E-Jurnal Universitas Muhammadiyah Palembang
Not a member yet
3618 research outputs found
Sort by
PROGRAM PARENTING DALAM MENDAMPINGI TUMBUH KEMBANG ANAK USIA DINI DI DHARMA WANITA REJOMULYO
Keluarga merupakan lembaga sosialisasi pertama bagi seorang anak. Melalui keluarga itulah, anak diberikan dasar pembentukan tingkah laku, watak, moral, dan pendidikan agar kelak dapat melakukan penyesuaian diri. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara dengan tenaga pendidik TK Dharma Wanita Rejomulyo, terdapat permasalahan mengenai cara pola asuh dan mindset orang tua yang masih kurang tepat. Maka dari itu, kami membuat program parenting yang dilaksanakan untuk wali murid TK Dharma Wanita Rejomulyo guna menangani permasalahan tersebut. Terdapat dua rangkaian kegiatan, yaitu Seminar Parenting dan Kegiatan Mewarnai Bersama Orang Tua. Tujuan dari program ini adalah memberikan pemahaman kepada orang tua terkait cara pola asuh anak yang baik. Hasil dari kegiatan Seminar Parenting adalah orang tua sudah cukup memahami cara pola asuh anak usia dini yang benar. Hal itu ditunjukkan dengan adanya peningkatan pada hasil post-test sebesar 41,86%. Diharapkan seiring berjalannya waktu, murid TK Dharma Wanita Rejomulyo dapat terbentuk karakter dan kepribadiannya dengan sebagaimana mestinya. Serta para orang tua dan guru dapat mendidik anak-anak sejak usia dini dalam pembentukan karakter masa depan bangsa
PELATIHAN PENGEMBANGAN KREATIVITAS DESIGN MOBILE DI ERA DIGITAL DENGAN APLIKASI CANVA PADA PELAKU UMKM DI DESA MOJOSARI KABUPATEN MALANG
Dalam rangka mengimplementasikan kebijakan Otonomi Daerah, yaitu melaksanakan pembangan ekonomi yang merata pada semua daerah termasuk daerah tertinggal, maka Pemerintah Indonesia menaruh perhatian besar terhadap pengembangan dan pembangunan desa. Kegiatan pengembangan desa meliputi meningkatkan infrastuktur, meningkatkan kualitas sumber daya manusia serta meningkatkan kelembagaan desa. Sedangkan pembangunan desa meliputi pemerintahan desa, pembinaan masyarakat serta pemberdayaan masyarakat. Salah satu pembangunan desa yang dapat dilakukan yaitu mengadakan pelatihan branding desain kemasan produk UMKM Desa. Metode pelatihan yang dilakukan berbentuk pelatihan pengenalan desain menggunakan aplikasi canva untuk masyarakat di Desa Mojosari khususnya pelaku UMKM di Kabupaten Malang. Kegiatan pelatihan ini ditunjang dengan ceramah, tanya jawab, dan tentu saja praktek secara langsung di aula balai desa Mojosari. Tujuan pelatihan ini adalah untuk meningkatkan kemampuan bersaing pada sektor UMKM dan meningkatan ketrampilan desain dengan aplikasi canva dalam keidupan sehari- hari. Berdasarkan hasil analisis data penelitian dalam pelatihan dapat disimpulkan bahwa dari hasil pengisian kuesioner rata-rata 82,91% menunjukkan indeks sangat baik, sehingga dapat disimpulkan bahwa pelatihan canva menunjukkan dampak positif bagi peserta pelatihan
INOVASI PEMBELAJARAN: MENGENALKAN FLEXIBLE LEARNING SEBAGAI PINTU GERBANG BLENDED LEARNING BAGI MAHASISWA BARU UKSW
Konsep Blended Learning sebagai alternatif pendidikan yang menjanjikan dengan menggabungkan pembelajaran daring (online) dengan interaksi tatap muka (offline), sehingga membentuk pengalaman belajar yang komprehensif dan terintegrasi. Blended Learning memadukan konsep pembelajaran berbasis teknologi sehingga dibutuhkan platform pembelajaran atau e-learning untuk dapat menyampaikan pesan, dapat merangsang pikiran, perasaan, dan kemauan mahasiswa juga untuk memudahkan serta mewujudkan tercapainya pemahaman materi kepada mahasiswa, menciptakan suasana pembelajaran efektif, kreatif dan menciptakan kemampuan penguasaan teknologi pada diri mahasiswa. UKSW menyediakan Learning Management System Flexible Learning (F-Learn) sebagai platform pembelajaran. Fitur yang disediakan perlu dipelajari oleh mahasiswa terutama mahasiswa baru sehingga diperlukan pendampingan dan pelatihan bagi para mahasiswa baru UKSW. Melalui penerapan flexible learning, pendekatan blended learning diperkenalkan secara holistik, memberikan pengalaman belajar yang terpadu antara pembelajaran daring dan tatap muka. Peran dosen sebagai fasilitator memiliki peran penting dalam membimbing mahasiswa dalam memahami dan mengakses platform flexible learning. Inovasi pembelajaran dapat membuka pintu gerbang menuju pembelajaran blended yang lebih efektif dan interaktif. Mahasiswa diberikan kesempatan untuk mengembangkan keterampilan adaptasi dalam lingkungan pembelajaran yang semakin beragam untuk menghadapi tuntutan pendidikan tinggi di era digital
GAMBARAN KARAKTERISTIK PASIEN RAWAT INAP COVID-19 DI RSUD ADJIDARMO KABUPATEN LEBAK TAHUN 2020-2021
Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh Severe Acute Respiratory Syndrome Corona Virus (SARS-CoV-2). Karakteristik klinis dapat menjadi faktor predisposisi dari derajat keparahan penyakit COVID-19. Karakteristik meliputi umur, jenis kelamin, pekerjaan, domisili dan gejala klinis pada pasien COVID-19 antara lain demam, batuk tidak berdahak, lemah, lesu, sesak, nyeri dada serta ada gangguan gastrointestinal. Penelitian ini bertujuan mengetahui gambaran karakteristik pasien rawat inap COVID-19 di RSUD Adjidarmo Kabupaten Lebak Tahun 2020-2021. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif bersifat retrospektif, dengan pendekatan desain deskriptif. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Subjek penelitian ini berjumlah 94 sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas pasien COVID-19 berdasarkan usia 35-54 tahun (45%), jenis kelamin laki-laki (56%), pekerjaan bukan tenaga kesehatan (68%), domisili wilayah kabupaten lebak (79%), komorbid hipertensi (35%), gejala klinis batuk (70%), compos mentis (94%), TD>140/90 mmHg (35%), RR normal (57%), HR normal (60%), hipertermi (59%), SPO2 normal (57%), ronkhi (49%), PCR positif (100%), leukosit normal (67%), neutrofil normal (95%), limfosit menurun (50%), SGOT normal (96%), SGPT normal (98%), ureum normal (88%), kreatinin normal (90%), CRP normal (84%), foto thorax pneumonia (89%), terapi antibiotik (80%), lama rawat <7 hari (59%), sembuh (88%). Disimpulkan bahwa gambaran karakteristik pasien COVID-19 di RSUD Adjidarmo Kabupaten Lebak didapatkan mayoritas laki-laki, rentang usia 36-55 tahun, dengan gejala batuk dan komorbid hipertensi, serta penurunan jumlah limfosit
Greening Gunung Wangi: An Alternative for Village Tourism Development in Bangkel Hamlet
Gunung Wangi has excellent potential to be developed as an attractive tourist destination. With its mesmerizing sunset and nighttime beauty and its status as an affordable tourist option, Gunung Wangi can be a valuable alternative to rural tourism options in Bantul. However, the challenges faced, such as the lack of vegetation leading to an arid feel and the lack of comfort, require serious attention. As a solution, a reforestation initiative has been implemented, resulting from a collaboration between a community service team from Janabadra University, Gunung Wangi managers, and the Yogyakarta Watershed Management Center. The reforestation initiative was designed as a sustainable approach, hoping to provide long-term benefits to the environment and the local community. The implementation process of this PKM was organized in several stages. These stages include problem identification, socialization of the reforestation program with residents and administrators of Gunung Wangi, submission of tree seedlings to the Yogyakarta Watershed Management Agency (BPDAS), and tree planting activities at Gunung Wangi. The results of this activity not only positively impacted Gunung Wangi's environment but also raised the awareness of the community and students on the importance of environmental conservation. In addition, it encourages their active role in maintaining ecological balance. Hopefully, these efforts will ensure that Gunung Wangi is known for its beauty and as a symbol of successful environmental conservation
Psychoeducation of Stunting Prevention Through Good Parenting for Parents Who Have Children Under Five
Stunting is a condition where toddlers experience a lack of nutritional intake for a long period of time so that children experience growth disorders, namely their height is shorter than the standard age. One of the factors for children experiencing stunting is parenting from parents so that every parent needs to have knowledge about how to care for children properly. This activity was carried out using the lecture/counseling method and distributing leaflets. Based on the results of the pre-test and post-test, there was an increase in the knowledge of all participants by 75,1%. The psychoeducation carried out was quite successful in increasing parents' knowledge and awareness about the importance of good parenting for toddlers as an effort to prevent stunting. In order for the psychoeducation process to run continuously, there needs to be further monitoring of the community by the community health center
Spatial Analysis of the Existence and Distribution of Medicinal Plants in Ghimbo Pomuan Customary Forest, Kampar Regency, Riau Province
Medicinal plants are included in the Non-Timber Forest Products group, which has a variety of benefits, especially for human life and high economic value. Its existence is abundant in one of the customary forests in Riau Province, Ghimbo Pomuan Customary Forest. For the preservation and planning of medicinal plant management activities, it is necessary to analyze the spatial distribution of medicinal plants and determine the relationship between accessibility factors and the presence of medicinal plants. This research aims to analyzed the spatial distribution pattern of medicinal plants, map the distribution of medicinal plants, and determine the factors that affect spatial distribution based on accessibility factors. This research was conducted between March and November 2023. This study found that Ghimbo Pomuan customary forest has 24 species of plants with a total of 324 medicinal plants.The seven medicinal plants with the highest number are kacip fatimah (Labisia pothoina) 106 individuals, mempening (Lithocarpus spp) 50 individuals, matoa (Pometia pinnata) 34 individuals, pasak bumi (Eurycoma longifolia) 32 individuals, binahong (Andredera cordifolia) 30 individuals, keladi tikus (Typhonium flagelliforme) 19 individuals and bintangur (Clophyllum soulatri) 9 individuals. The spatial distribution pattern of medicinal plants is clustered with the nearest neighbor index NNI 0.58. The most influencing factor is the distance from the river, which is then followed by the distance from the road and the distance from the settlement. The farther from the river, the number of medicinal plants tends to increase, the closer the distance from roads and settlements, the number of medicinal plants increases
PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA KADARA TERHADAP KEMAMPUAN BERHITUNG PENJUMLAHAN DAN PENGURANGAN PADA ANAK TUNAGRAHITA
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media Kadara terhadap kemampuan berhitung penjumlahan dan pengurangan pada anak tunagrahita. Kemampuan berhitung adalah kemampuan yang mencakup angka, bilangan, memanipulasi jumlah seperti pengurangan dan penjumlahan. Metode pembelajaran berhitung menggunakan media permainan Kadara (kartu, dakon, menara) menyenangkan serta mudah, juga menjadi metode untuk menaikkan kemampuan berhitung pada anak tunagrahita. Kadara merupakan permainan yang bisa dimainkan oleh semua orang, baik anak laki-laki, perempuan, atau orang dewasa. Permainan Kadara yang diterapkan dalam penelitian ini dapat menaikkan kemampuan berhitung pada anak tunagrahita, karena pada permainan Kadara anak dilatih berhitung dalam menyelesaikan masalah terhadap penjumlahan dan pengurangan. Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian Quasi-Eksperimen dengan menggunakan metode pendekatan Single Subject Research (SSR), dimana subjek terdiri atas satu orang yang diberikan perlakuan. Data dianalisis dengan cara deskriptif dengan mengulas kejadian yang ditampakkan oleh Subjek. Hasil dari penelitian ini disimpulkan penggunaan media permainan Kadara dapat berpengaruh dalam meningkatkan kemampuan berhitung pada anak tunagrahita
STRATEGI KOMUNIKASI KEPEMIMPINAN DALAM KINERJA KARYAWAN DI PT SRIJASA BRIKA PERKASA PALEMBANG
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi komunikasi pemimpin kinerja karyawan dan memfokuskan penelitiannya pada proses strategi komunikasi meliputi teknik-teknik strategi Komunikasi. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Metode penelitian ini adalah studi kasus. Teknik pengumpulan data yang dipakai adalah dengan observasi, wawancara dan dokumentasi wawancara ditujukan kepada 5 orang informan yaitu satu direktur PT. Brikasa, dua Manajer umum, ketiga manajer keuangan dan adm, keempat manajer pemasaran dan kelima karyawan lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Strategi Komunikasi kepemimpinan dalam kinerja karyawan telah dilaksanakan dengan baik yaitu redundancy, canalizing, informatif, persuasif, edukatif, koersif
Studi Kritis Peran Ormas Islam Dalam Pengembangan Lembaga Pendidikan Islam Di Indonesia
Islam is a religion of rahmatan lil'alamin, which cannot only be seen from ritual or theological aspects alone. Islamic organizations were born and founded to answer the needs of the people in the religious sector. This research wants to know the role of mass organizations in the field of developing Islamic education in Indonesia. The research method used is descriptive qualitative through library research, with content analysis. The results of the research show that Islamic organizations were founded with the noble aim of responding to concerns and serving the needs of the community in the religious aspect. To explore more deeply religious behavior in a social context requires at least three approaches, namely a social approach, a religious approach and a psychological approach. The initial emergence of Islamic mass organizations can be grouped into three reasons, namely: first, Islamic da'wah; second, education; and third, economic empowerment of the people. These three reasons were the background to the Islamic movement at that time, because political affairs were supervised and controlled by the Dutch East Indies colonialists. The birth of Islamic religious organizations began with the existence of Jami'at Al Khair in Jakarta (1905), then Al Irsyad (1911), a mass organization of Arab descent in Indonesia, the development of Jami'at Al Khair, then the Islamic Trade Company emerged (1911), and next Muhammadiyah was born in Yogyakarta (1912), Islamic Association (1923) in Bandung, Nahdatul Ulama in Surabaya (1926), Al Jami'atul Washliyah in Medan (1930) and Al Ittihadiyah in Medan (l935).Keyword : Islamic educational institutions, religious organizations, Islamic mass organization