Journal Nursing Care and Biomolecular
Not a member yet
210 research outputs found
Sort by
PERSEPSI PERAWAT, PASIEN DAN MASYARAKAT UMUM TENTANG PERILAKU CARING PERAWAT DALAM MEMBERIKAN ASUHAN KEPERAWATAN DI BANDUNG
Nurse is one of the professions responsible for improving people's living standards, especially in the field of health. In carrying out the roles and responsibilities, the nurse is in the patient's environment for 24 hours and is faced with various characters, complaints, different responses that require. Nurses are expected to be able to be caring to provide peace to the patient in his illness. The purpose of this study is to provide an overview of caring behavior of nurses perceived by nurses, patients and society when delivering nursing care at Bandung. The type of this research is quantitative descriptive research. By using accidental sampling, obtained, 95 nurses, 77 patients and 98 people general public around the faculty of Unpad nursing. Data were collected using Caring Behavior Inventory (CBI) instrument and analyzed using descriptive statistics and poured in tables, percentages and narratives. The results showed that nurse and patient perceptions related to caring nurse behavior in implementing nursing care were mostly good (56.8% and 50.8%), and public perception related to caring behavior of nurses was mostly (57.2%). It can be concluded that the perception of caring behavior of nurses in general has a different picture between nurses, patients and society in general. There needs to be an effort to improve and improve caring behavior of nurses who value directly by patients and the general public
PENGARUH SENAM ERGONOMIK TERHADAP TINGKAT NYERI PENDERITA OSTEOARTRITIS PADA LANSIA DI RUMAH ASUH ANAK DAN LANSIA WREDHA GRIYA ASIH LAWANG
Osteoarthritis that occurs in the elderly is a chronic degenerative disease, complaints that often occur in the form of pain. Interventions can be done to deal with pain by doing ergonomic exercises. This type of research uses quantitative with quasi-experimental, the type of design is pre-posttest with control group design. The number of samples consisted of 16 elderly intervention groups and 16 elderly control groups. The intervention group was given ergonomic exercise, in the control group given elderly gymnastics. The results showed that there were significant differences in the two groups. Based on paired t-test and independent t-test in the intervention group there was a decrease in pain level of 2.07 while in the control group there was a decrease in pain level of 1.07 statistically the two influential groups were significantly evidenced by the value p> 0.05.. The conclusion of this study is that ergonomic exercise affects the pain of patients with osteoarthritis in the elderl
HUBUNGAN PERAN KELUARGA DALAM MONITORING TERAPI OBAT TB DENGAN PENYEMBUHAN PENYAKIT SEKUNDER (TB) DARI PASIEN DM TIPE-2 DI RUMAH SAKIT PARU BATU (The correlation of Family Role in Monitoring TB Drug Therapy and Secondary Disease Treatment (TB) From T
Peran keluarga adalah tingkah laku spesifik yang diharapkan oleh seseorang dalam konteks keluarga didalamnya terdapat peran keluarga sebagai pemelihara kesehatan. Pengidap Diabetes melitus (DM) memiliki resiko 2-3 kali lebih tinggi untuk terjangkit TB. Perlu diperhatikan peran keluarga dalam pemantauan pengkonsumsian obat TB pada pasien dengan riwayat DM. Sehingga hal terpenting bagi kesembuhan TB adalah pengontrolan gula darah. Penelitian bertujuan untuk mengetahui hubungan antara peran keluarga dalam monitoring terapi obat dengan penyembuhan penyakit sekunder (TB) dari pasien DM tipe 2 di RS Paru Kota Batu. Penelitian ini merupakan Rancangan corelational dengan melalui pendekatan retrospektif. Sampel sebanyak 30 responden. Analisa data yang digunakan adalah Uji Spearman Rank dengan hasil p=0,716>α=0,05 sehingga menunjukkan H0 diterima artinya tidak terdapat hubungan antara peran keluarga dalam monitoring terapi obat dengan penyembuhan penyakit sekunder (TB) dari pasien DM tipe 2 di RS Paru Kota Batu. Kesimpulanya adalah dimungkinkan bahwa jika menginginkan terjadinya kesembuhan TB harus memantau gula darah pada kondisi yang normal dan minum obat TB secara teratur. Saran dari penelitian ini adalah keluarga maupun pasien harus benar-benar memonitoring keadaan gula darah pasien disamping tugas keluarga yang menjadi PMO TB
KEEFEKTIFAN METODE DIRECT INSTRUCTION TERHADAP PENGUASAAN KETERAMPILAN MENGISI KARTU MENUJU SEHAT DAN DENVER DEVELOPMENTAL SCREENING TEST PADA KADER KESEHATAN
Sebagai penggerak utama dan ujung tombak didalam upaya meningkatkan kesejahteraan keluarga dan tercapainya progam perbaikan gizi di masyarakat bahwa setiap kader kesehatan dapat mengetahui pertumbuhan dan perkembangan balita. Dalam pembelajaran mengisi KMS dan DDST bukan hanya dituntut untuk sekedar memahami konsep teori, tetapi juga harus dapat mengembangkan kreativitas, keaktifan, dan keterampilan.Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji keefektifan metode pembelajaran direct instruction terhadap penguasaan keterampilan mengisi KMS dan DDST pada kader kesehatan. Desain penelitian ini adalah analisis quasi eksperiment dengan rancangan one group pretest-posttest dengan populasi 30 orang dan sampel 30 orang yang diambil secara total sampling. Pengumpulan data menggunakan checklist KMS dan DDST. Hasil penelitian menunjukan bahwa metode pengajaran direct instruction efektif terhadap penguasaan keterampilan mengisi KMS pada kader kesehatan, dengan thitung = 5,869 dan ttabel  = 2,045 (5,869 > 2,045). Sedangkan metode pengajaran direct instruction efektif terhadap penguasaan keterampilan mengisi DDST pada kader kesehatan, dengan thitung = 11,689 dan ttabel  = 2,045 (11,689 > 2,045). Dari hasil penelitian ini, direkomendasikan bahwa institusi pendidikan yang terkait agar senantiasa berusaha menyediakan fasilitas (buku-buku dan alat peraga) yang mendukung pelaksanaan model-model pengajaran karena dapat meningkatkan hasil pengajaran, dan institusi kesehatan hendaknya untuk menggunakan direct instruction karena telah terbukti meningkatkan keterampilan mengisi KMS dan DDST
GAMBARAN SPIRITUALITAS PADA ANAK KANKER YOGYAKARTA (Spirituality of Children With Cancer In Yogyakarta)
Di Indonesia, prevalensi kanker mencapai 1,4 per 1000 penduduk. Salah satu penyakit kanker adalah leukemia limfosit akut (LLA). Spiritualitas merupakan suatu elemen yang semakin meningkat dan dikenali oleh banyak pasien yang mengalami penyakit pada stadium lanjut. Penilaian terhadap spiritualitas pada anak LLA yang pernah dilakukan dalam penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa spiritualitas memberikan pengaruh positif terhadap koping dan pencapaian adaptasi. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif dengan jumlah sampel 7 anak yang berusia usia 12-18 tahun. Penelitian dilakukan di Instalasi Kesehatan Anak RS Dr.Sardjito pada bulan Agustus-September 2014. Gambaran spiritualitas dijabarkan dalam 6 kategori dari wawancara mendalam yakni doa sebagai penyembuh sakit, kegembiraan dan syukur, interaksi sumber kebahagiaan, kesepian sumber kesedihan, bersosialisasi dengan lingkungan sekitar, dan mencari bantuan dalam mengatasi kesulitan. Pembinaan spiritualitas dibutuhkan oleh anak dengan kanker sebagai sarana motivasi
SEKSUALITAS PADA WANITA SETELAH TOTAL ABDOMINAL HISTEREKTOMI (TAH) (The Sexuality of Women After Total Abdominal Histerektomy (TAH)
Total Abdominal Histerektomi merupakan tindakan pengangkatan uterus dan serviks, hal tersebut secara tidak langsung mempengaruhi seksualitas wanita setelah TAH, Keluhan yang sering dirasakan pada wanita setelah TAH adalah keringnya vagina, berkurangnya hasrat seksual, anorgasmia dan berkurangnya kepuasan seksual. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran seksualitas pada wanita setelah menjalani tindakan TAH. Hal ini termasuk untuk mengetahui fungsi seksual dan kepuasan seksual setelah TAH. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Tahap 1 menggunakan kuantitatif deskriptif. Tahap kedua metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Sampel penelitian berjumlah 14 responden dari pasien post TAH atas indikasi benign dari RSUP Dr Sardjito Yogyakarta dan wawancara mendalam dilakukan terhadap 5 responden yang merupakan sampel kualitatif. Terdapat gambaran peningkatan seksualitas pada wanita setelah TAH. Hal ini dikarenakan sebelum TAH merasakan gangguan aktivitas seksual. Mayoritas fungsi seksual wanita setelah TAH dikategorikan dalam fungsi seksual baik. Terdapat gambaran peningkatan kepuasan seksual pada wanita setelah menjalani TAH. Hal tersebut berhubungan dengan hilangnya keluhan utama, hilangnya kecemasan terhadap penyakit dan sikap serta perhatian pasanga
PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK ALBUMIN IKAN GABUS (Channa striata) TOPIKAL TERHADAP PERCEPATAN KONTRAKSI LUKA INSISI PADA TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus) STRAIN WISTAR THE EFFECT OF ALBUMIN EXTRACT CHANNA STRIATA TOPICAL ADMINISTRATION TOWARD THE ACCELERATION
Luka insisi adalah luka yang diakibatkan oleh cedera atau pembedahan. Ekstrak Albumin ikan gabus digunakan untuk merawat luka insisi karena peran utama albumin di dalam tubuh sangat penting, yaitu membantu pembentukan jaringan sel baru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak ikan gabus (Channa striata) terhadap percepatan kontraksi luka insisi pada tikus putih (Rattus norvegicus) Strain Wistar. Penelitian ini menggunakan true experimental pada 20 ekor tikus Wistar yang dibagi secara random ke dalam 4 kelompok yang telah diinsisi. Kelompok 1 merupakan kontrol yang dirawat lukanya menggunakan Normal Salin 0,9%, sedangkan kelompok 2 sampai 4 adalah kelompok yang diberi perawatan dengan ekstrak albumin ikan gabus dengan dosis yang berbeda (100 mg, 200 mg dan 400 mg) secara topikal selama 14 hari. Hasil  One Way ANOVA test p=0,00; α=0,05 dimana terdapat perbedaan yang signifikan terhadap percepatan kontraksi luka insisi antar kelompok, uji Regresi Linier menunjukkan bahwa seluruh dosis ekstrak albumin ikan gabus yang digunakan berpengaruh pada percepatan kontraksi luka insisi dengan presentase R-square 47% dan nilai koefisien korelasi yang kuat (R=0,688).  Dengan demikian terdapat pengaruh pemberian ekstrak albumin ikan gabus (Channa striata) terhadap percepatan kontraksi luka insisi pada dosis optimum 200 mg. Saran dari penelitian ini adalah perlu dilakukan penelitian lanjutan dengan sediaan dosis ekstrak albumin murni
PERAN ORANGTUA BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN SCHOOL PHOBIA PADA ANAK USIA PRASEKOLAH (Parents Role Correlated with School Phobia Incidence in Pre School Children )
School phobia disebabkan karena ketakutan yang bervariasi diantaranya takut berpisah dengan orangtua. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara peran orangtua terhadap kejadian school phobia pada anak usia prasekolah di TK Puspita Mojolangu Malang. Metode dalam penelitian korelasi dengan pendekatan case control. Teknik pengambilan sampel yang digunakan total sampling dengan jumlah responden sebanyak 49 yang merupakan orangtua murid. Instrumen penelitian yang digunakan kuesioner dan analisi data menggunakan korelasi Spearman rho. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar orangtua mempunyai peranan cukup yaitu 28 orangtua (57%) dan sebagian besar anak tidak mengalami school phobia yaitu 25 anak (51%). Hasil analisis korelasi Spearman menunjukkan p 0,01 atau lebih kecil dari α 0,05. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara peran orangtua dengan kejadian school phobia pada anak usia prasekolah di TK Puspita Mojolangu Malang. Sehingga disarankan bagi orang tua untuk lebih memperhatikan kondisi fisik dan psikis anak selama masa prasekola
PERBEDAAN EFEKTIFITAS METODE PENDIDIKAN KESEHATAN BASIC LIFE SUPPORT (BLS) AUDIOVISUAL DENGAN DEMONSTRASI TERHADAP KEMAMPUAN LIFE SAVING PADA MAHASISWA ILMU KEPERAWATAN FIK UNIVERSITAS KADIRI
Cardiovascular disease is the leading cause of death in the world and ischemic heart disease is the most common cause. Emergency conditions (cardiac arrest) can occur anywhere, and to anyone and is an emergency life-threatening condition and requires immediate treatment. Nursing students need to acquire Basic Life Support (BLS) competency as one of the important competencies to provide first aid as one of life saving efforts in patients. BLS health education in nursing students as a candidate for health workers is needed as an effort to improve the live saving ability so that students are able to perform treatment in patients with breath and heart sigh during practice in hospital as well as facing patients with stop breathing and cardiac arrest anywhere. This study aims to determine the differences in the effectiveness of audiovisual Basic Life Support (BLS) health education method with demonstration of live saving ability in students with cardiovascular disease. The method used is quasi experimental, with pretest and posttest design. This research uses Purposive Sampling and divide the respondents into two groups, the audiovisual method group (n = 17) and the demonstration method group (n = 17). Based on the normality test data obtained normal distributed data so that statistical test used is parametric test that is using Paired T Test and Independent T Test. The result of paired t test is obtained pvalue = 0,001, there is difference of life saving before and after training with demonstration method, and pvalue = 0,003, there is difference of live saving ability of student before and after training with audiovisual method. While the test results independent test obtained pvalue = 0.04. This suggests a difference in effectiveness between audiovisual methods and demonstration methods with live saving skills of nursing science students. Based on the results of this study the need for BLS taught in a demonstration in order to further improve the ability of live saving students
HUBUNGAN ANTARA POLA TIDUR DENGAN TEKANAN DARAH PADA WARGA USIA 30-60 TAHUN DI RT 05 RW 02 KELURAHAN KEDUNG-KANDANG KECAMATAN KEDUNG-KANDANG KOTA MALANG (The correlation Between Sleep Patterns and Blood Pressure In People With the age 30-60 years in
ABSTRAK Pada orang yang mempunyai pola tidur normal saraf simpatis dan parasimpatisnya bekerja dengan baik sehingga jantung rileks dalam memompa darah tetapi pada orang yang mengalami gangguan pola tidur mempengaruhi keseimbangan antara pengaturan sistem simpatis dan sistem parasimpatis terganggu yang dapat menyebabkan tekanan darah abnormal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pola tidur dengan tekanan darah pada usia 30-60 tahun di RT 05 RW 02 Kelurahan Kedung-Kandang. Desain penelitian ini derkriptif korelasional dengan rancangan cross sectional. Pengumpulan data menggunakan wawancara terstruktur dengan kuisioner insomnia rating scale dimodifikasi dan observasi menggunakan spygnomanometer digital pada 80 sampel. Hasil penelitian ini menunjukan pola tidur normal 58 warga, gangguan pola tidur 22 warga, tekanan darah hipotensi 7 warga, normal 56 warga, normal tinggi 11 warga dan hipertensi 6 warga. Dari hasil uji spearmen mendapatkan nilai signifikansi (p) = 0,000 maka α < 0,05 artinya ada hubungan antara pola tidur dengan tekanan darah pada warga usia 30-60 tahun. Nilai kekuatan korelasi (r) 0,382 menunjukan hubungan yang lemah dan arah korelasi positif menunjukan searah atau semakin besar warga yang memilki pola tidur normal maka semakin besar warga yang memiliki tekanan darah normal. Saran penelitian ini adalah perlu dilakukan penelitian lanjutan dengan menggunakan rancangan prospektif dan sampel yang lebih banyak