UIN (Universitas Islam Negeri) Sunan Kalijaga, Yogyakarta: E-Journal Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora
Not a member yet
765 research outputs found
Sort by
KEBERMAKNAAN HIDUP PADA MAHASISWA SEMESTER AKHIR
The lives of students, especially under graduate students usually have certain problems in their lives that have an impact on psychological. Various studies show how a person is able to deal with problems in his life by means of how he understands his life. The purpose of this research is to find out how undergraduate students take meaning on every event in their lives. Judging from the objectives, this research is explorative that is to explore broadly the causes or things that influence. This study uses a qualitative method & approach with an open questionnaire as a data collection method. The research subjects were the final semester students in the Department of Psychology, Faculty of Education, Yogyakarta State University. The results of this study are the meaningfulness of the life of the final students derived from religion as a factor interpreting the majesty of God and gratitude, social interaction in the family and perceived environment when helping others and boasting of the family. The life benefits felt by the final semester students are also new challenges and moments that affect emotionally including feelings of love
ORGANIZATIONAL CITIZENSHIP BEHAVIOUR (OCB) PADA PARAMEDIS
Abstract. Organization needs high quality employees who are willing to work outside their main tasks to support organizational performance. This willingness is known as organizational citizenship behavior (OCB) that may influenced by supportive leadership style, perceptions of organizational culture and intrinsic job satisfaction. This study aimed to explore the effect of supportive leadership style, perceptions of organizational culture and intrinsic job satisfaction on OCB. Subjects involved in this study were 68 paramedics of a private hospital in Special Region of Yogyakarta. Data were collected using three scales, and then analyzed with multiple regression. Results show that supportive leadership style, perception of organizational culture and intrinsic job satisfaction significantly predict OCB among paramedics. Perception of organizational culture have the biggest contribution in predicting OCB, followed by intrinsic job satisfaction and supportive leadership style. Improving supportive leadership styles, perceptions of organizational culture and intrinsic job satisfaction will increase the OCB of the employees.Keywords: organizational citizenship behavior, paramedics Abstrak. Sebuah organisasi perlu memiliki pegawai yang berkualitas dan bersedia bekerja di luar tugas utamanya untuk mendukung kinerja. Kesediaan ini disebut dengan organizational citizenship behavior (OCB) yang dapat dipengaruhi oleh gaya kepemimpinan suportif, persepsi budaya organisasi dan kepuasan kerja intrinsik. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengaruh gaya kepemimpinan suportif, persepsi budaya organisasi dan kepuasan kerja intrinsik terhadap OCB. Sebanyak 68 orang tenaga paramedik sebuah rumah sakit berpartisipasi dalam penelitian ini. Pengumpulan data menggunakan skala organizational citizenship behavior, skala gaya kepemimpinan suportif, skala persepsi budaya organisasi dan skala kepuasan kerja intrinsik. Analisis regresi berganda digunakan dalam proses analisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan, persepsi budaya organisai dan kepuasan kerja intrinsik secara signifikan mampu memprediksi OCB. Persepsi terhadap budaya organisasi memiliki sumbangan efektif terbesar, diikuti oleh kepuasan kerja intrinsik dan gaya kepemimpinan suportif. Dengan meningkatkan gaya kepemimpinan suportif, persepsi terhadap budaya organisasi dan kepuasan kerja intinsik maka akan diikuti peningkatan OCB.Kata Kunci: organizational citizenship behavior, paramedi
Fenomena Bergabungnya Anak Muda Jakarta Ke Dalam Organisasi Sinergi Muda Secara Suka Rela
Bergabung ke dalam organisasi sebagai seorang relawan menjadi fenomena unik di kalangan anak muda, mengingat, seorang relawan harus rela untuk mengorbankan materi serta energinya demi kepentingan organisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap alasan dari ketertarikan anak muda untuk bergabung sebagai relawan di organisasi Sinergi Muda. Teori yang digunakan ialah Theory of Needs dari David McClelland dan konsep sharing. Metode yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan menggunakan empat narasumber untuk memperoleh data primer dan data-data terkait untuk memperoleh data sekunder. Hasil penelitian menggambarkan bahwa anak muda yang bergabung sebagai relawan di organisasi Sinergi Muda bermotif kebutuhan akan pengakuan diri yang diperoleh melalui aktivitas sharing di media sosial.Kata kunci: organisasi, relawan, pengakuan diri, sharingJoining into the organization as a volunteer becomes a unique phenomenon among young people, remembering, a volunteer must be willing to sacrifice his material and energy for the sake of the organization. This study aims to reveal the reasons for the interest of young people to join as volunteers at the Sinergi Muda organization. The theory used is David McClelland\u27s Theory of Needs and the concept of sharing. The method used is a qualitative research method by interviewing four informants to obtain primary data and related data to obtain secondary data. The result shows that young people who join as volunteers in the Sinergi Muda organization are motivated by the need for self-recognition obtained through sharing activities on social media.Keywords: Organization, volunteer, self recognition, sharing
PENGARUH TAHAPAN SOSIALISASI TERHADAP BUDAYA ORGANISASI PADA KARYAWAN PT. RADIO CANDRIKA WIDYA SWARA BANDUNG
Abstrak. Industri penyiaran global saat ini memberikan kesempatan yang semakin besar bagi pelaku industri seiring dengan menaiknya pendengar radio yang terus bergerak serta hiburan di dalam berbagai media yang semakin meluas. Hal ini membuat peluang pasar terbuka lebih besar di dalam industri radio. Maka dari itu untuk menyikapi persaingan yang semakin besar, perusahaan harus diimbangi dengan kualitas kinerja karyawannya. Dengan cara menanamkan budaya organisasi pada perusahaan melalui proses sosialisasi yang dilakukan oleh karyawan baru, yang meliputi tahapan prakedatangan, keterlibatan dan metamorfosis sebagai variabel dalam tahapan sosialisasi. Data yang dikumpulkan sebanyak 30 responden yang diperoleh dari seluruh karyawan PT. Radio Candrika Widya Swara Bandung. Hasil analisis kuantitatif deskriptif menunjukkan pada ketiga tahap sosialisasi disesuaikan dengan nilai tabel sebesar 2.048 dengan sebagai berikut, pada tahap prakedatangan, mendapatkan hasil sebesar 75.6% dan 9.319, hasil thitung sebesar 9319 menunjukan bahwa thitung>ttabel yang artinya ho ditolak dan ha diterima, selanjutnya pada tahap keterlibatan mendapatkan hasil sebesar 82.4% dan 11.465, hasil thitung sebesar 11.465 menunjukan bahwa thitung>ttabel yang artinya ho ditolak dan ha diterima, lalu pada tahap metamorfosis memiliki hasil sebesar 84.3% dan 12.276, hasil thitung sebesar 12.276 menunjukan bahwa thitung>ttabel yang artinya ho ditolak dan ha diterima. Dari ketiga variabel tersebut dapat disimpulkan bahwa ketiga tahapan sosialisasi prakedatangan, keterlibatan dan metamorfosis memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap budaya organisasi. Kata kunci: Budaya organisasi, sosialisasi, prakedatangan, keterlibatan dan metamorfosis. Abstract. Today\u27s global broadcasting industry provides greater opportunities for industry players as radio listeners continue to move and entertain in a wider range of media. This makes greater open market opportunities in the radio industry. Therefore to respond to the increasing competition, companies must be balanced with the quality of their employees\u27 performance. By way of instilling an organizational culture in the company through a process of socialization carried out by new employees, which includes stages of pre-arrival, involvement and metamorphosis as variables in the stages of socialization. The data collected were 30 respondents obtained from all employees of PT. Radio Candrika Widya Swara Bandung. The results of the quantitative descriptive analysis showed that the three stages of socialization were adjusted to the value of 2,048 with the following, at the pre-arrival stage, obtained results of 75.6% and 9,319, the results of tcounts of 9319 showed that t count>ttable means ho is rejected and ha is accepted, then the stage of involvement gets results of 82.4% and 11,465, the results of tcount 11.465 show that tcount>ttable which means ho is rejected and ha is accepted, then at the metamorphosis stage has a result of 84.3% and 12,276, the results of tcount 12.276 show that tcount>ttable ho rejected and ha accepted. From the three variables, it can be concluded that the three stages of pre-arrival socialization, involvement and metamorphosis have a positive and significant influence on organizational culture. Keywords: Organizational culture, socialization, pre-arrival stages, stages of encounter and stages of metamorphosi
GERAKAN SOSIAL WARGA PARANGKUSUMO PADA KASUS PENGGUSURAN LAHAN GEO MARITIM PARK
This paper aims to describe about unravel the tangled thread of the case of the eviction of Parang Kusumo residents in Bantul Regency, Yogyakarta. The central point outlined in this study is to explain the dynamics of social movements of people affected by evictions due to the Geo Maritim Park development plan. Analysis obtained from observations of field data through indept-interview with purposive sampling method shows that the case of the resistance movement of people affected by eviction experienced a ‘defeat’ in the public space. The defeat was identified because the strength of legal legality (land certificates) owned by residents was not strong and some even refused demonstrations initiated by the People’s Alliance to Refuse Eviction (Aliansi Rakyat Menolak Penggusuran—ARMP). As a case in the vortex of conflict, the people’s struggle to seize their rights was captured by elitist interests in the Sultan’s ground and the Pakualaman’s ground.Artikel ini hendak mengurai benang kusut kasus penggusuran warga Parang Kusumo Kabupaten Bantul Yogyakarta. Menjadi titik sentral yang diuraikan dalam kajian ini adalah menjelaskan dinamika gerakan sosial warga yang terkena dampak penggusuran akibat rencana pembangunan Geo Maritim Park. Analisa yang di dapat dari hasil pengamatan data lapangan melalui indept-interview dengan metode purposive sampling memperlihatkan bahwa kasus gerakan perlawanan warga terkena dampak penggusuran mengalami ‘kekalahan’ di ruang publik. Kekalahan tersebut teridentifikasi karena kekuatan legalitas hukum (sertifikat tanah) yang dimiliki warga tidak kuat bahkan sebagian menolak aksi demonstrasi yang diinisiasi oleh Aliansi Rakyat Menolak Penggusuran (ARMP). Sebagai kasus yang berada dalam pusaran konflik, perjuangan warga untuk merebut hak-hak mereka tersandra oleh kepentingan elitis dalam bingkai sultan ground dan pakualaman ground
PERAN PET (HEWAN PELIHARAAN) PADA TINGKAT STRES PEGAWAI PURNATUGAS
In gerontology, the issue of pets as a "negative effect killer during retirement" has long been believed to be an activity that can improve living welfare. This study used 77 male retired employees. This study aims to determine the effect of pet ownership on stress levels, differences in stress levels between groups that have animals and do not have animals and know the characteristics of the group of pet owners related to stress levels. The research data will be analyzed using simple regression, Mann Whitney test and Chi square. The research instruments used were the Perceived Stress Scale from Cohen (1988) and the questionnaire. Obtained overall results of respondents at moderate stress levels. The research findings are that pet ownership has an effect on stress levels of 37, 2%. It was also found that groups that had pets had lower stress levels than those who did not have pets. In addition, it was concluded that there was a correlation between the level of education and the level of stress that was not significant, the correlation between marital status and residence status with stress levels significantly. Keywords: :Pet, Retirement, Stress Level
PENERAPAN PENDIDIKAN KARAKTER PADA ANAK USIA DINI DI TK NEGERI PEMBINA SEMARANG
The implementation of character education for students at school is done through various ways and is adjusted to condition and environment of the school. The researchers want to find out the implementation done by educators or caregivers of school institution sustainably to observe changes on habits and attitudes of the students completely. The implementation of character education of early children at Pembina Public Kindergarten Semarang is done qualitatively by using descriptive method. The participants are 40 children of B2 and B3 groups, 4 kindergarten teachers, and the principal. The instruments of the research are observation, interview, and documentation. Findings show that character education at the kindergarten can be implemented through habituation in daily life activities. The kindergarten becomes pilot project to promote character education in Semarang city. Varieties of characters to be developed at the kindergarten are taken based on its vision. Character education of Pembina Public Kindergarten Semarang has been lasting for 9 years by bringing positive impacts for the students, school, and parents.
PENGANTAR
PENGANTAR-REDAKSI Assalamualaikum wr. wb.Jurnal Sosiologi Reflektif Volume 13 Nomor 2, April 2019 ini mengkaji permasalahan sosial yang kompleks dalam perspektif sosiologis. Kajian ditulis dalam edisi ini mencakup: Pemiikiran Kuntowijoyo, Media dan Permasalahan Agama, Gender, Konflik dan Kajian Budaya di Era Milenial. Al Makin menulis pergulatan pemikiran Kuntowijoyo dalam bidang sastra, budaya, pemikiran sejarah dan sosiologi yang mengalir dari aliran Marxist menuju arah Islamis. Tulisan ini sekaligus membandingkan teks polifonik Kuntowijoyo yang meramu tradisi Marxisme Barat dengan musik dangdut Rhoma Irama sebagai tolak ukur nada dan irama polifonik. Diharapkan, tulisan ini dapat memberi sumbangan baru pada pembacaan teks polifonik dan pergeseran gagasan Kuntowijoyo dari Marxist ke Islami yang tidak mendapatkan porsi cukup dari para pembahas di Indonesia.Zuly Qadir mengelaborasi gagasan tentang Islam Berkemajuan yang dialamatkan kepada Muhammadiyah. Gerakan Muhammadiyah dikenal dalam bidang dakwah amar ma’ruf nahi munkar dengan membawa Islam washatiyyah. Islam washatiyah merupakan gagasan yang sesuai dengan pandangan Muhammadiyah dengan dakwah Islam Berkemajuan dalam konteks Islam Indonesia. Dari kajian yang dilakukan Muhammadiyah telah memiliki gagasan Islam Berkemajuan dalam mengembangkan dakwah sejak berdirinya, kemudian dilakukan secara terus menerus dalam mengembangkan dakwah pencerahan pada umat (masyarakat) melalui dakwah bil lisan dan bil amal.Aqida Nuril Salma menguraikan tentang meningkatnya resiliensi Muslim di media sosial dalam praktik beragama: pilihan bank syariah, sekolah berbasiskan agama atau pun model hijab. Ekspresi tersebut semakin menguat dalam kehidupan masyarakat Muslim pada saat pemilihan Gubernur Jakarta. Tulisan ini hendak mengkaji bagaimana sosial media, agama dan kehidupan politik sehari-hari berinteraksi secara online.Imamul Huda Al Siddiq dan Ahmad Arif Widianto menulis tentang peran pemuda NU sebagai kepanjangan tangan dari para kyai NU begitu besar dalam pemberantasan partai dan ideologi terlarang seperti PKI. Secara sederhana, melalui artikel ini dapat disimpulkan bahwa pemuda NU dengan berdasar prinsip yang ada memiliki andil besar dalam mempertahankan keutuhan NKRI, mulai dari pemberantasan PKI, serta upaya-upaya lain dalam mempertahankan Indonesia. Di sisi lain, mereka juga memiliki perhatian terhadap kelompok tertindas termasuk mantan tahanan politik 1965 dan keluarganya.Azkiyatul Afia Amaelinda dan A. Zahid menulis tentang budaya dialog interaktif dalam mencari sebuah kesepakatan dalam menetukan hukum syariat yang masih membutuhkan penjelasan secara rinci termediasi dalam ruang public, disebut Bahtsul Matsail. Forum ilmiah yang lebih akrab untuk hal ini, diwadahi oleh pondok pesantren Al-amin Kediri, dimana terdapat ulama’, ustadz dan peserta forum sebagai pelengkap dalam menentukan sebuah hukum yang masih multi tafsir. Adanya symbiosis mutualisme antara elemen Bahtsul Matsail menjadi menarik dalam kajian ruang public Habermas dalam penyampaian gagasan, ide dan pendapat. Retno Wahyuningtyas, Sari Perdanawati dan Nur Maulida menjelaskan bahwa Yogyakarta merupakan satu dari sepuluh kota intoleran di Indonesia. Hal tersebut berbanding terbalik dengan reproduksi narasi Yogyakarta sebagai kota toleran dan berhati nyaman yang terus ‘dijual’ dalam promosi wisata. Problematika tentang intoleransi muncul sebagai arena persaingan identitas dan merujuk pada minat tertentu. Di tengah wacana tentang intoleransi, ada pelbagai gerakan masyarakat yang berupaya bersama untuk mewujudkan nilai-nilai keberagaman dan sikap toleran dalam masyarakat, salah satunya gerakan perempuan yang dikenal sebagai Srikandi Lintas Iman, yaitu perempuan yang berasal dari berbagai agama (Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha dan Konfusianisme) yang ikut menyuarakan masalah perdamaian di antara keragaman kehidupan di Yogyakarta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Srikandi Lintas Iman telah berhasil menciptakan ruang perjumpaan bagi perempuan mulai dari ibu rumah tangga pada peran aktivisme dalam unit lingkungan terkecil hingga scope yang melibatkan pemuka agama perempuan lintas iman.Sufyati HS menjelaskan bahwa teknologi sebagai struktur proses dan artefak, merupakan ciri imperactive perkembangan masyarakat masa depan. Media massa merupakan sarana efektif yang mampu menjangkau massa dalam jumlah besar dan luas (universality of reach) dan dianggap mempunyai keunggulan yang dapat mempengaruhi pikiran manusia sehingga gaya hidup dapat berubah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, pergeseran media konvensional ke media daring memiliki dampak positif bagi yang memanfaatkan dengan baik, sebaliknya berdampak negatif jika memanfaatkannya secara sia-sia.Afina Amna dalam tulisannya menjelaskan bahwa hijrah berarti pindah, saat ini menjadi role mode baru dalam masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah hijrah yang dilakukan para artis termasuk dalam komodifikasi agama serta bagaimana masyarakat memaknai hijrah yang dilakukan oleh para artis. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa hijrah yang dilakukan para artis menjadi komodifikasi baru dengan menjadikan agama sebagai sesuatu yang diperjual-belikan. Selain itu masyarakat menganggap bahwa hijrahnya para artis dimaknai sebagai trend yang baru berkembang, untuk melakukan gimmick di media, sebagai salah satu cara untuk menaikkan popularitas dan dimaknai sebagai sarana membuat sensasi.Moh Soehadha menganalisis bahwa eksodus pengungsi Timor Timur pasca jajak pendapat di tahun 1999 ke Indonesia menyisakan masalah hingga kini. Lembaga urusan pengungsi internasional, pemerintah Indonesia dan lembaga swadaya masyarakat telah membantu melakukan pemulangan kembali (repatriasi) terhadap para pengungsi. Namun banyak pengungsi tidak mau kembali dan memilih tetap tinggal di Indonesia, di antaranya mereka memilih tetap tinggal di daerah perbatasan di Belu, Nusa Tenggara Timur. Hasil penelitian menunjukkan adanya segregasi sosial dalam interaksi antara warga eks pengungsi Timor Timur dengan warga lokal. Kebijakan pemukiman kembali (resettlement) untuk pengungsi yang bersifat top down dan cenderung kurang msemperhatikan kebutuhan pengungsi menyebabkan munculnya permasalahan sosial, yaitu akses tanah, ekonomi, pendidikan, komodifikasi ekonomi dan politik, serta konflik sosial. Pemisahan pemukiman eks pengungsi Timor Timur dari penduduk lokal menyebabkan menguatnya identitas dan segeregasi sosial kelompok yang mengarah kepada eksklusifitas dalam proses sosial.Astri Hanjarwati, Jamil Suprihatiningrum dan Siti Aminah menginvestigasi persepsi penyandang disabilitas dan stakeholders mengenai promosi dan pengembangan Komunitas Ramah dan Inklusif di Kabupaten Bantul, DIY dan Kota Kendari, Sulawesi Tenggara. Hasil penelitian menunjukkan baik penyandang disabilitas maupun stakeholders memiliki persepsi yang positif terhadap promosi dan pengembangan Komunitas Ramah dan Inklusif di daerah mereka. Meskipun pengetahuan mengenai disabilitas, inklusi dan isu-isu yang melingkupinya masih terbatas, namun baik penyandang disabiltias dan stakeholders mengaku perlunya Komunitas Ramah dan Inklusif untuk diwujudkan. Reponden penyandang disabilitas juga menambahkan bahwa partisipasi dan akses pembangunan oleh dan untuk penyandang disabilitas perlu ditingkatkan baik dari segi kuantitas maupun kualitas. Demikian kajian Jurnal Sosiologi Reflektif Edisi 13 Nomor 2, April 2019. Semoga artikel yang penulis sajikan memberikan pengetahuan baru dan bermanfaat bagi pembaca yang budiman.Wallahu a’lam bi showab Wassalamualaikum wr.wb Redaks
STRATEGI KOMUNIKASI POLITIK DPC PDI PERJUANGAN SURABAYA PADA PEMILU LEGISLATIF 2019
Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Surabaya is a local political partywhich succeeded in preserving its victory in the 2019 Legislative Election with the acquisition of 15 seats. This study aims to determine the political communication strategies used by the Indonesian Democratic Party of Struggle (PDIP) during the 2019 elections. This study uses a qualitative approach with employing in-depth interview and observationmethods. The data obtained were analyzed through an interactive analysis model including data reduction, data display, and drawing conclusions. This research founds the PDI Perjuangan political communication model is more based on the transactional model. This communication model illustrates the ongoing communication process between the sender of the message (party and candidates) and the recipient of the message (community). Of course, during the campaign there were obstacles or disturbances, one of which was money politics. As a consequence, the community should elects their candidates and parties during the 2019 Elections.DPC Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan Kota Surabaya merupakan politik lokal yang berhasil mempertahankan kemenangan di Pemilu Legislatif 2019 dengan perolehan 15 kursi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui stategi komunikasi politik yang dipakai PDI Perjuangan selama Pemilu 2019. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode observasi dan wawancara mendalam. Data yang diperoleh dianalisis dengan model analisis interaktif meliputi reduksi data, sajian data, dan penarikan simpulan. Temuan penelitian ini adalah model komunikasi politik PDI Perjuangan lebih pada model transaksional. Model komunikasi ini menggambarkan proses komunikasi yang berlangsung secara berkesinambungan antara pengirim pesan (partai dan caleg) serta penerima pesan (masyarakat). Kendala uatam selama kampanye yaitu politik uang, sebagai umpan balik (feedback), masyarakat memilih caleg dan partai tersebut saat Pemilu 2019
AKTIVISME GERAKAN KEAGAMAAN DALAM KONTEKS KEBUDAYAAN : Antara Penegakan Syariat dan Anomali
This academic work discusses about an activism of the religious movement recently emerging as a response against Liberal Islam in Indonesia. The rise of such movement is interesting to be studied in order to search a deeper understanding on the relationship between expression of religious piety and culture in the context of Indonesia. This article focuses on the case of the enforcement to shut down a transgender Islamic school (Pesantren Waria) and the rejection of Easter celebration conducted by Religious forum in Yogyakarta. The analysis of the article’s identified problems are explained into three forms of conclusion; First, the phenomenon of religious movement activism is understood as a counter culture through which they set a standard of conduct derived from their own conception of truth. Second, there is construction of collective religious identity integrated with ethnic identity. Third, such religious identity construct is increasingly established as moral legitimacy in existing social order. As consequence, the movement perceives that the society no longer needs a set of values derived from external circumstances such as egalitarianism, humanity, gender justice, and others.Artikel ini membahas aktivisme gerakan keagamaan kontemporer yang akhir-akhir ini muncul sebagai respon balik terhadap Islam liberal di Indonesia. Kemunculan gerakan keagamaan ini menarik untuk dikaji sebagai pemahaman mengenai hubungan ekspresi kesalehan umat beragama dan konteks kebudayaan di Indonesia. Dalam artikel ini mengambil kasus di Yogyakarta yang dilakukan oleh forum keagamaan yang melakukan penutupan paksa pesantren waria dan penolakan acara paskah. Ketidaksesuaian produk kebudayaan dengan nilai-nilai agama dominan (Islam) menjadi alasan utama gerakan keagamaan yang cenderung radikal ini untuk melakukan tindakan-tindakan penolakan. Artikel ini mengidentifikasi setidaknya kedalam tiga kesimpulan; Pertama, fenomena aktivisme gerakan keagamaan dipahami sebagai deviant subculture, mereka menentukan standar berperilaku yang diyakini mereka sebagai kebenaran. Kedua, terbentuknya identitas kolektif keagamaan yang terintegrasi dengan identitas etnik. Ketiga, semakin kuatnya legitimasi moral dalam tatanan sosial. Mereka merasa tidak memerlukan lagi perangkat nilai lain yang datang dari luar, seperti nilai egaliter, kemanusiaan, dan keadilan.