Portal E-Journal System PNUP (Politeknik Negeri Ujung Pandang)
Not a member yet
3447 research outputs found
Sort by
Analisis Penentuan Letak Trafo Distribusi Pada Penyulang Walmas Menggunakan ETAP Power Station 12.6.0
Distribution transformers are devices designed to transmit electrical energy from the power source to consumers. The loading percentage on distribution transformers must not exceed the health index standard of 80% of their capacity, in accordance with the regulations of PT.PLN (Persero) as stated in directorate circular Number: 0017.E/DIR/2014. In addition to the loading percentage, the voltage variation in electrical distribution must comply with the specified limits of +5% and -10% from the nominal voltage as per SPLN No.1 of 1995. This research was conducted to analyze one of the distribution transformers that experienced overload, leading to a voltage drop in the electrical network system, necessitating appropriate measures to address the issue. The load forecasting for determining the capacity and lifespan of transformers is conducted using the Least Square method. Data from 2022 shows that the distribution transformer with the code "gardu 610.OK," with a capacity of 100 kV in the Walmas feeder at PT. PLN (Persero) ULP Palopo Kota, experienced an excessive load of up to 85.67%, resulting in a voltage drop of up to 18.2%. The research findings indicate that the installation of an additional transformer can reduce the loading percentage to 52.95% and improve the voltage drop percentage to 4.9% in the first quarter of 2023
Inverse Kinematic of 1-DOF Robot Manipulator Using Sparse Identification of Nonlinear System
Robot Manipulator is the most robot used in industry since it can act like a human arm that can move objects. Research on robot manipulator has been widely carried out in various problems such as control systems, intelligence robots, degrees of freedom, mechanics-electronics systems and various other problems. In control systems there are studies to design of robot motion through kinematics. However, modeling the kinematic motion which has nonlinear characteristics will be more difficult if the number of degrees of freedom increases. To overcome this problem, this research will proposed sparse regression to modeling the kinematics of a robotic arm with the black box principle modeling. The results obtained indicate that the method The proposed one has the ability to identify robots manipulator with a fitness score of up to 100%. This matter shows that the proposed method can modeling the kinematic inverse of the manipulator robot without through complex calculations. From this research is expected can provide other research opportunities related to identification kinematics with the identification system metho
Comparison of the Effect of Variable Helix Angle Geometry Tools on CNC Vertical Milling Machines on Chatter using a microcontroller Based on SLD
Vibrations that often occur in the production process using CNC milling machines are very important to take into account. These vibrations can cause dimensional changes and affect the level of quality produced, so the effect of chatter vibrations on production becomes a major problem in the milling process. Vibration values are determined using SLD graphs experimentally, analytically and semi-analytically. The material used in this study is SS 304, MPU 6050 which is connected to Arduino Uno using LabVIEW 2019 student edition software in the form of FFT charts. Data collection using experimental methods, tool geometry parameters are tool geometry VHA 35/38 degrees and VHA 36/38 (Degrees), Spindle Speed 2000,2500,3000 (RPM), Depth Of Cut 0.4, 0.7, 1 (mm), and Feed Rate 100, 125 and 150 (mm/s). The results of the SLD study used a variable helix angle of 35/38 degrees at a feed rate variation of 100 mm / minute chatter at cut depths of 1, 0.7 and 0.7 mm, at a feed rate variation of 125 mm / minute chatter at a cut depth of 0.7, 1 and 0.7 mm. At feed rates of 150 mm/min at cut depths of 1, 1, and 0.7 mm with spindle speeds equal to 2000.2500 and 3000 RPM. While VHA results of 36/38 degrees at a feed rate of 100 mm / minute experienced chatter at cut depths of 0.7.1 and 1 mm, at feed rates of 125 mm / minute chatter at cut depths of 1.1 and 0.7 mm. At a feed rate variation of 150 mm/min chatter at cut depths of 1.1, and 0.7 mm with the same spindle speeds of 2000.2500 and 3000 RPM.Keywords : Chatter, VHA, SLD, microcontrolle, FF
Pengaruh Variasi Komposisi Zeolit Alam Terhadap Hasil Pirolisis Plastik Campuran Polypropylene Dan Polyethylene Terephthalate
Pada penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi pengaruh dari variasi komposisi zeolit alam terhadap hasil pirolisis campuran plastik polypropylene (PP) dan polyethylene terephthalate (PET). Dengan bertumpu pada masalah meningkatnya penggunaan plastik sekali pakai, penelitian ini menerapkan teknologi pirolisis untuk mengubah sampah plastik menjadi bahan bakar minyak. Zeolit alam ditambahkan sebagai katalis dalam pirolisis dengan persentase variasi 5%, 10%, dan 15%. Eksperimen dilakukan dengan memanaskan campuran plastik dalam reaktor selama 2 hingga 3 jam, kemudian hasil pirolisis diukur volume minyaknya. Selain itu, analisis kandungan senyawa sintetik dilakukan menggunakan alat GCMS (Chromatography-Mass Spectrometry). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan zeolit alam memiliki dampak pada kualitas hasil pirolisis. Semakin tinggi persentase zeolit, semakin jernih warna bahan bakar yang dihasilkan, menyerupai bahan bakar premium. Selain itu, waktu pirolisis juga dipengaruhi oleh penambahan zeolit, dengan waktu yang semakin singkat seiring peningkatan persentase zeolit. Analisis menggunakan(GCMS) mengungkapkan bahwa variasi komposisi zeolit berpengaruh pada jumlah zat senyawa komponen sintetik yang dihasilkan. Kesimpulannya, penelitian ini menunjukkan bahwa zeolit alam memiliki potensi sebagai katalis dalam proses pirolisis plastik campuran PP dan PET. Penambahan zeolit dapat meningkatkan kualitas bahan bakar hasil pirolisis, yang dapat memiliki implikasi positif dalam upaya mengurangi dampak sampah plastik dan mendapatkan sumber energi alternatif. Meskipun demikian, diperlukan penelitian lebih lanjut untuk memahami efek zeolit secara lebih rinci serta untuk mengoptimalkan proses pirolisis secara menyeluruh
Efek Perbedaan Kecepatan dan Kedalaman Potong pada Mesin Bubut terhadap Tingkat Kekasaran Benda Kerja ST 37
Pembubutan merupakan pekerjaan yang sering dilakukan pada bidang teknik pemesinan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan pengaruh variasi proses pembubutan terhadap tingkat kekasaran pada benda kerja. Variasi proses pembubutan yang dimaksud adalah perbedaan kecepatan dan kedalaman potong bubut. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode eksperimen. Variabel meliputi variabel independen yakni kecepatan potong dan kedalaman potong dengan variabel dependen kekasaran permukaan benda kerja. Dari hasil percobaan dapat disimpulkan bahwa kekasaran permukaan benda kerja hasil pembubutan dipengaruhi oleh kecepatan dan kedalaman potong. Secara konsep, semakin tinggi kecepatan potong maka semakin halus benda kerja yang dihasilkan, namun belum nampak jelas pada percobaan ini. Kemudian terkait kedalaman potong, semakin dalam pemakanannya maka semakin halus (kekasaran kecil) permukaan benda kerja hasil pembubutan, terbukti pada percobaan ini. Dengan demikian, pada proses pembubutan diperlukan kecepatan dan kedalaman potong yang tepat sesuai dengan jenis benda kerja untuk memperoleh hasil yang terbaik. Kajian lebih lanjut dapat dilakukan dengan kecepatan dan kedalaman potong yang lebih bervariasi
Analisis Sistem Perancangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) On Grid Di Kampus 2 Politeknik Negeri Ujung Pandang
Pada dasarnya, masyarakat diperkenalkan dengan model pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) off-grid yang diaplikasikan untuk daerah yang tidak ada jaringan PLN dengan cara menyimpan energi pada siang hari dan menggunakannya di waktu malam. PLTS yang ditawarkan ke masyarakat menggunakan central inverter untuk beberapa modul photovoltaic, yang menghasilkan tegangan DC. Dalam penelitian ini, model PLTS on-grid dibangun untuk modul praktek yang langsung terhubung ke PLN serta tidak memerlukan baterai penyimpanan maupun charger sehingga mengurangi biaya investasi dan cocok diaplikasikan di masyarakat. Micro inverter berukuran kecil dapat dipasang langsung di bawah modul surya dan menghasilkan tegangan AC yang langsung dapat dimanfaatkan. Modul yang dibangun adalah sebuah PLTS on-grid 200 wp dengan menggunakan micro inverter 1000 watt dan dilengkapi dengan beban listrik berupa bola lampu dan stop kontak. Untuk pengambilan data, model ini dihubungkan dengan jaringan PLN melalui pelanggan listrik rumah tangga dengan daya 900 VA. Hasil pengukuran PLTS ini mampu membangkitkan daya sebesar 53,2 Watt dan berhasil mendistribusikan daya ke jaringan PLN sebesar 0,18 kWh dalam sehari. Model PLTS ini siap digunakan sebagai modul praktek dan juga media promosi ke masyarakat tentang model PLTS on-grid yang mempunyai nilai ekonomi untuk membantu pemerintah dalam pencapaian target nasional di bidang renewable energy
Analisis Keandalan Sistem Jaringan Distribusi 20 KV di PT. PLN (Persero) ULP Kalebajeng Dengan Metode Reliability Network Equivalent Approach (RNEA)
Kualitas keandalan jaringan pelayanan energy pada sistem distribusi dapat dlihat dari seberapa sering terjadi pemadaman dan lamanya padam dalam waktu tertentu. Evaluasi keandalan penyulang radial memerlukan perhitungan yang cukup rumit dan dan sangat banyak. Metode Reliability Network Equivalent Approach (RNEA) digunakan untuk menganalisis keandalan sistem distribusi yang besar dan kompleks menjad bentuk yang sederhana dengan elemen pendekatan ekivalen. Rangkaian ekivalen digunakan untuk mengganti bagian jaringan distribusi, dan menyusun kembali kedalam bentuk seri. Sebagai sampel Penyulang Parang Banoa dan Penyulang RRI yang berkonfigurasi radial. Telah dilakukan perhitungan dengan menggunakan metode RNEA. Dari keandalan ini didapatkan nilai indeks keandalan load point dan indeks keandalan sistem. Pada penyulang Parang Banoa dengan menggunakan metode RNEA pada tahun 2021 dengan nila SAIFI sebesar 4,813 [kegagalan/pelanggan/tahun] dan SAIDI sebesar 12,003[jam/pelanggan/tahun]. Sedangkan pada penyulang RRI memiliki nilai SAIFI sebesar 1,827 [kegagalan/pelanggan/tahun dan SAIDI sebesar 4,619 [jam/pelanggan/tahun]. Berdasarkan hasil perhitungan penyulang Parang Banoa dikategorikan tidak andal karena nilainya sudah melebihi standar SPLN 68-2 tahun 1986. Sedangkan pada penyulang RRI dikatakan andal karena nilainya berada dibawah standar SPLN 68-2 tahun 1986 tersebut. kerugian ekonomis pada Penyulang Parang Banoa dengan nilai ENS : 6.549.928,32 kWh/tahun, AENS : 1563,60 dan nilai kerugian ekonomis sebesar Rp. 26.854.706,11. Sedangkan pada Penyulang RRI dengan nilai ENS : 7.160.697,13 kWh/tahun, AENS : 702,64 dan nilai kerugian ekonomis sebesar Rp. 29.358.858,23 selama tahun 2021
Analisis Kapasitas Shannon pada Jaringan LTE di Kota Makassar
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi sumber-sumber penyebab menurunnya kapasitas Shannon di Kota Makassar, khusunya di kelurahan Antang dan menentukan faktor-faktor yang mempengaruhi kapasitas Shannon pada jaringan LTE. Identifikasi sumber-sumber penyebab menurunnya kapasitas Shannon dilakukan dengan pengukuran metode drive test menggunakan TEMS Pocket dan monitoring parameter hasil drive test secara visual menggunakan software TEMS Investigation 23.1. Hasil pengukuran drive test menghasilkan nilai parameter jaringan LTE pada daerah yang diteliti yaitu parameter RSRP, RSSI, RSRQ, SINR dan throughput. Kelima parameter ini saling berkaitan erat. Jika nilai RSRP, RSSI, SINR dan RSRQ mengalami penurunan maka nilai throughput juga akan menurun. Penurunan tersebut disebabkan oleh interferensi, daya pancar yang tinggi dari eNodeB lain, noise, refleksi, difraksi, scattering, traffic yang padat dan faktor sensitivitas dari handphone yang digunakan. Faktor-faktor yang mempengaruhi kapasitas Shannon pada jaringan LTE adalah SINR dan jumlah BER yang dihasilkan. Jika nilai SINR tinggi maka nilai BER rendah, begitu pula sebaliknya, SINR yang rendah akan meningkatkan BER sehingga jumlah bit data yang berhasil dikirim akan rendah. Selain itu, terdapat juga hubungan antara parameter RSRP dan RSSI dengan kapasitas Shannon. Jika kedua parameter tersebut mengalami penurunan maka jumlah informasi yang berhasil dikirim juga akan menurun yang menyebabkan kualitas sinyal juga menurun
Analisis Penggantian Minyak OLTC Terhadap Efektifitas Kinerja Trafo Daya 30 MVA Gardu Induk Tallo Lama
Transformator daya merupakan transformator yang berfungsi sebagai penyalur daya dari pembangkit ke sistem tenaga listrik. Hampir semua transformator daya di gardu induk dilengkapi dengan tap changer (OLTC), Fungsinya adalah untuk menyesuaikan angka transformasi dari transformator agar tegangan di sisi sekundernya tetap terjaga. OLTC bekerja pada saat kondisi transformator beroperasi. Oleh karena itu, pada saat terjadi perpindahan posisi tap changer akan muncul arching atau discharge yang dapat menyebabkan kualitas minyak OLTC dapat menurun. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis akibat yang ditimbulkan apabila tidak dilakukan penggantian minyak OLTC serta menganalisis perbandingan hasil pengujian dan perhitungan tegangan tembus dan tangen delta minyak sebelum dan setelah penggantian minyak OLTC. Metode dalam penelitian ini berupa observasi, kegiatan penggantian dan pengujian serta wawancara. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa hasil pengujian untuk tegangan tembus minyak OLTC sebelum dilakukan penggantian minyak sebesar 28,5 kV. Sedangkan hasil pengujian tangen delta minyak sebelum penggantian minyak sebesarΓΒ 1,5960%. Untuk hasil pengujian tegangan tembus minyak baru setelah purifikasi pertama sebesar 47,3 kV dan hasil pengujian tegangan tembus minyak baru setelah purifikasi kedua sebesar 62,2 kV serta hasil pengujian tegangan tembus setelah penggantian minyak OLTC sebesar 50,3 kV. Sedangkan hasil pengujian tangen delta minyak setelah penggantian minyak OLTC sebesar 0,0321%
Rancang Bangun Sistem Informasi Penghitung Jumlah Orang Pada Ruangan Tertutup Berbasis Internet Of Things (IoT)
Berbagai sistem informasi otomatis saat ini bisa menjadi pilihan alternatif untuk dipasang pada gedung ataupun ruangan guna mendukung program pencegahan penularan virus COVID 19 yang mulai menyebar hampir diseluruh negara. Pada penelitian ini Rancang Bangun Sistem Penghitung Jumlah Orang Pada Ruangan Tertutup Berbasis IoT (Internet of Things) merupakan sistem penghitung jumlah orang yang menggunakan sensor infrared proximity dan LCD. Data dari sensor akan diolah oleh ESP32-CAM jika orang melewati sensor infrared proximity dan data akan dikirim kedatabse kemudian akan ditampilkan pada LCD dan Web. Alat ini dibuat dengan ESP32-CAM, ESP32-CAM dan diintegrasikan menggunakan sensor infrared proximity sebagai alat penghitung objek yang lewat kemudian data diolah pada ESP32-CAM untuk dirubah menjadi angka ke database.Sensor menghasilkan data berupa angka jumlah objek yang dikonversikan pada ESP32-CAM kemudian dikirim ke database setelah itu menghasilkan data yang akan ditampilkan pada LCD dan Web berupa jumlah orang masuk, keluar, dan jumlah saat itu yang juga ditampilkan via livestream kondisi ruangan secara langsun