Portal Jurnal Universitas Serang Raya
Not a member yet
3166 research outputs found
Sort by
PERBANDINGAN ALGORITMA MACHINE LEARNING UNTUK PREDIKSI NILAI UJIAN SISWA
Peningkatan kualitas pendidikan tidak hanya bergantung pada metode pembelajaran, tetapi juga pada kemampuan institusi untuk memahami dan mengantisipasi performa akademik siswa. Penelitian ini bertujuan untuk membangun dan membandingkan tiga model prediksi nilai ujian siswa berdasarkan data kebiasaan harian menggunakan algoritma Regresi Linier, Random Forest, dan XGBoost. Data diperoleh dari platform publik dengan jumlah 1000 entri siswa yang mencakup berbagai atribut seperti durasi belajar, kehadiran, aktivitas ekstrakurikuler, dan kesehatan mental. Setiap model diuji menggunakan metrik evaluasi seperti Root Mean Squared Error (RMSE), Mean Absolute Error (MAE), dan koefisien determinasi (R²). Hasil penelitian menunjukkan bahwa model Regresi Linier memberikan performa terbaik dengan nilai RMSE terendah sebesar 5,139 dan R² tertinggi sebesar 0,897. Analisis lebih lanjut menunjukkan bahwa variabel durasi belajar memiliki kontribusi paling dominan dalam prediksi nilai ujian. Temuan ini mengindikasikan bahwa hubungan antara variabel input dan nilai ujian siswa cenderung linear dan stabil, sehingga dapat dimodelkan secara efektif menggunakan pendekatan sederhana. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam penerapan analisis prediktif berbasis machine learning untuk keperluan evaluasi pendidikan dan dapat menjadi dasar bagi pengembangan sistem pendukung keputusan di lingkungan sekolah maupun perguruan tinggi
MODEL ADOPSI DEEPSEEK AI PADA MAHASISWA DI SURABAYA MENGGUNAKAN TAM
Perkembangan pesat kecerdasan buatan (AI) mendorong munculnya berbagai inovasi global, salah satunya adalah DeepSeek AI yang dikembangkan di Tiongkok. Sebagai platform AI generatif yang mendukung proses pembelajaran, DeepSeek memiliki potensi dalam meningkatkan kualitas pengalaman belajar mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi adopsi DeepSeek AI oleh mahasiswa di Surabaya dengan menggunakan kerangka Technology Acceptance Model (TAM) yang diperluas. Variabel yang dianalisis mencakup awareness, social influence, perceived enjoyment, dan personalisasi sistem. Pendekatan kuantitatif diterapkan melalui penyebaran kuesioner kepada 100 responden yang memenuhi kriteria. Data dianalisis menggunakan metode Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS) dengan bantuan perangkat lunak SmartPLS 4. Hasil analisis menunjukkan bahwa kesadaran dan pengaruh sosial berpengaruh signifikan terhadap persepsi kegunaan dan kemudahan penggunaan sistem. Sebaliknya, variabel kenyamanan dan personalisasi tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap niat penggunaan. Temuan ini mengindikasikan bahwa faktor kognitif dan sosial lebih dominan dalam membentuk persepsi mahasiswa terhadap adopsi teknologi, dibandingkan faktor emosional. Implikasi teoritis dan praktis dari penelitian ini diharapkan dapat mendukung strategi pengembangan dan penerapan AI generatif dalam konteks pendidikan tinggi
PERANCANGAN SISTEM PENGAMANAN DOKUMEN PDF MENGGUNAKAN KOMBINASI ALGORITMADIFFIE-HELLMAN DAN RSA
Keamanan data pada dokumen digital merupakan aspek penting, terutama pada dokumen PDF yang sering digunakan dalam berbagai transaksi bisnis dan pertukaran informasi sensitif. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengembangkan aplikasi pengamanan data pada dokumen PDF dengan menggunakan kombinasi algoritma Diffie-Hellman dan RSA. Diffie-Hellman digunakan untuk pertukaran kunci secara aman antara pengirim dan penerima, sedangkan algoritma RSA berperan dalam proses enkripsi dan dekripsi data. Penggunaan kombinasi kedua algoritma ini diharapkan mampu meningkatkan keamanan dengan meminimalisir risiko serangan pihak ketiga selama proses transmisi data. Pengujian dilakukan untuk memastikan tingkat keamanan, kecepatan enkripsi, serta efisiensi penggunaan sumber daya pada aplikasi. Hasil pengujian menunjukkan bahwa aplikasi ini mampu melindungi data dengan baik dan tetap efisien dalam penggunaannya. Dengan demikian, aplikasi ini dapat diimplementasikan sebagai solusi pengamanan data pada dokumen PDF untuk berbagai kebutuhan
Perancangan Aplikasi Game Pengenalan Bangun Datar Menggunakan Construct 2 di SDIT EL-MUNA Berbasis Android
Pembelajaran matematika pada tingkat sekolah dasar, khususnya pada topik bangun datar, masih didominasi oleh metode konvensional yang kurang menarik perhatian siswa. Kondisi ini mengakibatkan rendahnya tingkat pemahaman dan efektivitas belajar siswa. Seiring dengan kemajuan teknologi, terbuka peluang untuk menciptakan media pembelajaran yang bersifat interaktif. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sebuah aplikasi game edukatif berbasis Android yang dirancang untuk membantu siswa SDIT El-Muna dalam memahami konsep bangun datar secara menyenangkan. Diharapkan, aplikasi ini mampu mendorong peningkatan minat dan pemahaman siswa terhadap materi dasar geometri. Metodologi yang diterapkan adalah Multimedia Development Life Cycle (MDLC), yang meliputi tahapan konsep, desain, pengumpulan material, perakitan, pengujian, dan distribusi. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi di lingkungan sekolah. Hasil implementasi menunjukkan bahwa aplikasi dapat berfungsi dengan baik dan memperoleh tanggapan positif dari para siswa serta guru. Penggunaan fitur visual, audio, dan elemen interaktif dalam permainan membuat siswa lebih fokus serta mempermudah pemahaman materi. Aplikasi ini terbukti efektif sebagai sarana pendukung dalam proses belajar mengajar bangun datar. Penggunaan Construct 2 dalam pengembangan aplikasi turut mempermudah proses pembuatan dan menyesuaikan karakteristik dengan anak sekolah dasar
Peran Legislator Perempuan dan KOMNAS Perempuan terhadap Kebijakan Undang-undang No 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual
Penelitian ini mengkaji peran strategis legislator perempuan dan Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) dalam perumusan dan advokasi Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UU TPKS). Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya kasus kekerasan seksual di Indonesia, terutama terhadap perempuan dan anak, yang menunjukkan perlunya perlindungan hukum yang komprehensif. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan studi pustaka terhadap dokumen legislatif, jurnal akademik, dan laporan lembaga terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa legislator perempuan pada periode 2019–2024 berperan aktif dalam diskusi publik, pembentukan koalisi, dan penyusunan undang-undang, yang mempercepat proses legislasi. Komnas Perempuan juga berkontribusi penting melalui kajian akademik, kampanye advokasi, dan pemantauan implementasi kebijakan. Sinergi antara kedua aktor ini terbukti krusial dalam pengesahan dan pelaksanaan awal UU TPKS. Kolaborasi berkelanjutan dengan pemangku kepentingan lainnya diperlukan untuk memastikan efektivitas implementasi undang-undang ini, termasuk melalui penyusunan peraturan pelaksana dan peningkatan kesadaran publik.
This study examines the strategic roles of women legislators and the National Commission on Violence Against Women (Komnas Perempuan) in the formulation and advocacy of Law Number 12 of 2022 on Sexual Violence Crimes (UU TPKS). Triggered by the increasing number of sexual violence cases in Indonesia, especially against women and children, the study highlights the urgency of comprehensive legal protection. Using a qualitative descriptive method, data were obtained through a literature review of legislative documents, academic journals, and institutional reports. The findings reveal that women legislators during the 2019–2024 parliamentary period actively contributed to public discourse, coalition-building, and the drafting of laws, thereby accelerating the legislative process. Komnas Perempuan also played a crucial role through academic research, advocacy, and monitoring of policy implementation. The synergy between these two actors was instrumental in the ratification and early enforcement of the TPKS Law. Continued collaboration with other stakeholders is essential to ensure effective implementation of the law, including the development of supporting regulations and public awareness initiatives
Efektivitas Program Optimalisasi Pelayanan Online KTP Elektronik di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Serang
Fokus penelitian ini adalah efektivitas program optimalisasi pelayanan online KTP Elektronik di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Serang. Permasalahan pada penelitian ini adalah terbatasnya sumber daya manusia pelaksana yang menyebabkan tidak efisiennya pelaksanaan pelayanan daring, belum optimalnya perubahan pelayanan administrasi kependudukan secara daring dimana tingkat literasi digital masyarakat masih rendah serta kurang meratanya sosialisasi ke beberapa lapisan masyarakat, dan masih kurangnya minat masyarakat tentang layanan daring serta kekhawatiran akan keamanan dan privasi dalam inovasi pengantaran e-KTP ke rumah masyarakat. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar tingkat efektivitas program optimalisasi pelayanan online KTP elektronik di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Serang. Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian asosiatif dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat Kota Serang yang sudah memiliki KTP dan pernah melakukan pengurusan E-KTP di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Serang yang berjumlah 519.166 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik Cluster Random Sampling dengan rumus Slovin sehingga sample dalam penelitian ini berjumlah 100 responden. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat tingkat efektivitas yang signifikan pada efektivitas program optimalisasi pelayanan online KTP elektronik dengan besarnya efektivitas mencapai 77,73%.The focus of the study is the effectiveness of the online e-KTP service optimization program at the Population and Civil Registration Office of Serang City. The problems in this study are the limited human resources of the implementers, which lead to inefficient implementation of online services, and the suboptimal changes in online population administration services, given the community’s low digital literacy. The socialization to several levels of society is not evenly distributed, and the lack of public interest in online services and concerns about security and privacy in the innovation of e-KTP delivery to people’s homes. The purpose of this study was to determine the level of effectiveness of the online e-KTP service optimization program at the Population and Civil Registration Office of Serang City. This research method uses an associative, quantitative approach. The population in this study was the people of Serang City who had already obtained an E-KTP and had processed it at the Population and Civil Registration Office of Serang City, totaling 519,166 people. The sampling technique used was Cluster Random Sampling, and the sample size was calculated using the Slovin formula, resulting in 100 people. The results of this study indicate that the electronic ID card online service optimization program is highly effective, with an effectiveness of 77.73%
Pelayanan Digital Library di Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Banyumas
Penelitian ini bertujuan untuk menilai kualitas layanan perpustakaan digital di Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Banyumas. Perkembangan teknologi dan inovasi menciptakan paradigma baru dalam proses pelayanan, salah satunya di Dinas Arsip dan Perpustakan Daerah Kabupaten Banyumas yang telah menerapkan Perpustakaan Digital . Penelitian ini menunjukkan bahwa dinas tersebut menerapkan Permenpan RB Nomor 30 Tahun 2014 tentang pedoman Inovasi Pelayanan Publik khususnya dalam pelayanan perpustakaan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan dengan metode wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Fokus utama penelitian ini adalah mengeksplorasi lima aspek model Teori Parasuraman: bukti nyata, reliabilitas, tanggung jawab, jaminan, dan empati. Melalui analisis mendalam, penelitian ini berupaya memahami bagaimana masing-masing aspek tersebut berkontribusi terhadap pengalaman pengguna layanan perpustakaan digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas layanan pada kelima aspek tersebut tergolong baik, yang menunjukkan adanya kemajuan dalam penyediaan layanan bantuan bagi pengguna perpustakaan digital di Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Banyumas. Namun masih terdapat beberapa kendala, terutama terkait infrastruktur dan literasi digital yang perlu ditingkatkan. Keterbatasan ini dapat mempengaruhi aksesibilitas dan kepuasan pengguna terhadap layanan yang diberikan oleh Perpustakaan Digital Daerah Kabupaten Banyumas.
This study aims to assess the quality of digital library services at the Banyumas Regency Archives and Library Office. Technological developments and innovations have created a new paradigm in service processes, one of which is at the Banyumas Regency Archives and Library Office, which has implemented a Digital Library. This study shows that the office implements Permenpan RB Number 30 of 2014 concerning guidelines for Public Service Innovation, particularly in library services. This study uses a qualitative descriptive research method. Data was collected through interviews, observation, and documentation study. The main focus of this study was to explore five aspects of Parasuraman\u27s model: tangibles, reliability, responsiveness, assurance, and empathy. Through in-depth analysis, this study sought to understand how each of these aspects contributed to the experience of digital library service users. The results of the study show that the quality of service in these five aspects is relatively good, indicating progress in the provision of assistance services for digital library users at the Banyumas Regency Archives and Library Office. However, there are still several obstacles, particularly related to infrastructure and digital literacy, which need to be improved. These limitations can affect the accessibility and satisfaction of users with the services provided by the Banyumas Regency Regional Digital Library
Implementasi kebijakan Penanganan Pernikahan Dini di Desa Purbadana Kecamatan Kembaran Kabupaten Banyumas
Pernikahan dini masih menjadi persoalan sosial di Indonesia meskipun telah diberlakukan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 tentang Perkawinan yang menetapkan usia minimal perkawinan 19 tahun bagi laki-laki dan perempuan. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi kebijakan pencegahan pernikahan dini di Desa Purbadana, Kecamatan Kembaran, Kabupaten Banyumas, dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif melalui wawancara, observasi, dan telaah dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan kebijakan mampu menurunkan angka pernikahan dini sebesar 51% pada tahun 2023–2024, meskipun praktik masih ditemukan terutama di wilayah pedesaan. Faktor pendukung implementasi meliputi peningkatan literasi masyarakat, pemberdayaan ekonomi keluarga, dan pengawasan terhadap dispensasi nikah. Hambatan yang dihadapi mencakup tradisi budaya yang kuat, keterbatasan ekonomi, serta rendahnya akses pendidikan. Secara praktis, penelitian ini menawarkan rekomendasi strategi lintas sektor bagi pemerintah dan pemangku kepentingan untuk menekan angka pernikahan dini di daerah dengan karakteristik serupa.Early marriage remains a social problem in Indonesia despite the enactment of Law Number 16 of 2019 concerning Marriage, which stipulates a minimum marriage age of 19 years for both men and women. This research aims to analyze the implementation of the early marriage prevention policy in Purbadana Village, Kembaran District, Banyumas Regency, using a qualitative descriptive method through interviews, observation, and document review. The results show that the policy implementation was able to reduce the rate of early marriage by 51% in the period of 2023–2024, although the practice is still found, especially in rural areas. Supporting factors for implementation include increased community literacy, family economic empowerment, and supervision of marriage dispensations. The obstacles encountered include strong cultural traditions, economic limitations, and low access to education. Practically, this study offers recommendations for cross-sectoral strategies for the government and stakeholders to suppress the rate of early marriage in areas with similar characteristics
Box Breathing: Education and Training to Reduce Respiratory Complaints in Tunggul Irang Ilir Village
The prevalence of respiratory infections in South Kalimantan Province has increased to 189,111 cases throughout 2023. Preliminary Research indicates that 2 out of 3 Posyandu participants interviewed reported experiencing coughs and colds, leading to respiratory problems. The increase in ARI cases underscores the crucial role of the community in both promoting and preventing them. The goal of this activity is to empower the community by increasing their knowledge and skills in applying box breathing techniques to reduce mild respiratory symptoms. The strategy to achieve health involves improving the quality of health services, one of which is promoting box breathing to reduce complaints among people with respiratory disorders. This will be carried out through education to increase understanding. The purpose of promoting and counseling is to reduce complaints among people with respiratory disorders. The results showed an increase in knowledge after the promotion of box breathing was carried out among the residents of Tunggul Irang Ilir Village(Pre: less than satisfactory 68,2%; Post: good 81,2%)
PosyanduKu: Inovasi Digital untuk Meningkatkan Layanan Kesehatan Ibu dan Anak di Kelurahan Petukangan Selatan, Jakarta Selatan
Posyandu sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan ibu dan anak memiliki peran strategis dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, namun masih menghadapi berbagai kendala, terutama sistem pencatatan manual yang rentan kesalahan dan keterbatasan literasi digital kader. Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini dilaksanakan di Posyandu Nusa Indah 1, Jakarta Selatan, dengan tujuan mengembangkan serta menerapkan aplikasi digital PosyanduKu dan website posyandu sebagai sarana pencatatan, pemantauan tumbuh kembang balita, serta edukasi kesehatan berbasis teknologi informasi. Kegiatan dilaksanakan melalui beberapa tahapan, meliputi sosialisasi program, identifikasi kebutuhan mitra, pengembangan dan uji coba aplikasi, pelatihan kader, serta implementasi lapangan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada kapasitas kader dalam penggunaan teknologi digital, efisiensi proses pencatatan data, dan peningkatan transparansi informasi kesehatan kepada masyarakat. Selain menghasilkan produk digital, luaran kegiatan juga mencakup publikasi artikel ilmiah, artikel populer di media massa, poster, serta video dokumentasi kegiatan. Program ini turut berkontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) poin 3 (Good Health and Well-Being) dan poin 9 (Industry, Innovation, and Infrastructure), serta mendukung Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi. Dengan demikian, PKM PosyanduKu menjadi model inovasi digital yang aplikatif dan dapat direplikasi di posyandu lain untuk memperkuat layanan kesehatan masyarakat berbasis teknologi