E-Jurnal Universitas Muhammadiyah Palembang
Not a member yet
    3618 research outputs found

    PENERAPAN METODE MULTI OBJECTIVE OPTIMIZATION ON THE BASIS OF RATIO ANALYSIS (MOORA) PADA SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PEMBERIAN KREDIT BAGI UMKM DI KOTA LUBUKLINGGAU ( STUDI KASUS : BANK BRI CABANG LUBUKLINGGAU )

    Get PDF
    Kredit dalam kegiatan perbankan merupakan kegiatan usaha yang paling utama, karena pendapatan terbesar dari usaha bank berasal dari pendapatan kegiatan usaha kredit, yaitu berupa bunga dan provisi. Tujuan pemberian kredit merupakan upaya untuk memperoleh hasil dalam bentuk bunga yang diterima oleh bank sebagai balas jasa dan provisi kredit yang dibebankan kepada nasabah dengan harapan nasabah yang memperoleh kredit pun bertambah maju dalam usahanya, baik dana investasi maupun dana modal kerja sehingga nasabah debitur, dalam hal ini pelaku usaha mikro, kecil dan menenga akan dapat mengembangkan dan memperluas usahanya. Bank Rakyat Indonesia ( BRI ) Cabang Lubuklinggau merupakan salah satu bank pemerintah yang bertugas sebagai penyalur kredit bagi masyarakat, utamanya kredit bagi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah. Dalam prosesnya seorang analis kredit di bank BRI Cabang Lubuklinggau sering mengalami kesulitan dalam menganalisa apakah seseorang (UMKM) layak di berikan kredit atau tidak. Kesulitan yang terjadi dikarenakan banyaknya calon debitur (UMKM) yang datanya harus diolah, sedangkan jumlah analisis kredit yang dimiliki jumlahnya terbatas. Permasalahan lainnya adalah dalam menganalisa pengajuan kredit yang ada, seorang analis kredit masih menggunakan analisa personal yang hasilnya belum tentu akurat sehingga dapat mengakibatkan terjadinya kredit macet bagi nasabah (UMKM). Sistem pendukung keputusan (SPK) adalah bagian dari sistem informasi berbasis komputer termasuk sistem berbasis pengetahuan yang dipakai untuk mendukung pengambilan keputusan dalam suatu organisasi atau perusahaan.metode pendukung keputusan yang dipakai dalam penelitian ini adalah  metode MOORA dan metode pengembangan yang dipakai adalah metode waterfall. Hasil dari penelitian ini adalah Penerapan Metode Multi Objective Optimization on the basis of Ratio Analysis (MOORA) Pada Sistem Pendukung Keputusan Pemberian Kredit bagi UMKM di Kota Lubuklinggau

    PELATIHAN DAN PROMOSI KRUPUK AMPLANG MELALUI MEDIA SOSIAL DALAM MENINGKATKAN PENDAPATAN MASYARAKAT KAMPUNG GURIMBANG

    Get PDF
    Ikan adalah salah satu sumber daya alam yang dapat dijadikan berbagai olahan pangan. Salah satunya adalah kerupuk amplang khas Kalimantan Timur. Amplang ikan sendiri merupakan salah satu olahan makan yang banyak digemari oleh sebagian besar masyarakat Indonesia. Bentuknya yang sederhana dan enak dimakan menjadikannya salah satu camilan yang sering dicari. Di daerah Guimbang, Berau, ikan merupakan sumber daya yangt cukup berlimpah. Untuk meningkatkan harga jual dan nilai ekonominya, pengolahan ikan menjadi amplang sangat direkomendasikan oleh Dinas Koperindag dan dinas lain. Cara pembuatannya dan peralatan yang sederhana juga menjadi salah satu alasan yang kuat. Apalagi amplang juga merupakan salah satu jenis makanan oleh-oleh khas dari Berau, Kalimantan Timur. Hasil dari pengabdian ini adalah masyarakat berpartisipasi aktif dalam pelatihan pembuatan  amplang ikan dan masyarakat menjadi lebih paham tentang pengolahan pangan, nilai gizi, dan amplang ikan tersebut sebagai produk alternatif untuk meningkatkan nilai jual ikan, serta memiliki daya simpan yang tahan lama dibandingkan dengan olahan lain seperti ikan asin atau abon. Selain itu, olahan ini juga dapan menjadi alternatif sumber pendapatan tambahan bagi masyarakat sekitar

    SOSIALISASI DAN PELATIHAN PEMBUATAN MASKER BERBAHAN DASAR KAIN DAN HAND SANITIZER DI DESA TELATANG KECAMATAN MERAPI BARAT

    Get PDF
    Coronavirus Diseases 2019 (COVID-19) merupakan suatu penyakit yang disebabkan oleh strain coronavirus baru (SARS-CoV-2) yang muncul di Wuhan, Hubei, Cina pada Desember 2019. Peningkatan status dari epidemi ke pandemi yang secara resmi diumumkan WHO pada tanggal 11 Maret 2020 (WHO, 2020e) tersebut menjadi salah satu kejadian luar biasa yang tidak pernah diperkirakan sebelumnya. Penetapan Pandemi sendiri mempertimbangkan suatu penyakit yang bersifat menular dan menyebar ke banyak wilayah atau negara. Pandemi global COVID-19 sendiri sampai dengan tanggal 20 April 2020 telah menyebar ke 213 negara/territorial (WHO, 2020a).Di Provinsi Sumatera Selatan khususnya di Kabupaten Lahat  terus mengalami peningkatan, maka dapat dikatakan bahwa penularan masih terus terjadi. Oleh karena itu, upaya yang perlu dilakukan untuk dapat mengendalikan/mencegah penyebaran virus COVID-19 adalah menciptakan kepedulian masyarakat yang dimulai dari level rumah tangga melalui edukasi/sosialisasi dan pengembangan potensi desa dalam penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta Mengembangkan potensi desa terdampak COVID-19 melalui pelatihan penerapan PHBS pada level rumah tangga, seperti pembuatan dan penyemprotan disinfektan, pembuatan masker kain dan pembagian masker, dan pembuatan tempat cuci tangan

    EDUKASI PENCEGAHAN PENULARAN COVID-19 MELALUI SOSIALISASI DI DUSUN DUHANI,U KAB. BIMA

    Get PDF
    Program  Pengabdian Kepada Masyarakat ini dilaksanakan dengan tujuan  untuk memberikan penyuluhan sosial atau sosialisasi sekaligus  memberikan edukasi terkait dengan penanganan dan pencegahan penyebaran virus Covid 19 dalam rangka meredam kepanikan di masyarakat. Target utama dari program Pengabdian Kepada Masyarakat ini adalah masyarakat atau warga  dusun duhaniu untuk  memberikan wawasan  atau edukasi  kepada masyarakat mengenai beberapa hal dalam menangani dan  mencegah penyebaran Virus COVID-19 pada kehidupan  New Normal.  Metode pelaksanaan PKM ini berupa sosialisasi  dan edukasi melalui pendampingan, penyuluhan, Dengan adanya program PKM melalui sosialisasi dan edukasi ini, diharapkan target masyarakat  dapat  mengurangi kepanikan terhadap virus Covid 19, tercipta peningkatan pemahaman masyarakat mengenai Covid-19, tercipta suatu strategi gerakan mencegah dan mengantisipasi penyebaran Covid-19 di daerah setempat, dan tercipta media edukasi yang bisa menjadi pegangan masyarakat dalam menghadapi penyebaran virus corona, serta tetap menerapkan protokol kesehatan walau terdapat penurunan tingkat penyebaran sampai pemerintah memberikan instruksi di tahapan kehidupan selanjutny

    Influence of Feed Satisfaction Interval on Survival and Growth of Patin (Pangasius hypopthalmus)

    Get PDF
    This study aims to determine the effect of the fasting interval on the growth of length and weight during maintenance in Pangasius hypophthalmus-fed pellets. The study was conducted in the hatchery laboratory of the Aquaculture Study Program, Faculty of Agriculture, University of Muhammadiyah Palembang, utilizing the completely random Desain (RAL) method with five treatments and three repetitions. P1 was fed daily (control), P2 was fasted for one day and fed for one, P3 was fasted for one day and fed for two, P4 was fasted for one day and fed for three, and P5 was fasted for one day and fed for four.P1 was fed daily (control), P2 was fasted for one day and fed for one, P3 was fasted for one day and fed for two, P4 was fasted for one day and fed for three, and P5 was fasted for one day and fed for four.The data were then analyzed using an ANOVA test to determine the effect of each treatment.The data were then analyzed using an ANOVA test to determine the effect of each treatment. The best results for long growth were obtained from the P2 treatment, and the best results for weight growth were obtained from the P2 treatment. During the observations, P2 demonstrated the highest survival rate. The P5 treatment indicates the highest feed utilization efficiency and feed conversion ratio with values of 69 percent and 1.67 percent, respectively. The feeding intervals with fasting treatment produced the best results in terms of growth, fed efficiency, and feed conservation; however, there was no significant difference in the observation factor

    PENDIDIKAN DI INDONESIA MASA PENDUDUKAN JEPANG

    Get PDF
    Artikel ini membahas tentang Pendidikan di Indonesia Masa Pendudukan Jepang. Adapun tujuan tulisan ini ingin mendeskripsikan pengaruh pendudukan Jepang terhadap Pendidikan di Indonesia.  Tulisan ini merupakan hasil kajian historis dengan langkah heuristik, kritik, interpretasi dan historiografi.   Pada masa pendudukan Jepang  di Indonesia, melakukan beberapa kebijakan pendidikan yaitu penanaman budaya Jepang, reformasi system pendidikan, kebijakan pada kurikulum dan kebijakan pada pendidikan Islam. Sehingga  selama menjajah,  Jepang telah melakukan kebijakan bidang pendidikan yang berimplikasi pada berbagai jenis dan jenjang pendidikan Indonesia

    PENGAMBILAN KEPUTUSAN CARA PERSALINAN: TINJAUAN LITERATUR

    Get PDF
    Pemilihan cara persalinan Sectio Caesarea (SC) akhir-akhir ini terjadi peningkatan, terutama pada negara yang berpenghasilan tinggi. Persalinan tidak selalu normal, sehingga diperlukan pengambilan keputusan yang tepat. Tujuan tinjauan pustaka untuk mengetahui faktor apasaja yang mempengaruhi serta hambatan yang ditemukan dalam pengambilan keputusan cara persalinan oleh ibu hamil. Metode penelitian menggunakan literature reviewmelalui database Pubmed, Proquest dan EBSCO. Hasil ditemukan 14 artikel terkait pengambilan keputusan berbagai alasan memilih cara persalinan dengan cara Vagina Delivery (VD) dan SC. Wanita yang memilih VD menyebutkan pemulihan menjadi lebih cepat, sedangkan wanita yang memilih SC beralasan adanya ketakutan akan nyeri persalinan dengan VD. Sumber informasi cara persalinan umumnya didapatkan dari dokter kandungan dan bidan. Adapun orang yang mempengaruhi pengambilan keputusan adalah orang tua, pasangan, teman, dokter dan bidan. Peran tenaga kesehatan seharusnya memberikan konseling berbasis bukti dengan informasi yang tepat sesuai kebutuhan wanita dan selalu melibatkan wanita dalam pengambilan keputusan

    EKSPLORASI DAN EFEKTIVITAS JAMUR PATOGEN SERANGGA SEBAGAI AGENS HAYATI DARI RHIZOSFER BERBAGAI PERTANAMAN PERTANIAN ASAL DATARAN RENDAH OGAN KOMERING ILIR

    Get PDF
    Insect pathogenic fungi are environmentally friendly pest control agents. This study aims to explore insect pathogenic fungi from the rhizosphere of various crops. The study was conducted in the Pest and Plant Diseases laboratory, Faculty of Agriculture, University of Palembang, in February-May 2019. The study used a factorial Completely Randomized Design (CRD) consisting of 3 replications and 15 treatments. The research stage is exploration using Omphisa fuscidentalis larvae. The soil for trapping insect pathogenic fungi comes from lowland rice, long beans, and rubber plantations in the Ogan Komering Ilir district. Isolation and identification of the fungus using the fungus that comes out of the larval body cultured on PDA (Potato Dextrose Agar) media, incubated for 7 days at room temperature. Observation of mortality of O. fuscidentalis larvae for 15 days. The first observation was 3 days after the infestation (hsi) with an interval of 3 days of observation. Data were analyzed descriptively, displayed in the form of images, mortality data were analyzed using Diversity Analysis. The results of the study found three genera of insect pathogenic fungi, namely Beauveria bassiana, Metarhizium anisopliae and Aspergillus sp. The highest larval mortality percentage was in the A3T15 treatment of 10.02% and the lowest in A2T3 and A3T3 was 0.71%. The highest mortality time of larvae was at T15 of 23.86%, and the lowest was at T3 of 3.81%. Efforts to obtain more specific and effective strains of insect pathogenic fungi, further research needs to be done on a laboratory and field scale

    PEMBERIAN TAKARAN PUPUK ORGANIK CAIR NATURAL NUSANTARA (POC NASA) TERHADAP PRODUKSI TANAMAN JAGUNG MANIS (Zea mays L.) DI DALAM POLIYBAG

    Get PDF
    This research was conducted in the experimental garden of the Agricultural Faculty, Sjakhyakirti University, Palembang, from March to July 2021. The design used was a Randomized Block Design (RAK), with four replications and six treatments. Each treatment was repeated four times (6 x 4) so that there were 24 experimental units and each experimental unit consisted of four corn plants, so there were 96 polybaq. The treatments consisted of: P0 = without Nasa POC fertilizer (0 ml/liter), P1 = Nasa POC 5 ml/liter, P2 = Nasa POC 10 ml/liter, P3 = Nasa POC 15 ml/liter, P4 = Nasa POC 20 ml/liter liters, and P5 = POC Nasa 25 ml/liter. The variables observed were the weight of the ear (g), the circumference of the ear (cm), the length of the ear (cm), and the weight of the cob of the whole treatment (kg). The results showed that the NASA POC fertilizer treatment had an effect on the weight of the cobs planted and the weight of the cobs of all polybaq in one treatment in each group or replication. The dose of 20 ml/liter (Treatment P4) on sweet corn plants gave the best results on the weight of the cobs of planting and the weight of the cobs of whole polbaq corn plants.Penelitian ini dilaksanakan di kebun percobaan Pakultas Pertanian Universitas Sjakhyakirti Palembang, berlangsung dari bulan Maret sampai dengan Juli 2021. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK), dengan empat ulangan  dan enam perlakuan. Setiap perlakuan diulang sebanyak empat kali (6 x 4) sehingga terdapat 24 unit percobaan dan setiap unit percobaan terdiri dari empat tanaman  jagung, sehingga terdapat  96 polybaq. Perlakuannya terdiri :P0 = tanpa pupuk POC Nasa  ( 0 ml/liter), P1 = POC Nasa 5 ml/liter, P2 = POC Nasa 10 ml/liter, P3 = POC Nasa 15 ml/liter, P4 = POC Nasa 20 ml/liter, dan P5 = POC Nasa 25 ml/liter. Peubah yang diamati adalah berat tongkol  (g), lingkar tongkol ( cm), panjang tongkol (cm), dan berat tongkol seluruh poloybaq perlakuan  (kg). Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pupuk POC NASA memberikan pengaruh terhadap berat tongkol pertanaman dan berat tongkol seluruh polibaq dalam satu perlakuan  pada setiap kelompok atau ulangan. Dosis 20 ml/liter ( Perlakuan P4) pada tanaman jagung manis memberikan hasil yang terbaik terhadap berat tongkol pertanaman dan berat tongkol tanaman jagung seluruh polybag

    JENIS MULSA ORGANIK DAN PUPUK HAYATI UNTUK MENINGKATKAN PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN MENTIMUN (Cucumis sativus L.)

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendapatkan jenis mulsa organik dan dosis pupuk hayati yang tepat terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman mentimun (Cucumis sativus L.). Penelitian ini telah dilaksanakan di lahan milik petani yang terletak di jalan Sukarela, Kelurahan Kebun Bunga, Kec. Sukarami,  Km 7 Palembang Sumatera Selatan. Penelitian ini telah dilaksanakan dari bulan Mei sampai Agustus 2021. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan Rancangan Petak Terbagi (Split-plot design) terdiri dari 9 kombinasi perlakuan yang di ulang 3 kali. Adapun perlakuan yang dimaksud adalah sebagai berikut petak utama : jenis mulsa organik (M) yaitu M1 = tanpa mulsa ;  M2 = mulsa sekam padi ; M3 = mulsa serbuk gergaji sedangkan anak petak : dosis pupuk organik hayati  (H) yaitu H1=10 ml/L  ; H2 = 20 ml/L ; H3= 30 ml/L. Peubah yang diamati dalam penelitian ini adalah Tinggi tanaman (cm), Diameter buah (cm). Jumlah buah, Berat buah pertanaman (g) dan Berat buah perpetak (kg). Berdasarkan hasil  penelitian menunjukkan bahwa secara tabulasi perlakuan kombinasi jenis mulsa sekam padi dengan pupuk hayati 20 ml/L air menghasilkan produksi tertinggi sebesar 8,77 kg/petak atau setara dengan 35,08 ton/ha.This study aims to determine and obtain the right type of organic mulch and dose of biological fertilizer on the growth and production of cucumber (Cucumis sativus L.) plants. This research has been carried out on land owned by farmers located on Jalan Sukarela, Kelurahan Kebun Bunga, Kec. Sukarami, Km 7 Palembang, South Sumatra. This research was carried out from May to August 2021. This study used an experimental method with a Split-plot design consisting of 9 treatment combinations which were repeated 3 times. The treatments in question are as follows: Main plot: Use of organic mulch (M) type, namely M1 = no mulch; M2 = rice husk mulch; M3 = sawdust mulch while Sub-plots: dosage of biological organic fertilizer (H), namely H1=10 ml/L; H2 = 20 ml/L ; H3 = 30 ml/L. The variables observed in this study were plant height (cm), fruit diameter (cm). Number of fruit, weight of fruit per plant (g) and weight of fruit per plot (kg). Based on the results of the study, it was shown that tabulated combination treatment of rice husk mulch with biological fertilizer 20 ml/L of water resulted in the highest production of 8.77 kg/plot or equivalent to 35.08 ton/ha

    3,176

    full texts

    3,618

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    E-Jurnal Universitas Muhammadiyah Palembang
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇