E-Jurnal Universitas Muhammadiyah Palembang
Not a member yet
3618 research outputs found
Sort by
Kekerasan Fisik dalam Rumah Tangga Menurut KUHP dan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga
Kekerasan fisik dalam rumah tangga yang dulu dianggap persoalan pribadi (private), kini menjadi fakta dan realita dalam kehidupan rumah tangga. Dengan berlakunya Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (UU-PKDRT) maka persoalan KDRT menjadi masalah publik. Sebagian besar korban KDRT adalah kaum perempuan (istri) dan pelakunya adalah suami, walaupun ada juga korban justru sebaliknya, atau orang-orang yang tersubordinasi di dalam rumah tangga. Pelaku atau korban KDRT adalah orang yang mempunyai hubungan darah, perkawinan, persusuan, pengasuhan, perwalian,dengan suami, dan anak bahkan pembantu rumah tangga. Ironisnya kasus KDRT sering ditutup- tutupi oleh si korban karena terpaut dengan struktur budaya, agama dan system hukum yang belum dipahami. Padahal perlindungan oleh negara dan masyarakat bertujuan untuk memberi rasa aman terhadap korban serta menindak pelakunya. Jenis penulisan dalam artikel jurnal ini adalah penulisan hukum normatif melalui studi kepustakaan (library research). Pemahaman terkait KDRT khususnya kekerasan fisik yang masih beragam membuat ketidakpastiaan dalam implementasi Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 baik dalam penegakan hukum, dukungan masyarakat, dan tata pemerintahan sehingga penanganan perkara KDRT cenderung merugikan hak korban. Oleh karena itu, untuk mewujudkan Accsess To Justice perlu didukung upaya diantaranya. Pertama, perlu adanya lembaga pelayanan hukum pengadaan dan sengketa yang progresif. Kedua, adanya lembaga-lembaga hukum yang melangsungkan pelatihan dan pendidikan hukum bagi kelompok yang rentan, Ketiga, adanya sarana prasana yang memadai bagi terwujudnya akses terhadap keadilan, dan Keempat, adanya lembaga komplain dan pengawasan terhadap perlindungan, penghormatan dan pemenuhan kelompok-kelompok rentan yang kuat
PEMANFAATAN MEDIA SOSIAL UNTUK PEMASARAN TANAMAN HIAS BONSAI PADA MASA PANDEMI COVID-19 DI DESA SIDOMULYO KECAMATAN GUNUNGMEGANG KABUPATEN MUARA ENIM
ABSTRACTThis study was conducted to determine the social media used for marketing miniaturized tree during the covid-19 pandemic and to determine the perceptions of producers and consumers in marketing miniaturized tree through social media during the covid-19 pandemic. This research was conducted in Sidomulyo Village, Gunung Megang District, Muara Enim Regency from November 2021 to January 2022. The research method used was qualitative with a phenomenological approach. The sampling method used was accidental sampling, where in this study there were 2 samples that became the sampling unit, namely is miniaturized tree producers, totaling 4 people and miniaturized tree consumers totaling 2 people. The data collection methods used in this study were in-depth interviews by inviting resource persons to discuss, observing participation by participating in the daily life of the informants and documenting related to this research. The data processing method used in this study was carried out in 3 stages, namely data condensation, data presentation and conclusion drawing. The data analysis used was descriptive analysis with a qualitative approach. The results showed that the social media used for marketing miniaturized tree during the covid-19 pandemic were Facebook and WhatsApp by utilizing the available features and the intensity of unscheduled use. Then the perception of producers in marketing bonsai ornamental plants through social media during the covid-19 pandemic is that they can reach a wider target consumer, then the perception of consumers is that they can find out more diverse marketing of bonsai ornamental plants through social media during the covid-19 pandemic. ABSTRAKPenelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui media sosial yang digunakan untuk pemasaran tanaman hias bonsai pada masa pandemi covid-19 dan untuk mengetahui persepsi produsen dan konsumen dalam pemasaran tanaman hias bonsai melalui media sosial pada masa pandemi covid-19. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Sidomulyo Kecamatan Gunung Megang Kabupaten Muara Enim pada bulan November 2021 sampai dengan Januari 2022. Metode Penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Metode penarikan contoh yang digunakan adalah accidental sampling atau sampel kebetulan, dimana dalam penelitian ini terdapat 2 contoh yang menjadi unit salmpelnya, yaitu Produsen tanaman hias bonsai yang berjumlah 4 orang dan konsumen tanaman hias bonsai yang berjumlah 2 orang. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara mendalam dengan mengajak narasumber berdiskusi, obsevasi partisipasi dengan ikut serta dalam kehidupan keseharian narasumber dan dokumentasi yang berkaitan dengan penelitian ini. Metode pengolahan data yang digunakan dalam penelitian ini dilakukan dengan 3 tahapan, yaitu kondensasi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan dengan analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial yang digunakan untuk pemasaran tanaman hias bonsai pada masa pandemi covid-19 adalah Facebook dan WhatsApp dengan memanfaatkan fitur yang tersedia serta intensitas penggunaan yang tidak terjadwal. Kemudian persepsi produsen dalam kegiatan pemasaran tanaman hias bonsai melalui media sosial pada masa pandemi covid-19 adalah dapat menjangkau target konsumen yang lebih luas, kemudian persepsi dari konsumen adalah dapat mengetahui pemasaran tanaman hias bonsai yang lebih beragam melalui media sosial pada masa pandemi covid-19
DILEMA PENEGAKAN HUKUM PENYELESAIAN PERTAMBANGAN TANPA IZIN
Aktivitas pertambangan tanpa izin yang dilakukan masyarakat berlangsung selama bertahun-tahun dan merupakan warisan secara turun-temurun. Dimana maraknya aktivitas penambangan emas ilegal yang dilakukan dengan metode tradisional, telah memberikan dampak yang sangat besar, tidak hanya terhadap kelangsungan ekosistem lingkungan hidup, tetapi juga terhadap kehidupan masyarakat yang bertempat tinggal di sekitar wilayah pertambangan, diantaranya ancaman kecelakaan tambang serta penyebaran penyakit yang diakibatkan oleh pencemaran bahan kimia berbahaya pada tanah dan air. Bahkan aktivitas pertambangan tanpa izin telah menyebabkan pendapatan daerah yang bersumber dari sektor tambang menjadi berkurang, terganggunya iklim investasi yang kondusif serta munculnya berbagai konflik sosial, dalam rangka mengoptimalkan upaya penanggulangan aktivitas pertambangan tanpa izin, maka dapat dilakukan langkah-langkah melalui penerapan upaya penal meliputi penerapan sanksi pidana terhadap pihak-pihak yang terlibat dalam aktivitas penambangan emas ilegal sesuai dengan ketentuan yang termaktub dalam peraturan perundang-undangan maupun non penal dengan mendorong pemerintah untuk meningkatkan upaya pembinaan, pengawasan dan pengendalian pengelolaan kegiatan usaha pertambangan serta mengubah pola pikir masyarakat dalam melaksanakan aktivitas penambangan melalui program kemitraan usaha dengan perusahaan pemegang izin usaha pertambangan. Unlicensed mining activities carried out by the community last for years and are a legacy passed down from generation to generation. Where the illegal gold mining activities carried out using traditional methods have had a huge impact, not only on the sustainability of the environmental ecosystem, but also on the lives of the people who live around mining areas, including the threat of mining accidents and the spread of diseases caused by Pollution of hazardous chemicals in soil and water. In fact, mining activities without permits have reduced regional income from the mining sector, disrupted a conducive investment climate and the emergence of various social conflicts. criminal sanctions against parties involved in illegal gold mining activities in accordance with the provisions contained in laws and regulations and non-penalty by encouraging the government to increase efforts to foster, supervise and control the management of mining business activities and change the mindset of the community in carrying out mining activities through a business partnership program with companies holding mining business permits
JENIS MULSA DAN PUPUK ORGANIK KOTORAN SAPI UNTUK MENINGKATKAN PRODUKSI TANAMAN SEMANGKA (Citrullus vulgaris Scard.)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendapatkan jenis mulsa dan dosis pupuk organik yang tepat terhadap produksi tanaman semangka (Cucumis vulgaris Scard..). Penelitian ini telah dilaksanakan di lahan petani di Desa Tanah Lembak, Kec. Rambutan, Kab. Banyuasin Sumatera Selatan yang. Penelitian ini telah dilaksanakan dari bulan Mei sampai Agustus 2022. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan Rancangan Petak Terbagi (Split-plot design) terdiri dari 12 kombinasi perlakuan yang di ulang 3 kali. Adapun perlakuan yang dimaksud adalah sebagai berikut petak utama : jenis mulsa organik (M) yaitu M0 = tanpa mulsa ; M1 = mulsa alang-alang ; M2 = mulsa jerami padi ; M3 = mulsa plastik sedangkan anak petak : dosis pupuk kotoran sapi (D) yaitu D1=10 ton/ha ; D2 = 20 ton/ha ; D3= 30 ton/ha. Peubah yang diamati dalam penelitian ini adalah Diameter buah (cm), Panjang buah (cm), Berat buah pertanaman (kg) dan Berat buah perpetak (kg). Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa secara tabulasi perlakuan kombinasi Secara tabulasi penggunaan jenis mulsa jerami padi dengan dosis pupuk pupuk kandang kotoran sapi 30 ton/ha memberikan hasil tertinggi terhadap produksi tanaman semangka per petak sebesar 49,87 atau setara dengan 66,49 ton/ha. This study aims to determine and obtain the right type of mulch and organic fertilizer dosage for the production of watermelon plants (Cucumis vulgaris Scard..). This research was carried out on farmer's land in Tanah Lembak Village, Kec. Rambutan, Kab. Banyuasin, South Sumatra. This research was conducted from May to August 2022. This research used an experimental method with a Split-plot design consisting of 12 treatment combinations which were repeated 3 times. The treatment in question is as follows main plot: type of organic mulch (M), namely M0 = without mulch; M1 = reed mulch; M2 = rice straw mulch; M3 = plastic mulch while subplots: dose of cow manure (D), namely D1 = 10 tons/ha ; D2 = 20 tonnes/ha ; D3 = 30 tonnes/ha. The variables observed in this study were fruit diameter (cm), fruit length (cm), fruit weight per plot (kg) and fruit weight per plot (kg). Based on the results of the study, it was shown that tabulated combination treatment tabulated the use of rice straw mulch with a dose of 30 tons/ha of cow dung manure gave the highest yield of watermelon plant production per plot of 49.87 or the equivalent of 66.49 tons/ha
APLIKASI JENIS PUPUK ORGANIK DAN DOSIS PUPUK ANORGANIK UNTUK MENINGKATKAN PRODUKSI TANAMAN UBI JALAR (Ipomoea batatas L.)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendapatkan jenis pupuk organik dan dosis pupuk anorganik yang sesuai dalam meningkatkan produksi ubi jalar (Ipomea batatas L.). Penelitian ini telah dilaksanakan di lahan milik petani yang terletak di Desa Tanjung Steko Indralaya Utara km 32 Kabupaten Ogan Ilir Sumatera Selatan. Penelitian ini telah dilaksanakan dari bulan Mei sampai September 2021. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial terdiri dari 12 kombinasi perlakuan yang di ulang 3 kali. Adapun perlakuan yang dimaksud adalah sebagai berikut faktor pertama : jenis pupuk organik (O) yaitu O0 = tanpa pupuk organik ; O1 = pupuk biofosfat ; O2 = pupuk kandang kotoran ayam sedangkan faktor kedua : dosis pupuk anorganik (D) yaitu D1= 25% ; D2= ; 50% ; D3 = 75% ; D4= 100%.. Peubah yang diamati dalam penelitian ini adalah panjang umbi (cm), diameter umbi (mm), berat umbil per tanaman (g) dan berat umbi perpetak (kg). Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa secara tabulasi perlakuan kombinasi jenis pupuk organik biofosfat dengan dosis pupuk anorganik 75 % memberikan produksi tertinggi tanaman ubi jalar sebesar 2,97 kg/petak setara 5,9 ton/ha. This study aims to determine and obtain the appropriate types of organic fertilizers and inorganic fertilizer doses in increasing the production of sweet potato (Ipomea batatas L.). This research was carried out on farmer's land located in Tanjung Steko Indralaya Utara Village km 32, Ogan Ilir District, South Sumatra. This research was conducted from May to September 2021. This research used an experimental method with a Factorial Randomized Group Design (RBD) consisting of 12 treatment combinations which were repeated 3 times. The treatment in question is as follows: first factor: type of organic fertilizer (O), namely O0 = without organic fertilizer; O1 = biophosphate fertilizer; O2 = chicken manure while the second factor: the dose of inorganic fertilizer (D), namely D1 = 25% ; D2= ; 50% ; D3 = 75% ; D4 = 100%. The variables observed in this study were tuber length (cm), tuber diameter (mm), tuber weight per plant (g) and tuber weight per plot (kg). Based on the results of the study, it was shown that in tabulation the combination treatment of organic biophosphate fertilizer with a dose of 75% inorganic fertilizer gave the highest production of sweet potato plants of 2.97 kg/plot equivalent to 5.9 tons/ha
PENINGKATAN PRODUKSI JAGUNG MANIS (Zea mays saccharata Sturt.) DENGAN SISTEM OLAH TANAH DAN TINGKAT PEMUPUKAN KIMIA BERBEDA
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menentukan sistem olah tanah dan tingkat pemupukan kimia yang tepat dalam meningkatkan produksi jagung manis (Zea mays saccharata Sturt.). Penelitian ini telah dilaksanakan di lahan milik petani yang terletak di jalan Sukarela, Kelurahan Kebun Bunga, Kec. Sukarami, Km 7 Palembang Sumatera Selatan. Penelitian ini telah dilaksanakan dari bulan Februari sampai Mei 2022. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan Rancangan Petak Terbagi (Split-plot design) terdiri dari 12 kombinasi perlakuan yang di ulang 3 kali. Adapun perlakuan yang dimaksud adalah sebagai berikut petak utama : sistem pengolahan tanah (T) yaitu T1 = tanpa olah tanah ; T2 = olah tanah minimum ; T3 = olah tanah maksimum sedangkan anak petak : tingkat pemupukan kimia (P) yaitu P0= pupuk organik kotoran sapi ; P1= ; 50% dosis pupuk kimia ; P2 = 75% dosis pupuk kimia ; P3= 100% dosis pupuk kimia. Peubah yang diamati dalam penelitian ini adalah panjang tongkol (cm), diameter tongkol (cm), berat tongkol per tanaman (g) dan produksi perpetak (kg). Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa secara tabulasi perlakuan kombinasi olah tanah maksimum dan tingkat pemupukan kimia 100 % memberikan pengaruh tertinggi terhadap produksi jagung manis sebesar 7,90 kg/petak atau setara 10,53 ton/ha This study aims to determine and determine the tillage system and the appropriate level of chemical fertilization in increasing the production of sweet corn (Zea mays saccharata Sturt.). This research was carried out on farmer's land located on Jalan Sukarela, Kelurahan Kebun Bunga, Kec. Sukarami, Km 7 Palembang, South Sumatra. This research was conducted from February to May 2022. This research used an experimental method with a Split-plot design consisting of 12 treatment combinations which were repeated 3 times. The treatment in question is as follows main plot: tillage system (T), namely T1 = no tillage; T2 = minimum tillage; T3 = maximum tillage, while subplots: level of chemical fertilization (P), namely P0 = cow dung organic fertilizer; P1= ; 50% dose of chemical fertilizers; P2 = 75% dose of chemical fertilizers; P3 = 100% dose of chemical fertilizer. The variables observed in this study were cob length (cm), cob diameter (cm), cob weight per plant (g) and production per plot (kg). Based on the results of the study, it was shown that in tabulation, the maximum tillage combination treatment and 100% chemical fertilization level had the highest effect on sweet corn production of 7.90 kg/plot or equivalent to 10.53 tons/ha
PERAN BAITUL MAAL WA TAMWIL (BMT) DARUSSALAM DALAM MENINGKATKAN PENDAPATAN PEDAGANG DI PASAR SIMPANG SUNGKI KECAMATAN KERTAPATI PALEMBANG
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran Baitul Maal Wa Tamwil (BMT) Darussalam dalam meningkatkan pendapatan pedagang di pasar Simpang Sungki Kecamatan Kertapati Palembang. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive Sampling. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data primer yang diperoleh dari wawancara langsung kepada responden baik dari pengelola maupun anggota. Dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa BMT Darussalam Palembang masih ada beberapa hal yang harus ditingkatkan dalam segi lokasi dan promosi, tetapi BMT sudah cukup baik dalam berperan meningkatkan pendapatan pedagang. Di buktikan dari kegiatan BMT Darussalam Palembang dalam menunjang keberhasilan usaha mikro sudah sesuai dengan rukun dan syarat serta prinsip-prinsip dalam pemberian kredit, yang mana BMT Darussalam Palembang sudah berusaha memenuhi kewajiban-kewajibannya maupun hak-haknya dalam membantu pembiayaan-pembiayaan kepada pelaku usaha mikro yang produktif. Seberapa efektif peran BMT Darussalam Palembang dalam meningkatkan pendapatan pedagang, menurut para responden BMT sejauh ini membuahkan hasil, terbukti dari meningkatnya anggota dan berkembangnya usaha dagangan anggota BMT di pasar simpang Sungki, hanya saja masih butuh melakukan pengembangkan beberapa produk di BMT Darusaalam Palembang
Problematika Guru Matematika Pada Pembelajaran Matematika di SMP Muhammadiyah 3 Depok
One of the causes of difficulties in studying mathematics is the interaction between teachers and students. Teaching and learning are the two types of activities that go into the process of learning mathematics. Combining these two exercises creates a task that encourages communication between students, teachers, and other students. The teacher is a mentor and an example for the students, acting as an educator. This research intends to outline the difficulties math teachers have when teaching students at SMP Muhammadiyah 3 Depok. The technique is a qualitative strategy. An teacher of mathematics at SMP Muhammadiyah 3 Depok served as the research subject. Techniques for collecting data through interviews. According to research, there are three issues that math teachers at SMP 3 Muhammadiyah 3 Depok must deal with:1) poor time management, 2) a discrepancy between the methods used and what was planned, 3) a discrepancy between the material being taught and the ASPD exam material
SASTRA LISAN SERAMBE DI PANGKALAN BALAI: PERUBAHAN DAN KESINAMBUNGAN (CHANGE AND CONTINUITY)
Serambe adalah sastra lisan berbentuk pantun berirama yang hidup di Kecamatan Pangkalan Balai, Kabupaten Banyuasin, Sumatra Selatan. Muatan serambe membawa nilai budaya, nilai religi, dan pesan moral yang bersifat universal, serta sebagai wujud kebudayaan serambe mengandung berbagai simbol dan makna yang menyertainya. Pada masa kini terjadi banyak perubahan pada serambe meskipun tetap menyisakan bentuk dan isi aslinya. Tulisan ini bertujuan mengkaji bentuk-bentuk perubahan dan kesinambungan (change and continuity) tersebut. Metode yang digunakan adalah dengan metode etnografi dan simbolik yang dianalisis secara deskriptif analitik. Data diperoleh dari hasil wawancara narasumber, buku, rekaman-rekaman peristiwa Timbang Kepala Kerbau dan lantunan serambe yang diperoleh dari narasumber dan internet. Hasil penelitian menunjukkan bahwa serambe sebagai bentuk akulturasi Islam dan budaya lokal mengalami perkembangan/perubahan tetapi tetap mempertahankan (continuity) berupa pola isi, bentuk, gaya/irama pantun.Serambe pada masa kini tetap berisi nilai-nilai luhur yang universal, berbentuk sastra pantun, dan berirama sama dengan serambe masa lalu. Perubahan (change) yang terjadi pada serambe, yaitu berupa peralihan ranah, fungsi, pengembangan cara publikasi/sosialisasi, bahasa, proses regenerasi, dan atribut lain. Simbol-simbol budaya berkembang meluas meskipun maknanya banyak yang dipertahankan
Model Penilaian Kinerja Green Supply Chain Management dengan Pendekatan Green Supply Chain Operation Reference Untuk Mengurangi Pencemaran Lingkungan
Green Supply Chain Management didefenisikan sebagai aktifitas manufaktur yang ramah lingkungan (Green Manufacturing), kegiatan pendistribusian yang juga ramah lingkungan (Green Distribution) serta reserve logistic. UKM Kain Jumputan merupakan salah satu UKM yang ada di Kota Palembang. Penelitian ini mengenai penilaian kinerja Green Supply Chain Management di UKM Kain Jumputan agar UKM ini dapat terus mengembangkan usahanya dengan baik serta memberikan rekomendasi perbaikan berdasarkan hasil pengukuran kinerja yang telah dilakukan. Penelitian ini menggunakan metode Green SCOR Untuk mengukur kinerja Green Supply Chain Management kemudian didukung dengan metode pembobotan AHP. Dari hasil perhitungan diperoleh nilai kinerja sebesar 79,4. Hal ini berarti UKM tersebut dalam kategori Good. Namun terdapat 6 KPI dari 24 KPI yang membutuhkan perbaikan. Perbaikan yang disarankan pada UKM diantaranya Percentage supplier with an EMS, Recycleable waste, Sewege treatment plant cost, Defective product recycleable, Percentage of solid waste recycling, Percentage of waterwaste recycling Green Supply Chain Management is defined as environmentally friendly manufacturing activities (Green Manufacturing), distribution activities that are also environmentally friendly (Green Distribution) and reserve logistics. JUmputan Cloth UKM is one of the UKM in Palembang City. This research is about evaluating the performance of Green Supply Chain Management in the Jumputan Fabric UKM so that these UKM can continue to develop their business well and provide recommendations for improvements based on the results of performance measurements that have been carried out. This study uses the Green SCOR method to measure the performance of Green Supply Chain Management and is supported by the AHP weighting method. From the calculation results obtained a performance value of 79.4. This means that the UKM is in the Good category. However, there are 6 out of 24 KPIs that need improvement. Suggested improvements for SMEs include Percentage supplier with an EMS, Recycleable waste, Sewege treatment plant costs, Recycleable Defective products, Percentage of solid waste recycling, Percentage of waterwaste recyclin