E-Jurnal Universitas Muhammadiyah Palembang
Not a member yet
3618 research outputs found
Sort by
DESAIN E – MODUL BERBASIS PENDEKATAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING PADA MATERI KERUCUT UNTUK PESERTA DIDIK SMP
Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan e-modul berbasis pendekatan contextual teaching and learning pada materi kerucut untuk peserta didik kelas IX. Kegiatan pembelajaran yang menggunakan bahan ajar e-modul dan pendekatan pembelajaran akan lebih menarik minat belajar karena lebih bersifat interaktif. Permasalahan yang dihadapi peserta didik dalam pembelajaran materi kerucut yaitu belum tersedianya bahan ajar yang mempermudah peserta didik dalam memahami materi pelajaran dengan mengaitkannya pada kehidupan sehari-hari. Oleh sebab itu perlu didesain bahan ajar berupa e-modul pada materi kerucut dalam kerangka analisis Hypothetical Learning Trajectory (HLT) berdasarkan aktivitas langkah-langkah pendekatan contextual teaching and learning yang terdiri dari 7 komponen yaitu konstruktivisme, bertanya, menemukan, masyarakat belajar, pemodelan, refleksi, dan penilaian yang sebenarnya. Aktivitas pada e-modul ini dimuat dalam kegiatan pembelajaran serta video pembelajaran yang dihubungkan dengan kehidupan sehari-hari, tujuannya untuk menuntun peserta didik dalam membangun pemahaman dan menemukan konsep materi kerucut secara lebih aktif dan mandiri. Penelitian ini menggunakan metode penelitian desain (design research) yang terdiri dari 6 (enam) tahapan yaitu Identifikasi Masalah, Menentukan Tujuan dan Solusi, Mendesain dan Mengembangkan, Mendemonstrasikan Produk, Melakukan Evaluasi Produk, dan Mengomunikasikan Hasil Kepada Publik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa e-modul berbasis contextual teaching and learning dapat mendukung proses pembelajaran peserta didik dalam mencapai tujuan pembelajaran
Semiotic Studies on Architectural Criticism: Al-irsyad Mosque in Padalarang City West Java
Masjid Al Irsyad adalah masjid ikonik di Kota Baru Parahyangan, Padalarang, Jawa Barat. Masjid ini menjadi ikon kota karena dibangun oleh arsitek Ridwan Kamil saat itu. Hal lain yang menarik dari masjid ini adalah pendekatannya yang cukup berbeda dengan bentuk masjid lainnya. Hal inilah yang menarik untuk dikaji dan dikritisi tentang bagaimana pola pikir desain dapat dibentuk kemudian dibongkar kembali sehingga dapat dikaji. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dan studi literatur untuk bisa mendapatkan pesan dari bentuk bangunannya, sehingga semiotika Saussure dimana tanda dan penanda yang disematkan pada masjid akan menghasilkan pesan yang dapat diterjemahkan dan diterapkan kembali pada desain bangunan masjid lainnya. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kajian semiotik saussure sangat tepat digunakan pada kritik Arsitektur Masjid Al-Irsyad dan tentunya akan membantu perkembangan bentuk, simbol, dan ikon bangunan Masjid sesuai dengan tujuan untuk beribadah.Al Irsyad Mosque is an iconic mosque in Kota Baru Parahyangan, Padalarang, West Java. This mosque became a city icon because it was built by the architect Ridwan Kamil at that time. Another interesting thing about this mosque is its approach which is quite different from other forms of mosques. This is what is interesting to study and criticize about how a design mindset can be formed and then dismantled again so that it can be studied. The research method used is qualitative methods and literature studies to be able to get messages from the shape of the building, so that Saussure's semiotics where signs and markers are embedded in mosques will produce messages that can be translated and reapplied to other mosque building designs. The results of this study indicate that Saussure's semiotic study is very appropriate for use in architectural criticism of the Al-Irsyad Mosque and will certainly help the development of forms, symbols and icons of mosque buildings in accordance with the purpose of worship
Studi Etnomatematika Pada Motif Batik Troso Jepara Dalam Bentuk Geometri Dua Dimensi
This study aims to explore the concept of a flat shape in the troso batik motif, so that this concept can be developed as a teaching material for elementary school students. Data collection techniques through observation, semi-structured interviews, and document archiving. From the results of the study it is shown that many Jepara troso batik motifs can be applied as a medium to introduce mathematical concepts, especially the concept of flat geometric shapes. The geometry concept shown is in the form of flat shapes, such as square, rectangle, triangle, parallelogram, rhombus, kite, and combined plane patterns. The geometric concept found can be used as teaching material in the form of printed, visual, or other teaching materials, adapted to the learning needs of student
UTILIZATION AND EFFORTS TO DEVELOP THE KEHATI PARK IN THE PELAWAN FOREST IN NAMANG VILLAGE, NAMANG DISTRICT, CENTRAL BANGKA REGENCY, BANGKA BELITUNG PROVINCE
The Pelawan Forest Biodiversity Park in Namang Village, Namang District, Central Bangka Regency was originally a primary forest along with human civilization, illegal logging and forest clearing into agricultural and plantation land so that it experienced a succession that changed into a secondary forest. To maintain the sustainability of the Pelawan Forest Biodiversity Park, cooperation and support from the surrounding community are needed, who have been interacting to carry out synergistic utilization with government policies. This study aims to examine the utilization of the Pelawan Forest Biodiversity Park by the community and the efforts made to develop this Pelawan Forest Biodiversity Park. Using a qualitative descriptive method by conducting interviews with the people of Namang Village, the management and stakeholders related to policy makers. From the results of this study, the level of community understanding about the utilization of the Pelawan Forest Biodiversity Park can be seen from two aspects, namely the aspect of the utilization of HHBK and the aspect of ecotourism. From the aspect of the utilization of HHBK, the community knows the Pelawan tree as a habitat for honey bee cultivation (69%), Pelawan herbal leaf tea (20%) and the utilization of Pelawan wood (11%). From the ecotourism aspect, the community knows that the Pelawan Forest Biodiversity Park as a tourist attraction is very high (93%) and those who do not know are very few (6%). Efforts to develop the Pelawan Forest Biodiversity Park with short-term planning are to maintain and develop vegetation, branding and promotion of forest products and for the long term in the form of infrastructure development, increasing community capacity and increasing cooperation with the government, community, NGOs, universities/researchers and investors
Analisis Pengaruh Coffee Shop terhadap Kepuasan Pelanggan dengan Menggunakan Metode Structural Equation Model
Beberapa tahun terakhir pelaku usaha harus lebih ekstra untuk memaksimalkan usahanya di karenakan banyaknya pesaing dibidang yang sama, salah satunya adalah para pelaku usaha coffee shop. Pemasaran dan kolaborasi perlu dilakukan untuk meningkatkan pendapatan. Kepuasan konsumen menjadi fokus utama untuk meningkatkan kepuasan pelanggan. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kepuasan pelanggan dengan menghubungkan variabel-variabel yang berpengaruh pada kualitas produk, harga, kualitas pelayanan terhadap kepuasan konsumen pada Coffee Shop. Metode yang digunakan yaitu metode Structural Equation Model. Tahap yang dilakukan dalam pengolahan data adalah pertama membentuk hubungan antar variabel dan indikator, kedua confimatory analysis untuk variabel eksogen dan endogen dan terakhir uji estimasi mode lengkap. Berdasarkan hasil dan pembahasan pada penelitian ini adalah uji kecocokan model yang dilakukan menggunakan beberapa kriteria seperti ChiSquare, GFI, AGFI dan RMSEA. Nilai ChiSquare (34,518), nilai GFI dan AGFI diatas 0,9 dan RMSEA dibawah 0,08. Tidak Semua variabel antecedents memiliki pengaruh yang signifikan dan variabel antecedentst tidak bisa menjelaskan variabel konsequents karena nilai R2 ? 0,5. Kesimpulan dari hipotesa penelitian ini merupakan produck_Quality berpengaruh terhadap Custome_ Satisfaction, Price berpengaruh terhadap Customer_Satisfaction, Service_Quality tidak berpengaruh terhadap Customer_Satisfaction dan Price berpengaruh terhadap Product_Quality
Analisis Human Error pada Proses Produksi Batu Bata dengan Metode SHERPA dan HEART untuk Mengurangi Kecelakaan Kerja
UKM Batu Bata Merah sebagai salah satu industri yang masih menggunakan tenaga manusia pada Sebagian proses produksi, dimana dengan keterlibatan manusia pada aktivitas kerja yang berulang serta rutin dilakukan cenderung menimbulkan kesalahan (human error). Pada UKM ini sendiri dari hasil observasi ditemukan beberapan kesalahan yang disebabkan oleh manusia yang dapat mempengaruhi tingkat produktivitas kerja seperti tangan terluka akibat penggunaan peralatan kerja, gangguan pernapasan akibat debu dari area produksi, hingga gangguan musculoskeletal. Untuk itu perlu dilakukan analisis penilaian probabilitas human error pada aktivitas proses produksi batu bata untuk mencegah terjadinya kecelakaan kerja dengan modifikasi metode SHERPA dan HEART. Dari hasil pengolahan data didapatkan 8 aktivitas pada proses produksi batu bata, dimana berdasarkan level keparahannya (severity) yaitu 4 task masuk kategori high dan 4 task masuk kategori medium. Sedangkan untuk nilai HEP terbesar yaitu 0,162 ada pada potensi error pekerja tidak menggunakan sarung tangan saat bekerja sehingga memungkinkan terjadinya cedera pada pekerja. Untuk itu perlu kedisiplinan dari pekerja akan pentingnya keselamatan dalam bekerja, perlunya penggunaan alat pelindung diri guna mengurangi dampak yang terjadi serta adanya monitoring dari pemilik UKM untuk memastikan bahwa proses produksi berjalan sesuai dengan tahapannya. Kata kunci: Human Error, Batu Bata, SHERPA dan HEAR
Pemanfaatan iot sebagai sistem deteksi dini kebakaran dengan sensor api dan sensor suhu berbasis arduino
Kebakaran salah satu bencana yang mungkin saja terjadi sehingga menghanguskan atau membakar segala barang serta sesuatu yang kita miliki. Keterlambatan dalam penanganan dapat mengakibatkan kerugian baik itu jiwa ataupun materi. Solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan membangun sebuah sistem deteksi dini kebakaran yang dapat mengirim informasi kepada seseorang agar dapat ditangani dengan cepat. Metode penelitian yang digunakan yaitu eksperimen dimana sistem deteksi kebakaran langsung di uji coba. Eksperimen dilakukan terhadap sensor api dan sensor suhu untuk menganalisis output seperti buzzer, LED, dan Notifikasi pada smartphone pengguna yang akan dilakukan. Hasil penelitian ini adalah membuat sebuah sistem deteksi dini kebakaran, apabila terjadi bahaya kebakaran pada suatu ruangan maka sistem secara otomatis mengirimkan pesan notifikasi ke smartphone bahwa telah terjadi kebakaran pada aplikasi blynk. Pengujian dilakukan dengan membuat simulasi kebakaran dengan ruangan yang di dalamnya terdapat api sehingga dapat memenuhi seluruh aspek yang diperlukan. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu sistem deteksi dini kebakaran dapat memberikan peringatan pada pengguna apabila terjadi kebakaran di sekitar lokasi sistem melalui buzzer ataupun notifikasi smartphone sehingga dapat membantu mengurangi tingkat kebakaran serta kerugian yang dihasilkan
Education Regarding Food Additives for Residents of RT 29 Kelurahan 15 Ulu, Jakabaring District, Palembang City, South Sumatra Province
Food Additives (BTP) According to the Regulation of the Minister of Health of the Republic of Indonesia Number. 33 of 2012 it is explained that BTP is an ingredient that is not usually used as food and is usually not a typical food ingredient, has or does not have nutritional value, which is intentionally added to food. The location for Community Service was held at RT.29 Kelurahan 15 Ulu, Jakabaring District, Palembang City, on September 2, 2021. The method used was counseling to participants about food additives. The implementation of the activity was attended by 15 participants, with enthusiasm and discussions and questions and answers during the extension. The results of this Community Service show that the service method in the form of counseling, and question and answer is very appropriate in providing motivation to the community to add insight into food additives
Potential Rice Straw as Biofertilizer in Rice (Oryza sativa L.) in Tidal Soils
Rice productivity in tidal lands can be achieved by using local resources, including managing rice straw as a biological organic fertilizer (POH). The biological organic could be used with ingredients rice straw: chicken manure: Azospirillum bacteria, and Phosphate Solvent Bacteria (6:4:1). These can increase soil fertility, nitrogen, and phosphorus and potassium nutrients through the activity of microorganisms (Azospirillum and Phosphate Solvent Bacteria). This study aims to obtain the right dose of POH to increase rice production in tidal soils. This research was carried out in an experimental garden, using tidal soil media type C overflow from Banyuurip Village, Banyuasin Regency. Testing using field experiments. The layout used a Randomized Group Design with 4 treatments repeated 6 times, namely POH (D) doses: 0 kg/ha (D0), 200 kg/ha (D1), 400 kg/ha (D2), 600 kg/ha (D3). The best results were found in using POH with a dose of 600 kg/ha, which was 41.67 g / plant and increased production by 87.96% compared to without POH
Analisis Perawatan Mesin dengan Pendekatan Metode Reliability Centered Maintenance (RCM) dan Maintenance Value Stream Map (MVSM) (Studi Kasus di PT. Nusa Indah Jaya Utama)
Tujuan Penelitian ini untuk menurunkan angka downtime yang terjadi pada mesin Surface Grinding yang berperan dalam produksi pada PT. NIJU. Permasalahan tersebut disebabkan karena tidak dilaksanakannya Standar Operasional Prosedur (SOP) oleh operator pada bagian maintenance untuk mengatasi kerusakan mesin Grinding. Untuk mengatasi masalah tersebut, metode RCM berguna dalam memastikan beberapa komponen dari mesin Surface Grinding yang berfungsi secara terus menerus dengan meminimalkan terjadinya downtime mesin, dan MVSM metode yang di perlukan dalam data awalan waktu kegiatan perawatan dari masing-masing komponen. Berdasarkan hasil RPN dari tabel FMEA, komponen sistem pendingin dan roda gerinda adalah komponen yang diprioritaskan terpilih karena memiliki nilai kerusakan yang paling tinggi. Tindakan pemeliharaan yang tepat pada komponen Roda Gerinda adalah Scheduled Restoration Task interval perawatan selama 120 hari, dan komponen Sistem Pendingin adalah Scheduled Restoration Task interval perawatan selama 180 hari. SOP telah diusulkan untuk aktivitas perawatan. Hasil persentase peningkatan efisiensi perawatan Komponen Roda Gerinda semula 36,7% menjadi 59,14%, Sistem Pendingin semula 42,3% menjadi 56,07%