Miracle Journal of Public Health (MJPH)
Not a member yet
    191 research outputs found

    HUBUNGAN MANAJEMEN KONFLIK DENGAN KINERJA PETUGAS KESEHATAN DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KABUPATEN BUTON UTARA

    No full text
    Berdasarkan laporan pencapaian kinerja RSUD Kab. Buton Utara pada tahun 2017 masih belum memenuhi standar, hal ini terlihat dari hasil Indikator Rawat Inap Tahun 2017 BOR 5,78 % nilai standar 60 – 85 %, ALOS 3 Hari standar normal 6 – 9 hari , TOI 15 Hari standar normal 1- 3 hari, BTO 15 Kali. Standar normal 40 – 50 pertahun.Dari hasil observasi awal dari beberapa petugas kesehatan bahwa konflik yang sering terjadi di RSUD Kab. Buton Utara adalah dalam melakukan pekerjaan dimana ada yang mauterlibat dan ada juga yang tidak mauterlibat karena alasan tugasmasing-masing sehingga dapat menimbulkan terjadinya konflik, system imbalan yang tidak jelas, konflik antara petugas dengan pasien,.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan manajemen konflik terhadap kinerja tenaga kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah Kab.Buton Utara.Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif observasional, menggunakan desain danpendekatan Cross Sectional Study.Populasi, yakni pegawai rumah sakit 215 orang.B esar sampel 68 orang menggunakan Slovin Formula dengan teknik pengambilan sampel secara Proportional Random Sampling. Untuk mengetahui hubungan menggunakan uji Chi Square dan uji Phi(Φ).Hasil uji statistik diperoleh ada hubungan sedang antara Kompetisi dengan kinerja petugas X2 hitung > X2 tabel (6,271>3,841) Phi(Φ)=0,304, ada hubungan sedang kolaborasi dengan kinerja petugas (7,070>3,841),Phi(Φ)=0,322, ada hubungan kuat kompromi dengan kinerja petugas (9,392>3,841),Phi(Φ)=0,527 Hubungan Kuat, ada hubungan sedang menghindar dengan kinerja petugas (6,451>3,841),Phi(Φ)=0,308, tidak ada hubungan mengakomodasi dengan kinerja petugas nilai X2 hitung < X2 tabel (3,024<3,841)

    FAKTOR RISIKO KEJADIAN KANKER PAYUDARA DI RSU BAHTERAMAS

    No full text
    Rumah Sakit Umum Bahteramas merupakan rumah sakit pusat rujukan di wilayah Provinsi Sulawesi Tenggara. Berdasarkan data rekam medik Rumah Sakit Umum Bahteramas jumlah kasus kanker payudara terus meningkat setiap tahunya, baik dari data pasien yang rawat jalan maupun rawat inap, terhitung dari tahun 2015 proporsional rate kasus kanker payudara yaitu sebesar (41,42%), pada tahun 2016 yaitu sebesar (10,92%), pada tahun 2017 yaitu sebesar (21,95%), sedangkan untuk tahun 2018 pada periode Januari - Februari jumlah kasus kanker payudara sebanyak 83 kasus. Penelitian ini bertujuan untuk menegetahui faktor risiko kejadian kanker payudara di RSU Bahteramas. Jenis penelitian ini adalah penelitian analitik observasional dengan pendekatan case control study. Populasi dalam penelitian ini adalah 83 orang, dengan Teknik pengambilan sampel menggunakan Simple Random sampling dengan jumlah sampel 90 orang yang terdiri dari 45 kasus dan 45 kontrol berdasarkan matching usia. Data di analisis secara univariat dan bivariat dengan menggunakan uji Odds Ratio. Hasil penelitian menunjukkan faktor risiko yang berubungan dengan kejadian kanker payudara adalah usia menarche (OR=3,134; 95%; CI: 1,300-7,599), kontrsepsi hormonal (OR=5,500; 95%; CI: 2,223-13,608), dan riwayat menyusui (OR=4,636; 95%; CI: 1,877-11,454). Kesimpulan ketiga faktor risiko yang diteliti yaitu usia menarche, kontrsepsi hormonal, dan riwayat menyusui secara statistik bermakna terhadap kejadian kanker payudara di RSU Bahteramas.Saran diharapkan kepada Direktur Rumah Sakit Umum Bahteramas agar dapat bekerja kerja sama dengan pihak Dinas Kesehatan Kota maupun Provinsi dalam hal promotif dan preventif tentang kanker payudara sehingga kejadian kanker payudara dapat diturunkan

    HUBUNGAN LINGKUNGAN KERJA DAN RISIKO BAHAYA DENGAN KEJADIAN KECELAKAAN KERJA PADA KARYAWAN DI PT. SULTRA TUNA SAMUDERA KOTA KENDARI

    No full text
    Kecelakaan kerja merupakan salah satu permasalahan yang sering terjadi, Kecelakaan kerja ini biasanya terjadi karena faktor dari pekerja itu sendiri dan lingkungan kerja. PT. Sultra Tuna Samudera kota Kendari mempunyai potensi bahaya dapat kecelakaan kerja, penyakit akibat kerja, dan pencemaran yang dapat menyebabkan kerugian pada karyawan serta lingkungan sekitar yang memiliki risiko-risiko yang berbahaya. Berdasarkan survey awal di lakukan pada tanggal 7 April 2018 terdapat 23 kasus kecelakaan kerja, Perusahaan ini memproduksi kemasan udang, ikan, dan gurita dalam skala yang besar yang dapat menimbulkan resiko kecelakaan, pada saat melakukan produksi seperti pemilahan, karyawanrata-rata teriris pisau dan jari terpotong hal ini kerana proses pengerjaan pemilahan ikan di lakukan secara cepat, selain itu resiko penggunaan alat tajam seperti pisau memiliki risiko berbahaya yang cukup tinggi. Tujuan penelitian untuk hubungan lingkungan kerja dan risiko bahaya dengan kejadian kecelakaan kerja. Jenis penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam Penelitian ini adalah semua karyawan yang bekerja di PT Sultra Tuna Kota Kendari adalah sebanyak 62 orang, Sampel penelitian adalah semua karyawan yang bekerja di PT Sultra Tuna Kendari adalah sebanyak 39 orang.Hasil uji statistik dengan menggunakan Chi Square X2 hitung>X2 tabel (8.763>3,841), maka H0 ditolak lalu di lanjutkan uji keeratan hubungan diperoleh nilai phi = 0,528 yang artinya ada hubungan kuat antara lingkungan kerjadengan kecelakaan kerja. Hasil uji statistik dengan menggunakan Chi Square diperoleh nilai X2 hitung>X2 tabel (5,232 > 3,841), maka H0 ditolak lalu di lanjutkan uji keeratan hubungan diperoleh nilai phi =0,431 yang artinya ada hubungan sedang Risiko Bahaya dengan kecelakaan kerja. Sebagai bahan masukan untuk PT. Sultra Tuna Kendari agar meningkatkan pengetahuan kepada karyawan tentang kesehatan dan keselamatan kerja dengan melakukan pengawasan dan pelatihankeselamatan dan kesehatan kerja

    HUBUNGAN PERILAKU PEDAGANG TENTANG SANITASI AREA PELABUHAN DENGAN KEBERADAAN TIKUS DI PELABUHAN NUSANTARA KENDARI

    No full text
    Survei awal dan wawancara peneliti dengan pedagang dan petugas pelabuhan dilaporkan bahwa tikus sering di jumpai dan banyak berkeliaran di Pelabuhan Nusantara Kendari. Banyaknya pedagang yang mengeluh karena banyak jualan yang digigit atau dimakan tikus sehingga mengakibatkan kerusakan pada jualan dan merugikan pedagang selainitu perilaku pedagang yang kurang dalam menjaga kebersihan lingkungan seperti sampah yang berserakan yang dapat menyebabkan kerberadaan tikus. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui Faktor-Faktor yang Berhubungan Dengan Perilaku Pedagang Terhadap Keberadaan Tikus di Pelabuhan Nusantara Kota Kendari. Jenis penelitian ini adalah penelitian analitik observasional dengan metode Cross Sectional Study. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pedagang di Pelabuhan Nusantara Kendari yang berjumlah 40 pedagang. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 37 responden dengan tekhnik pengambilan sampel adalah simpel random sampling.Hasil penelitian menunjukan ada hubungan sedang antara pengetahuan tentang sanitasi lingkungan di area pelabuhan dengan keberadaan tikus di Pelabuhan Nusantara Kendari dengan nilai X² Hitung > X² Tabel (7,744>3,481) dengan koefisien Phi (Φ) sebesar 0,457.Ada hubungan sedang antara sikap tentang sanitasi lingkungan di area pelabuhan dengan keberadaan tikus di PelabuhanNusantara Kendari dengan nilai X²Hitung>X²Tabel (5,246>3,481) koefisienPhi(Φ) sebesar 0,377.Ada hubungan sedang antara tindakan tentang sanitasi lingkungan di area pelabuhan dengan keberadaan tikus di Pelabuhan Nusantara Kendari dengan nilai X² Hitung > X² Tabel (9,263>3,481) koefisien Phi (Φ) sebesar 0,500. Oleh karena itu Sebaiknya diberikan pelatihan dan penyuluhan tentang hygiene sanitasi makanan dan sanitasi lingkungan kepada seluruh pedagang di Pelabuhan Nusantara Kendari secara berkesinambungan

    FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGANDENGAN KESEMBUHAN TERHADAP PENDERITA TB PARU BTA POSITIF DI WILYAH KERJA PUSKESMAS PERUMNAS KOTA KENDARI

    No full text
    Data yang diperoleh di Puskesmas Perumnas menunjukkan padat ahun 2015 ditemukan jumlah penderita TB Paru sebanyak 28 kasus BTA positif, tahun 2016 ditemukan jumlah penderita TB paru BTA positif sebanyak 33 kasus BTA positif sedangkan pada tahun 2017 mengalami peningkatan dengan jumlah penderita TB paru BTA positif sebanyak 42 kasus BTA positif. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan faktor-faktor yang berhubungan dengan kesembuhan penderita TB paru di Wilayah Kerja Puskesmas Perumnas Kota Kendari. Jenis penelitian ini adalah observasional dengan desain case control study,populasiadalahsemua pasien yang positif TB BTA+ yang berkunjung di Puskesmas Perumnas berjumlah 42 pasien dengan jumlah sampel kasus 39 orang dan kontrol 39 orang sehingga totalnya sebanyak 78 orang.Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling, Metode analisis menggunakan UjiChi Square dan uji Phi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepatuhan minum obat merupakan factor risikoterhadapkesembuhanpenderita TB paru(OR= 37,400; CI= 95%), dukungan keluarga merupakan factor risiko terhadap kesembuhan penderita TB paru(OR= 7,500; CI= 95%), dan pelayanan kesehatan merupakan faktor risiko terhadap kesembuhan penderita TB paru(OR= 3,571; CI= 95%), Diharapkan kepada Puskesmas Perumnas agar rutinturun kelapangan dalam memberikan penyuluhan kepada penderitaTB Paru agar rutinminum obat secara teratu rtanpa henti sampai 6 bulan, sebab penyakitTB Paruhanya dapat sembuh total jika patuh minum obat secara teratur

    FAKTOR YANG BEHUBUNGAN DENGAN PEMBERIAN ASI EKSLUSIF PADA BAYI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS POLEANG KABUPATEN BOMBANA

    No full text
    Air Susu Ibu ekslusif adalah pemberian ASI saja sampai bayi berusia 6 bulan, cakupan pemberian ASI ekslusif khususnya di Puskesmas Poleang mengalami penurunan, beberapa faktor penyebabnya seperti pengetahuan, pekerjaan dan dukungan keluarga.Penelitian ini bertujuanuntuk mengetahui faktor-faktor yang behubungan dengan pemberian ASI Ekslusif pada bayi.Jenis penelitian ini adalah analitik dengan desain Cross Sectional Study.Populasi adalah semua ibu yang memiliki bayi 6-12 bulan di wilayah kerja Puskesmas Poleang pada periode Januari-Maret Tahun 2018 sebanyak 78 orangdan sampel sebanyak 38 orang yang diambil secara cluster sampling.Metode analisis menggunakan uji chi-square dan uji keeratan hubungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwadari 38 responden, terbanyak adalah bukan ASI ekslusif 52,6% dan ASI Ekslusif yaitu 47,4%. Kemudian 57,9% yang bekerja dan 42,1% tidak bekerja.Selanjutnya 55,3% dukungan keluarganya kurang dan 44,7% dukungan keluarganya cukup. Hasil uji chi-square diperoleh nilai p=0,010 (pengetahuan), p=0,003 (pekerjaan), p=0,000 (dukungan keluarga) sehingga disimpulkan ada hubungan pengetahuan, pekerjaan dan dukungan keluarga dengan pemberian ASI ekslusif pada bayi. Saran dalam penelitian ini adalah bagi Puskesmas Poleang agar menentukan Kebijakan pemberian ASI Ekslusif dengan melibatkan peran keluarga.Bagi tenaga kesehatan di Puskesmas Poleang agar melakukan sosialisasi tentangASI Ekslusif. Bagi ibu yang memiliki bayi agar dapat memberikan ASI saja pada bayi usia 0-6 bulan. Bagi peneliti selanjutnya agar dapat mengkaji faktor lain penyebab ketidakberhasilan pemberian ASI Ekslusif pada bayi

    HUBUNGAN PERSONAL HYGIENE DENGAN KEJADIAN DERMATITIS KONTAK IRITAN PADA PETANI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS LAMEURU KECAMATAN RANOMEETO BARAT KABUPATEN KONAWE SELATAN

    No full text
    Berdasarkan data yang diperoleh dari Puskesmas Lameuru bahwa prevalensi kejadian penyakit dermatitis pada tahun pada 2015 terdapat 27,78% penderita per 1000 penduduk, pada tahun 2016 menurun dengan prevalensi 18,8%, dan pada tahun 2017 meningkat menjadi 55,18%. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari hubungan personal hygiene dengan kejadian dermatitis kontak iritan di wilayah kerja Puskesmas Lameuru Kecamatan Ranomeeto Barat Kabupaten Konawe Selatan.Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian analitik observasional dengan rancangan “Cross Sectional Study”.Penelitian ini dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Lameuru Kecamatan Ranomeeto Barat Kabupaten Konawe Selatan. Populasi penelitian ini adalah seluruh petani di wilayah kerja Puskesmas Lameuru kecamatan Ranomeeto Barat yang berjumlah 738 petani tahun 2017 dengan jumlah sampel 100 orang dan teknik pengambilan sampel secara simple random sampling. Hasil analisis bivariat menunjukan variabel kebersihan diri memiliki nilai (X2 hitung = 13,070), kebersihan pakaianmemiliki nilai (X2 hitung = 21,330) dan kebersihan tempat tidur memiliki nilai (X2 hitung = 19,351). Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa variabel kebersihan diri, kebersihan pakaian dan kebersihan tempat tidur berhubungan dengan kejadian dermatitis kontak iritan pada petani

    FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI (APD) PADA PETUGAS KEBERSIHAN TPA PUUWATU KOTA KENDARI

    No full text
    Melalui observasi awal di TPA Puuwatu Kota Kendari tahun 2018 diketahui bahwa dari 31 petugas kesehatan 14 diantaranya mengalamai dermatitis kontak pada daerah tangan dan kaki akibat ketidak patuhan menggunakan APD dalam bekerja. Wawancara yang peneliti lakukan dari10 orang petugas kebersihan TPA ternyata hanya 3 orang pekerja yang lengkap menggunakan APD, dengan hasil 30%. Sedangkan 7 orang lainnya juga diamati tidak seluruh petugas menggunakan APD standar, atau sudah memenuhi kategori alat pelindung diri tetapi tidak memenuhi syarat, misalnya hanya menggunakan sepatu pelindung kaki tetapi tidakmenggunakan sarung pelindung tangan, menggunakan sarung tangan tetapi hanya menggunakan pada salah satu tangan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor -faktor yang berhubungan dengan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) pada petugas kebersihan TPAPuuwatu Kota Kendari.Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah analitik yang bersifat kuantitatifdengan desain Cross Sectional Study. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh petugas kebersihan TPA Puuwatu Kota Kendari yang berjumlah 31 orang dengan sampelsebanyak 31 responden.Data diolah dengan menggunakan Uji Chi Square. Hasil analisis hasil uji statistik didapatkan ada hubungan sedang antara pengetahuan dengan perilaku penggunaan alat pelindung diri (APD) pada petugas kebersihan dengan nilai nilai p value 0,029 < 0,05. Ada hubungan kuat antara sikap dengan perilaku penggunaan alat pelindung diri (APD) pada petugas kebersihan dengan nilai nilai p value 0,000 < 0,05. Ada hubungan sedang antara ketersediaan sarana dengan perilaku penggunaan alat pelindung diri (APD) pada petugas kebersihan dengannilai p value 0,032 < 0,0. Dari hasil penelitian saran yang diajukan kepada pihak TPA Puuwatu Kota Kendari agar berupaya memberikan pendidikan kesehatan kepada pekerjanya mengenai penggunaan APD selain itu diharapkan agar TPA Puuwatu melengakapi sarana APD sesuai kebutuhan dan sesuai dengan jumlah pekerja yang dapat membuat nyaman petugas kebersihan sehingga kondisi kerja dapat membaik

    FAKTOR RISIKO KEJADIAN PENYAKIT TUBERKULOSIS PARU BTA POSITIF DIWILAYAH KERJA PUSKESMAS WAJO KOTA BAU-BAU

    No full text
    Tuberkulosis merupakan penyakit menular disebabkan infeksi kuman Mycobacterium Tuberculosis. Tuberkulosis menjadi masalah kesehatan di Indonesia, khususnya di Wilayah Kerja Puskesmas Wajo Kota Baubau setiap tahun terjadi peningkatan yakni tahun 2015 sebanyak 18 kasus (7,9%), tahun 2016 sebanyak 26 kasus (7,9%) dan tahun 2017 sebanyak 37 kasus (11,3%). Upaya dilakukan untuk mencegah terjadinya kejadian TB dengan melakukan penelitian tentang pengetahuan, kepadatan hunian dan pendapatan. Penelitian bertujuan mengetahui faktor risiko kejadian TB paru BTA + di Wilayah Kerja Puskesmas Wajo Kota Baubau. Jenis penelitian adalah Case Control Study dilaksanakan dari bulan Juni sampai Juli 2018 sampel yang digunakan sebanyak 34 kasus yang diambil secara Random Sampling dan 34 kontrol. Metode analisis menggunakan perhitungan Odds Ratio (OR). Nilai OR pengetahuan, kepadatan hunian, dan pendapatan diperoleh OR=1,126 > 1, OR=0,864 < 1, OR=2,104 > 1. Disimpulkan bahwa pengetahuan dan pendapatan merupakan faktor risiko sedangkan kepadatan hunian bukan faktor risiko kejadian TB paru BTA +

    FAKTOR RISIKO KEJADIAN KECELAKAAN LALU LINTAS KENDARAAN BERMOTOR RODA DUA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS NAMBO KOTA KENDARI

    No full text
    Berdasarkan data dari Puskesmas Nambo pada tahun 2015 yang mengalami kecelakaan sebanyak 50 orang dengan insiden 0,83% dimana kecelakaan lalu lintas roda dua sebanyak 27 orang dengan insiden 0,45%, tahun 2016 sebanyak 140 orang dengan insiden 2,33% dimana kecelakaan lalu lintas roda dua sebanyak 95 orang dengan insiden 1,58%, dan pada tahun 2017 sebanyak 150 orang dengan insiden 2,5% dimana kecelakaan lalu lintas roda dua sebanyak 114 orang dengan insiden 1,9%. Hal ini menunjukkan bahwa kasus kecelakaan lalu lintas melebihi dari target Kepolisian yaitu 0,5% dari jumlah penduduk yang memiliki kendaraan roda dua Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor risiko kecelakaan lalu lintas kendaraan roda dua di wilayah kerja puskesmas Nambo Kota Kendari. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian analitik observasional dengan rancangan “Case Control Study”. Penelitian ini dilaksanakan diwilayah kerja puskesmas Nambo Kota Kendari.Populasi penelitian ini seluruh korban kecelakaan lalu lintas di wilayah kerja puskesmas Nambo tahun 2017 yang berjumlah 114 orang dengan jumlah sampel 128 orang dan teknik pengambilan sampel secara simple random sampling. Hasil analisis bivariat menunjukan variabel pengemudi memiliki nilai OR = 2,436 (1,196-5,958), kendaraan memiliki nilai OR = 3,194 (1,548-6,590), dan lingkungan memiliki nilai OR = 5,211 (2,454-11,063). Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pengemudi, kendaraan, dan lingkungan merupakan faktor risiko kejadian kecelakaan lalu lintas

    155

    full texts

    191

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Miracle Journal of Public Health (MJPH)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇