E-Jurnal Universitas Muhammadiyah Palembang
Not a member yet
3618 research outputs found
Sort by
HUBUNGAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DENGAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK PADA KONSEP VIRUS
Kompetensi yang harus dimiliki oleh peserta didik pada abad 21 ini antara lain mencakup berpikir kritis, kreatif, kolaboratif, dan komunikatif. Kemampuan berpikir kritis sangat penting dimiliki oleh setiap orang (khususnya peserta didik) karena memberikan pengaruh positif baik dalam kegiatan akademik maupun sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kemampuan berpikir kritis dengan hasil belajar peserta didik pada konsep virus. Penelitian ini dilakukan di salah satu SMA Negeri di Kabupaten Pangandaran Tahun Ajaran 2020/2021. Metode dalam penelitian ini ialah korelasional. Populasi seluruh kelas X MIPA sebanyak 7 kelas dan sampel sebanyak 1 kelas berjumlah 37 peserta didik sebagai partisipan dengan teknik pengambilan sampel secara purposive sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini ialah berpikir kritis sebanyak 19 soal yang berbentuk uraian dan hasil belajar sebanyak 38 soal berbentuk pilihan ganda pada konsep virus. Teknik analisis data yang digunakan adalah korelasi pearson product moment dengan taraf signifikansi (5%). Sebelum analisis data dilakukan terlebih dahulu uji normalitas dan uji linearitas sebagai uji prasyarat analisis. Hasil penelitian menunjukan hubungan antara kemampuan berpikir kritis dengan hasil belajar peserta didik (R=0,337; R2 =0,114) artinya terdapat kontribusi kemampuan berpikir kritis terhadap hasil belajar peserta didik sebesar 11,4%
Legal Analysis of the Disparity Between Indonesia's Legal Basis and Its Implementation in Protecting Human Rights
The power that is held by human rights might be described as fundamental or basic in nature. People are able to more readily violate the rights of others since many people still do not understand how violation cases work. As a result, there are cases of violations that occur at the present time. A qualitative research method that takes an approach based on statutory regulation is the one that was used for this study. According to the findings presented in the conclusion, the protection and maintenance of human rights within the national institutional framework are established in institutions such as the National Women's Commission (Komnas Perempuan), the National Commission on Human Rights (Komnas HAM), and the Commission on Truth and Reconciliation. These institutions include the Indonesian Child Protection Commission (KPAI), the National Commission on Human Rights (Komnas HAM), and the Commission on Truth and Reconciliation (TRC). Despite this, the KKR was dissolved because it was seen to be incapable of performing its duties in an adequate manner
Perancangan Perbaikan Positioning Produk T-shirt Nakhoda Nusantara Berdasarkan Perceptual Mapping Menggunakan Metode Multidimensional Scaling dan SWOT Analysis
The purpose of this study is to design an improvement in positioning strategy by exploring consumer perceptions in choosing and buying t-shirt products. The object used in this study is the Nakhoda Nusantara brand. This study uses the method of multidimensional scaling (MDS) and SWOT analysis. The attributes used are material quality, color, price, design quality, comfort, attractiveness, fashionable, and brand reputation. Competitor brands determined in this study are 3Second, Owners, Screamous, Wadezig, and Byrazi. The number of samples used in this study were 90 respondents. Sampling using a nonprobability sampling method with a purposive sampling technique. The results of the analysis in this study are: (1) a positioning strategy on the priority attributes that are the weaknesses of the Nakhoda Nusantara t-shirt based on the Euclidean distance, namely attribute attractiveness and fashionable. These two attributes are the main considerations to make the Nakhoda Nusantara t-shirt superior to other competitors. (2) The results of perception mapping produce a stress value of 0.09300 and an R-Square value of 0.99196, so it can be said that this study is valid and reliable
Pengukuran Karakteristik Lingkungan Pedestrian Tengkuruk Permai Palembang
Pedestrian adalah bagian dari kota yang berfungsi untuk menjamin keselamatan dan kenyamanan pejalan kaki. Seiring dengan berkembangnya sebuah kawasan, fenomena diskresi terhadap fungsi pedestrian kerap terjadi, meski dengan berbagai dalil pembenaran. Sejatinya bagaimana pedestrian direncanakan dan digunakan telah ditetapkan pada Permen PU No. 03/PRT/M/2014. Karenanya perlu dilakukan penelitian terkait karakteristik lingkungan pedestrian menurut perspektif pengguna, khususnya dikawasan Tengkuruk Permai Palembang. Penelitian ini bertujuan mengukur tingkat kenyamanan, keselamatan dan kenyamanan pedestrian. Melibatkan 100 responden pengguna pedestrian. Pengumpulan data menggunakan kuisioner dan observasi lapangan, metoda distribusi frekuensi dan tendesius sentral digunakan dalam pengolahan data. Hasil penelitian menunjukkan karakteristik lingkungan pedestrian pada variabel kenyamanan sebesar 57,95% , variabel keselamatan sebesar 56,80% dan variabel keamanan sebesar 64,67%, atau secara umum karakteristik lingkungan pedestrian Tengkuruk Permai sebesar 59,81%. Indikator kebersihan, keindahan, serta bentuk dan skala furniture street menjadi faktor penyebab rendahnya penilaian oleh responden
PENGARUH JENIS DETERGEN DAN RASIO PENGENCERAN TERHADAP PROSES PENYERAPAN SURFAKTAN DALAM LIMBAH DETERGEN MENGGUNAKAN KARBON AKTIF DARI AMPAS TEH
Permasalahan lingkungan saat ini yang banyak terjadi salah satunya adalah pencemaran oleh limbah cair yang berasal dari proses pencucian pakaian. Limbah cair yang tidak dikelola akan menimbulkan dampak yang luar biasa pada perairan, khususnya sumber daya air. Pada penelitian ini, digunakan kabon aktif dari ampas teh karena memiliki daya serap cukup baik, selain itu penggunaan ampas teh sebagai karbon aktif dapat meningkatkan nilai guna ampas teh, sedangkan yang akan dianalisa adalah bagaimana pengaruh jenis detergen (detergen bubuk dan detergen cair) dan variasi rasio pengenceran terhadap daya serap karbon aktif dari ampas teh pada proses penyerapan surfactan dalam limbah air pencucian pakaian (limbah laundry). Metodelogi penelitian mula-mula ampas teh kasar dibuat arang aktif yang memenuhi standar mutu SNI. Lalu sebanyak 300 ml larutan detergen dimasukkan kedalam tabung berdiameter 5 cm yang telah diisi oleh karbon aktif setinggi 5 cm. Lalu catat pada menit keberapa untuk tetes pertama, kemudian tampung output limbah cair laundry selama 5 menit dari tetes pertama, 10 men it, 15 menit, 20 menit, 25 menit dan 30 menit. Percobaan di ulangi untuk variabel pengenceran larutan dan jenis detergen. Dari hasil penelitian diperoleh mutu karbon akif yang dihasilkan dari ampas teh telah memenuhi syarat mutu arang aktif (SII No.0258-79). Dengan karakteristikik kadar air 9,1465%, kadar abu 2,0911%, karbon aktif murni 69,5989%, rendemen 90,16%. Penurunan kadar surfaktan yang optimal untuk detergen bubuk tercapai pada rasio pengenceran 46gr: 2,5lt pada waktu 10 menit sebesar 0,958 mg/L dengan daya serap karbon aktif 5,133 mg/L. Penurunan kadar surfaktan yang optimal untuk detergen cair tercapai pada rasio pengenceran 10,5gr: 2,5lt dalam waktu 15 menit sebesar 0,949 mg/L dengan daya serap karbon aktif 5,056 mg/L
PEMBUATAN BIOETANOL DARI PATI UBI DENGAN PROSES HIDROLISIS ASAM
Bahan bakar bioetanol (C2H5OH)adalah biofuel yang mengandung etanol dengan jenis yang sama dengan yang ditemukan pada minuman beralkohol. Pembuatan bioetanol disini adalah dengan metode hidrolisa HCl 15% dengan bahan baku pati ubi kayu. Pati tersebut akan diambil kandungan karbohidrat dan dikonversi menjadi glukosa (gula) larut dalam air. Ada tiga proses penelitian pembuatan bioetanol ini yaitu proses penghilangan lignin, proses hidrolisa yang akan membentuk alkohol dan proses pemurnian. Penelitian ini dilakukan untuk membandingkan nilai indeks bias dan berat jenis bioetanol yang didapat dengan nilai indeks bias dan berat jenis bioetanol sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada kenaikan nilai indeks bias dan berat jenis bioetanol yang didapat antara kurun waktu 25 sampai dengan 120 menit dengan variabel volume HCl 15% yang digunakan yaitu 25 sampai dengan 45 ml. Dan nilai maksimum indeks bias yang didapat adalah 1,3561 dengan waktu hidrolisa selama 50 menit dan volume HCl yang digunakan sebanyak 45 ml. Sedangkan nilai maksimum berat jeni bioetanol yang didapat adalah 1,1011 dengan waktu hidrolisa selama 25 menit dan volume HCl sebanyak 25 ml
EKSEKUSI BENDA JAMINAN APABILA TERJADI KREDIT MACET
Menjalankan putusan pengadilan, tidak lain daripada melaksanakan isi putusan pengadilan, yakni melaksanakan ”secara paksa” putusan pengadilan dengan bantuan alat-alat negara apabila pihak yang kalah tidak mau menjalankannya secara sukarel
PENYELESAIAN SENGKETA KONSUMEN DI SUMATERA SELATAN
Penyelesaian sengketa konsumen merupakan pelaksanaan UU No. 8 Tahun 1999 tentang perlindungan konsumen, berdasarkan hasil penelitian di beberapa kota dan kabupaten di Sumsel bahwa penyelesaian sengketa konsumen oleh BPSK sangat membantu masyarakat karena penyelesaian dilakukan dengan cara mediasi, konsiliasi dan arbitrase yang merupakan pilihan para pihak. Permasalahanya adalah: Bagaimana peran (eksistensi dan aktifitas) BPSK yang ada di Sumsel dan Bagaimana tanggapan masyarakat terhadap penyelesaian sengketa oleh BPSK di Sumsel.Penelitian dilakukan dengan metode Simple Rendum Sampling. Simpulkan dapat dinyatakan bahwa peran (eksistensi dan aktifitas) BPSK di kota dan kabupaten di Sumsel sangat dibutuhkan masyarakat. Dalam mengaktifkan BPSK perlu disosialisasikan dan diinformasikan hasil kerja BPSK (keputusan) kepada masyarakat. Karena penyelesaian sengketa melalui pengadilan akan memerlukan proses panjang, biaya besar, waktu yang lama; Tanggapan masyarakat terhadap penyelesaian sengketa konsumen melalui BPSK sangat cukup baik karena lembaga ini sangat membantu masyarakat kecil yang tidak mampu baik dari segi materi maupun pengetahuan hukum
KEKUATAN HUKUM SURAT KETERANGAN HAK ATAS TANAH YANG DITERBITKAN OLEH CAMAT
Salah satu tujuan dalam UUPA disebutkan dasar-dasar untuk memberikan jaminan kepastian hukum mengenai hak-hak atas tanah bagi seluruh rakyat Indonesia[1]). Maka diadakan pendaftaran tanah yang termasuk di dalamnya adalah menurut Pasal 2 pendaftaran tanah dilaksanakan berdasarkan asas yaitu sederhana, aman, terjangkau, mutakhir dan terbuka yang harus diperhatikan oleh setiap pendaftar tanah maupun pejabat yang terkait. Hal ini tegas diatur dalam pasal 19 ayat (1) yang menyebutkan untuk menjamin kepastian hukum oleh pemerintah diadakan pendaftaran tanah di seluruh wilayah Republik Indonesia menurut ketentuan-ketentuan yang diatur dengan peraturan pemerintah.[1]) Boedi Harsono, 1997, Hukum Agraria Indonesia Sejarah Pembentukan Undang-Undang Pokok Agraria, Isi dan Pelaksanaannya, Jilid 1 Hukum Tanah Nasional, Djambatan, Jakarta, hlm. 205
KEKUATAN HUKUM KLAUSULA ASURANSI DALAM AKTA PEMBERIAN HAK TANGGUNGAN
Hak Tanggungan adalah hak jaminan yang dibebankan pada hak atas tanah sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria, berikut atau tidak berikut benda-benda lain yang merupakan satu kesatuan dengan tanah itu, untuk pelunasan utang tertentu, yang memberikan kedudukan yang diutamakan kepada kreditor tertentu terhadap kreditor-kreditor lain.Kekuatan Hukum, Klausula asuransi, Hak tanggunga