E-Jurnal Universitas Muhammadiyah Palembang
Not a member yet
3618 research outputs found
Sort by
USING CHORAL READING STRATEGY TO IMPROVE STUDENTS’ READING COMPREHENSION ACHIEVEMENT
This study aimed to enhance reading comprehension achievement of seventh graders by implementing choral reading strategy. The research was conducted with seventh-grade students from SMP Setia Darma Palembang, totaling 31 participants. The study used both a pretest and a posttest as instruments. Initially, the researcher administered the pre-test, followed by a treatment using choral reading, and concluded with the post-test. To analyze the data, a One Sample T-test was employed. The results showed a mean difference of -23.03226, a standard deviation of 8.64285, and a standard error mean of 1.55230. The lower and upper differences were -26.20248 and -19.86203, respectively, with a degree of freedom (df) of 30. The two-tailed significance (Sig) value was .000, which is less than the 0.05 significance level. The t-table value was -14.837, which is much greater than the critical value of 1.697 for 31 subjects. This indicates a significant improvement in students' reading comprehension achievement after using choral reading
Pelaporan Harta Kekayaan Aparatur Sipil Negara Untuk Mendukung Pemerintahan yang Bersih di Lingkungan Polres Kabupaten Madiun
Pada saat penyelenggara negara menduduki jabatan tertentu tentu ada yang bertindak secara bebas atau berdasarkan kemauan mereka sendiri. Maka hal itu akan membuka peluang penyalahgunaan kewenangan yang mengakibatkan kerugian rakyat. Dalam SE Menpan-RB No. 2 Tahun 2023 tentang Penyampaian Laporan Harta Kekayaan Aparatur Negara (LHKAN) dijelaskan bahwa ASN, TNI dan Polri wajib menyampaikan informasi harta kekayaan dalam bentuk SPT Tahunan. Hal ini membuat penulis tertarik untuk meneliti sistem serta kepatuhan yang dilakukan oleh Pegawai Negeri di Lingkungan Polres Madiun khususnya Pegawai Negeri Sipil. Pegawai Negeri Sipil adalah warga negara Indonesia yang memenuhi syarat tertentu, diangkat sebagai pegawai Aparatur Sipil Negara secara tetap oleh pejabat pembina kepegawaian untuk menduduki jabatan pemerintahan. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah : Bagaimana sistem laporan harta kekayaan Aparatur Sipil Negara yang dilakukan oleh Pegawai Negeri Sipil pada Polri di Kepolisian Resor Kabupaten Madiun? Dan Apakah indikator pencapaian prinsip transparansi good governance dalam LHKASN di Kepolisian Resor Kabupaten Madiun?, Jenis Penelitian yang digunakan yaitu penulisan hukum empiris dengan teknik analisis data kualitatif. Hasil penelitian diketahui bahwa prosedur pelaporan ada tiga yaitu sosialisasi, pengisian SPT Tahunan dan akumulasi hasil laporan yang dicocokkan dengan pendapatan mereka dan hasil laporan pengisian SPT Tahunan yang diterima yaitu bukti penerimaan elektronik. Hasil laporan tersebut dijadikan sebagai ukuran untuk prinsip transparansi dalam good governance yang mana para PNS di Polres Madiun sudah patuh dan jujur dalam melaporkan harta kekayaan aparatur sipil negara
Pengembangan Media Pembelajaran Big Snake And Ladder Game Berbasis Budaya Palembang pada Materi Bilangan Bulat untuk Siswa Kelas VII SMP
Mathematics is one of the of the most important subjects in elementary through high school education. Learning media is one of the as a tool in activities in the teaching and learning process. This research aims to see the process and produce learning media big snake and ladder game based on Palembang culture.Palembang integer material for VII grade junior high school students that are valid and practical. This type of research is Development research ADDIE model (Analysis, Design,Development, Implementation, Evaluation). The subjects used were students of Class VII.7 at SMP Negeri 26 Palembang with a total of 26 students. Data collection techniques using Using walk-through and questionnaire sheets. Validation stage on Development of big snake and ladder game learning media on integers. Integers for VII grade junior high school students through 2 stages of validation. The research Developed is declared good quality with the following results: 1) Validity test with an average score of 83.76% with the criteria “very valid”; 2) Practicality test with an average teacher response score of 83.33% and an average student response score of (small group) 92% with the criteria “very practical” as well as the average rating of the students’ response in the large group test (field test). Large group test (field test) 85.81% with “very practical” criteria
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKTIVITAS KERJA KARYAWAN PEMANEN KELAPA SAWIT DI PT SUMATERA SAWIT LESTARI (SSL) DI KABUPATEN MUSI RAWAS UTARA
ABSTRACTThis study aims to analyze the factors that affect the productivity of harvest labor at PT SSL, focusing on working conditions, task distribution, worker health, and incentive policies. The research results are expected to provide recommendations to improve labor efficiency and welfare, so that the company's productivity can remain optimal. This study also aims to describe the characteristics of harvest labor and the factors that influence the productivity of oil palm harvesters at PT. Sumatera Sawit Lestari (SSL). The research method used in this study is the simple random sampling method. The informants in this study are 30 people who are oil palm harvest workers at PT. Sumatera Sawit Lestari (SSL). The data collection methods used in this study are observation, interviews, and documentation. The data processing methods used include editing, coding, and tabulating. Data were analyzed using a qualitative approach. The research results show that: (1) The characteristics of respondents include productive age over 40 years, covering 60.00% of the total respondents, with a work period of more than 11 years (83.34%), reflecting a high level of experience. The majority of workers have 3–5 family dependents and most travel a distance of 3–4 km to the plantation site. (2) Factors such as age, length of service, family dependents, and travel distance simultaneously have a significant effect on labor productivity, with an F-count value of 12.24 > F-table value of 2.69 at a 90% confidence level. However, partially, only length of service has a significant effect on labor productivity, with a t-count value of 15.888 > t-table 2.060 and p 0.05, so they do not have a significant effect. The R² value of 0.6620 indicates that the independent variables can only explain 66.20% of the variation in labor productivity, while the rest is influenced by other factors outside the model. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakteristik tenaga kerja pemanen dan faktor –faktor apa saja yang berpengaruh terhadap produktivitas tenaga kerja pemanen kelapa sawit di PT. Sumatera Sawit Lestari (SSL). Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Simple random sampling. Informan dalam penelitian ini yaitu 30 orang yang merupakan para tenaga kerja pemanen kelapa sawit PT. Sumatera Sawit Lestari (SSL). Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Metode pengolahan data yang digunakan (editing, coding dan tabulating). Menganalisis Data dengan menggunakan pendekatan Kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan 1) Karakteristik responden meliputi usia yang dimana memiliki usia produktif >40 yang mencakup 60,00% dari total responden dengan masa kerja lebih dari 11 tahun (83,34%), mencerminkan tingkat pengalaman tinggi. Mayoritas tenaga kerja memiliki 3–5 tanggungan keluarga serta sebagian besar tenaga kerja menempuh jarak 3–4 km ke lokasi kebun. 2) Faktor-faktor seperti umur, masa kerja, tanggungan keluarga, dan jarak tempuh secara simultan memiliki pengaruh signifikan terhadap produktivitas tenaga kerja, dengan nilai Fhitung sebesar 12,24 > Ftabel sebesar 2,69 pada tingkat kepercayaan 90%. Namun, secara parsial, hanya masa kerja yang memiliki pengaruh signifikan terhadap produktivitas tenaga kerja dengan nilai thitung sebesar 15,888 > ttabel 2,060 dan p 0,05, sehingga tidak memiliki pengaruh signifikan. Nilai R² sebesar 0,6620 menunjukkan bahwa variabel independen hanya mampu menjelaskan 66,20% dari variasi produktivitas tenaga kerja, sementara sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar model
ANALISIS SISTEM BAGI HASIL PADA USAHATANI CABAI MERAH (Capsicum annuum L) DI DESA TANJUNG TIGA
ABSTRACTThis research was conducted to understand how the profit-sharing system operates in Tanjung Tiga Village. The research was carried out in Tanjung Tiga Village, Semende Darat Ulu District, Muara Enim Regency, from October 2024 to December 2024. The research method used was the survey method, and the sampling method applied was the census method, where the respondents in this study were 9 tenant farmers and 9 red chili landowners in Tanjung Tiga Village. Data collection methods used in this research included observation, interviews, and documentation. Data processing methods consisted of data editing, coding and transformation, The research results showed that profit sharing in Tanjung Tiga Village varied: 50% for the landowner and 50% for the tenant farmer, 40% for the landowner and 60% for the tenant farmer, or 30% for the landowner and 70% for the tenant farmer. The factors that cause landowners to cooperate with cultivators are, landowners and capital have many work activities both in the farming and non-farming sectors, landowners do not have the expertise to farm red chilies, which is a factor for landowners to share profits because their expertise is limited to coffee farming, and the land they own is far from their homes.After the income is obtained, it will be divided according to the agreement where the distribution of results in Tanjung Tiga Village is divided into 3 groups, namely the division of 30% and 70% with the income obtained by the land owner of Rp. 9,193,223, the cultivator of Rp. 21,450,855. the second group is the division of 40% and 60% where the land owner is Rp. 22.149.645 and the cultivator is Rp.33.224.468. and the third group is the division of 50% and 50%, namely the land owner gets Rp. 20,609,477.5 and the cultivator is 20,609,477.5.ABSTRAKPenelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui bagaimana sistem bagi hasil pada usahatani cabai merah, di Desa Tanjung Tiga. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Tanjung Tiga Kecamatan Semende Darat Ulu Kabupaten Muara Enim pada bulan Oktober 2024 - Desember 2024. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey. Sedangkan metode penarikan contoh yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sensus, dimana Responden dalam penelitian ini adalah 9 petani penggarap dan 9 pemilik lahan cabai merah di Desa Tanjung Tiga. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Metode pengolahan data yang digunakan adalah pengeditan data (editing), pengkodean dan transformasi data (coding), dan tabulansi (tabulating). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembagian hasil pertanian di Desa Tanjung Tiga 50% kepada pemilik modal dan 50% ke penggarap, ada juga 40% untuk pemilik lahan dan 60% untuk penggarap dan ada juga 30% untuk pemilik lahan dan 70% untuk penggarap. Adapun faktor pemilik lahan melakukan bagi hasil adalah, pemilik lahan memiliki beberapa pekerjaan baik itu disektor usahatani maupun non-usahatani, pemilik lahan tidak mempunyai keahlian berusahatani cabai merah, dan lahan yang dimiliki jauh dari tempat tinggalnya. Dan pendapatan yang oleh petani cabai merah di Desa Tanjung Tiga Kecamatan Semende Darat Ulu Kabupaten Muara Enim sebesar Rp. 57.789.149/Lg/MT. Adapun faktor yang menyebabkan pemilik lahan melakukan kerjasama dengan penggarap adalah, pemilik lahan dan modal memiliki banyak aktivitas pekerjaan baik di sektor usahatani maupun non-usahatani, pemilik lahan tidak mempunyai keahlian berusahatani cabai merah menjadi faktor pemilik lahan melakukan bagi hasil karena keahlian mereka terbatas pada pertanian kopi, dan lahan yang dimiliki jauh dari tempat tinggalnya.Pendapatan ini diperoleh setelah dikurangi seluruh biaya produksi dari total penerimaan hasil panen, setelah pendapatan diperoleh maka akan di bagi sesuai dengan kesepakatan dimana pembagian hasil di Desa Tanjung Tiga terbagi menjadi 3 kelompok yaitu pembagian 30% dan 70% dengan pendapatan yang di peroleh pemilik lahan sebesar Rp 9.193.223, penggarap sebesar Rp. 21.450.855. kelompok kedua yaitu pembagian 40% dan 60% dimana pemilik lahan sebesar Rp.22.149.645 dan penggarap sebesar Rp.33.224.468. dan kelompok ke tiga yaitu pembagian 50% dan 50% yaitu pemilik lahan mendapatkan sebesar Rp. 20.609.477,5 dan penggarap sebesar 20.609.477,5
PRODUK TURUNAN TANAMAN NANAS QUEEN DI AGROWISATA NANAS PRABUMULIH KECAMATAN PRABUMULIH TIMUR KOTA PRABUMULIH
ABSTRACTThe research aims to increase the added value of agricultural products and open new economic opportunities for the community. The Karya Muda Farmers Group in East Prabumulih has successfully optimized the potential of pineapples by processing them into various derivative products such as pineapple chips and leaf fiber, thereby extending the shelf life of the harvest. This study aims to examine the development of derivative products from Queen pineapple plants at Prabumulih Pineapple Agro-tourism and their contribution to improving farmers' welfare and strengthening the local economy. Specifically, this research seeks to identify the types of derivative products made from Queen pineapples and determine the income generated from these processed products at Prabumulih Pineapple Agro-tourism. The research method used in this study is purposive sampling. Respondents in this study consisted of 15 people, including 1 pineapple agro-tourism owner, 7 agro-tourism employees, and 7 women from the Karya Muda MSMEs group. The data collection methods employed were observation, interviews, and documentation. The data processing methods included editing, coding, and tabulating. Data analysis was conducted using a qualitative approach. The research results show: 1) The derivative products produced from Queen pineapple plants at Prabumulih Pineapple Agro-tourism are pineapple chips, pineapple wajik (a traditional sweet snack), pineapple jam, and pineapple leaf fiber. 2) The income generated from the derivative products of Queen pineapple at Prabumulih Pineapple Agro-tourism amounts to IDR 2,492,510 per year from pineapple chips, IDR 10,050,875 per year from pineapple jam, IDR 19,742,875 per year from pineapple wajik, and IDR 35,393,875 per year from pineapple leaf fiber, with a total income of IDR 61,618,102 per year. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan meningkatkan nilai tambah produk pertanian dan membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat. Kelompok Tani Karya Muda di Prabumulih Timur, melalui pengolahan nanas menjadi berbagai produk turunan seperti keripik dan serat daun, berhasil mengoptimalkan potensi nanas sekaligus memperpanjang masa simpan hasil panen. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengembangan produk turunan tanaman nanas Queen di Agrowisata Nanas Prabumulih serta kontribusinya terhadap peningkatan kesejahteraan petani dan penguatan ekonomi lokal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Produk-produk Turunan apa saja dari tanaman nanas queen dan Berapa besar pendapatan dari produk hasil penggolahan tanaman nanas queen di Agrowisata Nanas Prabumulih. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode purposive sampling. Responden dalam penelitian ini yaitu sebanyak 15 orang yang terdiri dari 1 orang pemilik Agrowisata Nanas, 7 Orang Karyawan Agrowisata dan 7 Orang Ibu-Ibu UMKM Karya Muda. Dalam penelitian ini, pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data juga diolah melalui proses pengkodean, pengaturan, dan tabulasi. Analisis data dilakukan melalui pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan 1) Produk Turunan yang dihasilkan dari tanaman nanas Queen Di Agrowisata Nanas Prabumulih adalah Keripik Nanas, Wajik Nanas, Selai Nanas dan Serat Daun Nanas. 2) Pendapatan yang dihasilakan dari produk turunan tanaman nanas queen di Agrowisata Nanas Prabumulih yaitu sebesar Rp Rp 2,492,51/Tahun Keripik Nanas, Rp 10,050,875/Tahun Selai Nanas, Rp 19,742,875/Tahun Wajik Nanas dan Rp 35,393,875 Serat Daun Nanas dengan Total Pendapatan yang di hasilkan yaitu sebesar Rp 61,618,102/Tahun
HUBUNGAN BAURAN PEMASARAN TERHADAP KEPUASAN KONSUMEN SAYURAN PADA HIDROPONIK CENTER PALEMBANG
ABSTRACTThe purpose of this study was to determine the relationship between marketing mix and consumer satisfaction and to analyze income from hydroponic vegetable farming. The research method used in this study uses qualitative and quantitative approaches. The sampling method to answer the first problem formulation uses purposive sampling and accidental sampling methods. Data collection methods used are observation, interviews and documentation. Data processing methods used are editing, coding and tabulating while the data analysis method used is descriptive with a quantitative approach. The results of the study showed the relationship between the marketing mix and consumer satisfaction as seen from the sig value (2-tailed) of the promotion variable (X3) of 0.098 and place (X4) of 0.052 indicating <0.10 and the correlation coefficient value of the promotion variable (X3) of 0.081 and place (X4) of 0.128 meaning that the promotion variable (X3), and the place variable (X4) have a moderate relationship to consumer satisfaction, the correlation value also shows a positive value, meaning that the higher the value of the promotion variable (X3) and place (X4), the higher the consumer satisfaction will be and vice versa. While the product variables (X1), and price (X2) do not have a significant relationship. The income of the Palembang Hydroponic Center farming business is IDR 1,984,326 / Month.ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan bauran pemasaran terhadap kepuasan konsumen dan untuk menganalisis pendapatan dari usahatani sayuran hidroponik. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Metode penarikan contoh untuk menjawab rumusan masalah pertama dengan menggunakan metode purposive sampling dan accindental sampling. Metode pengumpulan data yang di gunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Metode pengolahan data yang digunakan adalah editing, coding dan tabulating sedangkan metode analisis data yang digunakan deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukan Hubungan bauran pemasaran terhadap kepuasan konsumen dilihat dari nilai sig (2-tailed) variable promotion (X3) sebesar 0,098 dan place (X4) sebersar 0,052 menunjukan < 0,10 dan nilai koefesien korelasi variable promotion (X3) sebesar 0,081 dan place (X4) sebersar sebesar 0,128 artinya variable promotion (X3),dan variable place (X4) memiliki hubungan yang sedang terhadap kepuasan konsumen, nilai korelasi juga menunjukan nilai positif, artinya semakin tinggi nilai variable promotion (X3) dan place (X4) maka kepuasan konsumen akan semakin tinggi dan sebaliknya. Sedangan variable product (X1), dan price (X2) tidak memiliki hubungan secara signifikan. Pendapatan usahatani Hidroponik Center Palembang adalah sebesar RP . 1.984.326/Bulan
ANALISIS RISIKO USAHATANI POLIKULTUR SAYURAN DI KELURAHAN KALAMPANGAN KECAMATAN SABANGAU KOTA PALANGKA RAYA
ABSTRACTThis study aims to analyze the level of production and income of vegetable polyculture farming, farming risks (production, price, cost and income), and steps to minimize risks. The research was conducted in Kalampangan Administrative Village, Sabangau Subdistrict, Palangka Raya City during one planting season (November-December 2024), with 13 respondent farmers determined through saturated sampling method. Data were collected through observation, interviews, and documentation. The results showed the production of each commodity, namely spinach 86 kg, water spinach 136 kg, and mustard greens 88 kg, with an average income of Rp2,358,982/MT. The production risk of spinach (0,29), water spinach (0,50), and mustard greens (0,43). KV for price of spinach (0,24), water spinach (0,31), and mustard greens (0,23). KV for costs (0,23) and income (0,43). KV values of production, price, cost and income are at ? 0,5 which indicates the risk of vegetable polyculture farming is low and still in the safe category to run. Steps to minimize risk include raising beds, liming, using organic fertilizers and pesticides, diversifying markets, and implementing standard cultivation. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat produksi dan pendapatan usahatani polikultur sayuran, risiko usahatani (produksi, harga, biaya dan pendapatan), serta langkah meminimalkan risiko. Penelitian dilakukan di Kelurahan Kalampangan, Kecamatan Sabangau, Kota Palangka Raya selama satu musim tanam (November-Desember 2024), dengan 13 petani responden yang ditentukan melalui metode sampling jenuh. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan produksi masing-masing komoditas yaitu bayam 86 kg, kangkung 136 kg, dan sawi 88 kg, dengan pendapatan rata-rata Rp2.358.982/MT. Risiko produksi bayam (0,29), kangkung (0,50), dan sawi (0,43). Nilai KV harga bayam (0,24), kangkung (0,31), dan sawi (0,23). KV untuk biaya (0,23) dan pendapatan (0,43). nilai KV produksi, harga, biaya dan pendapatan berada pada ? 0,5 yang menunjukkan risiko usahatani polikultur sayuran tergolong rendah dan masih dalam kategori aman untuk dijalankan. Langkah meminimalkan risiko meliputi peninggian bedengan, pengapuran, penggunaan pupuk dan pestisida organik, diversifikasi pasar, dan penerapan budidaya sesuai standar
PENGARUH PERBANDINGAN TEPUNG TAPIOKA DAN TEPUNG TERIGU TERHADAP SIFAT FISIK DAN KIMIA BROWNIES KUKUS
Inovasi dalam pengolahan produk pangan sering kali melibatkan modifikasi komposisi bahan dasar untuk menghasilkan tekstur dan cita rasa yang optimal. Tepung tapioka dan tepung terigu merupakan dua jenis tepung yang umum digunakan dalam produk berbasis kukus, di mana masing-m3asing memiliki karakteristik fisik dan kimia yang berbeda. Tujuan penelian ini untuk melihat pengaruh perbandingan tepung tapioka dan tepung terigu terhadap sifat fisik dan kimia brownies kukus dan formulasi terbaik. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) Non Faktorial dengan lima perlakuan perbandingan tepung tapioka dan tepung terigu yaitu 90 % : 10 % (T1), 70 % : 30 % (T2), 50 % : 50 % (T3), 30 % : 70 % (T4) dan 10 % : 90 % (T5) yang diulang sebanyak tiga kali. Parameter yang diamati yaitu kadar air, kadar gula total dan volume pengembangan brownies kukus yang dihasilkan. Analisis data menggunakan uji ANOVA dan dilanjutkan dengan uji BNJ dengan taraf signifikansi 5 % dan 1 %. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbandingan tepung tapioka dan tepung terigu berpengaruh sangat nyata terhadap kadai air, kadar gula total dan volume pengembangan brownies kukus. Perlakuan T5 merupakan perlakuan dengan nilai rata – rata tertinggi baik kadar air (33.67), kadar gula total (37.54), dan volume pengembangan (6.00) dan perlakuan T1 merupakan perlakuan dengan nilai rata – rata terendah baik kadar air (33.63), kadar gula total (35.29), dan volume pengembangan (3.79)
Manajemen Risiko Penggunaan Sistem Informasi Akademik di Universitas ABC Menggunakan ISO 31000
Universitas ABC sebagai lembaga pendidikan telah menerapkan Teknologi Informasi dan Komunikasi melalui Sistem Informasi Akademik (SISFO) yang terhubung ke jaringan internet untuk mendukung proses bisnis akademik agar lebih cepat dan mudah. Sistem ini menjadi aset penting karena terdiri dari perangkat keras, jaringan komputer, perangkat lunak berupa aplikasi serta basis data, dan pengguna. Pengelolaan dan keamanan informasi SISFO ditangani oleh Divisi IT. SISFO menyediakan layanan seperti kalender akademik, jadwal mengajar, input nilai, pembayaran, KRS, KHS, DKN, dan berbagai kebutuhan akademik lainnya yang terkait pada Dosen dan Mahasiswa. Sistem ini tetap memiliki potensi ancaman yang perlu diantisipasi untuk bertujuan mengetahui kelemahan dan kemungkinan risiko yang akan terjadi. Penelitian ini membahas manajemen risiko teknologi informasi pada SISFO yang berpotensi mengganggu kelancaran proses akademik. Dengan menggunakan metode ISO 31000, penelitian dilakukan melalui tahapan identifikasi, penilaian, dan evaluasi risiko. Hasil menunjukkan bahwa koneksi internet ISP merupakan risiko kritis yang perlu perhatian khusus. Penerapan manajemen risiko yang tepat dapat menjaga keberlangsungan operasional SISFO dan menjadi acuan bagi institusi pendidikan lain dalam pengelolaan sistem informasi akademi