Portal Jurnal Universitas Serang Raya
Not a member yet
    3166 research outputs found

    IMPLEMENTASI SISTEM PEMESANAN MENU MENGGUNAKAN METODE MULTI CHANNEL PADA ARBAS CAFE

    Get PDF
    Arbas Cafe di Enrekang masih menggunakan sistem pemesanan manual yang menyebabkan kurang efisiennya proses pelayanan, seperti waktu tunggu yang lama dan risiko kesalahan pencatatan pesanan. Tujuan penelitian ini untuk membangun sistem pemesanan yang memudahkan pelanggan dalam mengakses menu serta melakukan pemesanan secara mandiri, dan membantu kafe meningkatkan efisiensi pelayanan. Penelitian ini menggunakan ekspremental yang bersifat aplikatif menggunakan studi pustaka dengan mengumpulkan data melalui wawancara, analisis kebutuhan sistem, perancangan sistem, implementasi, serta pengujian menggunakan metode black box. Aplikasi ini dikembangkan menggunakan bahasa pemrograman PHP, HTML, CSS, dan JavaScript, dengan MySQL sebagai basis data, serta dibangun menggunakan Visual Studio Code dan XAMPP sebagai lingkungan pengembangan. Dengan adanya aplikasi sistem pemesanan ini, pengelolaan data dapat meningkatkan efisiensi dan pengalaman pelanggan dalam proses pemesanan di Arbas Cafe. Kesimpulannya, penerapan sistem ini memberikan solusi efektif untuk permasalahan pemesanan manual dan berkontribusi dalam digitalisasi layanan kaf

    Diffusion Of Innovation in Digital Transformation of Kotakmedia Indonesia

    Get PDF
    This research analyzes the theory of diffusion of innovation in the digital transformation carried out by Kotakmedia Indonesia. With the rapid development of digital today, innovation is a demand for companies to survive. Diffusion of innovation is a concept that studies the spread of innovation in a social system.  The case study method with a qualitative approach is used to emphasize the question of how the transformation process in depth at Kotakmedia Indonesia will be collected, interpreted and analyzed the results of the data. The results show that the digital transformation of Kotakmedia Indonesia is influenced by relative advantage, compatibility, and effective communication in the social system. the factors that form the innovation diffusion process at Kotakmedia Indonesia, which include knowledge of innovation and reinvention factors, external accountability factors, and organizational structure factors also play an important role in supporting the digital transformation carried out by the company. This transformation process has successfully increased branding, audience reach, and website traffic

    Digital Discourses on Medical Tourism: How Indonesians Consider Visiting Penang for Healthcare – A Netnographic Study on Twitter

    Get PDF
    The phenomenon of medical tourism from Indonesia to Penang, Malaysia, has continued to show a significant upward trend in recent years. In today\u27s digital era, social media platforms such as X (formerly Twitter) have become active public discussion arenas, places where netizens share experiences, provide recommendations, and even consider decisions to undergo treatment abroad. This study aims to explore how digital narratives related to the practice of seeking medical treatment in Penang are formed, spread, and negotiated by Indonesians on the X platform. Using a netnography approach, this study analyzes tweets containing keywords related to treatment in Penang, revealing the dynamics of conversations in various discussions in the digital space. The results of the analysis identified four main themes that dominated the conversation: (1) ease of access and convenience of services; (2) exchange of information and recommendations between users; (3) crisis of trust in domestic health services; and (4) considerations of price, quality, and added value offered by services in Penang. These findings indicate that the decision to seek medical treatment abroad is not only influenced by medical needs or individual preferences, but also by social constructions formed in the digital space. Social media plays an important role as an e-WOM (electronic word of mouth) channel that shapes public perception and preferences for cross-country health services. This research is expected to contribute to the development of health communication and digital culture studies, as well as being a basis for thinking about managing information and health service reputation more strategically in the era of social media

    Komunikasi Kesehatan PKK Dalam Menangani Kasus Stunting di Kecamatan Curug Kota Serang

    Get PDF
    Isu stunting masih menjadi program pemerintah karena prevalensinya yang masih tinggi, meskipun terjadi penurunan namun belum siginifkan secara nasional. Stunting merupakan gangguan pertumbuhan anak akibat kekurangan gizi kronis yang berdampak pada perkembangan fisik, kognitif dan kesehatan anak dalam jangka waktu yang panjang. Namun di sejumlah daerah seperti di Banten terjadi penuruan stunting. Penelitian ini bertujuan mengetahui peran Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) dalam komunikasi kesehatan sebagai upaya penanganan dan pencegahan stunting di Kecamatan Curug Kota Serang. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan TP PKK Kecamatan Curug memiliki peran penting dalam program pengentasan stunting melalui konsep komunikasi kesehatan memastikan pesan-pesan kesehatan dapat diakses, dipahami, dan diimplementasikan oleh khalayak yang dituju. Komunikasi kesehatan berperan membentuk perilaku dan keputusan terkait kesehatan. Melalui konsep tersebut dilakukan berbagai kegiatan seperti penyuluhan, pendampingan, mengelola dapur gizi untuk pemberian makanan tambahan bagi anak dengan risiko stunting. Selain itu, terdapat tanntangan dalam pelaksanannya yaitu kurangnya kesadaran masyarakat akan kesehatan, adanya keterbatasan sumber daya, dan data stunting yang kurang akurat.

    Autism Odyssey: Program Psikoedukasi Autisme Melalui Media Sosial Instagram

    Get PDF
    Autisme merupakan gangguan perkembangan yang ditandai dengan adanya hambatan dalam komunikasi, interaksi sosial, perilaku terbatas dan berulang. Kurangnya pemahaman masyarakat khususnya calon orang tua menjadi tantangan dalam pengasuhan anak dengan Autism Spectrum Disorder (ASD). Program “Autism Odyssey” merupakan psikoedukasi berbasis media sosial Instagram yang bertujuan menyajikan informasi melalui berbagai format konten seperti postingan feeds,video reels, wawancara bersama psikolog dan dosen, serta sesi Ask the Expert. Evaluasi dilakukan menggunakan pendekatan formatif dan sumatif dengan post test yang diikuti oleh 24 partisipan. Hasil menunjukkan peningkatan pemahaman, dimana 95,8% peserta menjawab benar kriteria diagnosis autisme dan 83,3% memahami perbedaan antara Autism Spectrum Disorder (ASD) dan Autism Spectrum Condition (ASC). Mayoritas peserta menilai konten mudah dipahami (62,5%), menarik (58,3%), dan bermanfaat (66,7%). Tidak hanya berdampak secara kognitif, program ini juga mendorong perubahan sikap audiens dari rasa kasihan menjadi empati serta meningkatkan motivasi untuk mendukung individu dengan autisme. Tingginya interaksi yang ditunjukkan melalui jumlah likes, views, dan respon positif mengindikasikan bahwa media sosial dapat menjadi sarana efektif untuk menyampaikan informasi psikologis secara menarik, ringkas, dan inklusif. Selain itu, penyampaian konten secara berkala dan melibatkan narasumber profesional turut meningkatkan kepercayaan audiens terhadap validitas informasi. Program psikoedukasi ini terbukti menjadi sarana tepat dalam menjangkau masyarakat luas, membangun kesadaran, serta mengurangi stigma terhadap individu dengan autisme dalam lingkungan sosial

    The Pemberdayaan Masyarakat Untuk Pengolahan Limbah Organik Menjadi Pembuatan Eco Enzyme Sabun Antiseptik Desa Boro

    No full text
    Pengelolaan limbah organik rumah tangga yang belum optimal menjadi permasalahan serius di Desa Boro. Limbah organik yang menumpuk dapat mencemari lingkungan dan berdampak negatif terhadap kesehatan masyarakat serta kualitas lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat dalam mengolah limbah organik rumah tangga menjadi produk bermanfaat berupa eco enzyme, yang digunakan sebagai bahan utama pembuatan sabun antiseptik dengan metode cold process. Program pemberdayaan dilakukan melalui pelatihan intensif, pendampingan langsung, dan pelibatan aktif masyarakat dalam seluruh tahapan pengolahan. Tahapan ini meliputi pengumpulan limbah organik, proses fermentasi untuk menghasilkan eco enzyme, dan pembuatan sabun antiseptik. Pelatihan dirancang untuk memberikan pemahaman teori dan keterampilan praktis kepada masyarakat, sementara pendampingan memastikan keberhasilan setiap tahap sekaligus memotivasi partisipasi aktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program ini berhasil meningkatkan kesadaran dan keterampilan masyarakat terkait pengelolaan limbah organik. Sabun antiseptik berbahan eco enzyme yang dihasilkan memiliki nilai ekonomi sekaligus manfaat kesehatan. Program ini diharapkan menjadi model berkelanjutan yang dapat diterapkan di wilayah lain dengan permasalahan serupa, menawarkan solusi strategis untuk mengatasi limbah organik rumah tangga sekaligus menciptakan nilai tambah bagi masyarakat dan lingkungan.Pengelolaan limbah organik rumah tangga yang belum optimal menjadi permasalahan serius di Desa Boro. Oleh karena itu, Penelitian ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat dalam mengolah limbah organik rumah tangga menjadi produk bermanfaat berupa eco-enzyme yang digunakan sebagai bahan utama dalam pembuatan sabun antiseptik menggunakan metode cold process. Pemberdayaan ini dilakukan melalui pelatihan intensif, pendampingan, dan pelibatan aktif masyarakat dalam seluruh tahapan proses, mulai dari pengumpulan limbah organik, pembuatan eco-enzyme,hingga proses pembuatan antiseptik

    PENINGKATAN KAPASITAS DIGITAL PERSONEL INTELKAM MELALUI PELATIHAN PEMBUATAN WEBSITE DI POLDA BANTEN

    Get PDF
    Perkembangan teknologi informasi dewasa ini menuntut seluruh institusi, termasuk instansi pemerintah seperti Kepolisian, untuk mampu beradaptasi dan memanfaatkannya secara optimal. Direktorat Intelijen dan Keamanan (Intelkam) Polda Banten merupakan salah satu unit kerja strategis yang memiliki tugas dalam pengumpulan, pengolahan, dan analisis informasi untuk mendukung keamanan wilayah. Kemampuan personel dalam mengoperasikan komputer dan aplikasi perkantoran menjadi kebutuhan dasar dalam menunjang efisiensi kerja. Namun demikian, masih ditemukan adanya keterbatasan dalam penguasaan teknologi informasi oleh sebagian anggota, terutama dalam aspek penggunaan aplikasi dasar komputer. Oleh karena itu, pelatihan ini dirancang untuk memberikan pembekalan keterampilan dasar komputer guna meningkatkan produktivitas dan efisiensi kerja. Keterampilan personel di lingkungan INTELKAM Polda Banten dalam bidang teknologi informasi, khususnya dalam pengoperasian komputer dan pengembangan website. Pelatihan yang dilaksanakan meliputi dasar-dasar penggunaan komputer, pengelolaan dokumen digital, serta pembuatan dan pengelolaan website menggunakan platform yang mudah diakses dan dioperasikan. Metode pelaksanaan terdiri dari ceramah interaktif, praktik langsung, dan sesi evaluasi. Diharapkan pelatihan ini dapat mendukung optimalisasi kerja serta mendorong transformasi digital di lingkungan INTELKAM Polda Banten

    ANALISIS METODE MULTI-CRITERIA DECISION MAKING (MCDM) UNTUK PENILAIAN KERUSAKAN DAN KEBUTUHAN PEMULIHAN PASCABENCANA

    Get PDF
    Indonesia menghadapi risiko tinggi terhadap bencana alam, sehingga penetapan prioritas untuk rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana menjadi hal yang sangat penting. Studi ini mengevaluasi empat metode Multi-Criteria Decision Making (MCDM), yakni ELECTRE, ARAS, SMART, dan CoCoSo, dalam menentukan prioritas penanggulangan bencana berdasarkan data dari Penilaian Kerusakan dan Kerugian (DaLA) serta Penilaian Kebutuhan Pemulihan Manusia (HRNA). Data ini diolah menjadi matriks keputusan dengan enam kriteria utama, menghasilkan peringkat wilayah terdampak untuk masing-masing metode. Validasi melalui korelasi peringkat Spearman telah menghasilkan nilai korelasi sebesar 0,9636 untuk metode penelitian ELECTRE, ARAS, dan SMART, sedangkan metode CoCoSo memiliki korelasi sedikit lebih rendah, yakni 0,9364. Perbedaan ini disebabkan oleh pendekatan algoritma CoCoSo yang menggunakan multi-agregasi, yaitu kombinasi model penjumlahan bobot (WSM) dan perkalian bobot (WPM), yang memengaruhi hasil peringkat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keempat metode layak digunakan dalam pengambilan keputusan pascabencana, meskipun metode berbasis fungsi nilai optimal seperti ARAS cenderung menunjukkan korelasi lebih tinggi. Penelitian juga mendorong pengembangan sistem berbasis teknologi untuk mempercepat dan meningkatkan akurasi proses pengambilan keputusan dalam situasi pascabencana.Indonesia menghadapi risiko tinggi terhadap bencana alam, sehingga penetapan prioritas untuk rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana menjadi hal yang sangat penting. Studi ini mengevaluasi empat metode Multi-Criteria Decision Making (MCDM), yakni ELECTRE, ARAS, SMART, dan CoCoSo, dalam menentukan prioritas penanggulangan bencana berdasarkan data dari Penilaian Kerusakan dan Kerugian (DaLA) serta Penilaian Kebutuhan Pemulihan Manusia (HRNA). Data ini diolah menjadi matriks keputusan dengan enam kriteria utama, menghasilkan peringkat wilayah terdampak untuk masing-masing metode. Validasi melalui korelasi peringkat Spearman telah menghasilkan nilai korelasi sebesar 0,9636 untuk metode penelitian ELECTRE, ARAS, dan SMART, sedangkan metode CoCoSo memiliki korelasi sedikit lebih rendah, yakni 0,9364. Perbedaan ini disebabkan oleh pendekatan algoritma CoCoSo yang menggunakan multi-agregasi, yaitu kombinasi model penjumlahan bobot (WSM) dan perkalian bobot (WPM), yang memengaruhi hasil peringkat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keempat metode layak digunakan dalam pengambilan keputusan pascabencana, meskipun metode berbasis fungsi nilai optimal seperti ARAS cenderung menunjukkan korelasi lebih tinggi. Penelitian juga mendorong pengembangan sistem berbasis teknologi untuk mempercepat dan meningkatkan akurasi proses pengambilan keputusan dalam situasi pascabencana

    IMPLEMENTATION OF FIREBASE IN THE DEVELOPMENT OF ANDROID-BASED QUEUE RESERVATION AND TREATMENT RECORD APPLICATIONS

    Get PDF
    The development of an Android-based reservation and medical record management app is key to improving customer experience and operational efficiency in the beauty salon industry. This study explores the use of Firebase, offering features like Authentication, Firestore, Cloud Messaging, and Cloud Functions, to create a reliable mobile solution. Firebase enables real-time data management, secure authentication, and efficient notifications, enhancing both salon operations and customer experience. Developed with the Waterfall model and MVVM architecture, the app showed positive results in reservation and medical record management. Users can easily book appointments and access treatment history, with fast data transfer powered by Firebase. With response times of 120 ms for reads and 140 ms for writes, Firebase ensures seamless performance. The app reduced booking time by 79.91% compared to manual methods. Further development is recommended to include staff management and real-time analytics for optimized service and better customer insights

    OPTIMALISASI PENGENDALIAN BIAYA PERSEDIAAN DENGAN METODE REORDER POINT UNTUK MEMINIMALKAN STOK MATI PADA APOTEK

    Get PDF
    Apotek merupakan toko yang menyediakan berbagai jenis obat-obatan dan memiliki peran penting dalam menyediakan obat yang dibutuhkan oleh masyarakat, dan melayani konsultasi kesehatan terkait penggunaan obat yang benar. Salah satu aktivitas rutin yang dilakukan oleh pihak apotek adalah stock opname. Proses stock opname ini bertujuan untuk memastikan bahwa tidak ada kekurangan atau kelebihan stok obat yang dapat mengganggu operasional apotek, serta untuk mencegah adanya barang kadaluarsa yang tidak terdeteksi. Stok mati merupakan kondisi dimana suatu produk yang ada dalam persediaan tidak terjual dalam jangka waktu yang lama. Stok mati seringkali berhubungan dengan pemborosan sumber daya, karena barang yang tidak terjual atau sudah rusak tetap memerlukan penyimpanan, yang pada akhirnya menambah biaya operasional dan merugikan bisnis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengoptimalkan pengendalian biaya persediaan di Apotek dengan menerapkan  metode Reorder Point (ROP) secara efektif, guna meminimalkan stok mati dan meningkatkan efisiensi operasional. Dengan memahami pola permintaan obat, Apotek dapat mengidentifikasi obat-obatan yang perlu diperoleh dalam jumlah lebih banyak (permintaan tinggi), sementara obat dengan permintaan rendah dapat dipesan dalam jumlah terbatas. Dengan memanfaatkan teknologi, dan penggunaan metode ROP diharapkan Perusahaan dapat dengan mudah mengoptomalkan pengelolaan persediaan, meminimalkan stok mati, meningkatkan efisiensi operasional, serta profitabilitas Apotek.Apotek merupakan toko yang menyediakan berbagai jenis obat-obatan dan memiliki peran penting dalam menyediakan obat yang dibutuhkan oleh masyarakat, dan melayani konsultasi kesehatan terkait penggunaan obat yang benar. Salah satu aktivitas rutin yang dilakukan oleh pihak apotek adalah stock opname. Proses stock opname ini bertujuan untuk memastikan bahwa tidak ada kekurangan atau kelebihan stok obat yang dapat mengganggu operasional apotek, serta untuk mencegah adanya barang kadaluarsa yang tidak terdeteksi. Stok mati merupakan kondisi dimana suatu produk yang ada dalam persediaan tidak terjual dalam jangka waktu yang lama. Stok mati seringkali berhubungan dengan pemborosan sumber daya, karena barang yang tidak terjual atau sudah rusak tetap memerlukan penyimpanan, yang pada akhirnya menambah biaya operasional dan merugikan bisnis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengoptimalkan pengendalian biaya persediaan di Apotek dengan menerapkan  metode Reorder Point (ROP) secara efektif, guna meminimalkan stok mati dan meningkatkan efisiensi operasional. Dengan memahami pola permintaan obat, Apotek dapat mengidentifikasi obat-obatan yang perlu diperoleh dalam jumlah lebih banyak (permintaan tinggi), sementara obat dengan permintaan rendah dapat dipesan dalam jumlah terbatas. Dengan memanfaatkan teknologi, dan penggunaan metode ROP diharapkan Perusahaan dapat dengan mudah mengoptomalkan pengelolaan persediaan, meminimalkan stok mati, meningkatkan efisiensi operasional, serta profitabilitas Apotek.   Kata kunci: Apotek, Stok Mati, Reorder Point (ROP), Persediaan, operasional

    2,912

    full texts

    3,166

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Portal Jurnal Universitas Serang Raya
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇