E-Jurnal Universitas Muhammadiyah Palembang
Not a member yet
3618 research outputs found
Sort by
Assistance of the Community of Gampong Kuala Langsa Through the Manufacturing of Batik and Utilizing Mangrove Waste Skin
The use of mangroves as natural dyes has the potential to reduce environmental pollution and provide beautiful motifs in addition to providing natural color nuances. This community service activity aims to form a fishing group for the Kuala Langsa coastal area to process mangrove skin waste into batik dyes. The problems faced by partners are: (1) Partners do not have knowledge and skills in utilizing mangrove skins as batik dyes; (2) There is a need for activities that can support the community's economy in the coastal area of Kuala Langsa. (3) There is no public knowledge in marketing the batik they produce. The team developed a number of solutions to help partners successfully introduce, develop and preserve batik culture, using mangrove skins, national cultural heritage and commodities to improve the family's economic standard. They are also given basic skills and training in making batik so that it has a pattern and a function and is sold at a higher price. Forms of activities that will be carried out in the form of socialization and training. The form of training provided is by accompanying partners starting from making batik dyes from mangrove skin waste, batik procedures, and marketing strategies. After participating in this community service activities, it is hoped that the Kuala Langsa fisherman group will have the expertise and skills in producing batik as Kuala Langsa's superior product
Perancangan Perbaikan Atribut Produk T-shirt CV Nakhoda Nusantara Berdasarkan Preferensi Konsumen Menggunakan Metode Conjoint Analysis
CV Nahkoda Nusantara merupakan perusahaan fashion, di Kota Bandung. Produk yang dijual oleh Nahkoda Nusantara berupa t-shirt, kemeja, dan jaket. Sementara produk unggulan yang dijual Nakhoda Nusantara adalah t-shirt, didukung dengan presentase penjualannya sebesar 56%, dibanding produk lainnya. Penjualan Nakhoda Nusantara mengalami naik turun yang disebabkan oleh persaingan dengan kompetitor yang memiliki variasi produk lebih banyak. Hal tersebut berdampak pada target penjualan t-shirt tidak tercapai menyebabkan penjualan tidak maksimal, dikarenakan perusahaan kurang memahami preferensi konsumen. Tujuan penelitian ini yaitu merancang atribut produk t-shirt Nakhoda Nusantara berdasarkan preferensi konsumen menggunakan metode conjoint analysis. Setelah dilakukan identifikasi didapatkan atribut dan level atribut dari t-shirt. Atribut produk yang digunakan dalam penelitian ini yaitu bahan, fitting, kerah, model, dan warna. Hasil penelitian ini teridentifikasi, bahwa pasar menuntut bahan menggunakan cotton combed 24s, dengan varian fitting yang saat ini belum tersedia yaitu oversize, kerah diarahkan untuk tetap menggunakan bentuk o-neck, dengan memperbanyak model short sleeve serta menambah varian warna baru deep dan soft
THE IMPORTANCE OF ENGLISH CLUB: A CASE AT ENGLISH EDUCATION STUDY PROGRAM UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PALEMBANG
The title of this study is The Importance of English Club: A Case at English Education Study Program Universitas Muhammadiyah Palembang. The objective of this study was to know the importance of English club to improve studentsβ English ability. This research was regarded on a qualitative study. The researcher used questionnaire to collecting the data and used the percentage analysis to analyze the data. The population of this study was the entire students of English education study program Universitas Muhammadiyah Palembang. Then 47 students from the fourth semester students were taken as the sample by using convenience sampling. The questionnaire consisted of 20 items. The result of this study was dominantly students who chose agree. Students think that English club can be useful to improve their English ability, especially in speaking skills. After joining the English club,the students are able to organize their ideas for speaking, more comfortable in speaking English, putting less effort to understand and willing to communicate in English
Pengaruh Kondisi Tanah Terhadap Tahanan Pentanahan Kaki Menara 150KV Kramasan-Mariana
The grounding system is intended to ensure that both electrical equipment and the people around it are in a safe condition from overcurrent faults by transferring the fault current to earth. Electrode implantation is one of the factors to get a small grounding resistance value. This study aims to determine the effect of soil conditions on the value of grounding resistance at the foot of the Menara. By using the three-point method on three types of soil conditions at 6 feet Menara, the lowest grounding value is 5.12 ohms in the swamp area at Menara 10 location. The highest grounding resistance in the garden area is 8.32 ohm at Menara 66 location. All values the grounding resistance is in good condition and does not exceed the 150 Kilo Volt high voltage overhead line grounding standard, which is 10 ohms. From the results of the analysis, it is concluded that the soil conditions where the electrodes are implanted affect the grounding valueΒ ABSTRAKSistem pentanahan dimaksudkan untuk memastikan bahwa baik peralatan listrik maupun orang-orang disekitarnya dalam kondisi yang aman dari gangguan arus lebih dengan cara Β mentransfer arus gangguan ke bumi. Penanaman elektroda merupakan salah satu faktor untuk mendapatkan nilai hambatan pentanahan yang kecil. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kondisi tanah terhadap nilai tahanan pentanahan pada kaki Menara SUTT. Dengan menggunakan metode tiga titik pada tiga jenis kondisi tanah Β pada 6 kaki Menara, didapatkan nilai pentanahan terendah sebesar 5,12 ohm Β di daerah rawa pada lokasi Menara 10. Hambatan Β pembumpentanahan tertinggi di daerah kebun yaitu 8,32 ohm pada lokasi Menara 66. Semua nilai tahanan pentanahan dalam keadaan baik dan tidak melebihi standar pentanahan saluran udara tegangan tinggi 150 Kilo Volt yaitu sebesar 10 ohm. Dari hasil analisa diperoleh kesimpulan bahwa kondisi tanah dimana elektroda ditanamkan mempengaruhi nilai pentanahan
PENINGKATAN PRODUKSI BEBERAPA VARIETAS PADI (Oryza Sativa L.) DENGAN SISTEM TANAM YANG BERBEDA DI LAHAN SAWAH RAWA LEBAK
Penelitian ini untuk mengetahui produksi beberapa varietas padi (Oryza sativa L.) di lahan sawah rawa lebak dengan sistem tanam yang berbeda-beda. Penelitian ini telah dilaksanakan dilahan milik Petani di Desa Tugu Jaya Kecamatan Lempuing Jaya Kabupaten Ogan Komering Ilir Provinsi Sumatera Selatan pada bulan April sampai Agustus 2020. Penelitian ini menggunakan Rancangan Petak Terbagi (Split Plot Design). Dengan 2 faktor yaitu Petak Utama Sistem Tanam dan Anak Petak VarietasΒ yaitu Sistem Tanam (S) terdiri dari S0 = Sistem Tanam Konvensional, S1= Sistem Tanam Tabela (Tebar Benih Langsung), S2 = Sistem Tanam Jajar Legowo 4:1. dan Varietas (V)Β terdiri dari V1 = Ciherang, V2 = Inpari 30, V3 = Mekongga. Peubah yang diamati dalam penelitian ini adalah jumlah gabah per rumpun (Butir), berat seribu butir (g), berat gabah per rumpun (g) dan berat gabah per petak (g). Hasil Penelitian menunjukkan bahwa penggunaan sistem tanam jajar legowo 4:1 menghasilkan produksi lebih baik pada tanaman padi di lahan sawah rawa lebak yaitu rata-rata mencapai 4,5 kg per petak atau setara dengan 8,43 ton/ha, secara tabulasi tanaman padi varietas inpari 30 menghasilkan pertumbuhan dan produksi tertinggi pada sawah rawa lebak yaitu rata-rata mencapai 4,3 kg per petak atau setara dengan 8,1 ton/ha, dan penggunaan sistem tanam jajar legowo 4:1 dengan tanaman padi varietas inpari 30 menghasilkan pertumbuhan dan produksi yang lebih baik pada sawah rawa lebak yaitu 8,43 ton/ha dan mengalami peningkatan produksi sebesar 0,93 ton/ha dari sistem tanam konvensional serta 1,93 ton/ha dari sistem tanam tabela (tebar benih langsung).This study was to determine the production of several varieties of rice (Oryza sativa L.) in the Lebak swamp rice fields with different cropping systems. This research has been carried out on land owned by farmers in Tugu Jaya Village, Lempuing Jaya District, Ogan Komering Ilir Regency, South Sumatra Province from April to August 2020. This study uses a Split Plot Design. With 2 factors, namely the main plot of the planting system and the sub-plots of the variety, namely the planting system (S) consisting of S0 = Conventional Cultivation System, S1 = Table Planting System (Direct Seed Spread), S2 = Jajar Legowo Planting System 4:1. and Varieties (V) consisted of V1 = Ciherang, V2 = Inpari 30, V3 = Mekongga. The variables observed in this study were the number of grain per clump (grain), weight of one thousand grains (g), weight of grain per clump (g) and weight of grain per plot (g). The results showed that the use of the jajar legowo 4:1 cropping system resulted in better production of rice plants in the Lebak swamp rice fields, which reached an average of 4.5 kg per plot or the equivalent of 8.43 tons/ha, tabulated for varietal rice plants. inpari 30 resulted in the highest growth and production in the Lebak swamp rice fields, which reached an average of 4.3 kg per plot or equivalent to 8.1 tons/ha, and the use of the row legowo 4:1 cropping system with rice varieties inpari 30 resulted in growth and better production in the Lebak swamp rice fields, namely 8.43 ton/ha and increased production by 0.93 ton/ha from the conventional planting system and 1.93 ton/ha from the table planting system (direct seeding)
THE DEVELOPMENT FOR THE POTENTIAL OF BESAK BESAK ECOTOURISM, TANJUNG BERINGIN VILLAGE SELATAN MERAPI SUB-DISTRICT LAHAT DISTRICT SOUTH SUMATERA PROVINCE
Bukit Besak Nature Tourism has a unique attraction and uniqueness so that it is able to attract tourism to come and visit, so that external factors such as the facilities provided must be able to support ecotourism activities and must also pay attention to the carrying capacity of the environment so that it becomes sustainable tourism. Therefore, the Bukit Besak natural tourism must be developed by analyzing the potential for development by conducting interviews, observations, questionnaires and documentation as well as SWOT analysis. The potential of the Bukit Besak Nature Tourism is uniqueness and natural beauty, visitors with various characteristics, have supporting facilities, have adequate accessibility, and have quite good service. The development strategy of Bukit Besak ecotourism in Tanung Beringin Village is based on a SWOT analysis, namely developing ecotourism products by utilizing natural resources, tourist and cultural attractions, unique landscapes of accommodation, tools and equipment, education and skills. In developing the Bukit Besak Nature Tourism, the strategy carried out by the Lahat Regency Tourism Office is CHSE which stands for cleanliness, health, safety and environment
KELAYAKAN WEB PEMBELAJARAN BIOLOGI BERBASIS SOCIO-SCIENTIFIC ISSUES TOPIK SISTEM PERNAPASAN UNTUK PENGEMBANGAN LITERASI KESEHATAN SISWA
Penulusuran literatur atau penelitian perihal praktik pembelajaran yang berorientasi pada literasi kesehatan khususnya melalui mata pelajaran sains-biologi di Indonesia menunjukkan bahwa pengembangan dan aplikasi desain instruksional belum banyak dihasilkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan web pembelajaran biologi berbasis Socio-scientific issues (SSI) untuk diimplementasikan dalam pembelajaran biologi di SMA. Metode yang digunakan adalah research & development. Subjek penelitian terdiri dari 2 ahli materi, 2 ahli media, 2 guru biologi, dan 20 siswa SMA. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan instrumen penilaian dan angket. Data kualitatif dianalisis secara deskriptif kualitatif sebagai bahan revisi media dan data kuatitatif menggunakan persentase untuk penilaian kelayakan. Hasil dari penelitian pengembangan ini adalah web pembelajaran biologi berbasis SSI topik sistem pernapasan untuk mengembangkan literasi kesehatan siswa SMA kelas XI. Web pembelajaran yang dikembangkan telah memenuhi kriteria kelayakan berdasarkan aspek konsep esensial materi biologi, informasi kajian biologi, bahasa kajian biologi, organisasi pembelajaran, dan operasional sajian web berdasarkan hasil penilaian dari ahli materi, ahli media, dan guru biologi. Berdasarkan hasil penilaian tersebut dapat disimpulkan web pembelajaran yang dkembangkan layak digunakan dalam pembelajaran biologi.Β Searching the literature or research on learning practices oriented towards health literacy, especially through science-biology subjects in Indonesia, showed that the development and application of instructional design has not been widely produced. This study aimed to determine the feasibility of a biology learning web based on Socio-scientific issues (SSI) to be implemented in biology learning in high school.The method used was research & development. The study subjects consisted of 2 material experts, 2 media experts, 2 biology teachers, and 20 high school students. Data collection was carried out using assessment instruments and questionnaires. Qualitative data were analyzed descriptively qualitatively as media revision material and quantitative data using percentages for feasibility assessment.The result of this development research is a biology learning web based on SSI on the topic of the respiratory system to develop health literacy for high school students. The developed learning web has the feasibility criteria based on aspects of the essential concepts of biological material, information and language of biological studies, learning organization, and web presentation operation. It was Based on the results of assessments from material experts, media experts, biology teachers and limited trial test. Based on the results of the assessment, it can be concluded that the learning web developed is suitable for use in biology learning
Strategi Meningkatkan Sikap Toleransi melalui Model Sejarah Keberagaman Pemukiman Etnis di Palembang
Artikel ini mengkaji proses penerapan pembelajaran sejarah dan untuk mengetahui efektifitas pembelajaran sejarahΒ melalui model keberagaman pemukiman etnis di Palembang untuk meningkatkan Sikap Toleransi Siswa. Palembang merupakan kota yang multikultural yang mempunyai ragam etnis.Β Budaya Lokal berperang penting dalam ilmu pengetahuan. Β Implikasi dalam pembelajaran model ini menggunakan Pembelajaran kooperatif Problem Based Learning (PBL) dan Value Clarification Technique (VCT). Keberagaman pemukiman etnis merupakan peninggalan masa Kesultanan Palembang yaitu Kampung Arab, Kampung Melayu, dan Kampung Cina.Β Nilai keberagaman pemukiman etnis menyangkut religius, menghargai perbedaan toleransi, dan ketulusan.Β Hasil PenelitianΒ membuktikan adanya perubahan baik yang terjadi dalam meningkatkan sikap toleransi peserta didik dan meningkatkan efektifitas belajar siswa
Peningkatan Output Daya PLTS Menggunakan Sistem Tracker Dan Reflektor Cahaya Matahari
Kebutuhan energi listrik tidak dapat dilepaskan pada kehidupan sehari-hari manusia. Hampir pada setiap rumah dapat dipastikan menggunakan atau memiliki peralatan yang memerlukan listrik. Oleh karena itu, konsumsi listrik setiap tahunnya terus meningkat sejalan dengan peningkatan pertumbuhan ekonomi sosial sehingga perlu dilakukan peningkatan suplai energi listrik. Pemanfaatan sumber energi listrik terbarukan seperti cahaya matahari dengan bantuan sel surya adalah salah satu cara untuk mengatasi pemberdayaan energi listrik. Namun dalam praktiknya energi cahaya matahari tidak dapat diserap secara optimal oleh sel surya sehingga perlu adanya inovasi PLTS untuk meningkatkan output daya dari sel surya itu sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengadakan prototipe PLTS yang dilengkapi dengan sensor LDR sebagai sistem tracker arah matahari dan lensa Fresnel untuk meningkatkan intensitas cahaya matahari yang di serap sel surya. Berdasarkan hasil pengujian prototipe PLTS yang dibuat dalam studi ini terbukti dapat meningkatkan irradiance rata-rata 29%, arus rata-rata 18,94%, tegangan rata-rata 11,57%, dan daya dengan rata-rata 44,32%. Setiap data disimpan berdasarkan waktu pada secure digital card melalui datalogger Pembandingan dilakukan menggunakanΒ prototipe pembanding yang tidak dilengkapi sistem tracker dan lensa Fresnel
ANALISIS DAMPAK KENAIKAN HARGA BAHAN BAKU KEDELAI (Glycine max) TERHADAP HOME INDUSTRY TEMPE DI KELURAHAN PLAJU ULU KOTA PALEMBANG
ABSTRACTThis study was conducted to determine the cost of production of tempe processing business before and after the increase in the price of soybean raw materials and to determine the income received by the home industry processing business of tempe before and after the increase in the price of soybean raw materials. This research was conducted in Plaju Ulu Village, Plaju District, Palembang City in June-August 2021. The research method used is a survey. The sampling method used is the saturated sampling method or the census. The data collection method used is the method of observation, interviews. The data processing method used was descriptive analysis with a quantitative approach. The results showed that the cost of production of tempe before the increase in the price of soybeans was IDR 5,147/kg, while after the increase in the price of soybeans the cost of production increased to IDR 6,023/kg there was a difference of IDR 876, - after the increase in soybeans, due to the price of soybean raw materials experiencing quite a high increase. Home Industry income of tempe before the increase in soybean prices from a total revenue of Rp25,820,000 /Kg/Month with a total cost of producing tempeh of Rp16,611,611 /Month and the average income before the increase in soybean prices is Rp9,208,389/Month. Meanwhile, after the increase in soybean prices from a total revenue of Rp27,686,400/Kg/Month with a total cost of Rp20,773,061/Month, the average income after the increase in soybean prices was Rp6,817.061/Month. The impact of the increase in soybean prices is the high cost of production, the quantity of tempeh and also the income received by the Tempe Home Industry in Plaju Ulu Village.Β ABSTRAKPenelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui harga pokok produksi usaha pengolahan tempe sebelum dan setelah kenaikan harga bahan baku kedelai dan mengetahui pendapatan yang diterima oleh usaha pengolahan Home Industri tempe sebelum dan setelah kenaikan harga bahan baku kedelai. Penelitian ini dilaksanakan di Kelurahan Plaju Ulu Kecamatan Plaju Kota Palembang pada bulan Juni-Agustus 2021. Metode penelitian yang digunakan adalah survey. Metode penarikan contoh yang digunakan adalah metode sampling jenuh atau sensus. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi, wawancara. Metode pengolahan data yang digunakan analisis deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa harga pokok produksi tempe sebelum kenaikan harga kedelai yaitu Rp5.147/Kg sedangkan setelah kenaikan harga kedelai harga pokok produksi meningkat menjadi Rp6.023/Kg terdapat selisih Rp876,- setelah kenaikan kedelai, di sebabkan karena harga bahan baku kedelai mengalami peningkatan yang cukup tinggi. Pendapatan Home Industry tempe sebelum kenaikan harga kedelai dari total penerimaan Rp25.820.000/Kg/Bln dengan biaya total produksi tempe Rp16.611.611/Bln dan didapatkan hasil rata-rata pendapatan sebelum kenaikan harga kedelai yaitu sebesar Rp9.208.389/Bln. Sedangkan setelah kenaikan harga kedelai dari total penerimaan Rp27.686.400/Kg/Bln dengan biaya total Rp20.773.061/Bln didapatkan hasil rata-rata pendapatan setelah kenaikan harga kedelai yaitu sebesar Rp6.817.061/Bln. Dampak dari kenaikan harga kedelai yaitu tingginya biaya produksi, kuantitas tempe dan juga pendapatan yang diterima Home Industry tempe di Kelurahan Plaju Ulu