Miracle Journal of Public Health (MJPH)
Not a member yet
191 research outputs found
Sort by
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEBIASAAN MEMBUANG SAMPAH DI LAUT PADA MASYARAKAT DESA KAPOTA KECAMATAN WANGI-WANGI SELATAN KABUPATEN WAKATOBI
Berdasarkan data hasil survey yang di lakukan di desa kapota masih banyak masyarakat yang belum memanfaatkan fasilitas tempat pembuangan sampah yang telah disediakan, bahkan masih banyak masyarakat yang membuang sampah langsung ke laut. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kebiasaan membuang sampah di laut pada masyarakat Desa Kapota Kecamatan Wangi-Wangi Selatan Kabupaten Wakatobi.Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian Kuantitatif dengan menggunakan desain penelitian cross sectional study. Populasi dalam penelitian ini adalah 73 orang, dengan tehnik penarikan sampel secara simple random sampling, dengan jumlah sampel 42 orang. Metode analisis menggunakan Uji Statistik Chi Kuadrat ( X2 ) dan nilai Phi (φ).Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan kuat antara pengetahuan dengan kebiasaan membuang sampah di laut pada masyarakat di Desa Kapota Kecamatan Wangi-Wangi Selatan Kabupaten Wakatobi, ada hubungan kuat antara lokasi pemukiman dengan kebiasaan membuang sampah di laut pada masyarakat di Desa Kapota Kecamatan Wangi-Wangi Selatan Kabupaten Wakatobi dan ada hubungan sedang antara pengawasan dengan kebiasaan membuang sampah di laut pada masyarakat di Desa Kapota Kecamatan Wangi-Wangi Selatan Kabupaten Wakatobi.Bagi Pemerintah Kabupaten Wakatobi diharapkan agar selalu melakukan pengawasan dan penyuluhan kepada masyarkat tentang cara pengelolaan sampah yang baik dan benar serta dampak membuang sampah di laut bagi kesehatan dan ekosistem laut
HUBUNGAN PAPARAN KEBISINGAN KENDARAAN BERMOTOR DAN KARAKTERISTIK INDIVIDU SEBAGAI DETERMINAN TERJADINYA HIPERTENSI PADA POLISI LALU LINTAS SE-KOTA KENDARI
Hipertensi kini menjadi masalah global karena prevalensinya yang terus meningkat. Berdasarkan data yang diperoleh di Klinik Polres Kendari menunjukan bahwa Penyakit hipertensi pada polisi lalu lintas pada tahun 2018 sebesar 53 kasus (81,83%). Upaya yang dilakukan untuk mencegah terjadinya hipertensi adalah dengan melakukan penelitian tentang intensitas kebisingan, lama paparan, pengetahuan, dan lama kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan paparan kebisingan kendaraan bermotor dan karakteristik individu sebagai determinan terjadinya hipertensi pada Polisi Lalu Lintas Se-Kota Kendari.
Jenis penelitian adalah Cross sectional Study dari bulan Mei sampai Juni 2019, sampel yang digunakan sebanyak 40 yang diambil secara accidental sampling. Metode analisis menggunakan perhitungan chi square. Nilai X2 hitung intensitas kebisingan yang di dapat yaitu X2 hitung (10,994) > X2 tabel, lama paparan yaitu X2 hitung (4,583) > X2 tabel, pengetahuan yaitu X2 hitung (4,171) > X2 tabel, dan lama kerja didapatkan nilai X2 hitung (7,851) > X2 tabel. Disimpulkan bahwa intensitas kebisingan, lama paparan, pengetahuan, dan lama kerja memiliki hubungan dengan kejadian hipertensi
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEPUASAN KERJA PETUGAS KESEHATAN DI PUSKESMAS ULUNAMBO KECAMATAN MENUI KABUPATEN MOROWALI
Kepuasan kerja di Puskesmas Ulunambo masih kurang ditunjukkan dari kinerjanya belum mencapai target yang disebabkan petugas kesehatan merasa insentifnya, komunikasi antar rekan kerja dan promosi masih kurang. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan insentif, komunikasi antar rekan kerja dan promosi dengan kepuasan kerja petugas kesehatan. Metode penelitian ini dengan pendekatan Cross Sectional Study. Populasi semua petugas kesehatan di Puskesmas berjumlah 68 orang. Sampel diambil dengan teknik Simple Random Sampling berjumlah 41. Analisis Chi Square dan keeratan hubungan . Hasil penelitian insentif X2hitung=10,794> X2 tabel =3,841 dan nilai =0,5131, komunikasi antar rekan kerja X2 hitung=15,292> X2 tabel =3,841 dan nilai =0,6107, promosi X2 hitung=7,030> X2 tabel =3,841 dan nilai =0,4141. Kesimpulan ada hubungan cukup kuat antara insentif, komunikasi antar rekan kerja dan promosi dengan kepuasan kerja petugas kesehatan.Saran bagi Kepala Puskesmas meningkatkan pemberian insentif secara teratur minimal tiga bulan sekali, memberikan insentif sesuai dengan disiplin tanpa membedakan status kepegawaiannya, tetapi berdasarkan prestasi kerja dan beban kerja petugas. Bagi petugas meningkatkan hubungan yang baik antara atasan, rekan kerja dan bersedia bertangungjawab bersama-sama terhadap hasil pekerjaan
EFEKTIVITAS EKSTRAK DAUN JERUK NIPIS (Citrus aurantifolia) DAN BATANG SERAI WANGI (Cymbopogon nardus L) TERHADAP KEMATIAN JENTIK Aedes aegypti DI KELURAHAN LAPULU KECAMATAN ABELI
Demam berdarah dengue adalah penyakit demam akut yang disebabkan oleh empat serotype VirusDengue serta ditularkan dari satu orang ke orang lain oleh nyamuk Aedes . Untuk memutus mata rantaipenularan penyakit DBD dapat dilakukan dengan membasmi atau mengendalikan sumber penularan atauvektor, yaitu nyamuk Aedes aegypti. Salah satu alternatif pengendaliannya yaitu dengan menggunakanlarvasida alami terbuat dari tanaman yang mempunyai kandungan beracun terhadap serangga pada stadium larva. Tumbuhan yang dapat digunakan sebagai larvasida alami adalah daun jeruk nipis (citrus aurantifolia) yang mempunyai senyawa limonoida serta tumbuhan serai wangi (Cymbopogon nardus L) yangmengandung senyawa citronella.. Jenis penelitian ini adalah True Eksperimen dengan rancangan secara acakdengan tes dan kelompok kontrol (The Randomized Post Test Only Control Group). Sampel dalam penelitianini adalah sebagain jentik Aedes aegypti pada hasil rearing yang digunakan masing-masing sebanyak 10 larva Aedes aegypti pada setiap konsentrasi 0,5 gr/liter, 1 gr/liter, 2 gr/liter, 4 gr/liter dan kontrol. Sehingga jumlah keseluruhan yang dibutuhkan larva untuk 3 kali pengulangan perlakuan adalah 270 larva. Dari hasilpenelitian diketahui LC50 ekstrak daun jeruk nipis (Citrus Aurantifolia) berada pada konsentrasi 1,271 gr/literdan LC95 berada pada konsentrasi 4,049 gr/liter. Sedangkan LC50 ekstrak batang serai wangi (Cymbopogonnardus L) berada pada konsentrasi 1,166 gr/liter dan LC95 berada pada konsentrasi 3,738 gr/liter. Berdasarkan Uji T independent diketahui nilai t hit yaitu 0,136 dengan nilai t tabel sebesar 1,943 (t hit < t tabel ) serta nlai P value = 0,879 > dari α = 0,05 maka tidak ada pembedaan antara kedua ekstrak ini sehingga sama-sama efektif sebagai insektisida/larvasida alami. Hasil penelitian diharapkan bagi penelitian selanjutnya agar mengembangkan penelitian tentang ekstrak tumbuhan yang tidak mengubah warna dan bau air sehingga dapat digunakan pada air bersih
FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN SARANA DAN PRASARANA PEDAGANG DALAM PENGELOLAAN SAMPAH DI PASAR LAPULU KOTA KENDARI
Berdasarkan observasi awal peneliti menemukan dari 10 pedagang Pasar lapulu yang diamati terdapat 5 pedagang (50%) yang membuang sampah sembarangan,40% yang mempunyai wadah sampah, 3 pedagang (30%) melakukan pemisahan antara sampah organik dan anorganik.Adapun tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor – faktor yang berhubungan dengan sarana dan prasarana pedagang dalam pengelolaan sampah di pasar Lapulu Kota Kendari.Penelitian ini merupakan penelitian survey analitik dengan pendekatan secara crosssectional. Uji statistik yang digunakan dalam penelitian ini adalah Uji Chisquare. Populasi pada penelitian ini seluruh pedagang dipasar yang ada di pasar Lapulu Kota Kendari yang berjumlah sebanyak 390 Orang. Sampel sebanyak 77 orang yang diambil secara proportional random sampling.Hasil uji statistik dengan menggunakan analisis Chi Square pada α = 5 % dan df = 1, diperoleh nilai X2 hitung > X2 tabel (28,718 > 3,841) dengan koefisien kontigensi sebesar 0,521,hubungan yang cukup erat. Sedangkan Pengumpulan sampah diperoleh nilai X2 hitung > X2 tabel (23,284 > 3,841) dengan koefisien kontigensi sebesar 0,482,hubungan yang cukup erat. Dan penggangkut sampah diperoleh nilai X2 hitung > X2 tabel (22,755 > 3,841) dengan koefisienkontigensi sebesar 0,487,hubungan yang cukup erat
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI PADA MASYARAKAT DI KELURAHAN MATAIWOI KECAMATAN WUA-WUA KOTA KENDARI
Hipertensi disebabkan oleh kebisingan, usia dan stress, seseorang yang terpapar kebisingan dalam waktu yang lama cenderung memiliki emosi yang tidak stabil. Ketidakstabilan emosi terseburt akan mengakibatkan stress. Stress yang cukup lama akan menyebabkan penyempitan pembuluh darah hingga menyebabkan hipertensi, serta semakin bertambahnya usia maka semakin tinggi risiko seseorang menderita hipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian hipertensi pada masyarakat di Kelurahan Mataiwoi Kec.Wua-Wua Kota Kendari. Jenis penelitian adalah penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional study. Populasi penelitian ini adalah seluruh KK di KelurahanMataiwoi Kecamatan Wua-wua Kota Kendari bulan Februari tahun 2018 yakni sebanyak 1.293. Besarnya sampel dalam penelitian ini sebanyak 68 KK di Kelurahan Mataiwoi Kecamatan Wua-Wua Kota Kendari. Uji statistik yang digunakan adalah uji Chi-Square. Hasil uji chi-square menunjukan ada hubungan yang cukup kuat antara kebisingan dengan kejadian hipertensi pada masyarakat di Kelurahan Mataiwoi Kecamatan Wua-Wua Kota Kendari, diperoleh nilai p=0,001 (p < 0,05), ada hubungan yang lemah antara usia dengan kejadian hipertensi pada masyarakat di Kelurahan Mataiwoi Kecamatan Wua-Wua Kota Kendari, diperoleh nilai p=0,014 (p <0,05), ada hubungan yang cukup kuat antara tingkat stres dengan kejadian hipertensi pada masyarakat di Kelurahan Mataiwoi Kecamatan Wua-Wua Kota Kendari, diperoleh nilai p=0,000 (p < 0,05). Disarankan agar masyarakat selalu mengikuti sosialisasi mengenai dampak kebisingan terhadap penyakit hipertensi, memperhatikan pola makan dan mengurangi konsumsi makanan instan untuk menjaga tekanan darah tetap seimbang, dan mencari kegiatan yang dapat menurunkan tingkat stress
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMBERIAN IMUNISASI IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 9-11 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MOKOAU KOTA KENDARI
Cakupan imunisasi lengkap pada bayi ditargetkan sebesar 100%, data di Wilayah Kerja Puskesmas Mokoau belum mencapai target dan termasuk urutan pertama terendah dibandingkan Puskesmas lain di Kota Kendari, Tahun 2014 sebesar 68,79%, Tahun 2015 sebesar 83,50% dan Tahun 2016 sebesar 78,51%. Jenis penelitian analisa kuantitatif dengan desain Cross Sectional Study. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 8 Maret sampai 8 April 2018. Populasi semua ibu yang memiliki bayi usia 9-11 bulan periode Januari-Maret Tahun 2018 yang berjumlah 163 orang. Sampel diambil dengan teknik Proportional Random Sampling berjumlah 62 orang. Analisis Chi square dan koefisien kontigensi ().Hasil penelitian ada hubungan sedang antara pengetahuan ibu dengan pemberian imunisasi dasar lengkap, ada hubungan lemah antara sikap ibu dengan pemberian imunisasi dasar lengkap, ada hubungan kuat antara dukungan keluarga dengan pemberian imunisasi dasar lengkap dan ada hubungan kuat antara kunjungan ibu ke Posyandu dengan pemberian imunisasi dasar lengkap. Kesimpulan semakin baik pengetahuan, sikap, dukungan keluarga dan kunjungan teratur ibu ke Posyandu maka pemberian imunisasi dasar lengkap semakin lengkap. Saran bagi petugas imunisasi dan promosi kesehatan disarankan agar meningkatkan frekuensi penyuluhan di setiap posyandu dan sweeping imunisasi. Bagi masyarakat mengoptimalkan kegiatan di posyandu yang menarik seperti pengaktifan pemberian makanan tambahan sehingga ibu rajin berkunjung
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU PEMBUANGAN SAMPAH RUMAH TANGGA PADA MASYARAKAT DI KELURAHAN ANAWAI KECAMATAN WUA-WUA KOTA KENDARI
Pembuangan sampah rumah tangga masih rendah di Puskesmas Wua-Wua Kota Kendari, terendah yaitu di Kelurahan Anaway sebesar 63,91% dan ketersediaan tempat pembuangan sampah sementara 63,91% terendah dibandingkan kelurahan Mataiwoi dan Kelurahan Wua-Wua. Dampak negatif apabila perilaku pembuangan sampah kurang yaitu terjadinya pencemaran lingkungan, mengganggu pandangan mata (estetika).Menyebabkan banjir, dan dapat menimbulkan penyakit.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku pembuangan sampah rumah tangga pada masyarakat di Kelurahan Anawai Kecamatan Wua-Wua Kota Kendari.Jenis penelitian ini adalah penelitian analitik dengan rancangan Crossectional study.Populasi seluruh Kepala Keluarga yang memiliki rumah di Kelurahan Anawai Kecamatan Wua-Wua Kota Kendari.Sampel berjumlah 91 diambilsecara Proportional Random Sampling. Analisis Chi square dan uji keeratan hubungan Phi.Hasil penelitian diperoleh ada hubungan sedang pengetahuan dengan perilaku pembuangan sampah rumah tangga nilai X2hit=19,284; Φ=0,4603, ada hubungan lemah pengelolaan sampah rumah tangga dengan perilaku pembuangan sampah rumah tangga nilai X2hit=10,077 > nilai X2tab=3,841; Φ=0,3328 dan ada hubungan sedang ketersediaan tempat pembuangan sampah sementara dengan perilaku pembuangan sampah rumah tangga nilai X2hit=17,810> nilai X2tab=3,841; Φ=0,4424.Saran bagi masyarakat agar lebih giat dalam mencari informasi dengan mengikuti penyuluhan tentang perilaku pembuangan sampahrumah tangga, melakukan pemilahan sampah sesuai dengan jenis, jumlah atau sifat sampah.Karena adanya hubungan ketersediaan tempat pembuangan sampah sementara dengan perilaku pembuangan sampah rumah tangga, maka perlunya menyediakan tempat pembuangan sampah sementara di dalam rumah maupun diluar rumah
FAKTOR RISIKO KEJADIAN DIABETES MELLITUS TIPE 2 DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PUUWATU KOTA KENDARI TAHUN 2018
Sesuai dengan data dari Internasional Diabetes Federaton (IDF) yang menunjukkan bahwa jumlah penderita DM di dunia pada tahun 2015 telah mencapai 415 juta orang dengan proporsi kejadian DM tipe 2 adalah 98% dari popuasi dunia yang menderita DM. Berdasarkan profil Puskesmas Puuwatu menunjukkan bahwa angka kejadian penyakit diabetes mellitus pada tahun 2015 sebesar 324 kasus dengan prevalensi (10,58%), pada tahun 2016 yaitu sebesar 395 kasus dengan prevalensi (12,90%), dan pada tahun 2017 yaitu sebesar 325 kasus dengan prevalensi (10,81%). Diabetes melitus tipe 2 merupakan tipe diabetes yang paling umum ditemukan pada pasien dibandingkan dengan diabetes melitus tipe 1, diabetes gestasional dan diabetes tipe lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor risiko kejadian diabetes mellitus tipe 2 di wilayah kerja puskesmas puuwatu kota kendari tahun 2018. Jenis penelitian adalah observasional dengan rancangan case control. Populasi penelitian adalah 76 orang dengan tehnik penarikan sampel tehnik simple random sampling , jumlah sampel sebanyak 38 orang kelompok kasus dan 38 orang kontrol. Metode analisis menggunakan OR. Hasil penelitian diperoleh obesitas OR = 6,067 nilai LL = 2,244 nilai UL = 16,402, riwayat keluarga OR = 23,618 nilai LL = 7,135 nilai UL = 78,189, kebiasaan olahraga OR = 6,873 nilai LL = 2,512 nilai UL = 18,802. Kesimpulan obesitas, riwayat keluarga dan kebiasaan olahraga merupakan faktor risiko kejadian diabetes mellitus tipe 2. Pihak instansi kesehatan memberikan penyuluhan/promosi kesehatan kepada masyarakat agar mereka yang mengalami obesitas, memiliki riwayat keluarga, dan tidak melakukan kebiasaan olahraga agar berhati-hati dengan risiko kejadian diabetes mellitus tipe 2
FAKTOR RISIKO KEJADIAN PENYAKIT KULIT PADA NARAPIDANA DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN KLAS IIA KOTA KENDARI
Napi dan tahanan sangat rentan terhadap serangan berbagai ancaman penyakit karena kehidupan di dalam lingkungan Lapas memang jauh dari kelayakan. Mereka terkadang harus tidur bertumpuk-tumpuk karena sel penuh dan sesak. Ruangan sel seluas 1,5 meter x 2,5 meter diisi 6-8 orang bahkan lebih. Kondisi lapas dengan sarana, prasarana, lingkungan dan sanitasi yang kurang memadai diduga merupakan faktor pendukung yang menyebabkan tingginya angka kesakitan di lingkungan Lapas dan rutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Faktor Risiko kejadian Penyakit kulit pada narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Klas IIA Kota Kendari. Jenis penelitian adalah penelitian analitik dengan pendekatan case control study. Populasi penelitian ini adalah seluruh warga binaan yang menderita penyakit kulit di Lembaga Pemasyarakatan Klas IIA Kendari yang berjumlah 242 orang. Besarnya sampel kasus dalam penelitian ini sebanyak 56 orang dan sampel kontrol sebanyak 56 orang. Uji statistik yang digunakan adalah uji odds ratio. Berdasarkan hasil penelitian, disimpulkan bahwa frekuensi mandi (OR = 8,3), ganti pakaian (OR = 11,2) dan kebersihan tempat tidur (OR = 8,5) merupakan faktor risiko terjadinya penyakit kulit di Lembaga Pemasyarakatan Klas IIA Kendari