Jurnal Nutrisia
Not a member yet
127 research outputs found
Sort by
Variasi Campuran Tepung Terigu Dan Tepung Kacang Hijau Pada Pembuatan Nastar Kacang Hijau (Phaseolus radiates) Memperbaiki Sifat Fisik dan Organoleptik
Latar Belakang : Tepung kacang hijau adalah bahan makanan yang diperoleh dari biji tanaman kacang hijau (Phaseolus radiates). Kacang hijau merupakan salah satu jenis kacang-kacangan yang memiliki kadar protein dan zat besi yang cukup tinggi. Pemanfaatan kacang hijau dilakukan dalam bentuk cookies yang merupakan produk pangan yang banyak diminati masyarakat. Bentuk cookies yang umum dijumpai adalah nastar. Tujuan : Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui pengaruh variasi campuran tepung terigu dan tepung kacang hijau terhadap sifat fisik dan organoleptik pada kue nastar. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian true experiment, dengan rancangan acak sederhana menggunakan 4 perlakuan, 2 pengulangan dan satu kali unit percobaan sehingga terdapat 8 unit percobaan . Variasi campuran tepung kacang hijau pada kue nastar yaitu perlakuan A (100%:0%), perlakuan B (75%:25%), perlakuan C (50%:50%), dan perlakuan D (25%:75%). Uji statistik yang digunakan yaitu One Way Anova, apabila ada perbedaan dilanjutkan dengan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT) dengan tingkat signifikasi 95%. Hasil : Kue nastar yang paling disukai dari segi warna, aroma, dan rasa adalah kue nastar tanpa penambahan tepung kacang hijau, sedangkan dari segi tekstur yang paling disukai adalah kue nastar dengan variasi campuran tepung kacang hijau perlakuan B (25%). Kesimpulan : Ada pengaruh variasi campuran tepung kacang hijau pada kue nastar ditinjau dari sifat fisik dan organoleptiknya
Efek Konseling Gizi Terhadap Pengetahuan Dan Kepatuhan Pembatasan Intake Cairan Pada Pasien Chronic Kidney Disease (CKD) Di Rsud Abdul Wahab Sjahranie Samarinda
oai:ojs3.nutrisiajournal.com:article/8Background:Between 8 to 10% of the adult population suffers kidney damage and every year millions of people die from complications related to CKD. Fluidintake restrictions is the most difficult aspect to adhere, in RSUD Sukoharjo 45,16% who do not adherence of fluid intake restrictions. Based on the results of research in RSUD Sukoharjo as much as 58,06% patients have less knowledge of fluid intake restrictions.Objective: Know the effects of nutrition counseling to knowledge and adherence of fluid intake restrictions on CKD patients in RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda.Methods:The type of research was quasi experiment, using pre-post test control group design. Total research subjects were 15 people treatment and 15 control people. Data analysis used to know the difference using different test.Results:There was a significant difference in knowledge of fluid intake restrictionsbefore and after nutritional counseling using leaflets p <0,05 (p = 0,001). There was a significant difference in adherence of fluid intake restrictionsbefore and after nutritional counseling using leaflets p <0,001 (p=0,000). There was a significant difference in knowledge of fluid intakerestrictions before and after nutrition counseling between treatment group and control group p <0,05 (p = 0,006). There was no significant difference in adherence of fluid intakerestrictions before and after nutrition counseling between treatment group and control group p> 0,05 (p = 0,109).Conclusion:Nutrition counseling can improve the knowledge and adherence of fluid intake restrictions in CKD patients undergoing Hemodialysis significantl
Media papan petak PGS dan Poster pada Penyuluhan Gizi terhadap Pengetahuan Gizi Seimbang Siswa Sekolah Dasar
Latar Belakang: Anak sekolah saat ini menghadapi masalah gizi ganda, yaitu gizi kurang dan gizi lebih yang disebabkan oleh rendahnya pengetahuan tentang pedoman gizi seimbang. Tujuan : Mengetahui efektifitas penggunaan media papan petak dibandingkan media poster terhadap pengetahuan gizi seimbang siswa SD. Metode : Jenis penelitian ini adalah experimen semu dengan desain pre-post test with control. Lokasi penelitian di SDN Jaranan dan SDN 1 Salakan, yang dilaksanakan pada bulan Mei 2018. Subjek adalah semua siswa kelas IV SDN Jaranan dan SDN 1 Salakan yang berjumlah 52 siswa. Variabel bebas adalah penggunaan papan petak dan poster pada penyuluhan gizi seimbang, sedangkan variabel terikat yaitu pengetahuan siswa. Pada awal penelitian pengetahuan siswa diukur dengan kuesioner. Hari kedua penelitian, diberikan perlakuan berupa penyuluhan tentang gizi seimbang yang dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok papan petak dan kelompok poster dan pengetahuan siswa diukur dengan kuesioner. Analisis data menggunakan uji paired sample test dan independent samples T-test. Hasil : Penggunaan papan petak meningkatkan skor pengetahuan rata-rata sebesar 25,4, sedangkan pada poster sebesar 18,5 dengan t-hitung 2,2. Ada perbedaan yang signifikan skor pengetahuan antara kelompok papan petak dan poster (p=0.034). Kesimpulan : Media papan petak lebih efektif meningkatkan pengetahuan gizi seimbang pada siswa SD dari pada poster
POLA KONSUMSI DAN STATUS OBESITAS PADA PEMANDU WISATA DI KABUPATEN BADUNG, PROPINSI BALI
Tour guides working to serve foreign tourists are particularly vulnerable to obesity and non-communicable diseases. They are exposed every day to the lifestyle and diet of the western tourists who are served that tend to be high energy, fat and cholesterol. Lifestyle tour guides should follow the lifestyle of tourists who more activity and banquets, especially at night until the early hours which must also be followed by the tour guide.The study aims to determine the relationship of consumption pattern and obesity status on the tour guide. The study was conducted in Badung Bali Province with the goal of the research is the work Travel guide Travel agency foreign tourists. The samples were carried out by multistage random sampling, with a sample size of 109 people. Data collected from a sample identity, waist circumference, body mass index. Food consumption patterns include the number, type and frequency of consumption of foodstuffs with Semi quantitative method frequeny Food Questionnaire (SQ-FFQ). It showed the number of subjects as many as 109 people with 73.4% male and 26.6% female. About 21,1 % subject have over all obesity and 37,6% have central obesity. Food consumption patterns seen on the amount that exceeds the adequacy of that energy and fat 48.6%, protein 57.8%. The type of foods frequently consumed are chicken, eggs, shrimp, squid is a food consumed regularly >2 times a week. The analysis showed a significant correlation between the pattern of food consumption with obesity status (p <0.05) and exceeds consumption adequacy, have a higher risk of the obesity status than lower concumption (RP > 1,00 ; CI >1). The study showed a significant correlation between consumption pattern with obesity status tour guide in the district of Bali province Badung.
Keywords: Consumption pattern, obesity status , tour guid
Risiko obesitas pada anak kelas 3, 4, 5 yang tidak sarapan di SDN Kelapa Dua Wetan 03 Pagi Ciracas Jakarta Timur
Latar Belakang: Jumlah anak sekolah yang melakukan sarapan pagi di Jakarta masih rendah padahal hal tersebut sangat penting untuk menjaga keseimbangan asupan gizi. Sebagai gantinya, anak sekolah membeli jajanan yang kurang sehat atau cenderung makan lebih banyak sehingga membuat risiko obesitas menjadi tinggi di kalangan anak sekolah. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kebiasaan sarapan dengan status obesitas anak sekolah dasar pada siswa kelas 3,4,5 SDN Kelapa Dua Wetan 03 Pagi Ciracas Jakarta Timur. Metode: Desain penelitian ini adalah cross sectional dengan penarikan subjek secara systematic random sampling. Subjek berjumlah 123 siswa dari 196 siswa kelas 3,4,5. Data yang dikumpulkan adalah karakteristik siswa, kebiasaan sarapan, dan status gizi. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa tidak sarapan (51.2%). Berdasarkan hasil uji statistik diketahui adanya hubungan antara kebiasaan sarapan dengan status gizi (p<0.05). Berdasarkan hasil analisis odd ratio dapat disimpulkan bahwa siswa yang tidak sarapan 6.2 kali (95% CI=2.6-14.7) berisiko terjadinya obesitas dibanding anak yang sarapan. Kesimpulan: mayoritas siswa sekolah dasar melewatkan sarapan sebelum berangkat sekolah dan hanya sebagian siswa yang sarapan secara rutin. Anak yang tidak sarapan mempunyai risiko untuk obesitas dibandingkan anak yang sarapan
Asupan energi, zat gizi makro, dan zat gizi mikro pada pasien hemodialisis di RSUD Panembahan Senopati Bantul
Latar belakang: Pasien Penyakit Ginjal Kronik (PGK) yang menjalani hemodialis memerlukan monitoring dan evaluasi asupan makan secara rutin. Rendahnya monitoring dan evaluasi pada asupan dapat berpengaruh pada status gizi dan kualitas hidup pasien. Tujuan: Mengetahui gambaran asupan energi, zat gizi makro, dan zat gizi mikro pada pasien hemodialisis di RSUD Panembahan Senopati Bantul. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang dilakukan di Unit Hemodialisis RSUD Panembahan Senopati Bantul. Pemilihan subjek penelitian menggunakan purposive sampling (n=30). Data asupan diambil dengan food recall 24 jam selama 3 hari. Hasil : Rerata asupan pada responden adalah : energi 1149,34±401,09 kcal (23,15±7,39 kcal/kgBB/hari); karbohidrat 143,55±43,46 g, protein 39,38±16,53 g (0,79±0,32 g/kgBB/hari); dan lemak 49,01±26,82 g. Rerata asupan vitamin B1 adalah 0,38±0,14 mg; vitamin B2 0,49±0,24 mg; vitamin B6 0,64±0,25 mg; asam folat 0,68±0,94 mg; vitamin C 24,08±21,01 mg; dan vitamin A 397,31±536,14 μg. Rerata asupan natrium natrium 22,45±220,23 mg; kalium 1714,01±1153,91 mg ( 36,64±27,40 mg/kgBB/hari); kalsium 301,13±173,23 mg; dan fosfor 544,94±193,08 mg. Kesimpulan : Rerata asupan energi, zat gizi makro, dan vitamin pada pasien hemodialis di RSUD Panembahan Senopati Bantul masih kurang dari rekomendasi, sedangkan asupan natrium, kalsium, dan fosfor sesuai dengan rekomendasi Perhimpunan Nefrologi Indonesia
Tingkat Konsumsi dan Aktivitas Fisik Lansia yang Tinggal Bersama Keluarga dan UPT Pelayanan Sosial Tresna Werdha
Latar Belakang : Masalah kesehatan lansia dapat dicegah dengan cara mengutamakan faktor gizi dan aktivitas fisik. Pelayanan serta perawatan bagi lansia, baik yang tinggal bersama keluarga atau di pelayanan sosial dapat memberikan dampak yang berbeda terhadap kesehatan maupun kognitif lansia. Tujuan : untuk menganalisis tingkat konsumsi dan aktivitas fisik lansia yang tinggal bersama keluarga dan UPT Pelayanan Sosial Tresna Werdha. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Pemilihan sampel menggunakan proportional random sampling dan diperoleh 37 responden pada masing-masing lokasi penelitian. Penelitian ini menggunakan uji chi square. Hasil : menunjukkan terdapat perbedaan yang bermakna antara umur dengan status tinggal lansia. Status pernikahan lansia menunjukkan hasil terdapat perbedaan yang bermakna dengan status tinggal lansia. Variabel jenis kelamin menunjukkan hasil tidak terdapat perbedaan yang bermakna dengan status tinggal lansia. Kesimpulan : Terdapat perbedaan tingkat konsumsi energi, lemak dan karbohidrat lansia yang tinggal bersama keluarga dan pelayanan sosial. Tidak terdapat perbedaan tingkat konsumsi protein pada lansia yang tinggal bersama keluarga dan pelayanan sosial. Penelitian terhadap tingkat aktivitas fisik lansia menunjukkan terdapat perbedaan bermakna antara lansia yang tinggal bersama keluarga dan pelayanan sosia
Pengaruh Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Pemulihan terhadap Status Gizi pada Ibu Hamil di Kabupaten Sleman
Latar Belakang : Ibu hamil rentan terhadap masalah gizi antara lain Kurang Energi Kronis (KEK). Masalah gizi tersebut dapat menyebabkan kematian pada ibu hamil dan berdampak pada pertumbuhan serta perkembangan janin. Salah satu cara untuk menanggulangi masalah KEK pada ibu hamil adalah dengan pemberian PMT pemulihan (PMT-P). Namun, fakta yang terjadi belum bisa memberikan hasil peningkatan asupan dan status gizi yang sesuai harapan. Tujuan : Tujuan penelitian ini mengetahui pengaruh kontribusi PMT-P terhadap status gizi pada ibu hamil. Metode : Jenis penelitian analitik dengan pendekatan quasi eksperimen dan menggunakan rancangan penelitian pre post test without control yang dilaksanakan di wilayah kerja Kabupaten Sleman pada bulan November 2016 - Januari 2017. Subjek penelitian adalah ibu hamil KEK dengan LILA < 23,5 sejumlah 20 subjek. Variabel bebas yaitu asupan zat gizi total, asupan makan sehari, dan asupan PMT-P serta variabel terikat adalah lingkar lengan atas (LILA). Analisis data menggunakan uji paired sample t-test. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan rerata berat badan, LILA, dan rerata asupan energi total pada akhir perlakuan. Terdapat pengaruh yang bermakna pemberian PMT pemulihan selama 3 bulan terhadap peningkatan status gizi ibu hamil dengan KEK berdasarkan pengukuran LILA (p=0,000).Kesimpulan : Kesimpulan penelitian; Program intervensi PMT pemulihan selama 90 hari pada ibu hamil dengan KEK terbukti mampu meningkatkan asupan energi total, berat badan ibu, dan status gizi ibu hamil dengan KEK berdasarkan LILA. 
Indeks Massa Tubuh dan Profil Sindroma Metabolik Masyarakat Usia Produktif di Posbindu Penyakit Tidak Menular (PTM) Kabupaten Banyumas
Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk melaporkan kaitan IMT dengan profil sindroma metabolik sebagai prediktor penyakit tidak menular pada masyarakat usia produktif Posbindu Kabupaten Banyumas. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan desain penelitian potong lintang. Pengambilan data dilakukan pada bulan Mei 2017 dengan mengambil data variabel bebas yaitu Indeks Massa Tubuh (IMT) dan variabel tergantung yaitu profil sindroma metabolik yaitu HDL, lingkar perut, tekanan darah, gula darah, dan trigliserida. Sejumlah 107 subjek berusia 15-64 tahun dari 2 Posbindu PTM di Banyumas dikaji data demografis, Indeks Massa Tubuh (IMT) dan hubungannya dengan profil sindroma metabolik dengan analisis korelasi Pearson. Hasil : IMT berhubungan dengan beberapa profil sindroma metabolik yaitu berhubungan negatif dengan HDL (P=0,006) dan berhubungan positif dengan trigliserida (P=0,016), tekanan darah diastolik (P=0,002), dan lingkar perut (P=0,000); namun tidak ditemukan hubungan signifikan antara IMT dengan gula darah puasa (P=0,968) dan tekanan darah sistolik (P=0,064). IMT memiliki hubungan dengan beberapa profil sindroma metabolik (HDL, trigliserida, tekanan darah diastolik dan lingkar perut). Kesimpulan : Posbindu dapat menggunakan IMT sebagai parameter untuk meningkatkan kewaspadaan pesertanya terhadap risiko penyakit tidak menular seperti Penyakit Jantung Koroner dan Stroke
Berat Badan, Panjang Badan dan Faktor Genetik sebagai Prediktor Terjadinya Stunted pada Anak Sekolah
Background: Riskesdas in 2013 showed that Yogyakarta (DIY) had a prevalence of stunted new kid in school is less than the national average, which is 14.9% (MOH, 2013). Stunted or short, is a linear growth retardation has been widely used as an indicator to measure the nutritional status of individuals and community groups. Stunted can be influenced by several factors: birth weight, birth length match and genetic factors.
Objective: To determine the weight, length of low birth weight and genetic factors as predictors of the occurrence of stunted on elementary school children.
Methods: The study was a case control analytic. Research sites in SD Muhammadiyah Ngijon 1 Subdistrict Moyudan. The study was conducted in May and June 2015. The subjects were school children grade 1 to grade 5 the number of cases as many as 47 children and 94 control children. With the inclusion criteria of research subjects willing to become respondents, was present at the time of the study, they have a father and mother, and exclusion criteria have no data BB and PB birth, can not stand upright. The research variables are BBL, PBL, genetic factors and TB / U at this time. Data were analyzed by chi-square test and Odd Ratio (OR) calculation. Results: In case group as much as 91.5% of normal birth weight and length of 80.9% of normal birth weight, most of the height of a normal mother and father as many as 85.1%. In the control group as much as 78.7% of normal birth weight and 61.7% were born normal body length, height mostly normal mom and dad that 96.7% of women and 90.4% normal normal father. Statistical test result is no significant correlation between height mothers with stunted incidence in school children, and the results of chi-square test P =
0.026 with value Odd Ratio (OR) of 3.9 and a range of values from 1.091 to 14.214 Cl95%.
Conclusion: High maternal body of mothers can be used as predictors of the occurrence of stunted school children and mothers with stunted nutritional status have 3.9 times the risk of having children with stunted nutritional status.
Keywords: BBL, PBL, Stunted, Schoolchildre