Jurnal Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Sumatera Utara, Medan
Not a member yet
1164 research outputs found
Sort by
THE IMPLEMENTATION OF QUALITY MANAGEMENT IN IMPROVING EDUCATORS' COMPETENCE AT MADRASAH TSANAWIYAH ALWASHLIYAH GADING IN TANJUNGBALAI
This study aims to analyze the implementation of quality management to improve teacher competence at MTs Alwashliyah Gading in Tanjungbalai City. This research was conducted using a descriptive qualitative research method with a naturalistic qualitative approach. The findings indicate that the planning implemented at MTs Alwashliyah Gading in Tanjungbalai is based on the needs that must be met in anticipating the shortcomings of each teacher personnel, such as competencies that need to be improved, and also maintaining quality to optimize the quality of education services. Efforts made by madrasas and leaders in improving the competence of teachers/educators include enforcing discipline against teachers, holding meetings and discussions on an ongoing basis, providing supportive enthusiasm in improving the competence of teachers, and providing rewards for teachers who excel as well as giving punishment for undisciplined teachers. The quality management process to improve teacher competence at MTs Alwashliyah Gading in Tanjungbalai is going well, in teacher discipline the rules have been made by the leadership in such a way and make continuous improvements, and teachers also comply with these rules
PENGARUH MODEL SHOW AND TELL TERHADAP KEMAMPUAN BERCERITA PESERTA DIDIK PADA PEMBELAJARAN TEMATIK
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh model show and tell terhadap kemampuan bercerita didik pada pembelajaran tematik. Penelitian ini merupakan penelitian Quasi Eksperimen yang dilakukan di kelas II MIN 4 Kota Medan. Penelitian ini menggunakan kelas eksperimen dan kelas kontrol. Kelas II-A sebagai kelas eksperimen dengan jumlah sebanyak 15 peserta didik dan kelas II-B sebagai kelas kontrol dengan jumlah 16 peserta didik. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kemampuan bercerita peserta didik yang diajarkan dengan model show and tell dan kemampuan bercerita peserta didik yang diajarkan dengan model pembelajaran konvensional. Berdasarkan penelitian yang dilakukan pada kelas II MIN 4 Kota Medan, menunjukkan adanya pengaruh model show and tell terhadap kemampuan bercerita peserta didik pada pembejaran tematik. Hal ini dapat dilihat dari rata-rata kemampuan bercerita peserta didik menggunakan model show and tell yaitu 72,44. Sedangkan rata-rata kemampuan bercerita peserta didik menggunakan model pembelajaran konvensional yaitu 50,39. Berdasarkan hasil uji t diperoleh 16,48 > 2,13145.Kata Kunci: Model Show And Tell, Kemampuan Bercerita, Pembelajaran Tematik
Peran Keluarga dalam Mengoptimalkan Literasi Anak Usia Dini
AbstrakTujuan penulisan artikel ini untuk mengetahui peran keluarga dalam menanamkan literasi sejak dini. Metode penelitian yang digunakan dalam artikel ini adalah studi literatur. Langkah awal dalam menyusun kerangka penelitian dengan metode heuristik, yaitu mengumpulkan sumber dan data yang diperlukan yang memiliki keterkaitan dengan tema penelitian yang diangkat. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu berupa sumber jurnal, skripsi dan buku yang terkait dengan penelitian. Kemudian dianalisis menggunakan reduksi data, display data, dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian yang dapat disimpulkan bahwa peran keluarga untuk menanamkan literasi sejak dini sangat penting dan dapat memberikan pengalaman baru untuk orang tua dan anak mengenai kegiatan literasi.Kata kunci: peran keluarga, literasi, anak usia dini AbstractThe purpose of writing this article is to find out the role of the family in instilling literacy from an early age. The research method used in this article is a literature study. The first step in developing a research framework using the heuristic method is to collect the necessary sources and data that are related to the research theme raised. Data collection techniques used are in the form of sources of journals, theses and books related to research. Then analyzed using data reduction, data display, and draw conclusions. The results of the study can be concluded that the role of the family to instill literacy from an early age is very important and can provide new experiences for parents and children regarding literacy activities.Keywords: family role, literacy, early childhoo
AN ANALYSIS OF STUDENTS’ DIFFICULTIES IN SPEAKING ENGLISH AT TENTH GRADE OF SMA SWASTA NURUL IMAN TANJUNG MORAWA
This research is aimed to find out students’ difficulties in speaking English at tenth grade of SMA Swasta Nurul Iman Tanjung Morawa. This research is tried to find the students’ difficulties in speaking English, the cause of students’ difficulties in speaking English, and the solution of students’ difficulties in speaking English. This research was used qualitative method. The respondent of this research is the students class X-IIS 3 that consist 10 students. The respondent was chose by used purposive sampling technique. The data collected from the observation, interview, and questionnaire. The questionnaire used Linkert Scale that consists of 15 questions. The result of this research showed that the most from respondent have difficulties in speaking English. The students have difficulties in pronunciation, lack of grammar, difficult to memorize vocabulary, afraid to speak, shy to speak in front of the class, not confidence, and have no motivation in learning speaking English. Furthermore, the cause of students’ difficulties of the research that happened are the lack of grammar, lack of motivation, shyness, anxiety, and afraid making mistakes. The researcher also found the solution of students’ difficulties in speaking English, namely the students needed to condusive class, the new strategies from the teachen when teaching speaking English, and also the teacher must give more knowledge for the students
AN ANALYSIS OF TEACHER PEDAGOGICAL COMPETENCE IN TEACHING ENGLISH FOR SENIOR HIGH SCHOOL LEARNERS
This research is motivated by the results of observations in the field, most teachers are still less effective in the learning process. Teachers are still lacking in assessing and evaluating learning. So in this study the researchers focused on pedagogic competence, because basically pedagogic competence is one of the important competencies that must be possessed by a teacher in teaching and learning activities.This study aims to determine the pedagogic competence of teachers at SMA N2 SEI KANAN. The research method used is descriptive qualitative research method. The research subjects who were used as research informants were English teachers. Data collection techniques in this study were observation, interviews and documentation. This study uses three instruments, namely observation sheets, interview sheets and documentation. The data analysis technique in this study uses the theory of Milles and Huberman which includes three stages, namely data reduction, data display and conclusion drawing. This study uses a credibility test to test the validity of the data.The researcher's findings show that pedagogic competence is in the "pretty good" category, including the ability to master student characteristics, curriculum development competence, and communication competence. Competence in comprehending learning theory and teaching principles of learning, competency in educating learning activities, competence in developing student potential, and competence in assessment and evaluation are among the pedagogic competencies in the bad group. As a result, it can be inferred that instructors' pedagogic competency at SMA N2 SEI KANAN is still lacking
BIODIVERSITAS MAKROFUNGI DI SEKITAR KAWASAN CURUG LEUWI MANGROD, KABUPATEN SERANG, BANTEN: DESKRIPSI DAN POTENSI PEMANFAATAN
Fungi are found widely in tropical areas throughout the world, including Indonesia. Banten Province is estimated to have a high diversity of macrofungi. This study aims to explore and describe the morphological characteristics of macrofungi and their potential use in the area of Curug Leuwi Mangrod Cibojong, Padarincang, Serang Regency, Banten. The research was conducted in September - October 2021 using the cruising method. A total of 10 species of macrofungi consisting of 1 species of the Ascomycota division and 9 species of the Basidiomycota division were found around the waterfall from various substrates, both on the soil surface and on rotten tree trunks. A total of 3 species were found to be potential sources of food, 9 species had the potential to be used as medicinal ingredients. Information on the diversity and potential use of macrofungi can be used as a basis for further macrofungi development
HUBUNGAN RELIGIUSITAS DAN PERAN TEMAN SEBAYA DENGAN PERILAKU SOPAN SANTUN MAHAMAHASISWA
Sopan santun adalah penampilan yang mencerminkan kemuliaan akhlak seseorang. Dewasa ini, sopan santun menjadi hal yang sulit ditemukan terutama di kalangan remaja yang relatif masih labil. Sopan santun dipengaruhi oleh banyak faktor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan regligiusitas dan peran teman sebaya terhadap sopan santun mahamahasiswa.Pendekatan penelitian dignakan kuantitatif korelasional. Sampel berjumlah 108 orang mahamahasiswa BKPI. Data diambil menggunakan angket. Analissi data dilakukan dengan teknik regresi berganda.Hasil penelitian menunjukkan: 1) Ada hubungan antara religiusitas dengan sopan santun dengan koefisien sebesar 0,242 pada signifikansi 0,001. 2) Ada hubungan antara teman sebaya dengan sopan santun dengan koefisien sebesar 0,654 pada signifikansi 0,000. 3) Ada hubungan religiusitas dan teman sebaya dengan sopan santun sebesar 0,699 dengan signifikansi 0,000.Dapat disimpulkan, bahwa religiusitas dan teman sebaya memberikan pengaruh yang signifikan terhadap sopan santun mahamahasiswa. Oleh karna itu, agar sopan santun mahamahasiswa disarankan unutk meningkatkan religiusitas dan mencari lingkungan dan teman sebaya yang positif agar dapat saling mendukung dalam hal kebaikan. Kata Kunci : Sopan santun, religiusitas, teman sebaya, lingkungan positi
EKSISTENSIALISME DALAM PENDIDIKAN DASAR
Eksistensialisme adalah filsafat dan akar metodologi berasal dari metode fenomologi yang dikembangkan oleh Hussel (1859-1938). Sikun Pribadi berpendapat bahwa eksistensialisme sangat berhubungan dengan pendidikan. Ini dikarenakan bahwa pusat pembicaraan eksistensialisme adalah keberadaan manusia sedangkan pendidikan hanya dilakukan oleh manusia. Tujuan pendidikan adalah untuk mendorong setiap individu agar mampu mengembangkan semua potensinya untuk pemenuhan diri. Implikasi filsafat eksistensialisme dalam pendidikan adalah memberikan bekal pengalaman yang luas dan komprehensif dalam semua bentuk kehidupan. Dan tujuan pendidikan eksistensial adalah kebebasan manusia. Dalam upaya menekankan subjektivitas individu, guru eksistensialis harus mampu menumbuhkan semangat disiplin diri dan tanggung jawab pada siswanya. Dan untuk membuat pilihan pribadi yang bermakna, hanya siswa yang dapat mendefinisikan diri mereka sendiri. Setiap orang bertanggung jawab atas pendidikan mereka sendiri dan tidak dapat didikte oleh guru dan sistem sekolah. Adapun peran guru dalam prefektif eksistensialisme adalah guru betugas untuk melindungi dan memelihara kebebasan akademik, dimana bisa saja guru pada hari ini, besok atau lusa menjadi murid. Para guru memberikan kebebasan terhadap siswa untuk memilih dan memberikan mereka pengalaman yang akan membantu mereka menemukan dari kehidupan mereka dan guru juga berperan sebagai fasilitator bagi peserta didik dalam mengembangkan potensi diri. Sedangkan eksistensialisme memandang siswa akan lebih merasa dibebaskan dalam mengeksplorasi minat dan bakatnya dan peserta didik merasa senang dan bersemangat dalam aktivitas pembelajaran. Serta peserta didik akan lebih mengenal jati dirinya dan terarah mengenai potensi yang terdapat pada dalam diri mereka masing-masing. Dalam artikel ini menerapkan metode studi literatur. Siswa sekolah dasar hanya mengalami masa pra eksistensial namun terus dibentuk dengan pendidikan karakter berupa layanan bimbingan. Layananan instruksional dan konseling di sekolah dasar adalah layanan khusus yang diberikan kepada siswa agar dapat mencapai perkembangan yang optimal, mampu melaksanakan tugas perkembangangnya sebagaimana dimaksud
URGENSI BIMBINGAN KONSELING ISLAM UNTUK MENINGKATKAN MINAT BELAJAR SISWA SDN 21 RANTAU UTARA
Pentingnya bimbingan konseling islam semestinya menjadi prioritas bagi setiap sekolah. Dengan dilakukannya bimbingan konseling islam ini ternyata memiliki banyak implikasi terhadap perkembangan siswa, kesadaran diri siswa, pengambilan keputusan siswa, perubahan lingkungan siswa, dukungan transisi siswa, dan pendidikan siswa. Penelitian ini menyangkut tentang faktor penyebab rendahnya minat belajar di SDN 21 Rantau Utara dan solusi yang diberikan melalui bimbingan konseling islam. Metode penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif deskriftif dan pengumpulan data penulis menggunakan teknik wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor penghambat minat belajar sisiwa SDN 21 Rantau Utara dapat teratasi dengan terlibatnya guru sebagai konselor di sekolah.
FAKTOR- FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRESTASI BELAJAR SISWA MIN 1 KOTA MEDAN
Penelitian ini mengungkap atas beberapa Faktor- Faktor Yang dapat Mempengaruhi Prestasi Belajar Siswa, penelitian ini dilakukan di Min 1 Kota Medan. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis faktor-faktor apa saja yang dapat mempengaruhi prestasi belajar siswa, dengan adanya disiplin dalam belajar merupakan faktor yang mempengaruhi minat belajar siswa memiliki pengaruh terhadap pretsasi belajar, dan mengetahui faktor manakah yang dominan mempengaruhi prestasi belajar siswa. Data diperoleh dengan melakukan observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan wali kelas, guru mata pelajaran, orang tua siswa, dan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yang mempengaruhi prestasi belajar dilihat dari tingkat kecerdasan atau intelegensi belajar siswa, yakni rajin dalam belajar, tekun dalam belajar, rajin mengerjakan tugas, memiliki jadwal belajar, disiplin dalam belajar. Masing-masing faktor memiliki kontribusi untuk mempengaruhi prestasi belajar, dimana untuk Tingkat kecerdasan atau inteligensi siswa tidak dapat diragukan lagi, semangat menentukan tingkat keberhasilan belajar siswa. Semakin tinggi kemampuan inteligensi seorang siswa maka semakin besar peluangnya untuk meraih sukses. Sebaliknya, semakin rendah kemampuan seorang siswa makan semakin kecil peluang untuk memperoleh sukses