Miracle Journal of Public Health (MJPH)
Not a member yet
    191 research outputs found

    FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENGELOLAAN SAMPAH DI WILAYAH PESISIR PANTAI DESA LANGGARA BAJO KECAMATAN WAWONII BARAT KABUPATEN KONAWE KEPULAUAN

    No full text
    Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit menular yang menjadi masalah kesehatan. Kawasan pesisir adalah ruang daratan yang terkait erat dengan ruang lautan. Kawasan pesisir sebagai suatu sistem, maka pengembangannya tidak dapat terpisahkan dengan pengembanganwilayah secara luas. Pengelolaan sampah sampai sekarang masih menjadi permasalahan yang belum terpecahkan oleh bangsa ini. Sampah menjadi ancaman serius bagi kelangsungan hidup. Berdasarkan data Dinas Kebersihan, Pertamanan dan Pemakaman Kabupaten Konawe Kepulauan jumlah sampah dari tahun ke tahun semakin meningkat seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk Pada tahun 2017, jumlah produksi sampah meningkat 140.39 m3/hari. Jenis penelitian ini adalah penelitian analitik observasional dengan metode Cross Sectional Study. Dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam Penelitian ini penelitian ini adalah 153 KK di Desa Langgara Bajo Kecamatan Wawonii Barat Kabupaten Konawe Kepulauan, Sampel penelitian 61 KK. Hasil uji statistik dengan menggunakan Chi Square X2 hitung>X2 tabel (32,881>3,841), maka H0 ditolak lalu di lanjutkan uji keeratan hubungan diperoleh nilai phi = 0,734 yang artinya ada hubungan kuat antara pengetahuan dengan pengelolaan sampah. Hasil uji statistik dengan menggunakan Chi Square diperoleh nilai X2 hitung >X2 tabel (21,396> 3,841), maka H0 ditolak lalu di lanjutkan uji keeratan hubungan diperoleh nilai phi =0,592 yang artinya ada hubungan kuat sikap dengan pengelolaan sampah. Hasil uji statistik dengan menggunakan Chi Square X2 hitung>X2 tabel (31,641>3,841), maka HO ditolak lalu di lanjutkan uji keeratan hubungan diperoleh nilai phi =0,720 yang artinya ada hubungan kuat antara tindakan dengan pengelolaan sampah. Hendaknya instansi kesehatan (Puskesmas) yang wilayah kerjanya melingkupi Desa Langgara Bajo Kecamata Wawonii Barat Kabupaten Kepulauan melakukan penyuluhan tentang pengelolaan sampah yang baik sehingga terciptanya kesadaran masyarakat dalam melakukan pengelolaan sampah dengan baik

    FAKTOR RISIKO KEJADIAN DBD DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS LAINEA DAN PUSKESMAS KONDA KABUPATEN KONAWE SELATAN

    No full text
    Baik atau buruknya perilaku masyarakat akan dipengaruhi juga oleh tingkat pengetahuan, sikap, dan kebiasaan yang dilakukan masyarakat sehari-harinya dalam mencegaha terjadinya DBD. Berdasarkan hasil obervasi dan wawancara pendahuluan didapatkan penyebab peningkatan angka kejadian DBD antara lain adalah kondisi lingkungan yang tidak bersih, pemukiman rumah yang padat, dan perilaku masyarakatnya yang belutn sadar akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.Tujuan penelitian untuk mengetahui risiko 3M (Mengguras, Menutup dan Mengubur), Pemberian Abate, dan Penggunaan kelambu terhadap terjadinya penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Jenis penelitian ini adalah penelitian analitik observasional dengan metode Case Control. Dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dalamPenelitian mi penelitian mi adalah 714 KK di Kelurahan Lapulu Kecamatan Abeli Kota Kendari, Sampel penelitian adalah 88 sampel. (Sampel kasus sebanyak 88 orang dan control 88 orang).Hasil uji statistik dengan menggunakan analisis Odds Ratio diperoleh nilai 2.310, hal mi berarti bahwa 3M merupakan faktor risiko, Hasil uji statistik dengan menggunakan analisis Odds Ratio diperoleh nilai 2.297, hal liii berarti bahwa pemberian bubuk abate merupakan faktor risiko, Hasil uji statistik dengan menggunakan analisis Odds Ratio diperoleh nilai 1.901, hal ini berarti bahwa menggunakan kelanibu merupakan faktor risiko Kejadian DBD DiKelurahanLapulu Kecamatan Abeli Kota Kendari Sulawesi Tenggara. Di harapkan kepada masyarakat kelurahan Lapulu untuk bisa meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit demam berdarah dengue dengan melakukan pencegahan seperti 3M plus, rnenggunakan kelambu saat tidur dan selalu menjaga kebersihan lingkungan

    HUBUNGAN INSENTIF, GAYA KEPEMIMPINAN, LINGKUNGANKERJA TERHADAP KINERJA TENAGA KESEHATAN PUSKESMAS TIRAWUTA KABUPATEN KOLAKA TIMUR

    No full text
    Dari data profil Puskesmas Tirawuta diketahui rata-rata perbulan sasaran kerja pegawai untuk seluruh program hanya mampu menyelesaikan target 75%. Hal ini dapat dilihat dari Program Gizi 47% dimana seharusnya 75%, KIA, 76% dimana seharusnya 85% Kesling 87% dimana seharusnya 90%, dan Promkes 77% dimana seharusnya 90%. Dari permasalahan tersebut banyak program kerja atau upaya kesehatan yang tidak mencapai target, karena rendahnya motivasi petugas kesehatan sehingga berpengaruh terhadapkinerjanya. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan motivasi terhadap kinerja tenaga kesehatan di Puskesmas Tirawuta Kabupaten Kolaka Timur. Jenis penelitian ini adalah penelitian Kuantitatif dengan menggunakan pendekatan metode Cross-Sectional Study yaituuntuk mengetahui hubungan anatara motivasi dan kinerja tenaga kesehatan dilihat dari insentif gaya kepemimpinan, dan kondisi lingkungan kera tenaga kesehatan di puskesmas Tirawuta Kabupaten Kolaka Timur. Hasil penelitian diketahui bahwa ada 12(31,6%) tenaga kesehatan Puskesmas Tirawuta yang menunjukkan kinerja kurang. Berdasarkan uji statistik diperoleh hubungan Insentif Terhadap Kinerja Tenaga Kesehatan diperoleh nilai X2 hitung > X2 tabel (16.292 > 3,841) maka H0ditolak, dan nila

    PENGARUH SENAM KESEGARAN JASMANI (SKJ) TERHADAP PENURUNAN KADAR GULA DARAH PADA PENDERITA DIABETES MELLITUS DI PUSKESMAS NAMBO KOTA KENDARI

    No full text
    Data di Puskesmas Nambomenunjukkanpenderita DM terjadinya peningkatan kasus, tidak pernah melaksanakan senam atau aktivitas fisik sehingga sering mengalami kadar gula darah yang tinggi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh Senam Kesegaran Jasmani terhadap penurunan kadar gula darah pada penderita Diabetes Mellitus. Jenis penelitian ini adalah eksperimen dengan rancangan design pre test dan post test. Populasi semua penderita Diabetes Mellitus tipe II yang masih menjalanipengobatan di wilayah kerja Puskesmas Nambo Tahun 2018 berjumlah 36 penderita. Sampel berjumlah30 diambil secara Simple Random Sampling. Analisis Uji Normalitas Data dan Uji t tes.Hasil penelitiandiperoleh Kadar gula darah sebelum Senam Kesegaran Jasmani di Puskesmas Nambo Kota Kendari rataratakadar gula darah 306,97 mg/dL.Kadar gula darah sesudah Senam Kesegaran Jasmani dengan frekuensi 6 kali dalam 2 minggu diperoleh rata-rata gula darah menurun menjadi 280,10 mg/dL. Sesudah 4 minggu dengan pelaksanaan senam 12 kali diperoleh rata-rata gula darah menurun menjadi 219.00 mg/dL. Ada pengaruh Senam Kesegaran Jasmani terhadap penurunan kadar gula darah pada penderita Diabetes Mellitus di Puskesmas Nambo Kota Kendari diperoleh sesudah senam kesegaran jasmani 6x/ 2 Minggu Senam ( 0,027<0,05 ) dan sesudah 12x/4 Minggu Senam (0,000<0,05).Saran bagi petugas di Puskesmas Nambo Kota Kendari perlunya peningkatan pengetahuan masyarakat dengan penyuluhan terutama kepada penderita Diabetes Mellitus tentang pentingnya pengukuran kadar gula darah secara periodik, aktivitas secara teratur dan bagi masyarakat khususnya penderita Diabetes Mellitus dan agar menerapkan aktivitas fisik secara teratur minimal 3 kali dalam satu minggu

    FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KELELAHAN KERJA PADA PEKERJA MEUBEL DI KECAMATAN POASIA KOTA KENDARI

    No full text
    Kelelahan kerja adalah keluhan pada bagian-bagian otot skeletal yang dirasakan oleh seseorang mulai dari keluhan yang sangat ringan sampai sangat sakit. Kelelahan kerja disebabkan oleh lama kerja, sikap kerja dan kebiasaan merokok. Apabila otot menerima beban statis secara berulang dalam jangka waktu yang lama akan menyebabkan keluhan berupa kerusakan pada sendi, ligamen dan tendon.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara lama kerja, sikap kerja dan kebiasaan merokok dengan keluhan kelelahan kerja pada pekerja meubel di Kecamatan Poasia Kota Kendari Tahun 2018. Penelitian ini merupakan jenis penelitian analitik dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode cross sectional. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni – Juli 2018 di industri meubel yang berada di wilayah Kecamatan Poasia Kota Kendari, dengan subyek penelitian yaitu pekerja meubel dengan jumlah sampel penelitian 42 pekerja. Penelitian ini menggunakan uji Chi Square Test. Hasil uji statistik pada tingkat signifikasi alpha 0,05 diperoleh hasil ada hubungan antara lama kerja dengan keluhan kelelahan kerja (ρValue =0,007), ada hubungan antara sikap kerja dengan keluhan kelelahan kerja pada pekerja meubel (ρValue =0,017), ada hubungan antara kebiasaan merokok dan keluhan kelelahan kerja (ρValue = 0,005),Bagi pemilik usaha meubel agar menerapakan waktu kerja sesuai undangundang yang berlaku, dan untuk pekerja sebaiknya bekerja dalam sikap yang ergonomis dan mengurangi kebiasaan merokok yang dapat mengurangi keluhan kelelahan kerja

    FAKTOR RISIKO KEJADIAN HIPERTENSI PADA LAKI-LAKI USIA 45 TAHUN KEATAS DI PUSKESMAS RAROWATU KABUPATEN BOMBANA

    No full text
    Data yang diperoleh dari Puskesmas Rarowatu tahun 2016 penyakit hipertensi menempati urutan ketiga dari kasus penyakit tertinggi sebanyak 14,75%, tahun 2017 meningkat menjadi urutan kedua dari 10 besar penyakit sebanyak 15,48% dan tahun 2018 Januari sampai Maret sebanyak 15,85%.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui factor risiko kejadian hipertensi pada laki-laki usia 45 tahun keatas di Puskesmas Rarowatu Kabupaten Bombana. Jenis penelitianini adalah penelitian analitik dengan rancangan case control, populasi adalah seluruh pasien yang berobat di Puskesmas Rarowatu periode Januari sampai Maret tahun 2018 yang telah di diagnose oleh dokter menderita hipertensi berjumlah 68 orang dengan jumlah sampel kasus40 orang dan kontrol 40 orang.Teknik pengambilan sampel menggunakan Acidental Sampling, Metode analisis menggunakanUjiOdds Ratio. Hasil penelitian menunjukkanbahwakebiasaanmerokok merupakan faktor risiko terhadap kejadian hipertensi pada lakilakiusia45 tahunkeatas(OR= 3,889; CI= 95%), konsumsi kopi merupakan factor risiko terhadap kejadian hipertensi pada laki-laki usia 45 tahun keatas (OR=2,513;CI=95%) dan riwayat keluarga merupakan factor risiko terhadap kejadian hipertensi pada laki-laki usia 45 tahun keatas (OR= 4,210; CI= 95%). Diharapkan kepada Puskesmas Rarowatu agar sering melakukan penyuluhan kesehatan kepada masyarakat terutama pada penderita hipertensi agar rutin melakukan pemeriksaan di Puskesmas dan menganjurkan untuk menjaga pola hidup sehat, mengurangi kebiasaan merokok serta mengkonsumsi makanan yang seimbang

    FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI PADA LANSIA DI KELURAHAN ONEMAY KECAMATAN TOMIA KABUPATEN WAKATOBI

    No full text
    Berdasarkan data awal di puskesmas Onemay Kecamatan Tomia Kabupaten Wakatobi diketahui survey pada 10 lansia di Kelurahan Onemay dengan kejadian hipertensi diperoleh data 7 dari 10 lansia tersebut mengatakan bahwa penyakit hipertensi yang diderita sebagian besar dipengaruhi pola makan, perilaku olahraga dan stress. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pola makan, perilaku olahraga dan stress dengan kejadian hipertensi pada lansia di kelurahan Onemay Kecamatan Tomia Kabupaten Wakatobi. Jenis penelitian analitik dengan pendekatan obseravsional yang menggunakan rancangan cross sectional study, populasi dalam penelitian ini adalah semua lansia yang ada di Kelurahan Onemay Kecamatan Tomia Kabupaten Wakatobi pada tahun 2018 yaitu sebanyak 127 orang dan sampel sebanyak 56 orang yang diambil secara simple random sampling. Metode analisis menggunakan uji chi square dan uji phi serta uji fisher teks.Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara pola makan dengan kejadian hipertensi pada lansia nilai x² (6,125) μ= 0,370, serta p value >0,05 maka ada hubungan sedang antara perilaku olahraga dengan kejadian hipertensi pada lansia nilai x² hit (6,163) μ= 0,372, serta pvalue > 0,05 maka ada hubungan sedang antara stress dengan kejadian hipertensi pada lansia nilai x² hit (6,125) μ=0,370 serta p value > 0,05. Saran dalam penelitian ini adalah bagi seluruh lansia agar selalu mengkomsumsi makanan yang sehat dan rutin melakukan olahraga serta mengendalikan stress dan mengetahui pola makan yang sehat. Oleh sebeb itu diharapkan kepada kepala puskesmas Onemay dapat melakukan penyuluhan terhadap masyarakat tentang pentingnya pola makan sehat, perilaku olahraga secara rutin dan pengendalian stress dalam kejadian hipertensi

    HUBUNGAN KEPUASAN PASIEN PENGGUNA BPJS TERHADAP KUALITAS PELAYANAN KESEHATAN DI PUSKESMAS LATAMBAGA KECAMATAN LATAMBAGA KABUPATEN KOLAKA

    No full text
    Data Puskesmas Latambaga jumlah pengguna BPJS pada tahun 2017 sebanyak 9.725 orang. Jumlah kunjungan pengguna BPJS pada tahun 2016 sebanyak 14.472 kunjungan, sedangkan pada tahun 2017 sebanyak 13.073 kunjungan, yang berarti mengalami penurunan sebanyak 10,3% yaitu 1.399 kunjungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungankepuasan pasien pengguna BPJS terhadap kualitas pelayanan kesehatan Di Puskesmas Latambaga Kecamatan Latambaga Kabupaten Kolaka. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuatitatif dengan rancangan analitik menggunakan pendekatan cross sectional study. Populasi dalam penelitian ini seluruh pengguna BPJS yang berada di wilayah kerja Puskesmas Latambaga Kecamatan Latambaga Kabupaten Kolaka pada tahun 2018 yang berjumlah 9.725 pengguna. Sedangkan jumlah sampel sebanyak 100 orang, tehnik pengambilan sampel menggunakanrandom sampling. Metode analisis yang digunakan adalah Uji Chi Square. Hasil uji Chi Square menunjukkan bahwa ada hubungan bukti fisik dengan kepuasan pasien (5,626 > 3,841). Ada hubungan daya tanggap dengan kepuasan pasien (70,963 > 3,841). Tidak ada hubungan jaminan dengan kepuasan pasien (0,361 < 3.841). Ada hubungan perhatian dengan kepuasan pasien (6,349 > 3,841). Ada hubungan kehandalan dengan kepuasan pasien (10,118 > 3,841). Diharapkan bagi petugas kesehatan lingkup Puskesmas Latambaga agar meningkatkan kualitas pada dimensi bukti fisik, daya tanggap, kehandalan, perhatian, dan jaminan yang di rasa kurang baik dan mempertahankan kulitas yang sudah baik

    HUBUNGAN PERILAKU MASYARKAT ANTARA PRAKTEK PENCEGAHAN DENGAN KEJADIAN PENYAKIT DBD DI DESA AEPODU KECAMATAN LAEYA KABUPATEN KONAWE SELATAN

    No full text
    Pengetahuan, sikap, dan kebiasaan yang dilakukan masyarakat sehari-harinya dalam mencegah terjadinya DBD. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara pendahuluan didapatkan penyebab peningkatan angka kejadian DBD antara lain adalah kondisi lingkungan yang tidak bersih, pemukiman rumah yang padat, dan perilaku masyarakatnya yang belum sadar akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.Jenis penelitian ini adalah penelitian analitik observasional dengan metode Cross Sectional Study. Dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam Penelitian ini penelitian ini adalah 335 KK di Desa Aepodu Kecamatan Laeya Kabupaten Konawe Selatan, Sampel penelitian 77 KK.Hasil uji statistik dengan menggunakan Chi SquareX2 hitung>X2 tabel (18,190>3,841), maka H0 ditolak lalu di lanjutkan uji keeratan hubungan diperoleh nilai phi = 0,486 yang artinya ada hubungan sedang antara pengetahuan dengan Kejadian DBD. Hasil uji statistik dengan menggunakan Chi Square diperoleh nilai X2 hitung>X2 tabel (8,494> 3,841), maka H0 ditolak lalu di lanjutkan uji keeratan hubungan diperoleh nilai phi =0,332 yang artinya ada hubungan sedang sikap dengan kejadian DBD. Hasil uji statistik dengan menggunakan Chi Square X2 hitung>X2 tabel (11,771>3,841), maka HO ditolak lalu di lanjutkan uji keeratan hubungan diperoleh nilai phi =0,390 yang artinya ada hubungan sedang antara tindakan dengan kejadian DBD Di harapkan kepada masyarakat Desa Aepodu untuk bisa meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit demam berdarah dengue dengan melakukan pencegahan seperti 3M plus, menggunakan kelambu saat tidur dan selalu menjaga kebersihan lingkungan

    FAKTOR FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KOMPETENSI TENAGA ADMNISTRASI DIRUMAH SAKIT UMUM BAHTERAMAS

    No full text
    Kompotensi adalah karakteristik dasar yang terdiri dari kemampuan (skill),pengetahuan,(knowledge)serta atribut personal (personal atrbute) lainx amg mampu membedakan seorang yg perform dan tidak perfrom.data kompotens kerja peegawai bagian adminitrasi di RSU bathramas provinsi sulawsi tenggara ttahun 2017 diunit peemaaran (84,67%) tata usaha (83,33%) pemeliharan sarana dan prasarana (85%) kepegawaian (86,00%) kendaraan (84%) laundry (88,78%); perbendaharaan(90,25%) informasi-front office (93%); pendaagunaan pegawai (95,90%) peenggadaan (96%) kamar jenazah (97%) peneelitian ini bertujuan untuk meengeetahui faktor yang berhubungandengan kompotensi tenaga administrasi di RSU bahtramas provinsi Sulawesi tenggara Jenispeenelitian ini adalah observasional dengan desain crosssectional populasi dalam penelitian in adalah 127 orang, dengan teknk penarikan sampel secara purposive sampling dengan jumlah sampel 56 orang

    155

    full texts

    191

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Miracle Journal of Public Health (MJPH)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇