E-Jurnal Universitas Muhammadiyah Palembang
Not a member yet
3618 research outputs found
Sort by
Hubungan Insomnia terhadap Kualitas Hidup Pasien
Insomnia adalah keluhan yang dirasakan seseorang ketika tidur yang kurang baik secara kuantitas atau kualitas. Pasien insomnia biasanya mengeluh kesulitan memulai tidur, mempertahankan kontinuitas tidur maupun kualitas tidur yang buruk. Hal tersebut akan menyebabkan terganggunya aktivitas sehari-hari dan berujung menurunkan kulaitas hidup seseorang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan insomnia terhadap kualitas hidup pada pasien di Klinik Dokter Keluarga Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Palembang dengan jenis penelitian observasional analitik dan desain penelitian cross sectional. Jumlah sampel penelitian ini sebanyak 35 sampel yang diambil secara total sampling sedangakan hasil penelitian diuji menggunakan uji statistik Chi-square. Pada penelitian ini, didapatkan p value 0.028 (p value <0,05). Hasil tersebut menunjukkan terdapat hubungan insomnia dengan kualitas hidup pada pasien di Klinik Dokter Keluarga Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Palembang
Bioconversion of Coffee Fruit Bark Waste into Commercially Valued, Healthy, and High-Quality Compost Fertilizer as a Solution for Community Economic Independence and Environmental Sustainability
Coffee is one of the plantation commodities in Indonesia which has quite high economic value among other plantation commodities such as cocoa and tea. Ulubelu District is one of the largest coffee producing areas in Lampung Province with a land area of 7,549 hectares with a production capacity of 4,970 tons/year which has the potential to produce 7.8 tons/year of coffee fruit skin waste. So there is a need for a solution to process coffee fruit skin waste into a product that has sales value and use value for the community. The aim of this community service activity is as an alternative to increasing community knowledge and skills in utilizing local potential into local products. The method applied in this service is to carry out several stages such as pre-activity, outreach, implementation and evaluation of activities. The result of carrying out this service activity is an increase in the community's knowledge and skills in utilizing and processing the potential of coffee fruit skin waste into healthy and quality compost. Apart from that, the aim of carrying out this service is to create a new business community so that it can improve community welfare from the community's ability to utilize local potential into local products that have marketable value
PENGEMBANGAN MODUL AJAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM BERBASIS KURIKULUM MERDEKA DI SMP NEGERI 15 PALEMBANG
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui “Bagaimana Pengembangan Modul Ajar Pendidikan Agama Islam Berbasis Kurikulum Merdeka di SMP Negeri 15 Palembang”.sehingga modul ajar tersebut bisa di pakai oleh Siswa Menengah Pertama. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian dan pengembangan atau Research and Development (R&D) yang bertujuan untuk menghasilkan produk tertentu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa; pertama,Modul ajar perlu dikembangkan agar bahan ajar yang di gunakan untuk proses pembelajaran menyesuaikan dengan kebutuhan peserta didik sehingga tercapainya tujuan pembelajaran khususnya dalam mengembangkan modul ajar Pendidikan Agama Islam salah satunya adalah materi Al-Qur’an dan sunah sebagai pedoman hidup yang mana pada materi tersebut terdapat hukum bacaan yang lumayan sulit mereka pahami. Kedua, adapun langkah-langkah pengembangan modul ajar adalah (1) Menganalisis kebutuhan, (2) Mendesain storyboard modul ajar, (3) penyusunan modul ajar mulai dari idendtitas umum, kompetensi awal, dan lampiran. Dan ketiga, Modul ajar yang dikembangkan oleh peneliti sudah sangat layak dan efektif untuk diterapkan kepada peserta didik sebagai bahan ajar dalam proses pembelajaran. Hal ini terbukti dari hasil uji respons skala kecil bisa diketahui bahwa desain cover yang terdapat pada modul ajar sudah menarik, tampilan warna modul ajar menarik dan jelas serta pemilihan gambar telah sesuai denga nisi materi, selanjutnya penyampaian pada modul ajar mendorong peserta didik berdiskusi dengan teman sekelas sehingga membuat peserta didik tertarik dengan modul yang telah dikembangkan. Uji respons skala kecil mendapatkan nilai presentase sebesar 97,48, hasil tersebut memenuhi kategori “Sangat Menarik”.
PERBUATAN MELAWAN HUKUM DALAM PERSPEKTIF HUKUM EKONOMI SYARIAH
This study aims to investigate the concept of unlawful acts within the framework of Islamic economics, focusing on the understanding and elements involving civil aspects. The literature study method is used to detail the understanding of unlawful acts in Islamic civil law, by analyzing definitions and elements involving the loss of others. The introduction of this study discusses the background of the importance of understanding unlawful acts in the context of sharia economics, by detailing the differences between unlawful acts in civil law and criminal acts. The theoretical framework covers the concept of Islamic economic law and its principles relevant to unlawful acts. The research method of literature study is carried out by accessing key literature in Islamic economic law. The findings present a deep understanding of the elements of unlawful acts, including their relation to sharia principles. The conclusion of this study underscores the complexity of unlawful acts in Islamic economics and provides a view of its implications in the civil context. This research is expected to provide a foundation for the development of further thinking in this field, by strengthening the understanding of legal concepts underlying unlawful acts in the context of Islamic economics
Peran Guru Pendidikan Agama Islam dalam Membentuk Karakter Siswa di SD IT Bakti 2 Siratul Jannah
Pembentukan karakter Islami di sekolah tidak lepas dari peran guru Pendidikan Agama Islam (PAI). Sebab guru Pendidikan Agama Islam (PAI) adalah sosok, teladan, idola bagi peserta didiknya yang mampu mewarnai peserta didik menjadi karakter Islami melalui keteladanan dan pembiasaan. Tujuan penelitian ini adalah: (1) mendeskripsikan peran guru pendidikan agama Islam (PAI) dalam pembentukan karakter Islami siswa di SD IT BAKTI 2 NAIRATUL JANNAH. (2) Mendeskripsikan Karakter Islami Siswa di SD IT BAKTI 2 NAIRATUL JANNAH. Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Selanjutnya analisis data dilakukan dengan menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif, yaitu berupa penyajian data tertulis mengenai data yang berkaitan. Langkah selanjutnya adalah menguji keabsahan data dengan memperluas partisipasi, ketekunan observasi dan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran guru Pendidikan Agama Islam dalam pembentukan karakter Islami siswa di SD IT BAKTI 2 NAIRATUL JANNAH sebagai berikut: guru sebagai pembimbing, guru sebagai pendidik, guru sebagai motivator dan guru sebagai evaluator. Dan karakter keislaman siswa di SD IT BAKTI 2 NAIRATUL JANNAH adalah baik, sopan dan santun yang diwujudkan dengan semangat siswa ketika mengikuti acara keagamaan, dibiasakan membaca Alquran sehingga membentuk karakter cinta Alquran, selalu santun kepada siapapun, berkata jujur, sabar, semangat dalam beribadah, salam salim kepada ibu/bapak guru ketika memasuki gerbang yang melatih siswa bersikap sopan, santun dan hormat kepada orang yang lebih tua, taat kepada Allah dengan shalat berjamaah, shalat dhuha, sholat sebelum belajar, Istighosah, peringatan hari besar Islam, santunan anak yatim.
PENGGUNAAN GAYA BAHASA PERUMPAMAAN DALAM NOVEL LAUT BERCERITA KARYA LEILA S. CHUDORI
Penelitian ini ini bertujuan mendeskripsikan gaya Bahasa perumpamaan dalam novel Laut Bercerita karya Leila S. Chudori. Penelitian ini menganalisis novel Laut Bercerita karya Leila S. Chudori. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Penelitian ini menggunakan metode content analysis atau analisis struktur penggunaan gaya bahasa dalam kalimat. Data| dalam penelitian ini adalah novel Laut Bercerita| karya| Leila| S. Chudori yang berupa| kata-kata, dialog, frasa, alinea, klausa maupun kalimat yang mengandung gaya bahasa. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, diperoleh hasil berupa penggunaan gaya bahasa perumpamaan sebanyak 26 data dalam novel Laut Bercerita. Penulis banyak mengumpamakan sebuah kejadian atau watak dengan benda lainnya yang memiliki sifat atau deskripsi yang sama bertujuan untuk mempengaruhi pembaca. Data tersebut merupakan contoh pemanfaatan bentuk penggunaan gaya bahasa perumpamaan, yang unik dan menimbulkan efek estetis pada pembaca. Maka, dapat disimpulkan makna gaya bahasa perumpamaan pada novel Laut Bercerita disampaikan secara implisit oleh penulis yang di mana pembaca harus menafsirkan sendiri dengan menggunakan akal pikiran dan kepekaan batinnya. Penulis banyak membandingkan satu hal dengan hal lain, dengan penyampaian yang sedikit berlebihan untuk menekankan maksud yang ingin disampaikan
THE EXPLORATION OF STUDENTS’ ATTITUDES TOWARDS BI/MULTILINGUALISM ACQUISITION: A CASE STUDY OF NON-ENGLISH MAJOR STUDENTS
Attitudes refer to the behavior of how people respond to their own language or are being taught. A qualitative research design with 27 students of Non-English Major at Private University. The collected data was questionnaire and in-depth interview. The data were analyzed using the percentage analysis and thematic analysis. The result indicates students’ attitudes towards L1, L2, L3, L4 etc. In opinion, L1 and L2 were still maintained and used in daily activities, whereas foreign languages such as L3 or L4 seem to get much more exposure through social media or formal domains. In the feeling aspect, the majority of students were excited to learn their languages that were implemented in the classroom due to challenging and fun. However, foreign language as their L3 or L4 was still distracted from learning in the classroom. In language use, L1 and L2 are used in the surrounding environment for communicating with their relatives, friends, and etc., L3 or L4 seems to be required for formal domain, social status and future career. Building on these results, techniques and strategies could be applied in the classroom and the parents could encourage their mother tongues to use in a certain place and keep on maintaining to encourage students’ attitudes.
POLA KOMUNIKASI PENYULUH PERTANIAN DALAM PEMBINAAN USAHATANI TANAMAN GAMBAS PADA KELOMPOK TANI BANGAU DI DESA REJODADI KECAMATAN SEMBAWA KABUPATEN BANYUASIN
ABSTRACTThis research was conducted to determine the communication patterns of agricultural extension workers and communication constraints of agricultural extension agents in fostering Luffafarming. This research was conducted in Rejodadi Village, Sembawa District, Banyuasin Regency, South Sumatra Province. in January - February 2023. The research method used is phenomenology. while the sampling method used in this study was Non-Probablity Sampling (a sample based on certain considerations and characteristics). The informants in this study were one agricultural extension worker, the head of the stork farmer group and the luffa farmer in Rejodadi Village, Sembawa District, Banyuasin Regency. Data collection methods used in this study were in-depth interviews, participatory observation and documentation. The data processing method used (data condensation, data presentation, describing and drawing conclusions) and data analysis used is descriptive-qualitative analysis.The results showed that the communication patterns of agricultural extension agents in fostering gambas farming in Rejodadi Village used a two-way communication pattern, meaning that there was reciprocity given by extension agents to farmers in extension activities that occurred in the field, namely when discussing and sharing with farmers to solve problems with the squash farming. The communication constraints of agricultural extension workers in fostering gambas farming in Rejodadi Village, Sembawa District, Banyuasin Regency that occur are environmental and technical constraints. Environmental constraints, namely interference with vehicle noise during extension activities and weather conditions during the rainy season. While the technical constraints that occur are infrastructure in the form of extension equipment and the selection of communication media used by extension workers in the form of mobile phones during agricultural extension activities.ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola komunikasi penyuluh pertanian dan kendala komunikasi penyuluh pertanian dalam pembinaan usahatani gambas. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Rejodadi Kecamatan Sembawa Kabupaten Banyuasin Provinsi Sumatera Selatan. pada bulan Januari - Februari 2023. Metode Penelitian yang digunakan adalah fenomenologi. sedangkan metode penarikan contoh yang digunakan dalam penelitian ini adalah Non Probablity Sampling(sampel yang berdasarkan pertimbangan dan ciri khas tertentu) informan dalam penelitian ini yaitu satu orang penyuluh pertanian, ketua kelompok tani dan petani gambas yang ada di Desa Rejodadi Kecamatan Sembawa Kabupaten Banyuasin. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara mendalam, observasi partisipasi dan dokumentasi. Metode pengolahan data yang digunakan (kondensasi data, penyajian data, menggambarkan dan menarik kesimpulan)dan analisis data yang digunakan adalah analisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pola komunikasi penyuluh pertanian dalam pembinaan usahatani gambas di Desa Rejodadi menggunakan pola komunikasi dua arah artinya ada timbal balik yang diberikan penyuluh kepada petani pada aktivitas penyuluhan yang terjadi dilapangan yaitu pada saat berdiskusi dan sharing dengan petani untuk memecahkan permasalahan usahatani gambas tersebut.Kendala komunikasi penyuluh pertanian dalam pembinaan usahatani gambas di Desa Rejodadi Kecamatan Sembawa Kabupaten Banyuasin yang terjadi adalah kendala lingkungan dan teknis. kendala Lingkungan yaitu gangguan akan suara kendaraan pada saat aktivitas penyuluhan dan kondisi cuaca pada saat musim penghujan. Sedangkan kendala teknis yang terjadi yaitu prasarana berupa alat transportasi penyuluh dan pemilihan media komunikasi yang digunakan penyuluh berupa handphone pada saat aktivitas penyuluhan pertanian
Training and Mentoring: Improving Pedagogical Competence of Catholic Religious Education Teachers
Improving the pedagogical competence of Catholic Religious Education teachers in Karo District's elementary schools is typically carried out through Teacher Working Groups (KKG) or workshops. Workshops for teachers usually focus on developing instructional materials. The implementation of Community Service (PkM) aims to enhance the pedagogical competence of teachers in planning and conducting lessons, organizing educational teaching methods, and utilizing information technology in teaching. The PkM activities consist of a two-day training session followed by two months of mentoring. The results show a significant improvement in the indicators of teachers' pedagogical competence, while partner satisfaction evaluations reflect the positive impact of these activities. It is expected that the Director General of Catholic Religious Affairs will ensure that each teacher competency improvement program includes concrete steps and a continuous monitoring and evaluation system to ensure the effective sustainability of pedagogical competence enhancement
Analisis Pendidikan di India dan Perbandingannya dengan Pendidikan Indonesia
Penelitian ini merupakan penelitian pustaka yang bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana pendidikan di India dan perbandingannya dengan pendidikan di Indonesia mulai dari pendidikan karakter usia dini di mana Lembaga Pendidikan dasar bertanggung jawab mengembangkan dan melaksanakan pendidikan karakter bangsa dalam rangka memajukan keberadaban bangsa, dan menghasilkan manusia yang berkualitas dalam seluruh dimensi kepribadiannya. Meskipun secara umum kurikulum pendidikan di setiap Negara memiliki persamaan akan tetapi secara spesifik setiap Negara memiliki keunikan yang berbeda antara pendidikan satu Negara dengan Negara yang lainnya begitupun perbandingan pendidikan Indonesia dan India. Dalam artikel ini juga membahas tentang manakah pendidikan yang lebih maju antara pendidikan di India atau di Indonesia serta bagaimana metode yang di gunakan oleh Negara tersebut sehingga dapat dikatakan sebagai Negara yang memiliki pendidikan yang cukup bagus sehingga itu dapat menjadi pembelajaran bagi Negara lain untuk pendidikan kedepannya. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian adalah Pendidikan sekolah di India telah mengembangkan nilai-nilai dasar dan masyarakat yang berlandaskan pengetahuan agama nilai pendidikan, dan pendidikan tentang agama tidak membentuk subyek studi atau ujian yang terpisah, melainkan terintegrasi secara bijaksana. Semua mata pelajaran di bidang skolastik serta semua kegiatan dan program di bidang skolastik sehingga tujuan pendidikan nilai dan agama akan secara langsung dan tidak langsung tercapai di ruang kelas. Sedangkan pendidkan di Indonesia berlandaskan pada agama tetapi pada ideologi bangsa yaitu Pancasila. Sehingga dalam implementasi pendidikan maka nilai pancasila harus tergandung di dalamnya. Namun, nilai-nilai agama juga tetap terkandung dalam pendidikan