E-Jurnal Universitas Muhammadiyah Palembang
Not a member yet
3618 research outputs found
Sort by
SEJARAH TRANSMIGRASI SUKU BALI DI DESA NUSA RAYA KECAMATAN BELITANG III KABUPATEN OKU TIMUR TAHUN 1959-2000
Sejarah Tranmigrasi suku Bali di Desa Nusa Raya Kecamatan Belitang III Kabupaten OKU Timur merupakan tranmigrasi yang menarik dan penting untuk dikaji lebih dalam kerena suku Bali yang berkembang di Belitang III sampai saat ini sudah mengalami perkembangan yang maju. Selain suku Jawa yang menjadi mayoritas sebagai suku transmigrasi di Belitang III Kabupaten OKU Timur namun suku Bali juga tidak kalah pentingnya dalam sejarah khususnya dalam perkembangan berbagai aspek seperti di desa Nusa Raya Kec. Belitang Kabupaten OKU Timur. Tujuan utama peneliti melakukan penelitian ini ialah untuk mengetahui Sejarah Transmigrasi Suku Bali (1959-2000), faktor-faktor yang mempengaruhi kehidupan transmigrasi Suku Bali, serta untuk mengetahui kehidupan Transmigrasi Suku Bali (1959-2000) di Desa Nusa Raya Kecamatan Belitang III Kabupaten OKU Timur dalam bidang ekonomi, sosial, dan budaya. Dalam penulisan ini peneliti menggunakan metode penelitian Historis, teknik pengumpulan data dilakukan mulai dari observasi, dokumentasi, wawancara, dan studi dokumen. Analisis data menggunakan interpretasi historis dan dilanjutkan historiografi. Hasil penelitian yang diperoleh adalah sejarah awal transmigrasi suku Bali yang ada di desa Nusa Raya dimulai tahun 1959 yang berasal dari Kecamatan Badung Provinsi Bali. Yang menjadi faktor transmigrasi suku Bali adalah faktor ekonomi, sosial dan politik. Adapun dalam perkembangannya suku Bali mengalami kemajuan dalam bidang sosial, budaya, ekonomi dan aspek lainnya dari tahun 1959-2000 khususnya di desa Nusa Raya Kecamatan Belitang III Kabupaten OKU Timur
Pengembangan Agrowisata di Nagari Lasi Kecamatan Canduang Kabupaten Agam Berbasis Masyarakat
This activity offers an experience of the agricultural production process and promotes local wisdom and agricultural products to visitors. This article uses a qualitative descriptive research method with primary data collection through in-depth interviews, field observations, and documentation. The research results show that the people of Nagari Lasi support the development of tourism in their area, with the majority agreeing or supporting the construction of tourist attractions in Nagari Lasi. The article discusses the agrotourism environment in Nagari Lasi, the condition of tourist attractions, the efforts of the local community in managing agrotourism, and the involvement of the government in tourism development. The management of agrotourism in Nagari Lasi involves both the community and the government as an effort to achieve the welfare of the community in the future. From this research, it can be concluded that the development of agrotourism in Nagari Lasi has great potential to improve the economy, environmental preservation, and the welfare of the local community. The contribution of agritourism to the development of tourism in Nagari Lasi shows that integrated management can provide significant benefits to the region
KONTRIBUSI PENDAPATAN USAHATANI CABAI RAWIT TERHADAP PENDAPATAN PETANI PADI DI DESA TABALA JAYA KECAMATAN KARANG AGUNG ILIR KABUPATEN BANYUASIN
ABSTRACTThis research was conducted to find out how much the income of cayenne pepper farming and the contribution of cayenne pepper farming income to the income of rice farmers in Tabala Jaya Village, Karang Agung Ilir District, Banyuasin Regency. This research was conducted in Tabala Jaya Village, Karang Agung Ilir District, Banyuasin Regency from December 2022 to January 2023. The research method used was a survey. The sampling method used was a census where in this study the number of respondents taken as a sample was 15 farmers where rice farmers have additional or side jobs as cayenne pepper farmers. Data collection methods used in this study were observation, interviews and documentation using a previously prepared questionnaire. While the methods of processing and analyzing data are editing, coding, and tabulating with a quantitative approach. The average income of cayenne pepper farming is Rp.17.198.069Mt/Padi. The average income of rice farmers in Tabala Jaya Village is Rp.57,152.437/ Lg/Mt Paddy and the results of the research show that the contribution of cayenne pepper farming income to the income of rice farmers is 30.84%. ABSTRAKPenelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui berapa besar pendapatan usahatani cabai rawit dan kontribusi pendapatan usahatani cabai rawit terhadap pendapatan petani padi Di Desa Tabala Jaya Kecamatan Karang Agung Ilir Kabupaten Banyuasin. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Tabala Jaya Kecamatan Karang Agung Ilir Kabupaten Banyuasin pada bulan Desember 2022 sampai dengan Januari 2023. Metode penelitian yang digunakan adalah survei. Metode penarikan contoh yang digunakan adalah sensus dimana dalam penelitian ini jumlah respondenyang diambil sebagai sampel sebanyak 15 petani dimana petani padi yang memiliki perkerjaan tambahan atau sampingan sabagai petani cabai rawit. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara dan dokumentasi dengan menggunakan kuesioner yang telah dipersiapkan sebelumnya. Sedangan metode pengolahan dan analisis data yaitu editing, coding, dan tabulating dengan pendekatan kuantitatif. Rata-rata besarnya pendapatan usahatani cabai rawit adalah Rp. 17.198.069/Lg/Mt Padi. Rata-rata pendapatan petani padi di Desa Tabala Jaya adalah Rp.57.152.437/Lg/Mt Padi dan hasil penelitian kontribusi pendapatan usahatani cabai rawit terhadap pendapatan petani padi sebesa 30,84%
STUDI AGROINDUSTRI GULA AREN DI DESA TALANG MERBAU KECAMATAN BANDING AGUNG KABUPATEN OKU SELATAN
AbstractThe purpose of this study was to find out how the palm sugar business agro-industry system and how much profit palm sugar business in Talang Merbau Village, Banding Agung District, South Oku Regency. The research method used in this study is a descriptive method, which provides a description of the state of the subject or object in the study, which can be in the form of people, institutions, communities and others which are currently based on visible facts or what they are. The sampling method used is the purposive sampling method, which is a technique for determining the research sample with certain considerations aimed at making the data obtained more alternative. Talang Merbau Village, Banding Agung District, South OKU Regency, where the respondents are palm sugar home industries in Talang Merbau Village, Banding Agung District, South OKU Regency. The number of palm sugar processing industries in Talang Merbau Village, Banding Agung District, South OKU Regency is 4 (four) home industries. The results showed that the agro-industry system carried out by palm sugar craftsmen in Merbau Village, Banding Agung District, South OKU Regency consisted of 3 subsystems, including: raw material procurement subsystem, processing subsystem, and marketing subsystem. The profit obtained from the four respondents of palm sugar is Rp. 4.703.170 /month. AbstrakTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana sistem agroindustri usaha gula aren dan berapa keuntungan usaha gula aren di Desa Talang Merbau Kecamatan Banding Agung Kabupaten OKU Selatan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif yaitu memberikan gambaran keadaan subjek atau objek dalam penelitian dapat berupa orang, lembaga, masyarakat dan yang lainnya yang pada saat sekarang berdasarkan fakta-fakta yang tampak atau apa adanya. Metode penarikan contoh yang digunakan adalah metode purposive sampling, yaitu teknik untuk menentukan sampel penelitian dengan beberapa pertimbangan tertentu yang bertujuan agar data yang diperoleh nantinya lebih alternative. Desa Talang Merbau Kecamatan Banding Agung Kabupaten OKU Selatan, dimana respondennya adalah industri rumah tangga gula aren yang ada di Desa Talang Merbau Kecamatan Banding Agung Kabupaten OKU Selatan. Jumlah industri pengolahan gula aren di Desa Talang Merbau Kecamatan Banding Agung Kabupaten OKU Selatan sebanyak 4 (empat) industri rumah tangga. Metode pengolahan dan analisis data yang digunakan yaitu editing, coding dan tabulating. Hasil penelitian menjukan Sistem agroindustri yang dilakukan pengrajin gula aren di Desa Merbau Kecamatan Banding Agung Kabupaten OKU Selatan terdiri dari 3 subsistem antara lain : subsistem pengadaan bahan baku, subsistem pengolahan, dan subsistem pemasaran. Keuntungan yang diperoleh dari keempat responden gula aren sebesar Rp. 4.703.170 /bl
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI DALAM UPAYA MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar peserta didik melalui penerapan pembelajaran berdiferensiasi pada mata pelajaran Biologi materi Ekosistem dan Perubahan Lingkungan. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dibagi menjadi dua siklus dan di awali dengan prasiklus. Setiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Subjek penelitian adalah peserta didik kelas X IPA 3, SMA Srijaya Negara Palembang yang berjumlah 35 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan pedoman observasi dan tes hasil belajar. Data dianalisis secara deskriptif. Kriteria keberhasilan tindakan yaitu apabila 75% peserta didik aktif dan 80% peserta didik mencapai KKTP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas belajar peserta didik mengalami peningkatan pada setiap siklusnya, yaitu: 73,65% (pra-siklus), 81,65% (siklus I), dan 86,57% (siklus II). Sementara ketuntasan hasil belajar peserta didik juga mengalami peningkatan, yaitu: 69,71% (pra-siklus), 76,28% (siklus I), 84,85% (siklus II). Penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran berdiferensiasi dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar biologi peserta didik kelas X IPA 3 di SMA Srijaya Negara Palembang Tahun Pelajaran 2022/2023
TATA KELOLA DAN STRATEGI PEMASARAN USAHA MIKRO, KECIL DAN MENENGAH (UMKM) KERUPUK DESA JEJAWI OKI SUMATERA SELATAN
Usaha mikro kerupuk Ibu Dahlia membutuhkan dukungan untuk mendapatkan produk kerupuk yang berkualitas baik, sehat dan laku dipasarkan. Beberapa masalah produksi dan manajemen menjadi kendala untuk mencapai tujuan diantaranya adalah pengeringan dimusim hujan, kurangnya pemahaman akan proses produksi pangan yang baik, pengemasan, pemanfaatan teknologi informasi, pembukuan dan legalitas izin usaha. Untuk mengatasi persoalan-persoalan tersebut dilakukan pendampingan dan pelatihan secara bertahap yang meliputi bidang aspek manajemen pemasaran, administrasi keuangan, manajemen mutu dan keuangan. Dari kegiatan pendampingan dan pelatihan ini, mampu melaksanakan fungsional manajemen yang lebih terstruktur dan baik meliputi pengelolaan keuangan, tata kelola sumber daya manusia, manajemen produksi, serta manajemen pemasaran yang lebih optimal bagi usaha mereka. Diharapkan dengan adanya perbaikan di sisi manajemen tata kelola dan pemasaran akan berdampak pada peningkatan produksi dan penjualan yang berujung kepada peningkatan kesejahteraan pelaku usaha rengginang
OPTIMALISASI PROGRAM PERENCANAAN PERSALINAN DAN PENCEGAHAN KOMPLIKASI (P4K) SEBAGAI UPAYA MENDUKUNG GERAKAN DESA SIAGA
AKI dan AKB di Indonesia masih cukup tinggi dibandingkan negara-negara ASEAN dan salah satu upaya untuk menurunkan angka tersebut melalui Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi (P4K). P4K merupakan salah satu upaya mencapai desa siaga melalui peningkatan akses dan mutu pelayanan antenatal, pertolongan persalinan, pencegahan komplikasi dan keluarga berencana oleh bidan. Diperlukan kerjasama bidan dengan pihak-pihak terkait dalam pelaksanaan P4K. Pihak-pihak yang dimaksud disini salah satunya yaitu kader posyandu. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan kader posyandu dan masyarakat tentang pentingnya P4K. Metode yang diberikan dengan penyuluhan menggunakan media LCD, buku KIA dan Leaft let. Hasil akhir dari pengabdian ini didapatkan pada kader posyandu, ibu hamil dan masyarakat memiliki pengetahuan baik tentang P4K (93,6) dimana nilai sebelum penyuluhan sebesar 65,6. Peningkatan pengetahuan ini bertujuan agar kader posyandu dan masyarakat mendapatkan informasi tentang pentingnya Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi (P4K), sehingga masyarakat mendapatkan penanganan/ pendampingan yang baik dalam kehamilannya. Diharapkan program ini terus berlanjut sehingga turut serta mensukseskan program pemerintah dalam menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) melalui program desa siaga. Kata kunci: Edukasi Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi (P4K), desa siaga, kader kesehata
IMPLIKASI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN CYCLE 5E PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA TERHADAP KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA
Terdapat beberapa masalah dalam proses pembelajaran diantaranya sebagian besar siswa tidak dapat memaparkan gagasan-gagasan matematika ke dalam bentuk gambar, tabel, diagram, grafik, dan juga ekspresi aljabar, siswa belum bisa mengomunikasikan pendapatnya dengan baik, dan kemampuan komunikasi matematis sebagian besar siswa cenderung rendah. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui respon siswa, peningkatan kemampuan komunikasi matematis siswa, dan implikasi penerapan model pembelajaran cycle 5E terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode eksperimen dengan desain quasi eksperimen. Pengumpulan data menggunakan tes dan angket. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X TKR SMK ISDA Babakan yang berjumlah 5 kelas, dengan jumlah sampel sebanyak 2 kelas. Kelas X TKR 2 terdiri dari 35 siswa sebagai kelas eksperimen dan kelas X TKR 5 terdiri dari 35 siswa sebagai kelas kontrol. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik cluster random sampling. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji prasyarat, uji t, dan N-Gain. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa respon siswa terhadap penerapan model pembelajaran cycle 5E memiliki kriteria cukup baik, adanya peningkatan terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa dalam penerapan model pembelajaran cycle 5E dan terdapat implikasi penerapan model pembelajaran cycle 5E terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa
ANALISIS KETERSEDIAAN AIR SAWAH TADAH HUJAN DI KELURAHAN KARYA MULIA KECAMATAN SEMATANG BORANG KOTA PALEMBANG
Rice fields that rely mostly on rainwater for irrigation are known as rainfed rice fields. Only the wet season yields rice fields like this one. Because of the heavy rains throughout the rainy season, agricultural land's water supply is not a concern. But during the dry season, when the water supply is getting smaller, the requirement for water for plants becomes a complex issue. This study aims to find out whether the rainfall currently available can satisfy the water needs of rainfed rice fields in Karya Mulia Village, Sematang Borang District, Palembang City, and to optimize the water supply. The following was discovered by the study's findings: water balance of discharge of water availability and water requirement for rainfed rice fields in Karya Mulia Village, which has a land area of 58 Ha, there is a water balance value of 23.711 mm per hari, which meets the water balance requirement for one growing season of rice plantsIn order to be optimal in the second growing season, it can be planted with crops that balance the availability and water demand at 10.844 mm/day
CAMPBELL MONOMYTH ANALYSIS OF SOUTH SUMATERA FOLKLORE
This research focuses on Campbell Monomyth’ analysis of South Sumatera folklore. The purposes of this research are to describe the intrinsic elements of each story in South Sumatera folklore and analyze how the Monomyth is present in each story of South Sumatera folklore. Monomyth theory by Joseph Campbell is used as the main theory to find out the stages of a hero’s journey or Monomyth in each of Sumatera Selatan folklore. To conduct this research, the researcher uses the descriptive qualitative method. The data sources in this research are the book entitled Kumpulan Cerita Rakyat Sumatera Selatan by Kurnianto, Nirmala & Rosita and the internet to complete the data. The researcher analyzes the data to find out the intrinsic elements and find out the presence of Monomyth theory in each of South Sumatera folklore. The result of the research shows all of the heroes in each of South Sumatera folklore completed all the sections of the hero’s journey or Monomyth; Departure, Initiation, and Return except the hero in the folklore of Raden Keling who only completed the sections Departure and Initiation. The missing section occurred because of the cultural difference. Therefore, South Sumatera folklore goes through the same stages as the stages of the hero’s journey or Monomyth