulai dengan karbonisasi limbah padat ladek dalam retort yang di masukkan di dalam metal kiln sampai menjadi arang. Kemudian hasil karbonisasi tersebut dicampur dengan perekat yang terbuat dari tepung kanji/pati yang sebelumnya dicampur air dan dipanaskan sehingga menyerupai pasta dengan perbandingan 10 kg arang: 10 kg air: 1 kg kanji/pati. Selanjutnya, di kempa dengan menggunakan alat pres bertekanan sampai menjadi briket. Selanjutnya briket diuji sifat fisik dan kimianya seperti : kadar air, kadar abu, kadar karbon terikat, kerapatan dan nilai kalor untuk mengetahui karakteristiknya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa briket bioarang ladek B1T4 (Berat bioarang ladek 30 gram, tekanan pada bahan sebesar 153.64 kg/cm2), lebih baik dari jenis briket lainnya. Briket tersebut memiliki sifat kadar air sebesar  4.14%, kadar abu  22.68%, kadar karbon terikat  40.40%, volatile matter 32.78%, kerapatan 0.600 g/cm3  dan nilai kalor 4585.24 kal/g

    PEMBELAJARAN TARI KREATIF MELALUI KAULINAN BUDAK LEMBUR DI SEKOLAH DASAR

    Get PDF
    Artikel ini memaparkan tentang pembelajaran tari kreatif melalui kaulinan budak lembur di Sekolah Dasar. Hal ini penting, karena kebanyakan pembelajaran tari di SD yang diterapkan dalam pembelajaran intra kurikuler, siswa dipaksakan untuk bisa menari, bukan menumbuhkan kreatifitas tari pada diri murid. Sedangkan sejak diberlakukan kurikulum 2013, mata pelajaran seni tari contoh di kelas IV SD, memuat Kompetensi Dasar (KD) 3.1 mengetahui gerak tari kreasi daerah dan (KD) 4.1 meragakan gerak tari kreasi daerah. Maka seyogyanya pembelajaran seni tari di SD kelas IV, guru perlu menguasai: Khasanah teknik seni tari untuk dipraktikkan; Teknik-teknik rangsangan untuk menimbulkan kepercayaan dan kemudian kemampuan mengekpresikan suatu ide seni; Teknik rangsangan untuk menghidupkan daya imajinasi dan kreativitas. Pemahaman kreativitas seni tari adalah merupakan kemampuan seorang guru tari atau siswa dalam menciptakan, memadukan atau mengkombinasikan gerak tari dengan aspek kehidupan di dunia ini. Salah satu materi yang bisa dijadikan sumber untuk pembuatan gerak tari kreatif dalam kehidupan antar sesama manusia, diantaranya adalah kaulinan budak lembur. Kaulinan budak lembur pada dasarnya merupakan permainan yang sangat dinamis, mengandung unsur-unsur keterampilan yang menjadi satu kesatuan antara irama, gerak, dan sikap yang baik. Beberapa langkah atau strategi yang dapat dilaksanakan untuk tari kreatif melalui kaulinan budak lembur yaitu dengan langkah perencanaan, langkah pelaksanaan, dan tindak lanjut. Tahapan pengembangan tahapan yang harus ditempuh peserta didik dalam menciptakan dasar gerak tari yaitu melalui tahapan pengenalan, tahapan eksplorasi, tahap pembentukan gerak dan menyusun gerak

    PROFIL KARAKTER GURU PEMBELAJAR: SEBUAH KERANGKA KONSEPTUAL

    No full text
    Makalah ini bertujuan untuk menganalisis dan menjelaskan konsep “karakter guru pembelajar” secara eksplisit yang ditunjang oleh beberapa penelitian mutakhir. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis konsep dengan desain analisis generic (McMillan & Schumacher, 2001) atau integrative review (Whittemore and Knafl 2005). Hasil dari penelitian ini menyimpulkan bahwa profil karakter guru pembelajar memiliki beberapa indikator, pertama memiliki kuriositas epistemic; Kedua, memiliki hasrat memperbaiki kehidupan atau kesadaran utopis; ketiga, memiliki  keterampilan belajar yang didalamnya terdapat kemampuan metakognitif dan kesadaran kritis ; keempat memiliki kemandirian atau otonomi belajar yang ditunjukkan dengan kontribusi terhadap diri dan orang lain. Penelitian ini memiliki signifikansi bagi pengembangan program pendidikan karakter pembelajar yang menjadi program unggulan PPGSD UPI. Juga, penelitian ini akan memberikan sumbangsih teoritis tentang profil guru pembelajar secara eksplisit sehingga bisa berimplikasi bagi peningkatan kualitas program peningkatan kompetensi pembelajar bagi guru-guru di Indonesia

    PEMBELAJARAN RAMPAK KENDANG DENGAN BAHASA ISYARAT PADA SISWA TUNARUNGU DI SLB AISIYAH SINGAPARNA

    Get PDF
    Penelitian yang berjudul “Pembelajaran Rampak Kendang dengan Bahasa Isyarat pada Siswa Tunarungu di SLB Aisiyah Singaparna” ini bertujuan untuk mengetahui: (1) proses pembelajaran rampak kendang dengan bahasa isyarat pada siswa tunarungu di SLB Aisiyah Singaparna, (2) kendala-kendala yang dihadapi siswa tunarungu dalam pembelajaran rampak kendang di SLB Aisiyah Singaparna, dan (3) hasil pembelajaran rampak kendang dengan bahasa isyarat di SLB Aisiyah Singaparna. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif. Metode ini digunakan untuk memberikan gambaran tentang proses pembelajaran rampak kendang dengan bahasa isyarat, kendala yang dihadapi siswa tunarungu dalam pembelajaran rampak kendang, serta gambaran hasil pembelajaran rampak kendang tersebut. Setelah penelitian ini diharapkan dapat dilakukan penelitian lanjutan dengan metode eksperimen ataupun metode Research and Development (R&D), yaitu pengembangan sebuah media pembelajaran berupa media digital untuk membantu siswa tunarungu dalam pembelajaran rampak kendang atau pembelajaran lainnya.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa tunarungu SLB Aisyiyah mampu mengikuti pembelajaran rampak kendang melalui instruksi bahasa isyarat. Proses pembelajaran rampak kendang dilakukan sebanyak sepuluh kali pertemuan di dalam Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dan lima pertemuan di luar KBM. Di akhir pembelajaran, siswa menampilkan rampak kendang di depan umum. Hal ini dilakukan untuk menanamkan rasa percaya diri siswa tunarungu. Berdasarkan hasil wawancara dengan kepala sekolah dan guru, kendala yang sering dihadapi oleh siswa tunarungu dalam pembelajaran, yaitu masalah komunikasi. Pembelajaran tari tidak terlalu mengalamai kendala karena bersifat visual, namun kendala dihadapi saat harus menggunakan musik dan pergantian gerakan. Untuk keharmonisan musik dan gerak disiasati dengan pengkodean, hitungan, dan ketukan. Siswa akan mengalami kesulitan mengikuti pembelajaran jika penglihatan terlepas dari guru, maka pandangan siswa diusahakan selalu fokus

    SPIRITUALITAS DALAM KONTEKS KONSELING

    Get PDF
    Spirituality in the context of counseling have the same potential both positive or negative, counselors need to have a standardized competencies to integrating spiritual and religious dimension in the counseling process. Spirituality is a part of the individual's development that characterizes humanity and as an indicator of mental health. Standarized competencies in integrating spiritual dan religious in counseling process can be achieved with education

    PEMANTAPAN PSYCHOLOGICAL SELF CONCEPT PESERTA DIDIK MINORITAS MELALUI KONSELING LINTAS BUDAYA DAN AGAMA

    Get PDF
    This study aimed to describe the efforts of school counselor in establishing the Psychological Self Concept learners from minority cultural backgrounds in schools through counseling across cultures and religions. The subjects were students of class VII MTsN II Yogyakarta. At this time, students still bring cultural and religious upbringing of his childhood. Results showed that the influence of childhood subject in the establishment of Psychological Self Concept and the role of the school counselor effect, by providing guidance and counseling services which is based on social, cultural and religious and result conceptual steady against self-concept and improve aspects of the diversity of learners

    MENINGKATKAN KETERAMPILAN PROSES SAINS ANAK USIA DINI MELALUI AKTIVITAS BERKEBUN

    Get PDF
    Abstrak Artikel ini membahas tentang penelitian terkait penerapan aktivitas berkebun sebagai upaya meningkatkan keterampilan proses sains bagi anak usia dini di TK Lab. UPI. Penelitian ini bertujuan untuk melihat kondisi awal keterampilan proses sains anak usia dini sebelum penerapan aktivitas berkebun, gambaran pelaksanaan aktivitas berkebun di TK Lab. UPI, serta peningkatan keterampilan proses sains anak setelah penerapan aktivitas berkebun. Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan TK Lab. UPI. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah analisis data kualitatif dengan teknik thematic analysis. Hasil dalam penelitian ini menunjukkan bahwa aktivitas berkebun mampu memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan keterampilan proses sains di TK Lab. UPI. Berkebun juga memberikan kontribusi terhadap perkembangan fisik-motorik, bahasa, kognitif, sosial-emosi dan juga moral-keagamaan anak, sehingga dapat disimpulkan bahwa kegiatan berkebun mampu memberikan hasil positif terhadap berbagai aspek perkembangan anak secara terpadu. Abstract This paper discusses about research related to the implementation of gardening activities as an effort to improve the science process skills for early childhood in TK Lab. UPI. This study aims to examine the initial conditions of early childhood science process skills before the implementation of gardening activities, description of the implementation of gardening activities in TK Lab. UPI, as well as the improvement of children's science process skills after the implementation of gardening activities. This research uses action research method that is implemented in TK Lab. UPI. Data collection is done through observation, interview and documentation. Data analysis used is qualitative data analysis with thematic analysis technique. The results in this study indicate that the activity of gardening is able to contribute positively to the improvement of science process skills in TK Lab. UPI. Gardening also contributes to the physical development, language, cognitive, social-emotional and also moral-religious for children, so it can be concluded that gardening activities can provide positive results on various aspects of child development in an integrated manner. Keywords: Gardening, Process Skills, Scienc

    Maket Kebun Binatang Berbasis Limbah Industri Rumahan sebagai Media Pembelajaran untuk Anak Usia Dini (AUD)

    Get PDF
    Abstrak Kemampuan berfikir abstrak pada Anak Usia Dini (AUD) masih terbatas, dibandingkan dengan kemampuan berfikir konkrit, sehingga kegiatan bermain sambil belajar bagi Anak Usia Dini (AUD) akan efektif apabila anak dibawa pada keadaan dan kondisi yang sebenarnya. Mengenalkan dunia binatang (fauna) yang efektif untuk Anak Usia Dini (AUD) haruslah dibawa pada keadaan dan kondisi kebun binatang yang sebenarnya, tetapi bagi anak yang tinggal jauh dan atau di daerahnya tidak terdapat kebun binatang tentu hal ini menjadi kendala khususnya berkenaan dengan pendanaan, oleh karenanya kemampuan pendidik membuat maket sebagai media pembelajaran sangatlah penting karena hal tersebut dapat terjangkau dan dapat menggunakan bahan-bahan dari limbah industri rumahan yang ada di lingkungan sekitar. Langkah-langkah membuat maket binatang berbasis limbah industri rumahan, adalah sebagai berikut : mengumpulkan bahan-bahan, membuat pola, membuat bentuk, merangkai, mewarnai, serta memberi aksesoris dan binatang mainan. Maket kebun binatang yang sudah jadi dapat dijadikan media pembelajaran yang menyenangkan bagi Anak Usia Dini (AUD) untuk mengenal bentuk, warna, bilangan, sipat dan karakter, dan hal lainnya. ABSTRACT Abstract thinking ability in Early Childhood (AUD) is still limited than concrete thinking ability, so that learning activities for Early Childhood (AUD) will be effective if the child is brought to the real condition. Introducing an animal life for Early Childhood (AUD) effectively is should be brought to the real condition of the zoo, but for children living far away and / or in their areas there is no zoo, this is an obstacle especially deals with funding issues. Therefore the teacher’s ability to make a mockup as a learning media is very important because it can be affordable and can use existing materials from home industry wastes in the environment. The steps to create a zoo mockup based on home industry waste are as follows: collecting materials, making patterns, making shapes, stringing, coloring, giving accessories and animals toys. A ready zoo mockup can be used as a fun learning media for Early Childhood (AUD) to recognize shapes, colors, numbers, characters, and other things. Keyword : Maket (Mockup), home industry waste, Learning Medi

    KEMAMPUAN MEMBACA HURUF ABJAD BAGI ANAK USIA DINI BAGIAN DARI PERKEMBANGAN BAHASA

    No full text
    Abstrak Abad industri yang  disangga dengan teknologi yang semakin berkembang dan semakin canggih menuntut dukungan budaya semakin berkembang pula, begitu juga dengan budaya membaca tidak kalah penting dengan budaya–budaya lainya. Budaya baca harus menjadi  kebutuhan, kegemaran dan kebiasaan. Untuk menyikapi tuntutan–tuntutan tersebut melahirkan polemik internal yang membolehkan mengajarkan membaca bagi anak usia dini dan yang tidak membolehkan karena hawatir menjadi tekanan atau pemaksaan  bagi anak. Penulisan artikel ini bertujuan membuka wawasan bagi  para orang tua/pendidik untuk memahami bagaimana mengajar anak membaca sesuai dengan karakteristi dan perkembangannya dimana hal ini tidak menjadi polemik lagi di masyarakat. Dilapangan sudah banyak metode-metode membaca yang menarik bagi anak, dengan demikian ini tugas para pendidik baik orang tua maupun guru untuk memilih atau menciptakan metode yang tepat bagi anak usia dini, tentunya yang tidak  membebani. Jadi Pada dasarnya mengajarkan membaca bagi anak usia dini itu boleh-boleh saja asalkan dengan metode yang sesuai dengan perkembangannya dimana anak diperkenalkan dengan berbagai hurup yang menarik sehingga menimbulkan rasa penasaran dan keingin tahuan. Dengan demikiann menanamkan kemampuan membaca itu penting, karena membaca bagian dari perkembangan bahasa bagi anak usia dini.  Kata kunci: Anak Usia  Dini; Membaca; Metode.  Abstract Industrial century that propped up by increasing and sophisticated technology demands culture support more increasing too, similarly with cultural reading doesn’t less important more than another cultures. Reading culture have to be a necessity, a hobby and a habit. To answer that demands appears internal polemic that give permission to teaching reading for young learner and who doesn’t because they worry it will be a burden or an exertion for children. This essay aims to open perception for parents and teachers to understand how to teach reading for young learner appropriate with their characteristic and their growing up where this problem not become a polemic again in society. Many interesting reading methods for children found, so it become educators’ duty, both parents and teachers to choose or create an appropriate method for young learner, of course which not become a burden for them.  Thus, basically teaching reading for young learner is permitted provided that using appropriate method which suitable for their growing up where children intoduced with interesting letters with the result that will be increase their anxious and curiosity. Therefore, implant reading ability is important, because reading ability is part of language improvement for young learner. Keywords: Early Childhood; Reading; Method

    EFEKTIVITAS KONSELING KARIR TRAIT AND FACTOR UNTUK MEREDUKSI KESULITAN MEMBUAT KEPUTUSAN KARIR

    Get PDF
    This research is motivated  importance of reduction in the difficulties experienced by the students in making career decisions so that learners are able to make a career decision is "right" that is, the process of making the right decision and best suited to the characteristics and individual goals. The purpose of this study is to obtain an overview effectiveness of career counseling services trait and factor to reduce the career decisions maiking difficulty Class XI students. Research using quasi-experimental methods. The design of this study is nonequivalent pretest - posttest control group design (pretest-posttest two groups). The instrument in this study was a career decision making difficulty questionnaire of students. Subjects were students of class XI of SMAN 3 Bandung school year 2013/2014 were taken by purposive sampling technique, and then raffle determine experimental group and the control group. Hypothesis testing is performed using the t test statistic, namely through statistical analysis of the independent t-test (independent sample t-test) using SPSS 20.0 for windows. The results showed: (1) the general difficulty making career decisions of students in middle category, (2) female students were more likely to have difficulty than male students, (3) the design of interventions in stacking based needs analysis, (4) career counseling trait and factor effective to reduce the difficulties students make career decisions

    295

    full texts

    325

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya: Open Journal Systems
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇