Jurnal Online Unipdu Jombang (Universitas Pesantren Tinggi Darul 'Ulum)
Not a member yet
    1553 research outputs found

    Tinjauan Hukum Islam Terhadap Verstek Dalam Perkara Cerai Gugat Pada Hukum Acara Peradilan Agama

    Full text link
    Perkawinan merupakan akad yang sangat kuat untuk menaati perintah Allah SWT dan melaksanakannya merupakan ibadah, serta perkawinan bertujuan untuk mewujudkan kehidupan rumah tangga yang sakinah, mawaddah dan rahmah. Dalam perjalanan sebuah rumah tangga, kadang ditemukan sesuatu yang tidak diinginkan oleh suami-istri. Ditandai dengan adanya percekcokan antara suami istri disebabkan salah satu pihak melakukan perselingkuhan atau yang lain sebagainya. Dalam kondisi seperti ini mereka dihadapkan pada dua pilihan, antara meneruskan dan saling intropeksi atau mengakhiri hubungan dengan cara yang baik.jika keinginan untuk mengakhiri pernikahan itu datang dari istri, dalam istilah hukum Indonesia disebut cerai gugat. Sebagaimana disebutkan dalam hukum acara peradilan agama, perceraian hanya dapat terjadi di muka sidang, cerai gugat haruslah disidangkan. Pada sidang ditentukan, jika suami sebagai tergugat tidak menghadiri persidangan setelah dilakukan pemanggilan sah dan patut, hakim secara ex officio dapat memeriksa dan memutus perkara dengan verstek (tanpa dihadiri suami sebagai tergugat). Disinilah arti penting penulisan ini, penulis ingin mengungkap bagaimana prespektif hukum Islam terhadap perkara cerai gugat yang diputus verstek. Penelitian ini berjenis penelitian pustaka, sehingga sumber datanya terdiri dari beberapa literatur yang dikumpulkan menjadi data primer dan data sekuder. Sifat dari penelitian ini adalah deskpriptif-analisis. Hasil yang didapatkan oleh penulis adalah, verstek atas perkara cerai gugat, dalam prespektif hukum Islam adalah diperbolehkan, dengan salah satu syaratnya adalah penggugat mampu memberikan bukti terhadap dalil gugatannya. Pendapat ini adalah dari kalangan Syafi’iyyah, Malikiyyah, Hanabilah dan sebagian Hanafiyya

    HUBUNGAN DISMENOREA DENGAN AKTIVITAS BELAJAR PADA REMAJA

    Full text link
    Lower abdominal pain before or during menstruation is known as dysmenorrhea. Pain during menstruation has an impact on daily activities, especially learning activities in adolescents. The purpose of this study was to determine the relationship between dysmenorrhea and learning activities in adolescents at the Women’s Orphanage Muhammadiyah Purwokerto. This type of quantitative research and cross sectional research design is the method of this research. All adolescents in the orphanage are the population in this study. The sampling technique used total sampling and obtained as many as 32 adolescent. Data collection was taken using a pain degree questionnaire (Visual Analog Scale) and a learning activity questionnaire. The results of this study were as many as 24 adolescents (75%) had dysmenorrhea and 8 adolescents (25%) did not experience dysmenorrhea which included 17 adolescents (53.1%) whose learning activities were disrupted and 15 adolescents (46.9%) whose learning activities were not disturbed, while the results of data analysis using Spearman's rank correlation p <0.05 (0.000) and the closeness of the relationship is 0.660** (strong relationship). Thus this study has the conclusion that there is a relationship between dysmenorrhea and learning activities in adolescents at the Women’s Orphanage Muhammadiyah Purwokerto. Keywords: Dysmenorrhea, Learning activities, Adolescent

    Comparison of Convolutional Neural Network Methods for the Classification of Maize Plant Diseases

    Full text link
    The focus of this study is the classification of maize images with common rust, gray leaf spot, blight, and healthy diseases. Various models, including ResNet50, ResNet101, Xception, VGG16, and ENet, were tested for this purpose. The dataset used for corn plant diseases is publicly available, and the data were split into separate sets for training, validation, and testing. After processing the data, the following models were identified: the Xception model epoch with an accuracy of 83.74%, the ResNet model with an accuracy of 97.19% at epoch 8/10, the ResNet101 model with an accuracy of 97.55% at epoch 10/10, and the ENet model with an accuracy of 98.69% at epoch 9/1000. ENet exhibited the highest accuracy among the five models at 98.69%. Additionally, ENet achieved an average accuracy of 95.45%, the highest among all tested models, based on the average accuracy in the confusion matrix. This research indicates that ENet performs best at processing data related to maize plant diseases. Consequently, the analysis of maize plant diseases is expected to evolve as a result of this research. Following the implementation of the system's generated model, this research will continue to explore its impact. The intention is to provide a summary of the comparative classification performance of CNN algorithms

    Karakteristik Kemampuan Berpikir Kritis Siswa SMA dengan Kemampuan Kognitif Tinggi dalam Pemecahan Masalah Matematika

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan berpikir kritis siswa SMA dengan kemampuan kognitif tinggi dalam menyelesaikan masalah matematika. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Intrumen pendukung dalam penelitian ini adalah lembar observasi, tes kemampuan berpikir kritis, pedoman wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dalam penelitian melalui tahap reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulam. Hasil penelitian menunjukkan kemampuan berpikir kritis siswa dengan kemampuan kognitif tinggi pada tiap aspek. Pada aspek interpretasi yaitu siswa membuat perumpamaan atau simbol. Pada aspek analisis, siswa menyajikan dalam bentuk poin-poin serta memberikan angka romawi atau arab di setiap poinnya. Pada aspek evaluasi, siswa menggunakan rumus alternatif substitusi dan eliminasi. Pada aspek inferensi, siswa menyajikan kesimpulan dengan menggunakan kalimatnya sendiri. Pada aspek penjelasan, siswa melihat dan membaca kembali hasil akhir yang diperoleh. Pada aspek regulasi diri, siswa membaca dan melihat kembali jawaban yang diperoleh dengan teliti dan rasa percaya diri.Pembelajaran abad 21 menuntut siswa untuk memiliki kemampuan berpikir kritis dalam menghadapi persaingan global abad 21 dan revolusi industry 4.0. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik kemampuan berpikir kritis siswa SMA dalam menyelesaikan amsalah matematika. Jenis pendekatan yang digunakan dalam penelitian adalah pendekatan kualitatif deskriptif. Subjek penelitian terdiri siswa kelas XI MIPA 3 SMA Negeri 4 Madiun yang berjumlah 36 siswa. Pemilihan subjek dilakukan berdasarkan hasil belajar siswa. Intrumen penelitian ini meliputi instrument utama dengan keterlibatan peneliti secara langsung dan instrument pendukung dengan lembar observasi, tes kemampuan berpikir kritis, pedoman wawancara dan dokumentasi. Analisis data dalam penelitian ini terdiri atas tiga tahap yaitu tahap reduksi, tahap penyajian data dan tahap menyimpulkan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan aspek dari kemampuan berpikir kritis Subjek 1 (S1), Subjek 2 (S2) dan Subjek 3 (S3) pada aspek interpretasi, subjek dapat membuat perumpamaan atau simbol; pada aspek analisis subjek dapat menyajikan dalam bentuk point-point serta memberikan angka romawi atau arab disetiap pointnya; pada aspek evaluasi, subjek menggunakan rumus alternatif substitusi dan eliminasi; pada aspek inferensi, subjek dapat menyajikan kesimpulan dengan menggunakan kalimatnya sendiri; pada aspek penjelasan, subjek melihat dan membaca kembali hasil akhir yang diperoleh; dan pada aspek regulasi diri, subjek membaca dan melihat kembali jawaban yang diperoleh dengan teliti dan rasa percaya diri

    Improving Urban Heat Island Predictions Using Support Vector Regression and Multi-Sensor Remote Sensing: A Case Study in Malang

    Full text link
    The Urban Heat Island (UHI) phenomenon is characterized by higher temperatures in urban areas compared to surrounding rural areas. This condition poses various environmental risks and adversely impacts public health, particularly in Malang, Indonesia. This study aims to predict land surface temperature (LST) in Malang to better understand and mitigate the effects of UHI's. Support Vector Regression (SVR) is employed using remote sensing data from Landsat-8, Sentinel-2, and SRTM. Normalized Difference Vegetation Index (NDVI), Normalized Difference Built-up Index (NDBI), Normalized Difference Water Index (NDWI), Normalized Difference Moisture Index (NDMI), elevation, and LST are calculated and normalized to ensure accurate data representation. Model testing results indicate that the Radial Basis Function (RBF) kernel performs best with hyperparameter settings of C = 10, Epsilon = 0.1, and gamma = 1. This model achieves an R² of 0.887, an MSE of 1.625, and a MAPE of 2.71%. These findings confirm that SVR with an appropriately tuned RBF kernel can improve prediction accuracy. Consequently, the study provides a robust foundation for developing more effective predictive models to address UHI management in urban areas

    Development of a STEAM Teaching Module Assisted by Robotics Activities Drive Up a Slope to Enhance Middle School Students' 4C Skills

    Full text link
    Integrating mathematics with other fields is necessary for students to tackle real-world problems. Incorporating technology and engineering, such as robotic activities, into science and mathematics teaching offers the potential to improve learning outcomes and enhance students’ 4C (Critical Thinking, Creativity, Collaboration, and Communication) skills. This study aims to design and develop a STEAM (Science, Technology, Engineering, Art, and Mathematics) teaching module supported by the robotics activity Drive Up a Slope for middle school students and evaluate its feasibility and practicality in enhancing students' 4C skills. The development process of the teaching module follows the ADDIE model (Analyze, Design, Develop, Implement, and Evaluate). The results of this development indicate that the quality of the teaching module is categorized as highly valid, with a validity percentage of 94.64%, and highly practical, with a practicality percentage of 90%. Therefore, it can be concluded that the developed teaching module is both valid and practical.Integrating mathematics with other fields is necessary for students to tackle real-world problems. Incorporating technology and engineering, such as robotic activities, into science and mathematics teaching offers the potential to improve learning outcomes and enhance students’ 4C (Critical Thinking, Creativity, Collaboration, and Communication) skills. This study aims to design and develop a STEAM (Science, Technology, Engineering, Art, and Mathematics) teaching module supported by the robotics activity Drive Up a Slope for middle school students and evaluate its feasibility and practicality in enhancing students' 4C skills. The development process of the teaching module follows the ADDIE model (Analyze, Design, Develop, Implement, and Evaluate). The results of this development indicate that the quality of the teaching module is categorized as highly valid, with a validity percentage of 94.64%, and highly practical, with a practicality percentage of 90%. Therefore, it can be concluded that the developed teaching module is both valid and practical

    Strategi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam pada Anak Berkebutuhan Khusus Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) di SLB Negeri Seduri Mojokerto

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi pembelajaran Pendidikan Agama Islam pada anak berkebutuhan khusus Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) di SLB Negeri Seduri Mojokerto; serta dampak perilaku peserta didik ADHD dari proses strategi pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SLB Negeri Seduri Mojokerto. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Teknik Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawacara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan, pertama, bahwa strategi guru Pendidikan Agama Islam dalam melaksanakan proses pemebelajaran di SLB Negeri Seduri Mojokerto melalui tahapan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Dalam proses pelaksanaan pembelajaran Pendidikan Agama Islam kepada peserta didik ADHD dilakukan dengan menggunakan strategi power strategy, strategi pembiasan, dan strategi keteladanan yang digunakan dalam proses internalisasinya kepada peserta didik ADHD. Untuk jenis pembelajaran Pendidikan Agama Islam yang diterapkan ialah membaca Al-Qur’an dan menghafal surah-surah pendek; senyum, sapa dan salam; salat zuhur berjamaah; pembelajaran audio visual; pondok Ramadan; dan (6) istigasah Jumat legi. Kedua, dampak perilaku peserta didik dari proses pelaksanaan pembelajaran Pendidikan Agama Islam terlihat pada kebiasaan sehari-hari, seperti gotong royong, menghormati guru, dan rasa toleransi. This research aims to determine the learning strategies of Islamic Education for children with Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) at Seduri Public Special School (SLB Negeri Seduri) Mojokerto, and to assess the impact of ADHD students’ behavior from the process of Islamic Education learning strategies at SLB Seduri Mojokerto. This study is a qualitative descriptive nature. Data collection techniques were carried out through observation, interviews, and documentation. The results of the research indicate, firstly, that the Islamic Education teachers’ strategies in implementing the Islamic Education learning process at SLB Seduri Mojokerto go through planning, implementation, and evaluation stages. In the implementation process of Islamic Education learning to ADHD students, strategies such as power strategy, habituation strategy, and exemplary strategy are used and internalized to ADHD students. The types of Islamic Education learning applied are reading the Qur’an and memorizing short chapters; smiles, greetings, and salutations; congregational zuhr prayer; audiovisual learning; Ramadan boarding; and Legi Friday istigasah. Secondly, the impact of students’ behavior from the implementation process of Islamic Education learning is evident in daily habits such as mutual cooperation, respecting teachers, and tolerance.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi pembelajaran Pendidikan Agama Islam pada anak berkebutuhan khusus Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) di SLB Negeri Seduri Mojokerto; serta dampak perilaku peserta didik ADHD dari proses strategi pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SLB Negeri Seduri Mojokerto. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Teknik Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawacara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan, pertama, bahwa strategi guru Pendidikan Agama Islam dalam melaksanakan proses pemebelajaran di SLB Negeri Seduri Mojokerto melalui tahapan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Dalam proses pelaksanaan pembelajaran Pendidikan Agama Islam kepada peserta didik ADHD dilakukan dengan menggunakan strategi power strategy, strategi pembiasan, dan strategi keteladanan yang digunakan dalam proses internalisasinya kepada peserta didik ADHD. Untuk jenis pembelajaran Pendidikan Agama Islam yang diterapkan ialah membaca Al-Qur’an dan menghafal surah-surah pendek; senyum, sapa dan salam; salat zuhur berjamaah; pembelajaran audio visual; pondok Ramadan; dan (6) istigasah Jumat legi. Kedua, dampak perilaku peserta didik dari proses pelaksanaan pembelajaran Pendidikan Agama Islam terlihat pada kebiasaan sehari-hari, seperti gotong royong, menghormati guru, dan rasa toleransi. This research aims to determine the learning strategies of Islamic Education for children with Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) at Seduri Public Special School (SLB Negeri Seduri) Mojokerto, and to assess the impact of ADHD students’ behavior from the process of Islamic Education learning strategies at SLB Seduri Mojokerto. This study is a qualitative descriptive nature. Data collection techniques were carried out through observation, interviews, and documentation. The results of the research indicate, firstly, that the Islamic Education teachers’ strategies in implementing the Islamic Education learning process at SLB Seduri Mojokerto go through planning, implementation, and evaluation stages. In the implementation process of Islamic Education learning to ADHD students, strategies such as power strategy, habituation strategy, and exemplary strategy are used and internalized to ADHD students. The types of Islamic Education learning applied are reading the Qur’an and memorizing short chapters; smiles, greetings, and salutations; congregational zuhr prayer; audiovisual learning; Ramadan boarding; and Legi Friday istigasah. Secondly, the impact of students’ behavior from the implementation process of Islamic Education learning is evident in daily habits such as mutual cooperation, respecting teachers, and tolerance

    Persepsi Guru dan Siswa terhadap Manajemen Akreditasi di Sekolah Menengah Atas

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki bagaimana persepsi guru dan siswa terhadap proses akreditasi di sekolah menengah atas mempengaruhi metode pengajaran, interaksi, dan pengalaman belajar mereka. Studi menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi kasus di SMAN 1 Kendal, melibatkan enam responden dari berbagai latar belakang pendidikan. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dokumentasi, dan survei untuk memperoleh pemahaman yang komprehensif tentang dampak akreditasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: persepsi positif terhadap akreditasi mendorong kerjasama antar guru dalam pengembangan profesional dan inovasi dalam pengajaran; persepsi negatif dapat menyebabkan stres dan mengurangi motivasi siswa; komunikasi terbuka dari manajemen sekolah dalam persiapan akreditasi juga berperan penting dalam meningkatkan keterlibatan guru dan siswa. Temuan ini memberikan wawasan penting bagi pengembangan kebijakan pendidikan untuk memastikan bahwa proses akreditasi tidak hanya memenuhi standar, tetapi juga mendukung pengalaman belajar yang bermakna bagi semua stakeholder di sekolah menengah atas. Studi ini menegaskan bahwa upaya untuk meningkatkan pemahaman dan penerimaan terhadap proses akreditasi dapat membawa manfaat yang signifikan dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Implementasi praktik-praktik komunikasi yang efektif dan transparansi dari manajemen sekolah dapat menjadi kunci dalam menciptakan lingkungan yang mendukung dan memotivasi baik guru maupun siswa. This study aims to investigate how teachers’ and students’ perceptions of the accreditation process in senior high schools affect their teaching methods, interactions, and learning experiences. The study used a qualitative approach with a case study at SMAN 1 Kendal, involving six respondents from various educational backgrounds. Data were collected through in-depth interviews, observations, documentation, and surveys to gain a comprehensive understanding of the impact of accreditation. The results showed that: positive perceptions of accreditation encourage cooperation among teachers in professional development and innovation in teaching; negative perceptions can cause stress and reduce student motivation; open communication from school management in preparation for accreditation also plays an important role in increasing teacher and student engagement. These findings provide important insights for education policy development to ensure that the accreditation process not only meets standards, but also supports meaningful learning experiences for all stakeholders in senior high schools. This study confirms that efforts to improve understanding and acceptance of the accreditation process can bring significant benefits in improving education quality. The implementation of effective communication practices and transparency from school management can be key in creating a supportive and motivating environment for both teachers and students.Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki bagaimana persepsi guru dan siswa terhadap proses akreditasi di sekolah menengah atas mempengaruhi metode pengajaran, interaksi, dan pengalaman belajar mereka. Studi menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi kasus di SMAN 1 Kendal, melibatkan enam responden dari berbagai latar belakang pendidikan. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dokumentasi, dan survei untuk memperoleh pemahaman yang komprehensif tentang dampak akreditasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: persepsi positif terhadap akreditasi mendorong kerjasama antar guru dalam pengembangan profesional dan inovasi dalam pengajaran; persepsi negatif dapat menyebabkan stres dan mengurangi motivasi siswa; komunikasi terbuka dari manajemen sekolah dalam persiapan akreditasi juga berperan penting dalam meningkatkan keterlibatan guru dan siswa. Temuan ini memberikan wawasan penting bagi pengembangan kebijakan pendidikan untuk memastikan bahwa proses akreditasi tidak hanya memenuhi standar, tetapi juga mendukung pengalaman belajar yang bermakna bagi semua stakeholder di sekolah menengah atas. Studi ini menegaskan bahwa upaya untuk meningkatkan pemahaman dan penerimaan terhadap proses akreditasi dapat membawa manfaat yang signifikan dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Implementasi praktik-praktik komunikasi yang efektif dan transparansi dari manajemen sekolah dapat menjadi kunci dalam menciptakan lingkungan yang mendukung dan memotivasi baik guru maupun siswa. This study aims to investigate how teachers’ and students’ perceptions of the accreditation process in senior high schools affect their teaching methods, interactions, and learning experiences. The study used a qualitative approach with a case study at SMAN 1 Kendal, involving six respondents from various educational backgrounds. Data were collected through in-depth interviews, observations, documentation, and surveys to gain a comprehensive understanding of the impact of accreditation. The results showed that: positive perceptions of accreditation encourage cooperation among teachers in professional development and innovation in teaching; negative perceptions can cause stress and reduce student motivation; open communication from school management in preparation for accreditation also plays an important role in increasing teacher and student engagement. These findings provide important insights for education policy development to ensure that the accreditation process not only meets standards, but also supports meaningful learning experiences for all stakeholders in senior high schools. This study confirms that efforts to improve understanding and acceptance of the accreditation process can bring significant benefits in improving education quality. The implementation of effective communication practices and transparency from school management can be key in creating a supportive and motivating environment for both teachers and students

    Penerapan Metode AHP Dan SAW untuk Pendukung Keputusan Pemilihan Manajer IT

    Full text link
    Suatu perusahaan dikatakan baik apabila mempunyai karyawan yang mempunyai kualitas dan  loyalitas yang tinggi. Maka dari itu perusahaan mempunyai kriteria dalam memilih seorang karyawan yang akan masuk ke dalam perusahaan tersebut, agar perusahaan dapat memaksimalkan kinerjanya. Penelitian ini mengambil studi kasus pada sebuah Property Management di Jakarta. Penelitian ini merupakan penelitian lanjutan dari sebelumnya yang menggunakan metode Profile Matching. Dalam pengambilan keputusan calon Manajer IT pada perusahaan tersebut dirasa kurang efektif karena perusahaan  masih menggunakan proses manual untuk mengisi formulir evaluasi kertas, masih membutuhkan waktu yang lama untuk menentukan calon Manajer IT yang akan direkrut, karena proses perhitungan yang digunakan masih manual. Dalam penelitian ini, menggunakan metode AHP untuk mengidentifikasi kriteria. Bobot yang dihasilkan untuk masing-masing kriteria akan membantu menentukan prioritas dalam pemilihan manajer IT. Selanjutnya, metode SAW digunakan untuk merangking calon manajer IT berdasarkan bobot AHP yang ada. Dengan menggunakan AHP, prioritas pada kriteria-kriteria tersebut dapat ditentukan. Sementara itu, metode SAW membantu dalam mengevaluasi calon manajer IT, berdasarkan bobot AHP dan data yang terkait dengan kriteria. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan sistem pendukung keputusan untuk memilih calon karyawan manajer TI dalam suatu perusahaan, sehingga didapatkan hasil penentuan yang baik, cepat dan akurat, serta efektif. Berdasarkan hasil penelitian, dapat diambil kesimpulan yaitu Sistem Penunjang Keputusan (SPK) pemilihan Manajer IT dapat membantu perusahaan, sehingga mendapatkan hasil yang tepat dan akura

    Students' Construction of Conjectures Assisted by GeoGebra for Graphing Linear Equations: Cases of Female Students

    Full text link
    This study aims to describe female students' conjecture construction on the topic of linear equation graphs with the assistance of GeoGebra. The study involved two female students who had mastered the necessary prerequisite material. Research instruments included conjecture construction tests and interviews, which were analyzed based on these conjecture construction indicators: 1) problem identification and exploration, 2) formulating conjectures, 3) testing and refining conjectures, and 4) proving conjectures. Results showed that, in the problem identification and exploration stage, students identified what was asked in the question, determined the information needed to answer it, and explored examples using GeoGebra. One student independently identified a pattern, while the other required an explanation. In the conjecture formulation stage, both students needed guidance to construct a general conjecture. Both students tested their conjectures, though only one needed to refine it. Initially, proof was conducted through examples; ultimately, both students succeeded in generalizing their proofs.This study aims to describe female students' conjecture construction on the topic of linear equation graphs with the assistance of GeoGebra. The study involved two female students who had mastered the necessary prerequisite material. Research instruments included conjecture construction tests and interviews, which were analyzed based on these conjecture construction indicators: 1) problem identification and exploration, 2) formulating conjectures, 3) testing and refining conjectures, and 4) proving conjectures. Results showed that, in the problem identification and exploration stage, students identified what was asked in the question, determined the information needed to answer it, and explored examples using GeoGebra. One student independently identified a pattern, while the other required an explanation. In the conjecture formulation stage, both students needed guidance to construct a general conjecture. Both students tested their conjectures, though only one needed to refine it. Initially, proof was conducted through examples; ultimately, both students succeeded in generalizing their proofs

    1,338

    full texts

    1,553

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Online Unipdu Jombang (Universitas Pesantren Tinggi Darul 'Ulum)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇