UIN Antasari Open Journal System (Universitas Islam Negeri)
Not a member yet
    3736 research outputs found

    PERAN FINTECH TERHADAP PERUBAHAN PERILAKU KONSUMEN DALAM BERTRANSAKSI DI ERA MODERN (Study Kasus Pengguna Dompet Digital Pada Generasi Z Di Pekalongan)

    No full text
    This study examines the role of fintech in transforming consumer transaction behavior in the modern era. Employing a qualitative method with a phenomenological approach, this research involved in-depth interviews with 10 active digital wallet users aged 18-25 years. The findings reveal that fintech has altered how Generation Z conducts transactions, enhancing efficiency and convenience, and fostering a cashless culture. The use of digital wallets not only increased transaction frequency and ease but also influenced their consumption patterns and financial management. The majority of informants preferred digital transactions over cash, driven by ease of access and various promotional incentives such as cashback. The study also identified challenges like internet dependency and data security concerns. These findings provide crucial insights for the development of the fintech industry and financial inclusion efforts in Indonesia's medium-sized cities, and offer recommendations for enhancing user education regarding digital security and financial management, as well as leveraging the potential of Generation Z in digital financial transactions.     Penelitian ini mengkaji peran fintech terhadap perubahan perilaku konsumen dalam bertransaksi di era modern. Dengan menggunakan metode kualitatif dan pendekatan fenomenologi, penelitian ini melibatkan wawancara mendalam dengan 10 pengguna aktif dompet digital yang berusia 18-25 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fintech telah mengubah cara generasi Z bertransaksi, meningkatkan efisiensi dan kenyamanan, serta menciptakan budaya cashless. Penggunaan dompet digital juga tidak hanya meningkatkan frekuensi dan kemudahan transaksi, tetapi juga mempengaruhi pola konsumsi dan pengelolaan keuangan mereka. Sebagian besar narasumber lebih memilih transaksi digital dibandingkan tunai, didorong oleh kemudahan akses dan berbagai insentif promosi seperti cashback. Penelitian juga menemukan tantangan seperti ketergantungan pada internet dan kekhawatiran akan keamanan data. Temuan ini memberikan wawasan penting bagi pengembangan industri fintech dan upaya inklusi keuangan di kota-kota menengah di Indonesia, serta menawarkan rekomendasi untuk peningkatan edukasi pengguna mengenai keamanan dan pengelolaan keuangan digital, serta memanfaatkan potensi generasi Z dalam transaksi keuangan digital.Penelitian ini mengeksplorasi pengaruh teknologi finansial (fintech), khususnya dompet digital, terhadap perilaku transaksi generasi Z di Pekalongan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui peran fintech terhadap perubahan perilaku konsumen dalam bertransaksi di era modern. Dengan menggunakan metode kualitatif dan pendekatan fenomenologi, penelitian ini melibatkan wawancara mendalam dengan 10 pengguna aktif dompet digital yang berusia 18-25 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fintech telah mengubah cara generasi Z bertransaksi, meningkatkan efisiensi dan kenyamanan, serta menciptakan budaya cashless. Penggunaan dompet digital juga tidak hanya meningkatkan frekuensi dan kemudahan transaksi, tetapi juga mempengaruhi pola konsumsi dan pengelolaan keuangan mereka. Sebagian besar narasumber lebih memilih transaksi digital dibandingkan tunai, didorong oleh kemudahan akses dan berbagai insentif promosi seperti cashback.. Namun, penelitian ini juga menemukan tantangan seperti ketergantungan pada internet dan kekhawatiran akan keamanan data. Temuan ini memberikan wawasan penting bagi pengembangan industri fintech dan upaya inklusi keuangan di kota-kota menengah di Indonesia, serta menawarkan rekomendasi untuk peningkatan edukasi pengguna mengenai keamanan dan pengelolaan keuangan digital, serta memanfaatkan potensi generasi Z dalam transaksi keuangan digital

    Model Sosial Kognitif Perilaku Pencarian Informasi Akademik Secara Online

    Get PDF
    This study aims to test the cognitive social model of online academic information seeking behavior according to empirical data. The population in this study were all students of IAIN Kediri, East Java. The sampling technique in this study was simple random sampling. Simple random sampling means that researchers take subjects (or units such as schools) as members of the sample, which guarantees that regardless of the size of the sample, it will have an equal probability according to the population. The data collection technique used in this study was a questionnaire in the form of a scale. There are four types of scales used in the data collection process, namely social support scale, self-regulation scale, self-efficacy and online information seeking behavior scale. The results of this study showed that the chi-square was 144, 990 (DF= 83 p=0,000), CMIN/DF=1,747, GFI= 0,921, AGFI= 0,885, TLI= 0,913 and RMSEA = 0,061. Thus the criteria for acceptance of the model are generally met. Thus the relationship model can be said to be fit or the model can be fulfilled.This study aims to test the cognitive social model of online academic information seeking behavior according to empirical data. The population in this study were all students of IAIN Kediri, East Java. The sampling technique in this study was simple random sampling. Simple random sampling means that researchers take subjects (or units such as schools) as members of the sample, which guarantees that regardless of the size of the sample, it will have an equal probability according to the population. The data collection technique used in this study was a questionnaire in the form of a scale. There are four types of scales used in the data collection process, namely social support scale, self-regulation scale, self-efficacy and online information seeking behavior scale. The results of this study showed that the chi-square was 144, 990 (DF= 83 p=0,000), CMIN/DF=1,747, GFI= 0,921, AGFI= 0,885, TLI= 0,913 and RMSEA = 0,061. Thus the criteria for acceptance of the model are generally met. Thus the relationship model can be said to be fit or the model can be fulfilled

    Computational Thinking Skill of Prospective Mathematics Teachers in Statistic Methods Courses

    Get PDF
    The statistics methods course is compulsory in the Mathematics Study Program, which uses applications according to technological developments, including the SPSS application. This study describes the computational Thinking of prospective mathematics teachers in solving statistics problems in statistics methods courses. This research is quantitative-qualitative descriptive research. The subjects were 88 students in the statistics methods course in the 2022/2023 academic year. The research instrument was a test containing three statistics problems. The findings have indicated that the computational Thinking of prospective mathematics teachers in solving statistics problems was in the Very Good Category with a percentage of 2,27%, the Good Category was 31,8%, the Enough category was 38,64%, the low Category was 19,32%, and the deficient Category was 7,95%. The researchers suggest that ongoing research needs to be conducted to improve students' computational thinking skills, and it is necessary to look for factors that influence students' computational thinking skills

    Analisis desain interior modern pasca relokasi di Perpustakaan dan Penerbitan Universitas Negeri Padang terhadap kenyamanan pemustaka

    Get PDF
    Perpustakaan Universitas Negeri Padang telah mengalami perkembangan yang sangat pesat, relokasi gedung baru pada tahun 2024 dengan peningkatan fasilitas dan desain interior modern yang terbukti berhasil mendukung kegiatan akademik, terlihat dari lonjakan signifikan jumlah pengunjung pasca peresmian pada 3 Juni 2024. Penelitian ini bertujuan menganalisis desain interior modern perpustakaan pasca relokasi. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi, analisis data yang digunakan yaitu analisis tematik dengan melakukan identifikasi, analisis dan interpretasi data. Hasil penelitian menunjukkan ruang baca, digital, dan diskusi dirancang ergonomis dengan pencahayaan optimal. Konsep warna cerah, kayu, dan kaca menciptakan suasana dinamis, didukung signage strategis dan fasilitas privasi di area pribadi. Pengaturan suhu, pencahayaan, dan suara memastikan kenyamanan pemustaka, sementara konsep minimalis modern meningkatkan estetika dan produktivitas dalam belajar dengan desain yang mendukung aktivitas pemustaka. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu desain interior perpustakaan mengutamakan kenyamanan, estetika, dan fungsionalitas yang menggunakan konsep modern minimalis dengan furnitur yang estektika dan fungsional serta penggunaan konsep warna cerah dapat menunjang kenyamanan dan aktivitas pemustaka

    Analisis pemanfaatan layanan koleksi buku langka di Perpustakaan Nasional Republik Indonesia

    Get PDF
    Pemanfaatan layanan koleksi buku langka dapat dilihat dari alasan, pelayanan dan hasil. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemanfaatan layanan koleksi buku langka pada Perpustakaan Nasional Republik Indonesia. Metode yang digunakan pada penelitian ini yakni penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi serta informan pada penenlitian ini berjumlah lima orang. Hasil penelitian dan pembahasan yang diperoleh menunjukkan bahwa pemanfaatan layanan koleksi buku langka yang berjalan setiap harinya yang dimulai dari alasan yang dimiliki masing-masing pengunjung yang berbeda beda, kemudian pelayanan yang diberikan pustakawan kepada pengunjung dengan bertindak sopan, ramah tamah dan memberikan arahan kepada pengunjug serta hasil yang diperoleh masing-masing pengunjung terkait pemenuhan kebutuhan informasi yang dibutuhkan sudah berjalan dengan cukup lancar. Oleh sebab itu penulis menarik kesimpulan bahwa pemanfaatan layanan koleksi buku langka dalam setiap harinya sudah berjalan dengan baik, terlihat dari pemahaman pustakawan dan para pengunjung terkait alasan memanfaatkan layanan, sikap pustakawan dalam memberikan layanan kepada pengunjung dan terpenuhinya kebutuhan informasi dari masing-masing pengunjung layanan koleksi buku langka pada Perpustakaan Nasional Republik Indonesia serta banyaknya koleksi langka yang dimanfaatkan

    Representasi psikologi pustakawan dalam film Heartbreak Library

    Get PDF
    Psikologi pustakawan memiliki dampak yang signifikan terhadap interaksi pengguna. Dengan memiliki empati, kesabaran, dan keterampilan komunikasi yang efektif, pustakawan dapat meningkatkan fungsi perpustakaan dan menawarkan layanan yang lebih berkualitas. Penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif yang dipadukan dengan studi literatur. Studi literatur merangkum apa yang telah ditulis oleh ilmuwan dan peneliti terkemuka tentang suatu subjek. Menurut temuan studi literatur tersebut, psikologi pustakawan sangat penting untuk di pahami dan di terapkan, tetapi pengguna juga perlu mengetahui kebijakan dan layanan perpustakaan. Pustakawan dalam film dengan analisis semiotic Heartbreak Library memberikan gambaran yang realistis tentang seorang pustakawan psikologi pustakawan menunjukkan mereka sebagai profesional yang sangat cerdas dan orang yang penuh emosi, dan penonton lebih mampu memahami kesulitan psikologis yang dihadapi pustakawan setiap hari

    Kohabitasi dalam KUHP 2023: Analisis Yuridis atas Intervensi Hukum Pidana terhadap Kehidupan Pribadi

    Get PDF
    Penelitian ini membahas kriminalisasi kohabitasi dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana baru dari perspektif hak asasi manusia, proporsionalitas, dan nilai sosial budaya Indonesia. Tujuan utama adalah menganalisis pembenaran intervensi hukum pidana dalam kehidupan pribadi terkait kohabitasi. Dengan menggunakan pendekatan yuridis normatif dan analisis kualitatif, penelitian ini mengkaji data sekunder dari peraturan perundang-undangan, literatur hukum, dan dokumen resmi. Hasilnya menunjukkan bahwa kriminalisasi kohabitasi berpotensi melanggar hak privasi dan kebebasan pribadi, melanggar prinsip proporsionalitas, serta kurang mempertimbangkan keberagaman nilai sosial budaya. Penelitian ini merekomendasikan pendekatan hukum yang lebih restoratif dan berbasis perlindungan sosial untuk mengatur kohabitasi. Pendekatan hukum yang lebih inklusif dan dialogis diperlukan, dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan dan mempertimbangkan keberagaman nilai yang ada dalam masyarakat

    Tradisi Bapalas Bidan dalam Perspektif Psikologi dengan Teori Tindakan Beralasan

    Get PDF
    Tradisi bapalas bidan adalah tradisi yang dilakukan pasca melahirkan. Tradisi ini merupakan pemberkatan yang dilakukan oleh bidan kepada bayi dan ibunya. Meskipun saat ini zaman sudah modern yang mana banyak orang mulai meninggalkan tradisi atau adat istiadat yang diwariskan oleh leluhur. Namun di Kabupaten Hulu Sungai Utara Provinsi Kalimantan Selatan, tradisi ini masih ramai dilakukan oleh masyarakat. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui manfaat, dampak psikologis dan proses tradisi bapalas bidan di Kabupaten Hulu Sungai Utara Provinsi Kalimantan Selatan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan fenomenologi. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa ada beberapa istilah lain untuk menyebutkan tradisi bapalas bidan, salah satunya adalah batapung tawar. Tradisi bapalas bidan bermanfaat untuk mengurangi rasa sakit di badan akibat proses melahirkan dan menjadi ajang silaturahmi si ibu yang baru melahirkan dengan para tetangga sebab selama 40 hari pasca melahirkan tidak diperbolehkan keluar rumah. Diketahui juga bahwa terdapat perasaan terharu, senang dan tenang saat melakuka tradisi ini. Dalam prosesnya, tradisi memiliki 4 tahapan yaitu: kegiatan pijat, batutungkal, do’a dan makan bersama

    Pengaruh Faktor Sosial Ekonomi, Agama, dan Norma terhadap Niat Warisan Islam: Pendekatan PLS-SEM

    No full text
    This study explores the influence of socioeconomic status, religious involvement and obligation, normative structure, and perceived behavioral control on the intention to distribute inheritance based on Islamic law, with the mediating role of attitude. This study involved 544 participants from the South Kalimantan region, Indonesia with the majority having a college education background who were selected using convenience and snowball sampling techniques. Data collection was conducted through an online questionnaire. Using Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) methodology with SmartPLS as the analytical tool, this study reveals that high education and income have no effect on Muslims' attitude and intention to divide inheritance according to Islamic law immediately. Similarly, people who consider that dividing inheritance according to Islamic law is a religious obligation do not tend to have the attitude and intention to divide inheritance according to Islamic law. Nevertheless, this study verifies that normative structure and perceived behavioral control affect the intention to divide inheritance according to Islamic law through attiude as a mediator. Future research could expand the geographical coverage and involve populations from different regions with different cultures and levels of religiosity to verify whether the findings of this study are universally applicable.Penelitian ini mengeksplorasi pengaruh status sosial ekonomi, keterlibatan dan kewajiban agama, struktur normatif, dan kontrol perilaku yang dipersepsikan terhadap niat untuk mendistribusikan warisan berdasarkan hukum Islam, dengan peran mediasi sikap. Penelitian ini melibatkan 544 partisipan yang berasal dari wilayah Kalimantan Selatan, Indonesia dengan mayoritas berlatar belakang pendidikan perguruan tinggi yang dipilih dengan menggunakan teknik convenience dan snowball sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner online. Dengan menggunakan metodologi Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan SmartPLS sebagai alat analisisnya, penelitian ini mengungkapkan bahwa pendidikan dan pendapatan yang tinggi tidak berpengaruh terhadap sikap dan niat masyarakat Muslim untuk segera membagi warisan sesuai dengan hukum Islam. Demikian pula, orang yang menganggap bahwa membagi warisan sesuai hukum Islam adalah kewajiban agama cenderung tidak memiliki sikap dan niat untuk membagi warisan sesuai hukum Islam. Namun demikian, penelitian ini memverifikasi bahwa struktur normatif dan kontrol perilaku yang dirasakan mempengaruhi niat untuk membagi warisan menurut hukum Islam melalui sikap sebagai mediator

    Etika Politik Islam dalam Konsep Kenegaraan Moh. Natsir dan S.M. Kartosuwiryo: Analisis Filsafati-Komparatif

    No full text
    This study examines Islamic political ethics in the thought of Mohammad Natsir and Sekarmadji Maridjan Kartosuwiryo through a philosophical-comparative approach. The two figures represent opposing poles in the discourse on Islam and the state in Indonesia, Natsir with his inclusive constitutional-democratic approach, and Kartosuwiryo with his exclusive theocratic-revolutionary vision. The study focuses on the construction of political ethics in their views on democracy, power, law, and plurality within the context of the modern state. This research employs a qualitative method based on library research, with thematic analysis of primary and secondary works by both figures. A philosophical approach is used to explore the moral-political dimensions of ethics, including the normative basis of political action, the legitimacy of authority, and the relationship between religion and the state. The findings reveal fundamental differences: Natsir perceives democracy as an ethical and constitutional means to promote Islamic values peacefully, while Kartosuwiryo considers only a theocratic system based on sharia as legitimate, rejecting democratic states entirely. These differences are also reflected in their concepts of power, law, and plurality Natsir emphasizes inclusivity and public ethics, while Kartosuwiryo adopts an exclusive and confrontational stance. This study not only clarifies the divergent paradigms of postcolonial Islamic political ethics in Indonesia but also offers theoretical contributions to understanding the relevance of constitutional versus revolutionary approaches in contemporary Islamic politics.Penelitian ini mengkaji etika politik Islam dalam pemikiran Mohammad Natsir dan Sekarmadji Maridjan Kartosuwiryo melalui pendekatan filosofis-komparatif. Keduanya merepresentasikan dua kutub dalam wacana hubungan Islam dan negara di Indonesia, Natsir dengan pendekatan konstitusional-demokratis yang inklusif, dan Kartosuwiryo dengan gagasan teokratik-revolusioner yang eksklusif. Fokus kajian diarahkan pada konstruksi etika politik keduanya terkait demokrasi, kekuasaan, hukum, dan pluralitas dalam konteks negara modern. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif berbasis studi pustaka, dengan analisis tematik terhadap karya primer dan sekunder kedua tokoh. Pendekatan filosofis digunakan untuk mengeksplorasi dimensi etika moral-politik, termasuk dasar normatif tindakan politik, legitimasi kekuasaan, serta relasi antara agama dan negara. Hasil kajian menunjukkan perbedaan mendasar: Natsir memaknai demokrasi sebagai sarana etis dan konstitusional untuk menanamkan nilai-nilai Islam secara damai, sedangkan Kartosuwiryo memandang hanya sistem teokrasi berbasis syariat yang sah, dan menolak total negara demokratis. Perbedaan ini juga tercermin dalam konsep kekuasaan, hukum, dan pluralitas, di mana Natsir mengedepankan inklusivitas dan etika publik, sementara Kartosuwiryo bersikap eksklusif dan konfrontatif. Temuan ini tidak hanya memperjelas divergensi paradigma etika politik Islam pascakolonial di Indonesia, tetapi juga memberikan kontribusi teoretis dalam memahami relevansi pendekatan konstitusional versus revolusioner dalam lanskap politik Islam kontemporer

    3,188

    full texts

    3,736

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    UIN Antasari Open Journal System (Universitas Islam Negeri)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇