Miracle Journal of Public Health (MJPH)
Not a member yet
191 research outputs found
Sort by
HUBUNGAN ANTARA SANITASI FISIK RUMAH DENGAN KEJADIAN INFEKSI SALURAN PERNAPASAN AKUT (ISPA) PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS WUA-WUA KECAMATAN WUA-WUA KELURAHAN ANAWAI
Berdasarkan profil Puskesmas Wua-Wua yang terdiri dari tiga Kelurahan yaitu Kelurahan Anawai, Kelurahan Wua-Wua, Kelurahan Mataiwoi menyatakan bahwa tahun 2016 kasus kunjungan ISPA sebanyak 631 kasus, tahun 2017 sebanyak 615 kasus, tahun 2018 sebanyak 611 kasus kunjungan. Hal ini disebabkan sebagian ibu balita lebih memilih untuk merawat balitanya dirumah karena keterbatasan biaya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara sanitasi fisik rumah dengan kejadian Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) pada balita di wilayah kerja Puskesmas Wua - Wua Kecamatan Wua - Wua Kelurahan Anawai tahun 2019.
Jenis penelitian adalah observasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian sebanyak 660 Kepala Keluarga. Sampel penelitian ibu yang mempunyai anak 0-5 tahun sebanyak 87 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan propotional random sampling. Analisis data menggunakan uji chi square. Hasil penelitian adalah ada hubungan kuat antara ventilasi rumah dengan kejadian ISPA pada balita dengan nilai =0,644 ada hubungan kuat antara kelembaban dengan kejadian ISPA pada balita dengan nilai =0,644, ada hubungan sedang antara lantai rumah dengan kejadian ISPA pada balita dengan nilai =0,435, ada hubungan sedang antara dinding rumah dengan kejadian ISPA pada balita dengan nilai =0,350 dan ada hubungan sedang antara atap rumah dengan kejadian ISPA pada balita dengan nilai =0,350
ANALISIS SPASIAL FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENYAKIT ISPA PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS ABELI KOTA KENDARI
Penyakit ISPA adalah penyakit yang sering terjadi setiap tahunnya dan menduduki peringkat pertama setiap tahunnya. Penyakit ISPA pada balita di Puskesmas Abeli adalah penyakit terbesar, prevalensi jumlah kasus lama dan kasus baru penyakit ISPA pada balita umur 0-4 tahun pada tahun pada tahun 2018 (93,72%). Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari analisis spasial faktor-faktor yang berhubungan dengan penyakit ISPA pada balita di wilayah kerja Puskesmas Abeli Kota Kendari.
Jenis penelitian ini adalah penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross sectional study, populasi penelitian adalah seluruh balita yang ada di wilayah kerja Puskesmas Abeli Kota Kendari tahun 2019 berjumlah 1.865 orang dengan jumlah sampel 330 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan proportional random sampling. Metode analisis menggunakan Uji Chi Square dan uji Phi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan sedang antara paparan asap rokok dengan penyakit ispa pada balita (X2 hitung = 41,924; Phi (φ) = 0,363), ada hubungan sedang antara status imunisasi dengan penyakit ispa pada balita (X2 hitung = 63,862; Phi (φ) = 0,446) dan ada hubungan sedang antara kepadatan hunian dengan penyakit ISPA pada balita (X2 hitung = 75,329; Phi (φ) = 0,484). Hasil analisis spasial menunjukkan bahwa kelurahan abeli merupakan kelurahan dengan sebaran ISPA terbanyak yaitu sebanyak 31 responden
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KINERJA PETUGAS KESEHATAN PADA RUANG KELAS I DI RUMAH SAKIT BAHTERAMAS KOTA KENDARI
Berdasarkan hasil wawancara diketahui bahwa masih kurangnya penghargaan dan perhatian dari pihak rumah sakit serta kurangnya termotivasi dalam bekerja. Tujuan penelitian ini adalah faktor yang berhubungan dengan kinerja petugas kesehatan pada ruang kelas I di Rumah Sakit Bahteramas Kota Kendari. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional Study. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 102 orang dengan penarikan sampel secara Simple Random Sampling dengan jumlah sampel 51 orang. Metode analisis menggunakan uji statistik yakni Uji Chi Square dan Uji Phi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan sedang antara disiplin kerja dengan kinerja petugas kesehatan (nilai X2 hitung = 4,489dan X2 tabel= 3,841) dan uji phi = 0,352, ada hubungan lemah antara penghargaan dengan kinerja petugas kesehatan (nilai X2 hitung = 4,032dan X2 tabel= 3,841) dan (phi = 0,247 ), ada hubungan sedang antara tanggung jawab dengan kinerja petugas kesehatan (nilai X2 hitung = 4,975dan X2 tabel= 3,841) dan (phi = 0,322) pada ruang kelas I di Rumah Sakit Umum Bahteramas Kota Kendari. Diharapkan kepada pihak Rumah sakit agar memberikan penghargaan kepada para petugas yang telah melaksanakan tugas dengan baik, baik dari segi pujian, piagam penghargaan ataupun insentif, memberikan pelatihan guna menambah pengetahuan petugas terkait tugas yang diberikan
HUBUNGAN PENGETAHUAN, SIKAP, DAN HYGIENE PERORANGAN PENJAMAH MAKANAN PADA PENYELENGGARAAN MAKANAN DI KANTIN SMA NEGERI 4 KENDARI
Penjamah makanan di kantin SMA Negeri 4 Kendari menyatakan bahwa tidak pernah memperoleh penyuluhan tentang penyelenggaraan makanan yang memenuhi syarat kesehatan. Hal ini ditandai dengan sebagian besar penjamah makanan belum memenuhi syarat hygiene perorangan dalam menyelenggarakan makanan yang telah ditetapkan dalam Kemenkes RI. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pengetahuan, sikap, dan hygiene perorangan penjamah makanan pada penyelenggaraan makanan di kantin SMA Negeri 4 Kendari. Jenis penelitian ini adalah penelitian observasional dengan desain penelitian cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah penjamah makanan yang bekerja di kantin SMA Negeri 4 Kendari sebanyak 40 orang. Teknik pengambilan sampel purposive sampling dengan menggunakan rumus Slovin dengan jumlah sampel 36 orang. Metode analisis menggunakan uji statistik yakni uji Chi Square dan Phi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan sedang antara pengetahuan pada penyelenggaraan makanan. Hubungan kuat antara sikap pada penyelenggaraan makanan. Hubungan sangat kuat antara hygiene perorangan pada penyelenggaraan makanan.
Kesimpulan pada penelitian ini adalah pengetahuan, sikap, dan hygiene perorangan merupakan faktor-faktor yang mempengaruhi penyelenggaraan makanan, penjamah makanan perlu mengikuti pelatihan mengenai penyelenggaraan makanan
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN DIARE PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PUUWATU KOTA KENDARI
Berdasarkan hasil pengambilan data awal pada 10 ibu yang memiliki anak balita di wilayah kerja Puskesmas Puuwatu ditemukan bahwa 8 responden mengatakan kurang memahami tentang diare, penularan dan sumber penyebab diare, 7 responden mengatakan susah mendapatkan air bersih, mereka harus menimba di sumur yang airnya kadang keruh sehingga harus menggunakan air seadanya saat mencuci tangan ketika menyiapkan makanan untuk balita dan kadang hanya menggunakan air hujan untuk mencuci bersih peralatan masak dan keperluan memasak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan Kejadian Diare pada Balita di Wilayah kerja Puskesmas Puuwatu Kota Kendari.
Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh ibu yang memiliki balita di wilayah kerja Puskesmas Puuwatu tahun 2019 sebanyak 244 orang, dengan penarikan sampel dilakukan secara simple random Sampling dengan menggunakan rumus sugiono dengan jumlah sampel 71 orang. Metode analisis menggunakan uji Statistik yakni uji chi square dan Phi.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan sedang antara pengetahuan dan personal hygiene dengan kejadian Diare pada Balita dan ada hubungan lemah antara sarana air bersih dengan kejadian Diare pada Balita di Wilayah kerja Puskesmas Puuwatu Kota Kendari
FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENYAKIT DERMATITIS PADA PEKERJA PENGANGKUT SAMPAH DI TPA PUUWATU KOTA KENDARI
Data dari Dinas Kebersihan Kota Kendari pada tahun 2015 diketahui bahwa volume sampah yang dibuang ke tempat pembuangan akhir Puuwatu mencapai 680,24 m3/hari. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui faktor – faktor yang berhubungan dengan penyakit dermatitis pada pekerja pengangkut sampah di tempat pembuangan akhir Puuwatu Kota Kendari. Jenis penelitian ini adalah survey analitik dengan pendekatan/desain Cross Sectional Study. Populasi Dalam penelitian ini sebanyak 70 orang dan jumlah sampel sebanyak 42 orang. Metode analisis menggunakan uji statistik Chi-Square.
Berdasarkan hasil penelitian diperoleh ada hubungan ketersedian air bersih nilai X2hit = 20,673 > X2tab = 3,841, ada hubungan kebiasaan mandi nilai X2hit = 18,497 > X2tab = 3,841 dan ada hubungan kebiasaan cuci tangan nilai X2hit = 11,573 > X2tab = 3,841 dengan penyakit dermatitis pada pekerja pengangkut sampah di tempat pembuangan akhir Puuwatu Kota Kendari.
Kesimpulan dari penelitian ini yaitu ada hubungan kuat ketersediaan air bersih, ada hubungan kuat kebiasaan mandi dan ada hubungan kuat kebiasaan cuci tangan dengan Kejadian Penyakit dermatitis pada pekerja pengangkut sampah di TPA Puuwatu Kota kendari
PENGARUH PENYULUHAN MELALUI MEDIA VIDIO TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN TENTANG PEMERIKSAAN PAYUDARA SENDIRI (SADARI) PADA SISWI KELAS X DI SMAN 8 KENDARI
Kanker payudara merupakan penyakit kanker dengan persentase kasus baru tertinggi di Dunia. Hal ini dipengaruhi oleh rendahnya pengetahuan remaja putri mengenai pemeriksaan SADARI . Upaya meningkatkan pengetahuan remaja putri salah satunya melalui penyuluhan SADARI. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada pengaruh penyuluhan melaui media video terhadap peningkatan pengetahuan SADARI pada siswi kelas X di SMA Negeri 8 Kota Kendari. Desain penelitian ini adalah Quasi Experiment, dengan pendekatan One Group Pre-Test and Post-Test Design. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswi kelas X SMA Negeri 8 Kendari tahun 2020 yang berjumlah 93 orang.Sedangkan sampel penelitian berjumlah 48 responden. Tehnik pengambilan sampel menggunakan teknik Proportional Random Sampling. Analisis dilakukan dengan uji Wilcoxon. Hasil uji statistik Wilcoxon menunjukkan pengetahuan p-value 0,000 (p<0,05), dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh penyuluhan kesehatan menggunakan video terhadap peningkatan pengetahuan SADARI pada siswi kelas X SMA Negeri 8 Kendari. Diharapkan pada pihak sekolah untuk mengadakan penyuluhan kesehatan dengan menggunakan video tentang SADARI yang bekerjasama dengan petugas kesehatan guna meningkatkan pengetahuan siswi
FAKTOR RISIKO KEJADIAN TUBERCULOSIS PARU DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS LOMBAKASIH KABUPATEN BOMBANA
Penyakit Tuberkulosis adalah penyakit menular langsung yang disebabkan oleh Mycobacterium Tuberculosis dan penyebaran kuman TB melalui udara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor risiko kejadian TB Paru di wilayah kerja Puskesmas Lombakasih Kabupaten Bombana. Penelitian ini merupakan jenis penelitian ini adalah analitik dengan pendekatan observasional yang menggunakan rancangan Case Control Study. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 23 sampel kasus dan 23 sampel kontrol. Penelitian ini menggunakan uji Odds Ratio. Hasil penelitian menunjukan bahwa pengetahuan merupakan faktor risiko kejadian TB paru di wilayah kerja Puskesmas Lombakasih Kabupaten Bombana (OR = 6,476), kepadatan hunian merupakan faktor risiko kejadian TB paru di wilayah kerja Puskesmas Lombakasih Kabupaten Bombana (OR= 4,680), kebiasaan merokok merupakan faktor risiko kejadian TB paru di wilayah kerja Puskesmas Lombakasih Kabupaten Bombana (OR= 3,300). Kesimpulan semua variabel dalam penelitian berisiko Kejadian TB Paru Di Wilayah Kerja Puskesmas Lombakasih Kabupaten Bombana. Disarankan bagi instansi yang terkait dengan TB paru khususnya Puskesmas Lombakasih untuk lebih efektif dalam memberi penyuluhan dan edukasi tentang penyakit TB agar masyarakat dapat menghindari penyakit TB paru
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENINGKATAN TIMBULAN SAMPAH DI KELURAHAN LEMO KECAMATAN KULISUSU KABUPATEN BUTON UTARA
Kelurahan Lemo dengan jumlah penduduk 959 jiwa. Memproduksi sampah pada tahun 2017 sekitar 2.805 m3/tahun. Pada tahun 2018 timbulan sampah sekitar 2.836 m3/tahun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan peningkatan timbulan sampah di Kelurahan Lemo Kecamatan Kulisusu Kabupaten Buton Utara. Jenis penelitian yang digunakan disini adalah analitik observasional dengan menggunakan rancangan cross sectional study. Dan dengan Jumlah populasi 260 KK dan jumlah sampel 72 responden dengan menggunakan teknik simple random sampling.
Hasil dari penelitian ini yang menggunakan uji Chi-Square menunjukan ada hubungan Sedang antara jumlah anggota keluarga dengan peningkatan timbulan sampah dengan hasil nilai X2hitung > X2tabel. Ada hubungan Sedang antara tempat penampungan sementara (TPS) dengan peningkatan timbulan sampah dengan hasil nilai X2hitung > X2tabel. Ada hubungan Sedang antara pengangkutan sampah dengan peningkatan timbulan sampah dengan hasil nilai X2hitung > X2tabel. Dan Ada hubungan Sedang antara pemilahan sampah dengan peningkatan timbulan sampah dengan hasil nilai X2hitung > X2tabel. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu ada hubungan sedang jumlah anggota keluarga dan ada hubungan sedang tempat penampungan sementara (TPS) dan ada hubungan sedang pengangkutan sampah dan ada hubungan sedang pemilahan sampah. Sehingga di sarankan kepada masyarakat untuk mengurangi peningkatan timbulan sampah di Kelurahan Lemo Kecamatan Kulisusu Kabupaten Buton Utara
HUBUNGAN ASPEK PENANGANAN KELUHAN PASIEN DENGAN KEPUASAN PASIEN RAWAT JALAN DI PUSKESMAS POASIA KOTA KENDARI
Salah satu indikator keberhasilan pelayanan kesehatan adalah kepuasan pasien. Selama ini penanganan keluhan masyarakat khususnya pada pelayanan kesehatan di Puskesmas Poasia masih belum maksimal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan aspek penanganan keluhan dengan kepuasan pasien rawat Jalan di Puskesmas Poasia Kota Kendari. Jenis penelitian ini adalah penelitian survei analitik dengan desain Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 540 orang dengan penarikan sampel pengambilan sampel dilakukan secara Simple random sampling dengan menggunakan rumus sugiono dengan jumlah sampel 230 orang. Metode analisis menggunakan uji Statistik yakni uji Chi Square dan uji Phi.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan sedang antara aspek penanganan keluhan pasien dari segi empati dan kemudahan dengan kepuasan pasien rawat jalan, ada hubungan lemah antara aspek penanganan keluhan pasien dari segi kecepatan dengan kepuasan pasien rawat jalan,ada hubungan kuat antara aspek penanganan keluhan pasien dari segi kewajaran dengan kepuasan pasien rawat jalan di Puskesmas Poasia Kota Kendari tahun 2019. Kepada petugas kesehatan diharapkan agar kiranya dapat menjalankan tugasnya dengan penuh tanggung jawab dalam mengifisienkan waktu dan memberikan waktu yang tepat dalam memberikan pelayanan kepada pasien dan keluarganya yang menyampaikan keluhan