E-Jurnal Universitas Muhammadiyah Palembang
Not a member yet
3618 research outputs found
Sort by
DAMPAK KENAIKAN HARGA PUPUK NON SUBSIDI TERHADAP USAHATANI PADI DI DESA SALEH MAKMUR KECAMATAN AIR SALEK KABUPATEN BANYUASIN
ABSTRACTThis study aimed to determine the fluctuations in non-subsidized fertilizer prices from 2019 to 2023, identify the impact of these price increases on the availability of non-subsidized fertilizers for rice farmers, and understand the effect on the dosage of non-subsidized fertilizers used on rice crops. The research was conducted in Desa Saleh Makmur, Kecamatan Air Salek, Kabupaten Banyuasin, from January to May 2024. A descriptive qualitative research method with a survey approach was used. The sampling method employed was simple random sampling, with a total sample size of 25 farmers using non-subsidized fertilizers and 5 fertilizer traders. Data were collected through observation, interviews, and documentation. Data processing involved data condensation, presentation, description, and drawing conclusions, utilizing qualitative descriptive analysis. The study results showed that the prices of Urea and Phonska fertilizers experienced significant fluctuations during the 2019-2023 period, especially in 2020-2021, before stabilizing in 2023. Factors contributing to the price increases included rising transportation costs, high demand during planting seasons, government policies, and global market conditions. Further findings indicated that these price increases significantly impacted the availability of non-subsidized fertilizers by increasing production costs, reducing farmers' profit margins, and causing traders to reduce fertilizer stock and adopt more cautious inventory management to avoid losses. The study also found that the rise in non-subsidized fertilizer prices significantly affected fertilizer usage by rice farmers, with many reducing their usage from 1 sack of urea and 2 sacks of Phonska per hectare to 1 sack of urea and 1 sack of Phonska per hectare, though some farmers continued using the same dosage. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui fluktuasi harga pupuk non-subsidi pada tahun 2019-2023, dampak kenaikan harga pupuk non-subsidi terhadap ketersediaan pupuk non-subsidi bagi petani padi, serta dampak kenaikan harga terhadap dosis penggunaan pupuk pada tanaman padi di Desa Saleh Makmur, Kecamatan Air Salek, Kabupaten Banyuasin. Penelitian ini dilaksanakan dari Januari hingga Mei 2024 dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif dan jenis penelitian survei. Metode penarikan contoh menggunakan simple random sampling dengan 25 petani dan 5 pedagang pupuk sebagai sampel. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data diolah melalui kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa harga pupuk jenis Urea dan Phonska mengalami fluktuasi signifikan pada periode 2019-2023, terutama pada tahun 2020-2021, sebelum akhirnya stabil pada 2023. Faktor yang menyebabkan kenaikan harga antara lain kenaikan biaya transportasi, permintaan tinggi selama musim tanam, kebijakan pemerintah, dan kondisi pasar global. Kenaikan harga ini berdampak pada ketersediaan pupuk non-subsidi, dengan meningkatkan biaya produksi, mengurangi margin keuntungan petani, dan membuat pedagang lebih berhati-hati dalam pengelolaan stok. Selain itu, kenaikan harga pupuk non-subsidi juga mempengaruhi dosis penggunaan pupuk oleh petani padi, yang sebelumnya menggunakan 1 karung urea dan 2 karung Phonska per hektar, menjadi 1 karung urea dan 1 karung Phonska per hektar, meskipun masih ada petani yang tetap menggunakan dosis yang sama
STUDI MINAT GEN Z DALAM BERUSAHATANI KARET DI DESA DURIAN DAUN KECAMATAN SUAK TAPEH KABUPATEN BANYUASIN
ABSTRACTThis research aims to determine the characteristics of Gen Z in rubber farming and to determine the factors that influence Gen Z's interest in rubber farming. This research was carried out in Durian Daun Village, Suak Tapeh District, Banyuasin Regency. The research method used was the survey method. The technique. Random sampling is sampling at random. The data collection methods used in this research were observation, interviews and documentation. Data processing methods were data editing, coding, tabulation. The results of this research are the characteristics of Gen Z who are engaged in rubber farming in Durian Daun Village, Suak Tapeh District, Banyuasin Regency, namely Gen Z, aged 17-27, gender is mostly male, highest education is S1, has a land area of 0.9 ha – 1.5 ha. Income of IDR 1,680,000 – IDR 4,000,000, Farming experience from 5-10 years, has 1-3 dependents, Gen Z job is rubber farmer, employee. Factors that influence Gen Z's interest in rubber farming in Durian Daun Village, Suak Tapeh District, Banyuasin Regency, namely Gen Z's interest from internal factors in terms of education, gets an interest value of 19.08 which is categorized as high, Land area has an interest value of 15.6 which is categorized as medium, income, an interest value of 16.3 is categorized as medium, judging from external factors in terms of the family environment, an interest value of 17.04 is categorized as high, agricultural image, an interest value of 15.3 is categorized as medium, social status, an interest value of 13.6 is categorized as medium. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik gen z berusahatani karet dan untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi minat gen z berusahatani karet. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Durian Daun Kecamatan Suak Tapeh Kabupaten Banyuasin.Metode penelitian yang digunakan metode survey Teknik. Random sampling adalah pengambilan sampling secara random..Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah pengamatan,wawancara,dan dokumentasi.Metode pengelolahan data adalah pengeditan data,pengkodean,tabulasi.Hasil penelitian ini adalah Karakteristik gen z yang berusahatani karet di Desa Durian Daun Kecamatan Suak tapeh kab Banyuasin yaitu Gen z umur dari 17-27,jenis kelamin lebih banyak laki-laki,Pendidikan tertinggi S1,memiliki luas lahan dari 0,9 ha – 1,5 ha.Pendapatan sebesar Rp1.680.000 – Rp 4.000.000,Pengalaman berusahatani dari 5-10 tahun,memiliki jumlah tanggungan 1-3,pekerjaan gen z yaitu petani karet, karyawan.Faktor-faktor yang mempengaruhi minat gen z berusahatani karet di Desa Durian Daun Kecamatan Suak tapeh kab Banyuasin yaitu minat gen z dari faktor internal sisi pendidikan mendapatkan nilai minat 19,08 yang kategorikan tinggi,Luas lahan nilai minat 15,6 dikategorikan sedang,pendapatan nilai minat 16,3 dikategorikan sedang,dilihat dari faktor eksternal dari sisi lingkungan keluarga nilai minat 17,04 dikategorikan tinggi,image pertanian nilai minat 15,3 dikategorikan sedang,status sosial nilai minat 13,6 dikategorikan sedang.
FAKTOR - FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KUALITAS SISTEM INFORMASI AKUNTANSI
The purpose of the research was to identify and analyze the factors that effect on the Quality of Accounting Information System at PT. Madhani Talatah Nusantara Muara Enim, South Sumatra, using primary data. The research uses interviews and questionnaires as data collection techniques. The population of the research was 46 respondents with the sampling technique is using the saturated sampling. The data analysis method used in this study is quantitative analysis with descriptive statistical techniques and inferential statistics. The inferential statistics techniques consists of consisting of classical assumption tests, multiple regression analysis, coefficient of determination, and hypothesis testing designs, assisted by the Statistical Product and Service Solutions (SPSS) software. The results of this research indicate that the factors influencing the quality of the accounting information system include internal control system, user competence, and information technology
Bahaya Penggunaan Sepeda Listrik Pada Anak-anak di Bawah Umur di Panti Asuhan Asyiyah Humairah Balayudha
Sepeda listrik menjadi salah satu inovasi dalam dunia transportasi yang menggabungkan antara sepeda konvensional dengan motor listrik sebagai tenaga tambahan saat berkendara. Dalam teknologi ini menawarkan solusi mobilitas yang ramah lingkungan, hemat energi, dan efisien, sehingga dapat berkontribusi pada pengurangan emisi karbon serta ketergantungan terhadap bahan bakar fosil. Sepeda listrik memberikan fleksibilitas penggunaan dengan tiga mode berkendara utama: pengayuhan manual, penggerak listrik, atau kombinasi keduanya, sehingga dapat menyesuaikan kebutuhan pengguna. Dalam beberapa tahun terakhir, permintaan dan penggunaan sepeda listrik meningkat seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya mobilitas berkelanjutan. Hal ini tidak hanya mendorong pertumbuhan pasar sepeda listrik, tetapi juga memperkuat peran teknologi hijau dalam menghadapi tantangan global terkait perubahan iklim dan polusi udara. Pengabdian ini mengeksplorasi manfaat, potensi, serta tantangan dalam pengembangan sepeda listrik di tengah masyarakat, termasuk dukungan infrastruktur. Hasil pengabdian ini menunjukkan bahwa dengan penerapan yang tepat, sepeda listrik dapat menjadi solusi efektif untuk mengurangi emisi dan transportasi yang lebih efisien
Edukasi Pada Masyarakat Dalam Mendudkung Strategi Nasional Percepatan Pencegahan Stuntng
Program ini bertujuan memberikan edukasi pencegahan stunting di Desa Gasing, Kecamatan Talang Kelapa, Kabupaten Banyuasin, untuk meningkatkan pemahaman masyarakat, terutama ibu-ibu, tentang pentingnya gizi seimbang, ASI eksklusif, dan MPASI bagi pertumbuhan anak. Kegiatan dilakukan melalui pemeriksaan kesehatan ibu hamil dan balita, penyuluhan terkait pentingnya ASI eksklusif dan MPASI, serta penguatan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas). Pendekatan ini melibatkan pemeriksaan kesehatan langsung dan penyuluhan tentang pola konsumsi gizi seimbang serta sanitasi lingkungan. Program ini berhasil meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pentingnya pemenuhan gizi seimbang dan praktik kesehatan yang baik. Edukasi ini diikuti dengan peningkatan kesadaran ibu-ibu akan pentingnya pemberian ASI eksklusif dan MPASI untuk mencegah stunting. Keberlanjutan program ini membutuhkan dukungan tenaga kesehatan dan stakeholder terkait untuk memberikan edukasi yang rutin dan berkesinambungan, sehingga mampu menciptakan generasi yang sehat dan cerda
Faktor Risiko Kejadian Fungsi Paru pada Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Gudang Semen Pelabuhan Boom Baru Kota Palembang
Salah satu dampak negatif dari industri semen adalah pencemaran udara oleh debu. Bahan pencemar tersebut dapat berpengaruh terhadap lingkungan dan manusia. Berdasarkan laporan pola penyakit dari Poliklinik TKBM Pelabuhan Boom Baru selama 5 tahun (tahun 2018-2023) penyakit saluran pernapasan menduduki peringkat pertama. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan faktor risiko kejadian fungsi paru pada tenaga kerja bongkar muat gudang semen. Desain dalam penelitian ini dilakukan dengan rancangan studi cross sectional atau potong lintang. Populasi pada penelitian ini adalah semua tenaga kerja bongkar muat gudang semen di Pelabuhan Boom Baru Kota Palembang. Sampel dalam penelitian ini adalah sebagian tenaga kerja bongkar muat yang bekerja di lokasi gudang semen Pelabuhan Boom Baru Palembang yang berjumlah 60 orang. Alat ukur yang digunakan pada penelitian ini antara lain kuesioner, personal dust sampler dan Spirometer, data hasil penelitian dianalisis dengan menggunakan uji chi square dan regresi logistik. Hasil penelitian analisis bivaritat yaitu ada hubungan yang antara masa kerja, status gizi dan kadar debu dengan gangguan fungsi paru dan hasil analisis multivariat bahwa masa kerja dan kebiasaan merokok, memiliki hubungan dengan kejadian gangguan fungsi paru (p=0,000) pada pada tenaga kerja bongkar muat Gudang Semen Pelabuhan Boom Baru Kota Palembang. Perlunya pergantian tenaga kerja yang telah lama bekerja dan melakukan pemeriksaan gangguan fungsi paru secara periodik pada tenaga kerja untuk mencegah terjadinya kasus gangguan fungsi paru yang lebih lanju
PENGARUH LATIHAN ABDOMINAL STRETCHING TERHADAP PERUBAHAN TINGKAT DISMENOREA PADA SISWI DI MTS SALAFIYAH DEPOK
Dismenorea merupakan gangguan menstruasi yang berupa nyeri pada bagian perut. Nyeri ini dapat timbul selama menstruasi, sebelum bahkan setelah periode menstruasi. Dismenorea ini dapat mengganggu aktivitas pada sebagian besar wanita. Pada remaja keluhan ini dapat mengganggu proses belajar di sekolah. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh dari salah satu penanganan non farmakologi dari dismenorea yaitu latihan abdominal stretching. Metode penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimen dengan desain one group pretest-posttest dan melibatkan 87 responden yang memenuhi kriteria inklusi. Instrument penelitian ini menggunakan Standar Operasional Prosedur (SOP) abdominal stretching dan lembar observasi numeric rating scale (NRS). Penelitian dilakukan dengan memberi pre-test pada hari pertama kemudian intervensi dilakukan selama 3 hari berturut-turut sejak hari pertama menstruasi. Selanjutnya pengambilan post-test pada hari keempat dari periode menstruasi. Peneiltian ini menggunakan uji wilcoxon untuk analisa data dan didapatkan nilai p value = 0,000 (p<0,05). Dari hasil uji tersebut dapat disimpulkan bahwa adanya pengaruh latihan abdominal stretching terhadap perubahan tingkat dismenorea pada siswi di MTS Salafiyah Depok
PERSEPSI DAN KEBUDAYAAN MENGENAI PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI DESA LETING MALUKU
ASI eksklusif merupakan ASI dengan kandungan berupa zat gizi dan antibodi yang dapat diberikan pada bayi baru lahir selama 6 bulan pertama kelahiran tanpa makanan ataupun minuman tambahan lainnya seperti air putih, susu formula, jeruk, madu, air teh, dan makanan padat seperti pisang, pepaya, biskuit, bubur nasi, dan nasi tim. Persepsi dan kebudayaan dapat menyebabkan timbulnya perilaku dari ibu untuk tidak memberikan ASI eksklusif pada bayi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui persepsi dan kebudayaan mengenai pemberian ASI eksklusif di Desa Leting Kabupaten Kepulauan Aru, Maluku tahun 2023. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan desain fenomenologi. Pencarian informan menggunakan metode snowball sampling dengan total informan sebanyak 9 orang yang terdiri dari ibu yang mempunyai bayi berusia 0-24 bulan dan keluarga dari ibu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi pemberian ASI eksklusif di Desa Leting dipengaruhi faktor pengetahuan, pengalaman dan motivasi, selanjutnya kebudayaan mengenai pemberian ASI eksklusif di Desa Leting dipengaruhi faktor cara pemberian ASI, kebiasaan, tradisi dan kepercayaan. Persepsi pemberian ASI eksklusif di Desa Leting ditemukan bahwa satu ibu memberikan ASI karena mengetahui, memahami dan motivasi diri sendiri tentang manfaat memberikan ASI kepada bayinya. Kebudayaan mengenai pemberian ASI eksklusif di Desa Leting yaitu sebagian besar ibu memiliki kebiasaan sesuai tradisi dan kepercayaan masyarakat bahwa kolostrum adalah ASI basi yang harus dibuang, pemberian papeda dan pembacaan doa untuk kelancaran ASI ibu. Saran bagi petugas kesehatan diharapkan dapat memberikan informasi yang benar mengenai ASI eksklusif agar persepsi masyarakat dapat diperbaiki serta kebudayaan yang keliru dapat dihilangkan.ASI eksklusif merupakan ASI dengan kandungan berupa zat gizi dan antibodi yang dapat diberikan pada bayi baru lahir selama 6 bulan pertama kelahiran tanpa makanan ataupun minuman tambahan lainnya seperti air putih, susu formula, jeruk, madu, air teh, dan makanan padat seperti pisang, pepaya, biskuit, bubur nasi, dan nasi tim. Persepsi dan kebudayaan dapat menyebabkan timbulnya perilaku dari ibu untuk tidak memberikan ASI eksklusif pada bayi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui persepsi dan kebudayaan mengenai pemberian ASI eksklusif di Desa Leting Kabupaten Kepulauan Aru, Maluku tahun 2023. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan desain fenomenologi. Pencarian informan menggunakan metode snowball sampling dengan total informan sebanyak 9 orang yang terdiri dari ibu yang mempunyai bayi berusia 0-24 bulan dan keluarga dari ibu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi pemberian ASI eksklusif di Desa Leting dipengaruhi faktor pengetahuan, pengalaman dan motivasi, selanjutnya kebudayaan mengenai pemberian ASI eksklusif di Desa Leting dipengaruhi faktor cara pemberian ASI, kebiasaan, tradisi dan kepercayaan. Persepsi pemberian ASI eksklusif di Desa Leting ditemukan bahwa satu ibu memberikan ASI karena mengetahui, memahami dan motivasi diri sendiri tentang manfaat memberikan ASI kepada bayinya. Kebudayaan mengenai pemberian ASI eksklusif di Desa Leting yaitu sebagian besar ibu memiliki kebiasaan sesuai tradisi dan kepercayaan masyarakat bahwa kolostrum adalah ASI basi yang harus dibuang, pemberian papeda dan pembacaan doa untuk kelancaran ASI ibu. Saran bagi petugas kesehatan diharapkan dapat memberikan informasi yang benar mengenai ASI eksklusif agar persepsi masyarakat dapat diperbaiki serta kebudayaan yang keliru dapat dihilangkan
THE RELATIONSHIP OF DIET WITH OBESITY IN ELEMENTARY SCHOOL CHILDREN
Obesity has become a worldwide epidemic health problem. The World Health Organization says that more than 1.9 billion adults aged 18 years and under are overweight and 600 million of them are obese. Obesity in children is a risk factor for various diseases such as cardiovascular and metabolic disorders. A sedentary lifestyle/excess can be a factor in the occurrence of obesity, one of which is a bad diet. The purpose of this study was to determine the relationship between diet and obesity in elementary school children. This type of research is quantitative-analytical, observational, and cross-sectional as the research design. The sampling technique uses total sampling conducted on Class V children of State Elementary School 104 Palembang. The obesity variable is measured using a z score, while diet is measured using the Food Frequency Questionnaire (FFQ). The data was processed and analyzed using the chi-square test. The results of this study were from 86 respondents obtained more children who were not obese than children who were obese, namely 15 respondents with a percentage (17.4%) who were obese and as many as 71 respondents with a percentage (82.6%) who were not obese. The results of the chi-square test obtained a p-value of 0.045. The conclusion is that there is a relationship between diet and obesity in elementary school children of Negeri 104 Palembang
Pengaruh Perubahan Harga Resistansi Rotor Terhadap Kinerja Motor Induksi Tiga Fasa 100 Hp 0,46 kV
Motor induksi tiga fasa banyak digunakan dalam berbagai aplikasi industri karena efisiensi dan keandalannya. Motor ini beroperasi berdasarkan prinsip induksi elektromagnetik, dimana medan magnet berputar dihasilkan oleh belitan stator. Pengoperasian motor induksi tiga fasa sangat bergantung pada konsep resistansi yang berperan penting dalam menentukan efisiensi dan kinerja motor. Pemahaman menyeluruh tentang resistansi rotor dalam pengoperasian motor induksi tiga fasa sangat penting untuk memaksimalkan kinerja dan keandalan motor induksi di berbagai lingkungan industri. Penelitian dilakukan untuk menganalisis unjuk kerja dari motor induksi terhadap perubahan harga resistansi rotor. Data yang diambil dari name plate motor induksi tiga fasa 100 Hp 0,46 kV 60 Hz digunakan untuk menghitung harga parameter-parameter motor induksi. Selanjutnya parameter-parameter tersebut digunakan sebagai input Program MATLAB untuk mensimulasikan karakteristik dari motor induksi tiga fasa. Hasil analisis dari karakteristik motor induksi tiga fasa menunjukkan efisiensi mencapai puncak dengan harga 0,9627 untuk resistansi rotor (Rr) 0,0001932 ? pada slip sebesar 0,000198. Sedangkan untuk resistansi rotor (Rr) 0,058855 ? efisiensi meningkat secara cepat dengan harga sebesar 0,9081dan mulai meningkat secara perlahan ketika mencapai harga slip 0,0225 (slip desain motor). Harga efisiensi yang sama yaitu sebesar 0,6184 untuk kedua harga resistansi terjadi pada slip 0,004389. Hasil simulasi antara slip dan daya output pada motor induksi tiga fasa menggambarkan bahwa perbedaan yang signifikan pada daya keluaran antara dua nilai resistansi yang berbeda. Kinerja motor sangat sensitif terhadap perubahan resistansi rotor. Resistansi yang lebih rendah memungkinkan daya keluaran puncak yang jauh lebih tinggi, hal ini menandakan konversi energi yang lebih efisien pada resistansi yang lebih rendah dalam kondisi tertentu