Rumah Jurnal Institut Ilmu Keislaman Annuqayah (INSTIKA)
Not a member yet
209 research outputs found
Sort by
Rekonstruksi Maqasid Al-Syari’ah Jasser Auda
Tulisan ini berusaha menjabarkan pemikiran Jasser Auda tentang Maqashid al-Syari’ah. Jasser Auda merupakan intelektual Islam modern yang mengkaji Maqashid al-Syari’ah dengan pendekatan sistem, yang berbeda dengan pandangan ulama klasik. Jasser Auda mengkaji maqa>s}id al-shari>’ah dengan perspektif baru. Dalam pandangannya, hifdzu al-nasl tidak lagi hanya sekadar menjaga keturunan, tapi dimaknai ulang dengan perlindungan terhadap keluarga dan institusi keluarga. Demikian pun hifdzu al-‘aql dimaknai ulang dengan melipat gandakan pola pikir dan research ilmiah; mengutamakan perjalanan untuk mencari ilmu pengetahuan, menekan pola pikir yang mendahulukan kriminalitas kerumunan gerombolan; menghindari upaya-upaya untuk meremhkan kerja otak. Hifdzu an-nafs dimaknai ulang dengan melindungi martabat kemanusiaan dan HAM. Hifdzu al-din dimaknai ulang dengan menjaga, melindungi dan menghormati kebebasan beragama dan berkepercayaan. Hifdzu al-mal dimaknai ulang dengan mengutamakan kepedulian sosial, pembangunan dan kesejahteraan sosial
Optimalisasi Peran dan Fungsi Dewan Pengawas Syariah (DPS) dalam Perbankan Syariah
Tulisan ini menjelaskan optimalisasi peran dan fungsi Dewan Pengawas Syariah (DPS) dalam kontek Perbankan Syariah. Dewan Pengawas Syariah (DPS) merupakan lembaga yang bertugas mengawasi dan memastikan perbankan syariah di seluruh Indonesia beroperasi sesuai dengan kaidah syariah dan tidak melenceng dari ajaran Islam. Selama ini, DPS masih sangat lemah dalam melakukan pengawasan terhadap operasional perbankan setiap hari sehingga mengakibatkan permasalahan pelik terkait dengan hilangnya nilai-nilai dari produk-produk perbankan syariah. Maka dalam rangka mengoptimalkan peran dan fungsi Dewan Pengawas Syariah (DPS) dapat dilakukan dengan berbagai cara. Pertama, MUI harus menentukan klasifikasi keahlian pihak-pihak yang dapat diangkat menjadi anggota DSN atau DPS. Artinya, orang-orang yang menjadi DPS haruslah memiliki keahlian di bidang Syariah (Islamic Jurisprudence), hukum, ekonomi (akuntansi), dan juga fiqh muamalah. Kedua, model pengawasan DPS pasca keluaranya PBI tentang GCG Bank Syariah betul-betul aktif dan produktif. Pada model pengawasan ini DPS dilakukan oleh sebuah departemen syari’ah di suatu perbankan syari’ah. Ketiga, posisi DPS seharusnya sejajar dengan Komisaris. sehingga perannya dan kedudukannya sangat kuat. Ketentuan ini seyogianya masuk dalam Undang- Undang Perbankan Syari’ah. Keempat, pentingnya independensi DPS dari perbankan syariah itu sendiri. DSN-MUI sebagai lembaga independen yang bertanggungjawab atas ke-syariah-an perbankan syariah seharusnya membawahi DPS sebagai bagian dari bentuk pengawasan DSN terhadap operasional perbankan syariah
Tafsir Ilmiah Salman ITB (Telaah Kritis Perspektif Ulum al-Qur’an)
Tafsir merupakan salah satu proses penguraian dan pengungkapan makna al-Qur’an. Salah satu manusia yang mendapatkan otoritas langsung untuk menafsirkan al-Qur’an adalah Muhammad Saw, namun setelah beliau meninggal diganti oleh para sahabat dan diteruskan oleh para tabi’ien serta para ulama’-ulama maupun klasik, pertengahan, bahkan modern sehingga banyak kitab-kitab hasil karya mereka sampai saat ini. Di antara karya para tokoh-tokoh kontemporer yang baru-beru ini adalah Tafsir Salman ITB. tafsir ini merupakan satu karya tafsir yang menggunakan pendekatan scientific. Karya ini juga tidak bisa dikategorikan sebagai tafsir jika tidak sesuai dengan standart epistemologi tafsir yang dikenal dengan Ulum al-Qur’an, baik dari aspek metodologi, asbab al-nuzul, ungkapan kebahasaan, dan lain-lain
Pengetahuan dan Ukuran Kebenaran
Kebenaran ilmiah muncul dari hasil penelitian ilmiah, artinya suatu kebenaran tidak mungkin muncul tanpa adanya tahapan-tahapan yang harus dilalui untuk memperoleh pengetahuan ilmiah. Secara metafisis kebenaran ilmu bertumpu pada objek ilmu, melalui penelitian dengan dukungan metode serta sarana penelitian maka diperoleh suatu pengetahuan. Semua objek ilmu benar dalam dirinya sendiri, karena tidak ada kontradiksi di dalamnya. Kebenaran dan kesalahan timbul tergantung pada kemampuan menteorikan fakta. Bangunan suatu pengetahuan secara epistemologis bertumpu pada suatu asumsi metafisis tertentu, dari asumsi metafisis ini kemudian menuntut suatu cara atau metode yang sesuai untuk mengetahui objek. Secara epistemologis kebenaran adalah kesesuaian antara apa yang diklaim sebagai diketahui dengan kenyataan yang sebenarnya yang menjadi objek pengetahuan. Kebenaran terletak pada kesesuaian antara subjek dan objek, yaitu apa yang diketahui subjek dan realitas sebagaimana adanya
Kajian TafsirTematik tentang Ayat RadÄ’ah
Raá¸Ä`ah (persusuan) tidak lepas dari kehidupan manusia. Dalam al-Qur’an, raá¸Ä`ah tidak hanya dianggap sebagai aktivitas biasa yang tidak memiliki konsekuensi hukum. Artikel ini membahas tentang tafsir aḥkÄm yang ditawarkan oleh para mufasir terkait ayat raá¸Ä`ah. Dalam menganalisis ayat raá¸Ä`ah, penulis menggunakan metode tematik dengan pendekatan psikologi, medis dan maqÄá¹£id al-syarÄ«`ah. Pendekatan psikologis digunakan untuk memotret hubungan antara ibu yang menyusui dan bayinya, pendekatan medis diterapkan untuk menganalisis kadar air susu ibu (ASI) yang berkaitan dengan batasan dua tahun untuk masa penyusuan, sedangkan pendekatan maqÄá¹£id al-sharÄ«`ah diaplikasikan untuk mengkaji isu kontemporer terkait ASI di antaranya tentang hukum bank ASI dan donor ASI
Syura dan Demokrasi dalam Al-Qur’an Perspektif Al-Dakhil fi Al-Tafsir
Dalam memahami ayat-ayat demokrasi tentu diperlukan sebuah teori tertentu untuk memastikan apakah ayat tersebut sebagai landasan absahnya demokrasi atau ayat tersebut memiliki maksud lain. Oleh karena itu, fakta empiris dan historis antara demokrasi dengan syura menjadi titik tekan tersendri dalam memahami ayat yang dianggap sebagai dalil demokrasi tersebut. Teori munasabah kami jadikan sebagai pisau analisis, hal itu karena antara potongan ayat (Demokrasi) yang satu dengan yang lainnya memiliki interkoneksi yang tidak terputus. Berdasarkan hasil analisis penulis dalam penelitian ini terhadap ayat yang dijadikan landasan diterimanya demokrasi ternyata terkesan janggal jika memaksakan demokrasi sebagai kata yang menjadi tafsir dari Ayat Al Qur’an surat Asy Syûra (42): 37, Ali Imran (03): 159, maupun Al Baqarah (02): 233, hal demikian karena realitanya demokrasi sebagai sistem pemerintahan yang muncul dari landasan berfikir pemisahan agama dari kehidupan menjadi hal mendasar bertolak belakangnya dengan spirit Al Qur’an, Syariah dalam demokrasi hanya sebatas option (pilihan) bukan obligation (kewajiban). Menjadikan demokrasi sebagai produk tafsir dari ayat Al Qur’an tidak dapat lagi disebut sebagai pengembangan khazanah islam, namun hal tersebut hanya akan merongrong sakraralitas Al Qur’an dan menjadi produk tafsir yang gagal dan menyimpang, atau dengan sebutan Al Dakhîl fi al tafsir (sesuatu yang menyusup ke dalam tafsir)
Perempuan Pamekasan Madura dan Organisasi Radikal (Kajian Resiliensi Perempuan atas Aliran Hizbut Tahrir Indonesia [HTI] di Pamekasan Madura)
Artikel ini membahas Dinamika Islam dan keberagamaan di Indonesia dewasa ini yang menunjukkan fenomena menarik. Pasalnya, gerakan Islam global atau “gerakan Islam transnasionalâ€, mulai marak dan mendapatkan pengikut di berbagai daerah di Indonesia. Salah satunya Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Di Pamekasan Madura, HTI mulai berkembang. Masyarakat Pamekasan dikenal sebagai masyarakat santri. Perempuan Pamekasan mulai gelisah dan kemudian melakukan resiliensi. Perempuan Pamekasan terbukti bukan perempuan yang abai atas isu-isu keagamaan, hanya peduli masalah tomang-dhepor (tungku-dapur), terisolasi, hanya tunduk dan patuh; melainkan mereka justru melakukan resiliensi
Eksistensi dan Keistimewaan Malaikat Jibril AS dalam Al-Qur’an
Tulisan ini hendah mengungkan dan menyingkap eksistensi dan keistimewaan sang Malak Jibril a.s dalam Al-Quran dengan mengkonstuksikan pada dua hal; Pertama, Sang Malak Jibril dan Eksistensialnya. Kedua, Posisi Malak Jibril a.s disisi Allah, serta kebesarannya dikalangan Malaikat dan Makhluk bumi. Kajian ini menghasilkan kesimpulan bahwa Jibril merupakan malaikat yang istimewa dari pada malaikat lainnya, dengan keistimewaannya ia bahkan dikatakan sebagai tangan kanan tuhan karena saking dekatnya Jibril dengan Allah. Jibril juga sangat dekat dengan kekasih Allah yaitu Baginda Rasul Muhammad SAW., penutup para nabi sekaligus utusan bagi umat manusia, yang dalam sabda Nabi Jibril a.s dikatakan sebagai sahabatnya beliau dari kalangan malaikat. Ia (Jibril) juga disebut dengan kepalanya malaikat karena memang begitulah keistimewaan dan tingginya maqam Jibril di antara para malaikat lainnya
Naskah Syiir Nyai Madura (Studi atas Naskah Syiir ‘Berbahasa Madura’ Nyai Pondok Pesantren Annuqayah Guluk-Guluk Sumenep Jawa Timur)
Madura memiliki sejumlah manuskrip—yang selamat dari jarahan penjajah pada masa kolonial—yang memberikan gambaran akan wajah dari Islam di Madura. Manuskrip yang dimaksud di sini adalah naskah karya Ny. Hj. Wardatun yang berupa syiir. Naskah syiir ini dibuat khusus untuk santri dan wali santri guna memberi pesan-pesan moral berkaitan dengan tantangan yang sangat kompleks di era informasi dan sosial media. Naskah yang berupa syiir ini menggunakan Bahasa Madura. Penelitian ini menghasilkan: (1) Isi naskah syiir berbahasa Madura dari Ny. Hj. Wardatun adalah pesan-pesan moral kepada para santri dan para wali santri. Juga berisi tentang kontekstualisasi akhlak di era informasi. Dan, (2) Corak penulisan naskah syiir berbahasa Madura dari Ny. Hj. Wardatun adalah dalam bentuk syiir, menggunakan Bahasa Madura yang halus (level tiga). Tampak sekali kasih sayang dan kepedulian Ny. Hj. Wardatun kepada para santri dan wali santri. Berpijak pada paham Islam Wasathiyah, Islam jalan tengah yang anti ekstrim, khususnya dalam aspek akhlak
Analisis Progresif Skema Fundraising Wakaf dengan Pemanfaatan E-Commerce di Indonesia
There are many ways in waqf fundraising strategy. Internet utilization is a new platform that makes a global change in any line of economic terms. The new need for the provision of endowments and the understanding of the cash receipt ways will begin to be eroded. The ease of waqf transactions by using the internet and e-commerce sites in Indonesia is a new method although it has been used in many economic measures the long time ago. But there are some elements that really need a red line attention; product information, transaction cost charges, e-commerce company status, financing methods and accuracy in all sharia contexts and paradigm. Afterall, the entire hierarchy of waqf acquisition in waqf institutions that orbit digital transactions on commercial sites such as bukalapak, tokopedia and many others, ranging from fundraising, management to utilization, need to emphasize the systematic study of its conformity with sharia resolutions