Journal Nursing Care and Biomolecular
Not a member yet
210 research outputs found
Sort by
PERSEPSI MAHASISWA KEPERAWATAN TENTANG PERAWATAN SPIRITUAL (SPIRITUAL CARE)
Perception that received by nursing student can determine their behavior toward spiritual care in nursing practice. It is important to be identified in the academic stage to evaluate whether the learning process is able to support student perception. The purpose of this study was to identify the perception of nursing students about spiritual care. This research was quantitative descriptive. Population were final year and third year nursing student at one of the institution in West Java. Samples were acquired using a proportionate stratified random sampling technique (n=171). Data were collected using a spiritual care giving scale (SCGS). Data were analyzed using frequency distribution, percentage, and mean. Result of this research indicated that all of respondents had a favorable perception about spiritual care. However, there still aspects that had lower mean value comparing other aspects. Based on frequency distribution, there were number respondents who had disagree statement about form of spiritual care (11,1%) and individual’s integrity when having spirituality in theirself (12,3%). The conclusion of this research was all respondents had a favorable perception of spiritual care. Nevertheless, there were aspects that need to be improved, such as spiritual care attitudes and definition of spiritual care. These can be improved through a specific education regarding spirituality and spiritual care
PENGARUH FORMULASI SEDIAAN HERBAL PARAM KOCOK DARI KENCUR, KUNIR PUTIH DAN DAUN PACAR AIR TERHADAP SKALA NYERI SENDI PADA LANSIA
Keberhasilan pembangunan kesehatan di Indonesia mempunyai dampak antara lain adalah meningkatnya umur harapan hidup lansia yang mengakibatkan meningkatnya jumlah dan proporsi penduduk lansia. Proses penuaan pada lansia diikuti dengan kemunduran fisik, biologi, mental maupun sosial ekonomi. Salah satu perubahan kondisi fisik karena menua adalah pada sistem muskuloskeletal yaitu gangguan pada persendian yang merupakan penyakit yang sering dijumpai yang sangat erat hubungannya dengan proses menua dengan gejala utama nyeri. Metode penelitian yang digunakan adalah quasy eksperimen dengan pendekatan pre dan post test pada kelompok perlakuan dan kelompok kontrol. Jumlah sampel penelitian sebanyak 50 lansia. Pengumpulan data untuk mengetahui skala nyeri sendi pada lansia menggunakan kuesioner Verbal Numerical Rating Scale. Dari hasil uji paired sample t test untuk perbandingan antara nilai skala nyeri pasien pada saat sebelum (pre test) dan setelah (post test) pemberian formulasi sediaan herbal param kocok dari kencur, kunir putih dan daun pacar air menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0.000 yang lebih kecil dari alpha 0.05 (p<0.05, tolak Ho), sehingga dapat diartikan bahwa ada perbedaan yang signifikan pada nilai skala nyeri sendi pasien lansia antara saat sebelum (pre test) dan setelah diberikan formulasi sediaan herbal param kocok dari kencur, kunir putih dan daun pacar air (post test). Param kocok sebagai sediaan topikal sangat sesuai digunakan untuk lansia yang mengalami masalah persendian dengan jumlah pelumas sendi yang menurun
INTERVENSI ACCEPTANCE AND COMMITMENT THERAPY (ACT) PADA CEMAS KELUARGA DENGAN ANGGOTA KELUARGA SCHIZOFRENIA MENGGUNAKAN PENDEKATAN TEORI MODEL HILDEGARD PEPLAU DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PRANGGANG(INTERVENTION OF ACCEPTANCE AND COMMITMENT THERAPY (ACT) I
Cemas merupakan reaksi emosional yang menimbulkan perasaan tidak nyaman dan merasa terancam. Cemas dapat terjadi pada keluarga akibat terdapatnya anggota keluarga yang mengalami gangguan jiwa. Salah satu terapi psikososial untuk cemas adalah Acceptance and Commitment Theraphy (ACT). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis intervensi Acceptance and Commitment Theraphy (ACT) pada cemas keluarga dengan anggota keluarga schizofrenia menggunakan pendekatan teori Hlidegard Peplau di Wilayah kerja Puskesmas Pranggang. Desain penelitian yang digunakan adalah pre experimental design dengan jenis one group pre and post test design. Populasi Keluarga dengan Schizofrenia sebanyak 60 keluarga. Sampel responden diambil dengan teknik purposive sampling sebanyak 12. Teknik pengumpulan data menggunakan lembar kuesioner. Pengolahan dan analisa data menggunakan uji paired T test dengan bantuan komputerisasi. Dari analisa uji paired T test diketahui nilai pValue (0,001< α 0,005),  Acceptance and Commitment Theraphy (ACT) dapat menurunkan kecemasan keluarga dengan anggota keluarga schizofrenia menggunakan pendekatan teori Hildegard Peplau di Wilayah Kerja Puskesmas Pranggang
EKSTRAK MENGKUDU (Morinda citrifolia L) SEBAGAI ANTIMICROBA TERHADAP Streptococcus viridans SECARA IN VITRO (THE NONI EXTRACT (Morinda citrifolia L) AS ANTIMICROBA TOWARD Streptococcus viridans IN VITRO)
Streptococcus viridans infection is serious when bacteria enter other areas of the body, to the bloodstream causing endocarditis, heart damage, kidney failure. Symptoms: fatigue, fever, weight loss, and shock, organ failure insufficient blood; Intra-abdominal infections; meningitis, swelling of the meninges to death. Bacteria cause 50% of cases endocarditis. Treatment with high-dose antibiotics is dangerous, causing resistance. Noni (Morinda citrifolia) as antiviral, antibacterial, antiinflammatory has 150 content phytonutrients, increases endurance and improves cell. The objectives were to know the MIC and MBC of noni extract and penicillin to Streptococcus viridans in vitro. The research is true experiment, RAL design, bacteria sample and noni extract. Free variable, concentration of noni extraction, penisillin 5μL, 7.5 μL and 10 μL. Variable depends the amount of bacteria. Research location in Laboratory Microbiology and Bio Medical University Muhammadiyah of Malang. Method agar plate dilution. Collecting data the number of colonies Streptococcus viridans, One-Way Anova analysis. The results of MIC 5μL and MBC 10 μL. Analysis p = 0.00 <0.01, Ho rejected, Hi accepted is effectiveness of noni extract and penicillin against Streptococcus viridans as antimicrobial compound in vitro. Effectiveness of regression linear noni 63.8% and pensillin 63.9% in inhibiting the growth  Streptococcus viridans in vitro
ANALISIS FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEMAUAN ORANG AWAM UNTUK MEMBERIKAN PERTOLONGAN PERTAMA PADA KORBAN KECELAKAAN LALU LINTAS DI KOTA MALANG
ABSTRAK               Kejadian kecelakan lalu lintas diprediksi cenderung semakin meningkat seiring dengan berjalannya waktu. Banyaknya orang yang menjadi korban kecelakaan tidak selalu ditunjang dengan banyaknya responder dan pelayanan kesehatan yang dapat memberikan pertolongan yang cepat serta tepat. Untuk mengatasi hal tersebut perlu pemberdayaan orang awam yang seringkali menjadi first responder. Namun orang awam saat ini juga tidak selalu mau untuk memberikan pertolongan dikarenakan beberapa faktor diantaranya faktor intrapersonal, psikososial dan situasional yang mempengaruhi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor – faktor tersebut sehingga dapat mengoptimal kemauan dan peran orang awam pada akhirnya. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan metode pendekatan restrospektif menggunakan instrumen terstruktur yang telah dilakukan uji validitas dan reliabilitas. Analisis yang digunakan adalah analisis bivariat dengan uji Chi-Square dan Fisher sebagai alternatif. Sampel yang digunakan berjumlah 110 orang awam yang pernah menemui kejadian lalu lintas di Kota Malang. Hasil yang didapatkan adalah responden saat menemui kejadian kecelakaan lalu lintas (KLL) yang dipengaruhi faktor intrapersonal sebanyak 92,7%, faktor psikososial sebanyak 27,3%, dan faktor situasional sebanyak 60%. Sedangkan responden yang memberikan pertolongan adalah sebanyak 47,3%. Berdasarkan uji Chi-Square didapatkan hanya faktor situasional saja yang memiliki hubungan signifikan dengan kemauan orang awam untuk menolong korban kecelakaan lalu lintas dengan nilai p 0,002 (p<0,005). Dengan demikian perlu pemberdayaan peran serta orang awam dengan cara – cara yang dapat meningkatkan pengetahuan, kemauan, serta kemampuan dalam memberikan pertolongan pertama pada korban kecelakaan lalu lintas. Kata Kunci : Kemauan, Pertolongan Pertama, Kecelakaan Lalu Lintas, Orang Awam ABSTRACTTraffic accidents predicted tend to increase over time. The number of people who become victims of accidents are not always supported by many responders and health care that can provide prompt and appropriate care. To overcome this problem, we need to give empowerment to laypeople who are often become the first responder. But, lay people nowadays are not always willing to provide assistance due to several factors including intrapersonal factors, psychosocial and situational influences. The purpose of this study was to analyze those factors so that we can optimize the willingness and the role of lay people in the end. This study is observational study with retrospective approach using structured instruments which have been validity and reliability tested. The analysis is bivariate analysis using Chi-Square and Fisher as an alternative. The samples are 110 lay people who had witnessed traffic accidents in Malang city. The results obtained are respondents who witnessing traffic accidents that are affected by intrapersonal factors is 92.7%, psychosocial factors is 27.3% and situational influences is 60%. While respondents who gave aid is 47.3%. Based on Chi-Square test is obtained only situational factors that have a significant relation with the willingness of lay people to help traffic accidents victim with a value p 0.002 (p<0.005). Thus, we need to give empowerment to laypeople in ways that can improve kowledge, willingness, and ability to provide first aid to traffic accidents victims. Key Words: Willingness, First Aid, Traffic Accidents, Laypeopl
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPATUHAN MINUM OBAT ANTIRETROVIRAL DI KELOMPOK DUKUNGAN SEBAYA SEHATI MADIUN (FACTORS AFFECTING ADHERANCE OF TAKING ANTIRETROVIRAL DRUGS IN SEBAYA SEHATI GROUPS MADIUN)
Provision of antiretroviral therapy dramatically decrease the mortality and morbidity of people with HIV / AIDS. Antiretroviral therapy was reduced the rate of HIV transmission in the community, reduced morbidity and mortality associated with HIV, improved the quality of life of , restored and maintained immune function, suppressed viral replication maximally and on continuously. purpose of the research is for knowing was to determine the factors that influence adherence to the use of antiretroviral drugs in HIV / AIDS patients.The type of research is observational analytic with cross sectional approach. The sampling technique used was total sampling of 46 respondents. Data collection using questionnaire through interview. Data analysis was done bivariate and multivariate. The results showed that the factors that influence the adherence of taking ARV drugs among others. The results showed that factors affecting ARV drug adherence were ARV therapy guidelines (p = 0,000, OR = 24.0; 95% CI = 7,9-12,4), coexistent disease characteristics (p = 0.001; OR = 6.66, 95% CI = 1.6-22.2), and family support (p = 0.001; OR = 4.4; 95% CI = 1.3-12.4). This study demonstrates the importance of health counseling to improve adherence to antiretroviral drug
PERTANGGUNGJAWABAN PIDANA PERAWAT
Perwujudan kesehatan melalui bentuk upaya kesehatan terhadap masyarakat tidak terlepas dari peran tenaga kesehatan, yang salah satunya adalah tenaga keperawatan. Seiring dengan perkembangan peran dan fungsi perawat kearah profesional terkadang perawat dan dokter berada pada posisi yang overlapping artinya tindakan perawat dalam memberikan pelayanan medis idealnya merupakan kewenangan dokter. Sehingga merupakan hal yang perlu untuk diangkat dalam suatu penelitian tentang dasar tindakan medis perawat melakukan tindakan diluar kewenangannya dan pertanggungjawaban perawat dalam melakukan tindakan medis, khususnya dari segi hukum pidana. Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji dan memahami dasar tindakan medis yang dilakukan perawat diluar kewenangannya, serta menganalisis kebijakan hukum yang terkait dengan pertanggungjawaban perawat dari aspek pidana.Jenis penelitian hukum yang dilakukan adalah penelitian yuridis normatif empiris yang merupakan penggabungan antara pendekatan hukum normatif dan diperkuat dengan adanya penambahan unsur empiris terhadap bahan kajian penelitian.Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pertimbangan yang patut dijadikan dasar perawat melaksanakan tindakan medis di luar kewenangannya. Dan dasar tersebut digunakan pula sebagai pembenaran perawat dalam kaitannya dengan melakukan tindakan medis diluar kewenangannya, sehingga dimungkinkan perawat untuk tidak terkena pertanggungjawaban secara pidana dalam kaitannya dengan unsur kelalaian.Berdasarkan hasil penelitian disarankan agar pemerintah dan para legislatif untuk mengakomodir tindakan medis tertentu yang dilakukan oleh perawat dengan dasar dan pertimbangan yang patut ke dalam Undang Undang Keperawatan. Dan apabila Undang Undang Keperawatan sudah diberlakukan saat ini, maka harapan kedepan adalah sebagai upaya perbaikan Undang Undang sekaligus dapat memberikan perlindungan dan kepastian hukum dari pelaksanaan praktik mandiri perawat dalam kaitannya dengan pemenuhan upaya kesehatan terhadap masyaraka
ANALISIS CARING ABILITY PERAWAT DAN BIDAN DI RS X BANDUNG
Perawat merupakan salah satu tenaga profesional yang sangat dibutuhkan dalam proses kesembuhan pasien. Perawat bertanggung jawab dalam melaksanakan asuhan baik secara otonom maupun kolaboratif, baik yang bersifat asuhan langsung maupun manajerial. Dalam melaksanakan peran-peran tersebut, caring merupakan suatu unsur yang melekat pada tiap peran yang menunjukkan identitas profesional perawat Caring merupakan asuhan yang diberikan secara terus menerus difokuskan pada perawatan fisik maupun mental dan meningkatkan rasa aman pasien. Perawat yang tidak dapat melaksanakan praktik dalam konteks caring akan menjadi perawat yang kaku, kurang peka, seperti robot, dan mudah lelah sehingga memungkinkan tidak maksimalnya pemberian asuhan keperawatan pada pasien yang dapat berdampak pada kepuasan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis caring ability perawat dan bidan di RS X Bandung.Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif, polulasi dalam penelitian ini adalah perawat dan bidan yang bekerja di ruang rawat inap Obstetrik dan Ginekologi RS X dengan total populasi (N=43). Data dikumpulkan dengan menggunakan instrumen Caring Ability Inventory (CAI) dengan rentang nilai validitas 0,239-0,590 dan nilai reliabilitas 0,839. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan dituangkan dalam bentuk tabel, persentasi dan narasi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 32 (74,4%) responden memiliki kemampuan caring dengan kategori sedang dan rendah. Sebagian besar pendidikan perawat dan bidan adalah jenjang diploma dengan pengalamam kerja kurang dari 5 tahun.Dapat disimpulkan bahwa kemampuan caring perawat dan bidan sebagian besar berada dalam kategori sedang dan rendah. Hal tersebut perlu menjadi perhatian khusus, dimana perlu adanya evaluasi beban kerja serta adanya penyegaran kembali terkait caring pada seluruh perawat dan bidan
PENGARUH EDUCATIONAL CARDS GAME TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN DAN KESENANGAN BELAJAR PADA MAHASISWA STIKES KEPANJEN
Pendahuluan: Perguruan tinggi adalah institusi yang mempersiapkan sumber daya manusia melalui proses pembelajaran. Pembelajaran dengan cara yang tradisional seringkali kurang interaski antara guru dan murid sehingga pembelajaran membosankan. Fungsi bermain adalah untuk memfasilitasi pembelajaran, permainan yang baik dapat menciptakan dan membuat sebuah konsep bahasan yang luas ke dalam bahasan yang lebih kecil sehingga lebih mudah untuk diserap. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui manfaat penggunaan educational cards game dalam meningkatkan pengetahuan dan kesenangan belajar sistem musculoskeletal. Metode: Metode penelitian Quasy eksperimental. Sampel yang digunakan sebanyak 50 orang secara simple random sampling. Sampel dibagi kedalam 2 kelompok percobaan, kelompok 1 menggunakan teknik pengajaran standart (SAP), Kelompok 2 menggunakan Educational cards game. Hasil: Terdapat pengaruh yang signifikan (p<0,01) antara pembelajaran menggunakan SAP/Modul dan Kartu pendidikan pada tingkat pengetahuan responden sebelum dan sesudah perlakuan. Responded menyatakan lebih senang dengan pembelajaran yang mengikutkan permainan kartu. Pembahasan: Kesenangan dalam pembelajaran tidak datang dengan sendirinya, tapi dipengaruhi oleh berbagai hal seperti media pembelajaran. Kesenangan dapat membantu siswa untuk menerima informasi dengan lebih baik.  Proses pembelajaran akan mudah diterima dan dipahami bila situasi hati kita senang. Sehingga belajar bukan lagi aktivitas yang harus disuruh terlebih dahulu, tetapi timbul kesadaran dari dirinya sendir
The Relationship of Family Support with Self-Esteem Level in People Living with HIV/AIDS (PLWHA) in Sadar Hati Foundation Malang
People who have been infected with the HIV virus (PLWHA) faced with the social problem of stigma and discrimination from the community and the surrounding environment PLWHA. It will affect the level of self-esteem of PLWHA. Self-steem in HIV positive is very important so that they do not fall under stress condition that can affect their health. One of the factors that may affect the level of self-esteem is family support. The purpose of this study was to analyze the relationship between family support with the level of self-esteem in People Living with HIV/AIDS (PLWHA). The design of this study used observational analytic with cross sectional method. The population of this sudy constitude of 50 HIV positive who are in assisted Sadar Hati Foundation Malang. Purposive sampling techniques was used and sample obtained as many as 44 people. The level of self-esteem was assessed using Rosenberg’s self-esteem scale and family support was assesed using questionnaire. Spearman Rank test results obtained by p value = 0.000 (p < 0.05) and the coefficient of correlation (r) = 0.545. It can be concluded that there was a significant relationship between family support with a level of self-esteem in People Living with HIV/AIDS (PLWHA) in Sadar Hati Foundation Malang. The line of both variables have positive (+) sign which means that the higher family support is given, the higher the self-esteem of PLWHA