E-Jurnal Universitas Muhammadiyah Palembang
Not a member yet
3618 research outputs found
Sort by
HUBUNGAN PENGETAHUAN COVID-19 TERHADAP KECEMASAN PADA LANSIA YANG MENGALAMI HIPERTENSI DI PADUKUHAN JAMUSAN DESA BOKOHARJO PRAMBANAN SLEMAN YOGYAKARTA
Kecemasan merupakan faktor psikologis yang berbahaya yang mempengaruhi hipertensi. Kecemasan meningkatkan stres psikososial pada banyak orang dan dapat menyebabkan tekanan darah tinggi. Adanya pandemi COVID-19 menyebabkan kecemasan bagi lansia, karena lansia merupakan kelompok yang berisiko tertularnya penyakit COVID-19. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan tentang COVID-19 terhadap kecemasan pada lansia yang mengalami hipertensi. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dan menggunakan analisa deskriptif dengan desain penelitian cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah kelompok usia 65 tahun yang mengalami hipertensi. Pengambilan sampel untuk penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode random sampling. Jumlah populasi untuk penelitian ini adalah 110 orang, sampel terdiri dari 86 orang. Alat yang digunakan dalam pengumpulan data variabel menggunakan kuesioner. Hasil Penelitian: Sebagian besar lansia merasa kecemasan selama pandemi COVID-19 karena kurangnya pengetahuan, dan di perolehan signifikansi (p = 0,000) dengan koefisien korelasi 0,648 artinya penelitian memiliki hubungan antara pengetahuan tentang COVID-19 dengan kecemasan. Kesimpulan, ada hubungan pengetahuan tentang COVID-19 dengan kecemasan di desa Jamusan Bokoharjo Prambanan Sleman Yogyakarta
HUBUNGAN TINGKAT KONTROL ASMA DENGAN KUALITAS HIDUP MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PALEMBANG
Asma merupakan penyakit berupa peradangan kronik saluran napas yang ditandai dengan adanya sesak nafas, mengi, batuk dan lainya. Dari gejala tersebut, asma dapat berdampak negatif pada produktifitas penderitanya, gangguan yang ditimbulkan asma dapat membatasi berbagai aktivitas sehari-hari. Asma merupakan penyakit kronik yang tidak dapat disembuhkan melainkan hanya dapat dikontrol dengan pemberian obat-obatan atau tindakan preventif lainnya, sehingga kualitas hidup dapat tetap optimal. Penelitian ini dilakukan di fakultas kedokteran universitas Muhammadiyah Palembang untuk mengetahuan hubungan antara tingkat kontrol asma dengan kualitas hidup penderita asma yang di nilai menggunakan kuesioner ACT dan AQLQ. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain penelitian cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 39 responden yang diambil dengan metode total sampling, yang memenuhi kriteria inklusi dan eklusi. Pada penelitian ini didapatkan tingkat kontrol asma kategori tidak terkontrol sebanyak 56,4% yang terdiri dari 25,6% responden dengan kualitas hidup buruk, 15,4% kualitas hidup sedang, dan 15,4% kualitas hidup baik. Pada penelitian ini didapatkan sebanyak 43,6% responden dengan asma terkontrol dan masing-masing memiliki kualitas hidup baik sebesar 30,8%, kualitas hidup sedang sebesar 7,7%, dan kualitas hidup buruk sebesar 5,1%. Hasil uji Chi Square pada penelitian ini menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara kontrol asma dengan kualitas hidup (p < 0,05)
Sosialization of Chitosan as Natural Preservation for Palm Tree’s (Arenga pinnata Merr.) Sap in Akelamo, Central Oba
Palm tree’s (Arenga pinnata Merr.) sap is the main ingredient for palm sugar. Palm tree’s sap is obtained by tapping the male flowers of palm tree. The sap is rich in sugar thus it is easy to be fermented. Palm farmers in Akelamo Village use soap as a preservation agent to prevent fermentation during the taping and loading period before the sap is cooked. Soap is a non-food product which is unsafe to be used in food product. Based on this fact, the community service program was designed to educate and share information about the danger of non-food preservation agent in food product, and also introduce chitosan as potential natural preservation to prevent fermentation process on palm tree’s sap among the palm farmers in Akelamo Village. There were four activities that had been done, such as discourse about food preservation and chitosan as natural preservation agent, workshop about how to apply chitosan to prevent fermentation during palm tree tapping, workshop about how to make palm sugar, and interactive dialogue with palm farmers. All the activities were done succesfully. The farmers were actively participated in every activity during the program
PROFIL KEBUGARAN JASMANI PETUGAS KEBERSIHAN DI UNIVERSITAS: SERI KASUS
Salah satu profesi yang menuntut fisik dan profil kardiorespirasi yang baik adalah seorang petugas kebersihan, yang sangat dibutuhkan di sebagian besar sector, namun kesejahteraannya jarang mendapat perhatian. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan gambaran profil kardiorespirasi petugas kebersihan di kalangan perguruan tinggi, khususnya Universitas Indonesia. Dalam program pengabdian masyarakat berjudul “Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Peduli 2019”, peneliti melakukan studi deskriptif dengan melibatkan 7 orang partisipan yang berprofesi sebagai petugas kebersihan. Wawancara singkat serta pemeriksaan fisik dan penilaian kardiorespirasi sederhana dengan metode uji jalan 6 menit dilakukan. Hasilnya, subjek perempuan menunjukan hasil yang lebih baik pada uji jalan 6 menit, Kapasitas fungsional pernapasan untuk laki-laki dan perempuan mendapatkan skor lebih rendah dari normal (FEV1 58.00±18%; FVC 59.71±8.71%; FEV1/FVC87.29±10%). Simpulan, petugas kebersihan berisiko pensiun dini, dan tidak dapat bekerja dengan baik tanpa pemberian intervensi komprehensif dan jangka panjang. Hal ini dapat menjadi sasaran bagi program rehabilitasi bagi pekerja.
KEBIJAKAN HUKUM PIDANA (PENAL POLICY) TERHADAP PELAKU KEJAHATAN DI ANGKUTAN UMUM PADA MASA PADEMI COVID 19 DI WILAYAH HUKUM KEPOLISIAN RESOR MUSI BANYUASIN
ABSTRACTThe background in this research is that there is a fairly drastic increase in crime in public transportation at the time of the spread of COVID-19. The formulation of the problem in this study is 1) How is the implementation of criminal law policy (penal policy) against perpetrators of crime in public transportation during the COVID-19 pandemic in Indonesia. The jurisdiction of the Musi Banyuasin Resort Police?; 2) What are the factors that cause crime in public transportation during the COVID-19 pandemic in the Musi Banyuasin Resort Police Legal area?. The research method used is empirical juridical research. Sources of data used in this study consisted of primary data and secondary data. Based on the results of the study, it shows that 1) The implementation of criminal law policies (penal policy) against perpetrators of crimes in public transportation during the COVID-19 pandemic in the Legal area of the Musi Banyuasin Police Resort has been carried out through the penal route with an emphasis on the nature of "repressive" (suppression / eradication / suppression). But not optimal and 2) Factors causing crime on public transportation during the COVID-19 pandemic in the Musi Banyuasin Police Legal Area, namely a) Economic factors. The occurrence of layoffs due to the pandemic and economic crush; b) The social environment of the actor. The loosening of social ties in society; c) Unhealthy social mobility has become a criminogenic factor. When life in the city is harsh and the number of prisoners released during the COVID-19 pandemic; d) Imitating crime in other areas (including the role of the media).Keywords: policy, criminal law (penal policy), perpetrators of crime, public transportation, the COVID-19 pandemic ABSTRAKLatar belakang penelitian ini adalah kegiatan balap liar dikalangan remaja telah menjadi sesuatu latar belakang dalam penelitian ini adalah adanya peningkatan yang cukup drastis kejahatan dalam angkutan umum pada saat penyebaran Covid-19. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah 1) Bagaimana pelaksanaan kebijakan hukum pidana (penal policy) terhadap pelaku kejahatan di angkutan umum pada masa pademi covid 19 di wilayah Hukum Kepolisian Resor Musi Banyuasin?; 2) Faktor-faktor apa saja penyebab terjadinya kejahatan di angkutan umum pada masa pademi Covid-19 di wilayah Hukum Kepolisian Resor Musi Banyuasin? Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian yuridis empiris. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari data primer dan data sekunder. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Pelaksanaan kebijakan hukum pidana (penal policy) terhadap pelaku kejahatan di angkutan umum pada masa pademi Covid-19 di wilayah Hukum Kepolisian Resor Musi Banyuasin telah dilaksanakan melalui jalur penal dengan menitikberatkan pada sifat “repressive” (penindasan/pemberantasan/ penumpasan) namun belum optimal, dan 2) Faktor-faktor penyebab terjadinya kejahatan di angkutan umum pada masa pademi Covid-19 di Wilayah Hukum Kepolisian Resor Musi Banyuasin yaitu a) Faktor ekonomi. Terjadinya PHK karena pandemi dan himpitan ekonomi; b) Lingkungan sosial pelaku renggangnya ikatan-ikatan sosial di masyarakat; c) Mobilitas sosial yang tidak sehat telah menjadi faktor kriminogen. Ketika kehidupan di kota yang keras dan jumlah Pembebasan napi yang banyak pada masa pandemi Covid-19; d) Meniru kejahatan di daerah lain (termasuk peran media).Kata Kunci: kebijakan, hukum pidana (penal policy), pelaku kejahatan, angkutan umum, masa pademi Covid-1
HAK ANAK UNTUK MEMPEROLEH AKTA KELAHIRAN
Akta Kelahiran menjadi sangat penting karena dengan Akta Kelahiran tersebut, seorang anak memiliki bukti secara hukum tentang statusnya sebagai anak sah dimata hukum, sebagai bukti ahli waris yang sah serta memperoleh kedudukan yang pasti sebagai Warga Negara Indonesia. Tetapi dalam kenyataan yang ada di dalam masyarakat, pentingnya Akta Kelahiran belum diketahui dan disadari oleh masyarakat luas
TANGGUNG JAWAB PT. HANURABA SAWIT KENCANA TERHADAP PEMENUHAN HAK NORMATIF BURUH HARIAN LEPAS BERDASARKAN UU NO. 13 TAHUN 2013 TENTANG KETENAGAKERJAAN DAN KEPMEN NO. 100 TAHUN 2004 TENTANG KETENTUAN PELAKSANAAN PERJANJIAN KERJA WAKTU
Jenis penelitian ini adalah penelitian hukum Normatif yang bersifat deskriptif dan didukung oleh data lapangan Adapun yang menjadi permasalahan dalam penelitian ini adalah: Bagaimanakah Tanggung Jawab PT. Hanuraba Sawit Kencana dalam Pemenuhan Hak Normatif Buruh Harian Lepas berdasarkan UU No. 13 tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan dan KEPMEN No. 100 Tahun 2004 Tentang Ketentuan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu? Berdasarkan hasil penelitian yang sudah dilakukan di PT. Hanuraba Sawit Kencana, dapat disimpulkan beberapa hal mengenai bentuk perjanjian kerja antara buruh harian lepas dengan PT. Hanuraba Sawit Kencana dan tanggung jawab PT. Hanuaraba Sawit Kencana terhadap pemenuhan hak normatif buruh harian lepas sudah dijalankan sesuai dengan Undang-Undang No. 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan dan KEPMEN No. 100 Tahun 004 Tentang Ketentuan Pelaksanaan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu
PENEGAKAN HUKUM TERHADAP TINDAK PIDANA PENAMBANGAN TANPA IZIN ( ILLEGAL MINING) DI WILAYAH HUKUM KEPOLISIAN RESOR MUARA ENIM
Penelitian ini adalah penelitian hukum dengan pendekatan yuridis normatif yaitu sebagai pendekatan utama dalam menggali bahan hukum. Penegakkan hukum ketentuan pidana Pasal 158 Undang-undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batu bara terhadap kegiatan pertambangan tanpa izin di Kabupaten Muara Enim berjalan sesuai prosedur dan ketentuan yang berlaku. Para terdakwa telah diproses hukum melalui tahapan-tahapan penyidikan, penuntutan dan pemeriksaan sidang di pengadilan dan diputus sesuai peraturan yang melanggar Pasal 158 Undang-undang Nomor 4 Tahun 2009. Selama 3 (tiga) tahun terakhir hanya terdapat 1(satu) kasus pertambangan tanpa izin yang melanggar Pasal 158 Undang-undang Nomor 4 Tahun 2009 dan sudah diproses secara hukum
SANKSI PIDANA TERHADAP PELANGGARAN LALU LINTAS
Perkara pelanggaran lalu lintas jalan termasuk dalam jenis acara pemeriksaan cepat yang diatur dalam Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana Paragraf 2 Bagian Keenam Bab XVI, sehingga acara pemeriksaan ini dapat dikatakan sebagai lanjutan dari acara tindak pidana ringan namun demikian, sekalipun keduanya acara pemeriksaan tersebut diatur dalam bagian yang sama yakni, sama-sama dikategorikan sebagai “Acara Pemeriksaan Cepat”, antara keduanya mempunyai ciri - ciri dan perbedaan yang khas antara lain pada acara pemeriksaan ini terdakwa "dapat diwakili", ketiga, dalam acara pemeriksaan ini putusan dapat dijatuhkan "diluar hadirnya terdakwa dan terhadap putusan tersebut terdakwa dapat mengajukan perlawanan dalam tenggang waktu 7 hari sesudah putusan diberitahukan secara sah kepada terdakw
PENGARUH JENIS KEMASAN PLASTIK DAN WAKTU PENYIMPANAN TERHADAP PENGAMATAN VISUAL KUE LAPIS TAPIOKA THE EFFECT OF TYPE OF PLASTIC PACKAGING AND STORAGE TIME ON VISUAL OBSERVATION OF TAPIOCA LAYER CAKE
Salah satu makanan yang digemari masyarakat Indonesia, terkhusus d pulau jawa adalah kue lapis.Pembuatannya tidak terlalu sulit, dan dapat dikerjakan pada industri rumah tangga. Riset kami untuk menganalisa jenis kemasan plastik terhadap mutu kue lapis tapioka. Penelitian ini dilaksanakan di Balai Riset dan Standarisasi Palembang dan di Laboratorium Universitas Sriwijaya Palembang pada bulan Mei 2019 hingga Desember 2019. Metode penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok Faktorial yang terdiri dari dua faktor yaitu faktor jenis kemasan plastik dan waktu penyimpanan yang membentuk enam kombinasi perlakuan dan diulang sebanyak tiga kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi jenis kemasan plastik dan waktu penyimpanan sebelum dan setelah penyimpanan hari ke 2 untuk semua perlakuan belum terjadi perubahan warna, belum ada jamur, tidak berlendir dan aroma khas kue lapis tapioka. Perubahan warna, mulai berjamur, mulai berlendir dan perubahan aroma sedikit terjadi pada penyimpanan hari ke 4 untuk perlakuan P1W2, sedangkan untuk perlakuan P2W2 tidak terjadi perubahan baik warna, tidak ada jamur, tidak berlendir dan warnanya. Interaksi perlakuan P1W3 (PolyEthylene/PE waktu simpan 6 hari) sudah banyak terjadi perubahan warna, adanya jamur, berlendir dan aroma. Interaksi perlakuan P2W3 (Polyprophylene/PP dan waktu simpan 6 hari) mengalami sedikit perubahan pada warna, jamur, lendir dan aroma. One of the foods that are popular with the people of Indonesia, especially on the island of Java, is layer cake. It's not too difficult to make, and it can be done in a home industry. Our research is to analyze the type of plastic packaging on the quality of tapioca layer cakes. This research was conducted at the Palembang Research and Standardization Center and at the Sriwijaya University Laboratory Palembang from May 2019 to December 2019. The research method used was a Factorial Randomized Block Design which consisted of two factors, namely the type of plastic packaging and storage time which formed six treatment combinations and repeated three times. The results showed that the interaction between the type of plastic packaging and the storage time before and after the 2nd day of storage for all treatments did not change color, there was no mold, no slimy and the distinctive aroma of tapioca layer cakes. Changes in color, starting to get moldy, starting to get slimy and a slight change in aroma occurred on day 4 of storage for the P1W2 treatment, whereas for the P2W2 treatment there was no change in either color, no fungus, no slimy and no color. The interaction of P1W3 treatment (PolyEthylene/PE storage time 6 days) had a lot of discoloration, the presence of mold, slimy and aroma. The P2W3 treatment interaction (Polyprophylene/PP and 6 days storage time) experienced slight changes in color, mold, slime and aroma