e-Journal Institut Agama Islam Negeri Ambon
Not a member yet
1708 research outputs found
Sort by
Analisis Kebutuhan Booklet Bernuansa Religius pada Materi Bakteri Di SMA Negeri 1 Koto Balingka
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan pengembangan bahan ajar berupa booklet bernuansa religius pada materi bakteri untuk peserta didik kelas X Fase E di SMA Negeri 1 Koto Balingka. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dan kuantitatif dalam kerangka penelitian pengembangan Research and Development (R&D) dengan model 4D yang dibatasi hingga tahap develop. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dengan guru biologi, dan angket kepada peserta didik. Hasil menunjukkan bahwa materi bakteri dianggap sulit dipahami karena banyaknya istilah ilmiah dan minimnya bahan ajar visual. Sebanyak 91,07% peserta didik menyatakan perlunya integrasi nilai religius dalam bahan ajar, dan seluruh peserta didik mendukung pengembangan booklet bernuansa religius. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengembangan booklet bernuansa religius pada materi bakteri diperlukan sebagai bahan ajar alternatif yang mampu menyederhanakan konsep biologis sekaligus menanamkan nilai-nilai religius.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan pengembangan bahan ajar berupa booklet bernuansa religius pada materi bakteri untuk peserta didik kelas X Fase E di SMA Negeri 1 Koto Balingka. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dan kuantitatif dalam kerangka penelitian pengembangan Research and Development (R&D) dengan model 4D yang dibatasi hingga tahap develop. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dengan guru biologi, dan angket kepada peserta didik. Hasil menunjukkan bahwa materi bakteri dianggap sulit dipahami karena banyaknya istilah ilmiah dan minimnya bahan ajar visual. Sebanyak 91,07% peserta didik menyatakan perlunya integrasi nilai religius dalam bahan ajar, dan seluruh peserta didik mendukung pengembangan booklet bernuansa religius. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengembangan booklet bernuansa religius pada materi bakteri diperlukan sebagai bahan ajar alternatif yang mampu menyederhanakan konsep biologis sekaligus menanamkan nilai-nilai religius
PENGARUH PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS V DI SD NEGERI WAIKARYA
This research was conducted with the following objectives: (1) To determine the effect of using the Discovery Learning learning model on the achievement of science learning outcomes in fifth grade students of Waikarya State Elementary School; (2) To determine the differences in science learning outcomes between students who are taught using the Discovery Learning learning model and students who use the conventional learning model.
The research method used was a quantitative approach with a quasi-experimental design, namely using the Nonequivalent Control Group Design pattern. Data collection techniques were carried out through tests and documentation, while data analysis used bivariate analysis to identify significant differences in averages.
The research instrument was a science learning outcome test given at the pretest and posttest stages. The analysis results using the Mann-Whitney U test showed U = 0.000, Z = -6.348, with an Asymp. Sig. (2-tailed) value of 0.000 < α = 0.05, so the hypothesis was accepted. With df = 24 (N-2), the r table value was 0.404, which strengthens the finding of a significant difference in learning outcomes.
Conclusion of research findings, it can be concluded that (1) the use of the Discovery Learning model has a positive and significant influence on the science learning outcomes of fifth grade students; (2) there is a real difference in science learning outcomes between the experimental group and the control group. The results of the Mann-Whitney U test show a significance value <0.05 and are supported by a comparison of the r table (0.404) with statistical results. Thus, student learning outcomes in classes using Discovery Learning are higher than those in classes using conventional learning, so it can be concluded that the Discovery Learning model is more effective to implement.Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan: (1) Untuk mengetahui pengaruh penggunaan model pembelajaran Discovery Learning terhadap capaian hasil belajar IPA pada siswa kelas V SD Negeri Waikarya; (2) Untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPA antara siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Discovery Learning dengan siswa yang menggunakan model pembelajaran konvensional.
Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen semu (quasi experiment), yakni menggunakan pola Nonequivalent Control Group Design. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes dan dokumentasi, sedangkan analisis data memakai analisis bivariat untuk melihat perbedaan rata-rata yang signifikan.
Instrumen penelitian berupa tes hasil belajar IPA yang diberikan pada tahap pretest dan posttest. Hasil analisis menggunakan uji Mann-Whitney U menunjukkan U = 0,000, Z = -6,348, dengan nilai Asymp. Sig. (2-tailed) = 0,000 < α = 0,05, sehingga hipotesis diterima. Dengan df = 24 (N-2), diperoleh nilai r tabel 0,404 yang memperkuat temuan adanya perbedaan signifikan hasil belajar.
Simpulan temuan penelitian, dapat disimpulkan bahwa (1) penggunaan model Discovery Learning memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap hasil belajar IPA siswa kelas V; (2) terdapat perbedaan nyata hasil belajar IPA antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Hasil uji Mann-Whitney U menunjukkan nilai signifikansi < 0,05 serta didukung perbandingan r tabel (0,404) dengan hasil statistik. Dengan demikian, capaian belajar siswa pada kelas yang menggunakan Discovery Learning lebih tinggi dibandingkan dengan kelas yang menggunakan pembelajaran konvensional, sehingga dapat disimpulkan bahwa model Discovery Learning lebih efektif diterapkan
Metode Tartila sebagai alternatif pembelajaran membaca Al-Quran di TPQ al-Hidayah Miftahul Ulum II Bekacak bangil: Metode Tartila sebagai alternatif pembelajaran membaca Al-Quran di TPQ al-Hidayah Miftahul Ulum II bekacak bangil
The Tartila method is one of the alternative methods in learning to read the Qur'an applied at TPQ al-Hidayah Miftahul Ulum II Bekacak, Bangil. The Tartila method is one of the methods of learning to read the Qur'an that emphasizes aspects of fluency (fasahah), accuracy of machraj, and the application of tajweed rules in stages. This study aims to analyze the effectiveness of the Tartila method in improving the ability to read al-Qur'an of students, as well as identifying obstacles faced in the learning process. Using a descriptive qualitative approach, this research involves direct observation, semi-structured interviews with educators and santri guardians, as well as documentation studies of students' learning outcomes. The results showed that the Tartila method was able to improve students' fluency, machraj accuracy, and understanding of tajweed. Learning is done classically with a gradual evaluation system. However, some of the obstacles faced include differences in the ability of students, the lack of involvement of educators, and the lack of support from santri guardians for religious education. Thus, efforts are needed to optimize this method to be more effective in producing a Qur'anic generation.
Metode Tartila merupakan salah satu metode alternatif dalam pembelajaran membaca al-Qur'an yang diterapkan di TPQ al-Hidayah Miftahul Ulum II Bekacak, Bangil. Metode Tartila adalah salah satu metode pembelajaran membaca al-Qur’an yang menekankan aspek kefasihan (fasahah), ketepatan makhraj, dan penerapan kaidah tajwid secara bertahap. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas metode Tartila dalam meningkatkan kemampuan membaca al-Qur'an santri, serta mengidentifikasi hambatan yang dihadapi dalam proses pembelajaran. Menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, penelitian ini melibatkan observasi langsung, wawancara semi-struktur dengan pendidik dan wali santri, serta studi dokumentasi hasil belajar peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode Tartila mampu meningkatkan kefasihan, ketepatan makhraj, dan pemahaman tajwid peserta didik. Pembelajaran dilakukan secara klasikal dengan sistem evaluasi bertahap. Namun, beberapa kendala yang dihadapi antara lain perbedaan kemampuan peserta didik, kurangnya keterlibatan pendidik, serta minimnya dukungan dari wali santri terhadap pendidikan agama. Dengan demikian, diperlukan upaya optimalisasi metode ini agar lebih efektif dalam mencetak generasi yang Qur'ani.
 
Analisis Fitokimia terhadap Senyawa Aktif dalam Daun Carica Papaya sebagai Dasar Formulasi Kapsul
Papaya leaves (Carica papaya L.) are rich in secondary metabolites with pharmacological potential as antioxidants, anti-inflammatories, and antimicrobials. This study aimed to identify bioactive compounds in papaya leaves, develop simplicia and extracts as a basis for capsule formulation, and evaluate the characteristics and stability of the resulting capsules. The methods used included simplicia preparation, extraction using maceration with 70% ethanol, phytochemical analysis using specific reagent tests, and capsule formulation with appropriate excipients. The results showed that papaya leaf simplicia had a moisture content of ≤ 5%, extraction yielded a rendement of 9.6%, and active compounds such as alkaloids, flavonoids, and polyphenols were detected. Capsule formulations containing papaya leaf extract showed good characteristics, with a dissolution time reaching 80% within 30 minutes, and good stability during storage. Papaya leaf extract can be developed as a stable, effective, and pharmaceutically standardized herbal phytopharmaceutical capsule preparation to support natural medicine.
Keywords: C. papaya, Secondary Metabolites, Maceration, Herbal Capsule, PhytochemistryPapaya leaves (Carica papaya L.) are rich in secondary metabolites with pharmacological potential, including antioxidant, anti-inflammatory, and antimicrobial properties. This study aims to identify bioactive compounds in papaya leaves, develop simplicia and extracts as a basis for capsule formulation, and evaluate the characteristics and stability of the resulting capsules. The methods employed include the preparation of simplicia, extraction using the maceration method with 70% ethanol, phytochemical analysis using specific reagent tests, and capsule formulation with appropriate excipients. The results show that the simplicia of papaya leaves has a moisture content of ≤ 5%, the extraction yielded 9.6%, and active compounds such as alkaloids, flavonoids, and polyphenols were detected. The capsule formulation containing papaya leaf extract exhibited good characteristics, with 80% dissolution achieved within 30 minutes, and showed good stability during storage. This study concludes that papaya leaf extract can be developed into a stable, effective herbal phytopharmaceutical capsule formulation that meets pharmaceutical standards, supporting natural therapies
Pengembangan Media Vidio Berbasis Powtoon dan Discovery Learning pada Materi Keanekaragaman Hayati Kelas X di SMAN 1 Batusangkar
The use of varied media and learning models can support the achievement of learning objectives. The aim of this research is to produce video media based on Powtoon and discovery learning on class X biodiversity material at SMAN 1 Batusangkar that is valid and practical. Research research is development research or (R&D) using the 4D model (Define, Design, Develop and Disseminate). The instruments used were interview sheets, validity questionnaires and practicality questionnaires. Validity and practicality results were analyzed using descriptive statistics. The results of the research show that the video media based on Powtoon and discovery learning that was developed fulfills all aspects according to the characteristics of a learning media. The video media developed is very valid with a percentage score of 88.98% and very practical with a score of 93.94% from educators and 87.05% from students. Powtoon-based video media and discovery learning on biodiversity material can be used in learning activities.
Keywords: Media, Video, Powtoon, Discovery Learning, BiodiversityPenggunaan media dan model pembelajaran yang bervariasi dapat menunjang ketercapaian dari tujuan pembelajaran. Tujuan dari penelitian ini adalah menghasilkan media vidio berbasis powtoon dan discovery learning pada materi keanekaragaman hayati kelas X di SMAN 1 Batusangkar yang valid dan praktis. Penelitian ini adalah penelitian pengembangan (R&D) menggunakan model 4D (Define, Design, Develop, dan Diseminate). Instrumen yang digunakan adalah lembar wawancara, angket valididitas dan angket praktikalitas. Hasil validitas dan praktikalitas dianalisis menggunakan statistik deskriptif. Data ditampilkan dalam bentuk presentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media vidio berbasis powtoon dan discovery learning yang dikembangkan memenuhi semua aspek sebuah penelitian pengembangan sudah sesuai dengan karakteristik sebuah media pembelajaran. Media vidio yang dikembangkan sangat valid dengan nilai presentase 88,98%. Media vidio yang dikembangkan sangat praktis dengan nilai 93,94% dari pendidik dan87,05% dari peserta didik. Media vidio berbasis powtoon dan discovery learning pada materi keanekaragaman hayati bisa digunakan dalam kegiatan pembelajaran
A Empowering Learning Through Innovative Worksheets: A Search, Solve, Create and Share Approach to Independent Practicum on Growth and Development Materials
This study aimed to develop LKPD based on Search, Solve, Create, and Share using the ADDIE model for learning materials on the growth and development of living things as well as assess the validity, viability, and efficacy of LKPD based on Search, Solve, Create, and Share for learning materials on the growth and development of living things. The research method used in this study was research and development, which refers to the ADDIE development model, which has five stages: (1) analysis, (2) design, (3) development, (4) implementation, and (5) evaluation. The data collection technique in this study was validity testing using validation sheets, practicality testing using student response questionnaires and educator response questionnaires, and effectiveness testing using student learning outcomes tests. The trial yielded the following findings: Firstly, the ADDIE development model was used to create the LKPD based on the search, solve, create, and share approach and data was collected during this process. Secondly, the LKPD based on the same approach was found to be highly valid, with an average value of 3.65. Thirdly, the level of practicality of the LKPD was also found to be high, with an average value of 3.4. Finally, the effectiveness rate of the LKPD was determined to be 89%, indicating that it is highly effective for use in the learning process. In conclusion, the research results demonstrate that the LKPD based on the search, solve, create, and share approach is valid, practical, effective, and thus appropriate for use.
Keywords: LKPD, Search, Solve, Create, And SharePenelitian ini bertujuan untuk mengembangkan LKPD berbasis Search, Solve, Create, dan Share dengan model ADDIE untuk materi pembelajaran pertumbuhan dan perkembangan makhluk hidup serta menilai keabsahan, kelayakan, dan keefektifan LKPD berbasis Search, Solve, Create, dan Share untuk materi pembelajaran pertumbuhan dan perkembangan makhluk hidup. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan (Research and Development) yang mengacu pada model pengembangan ADDIE yang memiliki lima tahap yaitu: (1) analisis, (2) perancangan, (3) pengembangan, (4) implementasi, dan (5) evaluasi. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah uji validitas dengan menggunakan lembar validasi, uji praktikalitas dengan menggunakan angket respon peserta didik dan angket respon pendidik, serta uji keefektifan dengan menggunakan tes hasil belajar peserta didik. Uji coba menghasilkan temuan sebagai berikut: Pertama, model pengembangan ADDIE digunakan untuk membuat LKPD berbasis pendekatan search, solve, create, and share dan dalam proses ini dilakukan pengumpulan data. Kedua, LKPD berbasis pendekatan yang sama diperoleh hasil sangat valid dengan nilai rata-rata sebesar 3,65. Ketiga, tingkat kepraktisan LKPD juga tergolong tinggi, dengan nilai rata-rata 3,4. Terakhir, tingkat keefektifan LKPD ditetapkan sebesar 89%, yang menunjukkan bahwa LKPD tersebut sangat efektif untuk digunakan dalam proses pembelajaran. Sebagai kesimpulan, hasil penelitian menunjukkan bahwa LKPD berbasis pendekatan mencari, memecahkan, membuat, dan berbagi valid, praktis, efektif, dan layak untuk digunakan
HUKUM ISLAM TERHADAP TRANSPLANTASI RAMBUT
Penggunaan transplantasi rambut di era modern yang mengakibatkan perbedaan pendapat ulama dalam menghukuminya mengalami peningkatan secara signifikan. Tulisan ini bertujuan mengetahui bagaimana hukum tanam rambut bagi orang islam menurut pandangan ulama kontemporer. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan studi pustaka. Tahapan penelitiannya dengan menghimpun buku literatur dan dijadikan sebagai sumber data utama, lalu dilakukan analisis yang mendalam terhadap data-data yang dikumpulkan. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa kecenderungan orang yang melakukan tanam rambut yakni menghindari dari kebotakan untuk meningkatkan kepercayaan diri, tuntunan sosial dan standar kecantikan yang tinggi. Penelitian menunjukkan bahwa transplantasi rambut tidak hanya meningkatkan penampilan fisik, tetapi juga berdampak positif pada kepercayaan diri dan kualitas hidup individu. Meskipun prosedur ini umumnya aman, potensi risiko dan efek samping, seperti infeksi, pendarahan pembengkakan sangat umum terjadi. Dengan meningkatnya minat dan kesadaran akan kesehatan dan estetika, transplantasi rambut semakin menjadi pilihan populer bagi mereka yang mencari solusi jangka panjang untuk masalah kebotakan
Manajemen Pembiayaan Pendidikan: Analisis Sumber-Sumber Filantropi dalam Laporan Keuangan Harvard University Tahun 2021-2023
Filantropi menjadi salah satu sumber pendapatan tertinggi dalam bidang pendidikan sehingga memiliki andil yang cukup besar dalam mengembangkan pendidikan. Tujuan adanya penelitian ini untuk menganalisis sumber-sumber filantropi dalam laporan keuangan Harvard University dalam kurun waktu tiga tahun terakhir. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan teknik pengumpulan datanya menggunakan observasi dan studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa filantropi memberi dana tertinggi pada sumber pendapatan Harvard University pada tahun 2021-2023. Sumber dana filantropi berasal dari sponsor pemerintah federal dan non-federal. Walaupun menjadi sumber dana tertinggi, sumber pendapatan filantropi mengalami penurunan pada tahun tersebut. Lebih tepatnya, pada tahun 2021 dana filantropi sebesar 49% turun menjadi 45% pada tahun 2022, dan tahun 2023 besarnya masih sama dengan tahun 2022 yakni sebesar 45%. Turunnya jumlah filantropi Harvard University tahun 2021-2023, dipengaruhi oleh turunnya dana sponsor dari pemerintah non-federal dan turunnya jumlah dana abadi dalam rentan tiga tahun berturut-turut. Walaupun sponsor dari pemerintah federal dan sumbangan distribusi mengalami peningkatan setiap tahun, ternyata menurunnya sponsor dari pemerintah non-federal dan menurunnya dana abadi sangat mempengaruhi penurunan jumlah filantropi Harvard University tahun 2021-2023
IDENTIFYING CRITICAL THINKING ABILITIES TO SOLVE MATHEMATICAL LITERACY PROBLEMS INTEGRATED WITH MALAY CULTURE IN JUNIOR HIGH SCHOOL STUDENTS: A STUDY ON PROBLEM-BASED LEARNING IN GEOMETRY TRANSFORMATION CONTEXT
This research aims to review the critical thinking skills of Junior High School (SMP) students in solving mathematics literacy problems integrated with Malay culture. Critical thinking skills are an important aspect of mathematics education because they train students to analyze, evaluate, and solve contextual problems logically and reflectively. The integration of Malay culture in mathematics literacy questions is intended to enhance the relevance of the problem context to students' lives and strengthen local cultural identity. This study uses a descriptive qualitative approach with subjects being eighth-grade students at one of the junior high schools located in the Malay cultural area. Data were obtained through a Malay culture-based mathematical literacy test and semi-structured interviews. The analysis results show that most students are able to identify important information from the questions, but still have difficulty in deeply connecting mathematical concepts with cultural contexts and in drawing logical conclusions. These findings highlight the importance of developing contextual and culturally-based literacy questions as a means to enhance students' critical thinking skills in mathematics education
TPACK AND ACADEMIC SUCCESS: A PLS-SEM STUDY IN INDONESIAN ISLAMIC UNIVERSITIES
This study aims to analyse the influence of Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK) competence on the academic success of prospective mathematics teacher students at the State Islamic University of Antasari Banjarmasin. The research involved 70 students who had participated in Field Introduction Practice and were selected through purposive sampling. An explanatory quantitative approach was applied, employing Partial Least Squares Structural Equation Modelling (PLS-SEM) as the analysis technique. The findings indicate that TPACK competence has a positive and significant effect on students’ Cumulative Grade Point Average, although the effect size is relatively modest. In addition, the indirect effects of Pedagogical Content Knowledge (PCK) and Technological Pedagogical Knowledge (TPK) on GPA, mediated by TPACK, were also significant. These results demonstrate that the integration of content, pedagogy, and technology can improve teaching effectiveness and enhance student academic achievement. The conclusion highlights the importance of developing practice-based teacher education curricula grounded in integrative reflection to strengthen TPACK competence