E-Jurnal Universitas Muhammadiyah Palembang
Not a member yet
3618 research outputs found
Sort by
ANALISIS ASPEK SOSIAL BUDAYA DALAM NOVEL “KKN DI DESA PENARI” KARYA SIMPLEMAN: TINJAUAN SOSIOLOGI SASTRA
Penelitian ini membahas aspek sosial budaya yang terdapat dalam novel “KKN di Desa Penari” karya Simpleman. Tujuan penelitian ini adalah untuk (1) mendeskripsikan struktur (tema, alur, latar, tokoh dan penokohan) yang membangun di dalam novel KKN di Desa Penari karya Simpleman. (2) mendeskripsikan aspek sosial budaya dalam novel KKN di Desa Penari karya Simpleman. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Penelitian ini menggunakan pendekatan sosiologi sastra. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu teknik dokumentasi, dan teknik analisis data menggunakan teknik analisis karya. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa novel “KKN di Desa Penari” karya Simpleman memiliki unsur pembangun meliputi tema yang terdiri dari tema mayor dan tema minor, alur yang digunakan adalah alur campuran, latar terdiri dari latar tempat, latar waktu, dan latar sosial-budaya, kemudian tokoh terdiri dari tokoh utama terdapat dua tokoh sedangkan tokoh tambahan terdapat dua belas tokoh. Selain itu ditemukan pula aspek sosial budaya dalam novel KKN di Desa Penari karya Simpleman. Aspek sosial berupa interaksi sosial terdiri dari kerja sama dan pertentangan, sedangkan aspek budaya berupa unsur kebudayaan terdiri dari peralatan dan perlengkapan hidup, mata pencaharian hidup, sistem kemasyarakatan, bahasa, kesenian, sistem pengetahuan, dan religi (kepercayaan)
Kesalahan Siswa SMP Kelas VII dalam Menyelesaikan Soal Operasi Hitung Bilangan Pecahan
This study aims to discover the types of fraction arithmetic operations and the factors that cause students to make mistakes in solving fractional arithmetic operations questions. This type of research is descriptive-qualitative research. The population in this study were class VII students of South Indralaya 1 Middle School, South Indralaya 2 Middle School, and South Indralaya 3 Public Middle School, with a total sample of 150 VII-grade students. The data collection technique was in the form of giving tests with as many as 12 questions as experts and interviews had validated. Data analysis used is data reduction, data presentation, and conclusions. The results showed that the most dominant type of fraction arithmetic operations in which students completing fraction arithmetic operations made mistakes was type 10 (a/b:c/d) 82 students, type 6 (c-a/b) 78 students, type 3 (c+a/b) 77 students, type 11 (c:a/b) 76 students, and type 12 (a/b:c) 71 students
TANGGUNGJAWAB PENYIDIK UNIT PIDANA KHUSUS SATUAN RESERSE KRIMINAL KEPOLISIAN RESOR MUSI BANYUASIN DALAM MENANGANI KEJAHATAN ILLEGAL DRILLING
ABSTRACTThe background in this research is Illegal oil mining is one of the problems in the oil and gas sub-sector which is currently still a challenge for the government. The formulation of the problem in this study is 1) What efforts have been made by the investigators of the Special Criminal Investigation Unit of the Musi Banyuasin Police Resort in dealing with the crime of illegal drilling? and 2) What is the responsibility of investigators from the Special Criminal Investigation Unit of the Musi Banyuasin Police in dealing with the crime of illegal drilling? The research method used is empirical juridical research. Sources of data used in this study consisted of primary data and secondary data. Based on the results of the study indicate that 1) Efforts made by investigators of the special criminal unit of the Musi Banyuasin Resort Police in dealing with the crime of illegal drilling were carried out with penal and non-penal efforts. However, the Regional Government and the Musi Banyuasin District Police have not been able to optimize law enforcement against illegal drilling activities because there is no legal umbrella that gives permanent legal force to the Police to control illegal drilling practices. Even the police do not have sufficient budget to control the closing of old wells; and 2) Responsibilities of Investigators of the Special Criminal Investigation Unit of the Musi Banyuasin Police Resort in Handling the Crime of Illegal Drilling legally have absolute responsibility and have been carried out where investigators have taken firm action to conduct investigations and arrest perpetrators of illegal drilling activities. Keywords: responsibility, investigator, handling crime, illegal drilling ABSTRAK Latar belakang dalam penelitian ini adalah Penambangan minyak ilegal merupakan salah satu permasalahan dalam sub sektor migas yang saat ini masih menjadi tantangan bagi pemerintah. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah 1) Upaya apa yang dilakukan penyidik Unit Pidana Khusus Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Musi Banyuasin dalam menangani kejahatan illegal drilling? dan 2) Bagaimana tanggungjawab penyidik Unit Pidana Khusus Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Musi Banyuasin dalam menangani kejahatan illegal drilling?. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian yuridis empiris. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari data primer dan data sekunder. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Upaya yang dilakukan penyidik unit pidana khusus satuan reserse kriminal kepolisian resor musi banyuasin dalam menangani kejahatan illegal drilling dilakukan dengan upaya penal dan non penal. Namun Pemerintah Daerah dan pihak Kepolisian Kabupaten Musi Banyuasin belum dapat melakukan optimalisasi penegakan hukum terhadap kegiatan illegal drilling dikarenakan belum ada payung hukum yang memberikan kekuatan hukum tetap kepada pihak Kepolisian untuk melakukan penertiban praktek illegal drilling. Pihak Kepolisianpun belum memiliki anggaran yang cukup memadai untuk melakukan penertiban penutupan sumur tua; dan 2) Tanggungjawab Penyidik Unit Pidana Khusus Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Musi Banyuasin dalam Menangani Kejahatan Illegal Drilling secara hukum bertanggung jawab mutlak dan telah dilaksanakan dimana penyidik mengambil tindakan tegas melakukan penyidikan dan menagkap pelaku kegiatan illegal drilling. Kata Kunci: tanggungjawab, penyidik, menangani kejahatan, illegal drillin
PENEGAKAN HUKUM TERHADAP OKNUM ANGGOTA POLRI YANG MELAKUKAN PUNGUTAN LIAR DALAM PENGURUSAN SURAT IZIN MENGEMUDI (SIM) DI WILAYAH HUKUM KEPOLISIAN DAERAH SUMATERA SELATAN
ABSTRAKPenegakan hukum kasus pungutan liar oleh oknum anggota Polri dalam penerbitan Surat Izin Mengemudi (SIM) di wilayah hukum Kepolisian Daerah Sumatera Selatan telah dilakukan sesuai dengan Peraturan Disiplin Anggota Polri (PP No. 2 tahun 2003). Namun demikian, masih terkendala faktor undang-undang, faktor penegak hukum, faktor masyarakat dan budaya. Sanksi yang diberikan terhadap oknum anggota polri yang melakukan pungutan liar dalam Pengurusan Surat Izin Mengemudi (SIM) di Wilayah Hukum Kepolisian Daerah Sumatera Selatan yaitu berupa pemberian sanksi administratif yakni hukuman disiplin berupa teguran tertulis; penundaan mengikuti pendidikan paling lama 1 (satu) tahun; penundaan kenaikan gaji berkala; penundaan kenaikan pangkat untuk paling lama 1 (satu) tahun; mutasi yang bersifat demosi; pembebasan dari jabatan; dan penempatan dalam tempat khusus paling lama 21 (dua puluh satu) hari. ABSTRACTLaw enforcement in the case of illegal levies by unscrupulous members of the National Police in the issuance of Driving License (SIM) in the jurisdiction of the South Sumatra Regional Police has been carried out in accordance with the Disciplinary Regulations for Police Members (PP No. 2 of 2003). However, it is still constrained by statutory factors, law enforcement factors, community factors and culture factors. Sanctions given to unscrupulous members of the National Police who carry out illegal levies in the Management of Driving Permits (SIM) in the South Sumatra Regional Police Legal Area are in the form of administrative sanctions, namely disciplinary punishment in the form of a written warning; delayment in attending education for a maximum of 1 (one) year; postponement of periodic salary increases; postponement of promotion for a maximum of 1 (one) year; demotional mutations; release from office; and placement in a special place for a maximum of 21 (twenty one) days
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENYERAPAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH (APBD) PEMERINTAH KABUPATEN PASAMAN
This study aims to determine the influence of the factors that influence the absorption of the budget in the Pasaman Regency Government. The population in this study were all Regional Apparatus Organizations in the Pasaman Regency Government which consisted of 40 OPD. Sources of data used in this study is primary data and data collection is done directly by using a questionnaire. The research method used is a quantitative method with multiple linear regression analysis. The variables in this study consisted of 3 independent variables (independent) and the dependent variable (dependent). The 3 independent variables are the quality of human resources (X1), budget planning (X2), and procurement of goods and services (X3), while the dependent variable is budget absorption (Y). The results of this study indicate that partially the quality of human resources, budget planning, and procurement of goods/services has a positive and significant effect on the absorption of the Pasaman Regency Government's budget
Utilization of Eco-Enzyme from Household Organic Waste to Maintain Soil Fertility and Plant Pest Control
The use of inorganic chemical fertilizers and synthetic pesticides in the cultivation of crops carried out by farmers has caused negative effects on the environment. Likewise, the disposal of household organic garbage by the community has caused pollution in the surrounding environment. To reduce environmental disturbances due to garbage deposits, household organic garbage can be utilized for making eco-enzyme. Eco-enzyme is a complex organic compounds solution resulting from the fermentation of organic garbage, water, and sugar. Eco-enzyme solution can be used by the community as a versatile cleaning liquid, for environmentally friendly plant fertilizer and plant pest control. Community service activity has been carried out in Gelebak Dalam Village, Rambutan District, Banyuasin Regency, in the form of counseling and demonstrations of making eco-enzyme solutions from fruit peels and vegetable residues. Knowledge of eco-enzyme is very beneficial for the community, because, in addition to reducing the negative effects of organic garbage deposits on the environment, eco-enzyme is also useful in reducing the use of inorganic fertilizers and synthetic pesticides in plant cultivation activities
KAJIAN PENGARUH VARIASI PELARUT, KECEPATAN PENGADUKAN DAN WAKTU PADA PROSES EKSTRAKSI KALIUM DARI ABU KULIT BUAH SEMANGKA (CITRULLUS LANATUS)
Indonesia merupakan salah satu negara agraris, dimana penghasilan dari sektor pertanian yang sangat melimpah ruah,sehingga terdapat banyak masalah limbah dari hasil pertanian, salah satunya adalah limbah kulit buah semangka. Indonesia termasuk sepuluh negara terbesar penghasil limbah di dunia, sehingga limbah yang dihasilkan tersebut semakin hari semakin banyak dan mengganggu apabila tidak dimanfaatkan. Pada kulit buah semangka per 100 gram salah satunya mengandung kalium sebanyak 220 mg (Johnson et al, 2013). Kalium ini dapat digunakan sebagai sumber alkali untuk industri sabun, korek api, zat pemutih dan pemurni (Siegel, Richard S, 1940).Pengambilan kalium dari abu kulit buah semangka dapat dilakukan melalui proses ekstraksi. Pada penelitian yang dilakukan oleh Sukeksi, dkk (2017), pengaruh kecepatan pengadukan dan waktu dalam ekstraksi abu kulit semangka mempengaruhi normalitas, persen rendemen dan kadar kalium. Kondisi kecepatan pengadukan berlangsung pada variasi 200 rpm, 250 rpm, 300 rpm dan 400 rpm, dan variasi waktu ekstraksi adalah 60 menit, 100 menit, 140 menit, 160 menit, dan 180 menit.Dari penelitian ini menggunakan variasi pelarut air dan methanol, hasil yang tertinggi pada proses ekstraksi kalium dari abu kulit semangka menggunakan kecepatan pengadukan 400 rpm dengan waktu 180 menit dengan hasil konsentrasi kalium sebesar 2,66 N, persen rendemen 75,75% dan kadar kalium 53,5% yang di analisa menggunakan Atomic Absorption Spectroscopy (AAS).Penelitian ini diharapkan dapat memberi referensi untuk mengupayakan pengembangan pemanfaatan limbah pertanian dalam pengembangan bahan kimia yang berasal dari biomassa
HAK ADVOKAT TERHADAP KLIEN DALAM MENANGANI PERKARA PERDATA DI PENGADILAN AGAMA
Advokat sebagai nama resmi profesi dalam sistem peradilan pertama ditemukan dalam ketentuan Susunan Kehakiman dan Kebijaksanaan Mengadili (RO). Advokat itu merupakan padanan dari kata Advocaat (Belanda) yakni seseorang yang telah resmi diangkat untuk menjalankan profesinya setelah memperoleh gelar meester in de rechten (Mr). Lebih jauh lagi, sesungguhnya akar kata itu berasal dari kata latin “advocare, advocator”. Oleh karena itu, tidak mengherankan kalau hampir di setiap bahasa di dunia kata (istilah) itu dikena
ADSORPSI ION LOGAM Fe DALAM LIMBAH TEKSTIL SINTESIS DENGAN MENGGUNAKAN METODE BATCH
Adsorption is a process occurs in a fluid, either it is liquid or gas, bonded in a solid or liquid (absorbent agent, adsorbent) and eventually creates a thin layer or film (adsorbed agent, adsorbent) on its surface. In this study, the writer did the process of the adsorption of Fe metal ion to the adsorbent of carbide waste that has been processed into tablet with 3x5 mm size, adsorption was done with Batch process by stirring 15gr or adsorbent into 100ml of synthetic waste with 50rpm stirring speed. There are two factors that influence the decrease of Fe metal concentration in synthesis waste which is the influence of pH and time. This study used variables of adsorption time (1; 2; 3; 4; 5; 6) hours with pH (2.5; 4.1) for each hour with an initial concentration of Fe 800g metal ions. This study was conducted to obtain the optimum value of pH and concentration of final Fe metal ions with the comparison of initial pH ratio and predetermined time. Seen from the matrix results of the study, it can be concluded that the longer the stirring time the more metal ions are absorbed by the adsorbent of carbide waste and pH value also rises