Miracle Journal of Public Health (MJPH)
Not a member yet
    191 research outputs found

    FAKTOR RISIKO KEJADIAN PENYAKIT TUBERKULOSIS BTA POSITIF DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PUUWATU KOTA KENDARI

    Get PDF
    Tuberkulosis merupakan penyakit menular disebabkan infeksi kuman Mycobacterium Tuberculosis. Tuberkulosis menjadi masalah kesehatan di Indonesia, khususnya di Wilayah Kerja Puskesmas Puuwatu Kota Kendari.Tuberkulosis masih menjadi masalah kesehatan dimana tiga tahun terakhir ditemukan yaitu 2016 sebanyak 80 kasus (60%), tahun 2017 sebanyak 75 kasus (53%) dan tahun 2018 sebanyak 47 kasus (33%). Upaya dilakukan untuk mencegah terjadinya kejadian TB dengan melakukan penelitian tentang pengetahuan, kepadatan hunian dan ventilasi. Penelitian bertujuan mengetahui faktor risiko kejadian TB BTA + di Wilayah Kerja Puskesmas Puuwatu Kota Kendari. Jenis penelitian adalah Case Control Study dilaksanakan dari bulan Juni sampai Juli 2019 sampel yang digunakan sebanyak 32 kasus yang diambil secara Random Sampling dan 32 kontrol. Metode analisis menggunakan perhitungan Odds Ratio (OR).Hasilpenelitian Nilai OR pengetahuan, kepadatan hunian, dan ventilasi diperoleh OR=4,911> 1, OR=2,455> 1, OR=0,661< 1. Disimpulkan bahwa pengetahuan dan kepadatanhunian merupakan faktor risikokejadian TB BTA + sedangkan ventilasi bukan faktor risiko kejadian TB BTA +

    FAKTOR - FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU SEKS PRANIKAH REMAJA PADA SISWA SMA DI KOTA KENDARI

    Get PDF
    Perilaku seks pranikah umumnya disebabkan oleh media informasi sehingga pernah menonton video porno, siswa tidak dapat mengontrol diri ketika sedang berpacaran berduaan, dan adanya pengaruh dari teman-teman sebaya yang sering berpacaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor - faktor yang berhubungan dengan perilaku seks pranikah remaja pada siswa SMA di Kota Kendari. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional study. Populasi penelitian adalah siswa kelas XI SMA Kartika XX-2 Kendari, SMAN 1 Kendari dan SMAN 9 Kendari yang berjumlah 212 sehingga totalnya menjadi 610 siswa dengan jumlah sampel 86 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan proportional random sampling. Metode analisis menggunakan Uji Chi Square dan uji Phi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahwa ada hubungan sedang antara media informasi dengan perilaku seks pranikah remaja ( hitung = 13,418 > 3,841), ada hubungan sedang kontol diri dengan perilaku seks pranikah remaja ( hitung = 13,182 > 3,841), dan ada hubugan sedang pengaruh teman sebaya dengan perilaku seks pranikah remaja ( hitung = 12,882 > 3,841). Diharapkan kepada pihak SMA di Kota Kendari agar siswa diajarkan tentang mata pelajaran keagamaan dan kegiatan - kegiatan keagamaan, karena didalam kegiatannya terdapat banyak ilmu - ilmu yang bersifat positif sehingga siswa dapat mengerti dan paham tentang pentingnya perilaku pencegahan seks pranikah pada remaja

    FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT TATANAN RUMAH TANGGA DI DESA MANTIGOLA KECAMATAN KALEDUPA KABUPATEN WAKATOBI

    Get PDF
    Data dari Desa Mantigola bahwa pada tahun 2014 persentase PHBS yaitu 32,20%, kemudian tahun 2015 meningkat menjadi 38,15% dan tahun 2016 menurun menjadi 35,68%. Salah satu indikator PHBS yang terendah yaitu kepemilikan jamban sehat yang mencapai 5,23% dan cuci tangan dengan sabun sebesar 6,15%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Tatanan Rumah Tangga di Desa Mantigola Kecamatan Kaledupa Kabupaten Wakatobi.Jenis penelitian ini adalah survey analitik dengan pendekatan Cross Sectional Study, populasi adalah seluruh kepala keluarga yang tinggal di Desa Mantigola Kecamatan Kaledupa Kabupaten Wakatobi tahun 2017 yang berjumlah 231 KK dengan jumlah sampel 146 KK. Teknik pengambilan sampel menggunakan Simple random sampling. Metode analisis menggunakan Uji Chi Square dan uji Phi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan kuat antara pengetahuan dengan PHBS Tatanan Rumah Tangga di Desa Mantigola (X2 hitung = 52,248 > nilai X2 tabel = 3,841; Phi (φ) = 0,612), ada hubungan kuat antara peran tenaga kesehatan dengan PHBS Tatanan Rumah Tangga di Desa Mantigola (X2 hitung = 47,024 > nilai X2 tabel = 3,841; Phi (φ) = 0,581), dan ada hubungan kuat antara kebiasaan dengan PHBS Tatanan Rumah Tangga di Desa Mantigola (X2 hitung = 56,927 > nilai X2 tabel = 3,841; Phi (φ) = 0,638).Kata Kunci : ,,

    FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI PADA PASIEN RAWAT JALAN POLI UMUM DI PUSKESMAS LAINEA KAB. KONAWE SELATAN

    Get PDF
    Berdasarkan data yang diperoleh dari Puskesmas Lainea Kab. Konawe Selatan penderita Hipertensi rawat jalan pada tahun 2015 sebanyak 1.446 penderita (34,89%), kemudian pada tahun 2016 sebanyak 1.383 penderita (33.37%), sedangkan pada tahun 2017 sebanyak 1.585 penderita (38,24%). Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui hubungan antar konsumsi sayur, konsumsi buah, dan konsumsi gorengan terhadap kejadian hipertensi pada pasien rawat jalan poli umum di Puskesmas Lainea Kab. Konawe Selatan tahun 2018.Jenis penelitian yang digunakan adalah analitik menggunakan metode kuantitatif dengan rancangan Case Control. Populasi dalam penelitian ini adalah 398 orang, dengan tehnik penarikan sampel secara Accidental Sampling, dengan jumlah sampel 100 orang. Metode analisis menggunakan Uji Statistik Chi-squre. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel yang berhubungan dengan kejadian hipertensi adalah konsumsi sayur (X2 hit =10,227>X2 tab = 2,71 φ = 0,341 OR = 4,148) dengan keeratan hubungan sedang, konsumsi buah kurang (X2 hit =9,058>X2 tab = 2,71 φ =0,321 OR = 3,807) dengan keeratan hubungan sedang dan konsumsi gorengan (X2 hit =4,871>X2 tab = 2,71 φ = 0,241 OR = 2,681) dengan keeratan hubungan lemah

    HUBUNGAN PERANAN GOOD COORPORATE GOVERNANCE DENGAN KEPUASAN PASIEN RAWAT JALAN DI PUSKESMAS OHEO KELURAHAN INOMOIYO KECAMATAN OHEO KABUPATEN KONAWE UTARA

    Get PDF
    ABSTRAK Strategi yang diperlukan dalam meningkatkan mutu pelayanan adalah melalui implementasi Good Corporate Governance (GCG). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan peranan Good Coorporate Governance dengan kepuasan pasien rawat jalan di Puskesmas Oheo Kelurahan Linomoiyo Kecamatan Oheo Kabupaten Konawe Utara Tahun 2019. Objek pada penelitian ini adalah seluruh pasien rawat jalan yang berkunjung di Puskesmas Oheo. Pengambilan sampel menggunakan tekhnik Accidental Sampling dengan jumlah responden sebanyak 56 orang. Metode analisis menggunakan uji Statistik yakni uji chi square dan uji Phi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan sedang antara fairness (kewajaran) dengan kepuasan pasien rawat jalan (X2 hitung = 17,352, dengan nilai φ = 0.557), ada hubungan lemah antara disclosure dan transparency (transparansi) dengan kepuasan pasien rawat jalan (X2 hitung = 7,289, dengan nilai φ = 0.361), ada hubungan sedang antara accountability (akuntabilitas) dengan kepuasan pasien rawat jalan (X2 hitung = 13,763, dengan nilai φ = 0.496) dan ada hubungan lemah antara responsibility (responsibilitas) dengan kepuasan pasien rawat jalan (X2 hitung = 6,310, dengan nilai φ = 0.336). Saran sebaiknya perlu adanya peningkatan terhadap penerapan prinsip – prinsip GCG

    FAKTOR–FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN DERMATITIS PADA NELAYAN SUKU BAJO DI DESA LORA KEC.MATAOLEO KAB.BOMBANA

    Get PDF
    Penyakit dermatitis di Puskesmas Mataoleo selalu masuk ke dalam sepuluh besar penyakit pada tiga tahun terakhir yaitu pada tahun 2015, 2016 dan 2017. Dimana pada tahun 2015 jumlah penderita sebanyak 501 orang (7,85%), tahun 2016 jumlah sebanyak 533 orang (8,35%), dan meningkat pada tahun 2017 sebesar 555 orang (8,69%). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kebersihan perorangan, riwayat alergi dan sanitasi air bersih dengan kejadian dermatitis pada nelayan suku bajo di Desa Lora Kec. Mataoleo Kab. Bombana. Jenis penelitian yang digunakan adalah analitik menggunakan metode kuantitatif dengan rancangan Cross Sectional Study. Populasi dalam penelitian ini adalah 56 orang dengan tehnik penarikan sampel proporsional random sampling, dengan jumlah sampel sebanyak 49 orang.Analisis data menggunakan uji chi-square.Hasil penelitian diperoleh ada hubungan sedang antara kebersihan perorangan dengan kejadian dermatitis dengan nilai phi sebesar 0,427. Ada hubungan sedang antara riwayat alergi dengan kejadian dermatitis dengan nilai X2 hit = 6,786 > X2 tab = 3,841. Ada hubungan kuat antara sanitasi air bersih dengan kejadian dermatitis dengan nilai X2 hit = 14,968 > X2 tab = 3,841. Diharapkan kepada pemerintah Desa Lora untuk bekerja sama dengan unit Puskesmas terdekat melalui Kebersihan Perorangan, Riwayat Alergi dan Sanitasi Air Bersih yang memenuhi syarat kesehatan

    FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KINERJA PEGAWAI PUSKESMAS NAMBO KOTA KENDARI

    No full text
    Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kinerjapegawai di puskesmas nambo kota kendari.Berdasarkan hasil data awal yang dilakukan di PuskesmasNambo pada program Puskesmas 1 Tahun terakhir, cakupan program 1 tahun terakhir yaitu pada tahun2017, program gizi yang cakupan kegiatannya mencapai rata-rata 90%, program imunisasi yangcakupan kegiatannya mencapai rata-rata 51%, program kesehatan lingkungan yang cakupan kegiatannyamencapai rata-rata 46%, program KIA-KB yang cakupan kegiatannya mencapai rata-rata 87%,kegiatannya mencapai rata-rata 70% dan cakupan program pencegahan pemberantasan penyakitmenular (P2M) mencapai 18%.Jenis penelitian ini adalah survey analitik dengan menggunakanpendekatan crosssectional study. Besar populasi adalah 42 petugas kesehatan, dan besar sampel 40responden. Metode analisis menggunakan UjiStatistik Chi Square dan dilanjutkan dengan Ujikoefisien phi.Berdasarkan Hasil Uji Chi Square diperoleh ada hubungan sedang motivasi dengankinerja pegawai Puskesmas Nambo diperoleh X2hitung ≥ X2tabel (4,812 ≥ 3,841) uji koefisien Phi denganhasil ɸ=0.397, ada hubungan lemah di siplin kerja dengan kinerja pegawai Puskesmas Nambo diperoleh nilai X2hitung ≥ X2tabel (4,263 ≥ 3,841) uji koefisien Phi dengan hasil ɸ=0.379, ada hubungansedang kemampuan kerja dengan kinerja pegawai Puskesmas Nambo diperoleh nilai X2hitung ≥ X2tabel(5.243 ≥ 3,841) uji koefisien diperoleh Phi ɸ=0.413, dan ada hubungan sedang kepemimpinan dengankinerja pegawai Puskesmas Nambo diperoleh X2hitung ≥ X2tabel (8.033 ≥ 3,841) uji koefisien diperolehPhi ɸ=0.499.Diharapkan kepada pegawai Puskesmas Nambo dapat mengikuti kegiatan - kegiatanpelatihan teknis guna meminimalisirkan terjadinyanya kesalahan karena kurang ketelitian dalammelaksanakan tugas dan tanggung jawab. Serta perlunya ketegasan seorang pemimpin terhadapbawahan dalam pemberian sanksi dan hukuman bagi pegawai yang melanggar aturan – aturan yangtelah berlaku

    FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN MUTU PELAYANAN KESEHATAN DI PUSKESMAS WUNDULAKO KABUPATEN KOLAKA

    Get PDF
    Masyarakat menginginkan suatu pelayanan yang sesuai dengan harapan mereka. Mutu pelayanan kesehatan sebagai salah satu bagian dari manajemen akan memberikan berbagai manfaat bagi manajemen suatu instansi. Oleh karena itu, setiap pemberi layanan kesehatan atau profesi layanan kesehatan yang secara langsung melayani pasien perlu memiliki keterampilan, termasuk dalam berkomunikasi dengan konsumen/pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Faktor-faktor yang berhubungan dengan mutu pelayanan kesehatan di Puskesmas Wundulako Kabupaten Kolaka.Jenis penelitian ini adalah penelitian analitik dengan rancangan cross sectional study. Populasi adalah seluruh pasien rawat jalan di Puskesmas Wundulako Kabupaten Kolaka. Jumlah sampel sebanyak 88 responden. Penelitian ini menggunakan uji Chi-square test.Hasil uji statistik pada tingkat signifikasi x2tab 3,841, diperoleh hasil ada hubungan antara fasilitas dengan mutu pelayanan dengan nilai (x2hit= 26,631), ada hubungan antara disiplin petugas dengan mutu pelayanan dengan nilai ( x2hit= 8,046), ada hubungan antara prosedur pelayanan dengan mutu pelayanan dengan nilai (x2hit= 5,115).Kesimpulan menunjukkan bahwa mutu pelayanan kesehatan di Puskesmas Wundulako Kabupaten Kolaka berhubungan dengan semua variabel penelitian. Oleh karena itu pihak Puskesmas perlu meningkatkan fasilitas Puskesmas serta meningkatkan disiplin petugas dan melakukan pekerjaan sesuai prosedur pelayanan

    FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 9-11 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PERUMNAS KOTA KENDARI

    No full text
    Cakupan imunisasi dasar lengkap pada bayi di Wilayah Kerja Puskesmas Perumnas Kota Kendari Tahun 2015 berjumlah 83,50%, tahun 2016 menurun berjumlah 78,51% dan tahun 2017 berjumlah 84,83%. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pemberian imunisasi dasar lengkap pada bayi usia 9-11 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Perumnas Kota Kendari.Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain Cross Sectional Study. Populasi penelitian yaitu berjumlah 163 orang. Sampel penelitian yaitu berjumlah 62. Analisis uji Chi Square.Hasil penelitian pada penelitian ini ada hubungan sedang antara pengetahuan ibu dengan pemberian imunisasi dasar lengkap pada bayi 9-11 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Perumnas Kota Kendari Tahun 2018 (p= 0,001< α= 0,05 dan =0,458). Ada hubungan lemah antara sikap ibu dengan pemberian imunisasi dasar lengkap pada bayi 9-11 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Perumnas Kota Kendari Tahun 2018 (p= 0,01< α = 0,05 dan =0,365). Ada hubungan kuat antara dukungan keluarga dengan pemberian imunisasi dasar lengkap pada bayi 9-11 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Perumnas Kota Kendari Tahun 2018 (p= 0,000< α = 0,05 dan =0,677). Ada hubungan sedang antara paritas dengan pemberian imunisasi dasar lengkap pada bayi 9-11 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Perumnas Kota Kendari Tahun 2018 (p= 0,000< α = 0,05 dan =0,492).Saran bagi petugas imunisasi melakukan upaya penyuluhan untuk meningkatkan pengetahuan tentang pentingnya imunisasi dasar lengkap.&nbsp

    FAKTOR - FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN PENYAKIT ISPA DI DESA AMBEUA RAYA KECAMATAN KALEDUPA KABUPATEN WAKATOBI

    Get PDF
    Desa Ambeua Raya masuk kedalam wilayah kerja Puskesmas Ambeua. Menurut data dari Puskesmas, Ambeua Raya merupakan daerah endemis ISPA. Dimana faktor penyebabnya adalah lingkungan/sanitasi rumah yang kurang sehat. Hasil survei pendahuluan didapat bahwa jumlah penduduk 386 jiwa dengan jumlah kepala keluarga 112 KK dengan keadaan pemukiman yang padat, rumah yang bentuk panggung, terbuat dari papan dengan kebersihan kurang diperhatikan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk Mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian Penyakit ISPA di Desa Ambeua Raya Kecamatan Kaledupa Kabupaten Wakatobi.Jenis penelitian ini adalah survey analitik dengan pendekatan Cross-Sectional. Populasi dalam penelitian ini yaitu semua kepala rumah tangga di Desa Ambeua Raya Kecamatan Kaledupa Kabupaten Wakatobi Tahun 2017 sebanyak 112 KK, dengan sampel diambil sebanyak 87 KK, data diolah dengan menggunakan uji chi-square dan dilanjutkan dengan uji koefisien phi.Berdasarkan hasil analisis uji statistik diketahui adanya hubungan kuat antara ventilasi dengan kejadian ISPA, adanya hubungan sedang antara pencahayaan dengan kejadian ISPA, adanya hubungan antara sedang pengetahuan dengan kejadian ISPA, adanya hubungan antara sedang kepadatan hunian dengan kejadian ISPA. Dari hasil penelitian. Saran yang diajukan adalah diharapkan kepada pihak Puskesmas agar melakukan penyuluhan kepada masyarakat terkait pencegahan penyakit ISP

    155

    full texts

    191

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Miracle Journal of Public Health (MJPH)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇