UIN (Universitas Islam Negeri) Sunan Kalijaga, Yogyakarta: E-Journal Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora
Not a member yet
    765 research outputs found

    HUBUNGAN ANTARA HARAPAN DAN HARGA DIRI TERHADAP KEBAHAGIAAN PADA ORANG YANG MENGALAMI TOXIC RELATIONSHIP DENGAN KESEHATAN PSIKOLOGIS

    Get PDF
    Abstract. Toxic relationships can cause inner conflict within oneself. This inner conflict can lead to anger, depression, or anxiety. This makes it difficult for those who are involved in it to live a productive and healthy life. This study aims to determine the relationship between expectations and self-esteem on happiness in people who have a toxic relationship with psychological health. The method in this research is correlational quantitative with scale data collection tools, especially the attitude scale in the form of a Likert. The subjects in this study were 49 people. Collecting data used in this research is by distributing instrument questionnaires, Self Esteem Inventory scale which contains twelve items. Meanwhile, to measure happiness the scale used is the Oxford Happiness Questionnaire. The results showed that self-esteem and expectations influence a person\u27s level of happiness. This means that someone\u27s happiness will be high if he has high self-esteem and expectations. However, when experiencing a toxic relationship, self-esteem and expectations will decrease which makes the level of happiness felt low.Keywords: Self-Esteem, Hope, Happiness, Toxic Relationship Abstrak. Toxic relationship dapat menyebabkan terjadinya konflik batin dalam diri. Konflik batin ini akan mengarah pada amarah, depresi, atau kecemasan. Hal ini menyebabkan mereka yang terlibat di dalamnya kesulitan untuk hidup produktif dan sehat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara harapan dan harga diri terhadap kebahagiaan pada orang yang mengalami toxic relationship dengan kesehatan psikologis. Metode dalam penelitian ini adalah kuantitatif korelasional dengan alat pengumpul data skala khususnya skala sikap yang berbentuk likert. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 49 orang. Pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yakni dengan menyebarkan kuesioner instrumen, skala Self Esteem Inventory yang berisikan dua belas aitem. Sedangkan untuk mengukur kebahagiaan skala yang digunkan yakni Oxford Happiness Questionnare. Hasil penelitian menunjukkan bahwa harga diri dan harapan memiliki pengaruh terhadap tingkat kebahagiaan seseorang. Artinya kebahagiaan seseorang akan tinggi apabila ia memiliki harga diri dan harapan yang tinggi. Namun saat mengalami toxic relationship harga diri dan harapan akan menurun yang membuat tingkat kebahagiaan yang dirasakan rendah.Kata Kunci: Harga Diri, Harapan, Kebahagiaan, Toxic Relationshi

    STRATEGI COPING: SISTEMATIK REVIU PADA KORBAN FACE-TO-FACE BULLYING DAN CYBERBULLYING

    No full text
    Angka korban bullying di Indonesia mengalami kenaikan. Korban mempunyai reaksi emosi yang berbeda, yang mana tergantung pada strategi coping yang digunakan. Penelitian ini merupakan penelitian sistematik reviu pada strategi coping korban face-to-face bullying dan cyberbullying dari pelajar sekolah dasar, sekolah menengah pertama, sekolah menengah atas, dan mahasiswa. Untuk melakukan sistematik reviu, 35 penelitian disaring dari tujuh database elektronik, meliputi: Taylor & Francis Online, Sage Journal, Science Direct, Springer Link, ProQuest, cyberpsychology.eu, dan Wiley Online Library. Pada sistematik reviu ini, terdapat 15 penelitian yang tersisa yang dikategorikan berdasarkan tingkat pendidikan dan strategi coping pada korban face-to-face bullying, face-to-face bullying dan cyberbullying, dan cyberbullying. Secara umum, strategi coping yang digunakan yakni problem-focused coping dan emotion-focused coping. Perbedaan terdapat pada penerapan problem-focused coping; bagaimana korban menghindari pelaku bullying, apakah dalam konteks interaksi langsung atau menggunaka media elektronik. Penelitian selanjutnya hendaknya fokus pada pemilahan strategi coping yang adaptif sehingga para praktisi bisa menerapkan intervensi strategi copingguna meningkatkan kesehatan mental

    ROLE OF COMMUNICATION NETWORKS IN INTERGROUP CONFLICTS

    Get PDF
    The research background relates to the intergroup conflicts involving some street gangs in Johar Baru Sub District, Central Jakarta. Most of the street gangs in Johar Baru Sub District have each territory. Small matters from mocking one another, miscommunication to rumors which jeopardize the power of the street gangs, can trigger a serious thing: brawls with high fatality rate for several days. The research aims to analyze the pattern of rivalry and alliance network established among the street gangs. This study uses a quantitative approach. The research methods analyzed ego-centered communication networks. After analyzing the communication networks, the inter-group mapping was obtained and in turn, it would be useful as a means of a communication intervention to reduce and prevent inter-group conflicts. Data collection was carried out in a kind of a census towards 40 street gangs in Johar Baru Sub-District and it got the support of the in-depth interviews with several key informants. Research results shows: the communication networks analysis reveal that rivalry and alliance among the street gangs have positioned Gembrong street gang as the centre of rivalry and alliance with the radial communication pattern indices of low network density (10.71 for the rivalry network; 0.00 for the alliance network) and low network closure (0.10 for rivalry network and 0.00 for alliance network). This research contributes to identify which groups have a bigger role in intergroup conflicts

    PENGARUH KUALITAS PELAYANAN DAN PENGEMASAN DAYA TARIK WISATA TERHADAP KEPUASAN WISATAWAN DI NGEBEL PONOROGO

    Get PDF
    Ngebel Lake is a superior nature tourism in Ponorogo Regency. The lack of tourist attractions in this district made the local government strongly asked to increase tourism potential in the village of Ngebel. Facilities development and service improvement continue to be carried out in order to attract tourists. This study discusses the quality of service and the packaging of tourist attractions towards the decision of a visit as well as its consideration of tourist satisfaction. The number of samples used was 100 respondents taken from the number of tourists. From the data obtained from observations, documentation, direct interviews and filling out questionnaires. Multiple regression analysis was performed to determine the effect of the independent variables on the dependent variable. The results showed that there were positive and significant differences between the variables of service quality and tourist attraction packaging towards the decision of the visit and its consideration on tourist satisfaction.Telaga Ngebel merupakan tempat wisata alam unggulan di Kabupaten Ponorogo. Minimnya tempat wisata di kabupaten ini, menjadikan pemerintah daerah berupaya untuk meningkatkan potensi wisata di telaga Ngebel. Pengembangan fasilitas dan peningkatan pelayanan dilakukan demi menarik minat wisatawan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kualitas pelayanan dan pengemasan daya tarik wisata terhadap kepuasan wisatawan. Pendekatan yang digunakan yaitu deksriptif kuantitatif dengan sampel yang digunakan sebanyak 100 responden yang diambil dari populasi wisatawan. Adapun data diperoleh dari observasi, dokumentasi, wawancara langsung dan pengisian kuisioner. Analisis multipel regresi dilakukan untuk menentukan pengaruh independent variable terhadap dependen variable. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara variable kualitas pelayanan dan pengemasan daya tarik wisata terhadap kepuasan wisatawan.

    CAPAIAN UNGGAHAN KONTEN AKUN INSTAGRAM GEMBIRA LOKA ZOO (GLZOO) YOGYAKARTA TERHADAP ONLINE ENGAGEMENT PADA MASA PANDEMI COVID-19

    Get PDF
    The tourism sector is one of the sectors that was hardest hit when the Covid-19 pandemic hit Indonesia. Tourist visits during the Covid-19 pandemic decreased dramatically. To overcome this situation, serious efforts are needed to keep tourist destinations in demand by visitors, including the case study of Gembira Loka Zoo (GLZoo) Yogyakarta. One of the efforts taken by GLZoo managers is through social media, such as Instagram, in order to maintain the brand awareness of GLZoo as a tourist destination. Tourist destinations that are closely related to social media, in which there is a term that has an important meaning and role, namely online engagement which is a psychological response from social media users (Instagram). Online engagement aims to see how much the uploads on Instagram social media have achieved. This paper uses a qualitative descriptive research method, namely finding a fact with the correct interpretation. Hopefully, with marketing communication using Instagram, it is so that brand awareness in the minds of consumers is maintained, the final goal is of course the top of mind stage. In addition, to get maximum engagements, the GLZoo Instagram account manager seems to have to pay attention to several factors: 1). type of content, 2) upload time, 3) caption, and 4) hashtags. So, when tourists have thoughts of wanting to travel in a category that suits GLZoo, the first thing that tourists remember is GLZoo spontaneously without any assistance or stimulus. Sektor pariwisata merupakan salah satu sektor yang paling terpukul saat pandemi Covid-19 melanda Indonesia. Kunjungan wisatawan saat masa pandemi Covid-19 menurun drastis. Melihat kondisi tersebut, dibutuhkan upaya untuk tetap menjaga agar destinasi wisata tetap diminati oleh para pengunjung, yang dalam tulisan ini penulis mengambil studi kasus Gembira Loka Zoo (GLZoo) Yogyakarta. Salah satu upaya yang ditempuh oleh pengelola GLZoo agar para pengunjung tetap mengingatnya adalah melalui media sosial yang dalam tulisan ini adalah Instagram. Hal ini supaya brand awareness GLZoo sebagai destinasi wisata tetap terjaga, tetap mengenali dan teringat  dibenak masyakarat. Destinasi wisata yang erat kaitannya dengan media sosial, di dalam nya terdapat satu istilah yang memiliki makna dan peran penting yaitu Online engagement yang merupakan respon psikologis dari pengguna media sosial (Instagram) yang dikelompokkan sebagai tindakan interaktif, antara  pengguna media sosial dengan akun destinasi wisata. Online engagement bertujuan untuk melihat seberapa besar capaian dari unggahan-unggahan di media sosial Instagram. Tulisan ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif, yaitu pencarian suatu fakta dengan interpretasi yang tepat. Diharapkan, dengan komunikasi pemasaran menggunakan Instagram adalah supaya brand awareness di benak konsumen tetap terjaga, tujuan akhir tentunya adalah pada tahapan top of mind. Selain itu, untuk mendapatkan engagements yang maksimal, pengelola akun Instagram GLZoo nampaknya harus memperhatikan beberapa faktor: 1). jenis konten, 2) waktu upload, 3) caption, dan 4) hashtags. Sehingga ketika wisatawan mempunyai pikiran ingin berwisata dengan kategori yang sesuai dengan GLZoo maka yang pertama kali diingat dibenak wisatawan adalah GLZoo secara spontan tanpa harus diberikan bantuan atau stimulus

    LOCAL CULTURE-BASED SOCIAL MEDIA LITERATION: LOCAL CULTURE CONTENT ON SOCIAL MEDIA AS STRENGTHENING SOCIAL INTEGRATION

    Get PDF
    Abstrak. Penggunaan media sosial semakin meningkat dari tahun ke tahun, namun demikian tidak semua konten media sosial memiliki sisi positif. Beberapa dampak negatif penggunaan media sosial seperti penyebaran berita bohong (hoax), ujaran kebencian (hate speech), perundungan (cyberbullying) dan konten negatiflainnya merupakan bentuk-bentuk penyalahgunaan media sosial menjadi keprihatinan masyarakat karena telah memasuki  ranah sosial, politik, ekonomi dan bahkan keagamaan. Hal ini tidak terlepas dari kapitalisasi koorporasi media sosial yang terus berkembang dengan terpaan yang semakin meluas melintasi batas negara dan bangsa, masuk dalam kehidupan berbagai generasi, strata sosial ekonomi, tingkat pendidikan dan latar belakang pendidikan serta pengalaman. Metode yang digunakan dalam tulisan ini adalah teoritis kualitatif yang didasarkan pada pengamatan terhadap isi media sosial dan kajian teoritis yang berusaha menjelaskan pengaruh isi media terhadap perilaku masyarakat dalam bermedia sebagai bahan pengayaan  (enrichment) bagi kegiatan literasi media sosial di kalangan masyarakat bagi para pegiat literasi. Penjelasan teoritis yang dipakai meliputi aspek positif dan negatif dilihat dari aspek sosial, politik, psikologi, pendidikan dan kebudayaan. Hasilnya konten budaya lokal memiliki peluang mengisi konten dalam ruang media sosial dan konten budaya lokal yang selektif, kreatif, edukatif, dan sekaligus menghibur  dapat digunakan untuk meminimalkan dampak negatif globalisasi dan kapitalisme media sosial. Manfaat lain dari sosialisasi dari promosi budaya lokal di media sosial adalah untuk meningkatkan integrasi masyarakat karena didalamnya terdapat nilai-nilai kearifan lokal yang memiliki nilai bersifat nasional bahkan universal.Abstract. Social media uses have been increasing from year to year. However, not all social media content has a positive side. Some negative effects of social media from hoaxes, hate speech, cyberbullying to other negative content are the forms of abuse of social media. It is concern to the public because these have entered the social, political, economic and religious spheres. It is definitely inseparable from the capitalization of a social media corporation. It has been developing with increasingly widespread exposure across national borders, and it has been entering into the lives of various generations, socio-economic strata, education levels and educational backgrounds and experiences as well. The research method used in this research was a qualitative theoretical approach based on observations of social media content and theoretical studies. It aims at seeking to explain the influence of media content on people\u27s behavior in their media use as the enrichment material for social media literacy activities in society for literacy activists. The theoretical explanations used in this research include positive and negative aspects. In this matter the social, political, psychological, educational and cultural perspectives will see the aspects. Moreover, the research results show that local cultural content has the opportunity to fill content in the social media space. Selective, creative, educative, and entertaining local cultural content can be used to minimize the negative effects of globalization and social media capitalism. Another benefit of socialization of local culture promotion on social media is to increase social integration because in the local culture there are local wisdom values and national or universal values as well

    SELF EFICATION OF PEOPLE WITH DISABILITIES IN IMPROVING DIGITAL LITERATIONS (Study in Jayapura City, Papua Province)

    Get PDF
    Abstrak. Penelitian ini bertujuan mendapatkan gambaran mengenai efikasi diri peserta Jambore ICT Tahun 2016 dan 2017 penyandang disabilitas dalam pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi. Beberapa aspek yang dihadapi penyandang disabilitas saat ini antara lain: kesulitan melihat, kesulitan mendengar, kesulitan berjalan/naik tangga, kesulitan menggunakan/menggerakkan tangan/jari, kesulitan dalam hal mengingat atau berkonsentrasi, gangguan perilaku dan/atau emosional, kesulitan/gangguan berbicara dan/atau memahami/berkomunikasi dengan orang lain, dan kesulitan mengurus diri. Penyandang disabilitas sebagai sumber daya manusia seharusnya dikembangkan potensi dan kelebihan dirinya. Dengan pemanfaatan ICT sebagai enabler diharapkan dapat meningkatkan efikasi diri para peserta Jambore penyandang disabilitas untuk hidup mandiri di dunia kerja. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif untuk mendapatkan mengenai self efficacy pada penyandang disabilitas yang mengikuti Jambore ICT. Pengumpulan data lapangan berlangsung dari tanggal 30 Juli 2018 s/d 3 Agustus 2018, Kota Jayapura, Provinsi Papua. Subyek penelitian individu, dengan key informan dan informan ditarik melalui snowball sampling. Keikutsertaan pelatihan ICT disabilitas (tunarungu, tunadaksa, dan tunanetra) dalam Jambore ICT Tahun 2016 dan 2017 dapat meningkatkan keyakinan atas kemampuan dirinya memasuki dunia kerja, mensosialisasikan kepada saudara, teman dan masyaraakat serta dapat menumbuhkan keyakinan dalam tentukan kesulitan, seperti pengoperasian software dan hardware ICT. Pemisahan jenis dan klasifikasi disabilitas dengan jumlah siswa pelatihan dalam satu kelas yang standar akan mempermudah penerimaan materi pelatihan Jambore ICT.  Abstract. This study aims to get a picture of the self-efficacy of ICT participants in 2016 and 2017 with disabilities in the use of information and communication technology. Some aspects faced by persons with disabilities today include: difficulty seeing, difficulty in hearing, difficulty walking / climbing stairs, difficulty using / moving hands / fingers, difficulty in remembering or concentrating, behavioral and / or emotional disturbances, difficulty in speaking and / or understand / communicate with others, and have difficulty taking care of yourself. Persons with disabilities as human resources should develop their potential and strengths. The use of ICT as an enabler is expected to increase the self-efficacy of Jamboree participants with disabilities to live independently in the world of work. This study uses a qualitative descriptive method to obtain self efficacy in persons with disabilities who take the ICT Jamboree. Field data collection took place from 30 July 2018 to 3 August 2018, Jayapura City, Papua Province. Individual research subjects, with key informants and informants drawn through snowball sampling. The participation of ICT disability training (deaf, deaf, and blind) in the 2016 and 2017 ICT Jamboree can increase confidence in her ability to enter the workforce, socialize with relatives, friends and communities and can foster confidence in determining difficulties, such as the operation of  ICT software and hardware. Separation of types and classifications of disability with the number of training students in a standard class will facilitate the reception of ICT Jambore training materials

    SOSIALISASI KEWIRAUSAHAAN SOSIAL DI PERGURUAN TINGGI ISLAM

    Get PDF
    Abstrak Kewirausahan sosial di era 4.0 merupakan hal yang penting karena bertujuan bukan saja pada ekonomi tetapi juga ada nilai sosial yang dipertahankan. Untuk mencapai dua nilai tersebut, maka diperlukan media untuk mensosialisasikannya. Perguruan Tinggi menjadi relevan dalam hal ini, karena perguruan tinggi mencetak lulusan sarjana tiap tahunnya. Tulisan ini bertujuan menggambarkan aktivitas sosialisasi kewirausahaan di salah satu Perguruan Tinggi sebagi upaya merespons kewirausahan sosial melalui pendidikan.  Dengan menggunakan literatur dan pengalaman empirik tulisan menghasilkan kesimpulan bahwa menjadi wirausaha adalah implementasi tujuan dari Perguruan Tinggi Islam. Karena itu, melalui pendidikan kewirausahan mahasiswa disosialisasikan teori kewirausahaan dan praktik kewirausahan melalui program ekspose kewirausahan. Mahasiswa diberi kesempatan untuk mengembangkan program tersebut dengan mengacu pada sifat-sifat Nabi Muhammmad SAW seperti shidiq, amanah, fathonah, dan tabliq agar terbangun kerjasama antar civitas akademika dan mitra. Karena itu, Perguruan Tinggi Islam, sekalipun disiplin ilmu murni sangat relevan mencetak wirausahan sosial sesuai dengan tuntutan agama Islam.   Kata kunci: Kewirausahaan Sosial, Keinginan Berprestasi, Pemuda, Perguruan Tinggi Islam

    POST BEFORE EATING: Motif Generasi Milenial Ponorogo dalam Fenomena Kuliner Kekinian

    Get PDF
    Contemporary cuisine still becomes a culinary destination that is loved by millennials. The generation which is connected with the use of social media often uploads every social activity, including culinary. Posting pictures before eating on social media becomes an activity that is usually done by millennials before enjoying culinary. This study aims to determine the motives of the Ponorogo millennial generation in the act of posting before eating when they enjoy a culinary dish. This type of research is descriptive qualitative research with a phenomenological approach. Interview, observation, and documentation triangulation techniques are used to collect data from 20 informants who actively use social media to post before eating. The results showed that the motives of the millennial generation to take pictures before eating are as a means to share fun or hobbies, share information about current culinary recommendations, and show self-existence.Kuliner kekinian masih menjadi tujuan kuliner yang digandrungi oleh generasi milenial. Generasi yang dalam kehidupannya erat dengan penggunaan media sosial ini sering kali mengunggah setiap aktivitas sosialnya termasuk dalam hal kuliner. Membagikan gambar yang hendak dimakan ke media sosial menjadi suatu aktivitas yang biasa dilakukan oleh generasi milenial sebelum menikmati sajian kuliner. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui motif generasi milenial Ponorogo dalam melakukan tindakan posting before eating ketika akanmenikmati sajian kuliner kekinian. Metode penelitian yang digunakan penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan fenomenologi. Teknik triangulasi yaitu wawancara, observasi dan dokumentasi digunakan untuk mengumpulkan data dari 20 orang informan yang aktif menggunakan media sosial untuk melakukan tindakan posting before eating. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motif generasi milenial melakukan tindakan posting before eating antara lain sebagai sarana untuk menyalurkan kesenangan atau hobi, membagikan informasi tentang rekomendasi tempat kuliner kekinian dan menunjukkan eksistensi diri

    RAMAI-RAMAI MENOLAK WISATA HALAL: Kontestasi Politik Identitas dalam Perkembangan Wisata Halal di Indonesia

    Get PDF
    MasterCard Crescent Rating 2019 data shows Indonesia is the most popular halal tourist destination together with Malaysia. But on the other hand, in 2019 there was a rejection of Halal Tourism in several regions in Indonesia, namely Bali, South Sulawesi, North Sumatra and East Nusa Tenggara. This article tries to analyze why there is a rejection of halal tourism amid the growth of halal tourism in Indonesia. Is it more because of the recent strengthening of the wave of Islamism that has been mounted by practical political interests so that it presents its antithesis namely phobia as a form of cons of hegemony. So that the great potential of halal tourism itself is no longer seen as a great potential that can prosper anyone as a form of the universality of halal tourism. This analytical descriptive research with secondary data uses discourse analysis to answer the problem formulation with the concept of hegemony and identity politics. The conclusion of this article is that the rejection of halal tourism is significantly influenced by identity politics associated with political friction at the national and local level.Data MasterCard Crescent Rating 2019 menunjukkan Indonesia menjadi destinasi wisata halal terpopuler bersama Malaysia. Namun di sisi lain, pada kurun 2019 terjadi penolakan atas Wisata Halal di beberapa wilayah di Indonesia sebut saja Bali, Sulawesi Selatan, Sumatera Utara, dan Nusa Tenggara Timur. Artikel ini mencoba menganalisis mengapa terjadi penolakan wisata halal di tengah pertumbuhan wisata halal di Indonesia. Apakah lebih karena menguatnya gelombang Islamisme akhir-akhir ini yang tertunggangi kepentingan politik praktis sebagai wujud hegemoni sehingga menghadirkan antitesisnya yakni fobia sebagai wujud konter hegemoni, sehingga potensi besar dari wisata halal itu sendiri tidak lagi dilihat sebagai potensi besar yang bisa menyejahterakan siapapun sebagai wujud universalitasitas wisata halal. Penelitian deskriptif analitis dengan data sekunder ini menggunakan analisis wacana untuk menjawab rumusan masalah dengan pisau iris konsep hegemoni dan politik identitas. Hasil penelitian menunjukan bahwa penolakan wisata halal secara signifikan dipengaruhi oleh politik identitas yang terkait dengan friksi politik di level nasional dan lokal.

    615

    full texts

    765

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    UIN (Universitas Islam Negeri) Sunan Kalijaga, Yogyakarta: E-Journal Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇