Portal Jurnal Universitas Serang Raya
Not a member yet
    3166 research outputs found

    Peningkatan Pengetahuan Literasi Profesi dan Kompetensi Akuntan Pada Siswa XII SMKN 1 Waringinkurung

    Get PDF
    Increasing professional literacy and competence of accountants in non-accounting vocational students who study accounting certainly requires a touch of more knowledge related to the profession in the field of accounting and the process of obtaining state accountant certification. Through the method of concrete and interactive exposure to students directly (face to face) outside of study hours will provide significant and positive improvement results. Based on the results of comparison of pre-test and post-test resulted in an increase of 1 level, where the pre-test produced the average value of student knowledge XII OTKP SMKN 1 Waringinkurung at Level D with a statement (lack of Understanding/know). While the results of the post test after being given the exposure of professional literacy and competence of accountants, the average value of the student\u27s knowledge increased at the level of C with a statement (enough to understand/know). The end result of this PkM activity is an increase in the repertoire of knowledge of non-accounting vocational school students in studying the material of the profession and the competence of accountants so that they can be practiced in the future in achieving a professional career in accounting.  Peningkatan literasi profesi dan kompetensi akuntan pada siswa SMK non akuntansi yang mempelajari akuntansi tentunya membutuhkan sentuhan pengetahuan lebih terkait profesi dibidang akuntansi dan proses perolehan sertifikasi akuntan negara. Melalui metode pemaparan yang konkrit dan interaktif kepada siswa secara langsung (tatap muka) diluar jam belajar akan memberikan hasil peningkatan secara signifikasn dan positif. Berdasarkan hasil perbandingan pre test dan post test dihasilkan peningkatan 1 tingkat/level, dimana pada pre test dihasil nilai rata-rata pengetahuan siswa XII OTKP SMKN 1 Waringinkurung pada tingkat D dengan pernyataan (kurang paham/tahu). Sedangkan hasil post test setelah diberikan pemaparan literasi profesi dan kompetensi akuntan nilai rata-rata pengetahuan siswa tersebut meningkat pada tingkat C dengan pernyataan (cukup paham/tahu). Hasil akhir dari kegiatan PkM ini adalah peningkatan khasanah pengetahuan siswa SMK non akuntansi dalam menelaah materi profesi dan kompetensi akuntan agar dapat diamalkan dimasa depan dalam menggapai karir professional dibidang akuntans

    Pelatihan Dan Pendampingan Kompetensi SDM BUMDes Dan Pelaku UMKM Untuk Meningkatkan Jejaring Usaha Di Desa Sindangsuka

    Get PDF
    Community Service Activities (PPM) aim to develop the local economy in Sindangsuka Village, Garut Regency, with a focus on strengthening the role of BUMDes and MSME actors in the field of business management. The PPM program is implemented to increase the competency and capacity of village communities in various aspects of focus, including Human Resources (HR) development, marketing, production and business network development. The results of the second year of PPM activities (2024) show progress in several aspects. First, good communication was established between the PPM implementing lecturer, the Adhigana Restaurant Manager (Padjadjaran University Business Unit), and the Director of village-owned enterprises (BUMDes) Sindangsuka, which aims to establish cooperation in the organic catfish business network with the Adhigana Restaurant. This program adopts a more directed and focused approach based on evaluations and feedback from previous years. The results of outreach activities through training for MSME entrepreneurs highlight the importance of developing competencies in marketing, production and human resources as well as the need for collaboration between business actors to achieve inclusive and sustainable local economic development goals. In order to overcome local economic challenges, comprehensive efforts are needed, such as building digital infrastructure, establishing networks and collaboration, supporting product development, developingKegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PPM) bertujuan untuk pengembangan ekonomi lokal di Desa Sindangsuka, Kabupaten Garut, dengan fokus pada penguatan peran BUMDes dan pelaku UMKM dalam bidang manajemen bisnis.  Program PPM dilaksanakan untuk meningkatkan kompetensi dan kapasitas masyarakat desa dalam berbagai aspek yang menjadi fokus, termasuk pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM), pemasaran, produksi, dan pembangunan jejaring usaha. Hasil kegiatan PPM tahun kedua (2024) menunjukkan adanya kemajuan dalam beberapa aspek. Pertama, terjalin komunikasi yang baik antara Dosen pelaksana PPM, Manager Restoran Adhigana (Unit Bisnis Universitas Padjadjaran), dan Direktur BUMDes Sindangsuka, yang bertujuan untuk menjalin kerjasama dalam jejaring usaha lele organik ke Restoran Adhigana. Program ini mengadopsi pendekatan yang lebih terarah dan terfokus berdasarkan evaluasi dan umpan balik dari tahun sebelumnya. Hasil dari kegiatan sosialisasi melalui pelatihan kepada pelaku UMKM  menyoroti pentingnya pengembangan kompetensi dalam pemasaran, produksi, dan SDM serta perlunya kolaborasi antara pelaku usaha untuk mencapai tujuan pembangunan ekonomi lokal yang inklusif dan berkelanjutan. Dalam rangka mengatasi tantangan ekonomi lokal, diperlukan upaya komprehensif seperti, pembangunan infrastruktur digital, pembentukan jejaring dan kolaborasi, dukungan pengembangan produk, pengembangan rencana bisnis, serta penjalinan kemitraan

    Media Sosial Sebagai Alternatif Strategi Dalam Pemasaran UMKM Jimbe Desa Ngoran

    Get PDF
    Ngoran is known as a digital village that has economic potential. Jimbe is one of the potential MSMEs in Ngoran village. However, the success of marketing Jimbe MSME products via social media is still less than optimal. This is due to limited insight and capabilities of Human Resources (HR) in marketing via social media. Community Service (PPM) is important considering the rapid development of technology has an impact on MSME marketing strategies. Moreover, high business competition requires MSMEs to be agile towards change and digitalization.  This article discusses the PPM program which aims to increase HR insight and capabilities in digital marketing, especially through social media. PPM is carried out through methods of situation analysis, discussion, counseling, mentoring and evaluation. This program provides intensive education and training on digital marketing strategies, use of social media platforms, as well as techniques for creating interesting and effective content. The results of the PPM that has been carried out are that activity participants gain a good understanding of digital marketing, especially through social media, as well as increasing participants\u27 abilities in carrying out digital marketing.Ngoran dikenal sebagai desa digital yang memiliki potensi ekonomi. Jimbe merupakan salah satu UMKM potensial yang ada di desa Ngoran. Namun  keberhasilan pemasaran produk UMKM jimbe melalui media sosial masih kurang optimal. Hal ini disebabkan adanya keterbatasan wawasan dan kemampuan Sumber Daya Manusia (SDM) dalam melakukan pemasaran melalui media sosial. Pengabdian Pada Masyarakat (PPM) ini penting dilakukan mengingat perkembangan pesat teknologi berpengaruh terhadap strategi pemasaran UMKM. Terlebih tingginya persaingan  bisnis mengharuskan UMKM untuk lincah terhadap perubahan serta digitalisasi.  Artikel ini membahas program PPM yang bertujuan untuk meningkatkan wawasan dan kemampuan SDM dalam pemasaran digital khususnya melalui media sosial. PPM dilakukan melalui metode analisis situasi, diskusi, penyuluhan, pendampingan, dan evaluasi. Program ini memberikan edukasi dan pelatihan intensif tentang strategi pemasaran digital, penggunaan platform media sosial, serta teknik pembuatan konten yang menarik dan efektif. Hasil PPM yang telah dilakukan yaitu peserta kegiatan mendapatkan pemahaman yang baik mengenai pemasaran digital khususnya melalui media sosial, serta meningkatnya kemampuan peserta dalam melakukan pemasaran digital.&nbsp

    Optimalisasi Penggunaan Tumbler dalam Menekan Dampak Negatif Kemasan Gelas dan Botol Plastik di Lingkungan Kampus Universitas Serang Raya

    Get PDF
    The use of single-use plastics, especially in the form of glasses and drink bottles, is an environmental problem that affects many ecosystems. Serang Raya University (UNSERA) as one of the higher education institutions in Indonesia has an important role in promoting environmentally friendly behavior. This article describes a community service program that focuses on increasing student and staff awareness regarding the use of tumblers as an alternative to single-use plastic packaging. By using a sustainable campaign and education approach, this program aims to create a greener campus environment and support sustainability goals.Penggunaan plastik sekali pakai, khususnya dalam bentuk gelas dan botol minuman, menjadi masalah lingkungan yang mempengaruhi banyak ekosistem. Universitas Serang Raya (UNSERA) sebagai salah satu institusi pendidikan tinggi di Indonesia memiliki peran penting dalam mempromosikan perilaku yang ramah lingkungan. Artikel ini menjelaskan program pengabdian masyarakat yang berfokus pada peningkatan kesadaran mahasiswa dan staf mengenai penggunaan tumbler sebagai alternatif dari kemasan plastik sekali pakai. Dengan menggunakan pendekatan kampanye dan edukasi berkelanjutan, program ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan kampus yang lebih hijau dan mendukung tujuan keberlanjutan

    PENGEMBANGAN FASILITAS PENDIDIKAN UNTUK MEMBENTUK GENERASI UNGGUL DI SMP MUHAMMADIYAH 7 BAYAT KLATEN

    No full text
    Education is an important sector that creates the nation\u27s next generation, who are superior and competent in their fields. One of the Islamic organizations that is committed to the field of education is Muhammadiyah. This article describes the results of the community service program, which aims to solve the problems of SMP Muhammadiyah 7 Bayat regarding their plans to develop their educational facilities in new locations to enhance students\u27 character. The method of community service begins with a location survey, initial design FGD, initial architectural design, final design FGD, and final architectural design. The results of the service implementation are in the form of final architectural design drawings based on the partners\u27 needs and land area. The shape of the building follows the shape of the triangular land with a vertical facade on the front side of the building to place the school\u27s identity. The school\u27s equipment consists of classrooms, a teacher\u27s office, a principal\u27s office, an administrative room, a library, a basketball field, and other complementary rooms. There is also a two-story mosque above the library building, a BLK room designed on the second floor, and a school hall room on the third floor. Apart from that, the design concept uses a local architectural theme to provide an identity related to the area\u27s potential around the school.Pendidikan merupakan sektor yang sangat penting dalam rangka mewujudkan generasi penerus bangsa yang unggul dan kompeten di bidangnya. Salah satu organisasi Islam yang berkomitmen dalam bidang pendidikan adalah Muhammadiyah. Artikel ini membahas hasil pelaksanaan pengabdian masyarakat yang bertujuan untuk memberikan penyelesaian permasalahan mitra SMP Muhammadiyah 7 Bayat berkaitan dengan rencana pengembangan fasilitas pendidikannya di lokasi baru dalam rangka membentuk generasi berkarakter unggul. Metode pelaksanaan pengabdian dimulai dengan survey lokasi, FGD perencanaan awal, perencanaan awal arsitektur, FGD perencaaan akhir, dan perencanaan akhir arsitektur. Hasil pelaksanaan pengabdian berupa gambar desain akhir arsitektur yang disesuaikan dengan kebutuhan dan luasan lahan yang dimiliki oleh mitra. Bentuk bangunan mengikuti bentuk lahan yang berbentuk segitiga dengan fasad vertikal di sisi depan bangunan untuk penempatan identitas sekolah. Kelengkapan sekolah terdiri atas ruang kelas, ruang guru, ruang kepala sekolah, ruang tata usaha, perpustakaan, lapangan dan ruang kelengkapan. Terdapat pula masjid dua lantai yang berada di atas bangunan perpustakaan dan terdapat ruang BLK (Balai Latihan Kerja) yang didesain di lantai dua dan ruang aula sekolah pada lantai tiga. Selain itu, konsep desain mengangkat tema arsitektur lokal untuk memberikan identitas terkait dengan potensi kawasan sekitar sekolah tersebut

    PERBANDINGAN MODEL PEMBELAJARAN MESIN BERBASIS SMOTE MENINGKATKAN IDENTIFIKASI SISWA BERISIKO DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA

    Get PDF
    Penelitian ini mengevaluasi efektivitas Teknik Pengambilan Sampel Berlebih Minoritas Sintetis (Synthetic Minority Over-sampling Technique/SME) dalam mengatasi ketidakseimbangan kelas dalam kumpulan data pendidikan, dengan fokus pada peningkatan model prediktif untuk mengidentifikasi siswa yang berisiko di sekolah menengah pertama di Indonesia. Dengan menggunakan kurva Receiver Operating Characteristic (ROC) dan metrik Area Under the Curve (AUC), kinerja model Decision Tree, Random Forest, dan Support Vector Machine (SVM) dinilai sebelum dan sesudah penerapan SMOTE. Model Random Forest menunjukkan peningkatan yang paling signifikan, dengan AUC meningkat dari 0,95 menjadi 0,99 setelah SMOTE, yang disebabkan oleh generalisasi berbasis ensembel pada data yang seimbang. Decision Tree menunjukkan peningkatan marjinal (AUC: 0.94→0.95), yang mencerminkan ketahanan yang melekat pada sampel sintetis, sementara SVM mengalami sedikit trade-off (AUC: 0.93→0.94), yang mungkin disebabkan oleh sensitivitas terhadap noise sintetis selama pengoptimalan hyperplane. Semua model mengungguli tebakan acak (AUC>0.93), mengonfirmasi kegunaan SMOTE dalam meningkatkan deteksi kelas minoritas untuk aplikasi penting seperti identifikasi awal siswa yang berisiko. Penelitian ini memajukan kerangka kerja praktis untuk memanfaatkan teknik pembelajaran ketidakseimbangan dalam pendidikan, menekankan wawasan yang dapat ditindaklanjuti untuk mengatasi ketidakadilan sistemik dan meningkatkan hasil pembelajaran melalui pengambilan keputusan berbasis dataPenelitian ini mengevaluasi efektivitas Teknik Pengambilan Sampel Berlebih Minoritas Sintetis (SMOTE) dalam mengatasi ketidakseimbangan kelas pada kumpulan data pendidikan, dengan fokus pada peningkatan model prediktif untuk mengidentifikasi siswa berisiko di sekolah menengah pertama di Indonesia. Fakta lapangan menunjukkan bahwa tidak semua data yang diambil memiliki ketidakseimbangan kelas. Kinerja model Decision Tree, Random Forest, dan SVM dinilai menggunakan kurva ROC dan metrik AUC sebelum dan setelah penerapan SMOTE. Random Forest menunjukkan peningkatan AUC paling signifikan (0,95→0,99) karena generalisasi ensembel pada data yang seimbang, sementara Decision Tree mengalami peningkatan marjinal (0,94→0,95) dan SVM mengalami trade-off kecil (0,93→0,94) karena sensitivitas terhadap noise sintetis. Semua model mengungguli tebakan acak (AUC>0,93), mengonfirmasi manfaat SMOTE dalam meningkatkan deteksi kelas minoritas untuk aplikasi seperti identifikasi siswa berisiko. Penelitian ini memajukan kerangka kerja praktis untuk memanfaatkan teknik pembelajaran ketidakseimbangan kelas pada dataset dalam pendidikan, menekankan wawasan yang dapat ditindaklanjuti dan meningkatkan hasil pembelajaran melalui pengambilan keputusan berbasis data. Dengan menerapkan teknik seperti SMOTE, sekolah dapat lebih akurat mengidentifikasi siswa berisiko, memungkinkan intervensi dini yang efektif dan alokasi sumber daya yang lebih efisien. Selain itu, penelitian ini mendorong pengembangan kebijakan pendidikan yang inklusif dan adil, mengurangi bias sistemik serta meningkatkan hasil pembelajaran secara keseluruhan. Keywords: Data Mining, Decision Tree C4.5, academic performance, educational classification, determinant factor

    Rancang Bangun Sistem Point Of Sales (Pos) Berbasis Web dan Mobile untuk UMKM

    Get PDF
    Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) memiliki peran penting dalam perekonomian, tetapi masih banyak yang menggunakan pencatatan transaksi manual yang rentan terhadap kesalahan dan kurang efisien dalam pengelolaan stok serta laporan keuangan. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membangun sistem Point of Sales (POS) berbasis web dan mobile yang dapat membantu UMKM dalam pencatatan transaksi, manajemen stok, serta pembuatan laporan keuangan secara otomatis. Metode pengembangan perangkat lunak yang digunakan adalah model Waterfall, yang mencakup tahap analisis kebutuhan, perancangan sistem, implementasi, pengujian, serta evaluasi dan validasi sistem. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem yang dikembangkan mampu meningkatkan efisiensi pencatatan transaksi, mempermudah pengelolaan stok, serta menghasilkan laporan keuangan yang lebih akurat. Evaluasi dilakukan melalui pengujian User Acceptance Test (UAT), yang menunjukkan tingkat kepuasan pengguna yang tinggi terhadap sistem. Dengan demikian, implementasi sistem POS berbasis web dan mobile ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas UMKM dan mendukung pertumbuhan bisnis yang lebih berkelanjutan di era digital.Intisari— Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) memiliki peran penting dalam perekonomian, tetapi masih banyak yang menggunakan pencatatan transaksi manual yang rentan terhadap kesalahan dan kurang efisien dalam pengelolaan stok serta laporan keuangan. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membangun sistem Point of Sales (POS) berbasis web dan mobile yang dapat membantu UMKM dalam pencatatan transaksi, manajemen stok, serta pembuatan laporan keuangan secara otomatis. Metode pengembangan perangkat lunak yang digunakan adalah model Waterfall, yang mencakup tahap analisis kebutuhan, perancangan sistem, implementasi, pengujian, serta evaluasi dan validasi sistem. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem yang dikembangkan mampu meningkatkan efisiensi pencatatan transaksi, mempermudah pengelolaan stok, serta menghasilkan laporan keuangan yang lebih akurat. Evaluasi dilakukan melalui pengujian User Acceptance Test (UAT), yang menunjukkan tingkat kepuasan pengguna yang tinggi terhadap sistem. Dengan demikian, implementasi sistem POS berbasis web dan mobile ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas UMKM dan mendukung pertumbuhan bisnis yang lebih berkelanjutan di era digital. Kata kunci— Point of Sales, UMKM, Web Application, Mobile Application, Sistem Informasi   Abstract— Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) have an important role in the economy, but many still use manual transaction recording that is prone to errors and less efficient in stock management and financial reporting. This study aims to design and build a web-based and mobile Point of Sales (POS) system that can help UMKM in recording transactions, managing stock, and creating financial reports automatically. The software development method used is the Waterfall model, which includes the stages of needs analysis, system design, implementation, testing, and system evaluation and validation. The results of the study show that the developed system is able to increase the efficiency of transaction recording, simplify stock management, and produce more accurate financial reports. The evaluation was carried out through User Acceptance Test (UAT), which showed a high level of user satisfaction with the system. Thus, the implementation of this web-based and mobile POS system is expected to increase UMKM productivity and support more sustainable business growth in the digital era. Keywords— Point of Sales, UMKM, Web Application, Mobile Application, Information System

    Improving the Implementation of Accounting, Tax, Online-based Marketing and Sustainability in Savouree Cheesestick Company

    Get PDF
    This community service project focuses on improving the implementation of accounting, tax and online marketing to support the sustainability of Cheesestick Savouree\u27s business. The main objective was to improve the orderliness of accounting records, tax reporting and digital optimization of the business to ensure sustainability and better access to financial resources. The methods used included basic accounting and tax training, introduction to accounting software, and strategies to optimize online marketing through the website. The project measured success by the business\u27s ability to maintain accurate financial records, comply with tax regulations, and improve its digital marketing effectiveness. Preliminary results showed that the business demonstrated better financial documentation and digital optimization of the business than before

    Enhancing the Capacity of Women-Based Microfinance Groups in Margamulya Village, Lebak Regency

    Get PDF
    A women\u27s community in Margamulya village, Cileles district, Lebak Regency, is a Women-Based Microfinance Group (KKMBP) forum member. This group receives capital assistance from zakat funds for business capital, but they are often unable to return the loan because the loan funds run out for daily food costs because the business is not profitable. The main problems are: 1) lack of understanding of the status of the loan funds for members who get loans from zakat funds, and 2) the level of ability of residents to manage businesses so that the business is not profitable. Therefore, community service is needed to increase the retention and understanding of partners about the status of loan funds sourced from Zakat so that participants can increase their capacity on how to manage the trading business that has been run and how to increase business profits so that they can improve the family economy which is further avoided by loan sharks who continue to try to provide loans with a very burdensome interest burden. The result of this service is in the form of increasing residents\u27 business capacity, as evidenced by the ability of residents to open and manage businesses in the form of two meatball stalls, two seblak stalls, and two fritter stalls. The six stalls can operate and provide benefits to residents so that they can improve the family economy

    The Effect of Multiliteracy Learning Model on Critical Thinking Skills Reviewed from Self-Regulation

    Get PDF
    Abstract As a prospective teacher, it is important for a student to master the 21st century skills, namely the 4Cs. Critical thinking is one of the directions of education in the 21st century. As prospective educators, students need to master critical thinking skills supported by good independent learning as a provision so that they will be able to do meaningful learning in the classroom. This study aims to determine the effect of the application of the multiliteracy learning model on critical thinking skills reviewed from the self-regulation of students. The research uses a quantitative approach, with a type of quasi-experiment design research with a test test research design. Based on the result of the hypothesis test using a two-way ANOVA test with different cells, that is, the result if p−Value ≤0.05 so H0 rejected, but if p−Value >0.05 so H0 Accepted. With the details namely, H0A∶0,000≤0,05 which means H0 rejected, H0B∶0,000≤0,05 which means H0 rejected, and H0AB accepted because of the value p−Value (Sig.) on self-regulation and multiliteracy learning model = 0.374 more than α=0.05 (p−Value (Sig.)>α). Referring to these results, it can be seen that the multiliteracy learning model has an effect on students\u27 critical thinking skills, self-regulation has an effect on students\u27 critical thinking skills, and there is no interaction between the multiliteracy learning model and the level of self-regulation on critical thinking skills. Keywords: Multiliteracy, Critical Thinking Skills, Self-Regulatio

    2,912

    full texts

    3,166

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Portal Jurnal Universitas Serang Raya
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇