E-Jurnal Universitas Muhammadiyah Palembang
Not a member yet
3618 research outputs found
Sort by
ANALISIS MAJAS DAN CITRAAN PADA KUMPULAN PUISI SAJAK BERSAMA KOPI KARYA DARWIN EFFENDI
Penelitian ini bertujuan untuk dapat mengetahui dan mendeskripsikan bagaimanakah analisis majas dan citraan puisi (citraan penglihatan, citraan pendengaran, citraan perabaan, citraan gerak, citraan penciuman, citraan pengecapan) dalam kumpulan puisi Sajak bersama Kopi karya Darwin Effendi. Metode penelitian yang digunakan ialah metode deskriptif kualitatif yaitu untuk menganalisis dan menjelaskan makna yang terdapat dalam kumpulan puisi Sajak bersama Kopi karya Darwin Effendi dengan menggunakan analisis majas dan citraan puisi. Sumber data yang didapat dalam penelitian ini yakni kumpulan puisi Sajak bersama Kopi karya Darwin Effendi. Teknik mengumpulkan data dengan menggunakan teknik baca yang ditujukan kepada objek, teknik catat dalam penjelasan analisis. Berdasarkan hasil analisis data dua puluh puisi yang dijadikan sampel di dalam buku kumpulan puisi Sajak bersama Kopi karya Darwin Effendi ditemukan hasil analisis majas yang di dapat yakni majas paronomasia (8), majas gradasi (3), majas personifikasi (1), majas metafora (13), majas hiperbola (6), majas kiamus (4), majas zeugma (6) sedangkan hasil analisis citraan yang di dapat yakni citraan rasaan (11), citraan rabaan (16), citraan penglihatan (3), citraan pendengaran (1), citraan penciuman (1), citraan gerak (18) serta memiliki total keseluruhan analisis majas yang berjumlah (41) majas dan total keseluruhan analisis citraan yang berjumlah (50) citraan
Studi Etnomatematika: Eksplorasi Konsep Teorema Phytagoras pada Budaya Palembang
Ethnomathematics is a study that combines mathematics and culture. Culture is a legacy passed down from ancestors that becomes a characteristic or characteristic of a particular region, one of the regions that has characteristics that are famous for its culture is the city of Palembang. Palembang city has various cultures that are in great demand by outsiders such as the Limas traditional house and jumputan cloth. Discussing about culture, this is certainly inseparable from learning concepts found in everyday life, one of which is the concept of learning mathematics. Where in this case the researcher takes the concept of mathematics on the phytagorean theorem associated with Limas houses and jumputan cloth. The type of research that researchers use is ethnographic qualitative research. Data sources are primary data and secondary data. Data collection techniques through interviews, observations and documentation. The data obtained was then analysed by data reduction, data presentation, and conclusions and verification. The result of this research is that Palembang culture, namely the Limas house roof, has the application of the phytagoras theorem concept. In the motifs of jumputan fabric patterns and the plan of the Limas house looking sideways contains the concept of proving the truth of the phytagoras theorem
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPUTUSAN PETANI MENJUAL HASIL PANEN DALAM BENTUK GABAH KEPADA TENGKULAK DI DI DESA MEKARSARI KECAMATAN MUARA TELANG
ABSTRACTThis study aims to determine the influence of the factors in the decision of farmers to sell their crops in the form of unhulled rice to middlemen, namely the effect of the number of family members on the farmers 'decision to sell their crops in the form of unhulled rice to middlemen, the effect of dependence on middlemen on farmers' decisions to sell their crops in the form of unhulled rice middlemen and the effect of the amount of production on farmers' decisions to sell their crops in the form of unhulled rice to middlemen. This research was conducted in Mekarsari Village, Muara Telang District, Banyuasin Regency from November to January 2021. The research method used was a survey, for sampling using the Simple Random Sampling method. The data collection method used was direct interviews with respondents using a questionnaire that had been prepared beforehand. The data processing used is quantitative. The results showed that there was a significant effect simultaneously or jointly between the number of family members, dependence on middlemen and the amount of production on the farmers' decision to sell their crops in the form of unhulled rice to middlemen, then there was a partially significant effect between the number of family members and dependence on middlemen. against the farmers' decision to sell their crops in the form of unhulled rice to middlemen.ABSTRAKPenelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh faktor-faktor keputusan petani menjual hasil panen dalam bentuk gabah kepada tengkulak yaitu pengaruh jumlah anggota keluarga terhadap keputusan petani menjual hasil panen dalam bentuk gabah kepada tengkulak, Pengaruh ketergantungan kepada tengkulak terhadap keputusan petani menjual hasil panen dalam bentuk gabah kepada tengkulak dan pengaruh jumlah prodksi terhadap keptusan petani menjual hasil panen dalam bentuk gabah kepada tengkulak. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Mekarsari Kecamatan Muaratelang Kabupaten Banyuasin pada bulan November 2020 sampai Januari 2021. Metode penelitian yang digunakan adalah Survei, untuk penarikan contoh menggunakan metode Simple Random Sampling. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah dengan wawancara langsung kepada responden dengan alat bantu kuesioner yang telah disiapkan sebelumnya. Pengolahan data yang digunakan adalah kuantitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat pengaruh signifikan secara simultan atau bersama-sama antara jumlah anggota keluarga, ketergantungan kepada tengkulak dan jumlah produksi terhadap keputusan petani menjual hasil panen dalam bentuk gabah kepada tengkulak kemudian terdapat pengaruh signifikan secara parsial antara jumlah anggota keluarga dan ketergantungan kepada tengkulak terhadap keputusan petani menjual hasil panen dalam bentuk gabah kepada tengkulak
ANALISIS TINGKAT DAYA SAING EKSPOR KARET DI PROVINSI SUMATERA SELATAN
ABSTRACTThis research was conducted to determine the export competitiveness of rubber commodities in South Sumatra Province and also to find out what factors significantly influence the volume of rubber exports in South Sumatra Province. This research was conducted in July - December 2021. The research method used was survey. The data collection method used in this study uses secondary data that has been provided by authorized institutions such as BPS for South Sumatra rubber export data, Plantation Service for rubber production data, TradeMap for world rubber export data, and the Trade Office related to this research. The data processing method used was descriptive analysis with a quantitative approach, then to calculate the level of competitiveness of rubber exports using the RCA, ISP and Multiple Linear Regression formulas. The results show that the level of competitiveness of rubber exports in South Sumatra Province has an average RCA value of 512, 621 with this large number it can be stated that South Sumatran rubber has a comparative advantage, and with an average ISP value of 0.993, it shows that Sumatran rubber commodity The South tends to be a rubber exporter. Meanwhile, the factors that significantly influence the volume of rubber exports in South Sumatra are the RCA values. ABSTRAKPenelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui daya saing ekspor komoditi karet di Provinsi Sumatera Selatan dang juga untuk mengetahu faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi secara signifikan terhadap volume ekspor karet di Provinsi Sumatera Selatan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli - Desember 2021. Metode penelitian yang digunakan adalah Survey. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan data sekunder yang telah disediakan oleh lembaga yamg berwenang seperti BPS untuk data ekspor karet Sumatera Selatan, Dinas Perkebunan untuk data produksi karet, TradeMap untuk data ekspor karet dunia, dan Dinas Perdagangan yang terkait dengan penelitian ini. Metode pengolahan data yang digunakan anlisis deskriptif dengan pendekatan secara kuantitatif, selanjutnya untuk menghitung tingkat daya saing ekspor karet dgunakan rumus RCA, ISP dan Regresi Linier Berganda. Hasil penelitian menunjukan bahwa tingkat daya saing ekspor karet di Provinsi Sumatera Selatan memiliki nilai rata-rata RCA sebesar 512, 621 dengan besar angka tersebut dapat dinyatakan bahwa karet Sumatera Selatan memiliki keunggulan komparatif, dan dengan nila rata-rata ISP sebesar 0,993 menunjukan komoditi karet Sumatera Selatan cenderung sebagai pengekspor karet. Sementara itu untuk faktor-faktor yang mempengaruhi secara signifikan terhadap volume ekspor karet di Sumatera Selatan adalah nilai RCA.
PENDAMPINGAN GURU DALAM PENGISIAN KONTEN MATERI AJAR TATA BAHASA INGGRIS DASAR PADA WEBSITE GRAMMAR
Proses pengajaran Bahasa Inggris melalui website pembelajaran sudah banyak disediakan oleh guru-guru milenial di Indonesia. Keterampilan dan kreatifitas dalam menyajikan materi-materi ajar pun harus dimiliki oleh guru agar website online yang dikelola dapat dimanfaatkan untuk belajar secara optimal oleh para pengguna, terutama untuk kalangan pelajar. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk melakukan pendampingan kepada guru-guru dalam proses pengisian konten pembelajaran tata Bahasa Inggris dasar melalui website grammar. Salah satu kendala yang terjadi kepada guru adalah belum terbiasanya mengoperasikan teknologi, terutama dalam mengelola dan mengisi konten dari sebuah website pembelajaran. Tahapan kegiatan pengabdian ini dilakukan dari tahapan persiapan, tahapan pelaksanaan kegiatan pendampingan, dan tahapan evaluasi pelaksanaan kegiatan pendampingan. Dari kegiatan pengabdian ini, hasil menunjukkan bahwa kegiatan pendampingan dapat memberikan solusi yang baik dan optimal untuk membiasakan guru-guru belajar untuk mengelola website secara efektif sehingga isi pembahasan dalam website tersebut dapat membantu siswa untuk belajar secara efektif dan efisien
URBAN FARMING MODEL PERTANIAN ORGANIK DENGAN PIMPINAN DAERAH AISYIYAH SIDOARJO
Makanan sehat menjadi indikasi kesehatan manusia. Komoditi sayuran merupakan jenis tanaman yang sering dimasak oleh ibu-ibu dalam menyiapkan makanan. Sebagai salah satu alternatif untuk menjadi sehat yaitu dengan mengkonsumsi sayuran organic. Pada kegiatan pengabdian ini bertujuan membentuk masyarakat di ranting aisyiyah yang mandiri dengan memanfaatkan urban farming dengan pertanian organik dengan konsep polibag. Permasalahan masyarakat yaitu memanfaatkan lahan dengan konsep urban farming yang menghasilkan secara ekonomi sehingga dapat dijadikan sebagai pendapatan pendamping dalam mengisi kesibukan. Solusi dari permasalahn tersebut dengan memberikan keterampilan melalui pelatihan budidaya tanaman organik dalam polybag, model vertikultur. Pembuatan nutrisi organic sebagai solusi untuk menjaga ketersediaan pupuk bagi tanaman. Pemanfaatan bahan-bahan disekitar rumah sebagai nutrisi organic baik secara padat dan cair seperti sisa sayuran dan air leri. Pengabdian ini menghasilkan pembuatan pupuk stater yaitu pupuk biolactobacilus, Mikroorganisme Lokal (MOL)
IMPLEMENTASI PERATURAN MAHKAMAH AGUNG NOMOR 02 TAHUN 2012 TERHADAP PENCURIAN DI PERUSAHAAN RITEL (STUDI KASUS POLSEK ILIR BARAT I)
Yang jadi permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana implementasi Peraturan Mahkamah Agung Nomor 02 Tahun 2012 tentang tindak pidana pencurian bahan bahan pokok yang ada di Ritel kota palembang Faktor penghambat pelaksanaan Peraturan Mahkamah Agung nomor 2 tahun 2012 di Kepolisian Sektor Ilir Barat I kota Palembang Jenis penelitian yang di gunakan dalam skripsi ini adalah jenis penelitian hukum normatif empiris. Adapun jenis data yang digunaan penelitian ini adalah data premier dan data skunder. Data premier yaitu data yang di peroleh dari hasil penelitian langsung ke lapangan dalam hal ini Polsek Ilir Barat I Palembang.Bahan skunder yaitu data hasil penelitian kepustakaan (Library Research).Implementasi Peraturan Mahkamah Agung Nomor 02 Tahun 2012 tentang tindak pidana pencurian bahan bahan pokok yang ada di Ritel kota Palembang. Peraturan Mahkamah Agung nomor 02 tahun 2012 telah diterapkan oleh kepolisian kota besar Palembang khusunya diwilayah keplosian sektor ilir barat I, terutama terhadap pelaku pencurian yang dilaukan di ritel, Peraturan Mahkamah Agung (Perma) Nomor 02 Tahun 2012 Tentang Penyesuaian Batasan Tindak Pidana Ringan Dan Jumlah Dalam Denda KUHP, namun demikian peraturan Mahkamah Agung tersebut banyak menimbulkan kontroversi pro dan kontra sebab dengan adanya Perma ini Pelaku Pencuri dapat perlindungan dan membuat pelaku tidak jerah dengan sanksi tersebut, hal tersebut membuat pemilik Perusaan sangat di rugikan dengan pelaku yang sering melakukan Pencurian namun baru tertangkap tangan sehingga meski dari pengembangan pihak korban tidan kepolisian tidak bisa melakukan penegakan hukum yang sesuai .Faktor penghambat pelaksanaan Peraturan Mahkamah Agung nomor 2 tahun 2012 di Kepolisian Sektor Ilir Barat I kota Palembang. Dalam menerapkan peraturan mahkamah agung nomor 02 tahu 2012 di lapangan banyak terdapat kendala antara lain Belum semua apparat penegak hukum memahami tentang implementasi dari peraturan mahkamah agung tersebut, sehingga penegak hukum masih melaukan proses seperti tindak pidana biasa Peraturan Mahkamah Agung tersebut belum ditindak lanjuti oleh Kepolisian republik Indonesia dengan petunjuk pelaksana (JUKLAK) dalam menerapkannya sehingga menimbulkan pemahaman yang berbeda Pihak yang dirugikan berkeberatan terhadap peraturan mahkamah agung tersebut, karena tidak akan menimbulka afek jera kepada pelaku pencurian di Ritel atau pasar swalayan. The problem in this study is how to implement Supreme Court Regulation Number 02 of 2012 concerning the crime of theft of basic commodities in Palembang City Retail. used in this thesis is a type of empirical normative legal research. The types of data used in this research are premier data and secondary data. Premier data, namely data obtained from the results of direct research into the field, in this case the Ilir Barat I Palembang Police. Secondary materials, namely library research results. in the retail city of Palembang. Supreme Court Regulation number 02 of 2012 has been implemented by the big city police of Palembang, especially in the Ilir Barat I sector police area, especially against perpetrators of theft committed at retail, Supreme Court Regulation (Perma) Number 02 of 2012 concerning Adjustment of Limits for Misdemeanor Crimes and Numbers in Fines for the Criminal Code, however, the Supreme Court regulation raises many pro and con controversies because with this Perma the thieves can protect and make the perpetrators not frustrated with these sanctions, this makes the owner of the company very disadvantaged by the perpetrators who often commit theft but are only caught hands so that even though the development of the victims and the police cannot enforce the law accordingly. Factors inhibiting the implementation of Supreme Court Regulation number 2 of 2012 in the Ilir Barat I Sector Police in the city of Palembang. In implementing the Supreme Court regulation number 02 of 2012 in the field there are many obstacles, including not all law enforcement officials understand the implementation of the supreme court regulations, so law enforcement is still carrying out the process like an ordinary crime. The Supreme Court regulations have not been followed up by the Republican Police. Indonesia with implementing guidelines (JUKLAK) in implementing it so that it creates a different understanding. The aggrieved party objects to the supreme court regulation, because it will not create a deterrent effect on the perpetrators of theft in retail or supermarkets
Informasi penjualan pada umkm dapur ummu yahya sebagai media pemasaran kue berbasis website
Pemerintah pada beberapa negara berkembang memberikan perhatian cukup besar terhadap pemanfaatan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi), khususnya adopsi e-commerce oleh UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) melalui penerbitan kebijakan dan peraturan untuk membantu mereka dalam mengadopsi teknologi saat ini. Pemerintah Indonesia dalam beberapa tahun terakhir telah mengambil banyak langkah untuk mendukung UMKM guna mulai menggunakan ICT (Information and Communication Technology) dalam menjalankan usahanya. UMKM adalah suatu jenis usaha yang terus berkembang dan dapat memberikan kontribusi positif bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia. UMKM perlu bekerja sama dengan instansi terkait atau lembaga yang mampu dalam meningkatan kualitas UMKM di Indonesia. UMKM Dapur Ummu Yahya merupakan kelompok UMKM yang memproduksi dan menjual makanan berupa roti dan kue basah yang bervariasi. Produk khas dari berbagai macam kue hasil olahan Dapur Ummu Yahya adalah Gurih currypuff yang sangat digemari. Usaha yang dirintis oleh Dapur Ummu Yahya merupakan usaha berskala UMKM memiliki prospek pemasaran yang menjanjikan dan dapat meningkatkan pendapatan dari hasil penjualan. Saat ini Dapur Ummu Yahya masih dikelola secara tradisional. Hal ini ditunjukkan belum tersedianya media untuk memasarkan produk hasil olahannya, maka produk tidak dikenal luas dan hanya terbatas pada lingkungan sekitar. Hal ini akan berdampak pada tingkat penjualan yang sulit untuk berkembang. Solusi pertama untuk meningkatkan penjualan adalah dengan membuatkan aplikasi penjualan berbasis website
Etos Ilmiah Islam di Palembang Abad Ke 18-19 Masehi
Perkembangan Islam yang massif di Palembang pada abad ke-17 Masehi, berdampak pada perkembangan ilmu pengetahuan Islam sebagai akibat dari etos ilmiah yang dimiliki umat Islam. Tujuan tulisan ini adalah mencari tahu tentang konsep ilmu dalam Islam dan perkembangan etos ilmiah Islam di Palembang. Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif, dengan menggunakan sumber tertulis, data dianalis dengan Model Miles dan Huberman. Berdasarkan hasil akhir dapat dikemukan bahwa Islam telah memberikan ruang yang sangat baik tentang konsepsi membaca dan menulis dalam Al-Qur’an sebagai cikal bakal pengembangan ilmu. Seiring masuknya Islam di Palembang, kehidupan ilmiahpun menandai dunia Islam Melayu Palembang dengan membuminya kebiasaan menulis dikalangan umat muslim dengan menggunakan hurup Arab berbahasa Melayu dalam menulis kitab-kitab keagamaan. Hal ini menunjukkan etos ilmiah Islam di Palembang tumbuh subur karena keimanan masyarakatnya
Penerapan Metode Problem Based Learning Berbasis Game Kahoot untuk Meningkatkan Hasil Belajar Sejarah Siswa
Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan penulis diketahui bahwa nilai ujian semester ganjil dari 31 peserta didik di kelas X IPS 3 hanya 8 orang yang memenuhi KKM, nilai rata-rata kelas berada pada kisaran 50 sampai 60 artinya nilai rata-rata yang diperoleh oleh peserta didik dikelas X IPS 3 mata pelajaran sejaran adalah 50-60 padahal KKM adalah 70. Penyebab utamanya dikarenakan kurangnya minat siswa pada materi Sejarah sehingga siswa kesulitan dalam menjawab dan memahami soal-soal ujian yang disajikan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menerapkan indikator peningkatan dari pelaksanaan setiap siklus melalui metode problem based learning berbasis kahoot untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas X IPS 3 SMAN 3 Kota Jambi pada mata pelajaran sejarah. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas atau classroom action research dengan pelaksanaannya sebanyak 2 siklus, teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif. Sedangkan data dalam penelitian ini diperoleh dari hasil observasi/pengamatan, tes dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan terdapat peningkatan hasil belajar siswa kelas X IPS 3 SMAN 3 Kota Jambi yang menggunakan metode PBL nilai kognitif pratindakan yang memperoleh presentase sebesar 25%, siklus I pada tindakan 1 memperoleh 35%, pada tindakan 2, memperoleh 42% dan tindakan 3 memperoleh 52%. Pada siklus II tindakan 1 memperoleh 54%, tindakan 2 64% dan tindakan 3 memperoleh 77%. Nilai afektif, pada siklus I pada tindakan 1 memperoleh 16%, pada tindakan 2, memperoleh 16% dan Tindakan 3 memperoleh 32%. Pada siklus II tindakan 1 memperoleh 42%, tindakan 2 58% dan tindakan 3 memperoleh 68%. Nilai psikomotor memperoleh presentase sebesar pada siklus I pada tindakan 1 memperoleh 29%, pada tindakan 2, memperoleh 32% dan tindakan 3 memperoleh 48%. Pada siklus II tindakan 1 memperoleh 52%, tindakan 2 58% dan tindakan 3 memperoleh 74%. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa dengan menerapkan metode problem based learning dapat meningkatkan hasil belajar sejarah, hal ini ditunjukkan oleh presentase peningkatan disetiap siklus I dan II. Saran yang dapat diberikan guru lebih bijak dalam memilih metode pembelajaran yang tepat salah satunya dngan menggunakan metode problem based learning. Penggunaan metode pembelajaran berbasis kelompok agar proses pembelajaran lebih aktif dan menarik serta tidak berpusat kepada guru