Journal Nursing Care and Biomolecular
Not a member yet
    210 research outputs found

    PERINDUKAN JENTIK POTENSIAL DAN KEJADIAN DBD KELURAHAN BANJAREJO KOTA MADIUN POTENTIAL LARVAE BREEDING AND DENGUE HAEMORRHAGIC FEVER IN BANJAREJO, MADIUN

    No full text
    Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) was still a health problem. This disease could caused an outbreak. Increased cases of DHF was inversely proportional to the results of monitoring larvae. Number of larva free coverage was  >95 % so the number of density was low, but DHF cases still increased. The aim of this study to determined the association of potential larvae breeding and DHF. Methods: This analytic study used cross sectional design. The sample were 320 household in Banjarejo, Madiun. This study was conducted by observing water reservoirs in each household to determined the presence of larvae.  Results: The density of larvae was calculated by House Index (HI)=7.19%, Container Index (CI)=3.47 %, Breteau Index (BI)=7.62, Density Figure (DF)=2. This result shows the risk of DHF transmission in Banjarejo was moderate. The Container Index (CI) from obtained bathtub=5.94%. Analysis: It showed that the bath was Aedes aegypti’s breeding potential than other containers. Chi Square test showed no association between larvae potential breeding place and DHF (p= 1.000). Discussion: There was no association between potential larvae breeding with the incidence of DHF.   Â

    HUBUNGAN ANTARA PEMBERIAN ASI EKSLUSIF TERHADAP KEJADIAN DIARE DAN INFEKSI SALURAN PERNAFASAN AKUT (ISPA) PADA BAYI USIA 6-12 BULAN

    Get PDF
    oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/1Pemberian ASI ekslusif merupakan hal yang penting bagi bayi. DalamASI terdapat zat gizi yang dibutuhkan oleh bayi untuk proses perkembangan salah satunya pematangan sistem imunitas. Bayi dengan system imunitas yang baik dapat mengurangi risiko bayi terkena diare ataupun ISPA (Infeksi Saluran Pernafasan Akut). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pemberianASI ekslusif dengan kejadian diare dan ISPA. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Tehnik sampling yang digunakan adalah Purposive sampling dan jumlah sample sebesar 58 responden. Variabel yang diukur dalam penelitian ini adalah pelaksanaan pemberian ASI ekslusif, kejadian diare dan kejadian ISPA. Analisa hasil penelitian ini menggunakan uji Chi Square. Hasil penelitian menunjukan adanya hubungan yang bermakna antara ASI ekslusif dengan kejadian diare (p<0,000) dengan RP (13,9) dan adanya hubungan yang bermakna antara ASI ekslusif dengan ISPA (p<0,007) dengan PR (2). Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan antara pelaksanaan ASI ekslusif terhadap kejadian diare dan ISPA pada bayi usia 6-12 bulan.Berdasarkan penelitian ini disarankan untuk meningkatkan pelaksanaan ASI eksklusi sehingga kejadian diare dan ISPA pada bayi 6-12 bulan bisa diturunkan

    PENGARUH TERAPI SEKANDI (SENAM KAMAR MANDI) TERHADAP KEBUGARAN JASMANI PADA INDIVIDU USIA PRODUKTIF

    Get PDF
    Introduction: There is a decrease of interest in doing exercise because of the crowded activity.Than so many people who complain about his health both physical and psychological. sekandi therapy (gymnastic bathroom therapy) is a gymnastics exercise with regulation of breathing and pranayama exercises become the foundation of it. The purpose of this study was to determine the effect of Sekandi therapy to increased physical fitness in individuals of productive age. Method: This research used quasy experiment desain. The samples were 40 respondents, taken by Pruposive sampling technique, and divided into 2 groups: control group (n = 20) and treatment group (n = 20). Result:  The results of the control group without treatment as much as 70% of the physical fitness therapy in the enough category. And the  treatment group after they aplly sekandi therapy almost all respondents for physical fitness in the good category as much as 80%. Wilcoxon test result with p value 0,000 < α (0,05) and Mean Whitney with  p value 0,025 <α (0,05) indicate there was influence of Sekandi therapy (gymnastics bathroom therapy) to increase physical fitness in individual age productive. Analysis: Through  sekandi therapy, can increase the work activities of the heart, respiratory system, maximize the body's metabolic functions, eliminate muscle stiffness so that the body in good health.  Discussion: Sekandi  therapy in addition to beneficial in terms of health can also provide benefits in other respects in particular can be used as an additional movement in gymnastics fitness such as aerobics

    PERBEDAAN PRODUKSI ASI PADA AKSEPTOR KB SUNTIK KOMBINASI DAN PROGESTIN Difference Breast Milk Production in KB Acceptor Combination and Progestin

    Get PDF
    Data dari BKKBN dari peserta KB baru, 41,7% menggunakan metode kontrespsi suntikan. Kontrasepsi suntik dibagi menjadi 2 yaitu kombinasi dan progestin. KB suntik kombinasi mengandung hormon esterogen  sehingga jika diberikan kurang dari 6 bulan prostpartum akan berdampak pada berkuranganya produksi ASI. Sedangkan KB suntik progestin tidak mengganggu produksi ASI. Berdasarkan penelitian ternyata KB Suntik Progestin juga akan mempengaruhi produksi ASI. Dari studi pendahuluan pada ibu akseptor KB Suntik Kombinasi setelah pemberian ASI bayi menunjukkan tanda kecukupan pemberian ASI. Tujuan penelitian untuk mengetahui perbedaan produksi ASI pada akseptor KB suntik kombinasi dan progestin. Penelitian ini menggunakan desain analitik pendekatan cross sectional. Populasi sebanyak 200 ibu meneteki dan sampel 160 ibu akseptor KB Suntik Kombinasi dan Progestin dengan teknik sampling purposive sampling. Tempat penelitian di BPS Anugerah Kabupaten Malang. Intrumen penelitian menggunakan kuesioner dan lembar observasi. Analisis data menggunakan uji Mann Whitney. Hasil penelitian didapatkan bahwa sebagian besar responden yang memakai KB suntik progestin produksi ASI berkriteria lancar yaitu sebanyak 77 orang (96,3%). Begitu juga dengan akseptor KB suntik kombinasi juga sebagian besar produksi ASI berkriteria lancar yaitu yaitu sebanyak 76 orang (95%). Analisa data dengan Mann Whitney didapatkan hasil p sebesar 0,70 yang berarti bahwa p>0,05 (0,70 > 0,05) dengan demikian Ho ditolak berarti tidak ada perbedaan produksi ASI pada akseptor KB suntik kombinasi dan progestin. Dari hasil penelitian ini diharapkan menjadi dasar dalam mengembangkan penggunaan KB Suntik Kombinasi agar dapat digunakan oleh akseptor yang menyusui serta menjadi bahan konseling bagi ibu menyusui yang ingin menggunakan KB sunti

    TATA LAKSANA KERACUNAN MINUMAN KERAS OPLOSAN (METANOL DAN ETHYLENE GLYCOL) DENGAN FOMEPIZOLE, ETANOL, DAN HEMODIALISIS

    Get PDF
    Saat ini, pembicaraan mengenai bahaya mengkonsumsi miras oplosan menjadi topik yang hangat dibicarakan masyarakat Indonesia. Zat yang digunakan dalam campuran miras adalah metanol dan ethylene glycol. Metanol dan ethylene glycol adalah zat kimia yang tidak layak dikonsumsi. Didalam tubuh metanol mudah terabsorbsi dan dengan cepat akan terdistribusi kedalam cairan tubuh. Keracunan metanol dapat menimbulkan gangguan kesadaran (inebriation). Metanol sendiri sebenarnya tidak berbahaya, yang berbahaya adalah metabolitnya dan dapat menyebabkan asidosis metabolik, kebutaan yang permanen serta kematian dapat terjadi setelah periode laten selama 6-30 jam. Tujuan dari studi ini adalah menyediakan protokol bagi keracunan metano dan ethylene glycol. Metode yang digunakan adalah studi literatur. Keracunan metanol dan ethylene glycol dapat ditangani dengan pemberian fomepizole dengan menghambat proses pembentukam enzim alkohol dehidrogenase yang akan menyebabkan terjadinya asidosis metabolik. Namun penggunaan fomepizole ini tidak memenuhi standar cost effective dan sulit untuk didapatkan pada fasilitas pelayanan kesehatan. Sementara itu, penggunaan etanol masih belum mendapatkan rekomendasi dari FDA

    MENGUBAH PERILAKU JAJAN SEMBARANGAN PADA SISWA SEKOLAH DASAR MELALUI PENYULUHAN KESEHATAN (Changing the Behaviour Street Food Consumption for School Children at Elementary School Klurak Candi Sidoarjo by Health Education)

    Get PDF
    Latar Belakang : Penggunaan substansi berbahaya dalam makanan semakin meningkat. Rendahnya tingkat keamanan pangan jajanan anak sekolah (PJAS) masih menjadi isu kritis. Survey BPOM (Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan), 45 % PJAS tidak memenuhi syarat karena mengandung bahan-bahan kimia berbahaya. Kelompok terbesar yang sering mengalami keracunan PJAS adalah siswa sekolah dasar. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis perbedaan perilaku jajan sembarangan setelah diberikan penyuluhan kesehatan. Metode : Quasy eksperimental dengan desain pre-test post-test control group. Populasi sejumlah 60 siswa, terbagi menjadi 30 siswa untuk masing-masing kelompok. Variabel independent adalah penyuluhan kesehatan, variabel dependen perilaku jajan sembarangan. Intervensi diberikan selama 3 kali. Data dikumpulkan dengan kuisioner dan observas. Data dianalis dengan uji mann whitney dan chi square dengan α=0.05. Hasil :  Pada kelompok perlakuan , siswa yang memiliki pengetahuan baik 28 orang (93,3 %), sikap positif 18 orang (60%), praktik baik 26 orang (87 %), analisis secara statistik menunjukkan ada perbedaan signifikan. Diskusi : Penyuluhan kesehatan dapat memperbaiki perilaku jajan sembarangan yang meliputi perubahan pengetahuan, sikap dan praktik. Saran untuk sekolah dan orangtua adalah mendorong siswa untuk mengkonsumsi jajanan yang sehat dan menggiatkan kembali UKS (usaha kesehatan sekolah) sehingga program PHBS (perilaku hidup bersih dan sehat) dan gerakan PJAS bisa tercapa

    A LITERATURE REVIEW: BIBLIOTHERAPY: A COGNITIVE BEHAVIOR THERAPY APPROACH TO PROMOTE PYSCHOLOGICAL WELL-BEING

    Get PDF
    Buku bukan hanya sebagai media untuk mendapatkan pengetahuan, informasi, dan hiburan, tetapi juga dapat dijadikan media terapi untuk pasien dengan masalah psikologis. Penggunaan buku sebagai media terapi disebut biblioterapi. Biblioterapi dikenal sejak masa Yunani. Tujuan dari studi ini adalah untuk mendeskripsikan tentang biblioterapi dan keefektifannya untuk meningkatkan kesejahteraan psikologis.Metode: Metode yang digunakan dalam studi ini adalah dengan menganalisis artikel penelitian terkait biblioterapi. Artikel yang digunakan diperoleh melalui database elektronik ProQuest dan ScienceDirect dari tahun 2010 – 2015.Hasil:Biblioterapi merupakan bentuk terapi yang dapat dilakukan sendiri, dengan menggunakan media bacaan yang valid dan spesifik. Namun biasanya difasilitasioleh tenaga kesehatan professional untuk menangani orang dengan masalah mental, fisik, emosional, dan sosial. Informasi yang diperoleh dari buku menjadi masukan untuk mengatasi masalah yang dihadapi. Dengan membaca, individu dapat menginterpretasikan makna bacaan, seperti rasa haru, simpati, dan lainnya. Perasaan tersebut dapat meningkatkan individu untuk berperilaku secara adaptif. Banyak penelitian tentang biblioterapi yang menunjukkan keefektifannya dalam mengatasi masalah psikologis pasien baik anak – anak maupun dewasa. Ada lima tahap dalam pelaksanaaan biblioterapi, yaitu: a). Motivasi; b). Waktu untuk membaca; c). Inkubasi; d). Follow-Up; e). Evaluasi.Discussion: Biblioterapi merupakan intervensi yang efektif untuk meningkatkan kesejahteraan psikologis, dan dapat diaplikasikan pada berbagai usia. Biblioterapi juga dapat diaplikasikan pada keluarga dengan anggota yang mengalami masalah kesehatan jiwa

    PENGARUH EKSTRAK JAHE (Zingiber Officinale Roscoe) TERHADAP JUMLAH SEL FIBROBLAS PADA TIKUS (Rattus Norvegicus)

    Get PDF
    Introduction: Luka adalah  terputusnya suatu jaringan. Penyembuhan luka terdiri dari tiga fase utama, yaitu fase inflamasi, proliferasi, dan maturasi. Pada fase proliferasi ditandai dengan adanya fibroblas dan epitelisasi. Jahe (Zingiber officinale Roscoe) memiliki zat aktif  yaitu oleoresin, gingerol, shogaol dan flavonoid. Gingerol dan shogaol merupakan komponen fenolik jahe yang diketahui memiliki efek antiinflamasi, anti kanker, dan antitumor.  Namun meskipun memiliki banyak zat aktif yang bermanfaat bagi tubuh, efek pemberian ekstrak jahe terhadap sel fibroblas, (yang merupakan tanda dari fase proliferasi pada proses penyembuhan luka) pada luka insisi masih belum diteliti. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui efek pemberian ekstrak  jahe terhadap jumlah sel fibroblas pada tikus (Rattus norvegicus) dengan luka insisi. Methods: Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian eksperimental laboratoris, dengan desain penelitian yang digunakan adalah posttest only control group design. Tikus dibagi menjadi dua kelompok besar  yaitu kelompok kontrol (KK) yang hanya diberi pelarut CMC 1% dan kelompok perlakuan (KP) yang diberi ekstrak jahe oral dengan dosis 1 g/kg BB. Jaringan tikus akan diamati pada hari ke 1, 5, dan 10. Data dianalisis menggunakan uji Kruskall wallis Results: Berdasarkan hasil uji Kruskall Wallis didapatkan nilai p value 0,000 sedangkan nilai α 0,05. Analysis: Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pemberian ekstrak jahe dapat meningkatkan jumlah sel fibroblas pada tikus putih Discussion: Disarankan pada orang yang mengalami luka operasi untuk mengkonsumsi jahe untuk mempercepat penyembuhan luk

    HUBUNGAN ANTARA PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) RUMAH TANGGA DENGAN KEJADIAN DIARE PADA ANAK USIA TODDLER (1-3 TAHUN) DI KELURAHAN TANJUNGREJO RW 01 KECAMATAN SUKUN KOTA MALANG (Correlation Between Clean and Healthy Life Style Household and Di

    Get PDF
    Diare dapat menyebar melalui praktik-praktik yang tidak higienis seperti menyiapkan makanan dengan tangan yang belum dicuci, setelah buang air besar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) rumah tangga dengan kejadian diare pada anak usia toddler (1-3 tahun) di Kelurahan Tanjungrejo RW 01 Kecamatan Sukun Kota Malang, desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah analitik korelasional dengan rancangan penelitian case control. Besar sampel sebanyak 56 orang yang diambil dengan cara incidental sampling yang disesuaikan dengan kriteria inklusi. Pengumpulan data di lakukan pada bulan Maret sampai Mei 2012. Didapatkan hubungan yang signifikan antara PHBS rumah tangga dengan kejadian diare pada anak usia toddler (1-3 tahun) di Kelurahan Tanjungrejo RW 01 Kecamatan Sukun Kota Malang dengan Ï value 0,000, r = - 0,564. Koefisien korelasi negatif ini menunjukkan semakin rendah PHBS maka akan semakin tinggi kejadian diare dan begitupun sebaliknya. Saran dari penelitian ini diharapkan petugas kesehatan dapat membantu untuk memberikan informasi dan pengetahuan bagi masyarakat, tentang peranan sarana dasar kesehatan lingkungan dalam melindungi masyarakat khususnya balita dan anak-anak dari penyakit diare, yaitu dengan memberikan kesadaran kepada masyarakat tentang bagaimana membiasakan mencuci tangan, penggunaan air bersih untuk di konsumsi, dan kebiasaan BAB di jamban

    FAKTOR YANG MEMPENGARUHI RENDAHNYA PARTISIPASIDALAM MENGIKUTI SENAM DIABETES DI KARANG WERDA SADEWA KELURAHAN KEDUNG KANDANG KOTA MALANG. (Factors Affecting Low Participation in Joining Diabetic Gymnastics at Karang Werda Sadewa Kedung Kandang Village

    Get PDF
    Diabetes Melitus adalah kelainan metabolisme yang disebabkan oleh banyak faktor. Salah satu cara untuk mencegahnya adalah dengan senam diabetes, yaitu senam yang dirancang menurut usia dan status fisik. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor yang mempengaruhi rendahnya partisipasi dalam mengikuti senam diabetes di Karang Werda Sadewa Kelurahan Kedung Kandang Kota Malang. Penelitian deskriptif eksploratif ini melibatkan. 27 responden yang partisipasinya rendah dalam mengikuti senam diabetes di bulan Desember tahun 2014 sampai bulan Januari tahun 2015. Hasil prosentase menunjukkan faktor usia (33%), pendidikan (41%),  pekerjaan (44%), informasi (44%), pengetahuan (67%), kebutuhan (93%), jarak (55%), dan ekonomi (52%). Hasil yang didapat dalam penelitian ini adalah faktor usia, pendidikan, dan ekonomi cukup mendukung rendahnya partisipasi dalam mengikuti senam diabetes dan didukung dengan hasil prosentase yang didapatkan serta dengan teori yang ada. Kesimpulan nya sebagian besar tingkat pengetahuan responden berkategori baik, hampir seluruhnya tingkat kebutuhan responden tinggi,  sebagian besar jarak antara karang werda dengan rumah sangat dekat, dan sebagian besar responden memiliki ekonomi rendahPerlu dilakukan penelitian lanjutan tentang faktor ekonomi yang mempengaruhi rendahnya partisipasi dalam mengikuti senam diabetes di Karang Werda Sadewa Kelurahan Kedung Kandang Kota Malang

    160

    full texts

    210

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Journal Nursing Care and Biomolecular
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇