Portal E-Journal System PNUP (Politeknik Negeri Ujung Pandang)
Not a member yet
3447 research outputs found
Sort by
Analisis Penurunan Suhu Air Limbah PLTU Menggunakan Cooling Water Way pada PLTU Jeneponto 2X125MW
PLTU merupakan prasarana yang sangat menopang kehidupan masyarakat sekarang ini. PLTU merupakan sarana yang sangat dibutuhkan tetapi juga berkonstribusi dalam pencemaran limbah utamanya air limbah panas. Sehingga sangat perlu dilakukan analisa keefektifan instalasi saluran air pendingin (cooling water way) PLTU, sesuai atau tidak dengan ketentuan yang berlaku sehingga air limbah dapat dilepas ke laut dengan suhu normal tanpa mencemari lingkungan sekitarnya. Metode yang digunakan adalah pengolahan hasil pengukuran menggunakan aplikasi civil3D dan surfer. Hasil dari penelitian menandakan bahwa instalasi saluran air pendingin (cooling water way) tidak efektif dalam menurunkan suhu air limbah PLTU Jeneponto sehingga dapat mencemari laut. Untuk meningkatkan keefektifannya perlu diadakan perlakuan terhadap air limbah untuk menurunkan suhunya serta perencanaan yang lebih baik untuk pembuatan instalasi saluran pendingin selanjutnya
Design of Experiments (Doe) on Suspension Test Equipment of One Part Of A Vehicle Wheel Using The Taguchi Method
Suspension is the most important thing that must be taken into account because it greatly affects driving comfort on the road. The working mechanism of the suspension consisting of spiral springs and shock absorbers is loaded vertically from the weight of the body, driver, and passengers. The uneven shape of the road surface in the form of potholes or bumps will greatly affect the comfort of the driver. This study aims to determine the effect of suspension work and the optimal value of vibration that occurs on one of the wheels of the vehicle against vertical dynamic loads. The method used in this study uses the Taguchi method which is used to determine the optimum dynamic load conditions against vibration in the suspension system.  The characteristics used in this method are "Smaller is better". Several variables such as bump height, tire pressure on the wheels, as well as vehicle body weight and passenger weight are necessary factors to calculate optimal dynamic load conditions against vibration in the suspension. Based on the results of the optimum value conditions obtained, namely the height of the mound of 5 cm, tire pressure of 32 Psi, load of 84 kg, and dynamic load of 71 kg. From the results of the contribution rate to the ANOVA obtained, factor A (bump height) and factor D (dynamic load) are significant factors while factor B (tire pressure) and factor C (load load) are insignificant factors. Under optimal conditions, there was a decrease in suspension vibration value by 49.65%
Comparison of The Pull Strength of Sisal Lamina Matrix Polymer Fiber Composite Materials (Agave Sisalana)
Composites are one of the material engineering technologies developed today because composites can combine several material properties that differ in characteristics into new properties by the planned design. The purpose of this study was to determine the mechanical properties of the influence of the combined arrangement of lamina angle variations and the composition of fiber and matrix mixtures. This study uses polyester resin, catalyst, and sisal fiber as materials in the manufacture of composite materials. In specimen manufacturing refers to ASTM D 638-02 type 3 test standard for tensile tests. The tensile test results of sisal fiber lamina composite materials assuming a composition ratio of 5% fiber and 95% resin produce maximum tensile stress of m = 16.9854 N/mm2 and a maximum strain of É› = 4.5232% while assuming a composition ratio of 15% fiber 85% resin produces maximum tensile stress of sm = 40.1422 N/mm2 and maximum strain of É› = 8.9744 %, Based on the test results, the addition of fiber mixture composition increases the tensile strength and toughness of the material. The composition of 5% fiber 95% and 15% fiber 85% resin (15S-85R)produces a maximum tensile stress of sm = Â 45.1823 N/mm2 and a maximum strain of É› = 9.6849 % with a maximum load Fm = 10902.4996 N. The more fiber contained in the sisal fiber lamina composite material, the higher the tensile stress produced, this shows the tension is directly proportional to the number of fibers contained in the composite
SENSOR MQ-2 DETEKSI ASAP ROKOK BERBASIS INTERNET OF THINGS
Cigarette smoke contains toxic chemicals such as carbon monoxide (CO), nicotine and tar. The dangerous/poisonous ingredients in cigarettes cause health problems for those who smoke (active smokers) or those who don't smoke (passive smokers). To avoid the accumulation of cigarette smoke in the room, this research was created and carried out to detect cigarette smoke and reduce the levels of cigarette smoke in the room. Fan. will emit cigarette smoke into the room. The results of the detection of cigarette smoke levels will be sent to Labtop. This system was built using an MQ-2 sensor, ESP8266 microcontroller. The implementation of the cigarette smoke detection system is installed in 3 different rooms/places and is accessed by Internet of Things (IoT) network users. The research results show that every room where this system is installed will send data from cigarette smoke detection results to the lab. The MQ-2 sensor detects cigarette smoke, the data is sent to the internet network via the ESP8266, the data will be displayed on the laptop. From the sample test the tool responded well. This system will activate the fan at certain levels of cigarette smoke to reduce the level of cigarette smoke in the room. When the level is 0 ppm with the Green LED indicator on, the fan is not working or OFF. When the level shows 7 ppm the LED indicator lights up yellow and the fan will turn ON. For the red LED, the cigarette smoke level displayed is 32 ppm with the fan ON. These results prove that the system is functioning properly, detecting and controlling the operation of the fan to remove cigarette smoke from the room and transmit data to the internet network
Aplikasi Monitoring Pelanggaran Lalu Lintas di Area Jalan Tol Menggunakan YOLOv5
Pelanggaran lalu lintas kerap kali terjadi tak terkecuali pada jalan tol yang dikelola oleh PT. MMN-JTSE. Perusahaan sudah melakukan berbagai tindakan pencegahan diantaranya dengan melakukan pengawasan di area jalan tol yang terjun langsung ke lapangan dan pengawasan melalui CCTV pada ruangan Sentral Komunikasi. Namun, metode ini masih kurang efektif dalam menyelesaikan permasalahan dan mengidentifikasi pelanggaran yang terjadi.Penelitian ini bertujuan untuk membangun aplikasi monitoring pelanggaran lalu lintas di area jalan tol yang akan memudahkan dalam proses identifikasi pelanggaran lalu lintas dan secara realtime akan mengirimkan notifikasi pelanggaran lalu lintas kepada petugas ketika pelanggaran terjadi. Pelanggaran yang dapat dideteksi adalah pelanggaran melawan arus dan objek selain mobil yang memasuki area tol seperti orang, motor, dan sepeda. Model yang digunakan untuk mengklasifikasikan objek adalah model You Only Look Once (YOLO) yang merupakan trained model yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi berbagai objek seperti mobil, motor dan berbagai benda lainnya. Untuk mengirimkan realtime notification pelanggaran ke Whatsapp, digunakan library pywhatkit.Berdasarkan hasil implementasi dan pengujian yang telah dilakukan, penelitian ini berhasil mengidentifikasi pelanggaran lalu lintas yang terjadi di area jalan tol dengan akurasi mencapai 91.83%
REKONFIGURASI JARINGAN DISTRIBUSI 20 KV UNTUK MENGURANGI DROP VOLTAGE PADA PENYULANG ASUHAN GI DAYA
Tantangan yang terjadi pada sistem distribusi merupakan masalah yang telah turun menurun, seperti terjadinya drop voltage. Hal ini dapat diakibatkan oleh beberapa hal, antara lain pembebanan GI yang di luar batas kemampuannya hingga panjang saluran yang berbanding lurus dengan pertambahan jatuh tegangan pada bus penerima. Salah satu langkah dalam penanganan masalah ini yakni dengan mengurangi panjang saluran melalui rekonfigurasi saluran agar drop voltage dapat terperbaiki. Penelitian ini berupaya untuk menemukan model rekonfigurasi yang dapat memperbaiki drop voltage yang terjadi pada penyulang asuhan gardu induk daya. Permasalahan drop voltage yang timbul dikarenakan gardu induk daya yang tidak lagi dioperasikan sehingga beban penyulang asuhan gardu induk daya tersebut dialihkan ke gardu induk dan gardu hubung yang lain. Akibatnya terjadi pertambahan jumlah beban dan panjang saluran pada penyulang yang lain serta menjadikannya semakin rentan terhadap gangguan. Pada saat kondisi exsisting tegangan tiap bus percabangan beroperasi dalam kondisi under voltage dengan bus yang beroperasi dalam status kritis yaitu Bus 7, Bus 8, Bus 9, Bus 10, Bus 11, dan gardu hubung POLDA. Tegangan terima terendah pada bus percabangan yang terjadi pada gardu hubung POLDA sebesar 18,952 kV dengan kondisi under voltage dan status kritis dengan persentase jatuh tegangan sebesar 5,24%. Dalam penelitian ini, model jaringan yang diterapkan yakni membuat rekonfigurasi dengan mengubah gardu induk menjadi gardu hubung yang dilakukan dengan penambahan 2 buah feeder express dari gardu induk Daya Baru ke gardu induk Daya.  Percobaan ini ditinjau melalui simulasi aliran daya menggunakan Electrical Transient Analysis Program (ETAP) 12.6.0. Pada saat kondisi exsisting tegangan tiap bus percabangan beroperasi dalam kondisi under voltage dengan bus yang beroperasi dalam status kritis yaitu Bus 7, Bus 8, Bus 9, Bus 10, Bus 11, dan gardu hubung POLDA. Tegangan terima terendah pada bus percabangan yang ditinjau melalui simulasi aliran daya menggunakan Electrical Transient Analysis Program (ETAP) 12.6.0 terjadi pada gardu hubung POLDA sebesar 18,952 kV, dengan kondisi under voltage dan dalam status kritis dengan persentase jatuh tegangan sebesar 5.24%. Setelah dilakukan simulasi pemasangan feeder express tegangan terima pada gardu hubung POLDA yang mengalami under voltage berubah menjadi 19.821 kV dengan persentase jatuh tegangan 0.895 %. Dengan terpasangnya feeder express sebagai incoming pada gardu hubung Daya, beban pada penyulang asuhan gardu induk Daya semakin berkurang dan Panjang jaringan (kms) juga berkurang sehingga dapat menekan jatuh tegangan dan tegangan operasi yang didapatkan lebih optimal serta nilai tegangan operasi berada dalam kondisi stabil.Keywords: Rekonfigurasi, Drop Voltage, Feeder Expres
Analisis Sistem Manajemen Audit Penggunaan Energi Listrik Pada Kantor Bupati Sinjai Provinsi Sulawesi Selatan Berbasis Appsheet
Tujuan penelitian ini berdasarkan rumusan masalah yaitu untuk menganalis cara menghitung intensitas konsumsi energi (IKE) di Kantor Bupati Sinjai Provinsi Sulawesi Selatan, selain itu menganalisis potensi – potensi penghematan energi dan biaya berdasarkan hasil perhitungan intensitas konsumsi energi dan juga membuat rancangan website monitoring atau pengawasan penggunaan dan pembiayaan energi listrik. Adapun rancangan penelitian ini dilakukan dengan cara audit enrgi awal dan audit energi rinci setelah itu dilakukan perhitungan untuk mendapat nilai intesitas konsumsi energi dan mencari peluang hemat energi (PHE). Dari hasil audit energi awal di dapatkan IKE pada gedung A sebesar 144,8 kWh/m²/tahun, gedung B 43,19 kWh/m²/tahun dan Gedung C 53,22 kWh/m²/tahun. Dari hasil IKE yang telah di peroleh dapat di tarik kesimpulan bahwa gedung A masuk dalam kategori agak boros berdasarkan (SNI 6196 : 2011 standar target IKE) dengan rentang 145 – 175 kWh/m²/tahun. Sehingga pada gedung A dilakukan audit energi rinci dan di peroleh IKE sebesar 153,1 kWh/m²/tahun. Setelah itu menganalisis PHE dan di diperoleh nilai IKE sebesar 93,6 kWh/m²/tahun dan dapat di masukkan dalam kategori cukup efesien. Hal ini menunjukkan bahwa hasil dari Analisa PHE dapat membuat nilai IKE menjadi lebih turun. Pada aplikasi appsheet di gunakan untuk memonitoring komposisi bangunan, perangkat listrik yang terpasang, penggunaan energi (kWh) dan pembiyaan energi listrik setiap bulan nya pada kantor bupati sinjai
Pengaruh Jumlah Sudu Terhadap Tegangan Output pada Pengujian Turbin Pelton Prototipe PLTMH
Energi merupakan kebutuhan vital bagi kelangsungan kehidupan manusia dan perkembangannya sangat cepat. Salah satu energi yang tidak menimbulkan polusi serta dapat dikonversikan kedalam bentuk energi lain yaitu energi listrik. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan melakukan eksperimen sudu turbin pelton dan jumlah sudu sebagai variabel independen dengan tujuan merancang prototype yang berhubungan dengan PLTMH dalam skala kecil guna menghasilkan listrik. Komponen utama PLTMH yaitu turbin pelton dan generator untuk pembangkit listriknya sedangkan mikrokontroler untuk debit air menggunakan arduino uno, sensor waterflow untuk mengukur kecepatan air, LCD 16x2 untuk menampilkan hasil pembacaan sensor water flow. Percobaan dilakukan sebanyak 3 kali menggunakan 6 macam jumlah sudu yang berbeda dengan mengamati pengaruh jumlah sudu terhadap tegangan, arus dan daya outputnya. Perancangan prototype menggunakan turbin air jenis pelton, di lakukan dan realisasikan dengan jumlah sudu 18 buah dimana jumlah sudu dan debit air akan mempengaruhi tegangan, arus, dan daya outputnya. Semakin banyak jumlah sudu atau semakin tinggi debit air yang digunakan, tegangan yang dihasilkan cenderung meningkat. Dimana nilai tertinggi yang didapatkan yaitu 15,1 volt dengan jumlah sudu 18 debit air 904 liter/jam
INFOGRAFIS KEPENDUDUKAN KOTA MAKASSAR MENGGUNAKAN ALGORITMA K-MEANS
Makassar City is the fourth-largest city in Indonesia and the largest in Eastern Indonesia with an area of 175.77 square km and a population of ±1.5 people in 2019, divided into 15 districts and 143 sub-districts. Uneven population density in each sub-district has an impact on the emergence of social problems in society such as: unhealthy environment, chaotic building management, population registration information that is not updated. To overcome this problem, it is necessary to have population info graphics that show the population, age of the population, education, etc. With info graphic data on the population of Makassar city that can be accessed online, people looking for data can use it as a reference. To achieve the objectives of this research, the K-means algorithm method is used to divide observations into K clusters where each observation is a member of the cluster with the closest average value, through an iterative process until the grouping converges. The K-means algorithm can be used on population data. For example, the grouping of population data is divided into three clusters, namely (cluster 1) dense, (cluster 2) medium and (cluster 3) not dense. The results obtained show that five districts: Mariso, Mamajang, Makassar, Bontoala and Tallo are the districts with the densest populations