e-Journal IAIN Kerinci
Not a member yet
1505 research outputs found
Sort by
Tahkim dalam Standar Syariah dan Urgensinya terhadap Penyelesaian Sengketa Ekonomi Syariah di Indonesia
The practice of sharia economics is growing and diverse, which has resulted in the emergence of various sharia economic disputes. This requires the development of alternative dispute resolutions, as has been done by the Accounting and Auditing Organization for Islamic Financial Institutions (AAOIFI) by presenting Sharia Standards that specifically discuss tahkim. This paper aims to explain the provisions of tahkim in the Sharia Standards of AAOIFI and the urgency of resolving sharia economic disputes. Using the content analysis method by collecting various relevant references, this study found that various provisions must be met when carrying out a tahkim contract in the settlement of sharia economic disputes, including those relating to the pillars and requirements of tahkim, the object that is the authority of the tahkim contract, provisions for the appointment of judges, and the power of judges' decisions. The application of the tahkim contract in the settlement of sharia economic law disputes has several advantages, namely that it is fast, cheap, efficient, energy and thought-efficient, fair, and fulfills the benefits of the disputing parties, so the development and application of tahkim as an alternative economic dispute resolution is very important
MEMBANGUN PERADABAN ZAKAT Studi Terhadap Ayat, Hadis dan Regulasi Negara tentang Zakat, Infak dan Sedekah
Sebagaimana syariat lainnya, zakat sebagai salah satu syariat yang diturunkan Allah kepada hamba-Nya tentu memiliki tujuan tersendiri. Dengan kata lain tentu ada hikmah yang bisa dipetik jika seorang muslim melaksanakan zakat. Zakat, infak dan sadaqah diibaratkan sebagai salah satu fondasi umat Islam, jika di daerah tertentu banyak yang tidak berzakat tentu bangunan umat tersebut akan timpang dan oleng, sehingga umat tidak bisa membangun peradaban sesuai yang diinginkan dan diridhai Allah SWT. Berdasarkan regulasi Negara, Indonesia telah memiliki UU nomor 38 tahun 1999 tentang pengelola zakat, namun undang-undang ini dirasa masih banyak terdapat kelemahan. Namun demikian undang-undang ini merupakan sebuah terobosan yang sangat berharga dalam upaya untuk membumikan nilai-nilai syariat. Selain itu, demi untuk terus memacu meningkatkan kesadaran berzakat, infak dan sedekah, perlu dibuat peraturan daerah yang mengatur tentang hal tersebut
PANDANGAN ISLAM TERHADAP PENENTUAN AKHLAK MANUSIA MENURUT NASH
Manusia dalam pandangan Islam adalah makhluk alamiah yang terdiri dari segenggam tanah dan tiupan ruh dari Allah. Manusia juga diciptakan Allah swt yang paling baik dan sempurna kejadiannya, baik jasmaninya maupun rohaninya. Keunggulan manusia dari makhluk Tuhan yang lain, baik hewan maupun malaikat adalah terletak pada moral dan budi pekertinya. Ada beberapa contoh akhlak yang baik yaitu: bersopan santun kepada ibu-bapaknya, keluarga dan sesama manusia, berlaku benar, jujur dan ikhlas, serta hemat, cermat dan pemurah. Sedangkan contoh akhlak yang buruk adalah: perbuatan yang menuruti hawa nafsu, takabur dan sombong, riya’ serta rasa dengki (hasad)
HUKUM KORUPSI DALAM PERSPEKTIF AL-QUR’AN
Penyakit masyarakat yang sangat sering menjadi pembicaraan diantaranya adalah Korupsi. Penyelewengan atau penggelapan (uang negara atau perusahaan dsb) untuk kepentingan pribadi atau orang lain disebutkan dengan Korupsi tersebut. Hal ini dengan mengambil harta yang bukan haknya dengan cara yang batil. Al-Quran telah melarang orang yang melakukan hal yang demikian dan memberikan ancaman, bahwa barangsiapa yang mengambil harta orang lain tanpa hak, maka dia akan membawa harta itu nanti diakhirat.
Uang korupsi adalah harta haram, maka pelakunya diminta untuk bertaubat dengan mengembalikan harta itu kepada pemiliknya. Sedekah dari harta korupsi sebagai penembus dosa tidak bisa diterima oleh Allah
ORIENTALIS DAN STUDI SĪRAH NABI MUHAMMAD SAW; Kajian Kritis Terhadap Metodologi Montgomery Watt
Studi ini berusaha untuk mengkaji secara kritis pemikiran Montgomery Watt, terutama aspek metodologi yang dia gunakan dalam kajiannya di bidang sīrah Nabi Muhammad Saw. Karena tokoh yang dijuluki oleh berbagai kalangan sebagai “The Last Orientalist” ini dipercaya merupakan salah satu orientalis “paling pakar” dalam studi sīrah nabawī. Terbukti dari banyaknya karya yang dia tulis dalam bidang ini
MENGUAK PETUAH-PETUAH MORAL IBN AL-MUQAFFA SERTA RELEVANSINYA DALAM KEHIDUPAN (Telaah Terhadap Kitab al-Adab al-Shaghîr wa al-Adab al-Kabîr)
Ibn al-Muqaffa mastered various languages such as Arabic, Syriac, Pahlavi, Sanskrit, India and Greece. He studied and learned a lot of history and civilization of Persia and he also likes to read long texts with such capabilities. He was the first to translate the works of Persian and Indian literature into Arabic. Translating that resulted in two very important things: the displacement of the Arabs of Bedouin life-style to modern living and non-Arab involvement in the writing of Arabic literature. Kitab Al-Adab al-Shagîr wa al-Adab al-Kabîr is a treatise containing moral advices. Advices were taken to Ibn al-Muqaffa from the wise words of those who passed away were very useful to cleanse our hearts and thoughts turn. Advices contained in the book are felt at all, touched the hearts of our exciting and thought-provoking.
 
RIBA DALAM PERSPEKTIF AL-QUR’AN DAN HADIS
Islam memang tidak menganjurkan kepada umat manusia untuk menjadikan harta kekayaan sebagai tujuan akhir dan paling utama dalam hidup. Islam juga tidak menganjurkan kepada mereka untuk mengabaikannya, karena harta kekayaan dapat menjadi sarana yang penting dan amat dibutuhkan untuk mendapatkan berbagai kemudahan dan kenikmatan hidup sebagai karunia Allah. Namun dalam proses interaksi manusia dalam bidang ekonomi ini harus memperhatikan rambu-rambu yang telah ditetapkan oleh ajaran Islam sehingga akan terhindar dari arah yang keliru, seperti terjadinya paraktek riba. Dimana Riba merupakan segala bentuk tambahan atau kelebihan yang diperoleh atau didapatkan melalui transaksi yang tidak dibenarkan secara syariah
 
PEMIKIRAN FIKIH DAN FATWA IBN MAS'UD
Salah seorang diantara sahabat Nabi Saw. selain Khulafa'ur Rasyidin yang berempat (Abu Bakar, Umar bin Khattab, Usman bin 'Affan dan Ali bin Abi Thalib) yang dikenal sebagai mufti dan memberi fatwa hukum adalah Abdullah bin Mas'ud. Beliau memiliki pandangan luas dan berpengetahuan komprehensif dalam bidang keagamaan, sehingga fatwa-fatwa yang diintrodusirnya mendapat epresiasi sebagai rujukan dalam penetapan hukum Islam. Latar belakang Ibnu Mas'ud mampu melahirkan fatwa-fatwa, karena kedekatannya dengan Nabi Saw, ia sering melihat dan mendengar bagaimana cara Nabi Saw. dalam memutuskan suatu hukum yang dihadapinya
The Counselor Multicultural Competence: An Exploration Study of Counselor Competence in the Counseling Process
Many changes in the education system affect the professionality level practiced by counselors. Cultural diversity and acculturation pushed a counselor to be more professional in counseling multicultural skills. This research aims to discover a counselor's skill in multicultural competence that consist of foundation dimension, multicultural dimension, and multicultural counseling. This competency is important and needed in Indonesia as a country with more heterogeny in social, culture, and religion. The research method was used as descriptive quantitative research through the Counselor's Multicultural Competence Scale (CMCS) that was distributed to 100 school counselors in Padang, Indonesia. The result shows that 60 school counselors have a low foundation dimension and multicultural dimension, 50 have low multicultural counseling, and 10 have high three dimensions. This research results recommend a new approach and model for educating and developing a counselor's skills in a multicultural approach to counseling
Gerlach and Ely’s Learning Model: How to Implement It to Online Learning for Statistics Course
Statistics is a compulsory subject that is very useful for students, so, in online learning, lecturers need to determine a suitable learning model. Lecturers can apply specific learning models that are adapted to the situation. The existence of characters in Gerlach and Ely's complete learning model can be a choice for lecturers in carrying out their learning so that even though learning is carried out online, the needs needed by students are still met. The purpose of the research is to describe the design of the Gerlach and Ely learning model, which is carried out online in the statistics course. The research method is field research with data obtained through observational studies of the learning process, interviews with students taking Statistics courses, and documentation of the learning process and the results of student assignments. The data analysis used Spradley Model. The results of this study are that students and lecturers can do online learning by maximizing some of the available applications with improvements to the media used. The media must be easily accessible to support fluency when learning. The lecturer prepares all the learning needs in the stages of Gerlach and Ely's learning activities. The advantages of this applied model are that it provides detailed stages in learning to determine learning objectives to the analysis stage of the results of the feedback provided by students. It can guide learning to achieve the objectives of the planned learning. The details of Gerlach and Ely's learning model need to be emphasized so that all stages can be carried out according to the systematics in its application