E-Journal Universitas Islam Darul Ulum Lamongan
Not a member yet
    3341 research outputs found

    PERENCANAAN ULANG BALOK DAN KOLOM DALAM PEMBANGUNAN GEDUNG MENGGUNAKAN STRUKTUR BAJA PROFIL WF (Studi Kasus: Gedung Rumah Sakit Bhayangkara Nganjuk)

    Get PDF
    Perencanaan struktur gedung bertingkat padaoumumnya menggunakan beton bertulang, namun pada kondisi tertentu dapat terjadi ketidakefisienan dimensi struktur yang mengakibatkan pemborosan material dan biaya. Kondisi tersebut ditandaiodengan nilai kapasitas nominal struktur yang jauh lebih besar dibandingkan dengan kebutuhan beban ultimit yang bekerja. Oleh karena itu, diperlukan alternatif perencanaan struktur yang lebih efisien, salah satunya dengan penggunaan struktur baja profil WF. Penelitian ini bertujuan untukomelakukan perencanaan ulang elemen balok dan kolom menggunakan struktur baja profil WF pada Gedung Rumah Sakit Bhayangkara Nganjuk yangosemula direncanakan menggunakan beton bertulang. Metode yang digunakan meliputi perhitungan pembebanan berdasarkan SNI 1727:2020, analisis beban gempa menggunakan metode respons spektrum sesuai SNI 1726:2019, serta perencanaan elemen baja danosambungan mengacu pada SNI 1729:2020. Pemodelan dan analisis struktur dilakukan dengan bantuan perangkat lunak SAP2000. Hasil perencanaan ulang menunjukkan bahwa secara struktural elemen balok dan kolom baja profil WF memenuhiopersyaratan kekuatan, tegangan, dan lendutan sesuai ketentuan yang berlaku (Pn > Pu) dan (Mn > Mu). Namun, berdasarkan hasil perbandingan biaya, penggunaan struktur baja pada studi kasus iniomenghasilkan biaya yang lebih tinggi dibandingkan struktur beton bertulang, dengan variasi kenaikan biaya yang pada masing-masing elemen struktur. Dengan demikian, odapat disimpulkan bahwa penggunaan baja profil WF padaostudi kasus ini aman secara struktural, tetapi belum memenuhi kriteria nilai ekonomis pada proyek yang dikaji

    Analisis Penamaan tempat Wisata di Kota Semarang Terhadap Identitas Lokal dan Nilai Budaya

    No full text
    Language reflects the culture and identity of a community, including in the naming of places that hold historical and social value. This study aims to describe the meaning, cultural value, and local identity in the naming of tourist attractions in the multicultural city of Semarang. Using a qualitative descriptive method with a narrative approach in line with interviews and online data searches, this study analyzes names such as Lawang Sewu, Sam Poo Kong, Kota Lama, Blenduk Church, Kauman Mosque, and Ronggowarsito Museum based on their lexical and associative meanings. The results show that place naming not only functions as a geographical marker but also reflects the history, cultural acculturation, and local wisdom of the people of Semarang. Thus, place naming in Semarang becomes a symbol of the integration of language, culture, and local identity that shapes the city's unique character.Bahasa mencerminkan budaya dan identitas masyarakat, termasuk dalam penamaan tempat yang menyimpan nilai sejarah dan sosial. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan makna, nilai budaya, dan identitas lokal dalam penamaan tempat wisata di Kota Semarang yang multikultural. Menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan metode cakap yang selaras dengan wawancara dan penelusuran data online, penelitian ini menganalisis nama-nama seperti Lawang Sewu, Sam Poo Kong, Kota Lama, Gereja Blenduk, Masjid Kauman, dan Museum Ronggowarsito berdasarkan makna leksikal dan asosiatif. Hasilnya menunjukkan bahwa penamaan tempat tidak hanya berfungsi sebagai penanda geografis, tetapi juga merefleksikan sejarah, akulturasi budaya, dan kearifan lokal masyarakat Semarang. Dengan demikian, penamaan tempat di Semarang menjadi simbol keterpaduan antara bahasa, budaya, dan identitas lokal yang membentuk karakter khas kota tersebut

    Teorema Polya pada Graf Sederhana yang Tidak Saling Isomorfis Sembilan Simpul

    Get PDF
    Salah satu kajian dalam teori graf yang menarik untuk diteliti adalah tentang graf yang tidak saling isomorfis. Tujuan dalam penelitian ini yaitu mencari pola banyaknya graf yang tidak saling isomorfis menggunakan Teorema Polya. Teorema Polya berkaitan dengan indeks sikel suatu grup, karena Teorema Polya merupakan teorema yang digunakan untuk menghitung banyaknya pola-pola suatu grup permutasi yang membentuk indeks sikel dari grup tersebut. Teorema Polya terdiri dari Teorema Polya I dan Teorema Polya II. Dimana Teorema Polya I digunakan untuk menentukan jumlah banyaknya graf sederhana yang tidak saling isomorfis, sedangkan Teorema Polya II digunakan untuk menentukan bentuk-bentuk dari graf sederhana yang tidak saling isomorfis tersebut. Banyaknya graf sederhana yang tidak saling isomorfis dari ???? = 9 simpul adalah 114.008.254 dan diketahui ada 1 graf tanpa sisi serta 1 graf dengan 45 sisi

    Keragaman Karakter Agronomi dan Morfologi Beberapa Varietas Tanaman Sawi Hijau (Brassica juncea L.)

    Get PDF
    Salah satu tanaman hortikultura yang populer di Indonesia adalah sawi hijau. Tanaman ini mempunyai nilai ekonomi yang tinggi setelah tanaman lainnya seperti kubis, kol, dan brokoli, sehingga sayuran jenis ini mempunyai prospek pengembangan yang potensial di bidang pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakter agronomi dan morfologi beberapa varietas tanaman sawi hijau. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari – Maret 2025 di lahan CV. Triasputra Agro Maju Sejahtera yang terletak di Kecamatan Ngluwar, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah pada ketinggian tempat 202 mdpl dan suhu rata-rata 22-32ºC. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan 4 perlakuan varietas dan 4 ulangan. Perlakuan varietas terdiri dari A: Varietas PSA, B: Varietas Tossan, C: Varietas Juwita 01, dan D: Varietas Kometa. Parameter pengamatan terdiri dari karakter agronomi umur panen, tinggi tanaman, panjang daun, panjang tangkai, lebar daun, jumlah daun, produktivitas dan daya simpan. Karakter morfologi terdiri dari bentuk daun terluar, warna daun terluar, bentuk biji, warna biji. Data karakter agronomi dianalisis dengan uji F apabila terdapat beda nyata maka pengujian dilanjutkan dengan Uji BNJ 5% menggunakan software PKBT-STAT versi 3.2. Karakter morfologi dianalisis deskriptif dengan berpedoman pada Panduan Pelaksana Uji (PPU) dan International Union for the Protection of New Varieties of Plants (UPOV). Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara agronomi, perlakuan varietas nyata berpengaruh terhadap parameter tinggi tanaman, panjang daun, panjang tangkai, lebar daun, jumlah daun, dan produktivitas. Secara morfologi menunjukkan Varietas PSA mempunyai perbedaan pada parameter warna daun dan bentuk daun terluar dari varietas lainnya

    Respon Kelimpahan Serangga Polinator Terhadap Variasi Iklim Pada Agroekosistem Mangga Gadung 21 (Mangifera indica L.)

    Get PDF
    Serangga pollinator berperan penting dalam proses penyerbukan tanaman mangga (Mangifera indica L.), yang secara langsung mempengaruhi proses produktivitas dan kualitas buah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara aktivitas serangga pollinator dengan faktor iklim meliputi suhu, kelembapan, curah hujan, dan intensitas cahaya. Penelitian ini dilakukan di lahan pertanaman mangga varietas Gadung 21 di Desa Oro – oro Ombo, Kabupaten Pasuruan, saat fase pembungaan tanaman. Pengambilan sampel serangga dilakukan menggunakan yellow trap dan sweep net, sementara data iklim diperoleh melalui NASA POWER. Analisis data dilakukan dengan uji korelasi pearson dan regresi linear untuk mengetahui hubungan signifikan antara parameter iklim dan jumlah serangga. Hasil pengamatan menunjukkan lima jenis utama serangga pollinator yaitu lalat kuning (Eristalis tenax), lalat hijau (Lucilia spp.), lebah madu (Apis mellifera), lebah klanceng (Trigona spp.), dan kupu-kupu (Appias lybithea).  Hasil menunjukkan bahwa suhu (28-30oC) dan kelembapan (70-85%) berkorelasi positif signifikan terhadap aktivitas pollinator (r > 0,67), sedangkan curah hujan menunjukkan korelasi negatif yang signifikan ( r< -0,5). Intensitas cahaya juga berperan dalam meningkatkan aktivitas polinasi terutama pada waktu pagi hingga siang hari. Dapat disimpulkan bahwa dinamika kehadiran serangga pollinator dipengaruhi secara nyata oleh kondisi iklim mikro, sehingga pengelolaan budidaya mangga perlu mempertimbangkan faktor tersebut untuk meningkatkan efisiensi penyerbukan alam

    Evaluasi Pertumbuhan dan Kualitas Nira Lima Varietas Sorgum (Sorghum bicolor L. Moench) di Lahan Kering

    Get PDF
    Sorgum merupakan tanaman penting bagi pangan dan bioenergi, khususnya di lahan kering. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pertumbuhan dan produksi nira dari lima varietas sorgum, yaitu Super 2, Mandau, Bioguma, Super 1, dan Suri 4, yang dibudidayakan di lahan kering. Percobaan dilakukan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan lima ulangan. Parameter diamati pada fase primordia, meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, bobot brangkasan basah, bobot batang, volume nira, dan kadar Brix. Data dianalisis menggunakan Analisis Ragam dan diuji lanjut menggunakan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan nyata pada tinggi tanaman, bobot brangkasan basah, bobot batang, dan kadar Brix. Varietas Super 1 menunjukkan keragaan tertinggi pada tinggi tanaman (243,62 cm), bobot brangkasan basah (1029,50 g), dan bobot batang (624,00 g). Sebaliknya, varietas Mandau yang memiliki postur terpendek (131,50 cm) menghasilkan kadar Brix tertinggi secara nyata, yakni sebesar 7,02%. Tidak ditemukan perbedaan nyata pada parameter jumlah daun, diameter batang, maupun volume nira antar varietas. Hal ini mengindikasikan bahwa Super 1 unggul dalam produksi biomassa, sedangkan Mandau menunjukkan potensi terbaik untuk kandungan gula pada fase primordia di kondisi lahan kering

    Respon Penggunaan Berbagai Jenis Pupuk Organik Padat dan Varietas Terhadap Pertumbuhan dan Produktivitas Tanaman Kangkung (Ipomoea reptans Poir.)

    Get PDF
    Kangkung merupakan salah satu jenis tanaman sayuran yang bernilai ekonomis dan sangat popular termasuk di Indonesia, tanaman kangkung dikenal memiliki dua jenis yaitu kangkung darat dan kangkung air. Dalam hal budidaya tanaman maka hal yang harus diutamakan untuk meningkatkan hasil produksi yang baik adalah memperhatikan cara budidaya mulai dari proses pengolahan lahan hingga panen. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian macam pupuk organik padat dan penggunaan berbagai jenis varietas terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kangkung. Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial, yang terdiri dari dua faktor dan setiap faktor terdiri dari 3 level. Pada faktor pertama terdiri dari : Tanpa pemberian pupuk, pupuk kascing, dan pupuk kotoran kambing. Sedangkan faktor kedua terdiri dari : Varietas Nanda 88, varietas Hapsari dan varietas Bangkok LP-1. Hasil penelitian terhadap produktivitas tanaman kangkung ini di yakini dapat meningkatkan hasil produktivitasnya, dalam hal tersebut terdapat perolehan terbaik yakni pada pemberian pupuk organik padat kascing dan penggunaan varietas Nanda 88, dalam kedua perlakuan tersebut memperoleh hasil lebih baik dari perlakuan yang lainnya

    IDENTIFIKASI GAYA ARSITEKTUR BIZANTIUM PADA MASJID 99 KUBAH DI KOTA MAKASAR

    Get PDF
    Architecture is a reflection of a society's culture and history. Mosques, as centers of worship for Muslims, not only serve as places of worship but also reflect cultural and historical richness. The 99 Dome Mosque in Makassar is an example that showcases the influence of Byzantine architecture in its design. This study aims to investigate the influence of Byzantine architecture on the design of the 99 Dome Mosque using qualitative research methods and descriptive analysis. The research identifies Byzantine architectural elements present in the mosque's design and analyzes the architectural characteristics and design elements that reflect this influence. The results show that the 99 Dome Mosque has significant Byzantine architectural influences, evident in its use of large domes and rich ornaments. This study also explores the connection between the mosque's design and historical architectural traditions during the Roman, Persian, and Turkish eras. The conclusion of this study indicates that mosque architecture in Indonesia can serve as an effective medium to reflect and honor cultural heritage and enrich the diversity of local and regional architectur

    STUDY ON THE APPLICATION OF "INCLUSIVE ARCHITECTURE" IN CREATIVE CENTER BUILDINGS IN MALANG

    Get PDF
    The development of the creative economy sector in Indonesia encourages the presence of public facilities in the form of Creative Centers as a space for collaboration, production, and development of creative communities. However, questions arise whether the facility has been truly inclusive and able to accommodate all groups of people, including people with disabilities. This study aims to examine the application of inclusive architecture in the Malang Creative Center (MCC) building through a descriptive-qualitative approach. Data were obtained through field observation on the exterior and interior areas of buildings, as well as literature studies related to the principles of Universal Design and accessibility standards of the Minister of PUPR No.14/2017. The results of the study show that the application of the principle of inclusivity in MCC is in the category of being quite appropriate. Facilities such as elevators and disabled toilets have met some Universal Design principles, but important elements such as guiding blocks, contrast signage, braille handrails, and pedestrian connectivity to buildings have not been met. Based on the conformity evaluation, as many as 4 components were classified as partially compliant, 4 components were not compliant, and only 1 component was considered compliant. These findings are expected to be considered for the development of Creative Center facilities that are more inclusive, safe, and friendly for all users

    DESIGNING (ATELIER LA) FASHION CENTER WITH A MODERN ARCHITECTURAL APPROACH ON JALAN SOEKARNO HATTA LAMONGAN

    Get PDF
    The fashion industry in Lamongan Regency shows rapid development, characterized by high public interest and the organization of various fashion events. However, promotional activities and fashion shows carried out by the Lamongan Regency Government are still carried out in less representative locations, such as on public roads that cause traffic disruptions, or in Sports Buildings (GOR). This condition highlights the need for adequate facilities. Therefore, this research aims to design a Fashion Center that can function as a forum for collaboration, education, training, and commercial activities to support the growth of the local clothing industry. The design applies the Modern Architectural Approach to integrate functional and aesthetic elements, creating a timeless and attractive space. The methods used are  the flow chart design methodology  from Goldschmidt (Analysis and Synthesis) and the Cinegram analysis method  from Bernard Tschumi, which includes programmatic, footprint, and design approach analysis. The design results are expected to provide architectural design solutions that are functional, aesthetic, and adaptive to the needs of the fashion industry, while contributing positively to the local economy

    3,172

    full texts

    3,341

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    E-Journal Universitas Islam Darul Ulum Lamongan
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇