E-Jurnal Universitas Muhammadiyah Palembang
Not a member yet
    3618 research outputs found

    PENEGAKAN HUKUM TINDAK PIDANA KORUPSI DI PENGADILAN TINDAK PIDANA KORUPSI PADA PENGADILAN NEGERI PALEMBANG KELAS I-A KHUSUS (STUDI KASUS NO. 35/PID.SUS-TPK/2021/PN.PLG)

    Get PDF
    Abstrak Pengadilan Tindak Pidana Korupsi dibentuk berdasarkan pasal 5 Undang-undang Nomor 46 Tahun 2009 tentang Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap sistem peradilan di Indonesia serta upaya pemerintah memberantas korupsi. Permasalahan : 1. Bagaimana penegakan hukum Tindak Pidana Korupsi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Palembang Kelas I-A Khusus ; 2. Apa hambatanhambatan dalam penegakan hukum Tindak Pidana Korupsi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Palembang Kelas I-A Khusus?. Metode Penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum Normatif yaitu menganalisis buku-buku dan dokumen-dokumen yang berkaitan dengan penegakan hukum tindak pidana korupsi dan dilakukan studi keperpustakaan untuk kesempurnaan data atau bahan yang diteliti, mendeskripsikan dan menguraikan data dan bahan yang tersusun secara terperinci dan sistematis. Dari hasil penelitian yang ditemukan sebagai berikut : 1. Penegakan hukum dalam perkara tindak pidana korupsi (studi kasus No. 35/PID.SUS-TPK/2021/PNPLG), diputus Terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan “tindak pidana korupsi secara bersama-sama dan secara berlanjut” sebagaimana dalam Dakwaan Komulatif Kesatu Alternatif Pertama melanggar Pasal 12 huruf a Undang-undang No.31 Tahun 1999 jo. Undang-undang No.20 Tahun 2021 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP jo. Pasal 64 ayat (1) KUHP. Terdakwa dibebani uang pengganti, yang penghitungannya bukan dari audit instansi yang berwenang, seperti : BPK atau BPKP ; 2. Hambatan Struktural, yang sumbernya dari praktik penyelenggaraan negara dan pemerintahan; Hambatan Instrumental, yang sumbernya dari kurangnya instrumen pendukung berupa peraturan perundang-undangan; dan Hambatan Manajemen, yang sumbernya dari diabaikannya atau tidak diterapkannya prinsip manajemen yang baik, komitmen, adil, transparan dan akuntabel, sehingga membuat penanganan tindak pidana korupsi tidak berjalan sebagaimana mestinya. Kata Kunci: Penegakan Hukum, Hambatan dan Tindak Pidana Korupsi M. Dian Alam Pura, Saepuddin Zahri, Khalisah Hayatuddi 26 Jurnal Hukum Doctrinal: Volume 7, Nomor 2, September 2022 Abstract The Corruption Court was established based on Article 5 of Law Number 46 of 2009 concerning the Corruption Court, to restore public confidence in the judicial system in Indonesia and the government's efforts to eradicate corruption. Problems: 1. How is the law enforcement for Corruption Crimes at the Corruption Court at the Palembang District Court Class I-A Special; 2. What are the obstacles in law enforcement for Corruption Crimes at the Corruption Court at the Palembang District Court Class I-A Special?. The research method used is normative legal research, namely analyzing books and documents related to law enforcement of criminal acts of corruption and conducting library studies for the perfection of the data or materials studied, describing data and materials that are arranged in detail and systematically. From the results of the research found as follows: 1. Law enforcement in the case of a criminal act of corruption (case study No. 35/PID.SUS-TPK/2021/PNPLG), it was decided that the defendant was proven legally and convincingly guilty of committing a “corruption crime together. equally and continuously” as stated in the First Alternative Compulsive Charge of violating Article 12 letter a of Law No. 31 of 1999 jo. Law No. 20 of 2021 concerning Eradication of Criminal Acts of Corruption jo. Article 55 paragraph (1) of the 1st Criminal Code jo. Article 64 paragraph (1) of the Criminal Code. The defendant is charged with replacement money, the calculation of which is not from the audit of the competent authority, such as: BPK or BPKP; 2. Structural Barriers, the source of which is the practice of state and government administration; Instrumental Barriers, the source of which is the lack of supporting instruments in the form of laws and regulations; and Management Barriers, the source of which is the neglect or non-application of the principles of good management, commitment, fairness, transparency and accountability, thus preventing the handling of corruption crimes from proceeding properly. Keywords: Law Enforcement, Barriers and Corruption Crimes

    PENEGAKAN HUKUM PIDANA TERHADAP PELAKU TINDAK PIDANA PENIPUAN BERKEDOK KONTRAK KERJA (STUDI KASUS PADA PUTUSAN PENGADILAN NEGERI PALEMBANG NOMOR 2001/PID.B/2020/PN PLG)

    Get PDF
    AbstrakJumlah kasus penipuan dengan berbagai modus atau motif sepanjang 3 tahun terakhirmengalami peningkatan. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah 1) Apa saja yangmenjadi landasan unsur-unsur tindak pelanggaran pidana penipuan berkedok kontrak kerja(Studi Kasus Pada Putusan Pengadilan Negeri Palembang Nomor 2001/PID.B/2020/PN Plg)”?.2) Bagaimana penerapan hukum pidana terhadap pelaku tindak pidana penipuan?. Metodepenelitian yang digunakan adalah jenis penelitian hukum normatif. Sumber data yang digunakandalam penelitian ini terdiri dari data primer dan data sekunder. Berdasarkan hasil penelitianmenunjukkan bahwa 1) Landasan Unsur-unsur tindak pelanggaran pidana penipuan berkedokkontrak kerja (Studi Kasus Pada Putusan Pengadilan Negeri Palembang Nomor2001/PID.B/2020/PN Plg) sebagaimana ditentukan dalam Pasal 372 KUHP yaitu a) UnsurSubjektif, dengan sengaja; dan dengan melawan hukum; terdakwa terbukti secara sah danmeyakinkan bersalah melakukan tindak pidana penggelapan. Kekeliruan penentuan kualifikasiperbuatan pidana, dan dasar kesalahan sebagai dasar penentuan pertanggungjawaban pidanapada hakikatnya telah melanggar ketentuan formalitas dimana terdakwa melakukan tindakpelanggaran pidana penipuan dengan manipulasi atas surat kontrak kerja borongan dengan logoUniversitas XXX atas proyek pekerjaan pembangunan gedung kampus Universitas Sjakhyakirtiyang sebenarnya tidak pernah ada, dengan didukung adanya 5 (lima) alat bukti, yakni (1)keterangan saksi, (2) keterangan ahli, (3) surat, (4) petunjuk, dan (5) keterangan terdakwasebagaimana Pasal 184 KUHAP; b) Unsur objektif: memiliki; barang yang seluruhnya atausebagian kepunyaan orang lain; sehingga melakukan penipuan dengan maksud untukmenguntungkan diri sendiri dengan tipu muslihat ataupun rangkaian kebohongan,menggerakkan orang lain untuk menyerahkan barang sesuatu kepadanya yaitu terdakwameminta uang kepada korban pertama sebesar Rp.8.000.000,- (delapan juta rupiah) , keduasebesar Rp.25.000.000,- (dua puluh lima juta rupiah), ketiga sebesar Rp.45.000.000,- (empatpuluh lima juta rupiah), sehingga perbuatan mana dilakukan terdakwa berkedok kontrak kerja.2) Penerapan hukum pidana terhadap pelaku tindak pidana penipuan adalah Pada. Pasal 378KUHP Jo. Pasasl 64 KUHP. Pasal 378 KUHP Jo. Pasal 65 KUHP.Pasal 372 KUHP Jo. Pasal 64 KUHP. Pasal 372 KUHP Jo. Pasal 65 KUHP. Terkait Putusan Nomor:2001/Pid.B/2020/PN.Plg Penerapan hukum pidana sebagaimana Pasal 378 KUHP telahterlaksana namun belum efektif dengan pidana penjara selama 2 (dua) tahun karena dari segisanksi pidana yang dijatuhkan sangat ringan.Kata kunci: Penipuan, Kontrak, KerjaThe number of fraud cases with various modes or motives over the last 3 years has increased.The formulation of the problem in this study is 1) What are the basic elements of a criminaloffense of fraud under the guise of a work contract (Case Study on the Decision of thePalembang District Court Number 2001/PID.B/2020/PN Plg)”?. 2) How is the application ofcriminal law against perpetrators of fraud? The research method used is a type of normativelegal research. Sources of data used in this study consisted of primary data and secondary data.Based on the results of the study, it shows that 1) The basic elements of a criminal offense offraud under the guise of a work contract (Case Study on the Decision of the Palembang DistrictCourt Number 2001/PID.B/2020/PN Plg) as specified in Article 372 of the Criminal Code,namely a) Subjective Elements, Purposely; and unlawfully; The defendant is proven legally andconvincingly guilty of committing the crime of embezzlement. Mistakes in determining thequalifications of a criminal act, and the basis of error as the basis for determining criminalliability, have in fact violated the provisions of formality in which the defendant committed acriminal offense of fraud by manipulating the wholesale contract letter with the XXX Universitylogo on the project for the construction of the Sjakhyakirti University campus building which infact never yes, supported by 5 (five) pieces of evidence, namely (1) witness testimony, (2) experttestimony, (3) letters, (4) instructions, and (5) defendant's statement as referred to in Article 184of the Criminal Procedure Code; b) Objective elements: have; goods which are wholly or partlyowned by another person; thus committing fraud with the intention of benefiting oneself bydeceit or a series of lies, moving other people to hand over something to him, namely thedefendant asking the first victim for Rp.8.000.000,- (eight million rupiah), the second Rp.25.000.000, - (twenty five million rupiah), the third amounting to Rp. 45,000,000, - (forty five millionrupiah), so which act was carried out by the defendant under the guise of a work contract. 2)The application of criminal law against perpetrators of criminal acts of fraud is Pada. Article378 of the Criminal Code Jo. Article 64 of the Criminal Code. Article 378 of the Criminal CodeJo. Article 65 of the Criminal Code. Article 372 of the Criminal Code Jo. Article 64 of theCriminal Code. Article 372 of the Criminal Code Jo. Article 65 of the Criminal Code.Regarding Decision Number:2001/Pid.B/2020/PN.Plg The application of criminal law asreferred to in Article 378 of the Criminal Code has been implemented but has not been effectivewith imprisonment for 2 (two) years because in terms of criminal sanctions imposed are verylight.Keywords: Fraud; Contract; Work

    PREVALENSI BEBERAPA FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI OLEH PETANI KARET

    Get PDF
    Pestisida memberi manfaat bagi petani dalam menekan organisme yang mengganggu hasil pertanian. Masuknya pestisida ke dalam tubuh manusia memberikan berbagai dapat menimbulkan berbagai efek negatif. Berdasarkan hasil studi didapatkan data lebih dari 3 juta orang terpapar pestisida, baik yang terpapar secara disengaja maupun tidak sengaja. Hal ini menyebabkan terjadinya 300.000 kematian setiap tahunnya. Jadi penting untuk menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) sehingga dapat meminimalkan dampak pestisida bagi tubuh kita. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menunjukkan prevalensi beberapa faktor yang mempengaruhi penggunaan alat pelindung diri oleh petani karet yang menggunakan pestisida. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang menggunakan desain laporan kasus. Responden pada penelitian adalah semua petani karet yang bekerja dengan menggunakan pestisida. Teknik purposive sampling digunakan untuk pengambilan responden penelitian. Pada penelitian didapatkan responden sebanyak 165 responden dan dari jumlah tersebut sebanyak 57% responden memiliki tingkat pengetahuan yang kurang tentang penggunaan dan manfaat APD. Sebanyak 60,6% responden mengaku tidak diawasi penggunaan Alat Pelindung Dirinya selama bekerja. Kemudian 63% responden mengaku tidak nyaman jika menggunakan APD selama bekerja. Sebagian besar responden (66,7%.) tidak pernah mmendapatkan pelatihan mengenai penggunaan APD. Dan semua responden (100%) tidak ada yang menggunakan APD lengkap selama berkontak dengan pestisida. Minimnya pengetahuan mengenai  manfaat menggunaan APD selama bekerja dan kurangnya pengawasan, menjadi faktor yang dapat menyebabkan para petani karet tidak menggunakan APD secara lengkap terutama selama berkontak dengan pestisida. Kata kunci: APD, Petani, Pestisid

    MASUK DAN BERKEMBANG AGAMA HINDU DALAM PENGARUHNYA TERHADAP SISTEM KEPERCAYAAN MASYARAKAT NUSANTARA

    Get PDF
    Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis proses masuk dan perkembangan agama Hindu terhadap pengaruhnya pada sistem kepercayaan masyarakat Nusantara. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan bantuan studi pustaka yang diperoleh melalui review buku, jurnal, catatan, dan berbagai macam laporan keterkaitan dengan penelitian ini. Proses masuk dan berkembangnya agama Hindu tidak terlepas dari empat teori yang kemukakan oleh para ahli, melalui teori Waisya, Ksatria, Brahmana, dan Arus Balik. Awal keberadaan Hindu pertama kali di Kerajaan Kutai abad IV M. Mulai menyebar pada Kerajaan Tarumanegara abad V M, Kerajaan Sriwijaya abad VIII M (Kota Kapur), Kerajaan Bali abad IX M. Persebaran agama Hindu yang semakin meluas memberikan pengaruh yang luar biasa terhadap sistem kepercayaan masyarakat Nusantara. Agama Hindu diasimilasikan dengan kebudayaan Nusantara, sehingga kepercayaan animisme dan dinamisme tetap berkembang pada kehidupan masyarakat. Sistem pelaksanaan agama Hindu mengikuti kaidah-kaidah pedoman dari India, namun kepercayaan roh nenek moyang tetap diyakini oleh masyarakat Nusantara

    Memupuk Motivasi Kewirausahaan bagi Santri di Pondok Pesantren At-Tawasul Desa Mulyasari Cianjur Jawa Barat

    Get PDF
    Untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat Indonesia, pembangunan sumber daya manusia harus dilakukan. Baik pendidikan formal maupun pendidikan informal digunakan untuk membangun sumber daya manusia. Pendidikan yang diberikan di Pondok Pesantren memiliki ciri khas khusus yang memungkinkan tim Pengabdian untuk melakukan kegiatan pelayanan dengan mendorong jiwa kewirausahaan para santri. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan dengan menggunakan metodologi pelatihan kewirausahaan. Pelatihan yang diberikan oleh tim layanan meliputi instruksi dalam mengenakan jilbab dan membuat masker organik. Pondok Pesantren At-Tawassul Cianjur Jawa Barat dipilih sebagai lokasi kegiatan pengabdian tersebut, dan dilakukan secara bertahap selama beberapa hari. Hasil dari kegiatan tersebut adalah motivator bagi siswa untuk memahami berbagai kegiatan kewirausahaan yang dapat mereka lakukan di luar pendidikan formal mereka. Untuk memaksimalkan hasil atau tujuan yang dicapai, tindakan ini harus dilanjutkan terus menerus

    ANALISIS STABILITAS LERENG DENGAN METODE ELEMEN HINGGA (STUDI : PROYEK NEW PRIOK CONTAINER TERMINAL)

    Get PDF
    eographically, Indonesia is a maritime country that has around seventeen thousand islands stretchingfrom Sabang to Merauke so that Indonesia has been named the largest archipelagic country in the world.From the economic sector, Indonesia is also a country with a fairly stable level of economic growth. Thisbackground shows that there are a lot of economic activities in Indonesia. Economic activity in Indonesianwaters is supported by carrying out many maritime infrastructure developments, one of which is theconstruction of a container terminal at Tanjung Priok port. During the construction phase, there is adredging process around Jakarta Bay and it is feared that it will disrupt the stability of the sand bund dueto the dredging process. This study provides an illustration of how the distance between the sand bund anddredging and the slope of the slope greatly affect the safety factor. Slope stability analysis study using finiteelement program. The results of the study show that there are several areas that are not recommended fordredging because they do not reach a minimum slope safety factor of 1.5

    PENGARUH PEMAKAIAN BAHAN TAMBAH TAWAS PADA AIR RAWA TERHADAP COMPRESSIVE STENGTH BETON

    Get PDF
    Kenten Laut is a rural locality in the Talang Kelapa District that consists largely of a swamp. Residentsrely heavily on the swamp's corrosive water for mundane concrete mixing. Researchers in this study usedswamp water and alum in the concrete recipe. Swamp water and alum were utilized as the supplementarycomponents, with the alum content of the solution varying between 2% and 4% by weight of cement. Thetest object is a cube with the dimensions (15, 15, and 15) cm and there are fifty of them.Compressive strength testing in swamp water revealed findings of 152.69 kg/cm2 for 14-day-old concreteand 251.93 kg/cm2 for 28-day-old concrete. The compressive strength of 14-day-old swamp water concretevaried between 156.16 kg/cm2 and 149.78 kg/cm2 depending on the percentage of alum added to the mix.Compressive strength values for 28-day-old concrete made with swamp water with 2%, 4%, or 6% alumare 256.19 kg/cm2, 253.97 kg/cm2, and 245.61 kg/cm2, respectively. These numbers are lower than whatwas anticipated for the K-300. Compressive strength in typical concrete drops by 20.6% after 28 days ofage, but only 14.7% after 14 days

    STUDI PERBANDINGAN KUALITAS JERUK GERGA DI KELURAHAN AGUNG LAWANGAN KECAMATAN DEMPO UTARA KOTA PAGARALAM COMPARATIVE STUDY OF THE QUALITY OF GERGA ORANGES IN AGUNG LAWANGAN VILLAGE, NORTH DEMPO DISTRICT PAGAR ALAM CITY

    Get PDF
    ABSTRACTThis research aims to find out a comparative study of the quality of gerga oranges in Agung Lawangan Village, North Dempo District, Pagar Alam City. This research was carried out from June to August 2022. The research method used in this study was a survey method, while the sampling method used by researchers is (purposive sampling). The analytical method used in this study uses a descriptive-quantitative approach. The results of this study indicate that the factor that differentiates the quality of Gerga oranges in the same varieties of Gerga oranges is how to care for the oranges. The thing that must be considered is the provision of water to the right plants, applying fertilizers and pesticides with the right and regular doses and schedules, swift and fast in eradicating pests, diseases and insects, spacing between trees at least 4x4m – 6x6m per tree, cleaning weeds, pruning trees and pruning fruit. There are 3 patterns of channel marketing in the production of gerga oranges, namely first: producer - consumer, second: producer - collector trader - consumer, third: producer - collector trader - wholesaler - consumer. And the last result shows that marketing margin and marketing channel profit is that marketing channel II gets a marketing margin of IDR 3.000/Kg, while for marketing profits IDR 2,000/Kg. marketing channel III gets a marketing margin of IDR 5.000/Kg, while for marketing profits IDR 3,000/Kg. Keyword : comparison, price, gerga orangPlants ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui studi perbandingan kualitas jeruk gerga di Kelurahan Agung Lawangan Kecamatan Dempo Utara Kota Pagar Alam. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan juni sampai agustus 2022. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey, sedangkan metode penarikan contoh yang di gunakan peneliti adalah (purposive sampling). Metode analisis yang di gunakan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif-kuantitatif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa faktor yang membedakan kualitas buah jeruk gerga pada varietas buah jeruk gerga yang sama adalah cara merawat tanaman jeruk tersebut. Hal yang harus di perhatikan ialah pemberian air pada tanaman dengan tepat, pemberian pupuk dan pestisida dengan dosis dan jadwal yang tepat dan teratur, sigap dan cepat dalam pembasmian hama, penyakit dan serangga, jarak tanam antar pohon minimal jarak 4x4m – 6x6m per pohon, pembersihan gulma, pemangkasan ranting pohon dan pemangkasan buah. Diketahui bahwa saluran pemasaran pada produksi buah jeruk gerga ini terdapat 3 pola yaitu pertama : podusen – konsumen, kedua : produsen – pedagang pengecer – konsumen, ketiga : produsen – pedagang pengumpul – pedagang besar – konsumen. Dan hasil yang terakhir dalam penelitian ini menunjukan bahwa marjin pemasaran dan keuntungan pemasaran adalah Saluran pemasaran II mendapatkan margin pemasaran pada pedagang pengecer sebesar Rp 3.000/kg dan mendapatkan keuntungan Rp 2.000/Kg. Saluran pemasaran III mendapatkan margin pemasaran sebesar Rp 5.000/Kg keuntungan pemasaran sebesar Rp3.000/Kg.Kata kunci : perbandingan, harga, tanaman jeruk gerga

    Dampak Pengumuman Covid-19 terhadap Perubahan Harga Saham, Volume Transaksi Saham dan Abnormal Return

    Get PDF
    The purpose of this study is to find out whether there are significant differences between stock prices, stock transaction volume and abnormal returns before and after the announcement of Covid-19 in the Food and Beverage Industry listed on the IDX. The population in this study were Food and Beverage companies listed on the IDX, using a purposive sampling technique so that the number of samples in this study were 14 companies. The analysis in this study was first by conducting a descriptive statistical test, then testing the normality and hypothesis testing. Hypothesis testing was carried out using the Wilcoxon signed rank test of differentials, by calculating stock price data, stock transaction volume and abnormal returns 31 days before and 31 days after the announcement. Based on the results of the analysis conducted, this study shows that there are significant differences in stock prices, stock transaction volume and abnormal returns. Where stock prices have decreased by 11%, stock transaction volume has increased by 24% and abnormal returns have increased by 49% after the announcement of Covid-19 in Indonesia

    ECO-EFFICIENCY TERHADAP NILAI PERUSAHAAN DENGAN DIMEDIASI PROFITABILITAS DAN DIMODERASI FIRM SIZE

    Get PDF
    The aim of this research is to empirically examine the effect of eco-efficiency on firm value mediated by profitability and moderated by firm size. The population in this study are manufacturing companies listed on the Indonesia Stock Exchange for the 2018-2020 period. The sampling technique used purposive sampling and obtained a company with a total sample of 249 samples. Hypothesis testing using multiple regression analysis. The results of this study are eco-efficiency and profitability have an effect on firm value, profitability cannot mediate the effect of eco-efficiency on firm value, and firm size can moderate the effect of eco-efficiency on firm value. The contribution of this research is to provide input for companies and also for external parties in making decisions related to eco-efficiency management and its impact on company value. The limitations of this study are that the research object used is limited to manufacturing companies listed on the Indonesia Stock Exchange, so that the sample used is less broad and cannot accurately describe the extent of company value in Indonesia.

    3,176

    full texts

    3,618

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    E-Jurnal Universitas Muhammadiyah Palembang
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇