E-Jurnal Universitas Muhammadiyah Palembang
Not a member yet
3618 research outputs found
Sort by
ENGLISH AND INDONESIAN LETTER-WRITING
This research is aimed at figuring out the similarities, dissimilarities, and its contribution to TEFL. The qualitative research method was used. To collect the data, the researchers used documentation technique. There were 18 students of English Department of Universitas PGRI Palembang as the subject of this research. To analyze the data, the researchers used qualitative analysis. The findings revealed 4 similarities in heading, salutation, complementary close and signature and 2 dissimilarities in salutation and body of the letter based on the theoretical analysis. Also 5 similarities in heading, salutation, body of the letter, complementary close and signature and 2 dissimilarities in heading and body of the letter based on students’ writing exercises of English and Indonesian letter-writing in Job application letter. In brief, these findings can be utilized to develop teaching materials and supplemental resources in teaching writing.
Analisis kejahatan phising pada sektor e-commerce di marketplace shopee
Cybercrime merupakan kejahatan yang dilakukan dengan menggunakan teknologi komputer sebagai kejahatan utama. Kejahatan yang terjadi di zaman modern ini semakin berkembang dan berbagai kejahatan yang terjadi saat ini juga telah masuk ke dunia maya dalam bentuk kejahatan phising. Kejahatan phising adalah ancaman yang menggunakan teknik manipulatif dan menipu pengguna dengan menyamar sebagai orang yang berwenang, vendor atau peserta e-commerce untuk mendapatkan informasi sensitif pengguna. Penelitian ini membahas tentang faktor penyebab phising dan mencegah ancaman serangan phising yang terjadi pada sektor e-commerce. Metode yang digunakan adalah metode literature review. Faktor penyebab phising adalah minimnya pengetahuan pengguna, penambangan data pengguna, menarik pengguna dengan hadiah, dan sebagainya. Meskipun pencegahan dapat dicapai dengan mengedukasi pengguna, hal ini dapat menghindari ancaman kejahatan phising di email,URL atau situs web dan lain-lain
Kotabumi Dalam Arsip: Electrisch bedrijf Lim Giok Keng te Kotaboemi (1938-1939)
Keberadaan arsip Belanda cukup mudah untuk diakses oleh siapa saja, namun sayangnya masih banyak penulis yang kurang memanfaatkan ketersediaan arsip tersebut. Khususnya dalam hal ini adalah arsip mengenai Kotabumi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menarasikan jejak pemasangan jaringan listrik di daerah onder afdeling Kotabumi atau sekarang bernama Kotabumi, Lampung Utara. Metode yang digunakan adalah kajian pustaka yang akan dibantu dengan pengolahan arsip berupa koran dan majalah yang memberitakan pemasangan aliran listrik di kawasan onder afdeling Kotabumi pada tahun 1938. Listrik sudah menjadi salah satu kebutuhan primer dalam hidup manusia untuk menyokong peradabannya. Listrik menjadi salah satu faktor berkembangnya suatu peradaban manusia di suatu daerah, namun pada masa pemerintahan Hindia Belanda di Indonesia listrik belum begitu merata dan hanya terdapat di beberapa daerah saja. Oleh karena itu, pemerintah Hindia Belanda melakukan pemasangan aliran listrik secara bertahap di beberapa daerah di Indonesia salah satunya adalah Kotabumi yang terletak di Karesidenan Lampung
PENYULUHAN PERNIKAHAN USIA DINI PADA SISWA/SISWI DI MADRASAH ALIYAH DESA TIRTO SARI
Masalah fenomena sosial perkawinan usia muda di Indonesia merupakan salah satu fenomena yang banyak terjadi di berbagai wilayah di tanah air, baik di perkotaan maupun di pedesaan. Hal ini menunjukkan kesederhanaan pola pikir masyarakat sehingga fenomena sosial (pernikahan usia dini) masih berulang terus dan terjadi di berbagai wilayah tanah air baik yang di kota-kota besar maupun di pelosok tanah air. Fenomena perkawinan usia muda akan berdampak pada kehidupan keluarga dan kualitas sumberdaya manusia Indonesia. Usia perkawinan muda berbanding lurus dengan tingginya angka perceraian karena pasangan suami istri yang remaja belum siap untuk membangun kehidupan rumah tangga. Secara psikilogis mereka masih belum matang berfikir, bahkan mereka cendrung labil dan emosional ketika terjadi permasalahan dan pertengkaran dalam rumah tangga yang pada akhirnya berujung pada perceraian. Selain banyaknya terjadi kasus perceraian, kematian bayi dan ibu dalam kasus perkawinan muda merupakan kasus tertinggi di Indonesia. Oleh karena itu fenomena sosial usia perkawinan muda kembali diperbincangkan oleh berbagai pakar dan tokoh masyarakat. Mereka mencoba meninjau kembali UU No.1 1974 pasal 7 ayat 1 yang menyatakan bahwa wanita diperbolehkan kawin pada usia 16 tahun dan laki-laki usia 18 tahun. Oleh karena itu Tulisan ini menjelaskan bagaimana usia perkawinan dini dalam perspektif hukum positif Negara dan hukum Islam. Ada perbedaan antara hukum agama dan negara dalam melihat usia perkawinan dini yang masih terjadi di tanah air
Penemuan Hukum dan Dampak dari Putusan Hakim Lingkungan
Dalam penegakan lingkungan hidup melalui pendekatan hak gugat perdata maka pihak penggugat tidak hanya menderita kerugian materiil akan tetapi dapat pula dirugikan atas rusaknya lingkungan hidup di sekitar tempat tinggalnya. Pada beberapa putusan perdata di bidang lingkungan hidup ditemukan adanya putusan yang merupakan hal yang baru dalam perkembangan hukum lingkungan di Indonesia. Sebagai salah satu institusi kekuasaan negara, lembaga pengadilan memiliki tugas yuridis dalam menjalankan tugas negara, agar tiang negara menjadi tegak dan berfungsi melindungi segenap warga negara. Salah satu tiang negara adalah tegaknya keadilan sebagai bentuk kedaulatan dan kewibawaan negara di mata masyarakat internasional dan bagi rakyat Indonesia sebagai stakeholder atau pemangku kepentingan tegaknya hukum negara Indonesia. Putusan-putusan pengadilan tersebut menunjukkan bahwa majelis hakim dalam memeriksa dan memutus perkara lingkungan hidup belum memahami dan mengusai perhitungan biaya pemulihan lingkungan akibat pencemaran dan/atau perusakan lingkungan hidup. Oleh karena itu hakim dalam menangani perkara-perkara perdata lingkungan hidup tidak cukup dengan menerapkan ketentuan hukum yang telah ada, namun juga memerlukan suatu judicial activism sebagai upaya untuk mengembangkan hukum lingkungan hidup di Indonesi
PENGARUH KONSENTRASI EKSTRAK BAWANG PUTIH (Allium Sativum L) DAN LAMA PERENDAMAN TERHADAP UMUR SIMPAN PEMPEK IKAN GABUS
Pempek merupakan makanan tradisional khas Palembang Sumatera Selatan yang terkenal di seluruh Indonesia. pempek dibuat dari campuran bahan dasar seperti daging ikan giling, tepung tapioka, garam dan bumbu penyedap yang kemudian dimasak dengan cara direbus. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh konsentrasi ekstrak bawang putih (Allium sativum L) dan lama perendaman terhadap umur simpan pempek ikan gabus. Penelitian ini dilaksanakan di laboratorium kimia Universitas Muhammadiyah Palembang dan di Balai Besar Laboratorium Kesehatan. Metode yang digunakan adalah metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang disusun secara Faktorial dengan sembilan kombinasi perlakuan dan diulang sebanyak tiga kali. Faktor perlakuan yang diamati yaitu konsentrasi ekstrak bawang putih antara lain E1 = 10%, E2 = 30% dan E3 = 50% dan lama perendaman antara lain L1 = 10 menit, L2 = 20 menit dan L3 = 30 menit. Parameter yang diamati dalam penelitian ini adalah uji kimia yaitu meliputi kadar air serta keberadaan lendir secara visual. Berdasarkan hasil analisis kadar air tertinggi pada interaksi perlakuan E1L1 (nilai rata-rata 59,139%) dan terendah pada interaksi perlakuan E3L3 (nilai rata-rata 54,323%). Interaksi perlakuan E3L3 (konsentrasi ekstrak bawang putih 50% dan lama perendaman 30 menit) pada hari ke 11 penyimpanan pada suhu dingin belum mengalami terdapat lendir di permukaan pempek ikan gabus. Sedangkan interaksi perlakuan lainnya sudah mulai menunjukkan tanda-tanda kerusakan pempek ikan gabus pada penyimpanan hari ke 10, kerusakannya semakin meningkat dengan bertambahnya waktu simpan. Interaksi perlakuan E3L3 (konsentrasi ekstrak bawang putih 50% dan lama perendaman 30 menit) menghasilkan pempek dengan umur simpan terbaik yaitu selama 12 hari
Identifikasi Kesulitan Mahasiswa dalam Penyelesaian Tugas Studio Perancangan Arsitektur Berdasarkan Tingkat Semester
In the architectural education curriculum, the acquisition of student competencies is facilitated through the engagement in architectural design studio courses. These courses are structured in a sequential manner over the study period. The architectural design studio, constituting a fundamental component of the curriculum, imparts design lessons through practical application, addressing varying project scales and complexities in each semester progressively. Given its central role, the architectural design studio course carries a substantial credit load, surpassing that of other courses in Architectural Education. Consequently, architectural students allocate a significant portion of their study period to studio-based activities. Recognizing the diversity in the scale and complexity of these studios, students encounter a spectrum of experiences and challenges throughout the studio process. This paper aims to identify common problem factors experienced by architecture students during the execution of architectural design studio projects. The insights gathered from this research serve as valuable input for refining the organization and structure of architecture studios. Employing a mixed-method approach, combining qualitative and quantitative research methods, data was collected through online surveys utilizing both open-ended and closed-ended questionnaires. The analysis of the results illuminates the recurring challenges faced by students at different semester levels in completing studio assignments, accompanied by discussions on strategies to address these challenges.Dalam dunia pendidikan arsitektur, terdapat kurikulum khusus yang menjadikan suatu matakuliah menjadi pararel dan bertingkat yakni studio perancangan arsitektur. Pada umumnya studio perancangan dimulai dari semester 1 namun ada pula yang dimulai dari semester 2. Substansi dari studio perancangan arsitektur memberikan pelajaran merancang melalui praktik secara langsung sesuai dengan tema perancangan bangunan pada semester tersebut. Sejauh ini, mata kuliah studio perancangan arsitektur merupakan matakuliah inti dengan jumlah sks lebih banyak antara 4 hingga 6 sks oleh karena itu sering dikatakan sebagai mata kuliah yang cukup sulit dan banyak permasalahan yang dialami. Oleh karena itu penelitian ini akan mengidentifikasi faktor-faktor masalah apa saja yang sering dialami oleh mahasiswa arsitektur dalam menjalani proyek tugas studio perancangan arsitektur. Penelitian ini menggunakan pendekatan mix method penelitian kualitatif dan kuantitatif dengan mengumpulkan data menggunakan survei daring dalam bentuk kuisioner terbuka dan tertutup. Hasil analisis mengungkapkan masalah-masalah yang cenderung terjadi pada masing-masing tingkatan semester serta diskusi terkait penanganan masalah tersebut.
Aplikasi E-Tourism Berbasis Web Kota Pagar Alam Sumatera Selatan
Penerapan sistem informasi dalam berbagai bidang dapat memberikan kemudahan dan kelebihan jika dibandingkan dengan konsep penyampaian informasi konvensional yang pada saat ini dirasakan sangatlah kurang efektif. E-tourism merupakan salah satu terobosan yang dapat mengantikan konsep informasi yang konvensional, dimana dengan adanya e-tourism dapat memberikan kemudahan bagi pengguna dalam mencari informasi yang ingin dicari memalui media internet. Pagar Alam merupakan salah satu kota di sumatera selatan yang memiliki banyak ragam wisata, baik wisata budaya, wisata alam, wisata seni dan lain sebagainya. Seiring berkembangannya industry pariwisata pada saat ini, penerapan E-tourism dapat menjadi salah satu solusi sebagai media promosi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Metode Rapid Application Development (RAD) dengan tahapan sebagai berikut perancangan kebutuhan, desain sistem, proses pengembangan dan pengumpulan feedback, implementasi
PELATIHAN SINKRONISASI NIK DAN NPWP UNTUK MEMUDAHKAN ADMINISTRASI PAJAK
Direktorat Jenderal Pajak (DJP) mewajibkan Wajib Pajak untuk melakukan pemutakhiran dan verifikasi data Nomor Induk Kependudukan (NIK) menjadi Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). kepada seluruh wajib Pajak untuk segera melakukan proses pemadanan NIK menjadi NPWP secara mandiri melalui situs djponline.pajak.go.id sebelum 31 Desember 2023. dengan NIK menjadi NPWP masyarakat menjadi lebih mudah sebab tidak perlu lagi repot mendaftarkan diri ke Kantor Pelayanan Pajak (KPP) karena integrasi NIK sebagai NPWP sudah berjalan. Wajib pajak, baik orang pribadi, wajib pajak badan, maupun wajib pajak instansi pemerintah didorong untuk segera mengintegraiskan Nomor Induk Kependudukan (NIK) nya menjadi Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Pengabdian ini bertujuan untuk mensosialiasasikan kepada masyarakat dalam hal sinkronisasi NIK dan NPWP. Metode yang dilaksanakan ceramah dan penyuluhan serta praktek secara online dalam sinkronisasi NIk dan NPWP bagi peserta yang sudah ada kelengkapannya, selain itu diharapkan tervalidasinya NIK dan NPWP. Hal ini sejalan dengan sudah mulai diterapkannya Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 112/PMK.03/2022. Dalam PMK yang menjadi aturan turunan Peraturan Presiden Nomor 83 Tahun 2021 dan Undang-Undang (UU) Nomor 7 Tahun 2021 penggunaan format baru NPWP ini akan diterapkan Ditjen Pajak dalam seluruh layanan pajak atau kepentingan administrasi pihak lain yang mensyaratkan NPWP mulai 1 Januari 202
Impact of Feed Additives on the Growth of Gourami Fish Seeds (Osphronemus gourami)
The high market demand for gourami has led to an increase in fish farming activities. However, this fish farming activity is constrained by the spawning and breeding process. Gourami fish takes quite a long time in the seed growth phase so it is feared that it can hamper the fulfillment of gourami fish stocks in the market. Several studies have been conducted to shorten the growth time of fish seeds. One of them is in the field of feed. Modification and alternative feed are expected to contribute to science in the cultivation of gourami fish seeds. The purpose of this study was to determine the effect of feeding additives to increase the growth of carp fry (Osphoronemous gouramy). The research was conducted from August to October 2019 using nets in concrete ponds. The research was conducted experimentally using the group randomized design (RAK) method carried out in 4 treatments and 4 groups. The treatments tested were the provision of additional ingredients consisting of P_1 = 15% Probiotic / Kg feed, P_2 = 0.4% Vitamin C / Kg feed, P_3 = 3% Spirulina/kg feed, P_4 = 3.25% Papain enzyme/kg feed. Observation parameters include absolute length growth, absolute weight growth, survival, and feed conversion ratio. The results showed that 3% spirulina/kg and 3.25% papain enzyme/kg had a significant effect on the rate of weight growth and growth