e-Journal IAIN Kerinci
Not a member yet
1505 research outputs found
Sort by
Gerakan Pengelolaan Sumber Daya Manusia Untuk Meningkatkan Pendidikan Di Era Covid-19
The entry of the Covid-19 virus into Indonesia in early 2020 had a negative impact, especially in the world of education. Several times the government's policy to impose a lockdown to reduce activities outside the home has an impact on the delay in the education process in schools. Therefore, the purpose of this service is to help school-age children and the community in Koto Majidin Mudik Village to continue to receive education during this pandemic. This activity was carried out with the help of Religious Competency-Based Real Work Lectures (KKN-BKK) IAIN Kerinci in 2021. The programs implemented were 1) Study Guidance, 2) Healthy Gymnastics, 3) Fajr Education, and 4) Maghrib Koran
Legitimasi Pesan Dakwah Dalam Hadis Amar Ma’ruf Nahy Munkar
Penelitian ini membahas bagaimana hadis amar ma’ruf nahy munkar memberikan legitimasi pesan-pesan dakwah yang bernuansa inklusif atau ekslusif. Penelitian ini menghasilkan beragam pandangan hadis terkait dengan batasan-batasan berdakwah dengan pesan (amar ma’ruf) perintah berbuat kebaikan dan batasan (nahy munkar) larangan berbuat kemungkaran. Batasan ini diambil dari beragam hadis dan sunnah yang diajarkan nabi Muhammad saw dan dianalisis dengan pendekatan kebahasaan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan mengumpulkan hadis-hadis di dalam kitab bukhari dan muslim terkait dengan bagaimana Rasulullah menyampaikan dakwah amar ma’ruf dan nahy munkar. Kesimpulan yang ditemukan dari penelitian bahwa terdapat banyak hadis mengenai amar ma’ruf dengan konotasi positif dan nahy munkar dengan konotasi negatif. Padahal pada kenyataannya, dakwah dengan pesan larangan (nahy) tersebut disampaikan oleh Nabi dengan konotasi positif dengan mengedepankan prinsip universal Islam yakni kemaslahatan dan mengurangi timbulnya mafsadat.
 
Nilai-Nilai Spiritual dalam Upacara Tradisi Lopis Raksasa di Pekalongan
The giant lopis tradition ceremony in Pekalongan is the one of cultural events called syawalan which the event is interested by local and foreign people. The problem of this study is how lopis can attract wider community. This research is descriptive qualitative research with data collection techniques using observations, interviews, and literature reviews. The collected data are the fact of field collecting and information about spiritual values in Pekalongan giant lopis tradition. It during the process of making giant lopis which the makers are advised to purify themselves first, then the manufacturing process begins with reading basmalah, continued with selawat during making lopis, and ended with hamdalah. The spiritual values attached to lopis symbolize interreligious harmony, human relation with other relatives, and relationship with God. However, it in the process of cutting giant lopis are sincerity and a form of submission to God. Thus, it is the values that attract an attention of visitors both local and foreign, in addition to the large lopis shape
KRITERIA DAN KETENTUAN QIRA’AT AL-QUR’AN
Qira’ah al-qur’an adalah mazhab pembacaan alqur’an dari para imam qura’ yang masing-masing mempunyai perbedaan dalam pengucapan alqur’an al-karim dan disandarkan pada sanad-sanadnya sampai kepada rasullulah Saw. Perbedaan-perbedaan bacaan umat muslim sesuai mazhab qiraah yang diikutinya, ini menunjukkan betapa islam sangat menghargai perbedaan. Untuk membedakan antara yang benar dan qiraat yang aneh (syazzah), para ulama membuat tiga syarat bagi qiraat yang benar, yaitu: 1) Kesesuaiannya dengan Satu Ragam Dari Beberapa Macam Ragam Bahasa Arab; 2) Qira’at Tersebut Sesuai dengan Salah Satu Mushaf ‘Utsmani; dan 3) Qira’at tersebut harus shahih sanadnya.
PERADILAN IN ABSENSIA BERDASARKAN HUKUM ACARA PIDANA YANG BERLAKU DI INDONESIA
Pengertian mengadili atau menjatuhkan hukum secara in absensia ialah mengadili seorang terdakwa dan dapat menghukumnya tanpa dihadiri oleh terdakwa itu sendiri. Adapun rasio diadakannya peradilan in absensia ialah untuk menyederhanakan prosedur penuntutan taupun peradilan. Penyederhanaan prosedur ini dirasakan penting apabila terdakwa menghindarkan diri dari penuntutan.Jika hal ini dipandang dari diri terdakwa, maka dengan sengaja menghindarkan diri dari penuntutan, berarti sengaja tidak menggunakan haknya untuk membela diri.
Walaupun demikian bahwa peradilan in absensia, tidak begitu saja dilakukan tanpa memenuhi syarat-syarat tertentu terlebih dahulu, dengan mengedepankan hak asasi manusia. Dengan kata lain peradilan ini barulah dilakukan setelah usaha para petugas penegak hukum untuk menentukan atau menangkap si pelaku tindak pidana sudah dilakukan namun tidak berhasil
MAQASYID AL-SYARI’AH DITINJAU DARI SEGI KEMASLAHATAN
Hakikat dari Maqasyid Sayriah adalah terwujud dan terpeliharanya kemaslahatan manusia. Syariat Islam sebagaimana syariat-syariat lainnya bersasaran untuk memelihara butir-butir yang dikenal dengan istilah kulliyat al-khams dan al-dharuriyat al-kham, yaitu; agama, jiwa, keturuna, akal, dan hati. Cara untuk memelihara 5 kepentingan ini terdiri dari 3 tingkatan sesuai arti penting dan bahayanya. Dikalangan ulama dikenal dengan istilah: al-dhruriyat al-hajiyad dan al-tausiniyat pada hakikatnya, baik kelompok al-dhruriyat, al-hajiyad maupun tausiniyat bertujuan untuk memelihara kemaslahatan kelima hal pokok di atas.Hanya saja peringkat kepentingannya berbeda satu sama lain
IBADAH DALAM DUNIA TASAWUF
Untuk memperihalkan tentang Tuhan. Apa sahaja yang terlintas dalam fikiran dan perasaan, yang terucap oleh perkataan dan bahasa, yang digambarkan sebagai ibarat, misal dan sifat, semuanya bukanlah Allah s.w.t. Apa juga istilah yang digunakan semuanya juga bukan Allah s.w.t. Ahadiyyah, Wahdat dan Wahadiyyah bukanlah Allah s.w.t. Tiada kenyataan, kenyataan pertama, kenyataan ke dua dan kenyataan ke tiga semuanya bukanlah Allah s.w.t. Zat, sifat, asma’ dan af’al semuanya bukanlah Allah s.w.t. Roh Kudus, Roh Idhafi dan Roh Rabbani bukanlah Allah s.w.t. Alam Lahut, Balhut dan Jamhut bukanlah Allah s.w.t. Alam Ghaibul Ghuyub, Alam Ghaib, Alam Kabir dan Alam Saghir bukanlah Allah s.w.t. Alam Arwah dan Alam Misal bukanlah Allah s.w.t. Alam Malakut dan Alam Jabarut bukanlah Allah s.w.t. Semuanya, sekaliannya, yang beribu-ribu lagi istilah dan perkataan yang digunakan adalah sesungguhnya dan sebenarnya bukanlah Allah s.w.t. Semua itu hanyalah perihal tentang keadaan Allah s.w.t, kesucian Allah s.w.t, kebesaran Allah s.w.t, kebijaksanaan Allah s.w.t, keindahan Allah s.w.t, kekayaan Allah s.w.t, cahaya Allah s.w.t, kenyataan Allah s.w.t dan sesuatu tentang Allah s.w.t tetapi bukanlah Dia. “Dan bagi Allah jualah misal (sifat) yang tertinggi, dan Dialah jua Yang Maha Kuasa, lagi Maha Bijaksana”. ( Ayat 60 : Surah an-Nahl )
Apa juga yang dikatakan tentang Allah s.w.t adalah misal dan sifat yang layak disebut oleh manusia. Allah s.w.t yang mengajarkan manusia apa yang layak diperkatakan tentang Diri-Nya. Al-Quran mengatakan: “Katakanlah…” Tuhan yang mengizinkan manusia berkata sesuatu tentang-Nya. Dia yang ajarkan dan izinkan manusia berkata: Katakanlah: “Dia adalah Allah, Maha Esa. Allah adalah as-Samad”.
Dia yang mengajarkan dan mengizinkan manusia memanggil-Nya Allah dan berbagai-bagai nama yang baik-baik. Dia juga mengizinkan manusia mengatakan bahawa Dia Mendengar, Melihat, Berkuasa, Hidup, Berkehendak, Berkata-kata dan Mengetahui. Manusia hanya perlu beriman kepada-Nya dan katakan apa yang Dia izinkan untuk dikata. Keizinan memperkatakan tentang Diri-Nya yang diberikan-Nya melalui al-Quran adalah kebenaran yang sejati. Demikian pula halnya dengan kewajiban untuk disembang dan yang menyembah
AQIQAH DALAM ISLAM
Aqiqah merupakan sebutan yang diberikan kepada kambing yang disembelih karena kelahiran anak. Mayoritas ulama berpendapat bahwa aqiqah itu hukumnya sunnat yang didasarkan kepada hadits-hadits Qauliyah dan Fi’liyah
MEMBANGUN PERADABAN ZAKAT Studi Terhadap Ayat, Hadis dan Regulasi Negara tentang Zakat, Infak dan Sedekah
Banyak pihak menyatakan bahwa zakat, infak maupun sedekah adalah instrumen penting dalam pengentasan masyarakat dari kemiskinan yang akan memberikan efek lanjutan sangat besar dalam peningkatan kesejahteraan. Namun sampai hari di Indonesia, negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam, zakat, infak maupun sedekah dirasakan masih belum banyak membantu untuk terciptanya peningkatan kesejahteraan tersebut.
Tentang pengelolaan zakat ini, sesungguhnya negara telah mengaturnya dalam sebuah undang-undang, yakni undang-undang Nomor 38 tahun 1999. Demikian pula infak dan sedekah disinggung di sana, meski porsi pembahasannya tidak begitu banyak.
Bagaimanakah posisi dan peranan zakat, infak dan sedekah dalam Islam dalam bingkai negara kesatuan Republik Indonesia, makalah sederhana ini akan mengurai tentang ayat hukum, hadis hukum dan regulasi negara tentang zakat, infak dan sedekah
HUBUNGAN UPAH DAN JAM KERJA TERHADAP PRODUKTIVITAS INDUSTRI KOPI NUR KERINCI
Salah satu tujuan perusahaan/industri adalah peningkatan produktivitas para pekerja agar mampu menghasilkan barang atau jasa lebih banyak tanpa harus menambah waktu dan dana. Permasalahan yang ditimbulkan dalam pengupahan adalah bahwa pengusaha dan tenaga kerja umumnya mempunyai pengertian dan kepentingan yang berbeda mengenai upah. Jika suatu industri ingin meningkatkan penghasilan, industri tersebut perlu meningkatkan produksi yang salah satunya dengan upaya meningkatkan produktivitas tenaga kerja dengan memberikan upah yang bisa memotifasi para pekerja untuk lebih produktif. Sebagaimana hasil penelitian ini bahwa upah tenaga kerja dan jam kerja memilki pengaruh signifikan terhadap produktivitas kopi Nur kerinci. serta berpengaruh secara simultan terhadap produktivitas sisanya dipengaruhi oleh faktor lain.Upah tenaga kerja lebih dominan berpengaruh terhadap produktivitas, hal ini dibuktikan bahwa koefisien regresi upah tenaga kerja lebih besar dibandingkan dengan jam kerja